Jakarta Timur – Dalam rangka menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Babinsa Koramil 06/Cakung bersama unsur terkait melaksanakan patroli/siskamling keliling di wilayah RW 011 RT 05 Kelurahan Cakung Timur Kecamatan Cakung Jakarta Timur. Rabu (08/04/26).

Kegiatan ini melibatkan sinergi lintas unsur, di antaranya Babinsa Koramil 06/Cakung, Bhabinkamtibmas Polsek Cakung, Satpol PP Kecamatan, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), Ketua RW, FKPM, serta partisipasi aktif warga setempat yang menjadi wujud nyata kolaborasi dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

Dalam kesempatan tersebut, Batuud Koramil 06/Cakung, Pelda Aris, dalam arahannya menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam setiap pelaksanaan tugas di lapangan. Ia mengingatkan seluruh personel untuk tidak bersikap arogan terhadap masyarakat, karena hal tersebut berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban.

“Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan pendekatan yang baik kepada masyarakat. Kita hadir untuk melindungi dan mengayomi, bukan menimbulkan ketakutan,” ujarnya.

Selain itu, Batuud juga mengajak kepada seluruh unsur untuk terus menjaga kekompakan serta meningkatkan komunikasi dan koordinasi agar tercipta kerja sama yang solid dalam menjaga kamtibmas di wilayah Cakung.

Tidak hanya fokus pada keamanan, Pelda Aris juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan menghadapi musim hujan. Ia menghimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan guna mencegah potensi banjir yang kerap terjadi di wilayah.

Sumber Pendim 0505/JT

banner 468x60

 

Jakarta Timur – Polsek Jatinegara, Polres Metro Jakarta Timur, mengamankan dua orang terduga pelaku pencopetan yang aksinya viral di media sosial. Keduanya ditangkap usai polisi menindaklanjuti laporan masyarakat terkait maraknya aksi pencopetan di kawasan JPO TL Kodim Lama, Jalan Bekasi Timur Raya, Kelurahan Rawa Bunga, Kecamatan Jatinegara.

Kasus ini bermula pada Selasa (7/4/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, seorang warga melaporkan dugaan tindak pencopetan disertai video kejadian yang kemudian beredar luas di media sosial. Menindaklanjuti informasi tersebut, Unit Reskrim Polsek Jatinegara langsung bergerak melakukan penyelidikan di lokasi.

Dari hasil penyelidikan, petugas berhasil mengidentifikasi dua terduga pelaku berinisial BS dan U. Keduanya kemudian diamankan pada pukul 21.30 WIB saat berada di sekitar TL Kodim Lama, tak jauh dari Stasiun Jatinegara.

Dalam menjalankan aksinya, pelaku diduga berpura-pura nongkrong di trotoar sambil mengamati calon korban. Setelah menemukan sasaran, pelaku mengikuti korban dari belakang lalu mengambil barang berharga, seperti gadget, dari saku atau tas korban. Dari tangan salah satu pelaku, polisi turut mengamankan barang bukti berupa sebilah pisau berwarna hijau dengan panjang sekitar 21 sentimeter.

Kapolsek Jatinegara Kompol Samsono mengatakan saat ini kedua pelaku telah diamankan di Polsek Jatinegara untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi juga masih melakukan pengembangan guna mendalami kemungkinan adanya korban lain. “Kami bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat hingga pelaku berhasil diamankan, dan saat ini masih dilakukan pendalaman,” ujarnya.

Polisi mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di ruang publik, khususnya di titik-titik yang rawan tindak kejahatan, serta selalu menjaga barang bawaan. Masyarakat yang mengalami, melihat, atau mengetahui adanya tindak kriminalitas juga diminta segera melapor ke kantor polisi terdekat atau melalui layanan darurat 110 agar dapat segera ditindaklanjuti.

 

Jakarta – Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri menghadiri Tactical Floor Game (TFG) Sispamkota terkait kesiapan “Rencana Kontijensi Aman Nusa 1–2026” yang digelar di Balai Sarbini, Semanggi, Jakarta Selatan, Rabu (8/4/2026). Kegiatan ini turut dihadiri Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol. Dekananto Eko Purwono, para Pejabat Utama Polda Metro Jaya, serta Kapolres jajaran.

Kapolda mengatakan TFG Sispamkota merupakan bagian dari latihan peningkatan kemampuan personel Polri yang menjadi siklus pembinaan karier. “TFG ini bagian dari latihan untuk meningkatkan kemampuan personel Polri sebagai siklus pembinaan karier. Jadi harus dilaksanakan dengan serius dan dipahami secara menyeluruh,” kata Kapolda.

Ia menegaskan latihan tersebut bukan sekadar formalitas, melainkan harus dipahami sebagai gambaran situasi nyata di lapangan. “Latihan ini bukan sekadar formalitas, tapi harus dipahami sebagai kondisi riil yang bisa terjadi di lapangan. Tujuan utamanya adalah menjaga Jakarta agar tetap dalam kondisi aman, nyaman, dan dapat dikendalikan,” ujarnya.

Menurutnya, melalui Tactical Floor Game (TFG), seluruh personel dilatih memiliki kesamaan cara bertindak dalam menghadapi potensi gangguan kamtibmas. “Kita ingin memastikan setiap potensi gangguan bisa diantisipasi sejak dini, sehingga situasi tetap aman, nyaman, dan terkendali,” jelasnya.

Kapolda juga menekankan pentingnya sinergi dan ketegasan dalam pelaksanaan tugas. “Kunci keberhasilan ada pada sinergi dan kesamaan persepsi. Tidak boleh ada keraguan dalam bertindak, semua harus sesuai SOP,” tegasnya.

Ia menambahkan kehadiran Polri di tengah masyarakat menjadi hal utama dalam memberikan rasa aman. “Polri harus hadir memberikan rasa aman dan nyaman, sehingga masyarakat merasakan perlindungan dari negara,” imbuhnya. TFG ini menjadi bagian dari upaya Polda Metro Jaya memastikan kesiapan personel dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah Jakarta.

 

Kecamatan Limo — Warga Perumahan Griya Cinere, Kota Depok, Kamis (05/03/2025), menyambut penutupan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) liar yang telah beroperasi lebih dari 15 tahun di wilayah Limo. Penutupan ini menjadi angin segar bagi masyarakat yang selama ini terdampak pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan.

TPA liar tersebut berlokasi di sepanjang aliran Sungai Pesanggrahan dengan luas hampir 3,7 hektar. Lokasinya cukup dekat dengan fasilitas umum, yakni sekitar 300 meter dari Kantor Samsat Cinere dan 160 meter dari Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ), serta kurang dari 50 meter dari sejumlah kompleks perumahan warga.

Sebagian lahan TPA liar tersebut merupakan milik PT Megapolitan Development dengan luas sekitar 3,75 hektar. Aktivitas pembuangan dan pengolahan sampah ilegal ini telah berlangsung sejak sekitar tahun 2009 dan memicu protes warga sejak awal karena dampak lingkungan yang ditimbulkan.

Selama bertahun-tahun, warga menilai keberadaan TPA liar tersebut telah melanggar hak atas lingkungan hidup yang sehat dan hak atas kesehatan. Dugaan pembiaran oleh pihak berwenang juga menjadi sorotan, mengingat aktivitas ilegal ini berlangsung dalam waktu yang cukup lama tanpa penanganan yang tuntas.

Perubahan mulai terjadi setelah digelarnya pertemuan terbuka yang melibatkan tokoh masyarakat, pemuda, serta perwakilan warga. Perwakilan warga, Dodi selaku Ketua Forum Warga Terdampak TPA Liar Limo Depok, menyatakan bahwa penjelasan yang transparan dari pihak terkait membantu meluruskan berbagai informasi yang sebelumnya simpang siur di masyarakat, “Penanganan yang terbuka membuat warga lebih memahami situasi sebenarnya, dan kami mengapresiasi langkah tegas yang diambil,” ujarnya.

Pemerintah daerah menyampaikan bahwa kasus ini telah ditangani oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan para tersangka telah diamankan oleh penyidik Polda Metro Jaya. Saat ini, seluruh area telah ditutup dari aktivitas pembuangan sampah dan tengah dilakukan rehabilitasi agar lahan dapat kembali sesuai peruntukannya.

Jakarta Barat – Camat Tambora, Pangestu Aji Swandhanu, memimpin apel pelaksanaan Program TAMPAN (Tambora Tertib, Terpadu, Aman dan Nyaman) sebagai langkah strategis memperkuat ketertiban dan keamanan wilayah, Rabu (8/4/2026).

Apel digelar di Jalan Duri Utara II, RW 02, Kelurahan Duri Utara, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, dan diikuti sekitar 120 peserta. Peserta terdiri dari unsur tiga pilar, instansi terkait, serta komponen masyarakat.

Dalam arahannya, Pangestu menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan tertib, khususnya di wilayah padat penduduk seperti Tambora.

“Kolaborasi lintas sektor ini kami laksanakan dengan tujuan menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan tertib di wilayah Tambora yang padat penduduknya,” ujar Pangestu.

Ia menjelaskan, Program TAMPAN tidak hanya berfokus pada penertiban, tetapi juga mengedepankan pendekatan terpadu melalui edukasi dan keterlibatan aktif masyarakat. Menurutnya, keberhasilan program sangat bergantung pada partisipasi warga dalam menjaga lingkungannya.

“Program ini tidak hanya penertiban, tetapi juga edukasi dan keterlibatan masyarakat secara aktif,” tambahnya.

Di bawah kepemimpinannya, Kecamatan Tambora terus mendorong tata kelola wilayah yang responsif dan proaktif terhadap berbagai persoalan perkotaan. Pendekatan kolaboratif antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam menjaga stabilitas wilayah serta meningkatkan kualitas hidup warga.

Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi keliling untuk meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya menjaga kebersihan, ketertiban, dan keamanan lingkungan. Kegiatan berakhir pukul 11.30 WIB.

Apel ini dihadiri unsur TNI dari Koramil 02/Tambora yang diwakili Serka Sadikin YP, Polsek Tambora yang diwakili AKP Sudargo, Satpol PP, Damkar, BPBD, serta jajaran kelurahan, RT/RW, dan tokoh masyarakat.

Pelaksanaan Program TAMPAN menjadi wujud komitmen Pemerintah Kecamatan Tambora dalam menghadirkan pelayanan publik yang efektif serta menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat.(___)

 

Jakarta – Sebanyak 85,3 persen pemudik menyatakan puas terhadap pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 berdasarkan survei nasional yang dirilis Indikator Politik Indonesia. Capaian ini dipandang bukan sekadar statistik tahunan, melainkan gambaran nyata pengalaman publik dalam menghadapi salah satu mobilitas terbesar di dunia.

Dalam skala pergerakan jutaan orang lintas wilayah dalam waktu singkat, tingkat kepuasan tersebut menjadi indikator konkret bahwa sistem pengamanan dan pelayanan berjalan efektif. Keberhasilan ini dinilai lahir dari pendekatan terukur, terintegrasi, serta berbasis sistem yang kuat.

Mudik Lebaran selama ini dikenal bukan hanya tradisi sosial, tetapi fenomena nasional dengan kompleksitas tinggi. Lonjakan kendaraan, kepadatan jalur utama, potensi kecelakaan, hingga gangguan distribusi logistik menjadikan momentum ini sebagai ujian kapasitas negara. Dalam situasi tersebut, kegagalan pengelolaan bukan hanya berdampak pada kemacetan, tetapi berpotensi memicu gangguan stabilitas yang lebih luas. Karena itu, kelancaran dan keamanan mudik dipandang sebagai indikator kemampuan negara mengelola tekanan publik secara langsung.

Presiden Haidar Alwi Care dan Haidar Alwi Institute sekaligus Dewan Pembina Ikatan Alumni Ikatan Alumni ITB, Haidar Alwi, menilai kepuasan publik pada momentum mudik tidak dapat dilihat sekadar sebagai ukuran pelayanan, tetapi refleksi kualitas sistem negara dalam mengelola mobilitas sosial berskala besar.

“Dalam sistem modern, pergerakan manusia dalam jumlah besar adalah ujian kapasitas negara yang paling nyata. Ketika mobilitas dapat dikelola secara aman, lancar, dan terkendali, itu menunjukkan adanya integrasi antara kebijakan, data, dan eksekusi di lapangan. Kepuasan publik dalam konteks ini bukan sekadar persepsi, tetapi cerminan dari sistem yang bekerja secara utuh,” tegas Haidar Alwi.

Ia menekankan, tanpa memahami mudik sebagai sistem kompleks, angka kepuasan 85,3 persen mudah dianggap sebagai capaian biasa. Padahal di baliknya terdapat struktur pelayanan terintegrasi yang mencakup pengamanan, pengaturan lalu lintas, hingga kehadiran negara di titik-titik krusial perjalanan masyarakat.

Survei tersebut juga menampilkan indikator turunan yang memperkuat kualitas pelayanan di lapangan. Sebanyak 84 persen pemudik puas terhadap posko pelayanan kepolisian yang berfungsi sebagai pusat informasi, pengamanan, sekaligus ruang istirahat masyarakat. Selain itu, 77,6 persen responden menyatakan puas terhadap rekayasa lalu lintas seperti sistem one way dan contraflow yang diterapkan secara dinamis untuk mengurai kepadatan kendaraan.

Di sisi lain, 81,7 persen responden menyatakan puas terhadap ketersediaan bahan bakar, menunjukkan koordinasi lintas sektor berjalan efektif selama periode mudik. Data ini menegaskan keberhasilan Operasi Ketupat 2026 merupakan hasil kerja sistem pelayanan yang saling terhubung dan berjalan simultan.

“Pelayanan publik yang efektif tidak ditentukan oleh seberapa banyak kebijakan dibuat, tetapi oleh seberapa tepat kebijakan tersebut menjawab kebutuhan masyarakat. Ketika sistem mampu menerjemahkan kompleksitas menjadi solusi, di situlah kepercayaan publik mulai terbentuk secara rasional,” jelas Haidar Alwi.

Keberhasilan ini juga dinilai tidak terlepas dari arah kebijakan Kapolri Listyo Sigit Prabowo melalui konsep Presisi yang menekankan pendekatan prediktif, responsibilitas, serta transparansi berkeadilan. Dalam kerangka tersebut, kepolisian tidak hanya bergerak reaktif, tetapi mengedepankan kemampuan membaca potensi risiko sebelum berkembang menjadi masalah.

Dengan demikian, Operasi Ketupat 2026 dinilai tidak lagi sekadar operasi rutin tahunan, melainkan model pelayanan publik yang menunjukkan kemampuan institusi negara bekerja secara terukur, terkoordinasi, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

 

Jakarta Timur – Koramil 05/Kramatjati–Makasar menggelar patroli dan siskamling keliling bersama unsur keamanan dan komponen masyarakat di wilayah Kecamatan Makasar Jakarta Timur dalam rangka menjaga stabilitas keamanan wilayah. Selasa (07/04/26).

Kegiatan yang berlangsung di Sekretariat RW 09, Jl. Jengki RT 06 RW 09 Kelurahan Kebon Pala ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya Babinsa Koramil 05/Kramatjati–Makasar, Binmaspol Polsek Makasar, Satpol PP Kecamatan, Wanra, FKDM, serta warga setempat yang menjadi wujud nyata sinergi dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

Dalam kesempatan tersebut, Batuud Koramil 05/Kramatjati–Makasar Peltu Fathurrozi, menegaskan bahwa kegiatan patroli ini merupakan langkah preventif dalam mengantisipasi potensi gangguan Kamtibmas di wilayah. Menurutnya, kolaborasi antara aparat dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas keamanan lingkungan.

“Patroli dan siskamling ini bukan hanya sekadar kegiatan rutin, tetapi juga bentuk kepedulian bersama dalam menciptakan rasa aman. Kami mengajak seluruh warga untuk terus aktif menjaga lingkungannya masing-masing,” ujarnya.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kesadaran dan partisipasi masyarakat semakin meningkat, sehingga wilayah Kecamatan Makasar tetap terjaga dalam kondisi aman, tertib dan kondusif serta bebas dari gangguan Kamtibmas.

Sumber Pendim 0505/JT

 

Jakarta – Di tengah ketatnya persaingan 751 atlet dari 82 kontingen TNI, Polri, dan umum dalam ajang KASAL Cup V 2026, seorang anggota Polri berhasil mencuri perhatian dengan meraih medali emas. Ia adalah Bripda Petra Julio Alexandro Sihombing, personel Subdit Cakal Ditpolsatwa Korsabhara Baharkam Polri.

Kejuaraan Nasional karate bergengsi tersebut dibuka langsung oleh Laksamana Madya TNI Edwin, S.H., M.Han Secara Langsung Membuka kejuaraan KASAL CUP V Tahun 2026. Dalam Rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-80 POMAL. Kejuaraan tersebut dilaksanakan pada 4–5 April 2026 di GOR Ciracas, Jakarta Timur.

Di balik keberhasilan meraih medali emas kelas Kumite Perorangan TNI/Polri -60 Kg Putra, terdapat keseharian yang penuh disiplin dan tanggung jawab. Bripda Petra bukan hanya seorang atlet, tetapi juga handler K9 “Alma”, satwa Polri yang memiliki kemampuan deteksi bahan peledak (handak).

Setiap hari, Bripda Petra memulai tugas dengan memastikan kondisi kesehatan Alma, memberikan pakan, menjaga kebersihan kandang, serta melaksanakan latihan rutin untuk mempertajam kemampuan deteksi. Dalam pelaksanaan tugas operasional, ia memastikan Alma selalu dalam kondisi siap digunakan untuk mendukung pengamanan maupun penanganan situasi berisiko tinggi.

Ikatan antara handler dan satwa menjadi fondasi utama keberhasilan. Ketelitian, kesabaran, serta konsistensi latihan menjadikan Alma sebagai K9 yang andal, sekaligus mencerminkan kualitas sumber daya manusia Polri yang profesional dan presisi.

Selain Bripda Petra, prestasi juga diraih oleh rekan satuannya, Bripda Salma Aulia, yang berhasil meraih medali perunggu pada kelas Kumite Perorangan TNI/Polri -68 Kg Putri.

Keberhasilan ini menegaskan bahwa personel Polri mampu menjaga keseimbangan antara pelaksanaan tugas operasional dan pengembangan kapasitas diri. Disiplin yang dibangun dalam keseharian menjadi modal utama dalam meraih prestasi di berbagai bidang.

Kakorsabhara Baharkam Polri, Irjen Pol Drs. Mulya Hasudungan Ritonga, M.Si. menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. “Polri melalui fungsi Korsabhara akan terus berkomitmen dalam membangun sumber daya manusia unggul serta kesiapsiagaan operasional, guna memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ungkap Kakorsabhara dalam keterangannya.

“Yang satu mahir deteksi bom, yang satu jago karate,” ujarnya.

Pernyataan tersebut mencerminkan sosok personel Polri yang tidak hanya unggul dalam pelaksanaan tugas, tetapi juga berprestasi sebagai individu.

Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan di lingkungan Korsabhara Baharkam Polri berjalan selaras antara peningkatan kemampuan operasional dan pengembangan potensi personel. Polri akan terus mendorong lahirnya anggota yang tangguh, berprestasi, serta siap memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

 

Jakarta – Patroli gabungan Brimob Batalyon B Pelopor bersama Perintis Polres Metro Jakarta Timur kembali menemukan pelanggaran saat menyisir wilayah Jakarta Timur, Sabtu (5/4/2026) malam hingga dini hari. Empat remaja kedapatan melaju dengan kecepatan tinggi tanpa menggunakan helm di Jalan Otto Iskandar Dinata. Saat dihentikan, mereka tidak dapat menunjukkan surat kendaraan dan langsung diamankan petugas untuk pendataan lebih lanjut. Petugas mengamankan dua remaja beserta dua unit sepeda motor, masing-masing Yamaha Fino warna merah dan Honda Beat warna abu-abu lanjut diserahkan ke Polres Metro Jakarta Timur untuk dilakukan penilangan.

Tak lama berselang, tim patroli juga mendapati adanya kecelakaan lalu lintas yang melibatkan tiga sepeda motor di kawasan Condet. Petugas yang tiba di lokasi langsung mengamankan situasi dan memastikan korban mendapat penanganan dengan cepat. Insiden tersebut diselesaikan secara kekeluargaan, sementara korban dibawa ke rumah sakit.

Selain itu, di kawasan Batu Ampar, petugas juga membubarkan sekelompok pemuda yang tengah mengonsumsi minuman keras. Beberapa di antaranya diketahui pernah terlibat tawuran. Polisi kemudian berkoordinasi dengan pihak RT/RW setempat agar dilakukan pembinaan dan pengawasan lanjutan.

Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol. Henik Maryanto, menyampaikan patroli malam terus digencarkan sebagai upaya menekan gangguan kamtibmas yang masih sering terjadi. Menurutnya, pola pelanggaran yang melibatkan remaja, termasuk berkendara tidak tertib hingga konsumsi minuman keras, kerap berulang ditemukan di lapangan.

“Patroli ini bukan hanya soal penindakan, tapi juga pencegahan. Fakta di lapangan menunjukkan aktivitas seperti ini masih terus berulang, sehingga kehadiran personel menjadi langkah penting untuk melindungi masyarakat,” ujar Kombes Pol. Henik Maryanto.

Polisi mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan setiap potensi gangguan keamanan melalui layanan Call Center Polri di nomor 110 agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat. Peran aktif masyarakat dinilai penting untuk mencegah pelanggaran serupa terus terulang dan menjaga situasi Jakarta Timur tetap aman dan kondusif.

 

Jakarta Timur – Suasana hangat penuh kebersamaan terasa dalam kegiatan arisan dan halal bihalal Group Happy Berteman yang digelar di Cafe 3Q Danau Buaran, Jl. KRT Radjiman, Jakarta Timur.

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkuat rasa persaudaraan antaranggota komunitas.

Acara tersebut dihadiri oleh para anggota dan sahabat Group Happy Berteman yang datang dengan penuh antusias. Kegiatan berlangsung dalam suasana santai namun penuh makna, diisi dengan ramah tamah, bincang kebersamaan, serta pelaksanaan arisan rutin kelompok.

Ketua Group Happy Berteman, Mansyur, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya sekadar pertemuan rutin, tetapi juga menjadi ajang memperkuat hubungan kekeluargaan di antara para anggota.

“Melalui kegiatan arisan dan halal bihalal ini, kami berharap tali silaturahmi antaranggota semakin erat dan kebersamaan yang telah terjalin dapat terus terjaga,” ujar Mansyur.

Sementara itu, Wakil Ketua Sugina menambahkan bahwa kebersamaan dalam komunitas seperti ini sangat penting untuk membangun rasa solidaritas dan kepedulian antaranggota.

“Tema kegiatan kali ini adalah mempererat tali silaturahmi dan tali persaudaraan. Kami ingin kebersamaan ini terus terjaga dan semakin kuat ke depannya,” ungkap Sugina.

Selain arisan, kegiatan juga diisi dengan halal bihalal sebagai bentuk saling memaafkan pasca perayaan Idulfitri.

Para peserta memanfaatkan momen tersebut untuk saling berjabat tangan, berbagi cerita, serta memperkuat hubungan persahabatan yang telah terjalin.

Dengan digelarnya kegiatan ini, diharapkan Group Happy Berteman dapat terus menjadi wadah kebersamaan yang positif bagi para anggotanya serta mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.