Jakarta Barat – Semangat berbagi di bulan suci Ramadhan kembali ditunjukkan oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) LSM Harapan Rakyat Indonesia Maju (HARIMAU) Jakarta Barat. Dengan penuh kepedulian, jajaran pengurus turun langsung ke jalan membagikan ratusan paket ta’jil kepada masyarakat di Perempatan Srengseng, Jakarta Barat, sebelum melanjutkan kegiatan dengan buka puasa bersama. Senin, 16/03/2026.

Sejak sore hari, para pengurus LSM HARIMAU tampak berdiri di tepi jalan membagikan ta’jil kepada para pengendara, pengguna jalan, serta masyarakat sekitar yang tengah menjalankan ibadah puasa. Senyum dan ucapan terima kasih dari masyarakat menjadi pemandangan hangat yang mewarnai kegiatan tersebut.

Aksi sosial ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Banyak pengendara yang melintas merasa terbantu dengan adanya pembagian ta’jil tersebut, terlebih bagi mereka yang masih berada di perjalanan saat waktu berbuka hampir tiba.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua DPC LSM HARIMAU Jakarta Barat, Ika Gatot, bersama Sekretaris DPC, Eko Setiawan, serta turut dihadiri Ketua DPW DKI Jakarta. Hadir pula para Ketua PAC se-Jakarta Barat, di antaranya Ketua PAC Kembangan, Ketua PAC Kalideres, Ketua PAC Kebon Jeruk, dan Ketua PAC Palmerah, serta seluruh jajaran pengurus DPC dan PAC LSM HARIMAU Jakarta Barat.

Ketua DPC LSM HARIMAU Jakarta Barat, Ika Gatot, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian organisasi terhadap masyarakat sekaligus wujud nyata semangat berbagi di bulan yang penuh berkah.

“Ramadhan mengajarkan kita untuk saling peduli dan berbagi. Melalui kegiatan ini kami ingin menunjukkan bahwa LSM HARIMAU tidak hanya hadir dalam fungsi kontrol sosial, tetapi juga hadir untuk berbagi kebahagiaan dengan masyarakat,” ungkapnya.

Setelah kegiatan pembagian ta’jil selesai, seluruh pengurus melanjutkan rangkaian acara dengan buka puasa bersama di DHE BAGOES Coffee & Resto, Jakarta Barat. Suasana kebersamaan dan kekeluargaan terasa hangat, mempererat silaturahmi antar pengurus serta memperkuat solidaritas organisasi.

Sementara itu, Sekretaris DPC LSM HARIMAU Jakarta Barat, Eko Setiawan, menegaskan bahwa kegiatan sosial seperti ini akan terus dilakukan sebagai bentuk komitmen organisasi untuk terus hadir dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Kami ingin menjadikan kegiatan berbagi ini sebagai budaya organisasi. Semoga apa yang kami lakukan hari ini dapat membawa manfaat dan menjadi ladang kebaikan bagi kita semua,” ujarnya.

Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama dan buka puasa bersama seluruh pengurus serta tamu undangan yang hadir, menandai semangat kebersamaan yang terus dijaga oleh keluarga besar LSM HARIMAU.

Melalui kegiatan ini, DPC LSM HARIMAU Jakarta Barat berharap semangat berbagi, solidaritas, dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh di tengah masyarakat, khususnya di wilayah Jakarta Barat.

DPC LSM HARIMAU JAKARTA BARAT
“Bersama Rakyat, Mengawal Keadilan.”

(Maya Royan.S)

banner 468x60

Jakarta, 16 Maret 2026 – Pengurus Wilayah (PW) Media Independen Online (MIO) Indonesia Provinsi DKI Jakarta menggelar kegiatan sosial pembagian takjil bagi pengendara sepeda motor yang melintas di kawasan Jakarta Timur, Senin (16/3/2026).
Kegiatan berbagi takjil tersebut berlangsung di pertigaan Jalan Pedati Selatan dan Jalan Gongseng Timur Raya, menjelang waktu berbuka puasa. Para pengendara yang melintas tampak antusias menerima paket takjil yang dibagikan langsung oleh para pengurus organisasi.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua PW MIO Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Gito Ricardo, didampingi Sekretaris PW MIO Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Alam Massiri, serta Bendahara PW MIO Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Bainana Bachty.
Turut hadir pula Ketua Umum PP MIO Indonesia, AYS Prayogie, yang memberikan dukungan terhadap kegiatan sosial tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat selama bulan suci Ramadan.
Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua PD MIO Indonesia Kota Jakarta Timur, S. Erfan Nurali, serta Komandan Resimen Penanggulangan Bencana (BAGANA) PD MIO Indonesia Kota Jakarta Timur, Titik Suparti, yang turut membantu kelancaran pelaksanaan kegiatan di lapangan.
Pembagian takjil dilakukan secara tertib di pinggir jalan dengan tetap memperhatikan keselamatan para pengguna jalan. Paket takjil diberikan kepada para pengendara sepeda motor yang melintas menjelang waktu berbuka puasa sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat yang masih berada di perjalanan saat waktu berbuka tiba.
Ketua PW MIO Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Gito Ricardo, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian sosial sekaligus bentuk kebersamaan antara insan pers dan masyarakat.
“Kegiatan berbagi takjil ini adalah bentuk kepedulian kami kepada masyarakat, khususnya para pengendara yang masih berada di jalan menjelang waktu berbuka puasa. Ramadan mengajarkan kita untuk saling berbagi dan memperkuat rasa kebersamaan,” ujar Gito Ricardo di sela kegiatan.
Sementara itu, Ketua Umum PP MIO Indonesia, AYS Prayogie, menyampaikan bahwa kegiatan sosial seperti ini menjadi bagian dari komitmen organisasi untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam kerja jurnalistik tetapi juga dalam aksi kemanusiaan.
“MIO Indonesia tidak hanya berperan sebagai organisasi yang menaungi media online, tetapi juga harus mampu memberikan kontribusi sosial kepada masyarakat. Kegiatan berbagi takjil ini menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian kami kepada masyarakat di bulan Ramadan,” kata AYS Prayogie.
Kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi antara pengurus MIO Indonesia di berbagai tingkatan, sekaligus menunjukkan komitmen organisasi dalam menjalankan kegiatan sosial kemasyarakatan di tengah masyarakat.
Para pengendara yang menerima takjil pun menyambut baik kegiatan tersebut dan menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang ditunjukkan oleh jajaran pengurus MIO Indonesia.

 

Oleh: Nandan Limakrisna*

Oligarkinomics dan Konsentrasi Kekuatan Modal

Dalam perbincangan ekonomi nasional, kita sering mendengar istilah oligarki ekonomi, yaitu kondisi ketika kekuatan ekonomi terkonsentrasi pada kelompok kecil pemilik modal besar. Pola ini melahirkan apa yang oleh sebagian pengamat disebut sebagai Oligarkinomics, yaitu sistem ekonomi yang sangat bergantung pada kekuatan modal besar, jaringan korporasi, dan penguasaan pasar oleh segelintir pelaku usaha.

Dalam praktiknya, sistem seperti ini sering berjalan sangat pragmatis. Logika bisnis yang digunakan sederhana: selama menghasilkan keuntungan, hampir semua cara dianggap sah. Bunga, riba, spekulasi, bahkan praktik bisnis yang berada di wilayah abu-abu moral sering dianggap sebagai bagian dari mekanisme pasar.

Di sinilah letak salah satu kelemahan mendasar dari sistem ekonomi yang terlalu didominasi oleh kekuatan modal besar. Ketika orientasi bisnis hanya pada keuntungan, dimensi moral dan keadilan ekonomi sering kali terabaikan.

Pertanyaan Penting tentang Ekonomi Berbasis Kejujuran

Namun di tengah situasi seperti itu, muncul pertanyaan yang jarang diajukan secara serius:

Mengapa kita tidak optimistis membangun kekuatan ekonomi rakyat yang berbasis pada kejujuran?
Indonesia memiliki jutaan pelaku usaha kecil. Mereka adalah petani, pedagang kecil, pengrajin, pelaku UMKM, dan berbagai usaha keluarga yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat. Mereka mungkin tidak memiliki modal besar, tetapi memiliki satu kekuatan yang sering diabaikan dalam teori ekonomi modern: kepercayaan dan kejujuran.

Dalam ekonomi rakyat, hubungan bisnis sering dibangun bukan hanya atas dasar kontrak formal, tetapi juga atas dasar kepercayaan sosial. Nilai-nilai seperti amanah, kejujuran, dan saling membantu justru menjadi fondasi penting dalam keberlangsungan usaha kecil.

Refleksi: Fondasi Moral dalam Sistem Ekonomi

Di titik inilah seorang wartawan pernah bertanya dengan nada reflektif:

Jika kelemahan Oligarkinomics terletak pada rapuhnya fondasi moral, mengapa kita tidak membangun sistem ekonomi yang justru bertumpu pada kejujuran?

Pertanyaan sederhana ini membuka ruang bagi pendekatan baru dalam membangun ekonomi rakyat. Salah satunya adalah melalui Snowball Business Model (SBM).

Snowball Business Model (SBM): Kolaborasi Ekonomi Komunitas

Snowball Business Model merupakan model bisnis yang menekankan kolaborasi komunitas. Dalam model ini, anggota komunitas tidak hanya berperan sebagai produsen, tetapi juga sebagai konsumen dan promotor bagi produk anggota lainnya.

Dengan mekanisme seperti ini, jaringan usaha berkembang seperti bola salju yang terus membesar seiring bertambahnya partisipasi anggota.

Yang membuat model ini menarik adalah fondasinya yang bertumpu pada kepercayaan. Ketika anggota komunitas saling membeli produk, saling mempromosikan, dan saling mendukung, maka ekosistem ekonomi yang terbentuk tidak hanya berbasis transaksi, tetapi juga berbasis solidaritas sosial.

Dalam sistem seperti ini, kejujuran bukan sekadar nilai moral, tetapi menjadi modal ekonomi.

Kepercayaan sebagai Modal Ekonomi

Semakin tinggi tingkat kepercayaan dalam sebuah komunitas bisnis, semakin rendah biaya transaksi yang harus dikeluarkan.

Konflik dapat diminimalkan, kerja sama lebih mudah dibangun, dan pasar berkembang secara lebih stabil.

Snowball Business Model tidak dimaksudkan untuk menggantikan sepenuhnya sistem ekonomi yang ada. Industri besar tetap memiliki peran penting dalam pembangunan nasional. Namun penguatan ekonomi rakyat melalui jaringan kolaborasi seperti SBM dapat menjadi pelengkap yang memperkuat fondasi ekonomi bangsa.

Penguatan Ekonomi Rakyat dan Stabilitas Nasional

Sejarah menunjukkan bahwa ekonomi yang kuat bukan hanya ditopang oleh perusahaan besar, tetapi juga oleh jutaan usaha kecil yang dinamis dan saling terhubung.

Ketika ekonomi rakyat kuat, maka:
• Pasar domestik menjadi lebih stabil
• Ketimpangan ekonomi dapat ditekan
• Ketahanan ekonomi nasional menjadi lebih kokoh

Dalam konteks inilah optimisme terhadap ekonomi rakyat menjadi penting. Jika sistem ekonomi besar sering kali rapuh karena terlalu bergantung pada kekuatan modal, maka ekonomi rakyat justru dapat menjadi kuat karena bertumpu pada kepercayaan.

Kejujuran sebagai Fondasi Masa Depan Ekonomi

Kejujuran mungkin terlihat sederhana, tetapi dalam jangka panjang ia bisa menjadi fondasi yang jauh lebih kokoh daripada sekadar kekuatan modal.

Dan mungkin di situlah masa depan ekonomi Indonesia dapat dibangun: bukan hanya dari kekuatan modal besar, tetapi dari kekuatan jutaan rakyat yang saling percaya dan saling menguatkan.

* Nandan Limakrisna adalah Guru Besar Ilmu Manajemen di Universitas Persada Indonesia YAI (UPI YAI) yang menaruh perhatian pada kajian strategi bisnis, pemasaran, serta pengembangan ekonomi berbasis komunitas. Ia aktif menulis dan memberikan pemikiran mengenai pemberdayaan UMKM, model bisnis kolaboratif, dan penguatan ekonomi rakyat. Melalui berbagai tulisan dan forum akademik, ia juga memperkenalkan konsep Snowball Business Model (SBM) sebagai pendekatan pengembangan ekosistem ekonomi komunitas. Pemikirannya banyak menyoroti pentingnya sinergi antara industrialisasi nasional dan ekonomi rakyat dalam pembangunan ekonomi Indonesia.

 

Oleh: Nandan Limakrisna*

Gagasan Soemitronomics kembali mengemuka dalam diskursus ekonomi Indonesia. Pemikiran Prof. Soemitro Djojohadikusumo tersebut menekankan pentingnya pembangunan ekonomi nasional melalui industrialisasi, penguatan kapitalisme nasional, serta peran negara dalam mengarahkan pembangunan.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global saat ini, gagasan tersebut kembali terasa relevan. Indonesia memang membutuhkan industrialisasi agar tidak terus bergantung pada ekspor bahan mentah dan kekuatan ekonomi global. Pembangunan industri nasional, penguasaan rantai pasok, dan penguatan investasi domestik menjadi prasyarat penting bagi kemandirian ekonomi bangsa.

Namun dalam membicarakan pembangunan ekonomi nasional, ada satu pertanyaan yang sering terlupakan: di mana posisi ekonomi rakyat dalam kerangka besar tersebut?

Selama ini pembangunan ekonomi Indonesia cenderung bergerak dari atas ke bawah. Negara merancang kebijakan, investasi besar didorong, dan industri nasional dibangun melalui berbagai program strategis. Pendekatan ini memang mampu menghasilkan pertumbuhan ekonomi secara makro. Akan tetapi, tanpa fondasi ekonomi rakyat yang kuat, pertumbuhan tersebut sering kali tidak sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat luas.

Karena itu pembangunan ekonomi nasional membutuhkan keseimbangan antara strategi dari atas dan penguatan dari bawah.

Di sinilah pendekatan Snowball Business Model (SBM) menjadi relevan.

Model ini berangkat dari prinsip sederhana bahwa masyarakat tidak hanya berperan sebagai konsumen, tetapi juga sebagai produsen dan promotor dalam satu jaringan ekonomi yang saling terhubung. Dalam sistem ini, anggota komunitas melalui koperasi atau jaringan usaha bersama menghasilkan produk, mengonsumsi produk sesama anggota, sekaligus mempromosikan produk tersebut kepada masyarakat yang lebih luas.

Dengan mekanisme seperti ini, pasar tidak lagi bergantung sepenuhnya pada kekuatan eksternal. Pasar terbentuk dari dalam komunitas itu sendiri dan berkembang seperti bola salju yang terus membesar seiring meningkatnya partisipasi anggota.

Kepastian pasar inilah yang sering menjadi persoalan utama bagi usaha kecil dan menengah. Banyak pelaku UMKM sebenarnya mampu memproduksi barang yang berkualitas, tetapi kesulitan memperoleh akses pasar yang stabil. Ketika pasar tidak pasti, modal dan kredit pun menjadi risiko yang berat.

Melalui pendekatan Snowball Business Model, ekosistem ekonomi dibangun secara bertahap dari jaringan komunitas yang saling memperkuat. Ketika pasar domestik semakin kuat, maka industri nasional juga memperoleh manfaat karena memiliki basis konsumen yang luas dan stabil.

Dalam perspektif ini, Soemitronomics dan Snowball Business Model sebenarnya bukan dua konsep yang saling bertentangan. Keduanya justru dapat saling melengkapi.

Soemitronomics memperkuat ekonomi dari atas melalui industrialisasi nasional.
Snowball Business Model memperkuat ekonomi dari bawah melalui jaringan ekonomi rakyat.

Jika kedua pendekatan ini berjalan bersamaan, maka Indonesia tidak hanya membangun industri nasional yang kuat, tetapi juga memiliki fondasi ekonomi rakyat yang kokoh.

Sejarah menunjukkan bahwa negara-negara yang berhasil membangun kekuatan ekonominya biasanya memiliki dua pilar utama: industri nasional yang maju dan ekonomi masyarakat yang dinamis. Struktur ekonomi yang seimbang seperti ini membuat perekonomian lebih tahan terhadap krisis dan lebih merata dalam distribusi kesejahteraan.

Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan model pembangunan ekonomi yang mengintegrasikan kedua pendekatan tersebut.

Pada akhirnya, kedaulatan ekonomi bangsa tidak hanya ditentukan oleh besarnya investasi atau kekuatan korporasi nasional. Kedaulatan ekonomi juga ditentukan oleh seberapa kuat rakyat menjadi pelaku utama dalam kegiatan ekonomi.

Soemitronomics dapat membangun kekuatan ekonomi nasional dari atas.
Namun ekonomi rakyat juga perlu dibangun dari bawah.

Di titik inilah Snowball Business Model dapat menjadi salah satu jalan untuk memperkuat fondasi ekonomi Indonesia.

——

Nandan Limakrisna adalah Guru Besar Ilmu Manajemen di Universitas Persada Indonesia YAI (UPI YAI) yang menaruh perhatian pada kajian strategi bisnis, pemasaran, serta pengembangan ekonomi berbasis komunitas. Ia aktif menulis dan memberikan pemikiran mengenai pemberdayaan UMKM, model bisnis kolaboratif, dan penguatan ekonomi rakyat. Melalui berbagai tulisan dan forum akademik, ia juga memperkenalkan konsep Snowball Business Model (SBM) sebagai pendekatan pengembangan ekosistem ekonomi komunitas. Pemikirannya banyak menyoroti pentingnya sinergi antara industrialisasi nasional dan ekonomi rakyat dalam pembangunan ekonomi Indonesia.

Jakarta – Selebgram sekaligus dokter koas, Cindy Rizap, akhirnya buka suara terkait tudingan yang menyebut dirinya menjadi orang ketiga dalam rumah tangga dokter Riky Febriansyah Saleh dan mantan penyanyi cilik Maissy. Isu tersebut belakangan ramai diperbincangkan di media sosial dan memicu berbagai spekulasi publik.

Menanggapi kabar yang beredar luas tersebut, pihak Cindy memberikan klarifikasi melalui kuasa hukumnya, Machi Achmad. Ia menegaskan bahwa tudingan yang menyebut kliennya terlibat dalam dugaan perselingkuhan tidak benar.

Dalam unggahan Instagram Story akun @machi_achmad, Machi juga menyampaikan bahwa dirinya telah bertemu langsung dengan Cindy dan keluarganya untuk mendengar penjelasan terkait persoalan yang sedang ramai dibicarakan tersebut.

“Saya telah bertemu Cindy dan keluarganya, serta mendengarkan ceritanya. Saya siap membela hak-hak hukumnya,” ujar Machi Achmad.

Terkait penunjukannya sebagai kuasa hukum, Machi menegaskan bahwa dirinya telah menerima surat kuasa khusus dari Cindy Rizap untuk menangani persoalan tersebut.

“Mengenai surat kuasa, jelas ada. Sejak awal keluarga Cindy dan Cindy menghubungi kami untuk konsultasi, saya tanyakan juga mereka belum ada kuasa hukum. Jelas kami ada surat kuasa khusus dari Cindy. Perihal ada kuasa lain saya tidak ambil pusing, tinggal ditanyakan saja ada tidak surat kuasanya, karena kata klien kami tidak pernah menunjuk kuasa hukum lain,” jelas Machi.

Ia menambahkan, pihaknya saat ini masih mencadangkan berbagai langkah hukum sambil memantau perkembangan isu yang beredar di publik.

“Kami masih mencadangkan hak-hak hukum klien kami. Yang jelas semua tim hukum memantau. Wait and see,” tambahnya.

Profil Singkat Cindy Rizap

Di luar isu yang sedang ramai diperbincangkan, sosok Cindy Rizap dikenal sebagai lulusan kedokteran dari Universitas Kristen Krida Wacana. Saat ini ia tengah menjalani masa koas sekaligus aktif sebagai influencer di media sosial.

Cindy juga pernah menjadi pembicara dalam sebuah seminar di Universitas Indonesia.

Menariknya, sebelum dikenal sebagai selebgram dan memiliki usaha sendiri, Cindy pernah menekuni dunia olahraga. Ia merupakan atlet karate yang pernah mewakili Indonesia pada ajang Kejuaraan Asia Pasifik 2017, serta meraih gelar juara dalam Kejuaraan Nasional Karate 2015.

Kini, di tengah sorotan publik yang begitu besar, Cindy memilih tetap fokus menjalani aktivitasnya sembari menunggu fakta sebenarnya terungkap.

Jakarta – Pimpinan Pusat Media Independen Online Indonesia (PP MIO Indonesia) menggelar kegiatan buka puasa bersama dan santunan anak yatim yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan di Sagolicious Cafe & Resto, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sabtu (14/3/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat konsolidasi organisasi di bulan suci Ramadhan.
Acara yang dihadiri jajaran Dewan Pembina, Dewan Penasehat, Dewan Pakar, Dewan Pengawas, Dewan Etik, pengurus pusat, pimpinan wilayah, serta sejumlah mitra strategis itu berlangsung dalam suasana akrab. Selain berbuka puasa bersama, kegiatan juga diisi dengan penyerahan santunan kepada anak-anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial organisasi.
Ketua Umum MIO Indonesia AYS Prayogie dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan buka puasa bersama ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial Ramadhan, tetapi memiliki makna penting dalam merawat kebersamaan dan menjaga arah perjalanan organisasi.

Menurut Prayogie, keberadaan jajaran dewan kehormatan—mulai dari Dewan Pembina, Dewan Penasehat, Dewan Pakar, Dewan Pengawas hingga Dewan Etik—merupakan pilar penting yang menjadi penuntun arah organisasi.
“Silaturahmi seperti ini harus terus dirawat. Para dewan kehormatan adalah kompas organisasi yang memberikan panduan moral, pemikiran, dan kebijaksanaan agar MIO Indonesia tetap berjalan pada rel yang benar sebagai organisasi pers yang profesional dan bermartabat,” ujar Prayogie.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, pengurus, dan para mitra organisasi yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik.

“Terima kasih kepada seluruh pengurus, panitia pelaksana, serta para sahabat organisasi yang telah mendukung kegiatan ini. Berkat kebersamaan dan kerja sama semua pihak, acara dapat berjalan dengan sukses sesuai rencana,” katanya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina MIO Indonesia Taufiq Rahman, SH, S.Sos menekankan pentingnya profesionalisme perusahaan media yang tergabung dalam organisasi MIO Indonesia. Menurut dia, setiap perusahaan media perlu mulai menata dapur redaksi masing-masing agar selaras dengan standar yang ditetapkan Dewan Pers.

Ia mengingatkan bahwa legalitas perusahaan pers, tata kelola redaksi, hingga kualitas konten pemberitaan harus menjadi perhatian serius.
“Perusahaan-perusahaan media yang tergabung di MIO Indonesia harus mulai menata dapur redaksinya dengan baik, mulai dari kelengkapan legalitas persuratan hingga penyajian konten pemberitaan yang mampu mengedukasi dan mencerdaskan masyarakat pembaca,” ujar Taufiq.

Menurut dia, profesionalisme tersebut penting agar media yang bernaung di bawah MIO Indonesia dapat tumbuh sebagai institusi pers yang kredibel dan dipercaya publik.
Pandangan strategis juga disampaikan oleh Dewan Penasehat MIO Indonesia Ir. Indra Setiawan, MBA. Dalam sambutannya, ia memaparkan empat langkah yang perlu segera dilakukan oleh jajaran pengurus pusat guna memperkuat fondasi organisasi.
Pertama, pengurus perlu membangun database anggota yang tertata dengan baik dan terintegrasi. Kedua, organisasi harus memperluas jejaring dengan berbagai pihak, baik lembaga pemerintah, swasta, maupun komunitas masyarakat.

Ketiga, Indra menekankan pentingnya pemberdayaan seluruh divisi, departemen, dan biro pada setiap tingkatan kepengurusan agar dapat bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi), sehingga tidak terjadi tumpang tindih kewenangan.

Keempat, organisasi perlu membangun pondasi melalui program-program yang mampu menghasilkan pemasukan bagi kas organisasi agar keberlangsungan kegiatan dapat terjaga secara berkelanjutan.
“Organisasi yang kuat tidak hanya ditopang oleh semangat kebersamaan, tetapi juga oleh sistem yang tertata, jejaring yang luas, serta kemandirian dalam pengelolaan program,” ujarnya.
Sementara itu, Anto Suroto, SE, MSc, MM, yang dikenal sebagai pakar ekonomi kreatif, memberikan pandangan praktis terkait peluang ekonomi bagi para wartawan. Ia menyoroti

(Zaenal Langgar)

 

Jakarta -JSNews

Sabtu, 14 Maret 2026 – Sebagai bentuk sambutan bulan suci Ramadhan, RW 07 Kelurahan Jatinegara Kaum, Jakarta Timur, menggelar dua kegiatan penting yaitu santunan anak yatim dan dhuafa serta acara buka bersama bagi pengurus RW, Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK), dan tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Ketua RW 07  Syarip Hidayat S.Sos menyampaikan, “Marhaban Ya Ramadhan adalah ungkapan kebahagiaan kita menyambut bulan penuh berkah. Kegiatan ini bertujuan untuk menguatkan tali silaturahmi dan membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan, sekaligus memberikan apresiasi kepada semua yang telah berkontribusi dalam kemajuan lingkungan kita.”
Santunan Anak Yatim dan Dhuafa

Sebanyak puluhan anak yatim dan keluarga dhuafa menerima bantuan berupa paket sembako, uang tunai Bantuan ini berasal dari beberapa relasi RW yang  peduli dengan lingkungan warga RW 07 dan Para penerima menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas perhatian yang diberikan.

Turut Hadir dalam acara tersebut
Ketua RW 07 Kelurahan Jatinegara kaum
Syarip Hidayat S.Sos
pemimpin Tahlil
H. Romli
Doa
Ustad Syahruli
Penceramah
Ustad H. Muryanto
Tokoh Masyarakat
Drs. Hasannudin
Ketua LMK ( Lembaga Musyawarah Kelurahan)
Khairul Bahri
Acara buka bersama yang diadakan secara bersamaan menghadirkan lebih dari 50 peserta.

Dalam suasana yang hangat dan penuh keakraban, seluruh peserta bersama-sama menyantap hidangan buka puasa yang beragam. Acara juga diisi dengan doa bersama untuk kebaikan lingkungan dan seluruh umat muslim.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi tradisi tahunan yang terus mempererat hubungan antar warga dan memperkuat semangat gotong royong di RW 07 Jatinegara Kaum.

(Zaenal Langgar)

Muara Enim – Suasana hangat dan penuh semangat menyelimuti acara konsolidasi dan buka bersama yang digelar oleh Partai Gelora DPD Kabupaten Muara Enim di RM All Baik Chicken, RT.002 RW.004, Ps. III Kecamatan Muara Enim, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, pada Jumat (13/3/2026). Acara ini dihadiri para kader dan simpatisan Partai Gelora Muara Enim, serta dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan partai tingkat provinsi.

Ketua DPW Gelora Sumatera Selatan (SumSel) Erza Saladin, ST, turut hadir didampingi Wakil Ketua DPW Saifurrahman, S.Pd.I, M.Pd, dan Sekretaris DPW Reni Anggraini, S.Pd. Kehadiran para fungsionaris provinsi ini menjadi bukti nyata dukungan dan perhatian DPW Gelora Sumatera Selatan terhadap perkembangan partai di tingkat daerah, khususnya di Kabupaten Muara Enim.

Dalam sambutannya, Ketua DPD Partai Gelora Muara Enim, Sabet Robert, S.E, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kehadiran para pimpinan DPW. “Kami sangat berterima kasih atas kehadiran Bapak dan Ibu dari DPW Gelora SumSel yang telah menyempatkan waktu untuk membersamai acara ini. Kehadiran kalian tentu memberikan semangat baru bagi seluruh kader dan simpatisan di Muara Enim,” ujarnya.

Sabet Robert juga menegaskan bahwa acara ini bukan hanya sekadar ajang silaturrahim, tetapi juga momen penting untuk menyatukan visi dan misi partai. “Kami berharap melalui acara ini, hubungan antar kader semakin erat dan kita bisa bekerja sama lebih baik lagi dalam menjalankan agenda-agenda partai ke depannya,” tambahnya.

Sesi konsolidasi menjadi bagian penting dari acara ini, di mana dibahas berbagai agenda kepartaian yang menjadi fokus utama saat ini. Salah satu poin krusial yang dibahas adalah pemenuhan struktur partai mulai dari tingkat DPD, DPC, hingga PAC. Selain itu, rekrutmen anggota baru juga menjadi agenda prioritas untuk memperkuat basis massa partai.

Ketua DPW Gelora Sumsel Erza Saladin, ST, dalam pidatonya memberikan arahan terkait pentingnya pemenuhan struktur dan rekrutmen anggota. “Struktur yang lengkap dan anggota yang solid adalah kunci keberhasilan partai dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Oleh karena itu, kami berharap seluruh fungsionaris di Muara Enim dapat bekerja keras dan bersungguh-sungguh dalam menjalankan agenda ini,” katanya.

Turut hadir juga dalam acara tersebut para petinggi Partai Gelora DPD Kabupaten Muara Enim, antara lain Wakil Ketua KH. Nasrullah, Lc. MA. Sekretaris Aprisal Juarsah, JR dan Bendahara Ilham Akbar Apanda, S.E. serta seluruh kepala bidang di jajaran pengurus partai.

Acara yang berlangsung dengan suasana akrab ini diakhiri dengan Buka puasa bersama. Para peserta tampak antusias dan berkomitmen untuk mendukung seluruh agenda partai demi kemajuan Partai Gelora di Kabupaten Muara Enim dan Sumatera Selatan secara umum.

Jakarta 13 Maret2026

JSNews-Acara buka puasa bersama yang diselenggarakan oleh Asriani Entertainment sekaligus diisi dengan seminar oleh PT. Tren Global Technology telah berlangsung pada tanggal 13 Maret di Foodcourt Lantai 2 Mall BCP Bekasi Cyber Park.
Acara ini menghadirkan pembicara utama berupa pengusaha muda asal Timur, MULIANSYAH ABDURRAHMAN, yang membagikan wawasan mengenai perkembangan bisnis dan teknologi di era saat ini. Selain itu, hadir juga Tokoh Agama Prof.Dr Yulian Azhari yang menyampaikan pesan kebaikan dan pentingnya sinergi antara dunia bisnis dan nilai-nilai agama.
Tak hanya itu, acara yang dihadiri oleh para seniman kota Bekasi ini juga dihiasi dengan hiburan dari sejumlah artis berkualitas dari Ibukota, yang membuat suasana buka puasa semakin meriah dan penuh keceriaan. Para tamu undangan juga dapat menikmati hidangan berbuka puasa yang disediakan, serta berinteraksi langsung dengan pembicara dan seniman yang hadir.
Acara ini diharapkan dapat menjadi ajang untuk mempererat tali silaturahmi seniman Jabodetabek khususnya di kota Bekasi, sekaligus menjadi sarana untuk menambah wawasan mengenai perkembangan bisnis dan teknologi terkini.
(Asriani )

 

Jakarta :JSNews

Jum at, 13 Maret 2026 – Di tengah badai krisis kepercayaan dan sentimen publik yang kerap diwarnai rasa curiga terhadap institusi penegak hukum, sebuah gebrakan sinematik siap hadir di layar lebar. Rumah produksi Reborn Initiative, berkolaborasi dengan sutradara ternama Ody Harahap, resmi mengumumkan produksi film terbaru mereka yang provokatif berjudul “Meja Tanpa Laci”.

Melalui acara peluncuran proyek ini, “Meja Tanpa Laci” secara tegas memposisikan diri bukan sekadar hiburan, melainkan sebuah sentilan keras dari masyarakat. Film ini memotret harapan terdalam publik akan keadilan yang selama ini sering kali terasa belum terwujud.

Mahalnya Harga Sebuah Kejujuran

“Meja Tanpa Laci” mengangkat fenomena sunyi tentang betapa mahalnya menjadi orang jujur di Indonesia saat ini. Karakter utama, IPTU Dipa (diperankan oleh Dafa Wardhana), hadir sebagai simbol kuat bahwa kejujuran tidak cukup hanya disimpan dalam hati, tetapi perlu sebuah pergerakan nyata.

Diproduseri oleh Deden Ridwan, Reborn Initiative berambisi menyuguhkan cerita yang nyata dengan kritik menyeluruh, menyasar generasi muda yang dikenal sangat kritis dan rasional.

“Film ini akan mengajak penonton untuk melihat bahwa di balik kemarahan dan sikap sinis kita terhadap penegakan hukum, ada harapan besar bagi keadilan bila sistem ini bisa diisi oleh orang-orang yang tegak lurus. Dipa adalah salah satu perwujudan dari harapan yang hampir mustahil itu,” ujar Deden Ridwan.

Film di “Pinggir Jurang”

Kursi sutradara dipercayakan kepada Ody Harahap yang berkolaborasi dengan penulis naskah Joko Nugroho. Keduanya berusaha memotret beratnya beban seragam di tengah sistem birokrasi yang telah terinfeksi oleh korupsi dan nepotisme.

Ody menyebut film ini sebagai sebuah “surat cinta” sekaligus dukungan moral bagi para “Dipa” di dunia nyata—mereka yang masih bertaruh nyawa demi integritas meski tak pernah tersorot kamera.

“Mungkin satu kalimat yang tepat adalah menyatakan bahwa film ini terasa pinggir jurang, di mana kami ingin menggambarkan bahwa tantangan terbesar adalah menghadapi ketidakberdayaan untuk berhadapan dengan birokrasi yang sudah terinfeksi hingga ke akar,” tegas Ody Harahap.

Kolaborasi Lintas Generasi

Kekuatan cerita ini akan didukung oleh jajaran pemain lintas generasi yang solid, di antaranya:
● Dafa Wardhana
● Arla Ailani
● Cut Mini
● Roy Marten
● Surya Saputra

Reborn Initiative berharap kehadiran “Meja Tanpa Laci” dapat memicu polemik cerdas dan diskusi terbuka di tengah masyarakat mengenai integritas penegakan hukum di Indonesia.

Jurnalis : Edo

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.