JAKARTA— Presiden Perkumpulan Praktisi Hukum dan Ahli Hukum Indonesia (Petisi Ahli), Pitra Ramadoni Nasution, meminta agar keberadaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikaji ulang. Bahkan, menurutnya, tidak menutup kemungkinan untuk dilakukan pembubaran apabila lembaga tersebut dinilai tidak lagi efektif dalam menjalankan fungsi pemberantasan korupsi.

Pernyataan tersebut disampaikan Pitra, yang juga merupakan Pembina Asosiasi Media Independen Online (MIO) Indonesia, kepada sejumlah awak media di Jakarta, Kamis (26/3/2026), menanggapi kebijakan penahanan terhadap mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, dalam perkara dugaan korupsi kuota haji.

Didampingi Ketua Dewan Pembina MIO Indonesia, Taufiq Rachman, Pitra menilai langkah yang diambil KPK berpotensi menjadi preseden yang dapat melemahkan kepercayaan publik terhadap penegakan hukum.
“Setiap keputusan hukum harus dilandasi asas objektivitas serta bebas dari intervensi. Penegakan hukum tidak boleh tebang pilih. Jika terdapat penangguhan penahanan, dasar hukumnya harus jelas, objektif, dan tidak diskriminatif,” ujar Pitra.
Kebijakan KPK yang sempat mengalihkan status penahanan Yaqut Cholil Qoumas menjadi tahanan rumah menuai sorotan berbagai pihak. Langkah tersebut dinilai berpotensi mencederai prinsip equality before the law atau kesetaraan di hadapan hukum.

Secara normatif, ketentuan mengenai penangguhan penahanan diatur dalam Pasal 31 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), yang menyatakan bahwa penangguhan penahanan dapat diberikan atas permintaan tersangka atau terdakwa dengan atau tanpa jaminan, berdasarkan syarat-syarat tertentu yang ditetapkan oleh penyidik, penuntut umum, atau hakim. Namun demikian, penerapan pasal tersebut harus dilakukan secara transparan, akuntabel, dan tidak diskriminatif.

Lebih lanjut, Pitra menilai polemik ini kembali membuka ruang perdebatan terkait efektivitas dan kewenangan lembaga antirasuah. Menurutnya, fungsi pemberantasan korupsi secara prinsip juga telah dimiliki oleh institusi lain, seperti Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Kejaksaan Republik Indonesia, sehingga potensi tumpang tindih kewenangan dapat menimbulkan ketidakpastian hukum.

Petisi Ahli juga mengingatkan adanya risiko serius apabila dugaan perlakuan berbeda dalam penegakan hukum terus berulang. Di antaranya adalah erosi kepercayaan publik, menguatnya persepsi tebang pilih, hingga potensi konflik kepentingan. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memicu krisis legitimasi terhadap lembaga penegak hukum.

Sebagai langkah korektif, Petisi Ahli mengusulkan sejumlah rekomendasi, antara lain standardisasi ketat dalam pemberian penangguhan penahanan, transparansi alasan keputusan, serta penguatan pengawasan internal dan eksternal. Selain itu, diperlukan pula sistem pelaporan konflik kepentingan, digitalisasi proses pengambilan keputusan, serta penegakan kode etik secara lebih tegas.

Kembali Ditahan di Rutan
Di sisi lain, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengembalikan status penahanan Yaqut Cholil Qoumas dari tahanan rumah menjadi tahanan rumah tahanan negara (rutan). Keputusan tersebut diambil setelah dilakukan pemeriksaan kondisi kesehatan di Rumah Sakit Kepolisian.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo,

menyatakan bahwa pengalihan status penahanan tersebut merupakan bagian dari kebutuhan proses penyidikan.
“Penyidik melakukan pengalihan jenis penahanan terhadap tersangka YCQ dari tahanan rumah kembali menjadi tahanan rutan,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, tim media belum berhasil menghubungi pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kuasa hukum Yaqut Cholil Qoumas, maupun pihak terkait lainnya guna kepentingan konfirmasi dan pelengkap pemberitaan.

Kasus ini dinilai menjadi ujian bagi konsistensi penegakan hukum di Indonesia, sekaligus menjadi cermin dalam menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga antikorupsi. (\•/)
Editor: Agus Cheppy
Sumber: Humas MIO Indonesia

banner 468x60

*KEPULAUAN SERIBU UTARA* — Lomba adu cepat kapal nelayan tradisional akan menjadi salah satu daya tarik utama dalam gelaran “Gelora Bahari Seribu Utara 2026” yang akan berlangsung pada Kamis, 26 Maret 2026.

Perlombaan tersebut akan dimulai pukul 08.00 WIB dari garis start di Pulau Kelapa dan berakhir di Pulau Harapan.
Rute tersebut dikenal sebagai jalur perairan yang kerap dilalui nelayan, sekaligus menyuguhkan panorama khas pesisir Kepulauan Seribu.
Mengusung tema “Semangat Bahari Menuju Wisata Berdikari”, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat identitas maritim sekaligus mendorong pengembangan sektor pariwisata berbasis masyarakat.
Kapolres Kepulauan Seribu AKBP Argadija Putra, SIK, MSi dijadwalkan hadir dan telah menyatakan dukungannya terhadap kegiatan tersebut.

Argadija menilai, potensi bahari di wilayah Kepulauan Seribu, khususnya di kawasan Pulau Kelapa hingga Pulau Harapan, memiliki nilai strategis untuk dikembangkan secara berkelanjutan.
SEMENTARA itu, Lurah Pulau Kelapa Muhammad Adriansyah saat dihubungi HITV lewat pesan WhatsApp, Adriansyah pun menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya lomba tersebut.
Ia menilai, kegiatan ini tidak sekadar ajang perlombaan, tetapi juga menjadi sarana pelestarian budaya maritim khas Kepulauan Seribu.

“Kami mengapresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya lomba kapal cepat tradisional ini sebagai wujud pelestarian budaya bahari. Kegiatan ini juga menjadi upaya memperkenalkan warisan leluhur kepada generasi muda agar bangga akan identitas pesisir,” ujarnya.
Ia menambahkan, nilai-nilai kejujuran dan persaudaraan antarwarga menjadi hal penting yang dijunjung selama kompetisi berlangsung.

Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu memotivasi para nelayan untuk terus berinovasi dalam teknik pembuatan kapal tradisional yang tangguh dan kompetitif.
Lebih jauh, Adriansyah menilai, penyelenggaraan lomba ini memiliki dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat lokal.

“Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kunjungan wisatawan yang berdampak langsung pada kebangkitan ekonomi masyarakat, khususnya di Kelurahan Pulau Kelapa dan Pulau Harapan,” katanya.

Efek berganda dari kegiatan ini mulai terasa, terutama bagi pelaku usaha kecil. Peningkatan kunjungan wisatawan berpotensi mendorong sektor jasa transportasi laut, penginapan, hingga penjualan kuliner dan produk olahan hasil laut.

Dengan kolaborasi antara masyarakat, kelompok sadar wisata, dan pemangku kepentingan, Speed Race Kapal Nelayan Tradisional diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga motor penggerak ekonomi berbasis kearifan lokal di Kepulauan Seribu Utara. (\•/)

Pewarta: Bainana Bahthy
Editor: AYS Prayogie
Sumber: Pokdarwis Pulau Kelapa

*Hastag:*#Speed Race, #Kapal Nelayan Tradisional, #Bakal Meriahkan, #Gelora Bahari Seribu Utara 2026,

Jakarta Utara — Kegiatan Ground Breaking Jembatan Garuda dan Gentengisasi Wilayah Korem 052/Wkr dilaksanakan di Jembatan Kali Sentiong, Jalan Pesanggrahan RT 06/RW 12, Kelurahan Pademangan Timur, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara, pada Rabu (25/3/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut dipimpin oleh Dandim 0502/JU Kolonel Inf Dony Gerdinand, S.H., M.Tr.(Han), M.I.Pol. sebagai penanggung jawab, dan diikuti sekitar 65 peserta.

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa, sambutan, pemotongan tumpeng, peletakan batu pertama, penyerahan sembako, serta foto bersama.

Dalam sambutannya, Dandim 0502/JU Kolonel Inf Dony Gerdinand menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, pembangunan Jembatan Garuda bukan hanya membangun sarana fisik, tetapi juga membangun konektivitas, memotong jarak, serta membuka akses warga yang selama ini mengalami hambatan mobilitas.

Dengan dimulainya pembangunan jembatan tersebut, diharapkan arus barang dan jasa menjadi lebih lancar, biaya logistik lebih efisien, serta akses masyarakat menuju pusat pendidikan, kesehatan, dan kegiatan ekonomi menjadi semakin mudah.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya kepedulian sosial melalui program gentengisasi wilayah, yang diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.

Ground breaking ini menjadi tanda dimulainya proyek pembangunan jembatan baru yang diharapkan mampu mendukung aktivitas masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga di wilayah Pademangan Timur dan sekitarnya.

 

JAKARTA – Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri melakukan peninjauan langsung ke kawasan wisata Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, Senin (23/3/2026). Langkah ini diambil guna merespons lonjakan signifikan jumlah wisatawan pada hari kedua Idul Fitri (Minggu), di mana kawasan pantai ini menjadi magnet utama warga untuk menghabiskan waktu bersama keluarga.

Berdasarkan data hasil pengecekan, kunjungan ke Ancol pada hari Minggu menembus angka 53.824 orang, atau mengalami lonjakan drastis sebesar 177 persen. Menanggapi fenomena ini, Kapolda menginstruksikan penebalan pengamanan di titik-titik rawan kerumunan, seperti area bibir pantai dan pintu masuk utama, guna mencegah terjadinya gangguan Kamtibmas maupun potensi kecelakaan air.

Kunjungan ini merupakan bagian dari kesiapan Operasi Ketupat Jaya 2026 yang digelar Polda Metro Jaya dalam mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat. Dalam operasi besar ini, Polda Metro Jaya menyiagakan 6.812 personel gabungan yang terdiri dari unsur Polri, TNI, Pemerintah Daerah DKI Jakarta, dan Potensi Masyarakat. Selain personel, disiapkan pula 95 pos yang terdiri dari 68 Pos Pengamanan, 22 Pos Pelayanan, dan 5 Pos Terpadu.

Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto menjelaskan bahwa peninjauan Kapolda merupakan bentuk komitmen pimpinan untuk memastikan pelayanan kepolisian hadir secara nyata. “Bapak Kapolda meninjau Ancol karena prediksinya kawasan ini akan terus ramai. Peninjauan ini untuk memastikan seluruh personel dalam kondisi sehat dan prima, pola pengamanan, dan pelayanan telah disiapkan dengan baik agar masyarakat merasa aman,” ujar Kombes Pol. Budi Hermanto.

Selain pengamanan fisik, petugas juga menyiapkan langkah antisipatif berupa rekayasa lalu lintas dan patroli Tim Urai di akses menuju Jakarta Utara. Hal ini dilakukan untuk mencegah kemacetan panjang yang dapat mengganggu kenyamanan wisatawan yang masuk maupun keluar area Ancol.

Kombes Pol. Budi Hermanto menambahkan bahwa optimalisasi layanan Polri 110 tetap menjadi garda terdepan bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan cepat. Dengan pengamanan yang terintegrasi, diharapkan liburan di kawasan pesisir ini dapat berlangsung aman dan tertib bagi seluruh warga Jakarta dan sekitarnya.

 

JAKARTA – Kabar duka mendalam kembali menyelimuti jajaran Polda Metro Jaya. Salah satu personel terbaiknya, Brigadir Fajar Permana, anggota Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas), meninggal dunia usai menjalankan tugas mulia mengawal kelancaran arus mudik Lebaran 2026. Almarhum diduga kuat mengalami kelelahan fisik yang sangat luar biasa (exhaustion) serta gangguan pernapasan setelah berjaga di titik-titik pelayanan masyarakat tanpa kenal lelah.

Kabid Humas Polda Metro Jaya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas kepergian almarhum. Menurutnya, dedikasi Brigadir Fajar Permana selama Operasi Ketupat 2026 merupakan cerminan nyata dari semangat pengabdian insan Polri yang rela mengesampingkan kepentingan pribadi demi memastikan jutaan pemudik bisa sampai ke kampung halaman dengan aman dan nyaman.

“Polda Metro Jaya sangat kehilangan sosok Bhayangkara muda yang berdedikasi tinggi seperti almarhum Brigadir Fajar Permana. Beliau mengembuskan napas terakhirnya usai menjalankan amanah negara. Dugaan sementara, kondisi fisik almarhum menurun drastis akibat kelelahan setelah bertugas secara maraton di lapangan guna melayani masyarakat,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya dalam keterangan resminya, Senin (23/3).

Pihak Polda Metro Jaya memastikan akan memberikan penghormatan terakhir dan memenuhi seluruh hak-hak almarhum serta memberikan santunan bagi keluarga yang ditinggalkan. Kejadian ini menjadi atensi serius bagi pimpinan untuk terus mengevaluasi dan memantau kondisi kesehatan personel yang masih berjaga di lapangan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Sebagai langkah preventif, Kapolda Metro Jaya telah menginstruksikan Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) untuk lebih proaktif melakukan pemeriksaan kesehatan rutin di pos-pos pengamanan. Langkah ini diambil untuk memastikan setiap anggota tetap dalam kondisi prima di tengah tingginya tensi tugas operasional selama masa arus mudik dan balik Lebaran.

“Bapak Kapolda telah memerintahkan jajaran Dokkes untuk menyisir kesehatan anggota di lapangan. Kami memohon doa dari seluruh masyarakat agar almarhum Brigadir Fajar Permana mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini,” tambah Kabid Humas Polda Metro Jaya.

Meninggalnya Brigadir Fajar Permana menjadi catatan haru sekaligus pengingat akan beratnya tugas kepolisian di lapangan. Semangat pengabdian almarhum akan terus menjadi inspirasi bagi seluruh rekan sejawat di jajaran Polda Metro Jaya untuk tetap tulus memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat, meski nyawa menjadi taruhannya.

Sumut – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan seluruh stakeholder terkait melaksanakan monitoring pengamanan malam Takbiran Lebaran di Pos Terpadu Lapangan Merdeka Polrestabes Medan, Sumatera Utara (Sumut), Jumat (20/3/2026), malam.

Sigit melakukan pemantauan pengamanan dan pelayanan malam Takbiran di seluruh Indonesia secara virtual. Dalam kesempatan ini, Sigit memastikan seluruh rangkaian Idulfitri 2026 harus berjalan aman dan kondusif.

“Mungkin ada beberapa hal yang perlu saya sampaikan bahwa malam ini sampai dengan besok tentunya kita melaksanakan rangkaian kegiatan. Yang pertama adalah kegiatan takbir keliling yang tentunya dilaksanakan di seluruh wilayah Indonesia yang harus kita amankan dan ini melibatkan pengamanan kurang lebih 72.016 lebih personel,” kata Sigit.

Lebih dalam, Sigit juga menginstruksikan kepada seluruh personel untuk memberikan pengamanan dan pelayanan optimal saat masyarakat menunaikan Salat Idulfitri (Id) pada seluruh wilayah Indonesia.

“Dan juga besok akan dilaksanakan kegiatan Salat Id yang juga harus dilaksanakan di seluruh wilayah di Indonesia. Dan pasca-itu kemudian tentunya akan ada kegiatan tradisi halal bihalal dan juga kegiatan-kegiatan lanjutan yang tentunya harus kita amankan,” ujar Sigit.

Di sisi lain, Sigit menyebut, Polri dan stakeholder terkait juga telah bersiap untuk menghadapi puncak arus balik Lebaran. Diprediksi hal itu terjadi pada tanggal 24-25 Maret 2026 dan gelombang kedua di 28-29 Maret 2026.

Menurut Sigit, Kepolisian dan jajaran terkait, sudah menyiapkan strategi rekayasa lalu lintas saat momentum arus mudik sampai dengan balik nantinya. Hal itu untuk mencegah terjadinya kemacetan akibat lonjakan volume kendaraan.

“Kemudian berbagai upaya tentunya telah dilakukan mulai dari bagaimana mengatur ganjil-genap, kemudian contraflow, dilanjutkan one way lokal maupun one way nasional. Semua dilakukan untuk mengurai potensi-potensi kemacetan yang ada,” ucap Sigit.

Lebih dalam, Sigit memaparkan, pada arus mudik tahun ini, jumlah kecelakaan lalu lintas menurun sebesar 3,23 persen. Sedangkan, angka fatalitas atau korban meninggal dunia menurun 24,61 persen dibandingkan pada Operasi Ketupat 2025.

“Oleh karena itu tentunya saya ucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat pemudik,” ucap Sigit.

Sementara itu, Sigit tak lupa mengimbau kepada seluruh pemudik untuk tetap mengutamakan keselamatan. “Kita tetap berpesan tolong hati-hati di jalan, manfaatkan rest area, manfaatkan pos-pos terpadu yang bisa digunakan untuk beristirahat dan jangan buru-buru untuk cepat sampai namun kemudian membahayakan keselamatan diri maupun keselamatan pengguna jalan yang lain,” tutup Sigit.

 

Dengan kerendahan hati,kami mengucapkan :

*Selamat Iedul Fitri 1 Syawal 1447 H.*

_Mohon ma’af zhahir & bathin._

*تقبل الله منا و منكم، صيامنا و صيامكم، قيامنا و قيامكم، تقبل يا كريم…*

*_‌TAQOBBALA-LLAAHU MINNAA WA MINKUM, SHIYAAMANA, WA SHIYAAMAKUM, QIYAAMANA WA QIYAAMAKUM, TAQOBBAL YA KARIIM…_*

_Aamiin yaa Rabbal ‘aalamiin… 🤲🏻_

*Allahumma shalli ‘aala Muhammad wa ‘aala ‘aali Muhammad*

Salam Ta’ziem
Asriani (Kabiro Bekasi)

بِسْــــــــــــــمِاللهِالرَّحْمَنِالرَّحِيْــــــــــــــمِ
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه
Dengan segala kerendahan hati, Saya menghaturkan :
*Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H*
ْTaqabalallahu Minna wa minkum Shiyamana wa shiyamakum Jaallanallahu minal Aidin Wal Faizin
*MOHON MAAF LAHIR & BATHIN*
Semoga Allah SWT mengampuni Kita semua dan Kita kembali dalam keadaan fitrah dengan membawa berkah Ramadhan –
Aamiin Yaa Rabbal’Aalamiin.
Maya Royan S (Bendahara Jalur Selebriti News)

*السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِوَبَرَكَاتُه*
Dengan segala kerendahan hati kami selaku pimpinan Redaksi Media Jalur Selebriti News mengucapkan ..
Taqabbalallahu minna wa minkum… Semoga Allah menerima amal ibadah kita semua…..
Selamat hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H mohon maaf lahir dan batin
Zaenal Langgar (Pimred )
*وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

Jakarta, Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) DKI Jakarta menyatakan dukungan penuh terhadap semangat “Jaga Jakarta” yang digaungkan Polda Metro Jaya dalam rangka menciptakan suasana aman dan kondusif selama Ramadan hingga Idulfitri 1447 Hijriah.

Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Umum DPW BKPRMI DKI Jakarta, Nanang Jahidin, di kediamannya di Jakarta Selatan, Kamis (19/3/2026).

Ia menilai berbagai kegiatan yang diinisiasi Polda Metro Jaya menjadi langkah positif dalam menjaga stabilitas dan ketertiban masyarakat, khususnya di momentum bulan suci Ramadan.
Nanang Jahidin merujuk pada kegiatan Night Run Ops Ketupat Jaya 2026 yang digelar Polda Metro Jaya beberapa hari lalu, Jumat (13/3/2026) malam.

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri tersebut dinilai mampu menghadirkan ruang sehat dan produktif bagi generasi muda di tengah suasana Ramadan.

“Kegiatan seperti Night Run yang diinisiasi oleh Polda Metro Jaya merupakan langkah kreatif dan positif dalam menjaga situasi kamtibmas. Ini sejalan dengan semangat ‘Jaga Jakarta’ yang tidak hanya menekankan keamanan, tetapi juga membangun kebersamaan dan energi positif di tengah masyarakat,” ujar sebutnya.

Ia juga mengapresiasi pernyataan Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri yang mendorong agar kegiatan positif seperti ini terus dihidupkan sebagai wadah bagi generasi muda.

“Sebagaimana disampaikan Bapak Kapolda, kegiatan ini patut terus dihidupkan. BKPRMI DKI Jakarta juga mendukung ‘Jaga Jakarta’ dan turut mensyiarkan nilai-nilai kedamaian demi menjaga ketenangan ibu kota negara, khususnya menjelang Hari Raya Idulfitri,” tegasnya.

Nanang menambahkan, peran pemuda masjid sangat strategis dalam menciptakan suasana yang damai dan penuh keberkahan di tengah masyarakat. Ia mengajak seluruh elemen umat untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat ukhuwah Islamiyah dan menjaga persatuan.

Panutan kader BKPRMI Jakarta ini juga memaparkan bahwa Islam sangat menekankan pentingnya kedamaian dan persaudaraan.

“Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Hujurat ayat 10, yang mengatakan, sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat,” tuturnya merujuk pada Al-Quran.

“Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW juga bersabda, seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya, tidak menzaliminya dan tidak membiarkannya disakiti.” merujuk HR. Bukhari dan Muslim.

Nanang menegaskan, nilai-nilai tersebut harus menjadi landasan dalam kehidupan bermasyarakat, terutama di kota besar seperti Jakarta yang memiliki dinamika tinggi.

“Ramadan adalah bulan penuh rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka. Sudah sepatutnya kita mengisinya dengan kegiatan yang membawa kedamaian, bukan justru menimbulkan kegaduhan. Mari kita jaga Jakarta bersama, dengan iman, akhlak, dan kepedulian sosial,” tutupnya.

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.