Jakarta Pusat, 10 Februari 2026 – Perhimpunan Persatuan Aksi Solidaritas untuk Transparansi dan Independensi Indonesia (PASTI Indonesia) menggelar konferensi pers di Malacca Toast Juanda, Jl. Ir. H. Juanda No.6, RT.14/RW.4, Kb. Klp., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, untuk mengungkapkan kasus yang melibatkan anak berusia 9 tahun, Inisial K, yang menjadi korban rantai kejahatan kelembagaan mulai dari dugaan korupsi yayasan hingga diskriminasi pendidikan, kekerasan psikis, fitnah publik, dan black campaign.

KASUS BERAWAL DARI KRITIK TERHADAP PEMBANGUNAN GEREJA TANPA TRANSPARANSI

Kasus ini bermula bukan dari K, melainkan dari keberanian ayahnya inisial JA , yang mengkritisi pembangunan Gereja Kalam Kudus Sorong senilai lebih dari Rp 10 miliar pada 2018 yang dijalankan tanpa transparansi, Rencana Anggaran Biaya (RAB), dan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ). Kritik tersebut dianggap ancaman, sehingga muncul sentimen pribadi dari pihak yayasan dan majelis gereja yang kemudian diarahkan kepada K.

K MENJADI KORBAN SERTA SERUSAH

– Diskriminasi pendidikan: K dikeluarkan sepihak oleh sekolah pada 13 Juni 2025, ditolak saat mendaftar ulang pada 7 Juli 2025, dan setelah pindah ke Shine School, datanya di Dapodik ditahan sehingga kehilangan hak mengikuti ujian ANBK pada 23-27 Agustus 2025.

– Kekerasan psikis: Hasil pemeriksaan psikologis resmi pada 8-13 Oktober 2025 menunjukkan K mengalami Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) akibat guru Liko R. Pattipellohy yang mempermalukannya di hadapan teman sekelas dengan menyebutnya “contoh buruk” dan bertanya “Malu kah tidak? Malu toh?”.

– Fitnah dan black campaign: Pihak sekolah menuduh K malas, sering telat, dan absen. Tuduhan ini direkam, disebarkan, dan diperkuat dengan konferensi pers pada 20 Januari 2026 yang dianggap sebagai pembunuhan karakter.

JALUR HUKUM TERHALANG, APARAT DIDUGA BERMAIN PERAN

Ketika keluarga mencari keadilan:

– Laporan ITE di Polres Sorong ditutup dengan SP3 pada 9 Agustus 2025.
– Laporan perlindungan anak ditutup dengan SP2Lid pada 4 Desember 2025 meskipun ada bukti PTSD.
– Laporan intimidasi massa yang terjadi pada 13 Desember 2025 ditolak.

Polda Papua Barat Daya di bawah pimpinan Gatot Haribowo bahkan diduga menyebarkan narasi bahwa keluarga hanya “jalan-jalan ke Jakarta-Bali” untuk melegalkan penghentian penyelidikan.

PERNYATAAN TEGAS PASTI INDONESIA

Arlex Direktur Pasti Indonesia menyatakan bahwa kasus ini bukan sekadar masalah administrasi sekolah, melainkan rantaian kejahatan kelembagaan. Kepolisian yang seharusnya netral justru dianggap melindungi pelaku dan menambah luka korban. Kasus ini menjadi ujian reformasi Polri untuk membuktikan diri sebagai benteng keadilan bangsa.

“Fitnah tidak boleh dibiarkan. Keadilan tidak boleh ditunda. Perlindungan anak tidak boleh dinegosiasikan,” tegas Arlex Direktur Pasti Indonesia.

Arlex Direktur Pasti Indonesia yang mewakili keluarga korban menyampaikan harapannya kepada pemerintah meminta kasus ini lebih di perhatikan apalagi terkait pendidikan ini sangat diutamakan, Bukan soal makannya, tapi proses pendidikannya.

‘Penyelenggaraan pendidikannya, itu harus apalagi ini ekolah yang terlibat,
Kalau harapan saya buat kepolisian, cobalah Polisi saat ini sedang dalam sorotan, bahkan ada narasi kepolisian atau dibawa ke menteri, Pak Kapolri, cobalah bawahannya untuk di copot,”tuturnya.

 

 

 

banner 468x60

Penulis: AYS Prayogie

JAKARTA,JSNews – 9 Februari 2026 — Prof. Dr. Ir. Ali Zum Mashar bukan tipe ilmuwan yang gemar menonjolkan diri. Selama lebih dari dua dekade, ia memilih bekerja sunyi di laboratorium dan lahan-lahan marginal, meneliti tanah, mikroba, serta daya hidup tanaman.

Namun, dari kerja senyap itulah lahir temuan yang kini mengantarkannya duduk dalam rapat terbatas bersama Presiden RI Prabowo Subianto dan para menteri terkait, membahas masa depan swasembada pangan Indonesia.

Ali Zum Mashar adalah salah satu ilmuwan bioteknologi pertanian yang konsisten menjembatani sains dengan kebutuhan nyata petani. Salah satu temuan pentingnya adalah mikroba yang kemudian dikenal sebagai Mikroba Google (MIGO)—sebuah inovasi yang telah ia kembangkan sejak sekitar 25 tahun lalu. Melalui mikroba ini, tanah-tanah yang selama ini dianggap bermasalah, seperti gambut, tanah asam, dan Tanah beracun Pirit dapat diregenerasi menjadi lahan subur dan produktif.

“Tanah itu rumah makhluk hidup. Jika dipulihkan ekosistemnya, ia akan memberi hasil,” begitu prinsip yang kerap ia sampaikan dalam berbagai forum.

*Mikroba yang Menghidupkan Tanah*

Dari pengembangan MIGO, Prof. Ali melahirkan sejumlah produk pupuk organik berbasis mikroba, antara lain PHOSMIT BioP2000Z dan Ferris Soil. Produk-produk ini bekerja bukan sekadar memberi unsur hara, melainkan membangun kembali sistem biologis tanah.

Berbeda dari pupuk kimia konvensional, pupuk berbasis Mikroba Google bersifat regenerative fertilizer—mikroba berfungsi sebagai *“pabrik pupuk alami”*dan penangkap emisi karbon langsung ke dalam tanah yang terus memproduksi nutrisi tanpa katalis kimia maupun bahan bakar fosil. Selain sepenuhnya organik, pupuk ini juga mengandung komposisi biologis lengkap, mulai dari asam humat, protein, enzim, hingga hormon alami yang mudah diserap tanaman.

Hasilnya terlihat nyata di lapangan. Pada tanaman alpukat, misalnya, ukuran buah menjadi lebih bernas, seragam dan sesuai kebutuhan pasar. Pada tanaman pangan, produktivitas bahkan dilaporkan meningkat dua hingga tiga kali lipat. Tanah berbatu, berpasir, berpirit, hingga bekas tambang pun dapat diolah tanpa masa tunggu panjang.

Keunggulan lain yang kerap disorot adalah efisiensi biaya. Dengan harga jauh lebih murah dibanding pupuk kimia, teknologi ini membuka peluang besar bagi petani kecil untuk meningkatkan hasil tanpa menambah beban produksi.

*Dari Laboratorium ke Istana Negara*

Kontribusi Prof. Ali tidak berhenti pada perbaikan tanah. Dalam konteks ketahanan pangan nasional, perannya kian strategis ketika ia diundang Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas membahas percepatan swasembada kedelai dan pangan strategis lainnya.

Dalam forum tersebut, Prof. Ali memaparkan hasil riset varietas padi TRISAKTI dan kedelai MIGO Garuda merah putih yang dikembangkan bersama teknologi mikroba. Salah satu yang menjadi perhatian adalah peluncuran enam varietas baru bertajuk “Kedelai Garuda Merah Putih”, yang dirancang adaptif terhadap berbagai kondisi iklim dan tanah di Indonesia.

Produktivitas kedelai dari varietas ini mencapai lebih dari 4 ton per hektare, bahkan dalam Uji coba hamparan luas 30 ha hasilnya 5,3 ton/ha dan telah dicatat resmi oleh BPS (Badan Pusat Statistik) jauh di atas rata-rata nasional yang selama ini berada di bawah 1,6 ton per hektare. Seluruh varietas tersebut merupakan non-GMO, sehingga aman untuk konsumsi manusia dan sesuai dengan kebutuhan industri pangan seperti tahu, tempe, dan susu kedelai.

Pemerintah menargetkan swasembada kedelai dapat dicapai dalam waktu relatif singkat, dari ketergantungan impor menuju dominasi produksi dalam negeri. Bagi Prof. Ali, target itu realistis jika riset, kebijakan, dan pendampingan petani berjalan seiring.

*Ilmu untuk Kehidupan*

Selain kedelai, teknologi Mikroba Google juga telah diaplikasikan pada sawit, buah-buahan, dan tanaman pangan lain dengan hasil menjanjikan. Bahkan di tengah musim kemarau, metode penyemprotan berbasis drone memungkinkan efisiensi air tanpa mengorbankan produktivitas.

Bagi Prof. Ali Zum Mashar, capaian ilmiah bukanlah tujuan akhir. “Ilmu harus menyejahterakan,” ujarnya suatu kali. Kesahajaan sikapnya sejalan dengan besarnya dampak temuannya—dari lahan marginal hingga meja perencanaan nasional.

Di tengah upaya Indonesia meneguhkan diri sebagai lumbung pangan dunia, sosok seperti Prof. Ali menjadi pengingat bahwa ketahanan pangan bukan semata soal anggaran dan kebijakan, melainkan juga tentang ketekunan ilmuwan yang bekerja untuk masa depan bangsa. *(\•/)*

*Sumber: Humas MIO Indonesia*

 

Jakarta Utara — Meski diguyur hujan, semangat kebersamaan Tiga Pilar bersama masyarakat Jakarta Utara tak surut dalam menjaga kebersihan lingkungan. Hal tersebut terlihat dalam kegiatan Apel Jaga Jakarta Bersih yang dirangkaikan dengan Karya Bhakti pembersihan sampah di kawasan Waduk Cincin, Kelurahan Papanggo, Kecamatan Tanjung Priok, Minggu (7/2/2026).

Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program pemerintah serta arahan Presiden Republik Indonesia terkait penguatan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Dandim 0502/Jakarta Utara Kolonel Inf H. Dony Gredinand mendampingi Pangdam Jaya/Jayakarta, Kapolda Metro Jaya, Sekda DKI Jakarta, bersama jajaran TNI, Polri, dan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara.

Sebanyak 1.407 personel lintas instansi dikerahkan dalam kegiatan tersebut, yang melibatkan unsur TNI, Polri, Pemda, adik-adik KKRI, serta warga masyarakat sekitar. Mereka bahu-membahu membersihkan sampah, khususnya sampah plastik dan rumah tangga yang berpotensi menyumbat aliran air.

Dalam amanatnya, Pangdam Jaya/Jayakarta menegaskan bahwa kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Ia menyampaikan bahwa kepedulian terhadap kebersihan menjadi salah satu kunci utama dalam mencegah terjadinya bencana, terutama banjir yang kerap dipicu oleh penumpukan sampah.

“Menjaga kebersihan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi membutuhkan peran aktif seluruh masyarakat. Dengan lingkungan yang bersih, kita dapat meminimalkan risiko bencana,” tegas Pangdam.

Aksi pembersihan dilaksanakan secara serentak di beberapa sektor dan dipimpin langsung oleh Pangdam Jaya/Jayakarta bersama Kapolda Metro Jaya. Sinergi kuat antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif untuk menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata kolaborasi dan komitmen bersama dalam mewujudkan Jakarta Utara yang bersih, sehat, dan bebas dari ancaman banjir.

 

JAKARTA — Ketua Umum MIO Indonesia, AYS Prayogie, bersama Penasehat MIO Jakarta Timur A. Bahrul BD yang akrab disapa Rully, membahas arah pengembangan organisasi media independen dalam pertemuan yang digelar Jumat (6/2/2026) di kawasan Kompleks Griya Wartawan, Cipinang Muara, Jatinegara.

Dalam pertemuan tersebut, Rully memaparkan gagasan pembentukan trust fund sebagai skema pendanaan jangka panjang bagi MIO Indonesia. Menurut dia, media independen membutuhkan sistem pembiayaan yang stabil agar tidak bergantung pada sumber dana jangka pendek.

“Media independen perlu memiliki mekanisme pendanaan berkelanjutan. Trust fund dapat menjadi fondasi untuk menjaga stabilitas organisasi sekaligus melindungi independensi media,” kata Rully.

Selain itu, Rully juga memperkenalkan konsep Media Command Centre sebagai pusat koordinasi dan pengelolaan informasi media anggota MIO Indonesia. Fasilitas ini dirancang untuk memperkuat konsolidasi data, koordinasi pemberitaan lintas daerah, serta respons cepat terhadap isu-isu strategis.

“Media Command Centre penting agar kerja jurnalistik lebih terintegrasi, terukur, dan adaptif terhadap dinamika informasi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum MIO Indonesia AYS Prayogie menegaskan bahwa penguatan organisasi menjadi fokus utama kepengurusan saat ini, termasuk penataan program dan perluasan wilayah kerja.

“Penguatan organisasi menjadi prioritas utama MIO Indonesia ke depan. Kami mendorong penataan program, sistem kerja, dan perluasan wilayah agar media anggota memiliki daya saing yang kuat,” ujar Prayogie.

Prayogie juga menyampaikan bahwa MIO Indonesia membuka peluang pengembangan hingga ke tingkat internasional melalui kerja sama lintas negara dan penguatan jejaring global.

“Pengembangan ke tingkat internasional merupakan kebutuhan strategis. Media independen Indonesia harus hadir dalam percakapan global tanpa meninggalkan kepentingan publik nasional,” kata Prayogie.

Pembahasan tersebut menjadi bagian dari konsolidasi internal MIO Indonesia untuk memperkuat kelembagaan, membangun sistem kerja berbasis teknologi, serta memperluas jejaring media independen di tingkat nasional dan internasional.

JAKARTA, JSNews – 6 Februari 2026 – Kerjasama yang erat antara Kepolisian Republik Indonesia (POLRI) dengan masyarakat melalui organisasi kemasyarakatan semakin diperkuat, setelah Direktur Binmas Polda Metro Jaya Brigjen Pol Harri Muharram Firmansyah, S.I.K, beserta Wakil Direktur Binmas AKBP Gede Pasek Muliadnyana, S.I.K., M.A.P, resmi menerima silaturahmi dari Ketua Forum Lintas Ormas (FLO) Provinsi DKI Jakarta Ir. H. Juani Yusuf, M.M dan jajarannya di Ruang Rapat Direktorat Binmas lantai 14 Gedung Prometeor Polda Metro Jaya, pada hari Jumat (6/2).

Kegiatan silaturahmi yang penuh kehangatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat tali hubungan dan memperkuat sinergi guna menjaga ketertiban, keamanan, serta kesejahteraan masyarakat di ibu kota. Dalam kesempatan tersebut, Juani Yusuf mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas waktu dan perhatian yang diberikan, menegaskan bahwa pertemuan ini merupakan bentuk nyata komitmen bersama antara POLRI dan elemen masyarakat untuk menciptakan Jakarta yang aman, nyaman, dan makmur.

“Silaturahmi ini bukan hanya sekadar bertemu, melainkan wujud nyata bagaimana kita bersama-sama bergerak untuk menjaga Jakarta sebagai ibukota yang menjadi wajah Indonesia,” ucap Juani Yusuf.

Direktur Binmas Polda Metro Jaya yang mewakili Kapolda Metro Jaya mengucapkan apresiasi tinggi kepada FLO DKI Jakarta yang telah aktif berperan dalam mendukung program-program pemerintah. Ia juga menyampaikan salam hangat dari Kapolda Metro Jaya kepada seluruh ormas di Jakarta yang telah menunjukkan komitmen kuat dalam bersinergi, salah satunya dalam pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang mendapat dukungan nyata dari ormas seperti Bang Japar, memberikan manfaat besar bagi masyarakat luas.

“Kita mengharapkan setiap ormas terus menjaga sinergitas yang baik, mengawasi anggota agar tetap berada pada jalur yang benar, dan bersama-sama menjaga stabilitas keamanan Jakarta. Semoga FLO DKI Jakarta dapat menjadi rumah besar yang menyatukan seluruh ormas di ibu kota,” jelas Brigjen Pol Harri Muharram Firmansyah.

Acara yang berjalan dengan sangat kondusif ini juga mengumumkan agenda penting ke depan, yaitu pelaksanaan apel bersama Potmas yang akan digelar di Lapangan Monas pada tanggal 14 Februari mendatang. Acara tersebut diharapkan akan dihadiri oleh Kapolri dan Kapolda Metro Jaya sebagai bentuk dukungan penuh terhadap peran ormas dalam pembangunan dan keamanan negara.

Kabar positif dari silaturahmi ini juga segera sampai kepada Dewan Pembina FLO Provinsi DKI Jakarta sekaligus Anggota DPD RI Dapil Provinsi DKI Jakarta, Ibu Fahira Idris. Ia menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaan atas terwujudnya pertemuan tersebut.

“Alhamdulillah, hari ini saya sangat bersyukur dan berbahagia melihat jajaran Pengurus FLO Provinsi DKI Jakarta berhasil melakukan silaturahmi dengan Bapak Dirbinmas Polda Metro Jaya Brigjen Pol Harri Muharram Firmansyah. Semoga langkah awal yang baik ini pada Tahun 2026 dapat membawa seluruh ormas di Jakarta menjadi lebih rukun, akur, dan solid untuk bersama-sama membangun Jakarta yang lebih baik. Sekali lagi, saya ucapkan terima kasih dan selamat kepada Bapak Juani Yusuf MM serta seluruh jajaran pengurus FLO, semoga selalu sehat dan segala urusannya dilancarkan. Aamiin,” tutur Fahira Idris dengan penuh semangat.

JAKARTA – Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) menggelar Sosialisasi Pendidikan bertema “Sinergi Hebat Kolaborasi Orang Tua dan Anak Menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan Artificial Intelligence (AI)”, Kamis (5/2/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman masyarakat terhadap perubahan sistem evaluasi pendidikan dan perkembangan teknologi.

Sosialisasi berlangsung di Aula Ki Hajar Dewantara, Lantai 5 Gedung Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Kuningan, Jakarta Selatan. Acara diikuti oleh orang tua, pendidik, serta pemerhati pendidikan dan diselenggarakan dengan dukungan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta.

Ketua Umum GPIB Ir. Agung Karang menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi tantangan pendidikan ke depan.

“Perubahan sistem pendidikan dan kemajuan teknologi tidak boleh membuat orang tua dan anak berjalan sendiri-sendiri. Kolaborasi menjadi kunci agar generasi muda siap menghadapi TKA dan era kecerdasan buatan,” ujarnya.

Pada sesi utama, Kepala Pusat Assessment Pendidikan Dr. Rahmawati memaparkan arah baru Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang menitikberatkan pada pengukuran kompetensi peserta didik secara lebih komprehensif.

“TKA tidak hanya mengukur hafalan, tetapi kemampuan berpikir dan pemahaman peserta didik agar selaras dengan arah kebijakan pendidikan nasional,” jelasnya.

Materi selanjutnya disampaikan oleh Dr. Ir. Raden Kun Wardana Abyoto, M.T., mantan calon Wakil Gubernur DKI Jakarta yang saat ini menjabat Ketua Umum Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI). Ia menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia dalam pemanfaatan teknologi pendidikan.

“Artificial Intelligence bukan ancaman, melainkan alat bantu pembelajaran. Tantangannya ada pada kesiapan guru, orang tua, dan peserta didik agar teknologi memberi dampak positif,” katanya.

Kegiatan ini dipandu moderator Dr. Leonard dan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi. Acara tersebut juga dihadiri Ketua Umum Pengurus Pusat Media Independen Online (MIO) Indonesia, AYS Prayogie.

Usai acara, AYS Prayogie mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi pendidikan yang dinilai relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Kegiatan ini penting untuk menjembatani kebijakan pendidikan dengan pemahaman publik. Sinergi antara dunia pendidikan dan insan media perlu terus diperkuat,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, GPIB berharap terbangun pemahaman bersama antara orang tua, pendidik, pemerintah, dan insan media dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang kolaboratif dan adaptif menghadapi tantangan masa depan.
Di akhir sambutan Ketum GPIB Ir. Agung Karang memberikan Award Penghargaan kepada Edy Dwiyanto SE
Wakil ketua DPC GPIB Jakarta Timur , Direktur Perusahaan E.O atas kontribusi Dukungan dan kerjasamanya disetiap kegiatan Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) memberikan Donasi/ Sumbangan dengan Loyal & Royal.
Award & Piagam penghargaan berikutnya diberikan juga kepada Rika Rachmawati, SE
Wasekjen 1 DPP.GPIB Atas dukungan dan kerjasamanya dalam melakukan Inisiatif, inofatif serta Ide aktif disetiap kegiatan Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB).

Hadir pada acara SEMINAR PENDIDIKAN tersebut Brigjen pol Dr.Victor Pudjiadi, S.PB, FICS, DFM selaku Ketua Dewan Penasehat DPP.GPIB yang juga sebagai Presiden Lion Club Internasional, Drs.Abdul Hapid,SH (Sekjen DPP.GPIB), K.H.Achmad Syauqi , LC. M.Pd, Prof.DR.Hendry Affandi, SE, P.hd,
Dra.Herawati Sihombing, M.Pd (Dewan Pakar DPW.GPIB Provinsi DKI Jakarta yang juga selaku Kepala Sekolah SMAN 53 JAKARTA Timur) , Yosep (Wakil Kepala Sekolah SMAN 53 Jakarta Timur), Drs. Slamet, M.Pd, (Dewan Pakar DPW GPIB PROVINSI DKI Jakarta),
Dandy CHAPRYANTO.H, SH, MH (Ketua DPW GPIB PROVINSI DKI Jakarta), H.Hamiduddin, M.Pd (Ketua DPC.GPIB Jakarta Utara), H.Muhamad Amin (Ketua DPC.GPIB Jakarta Timur), Oline (Ketua DPC GPIB Jakarta Selatan),
Achmad Suhandi (Ketua DPC GPIB Jakarta Pusat), Evita Rimawari (Dewan Penasehat DPW GPIB PROVINSI DKI JAKARTA), Linda Rheins
(IPP. Lion Club Internasional), AYS PRAYOGIE (Ketum MIO INDONESIA), Enylita (KESBANGPOL PROVINSI DKI Jakarta), Rusprita Putri Utami,SE.MA diwakili oleh Diana Damey,
DR.Rahmawati, ST, M.Ed
(Kepala Pusat Assesmen
Kemendikdasmen),
Evi Fatmawati (Koordinator Kurikulum, Literasi, Senin Budaya, olahraga DPP GPIB),
Tina Permatasari, SE, S.Com (Ketua Humas DPP GPIB sebagai MC).
DR.Leonard , M.Pd (Departemen Kurikulum DPP GPIB sebagai Moderator), Anak Agung Bintang Mahaputra Karang (Departemen Kurikulum DPP GPIB sebagai I.T).
Marsahid (Ketua Departemen OKK),
Lidya Nenohay (Departemen Humas),
Intan Juwita (DPP GPIB).

Hadir pula dari SATGAS GPIB PEDULI Mifta, M.Pd Ketua Dicky wakil ketua , Purwadi, Bendahara, Nur Yustiani (DPP GPIB),
Dani Hendro Pradiatmoko (Wakil ketua DPW.GPIB Provinsi DKI Jakarta),
DR.Nahdiana, S.Pd, M,PD (Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta) diwakili oleh Umaryadi.

Acara diakhiri dengan sesi foto bersama.

JAKARTA, 6 FEBRUARI 2026 – Para orang tua murid yang tergabung dalam Komite Sekolah SMAN 11 Jakarta Timur melakukan kunjungan ke Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakarta Timur di Jl. H. Naman No.1, RT.1/RW.3, Pondok Kelapa, Kecamatan Duren Sawit. Kunjungan ini bertujuan untuk mengantarkan peserta Kelas XII yang tidak melanjutkan kuliah, dengan kerjasama kedua institusi memasuki angkatan ke-27 pada periode tahun 2026.

Kunjungan dipimpin oleh Ketua Komite Sekolah SMAN 11 Jakarta Timur Mohamad Amin dan diterima oleh Kasatpel Pelatihan dan Uji Kompetensi (UJK) PPKD Jakarta Timur, Danang Fauzan, ST.

DUA PROGRAM PELATIHAN DENGAN SYARAT JELAS

PPKD Jakarta Timur menyelenggarakan dua jenis program pelatihan:

– Pelatihan Reguler: Dilaksanakan di gedung PPKD dengan kuota 20 orang per program per angkatan. Syarat pendaftaran meliputi KTP DKI Jakarta, fotocopy ijazah terakhir/SKL, Kartu Keluarga, 4 lembar pas foto 3×4 latar merah, serta dokumen pendukung lainnya (jika ada) dan bukti vaksinasi Covid-19. Pendaftaran dilakukan langsung dengan tahapan tes teori dan wawancara. Program yang ditawarkan antara lain Bahasa, Bisnis dan Manajemen, Jasa Pengamanan, Kombinasi Bahasa Jepang & Otomotif/Scaffolding, Las, Otomotif, Pariwisata, Transportasi, Teknologi Informasi dan Komunikasi, serta Tata Kecantikan.
– Mobile Training Unit (MTU): Berlangsung menggunakan bus/truk pelatihan di wilayah sekitar dengan kuota 10 orang per program per angkatan. Pengajuan dilakukan melalui surat permohonan yang ditandatangani Lurah, dikirim via email ke ppkc.timur@jakarta.go.id. Durasi pelatihan sebanyak 360 Jam Pelajaran selama 45 hari dengan program seperti Bahasa Inggris untuk Tenaga Administrasi Profesional, Bisnis dan Manajemen, Refrigerasi, Fashion Technology, dan lainnya.

SARANA MODERN DENGAN FASILITAS LENGKAP

PPKD Jakarta Timur memiliki sarana seperti gedung pelatihan, ruang praktik, bengkel, laboratorium komputer, dan aula. Fasilitas yang disediakan meliputi sertifikasi pelatihan dan profesi BNSP, seragam, makan siang dan snack, bahan praktik, bursa kerja, serta asuransi perlindungan peserta.

TUJUAN UTAMA: PENGETASAN PENGANGGURAN

Kepala PPKD Jakarta Timur H. Teguh Hendarwan, S.Sos., M.Si menjelaskan bahwa tugas utama PPKD adalah mengatasi pengangguran dan kemiskinan di DKI Jakarta. Tahun ini, pihaknya akan melatih sebanyak 1.440 orang dalam 24 program pelatihan untuk dua angkatan.

“Kita telah menjalin kerja sama dengan 45 perusahaan dan memasuki tahun ketiga program pemagangan ke Jepang, dengan 20 orang yang dikirim tahun lalu,” ujarnya.

Teguh juga menyampaikan bahwa PPKD Jakarta Timur merupakan satu-satunya yang memiliki pusat disabilitas learning center, dengan program barista dan digital marketing. Salah satu alumni, Ibu Margo, kini telah memiliki dua kafe dan merekrut teman-teman disabilitas.

“Semua pelatihan gratis dan sudah ada hampir 4.000 pendaftar untuk kuota sekitar 700 orang pada setiap angkatan, jadi segera daftar,” tambahnya.

KERJASAMA PERMANEN DAN SOSIALISASI KE 6 KABUPATEN/KOTA

Ketua Komite SMAN 11 Jakarta Timur Mohamad Amin mengungkapkan bahwa kunjungan ini adalah yang ketiga, setelah angkatan 25 (2023-2024) dan 26 (2024-2025).

“Kami memohon agar kerjasama ini dilakukan secara permanen untuk SMAN 11. Sebagai Ketua Gerakan Pendidikan Indonesia Baru, saya akan mengajukan permohonan untuk menyosialisasikan program ini ke 6 Kabupaten dan Kota lainnya,” ucap Amin.

Dia berharap para peserta dapat diterima bekerja di berbagai sektor perusahaan, baik di dalam maupun luar negeri.

JAKARTA, JSNews – Kamis (5/2/2026) – Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) menggelar sosialisasi pendidikan bertema “Sinergi Hebat Kolaborasi Orang Tua dan Anak Menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan Artificial Intelligence (AI)”. Kegiatan yang bertujuan memperkuat pemahaman masyarakat terhadap perubahan sistem evaluasi pendidikan dan perkembangan teknologi ini berlangsung di Aula Ki Hajar Dewantara, Lantai 5 Gedung Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Kuningan, Jakarta Selatan.

Acara diikuti oleh berbagai kalangan termasuk orang tua, pendidik, murid dan pemerhati pendidikan, serta diselenggarakan dengan dukungan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta.

Ketua Umum GPIB Ir. Agung Karang menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi tantangan pendidikan ke depan. “Perubahan sistem pendidikan dan kemajuan teknologi tidak boleh membuat orang tua dan anak berjalan sendiri-sendiri. Kolaborasi menjadi kunci agar generasi muda siap menghadapi TKA (Tes kemampuan Akademik) dan era kecerdasan buatan,” ucapnya.

Pada sesi utama, Kepala Pusat Assessment Pendidikan Dr. Rahmawati memaparkan arah baru TKA yang lebih fokus pada pengukuran kompetensi secara komprehensif. “TKA tidak hanya mengukur hafalan, tetapi kemampuan berpikir dan pemahaman peserta didik agar selaras dengan arah kebijakan pendidikan nasional,” jelasnya.

Selanjutnya, Dr. Ir. Raden Kun Wardana Abyoto, M.T., Ketua Umum Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI) sekaligus mantan calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, menekankan pentingnya kesiapan SDM dalam memanfaatkan teknologi pendidikan. “Artificial Intelligence bukan ancaman, melainkan alat bantu pembelajaran. Tantangannya ada pada kesiapan guru, orang tua, dan peserta didik agar teknologi memberi dampak positif,” katanya.

Kegiatan yang dipandu moderator Dr. Leonard ini berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan juga dihadiri Ketua Umum Pengurus Pusat Media Independen Online (MIO) Indonesia, AYS Prayogie.

Usai acara, AYS Prayogie mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi yang dinilai relevan dengan kebutuhan masyarakat. “Kegiatan ini penting untuk menjembatani kebijakan pendidikan dengan pemahaman publik. Sinergi antara dunia pendidikan dan insan media perlu terus diperkuat,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, GPIB berharap terbangun pemahaman bersama antara berbagai pihak dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang kolaboratif dan adaptif menghadapi tantangan masa depan.
Diakhir sambutan Ketum GPIB Ir. Agung Karang memberikan Award Penghargaan kepada Edy Dwiyanto,SE
Wakil ketua DPC GPIB Jakarta Timur atas dukungan/support Loyal & Royal disetiap kegiatan GPIB.
Award penghargaan juga diberikan kepada
Ibu Rika Rachmawati,SE sebagai inisiatif, inofatif, penggerak, ide kegiatan GPIB.
Acara diakhiri oleh sesi foto bersama.

 

Kodim 0502/Jakarta Utara bersama unsur Forkopimkab Kepulauan Seribu melaksanakan kegiatan Grebeg Sampah, bersih-bersih pesisir pantai, serta penanaman mangrove di Pulau Tidung Kecil, Kepulauan Seribu Selatan, Rabu (4/2/2026).

Kegiatan yang berlangsung di kawasan Hutan Agro Wisata Pulau Tidung Kecil ini diawali dengan apel gabungan dan dipimpin langsung oleh Bupati Kepulauan Seribu, M. Fadjar Churniawan. Kegiatan tersebut melibatkan personel TNI, Polri, Pemerintah Daerah, serta unsur terkait lainnya sebagai bentuk sinergi lintas instansi dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan pesisir.

Melalui aksi bersih-bersih pantai dan penanaman mangrove ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran bersama akan pentingnya menjaga kebersihan wilayah pesisir serta mendukung pelestarian ekosistem pantai. Seluruh rangkaian kegiatan diikuti oleh 139 personel gabungan dan berlangsung aman serta kondusif hingga selesai.

 

Bogor, JSNews – PT Pegadaian kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung dunia pendidikan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dengan meresmikan The Gade Creative Lounge (TGCL) di IPB University, Bogor, Selasa (03/02/2026).

TGCL hadir sebagai ruang kolaborasi bagi sivitas akademika IPB untuk berdiskusi, mengembangkan gagasan kreatif, serta melahirkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat. Fasilitas ini dilengkapi dengan open space area, ruang rapat tertutup, ruang podcast, musala, serta panggung multifungsi. TGCL juga mengusung konsep sustainability, dengan penggunaan material ramah lingkungan pada sejumlah ornamen.

Direktur Jaringan & Operasi PT Pegadaian, Eka Pebriansyah, menjelaskan bahwa TGCL merupakan bagian dari program TJSL Pegadaian yang konsisten menyasar sektor pendidikan, khususnya perguruan tinggi.

“The Gade Creative Lounge ini kami harapkan menjadi tempat lahirnya inovasi-inovasi yang tidak hanya bermanfaat bagi kampus, tetapi juga bagi masyarakat luas. Selain itu, ruang ini juga dapat menjadi pusat literasi dan edukasi yang bisa disinergikan antara kampus, Pegadaian, maupun instansi lain,” ujar Eka.

Ia menambahkan, hingga saat ini Pegadaian telah menghadirkan The Gade Creative Lounge di 33 kampus di seluruh Indonesia sebagai wujud dukungan terhadap penguatan kompetensi generasi muda.

Pemimpin Wilayah VIII Jakarta 1 PT Pegadaian, Dede Kurniawan, menyampaikan bahwa TGCL di IPB diharapkan menjadi wadah produktif bagi mahasiswa untuk berkolaborasi dan menghasilkan inovasi.

“Pegadaian percaya ruang kreatif seperti TGCL akan menjadi titik temu lahirnya ide-ide besar dari generasi muda. Kami berharap fasilitas ini mampu mendorong kolaborasi, memperkuat literasi, serta menciptakan inovasi yang memberi manfaat luas bagi masyarakat,” ujar Dede.

Sementara itu, Rektor IPB University Dr. Alim Setiawan Slamet mengapresiasi dukungan Pegadaian yang dinilai sejalan dengan transformasi IPB dalam pengembangan ruang belajar berbasis digital dan kolaboratif.

“Ruang seperti ini memungkinkan mahasiswa belajar lebih nyaman, berdiskusi, berkolaborasi, dan bertemu ide serta gagasan. Dari perjumpaan inilah kreativitas dan inovasi yang berdampak bagi masyarakat bisa lahir,” ungkap Alim.

Ke depan, Pegadaian dan IPB membuka peluang memperluas kolaborasi dalam berbagai bidang, termasuk riset dan program pemberdayaan masyarakat berbasis kebutuhan.

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.