Sumut – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan seluruh stakeholder terkait melaksanakan monitoring pengamanan malam Takbiran Lebaran di Pos Terpadu Lapangan Merdeka Polrestabes Medan, Sumatera Utara (Sumut), Jumat (20/3/2026), malam.

Sigit melakukan pemantauan pengamanan dan pelayanan malam Takbiran di seluruh Indonesia secara virtual. Dalam kesempatan ini, Sigit memastikan seluruh rangkaian Idulfitri 2026 harus berjalan aman dan kondusif.

“Mungkin ada beberapa hal yang perlu saya sampaikan bahwa malam ini sampai dengan besok tentunya kita melaksanakan rangkaian kegiatan. Yang pertama adalah kegiatan takbir keliling yang tentunya dilaksanakan di seluruh wilayah Indonesia yang harus kita amankan dan ini melibatkan pengamanan kurang lebih 72.016 lebih personel,” kata Sigit.

Lebih dalam, Sigit juga menginstruksikan kepada seluruh personel untuk memberikan pengamanan dan pelayanan optimal saat masyarakat menunaikan Salat Idulfitri (Id) pada seluruh wilayah Indonesia.

“Dan juga besok akan dilaksanakan kegiatan Salat Id yang juga harus dilaksanakan di seluruh wilayah di Indonesia. Dan pasca-itu kemudian tentunya akan ada kegiatan tradisi halal bihalal dan juga kegiatan-kegiatan lanjutan yang tentunya harus kita amankan,” ujar Sigit.

Di sisi lain, Sigit menyebut, Polri dan stakeholder terkait juga telah bersiap untuk menghadapi puncak arus balik Lebaran. Diprediksi hal itu terjadi pada tanggal 24-25 Maret 2026 dan gelombang kedua di 28-29 Maret 2026.

Menurut Sigit, Kepolisian dan jajaran terkait, sudah menyiapkan strategi rekayasa lalu lintas saat momentum arus mudik sampai dengan balik nantinya. Hal itu untuk mencegah terjadinya kemacetan akibat lonjakan volume kendaraan.

“Kemudian berbagai upaya tentunya telah dilakukan mulai dari bagaimana mengatur ganjil-genap, kemudian contraflow, dilanjutkan one way lokal maupun one way nasional. Semua dilakukan untuk mengurai potensi-potensi kemacetan yang ada,” ucap Sigit.

Lebih dalam, Sigit memaparkan, pada arus mudik tahun ini, jumlah kecelakaan lalu lintas menurun sebesar 3,23 persen. Sedangkan, angka fatalitas atau korban meninggal dunia menurun 24,61 persen dibandingkan pada Operasi Ketupat 2025.

“Oleh karena itu tentunya saya ucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat pemudik,” ucap Sigit.

Sementara itu, Sigit tak lupa mengimbau kepada seluruh pemudik untuk tetap mengutamakan keselamatan. “Kita tetap berpesan tolong hati-hati di jalan, manfaatkan rest area, manfaatkan pos-pos terpadu yang bisa digunakan untuk beristirahat dan jangan buru-buru untuk cepat sampai namun kemudian membahayakan keselamatan diri maupun keselamatan pengguna jalan yang lain,” tutup Sigit.

banner 468x60

 

Dengan kerendahan hati,kami mengucapkan :

*Selamat Iedul Fitri 1 Syawal 1447 H.*

_Mohon ma’af zhahir & bathin._

*تقبل الله منا و منكم، صيامنا و صيامكم، قيامنا و قيامكم، تقبل يا كريم…*

*_‌TAQOBBALA-LLAAHU MINNAA WA MINKUM, SHIYAAMANA, WA SHIYAAMAKUM, QIYAAMANA WA QIYAAMAKUM, TAQOBBAL YA KARIIM…_*

_Aamiin yaa Rabbal ‘aalamiin… 🤲🏻_

*Allahumma shalli ‘aala Muhammad wa ‘aala ‘aali Muhammad*

Salam Ta’ziem
Asriani (Kabiro Bekasi)

بِسْــــــــــــــمِاللهِالرَّحْمَنِالرَّحِيْــــــــــــــمِ
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه
Dengan segala kerendahan hati, Saya menghaturkan :
*Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H*
ْTaqabalallahu Minna wa minkum Shiyamana wa shiyamakum Jaallanallahu minal Aidin Wal Faizin
*MOHON MAAF LAHIR & BATHIN*
Semoga Allah SWT mengampuni Kita semua dan Kita kembali dalam keadaan fitrah dengan membawa berkah Ramadhan –
Aamiin Yaa Rabbal’Aalamiin.
Maya Royan S (Bendahara Jalur Selebriti News)

*السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِوَبَرَكَاتُه*
Dengan segala kerendahan hati kami selaku pimpinan Redaksi Media Jalur Selebriti News mengucapkan ..
Taqabbalallahu minna wa minkum… Semoga Allah menerima amal ibadah kita semua…..
Selamat hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H mohon maaf lahir dan batin
Zaenal Langgar (Pimred )
*وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

Jakarta, Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) DKI Jakarta menyatakan dukungan penuh terhadap semangat “Jaga Jakarta” yang digaungkan Polda Metro Jaya dalam rangka menciptakan suasana aman dan kondusif selama Ramadan hingga Idulfitri 1447 Hijriah.

Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Umum DPW BKPRMI DKI Jakarta, Nanang Jahidin, di kediamannya di Jakarta Selatan, Kamis (19/3/2026).

Ia menilai berbagai kegiatan yang diinisiasi Polda Metro Jaya menjadi langkah positif dalam menjaga stabilitas dan ketertiban masyarakat, khususnya di momentum bulan suci Ramadan.
Nanang Jahidin merujuk pada kegiatan Night Run Ops Ketupat Jaya 2026 yang digelar Polda Metro Jaya beberapa hari lalu, Jumat (13/3/2026) malam.

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri tersebut dinilai mampu menghadirkan ruang sehat dan produktif bagi generasi muda di tengah suasana Ramadan.

“Kegiatan seperti Night Run yang diinisiasi oleh Polda Metro Jaya merupakan langkah kreatif dan positif dalam menjaga situasi kamtibmas. Ini sejalan dengan semangat ‘Jaga Jakarta’ yang tidak hanya menekankan keamanan, tetapi juga membangun kebersamaan dan energi positif di tengah masyarakat,” ujar sebutnya.

Ia juga mengapresiasi pernyataan Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri yang mendorong agar kegiatan positif seperti ini terus dihidupkan sebagai wadah bagi generasi muda.

“Sebagaimana disampaikan Bapak Kapolda, kegiatan ini patut terus dihidupkan. BKPRMI DKI Jakarta juga mendukung ‘Jaga Jakarta’ dan turut mensyiarkan nilai-nilai kedamaian demi menjaga ketenangan ibu kota negara, khususnya menjelang Hari Raya Idulfitri,” tegasnya.

Nanang menambahkan, peran pemuda masjid sangat strategis dalam menciptakan suasana yang damai dan penuh keberkahan di tengah masyarakat. Ia mengajak seluruh elemen umat untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat ukhuwah Islamiyah dan menjaga persatuan.

Panutan kader BKPRMI Jakarta ini juga memaparkan bahwa Islam sangat menekankan pentingnya kedamaian dan persaudaraan.

“Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Hujurat ayat 10, yang mengatakan, sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat,” tuturnya merujuk pada Al-Quran.

“Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW juga bersabda, seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya, tidak menzaliminya dan tidak membiarkannya disakiti.” merujuk HR. Bukhari dan Muslim.

Nanang menegaskan, nilai-nilai tersebut harus menjadi landasan dalam kehidupan bermasyarakat, terutama di kota besar seperti Jakarta yang memiliki dinamika tinggi.

“Ramadan adalah bulan penuh rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka. Sudah sepatutnya kita mengisinya dengan kegiatan yang membawa kedamaian, bukan justru menimbulkan kegaduhan. Mari kita jaga Jakarta bersama, dengan iman, akhlak, dan kepedulian sosial,” tutupnya.

 

Jakarta Barat – Semangat berbagi di bulan suci Ramadhan kembali ditunjukkan oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) LSM Harapan Rakyat Indonesia Maju (HARIMAU) Jakarta Barat. Dengan penuh kepedulian, jajaran pengurus turun langsung ke jalan membagikan ratusan paket ta’jil kepada masyarakat di Perempatan Srengseng, Jakarta Barat, sebelum melanjutkan kegiatan dengan buka puasa bersama. Senin, 16/03/2026.

Sejak sore hari, para pengurus LSM HARIMAU tampak berdiri di tepi jalan membagikan ta’jil kepada para pengendara, pengguna jalan, serta masyarakat sekitar yang tengah menjalankan ibadah puasa. Senyum dan ucapan terima kasih dari masyarakat menjadi pemandangan hangat yang mewarnai kegiatan tersebut.

Aksi sosial ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Banyak pengendara yang melintas merasa terbantu dengan adanya pembagian ta’jil tersebut, terlebih bagi mereka yang masih berada di perjalanan saat waktu berbuka hampir tiba.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua DPC LSM HARIMAU Jakarta Barat, Ika Gatot, bersama Sekretaris DPC, Eko Setiawan, serta turut dihadiri Ketua DPW DKI Jakarta. Hadir pula para Ketua PAC se-Jakarta Barat, di antaranya Ketua PAC Kembangan, Ketua PAC Kalideres, Ketua PAC Kebon Jeruk, dan Ketua PAC Palmerah, serta seluruh jajaran pengurus DPC dan PAC LSM HARIMAU Jakarta Barat.

Ketua DPC LSM HARIMAU Jakarta Barat, Ika Gatot, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian organisasi terhadap masyarakat sekaligus wujud nyata semangat berbagi di bulan yang penuh berkah.

“Ramadhan mengajarkan kita untuk saling peduli dan berbagi. Melalui kegiatan ini kami ingin menunjukkan bahwa LSM HARIMAU tidak hanya hadir dalam fungsi kontrol sosial, tetapi juga hadir untuk berbagi kebahagiaan dengan masyarakat,” ungkapnya.

Setelah kegiatan pembagian ta’jil selesai, seluruh pengurus melanjutkan rangkaian acara dengan buka puasa bersama di DHE BAGOES Coffee & Resto, Jakarta Barat. Suasana kebersamaan dan kekeluargaan terasa hangat, mempererat silaturahmi antar pengurus serta memperkuat solidaritas organisasi.

Sementara itu, Sekretaris DPC LSM HARIMAU Jakarta Barat, Eko Setiawan, menegaskan bahwa kegiatan sosial seperti ini akan terus dilakukan sebagai bentuk komitmen organisasi untuk terus hadir dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Kami ingin menjadikan kegiatan berbagi ini sebagai budaya organisasi. Semoga apa yang kami lakukan hari ini dapat membawa manfaat dan menjadi ladang kebaikan bagi kita semua,” ujarnya.

Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama dan buka puasa bersama seluruh pengurus serta tamu undangan yang hadir, menandai semangat kebersamaan yang terus dijaga oleh keluarga besar LSM HARIMAU.

Melalui kegiatan ini, DPC LSM HARIMAU Jakarta Barat berharap semangat berbagi, solidaritas, dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh di tengah masyarakat, khususnya di wilayah Jakarta Barat.

DPC LSM HARIMAU JAKARTA BARAT
“Bersama Rakyat, Mengawal Keadilan.”

(Maya Royan.S)

Jakarta, 16 Maret 2026 – Pengurus Wilayah (PW) Media Independen Online (MIO) Indonesia Provinsi DKI Jakarta menggelar kegiatan sosial pembagian takjil bagi pengendara sepeda motor yang melintas di kawasan Jakarta Timur, Senin (16/3/2026).
Kegiatan berbagi takjil tersebut berlangsung di pertigaan Jalan Pedati Selatan dan Jalan Gongseng Timur Raya, menjelang waktu berbuka puasa. Para pengendara yang melintas tampak antusias menerima paket takjil yang dibagikan langsung oleh para pengurus organisasi.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua PW MIO Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Gito Ricardo, didampingi Sekretaris PW MIO Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Alam Massiri, serta Bendahara PW MIO Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Bainana Bachty.
Turut hadir pula Ketua Umum PP MIO Indonesia, AYS Prayogie, yang memberikan dukungan terhadap kegiatan sosial tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat selama bulan suci Ramadan.
Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua PD MIO Indonesia Kota Jakarta Timur, S. Erfan Nurali, serta Komandan Resimen Penanggulangan Bencana (BAGANA) PD MIO Indonesia Kota Jakarta Timur, Titik Suparti, yang turut membantu kelancaran pelaksanaan kegiatan di lapangan.
Pembagian takjil dilakukan secara tertib di pinggir jalan dengan tetap memperhatikan keselamatan para pengguna jalan. Paket takjil diberikan kepada para pengendara sepeda motor yang melintas menjelang waktu berbuka puasa sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat yang masih berada di perjalanan saat waktu berbuka tiba.
Ketua PW MIO Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Gito Ricardo, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian sosial sekaligus bentuk kebersamaan antara insan pers dan masyarakat.
“Kegiatan berbagi takjil ini adalah bentuk kepedulian kami kepada masyarakat, khususnya para pengendara yang masih berada di jalan menjelang waktu berbuka puasa. Ramadan mengajarkan kita untuk saling berbagi dan memperkuat rasa kebersamaan,” ujar Gito Ricardo di sela kegiatan.
Sementara itu, Ketua Umum PP MIO Indonesia, AYS Prayogie, menyampaikan bahwa kegiatan sosial seperti ini menjadi bagian dari komitmen organisasi untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam kerja jurnalistik tetapi juga dalam aksi kemanusiaan.
“MIO Indonesia tidak hanya berperan sebagai organisasi yang menaungi media online, tetapi juga harus mampu memberikan kontribusi sosial kepada masyarakat. Kegiatan berbagi takjil ini menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian kami kepada masyarakat di bulan Ramadan,” kata AYS Prayogie.
Kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi antara pengurus MIO Indonesia di berbagai tingkatan, sekaligus menunjukkan komitmen organisasi dalam menjalankan kegiatan sosial kemasyarakatan di tengah masyarakat.
Para pengendara yang menerima takjil pun menyambut baik kegiatan tersebut dan menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang ditunjukkan oleh jajaran pengurus MIO Indonesia.

 

Oleh: Nandan Limakrisna*

Oligarkinomics dan Konsentrasi Kekuatan Modal

Dalam perbincangan ekonomi nasional, kita sering mendengar istilah oligarki ekonomi, yaitu kondisi ketika kekuatan ekonomi terkonsentrasi pada kelompok kecil pemilik modal besar. Pola ini melahirkan apa yang oleh sebagian pengamat disebut sebagai Oligarkinomics, yaitu sistem ekonomi yang sangat bergantung pada kekuatan modal besar, jaringan korporasi, dan penguasaan pasar oleh segelintir pelaku usaha.

Dalam praktiknya, sistem seperti ini sering berjalan sangat pragmatis. Logika bisnis yang digunakan sederhana: selama menghasilkan keuntungan, hampir semua cara dianggap sah. Bunga, riba, spekulasi, bahkan praktik bisnis yang berada di wilayah abu-abu moral sering dianggap sebagai bagian dari mekanisme pasar.

Di sinilah letak salah satu kelemahan mendasar dari sistem ekonomi yang terlalu didominasi oleh kekuatan modal besar. Ketika orientasi bisnis hanya pada keuntungan, dimensi moral dan keadilan ekonomi sering kali terabaikan.

Pertanyaan Penting tentang Ekonomi Berbasis Kejujuran

Namun di tengah situasi seperti itu, muncul pertanyaan yang jarang diajukan secara serius:

Mengapa kita tidak optimistis membangun kekuatan ekonomi rakyat yang berbasis pada kejujuran?
Indonesia memiliki jutaan pelaku usaha kecil. Mereka adalah petani, pedagang kecil, pengrajin, pelaku UMKM, dan berbagai usaha keluarga yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat. Mereka mungkin tidak memiliki modal besar, tetapi memiliki satu kekuatan yang sering diabaikan dalam teori ekonomi modern: kepercayaan dan kejujuran.

Dalam ekonomi rakyat, hubungan bisnis sering dibangun bukan hanya atas dasar kontrak formal, tetapi juga atas dasar kepercayaan sosial. Nilai-nilai seperti amanah, kejujuran, dan saling membantu justru menjadi fondasi penting dalam keberlangsungan usaha kecil.

Refleksi: Fondasi Moral dalam Sistem Ekonomi

Di titik inilah seorang wartawan pernah bertanya dengan nada reflektif:

Jika kelemahan Oligarkinomics terletak pada rapuhnya fondasi moral, mengapa kita tidak membangun sistem ekonomi yang justru bertumpu pada kejujuran?

Pertanyaan sederhana ini membuka ruang bagi pendekatan baru dalam membangun ekonomi rakyat. Salah satunya adalah melalui Snowball Business Model (SBM).

Snowball Business Model (SBM): Kolaborasi Ekonomi Komunitas

Snowball Business Model merupakan model bisnis yang menekankan kolaborasi komunitas. Dalam model ini, anggota komunitas tidak hanya berperan sebagai produsen, tetapi juga sebagai konsumen dan promotor bagi produk anggota lainnya.

Dengan mekanisme seperti ini, jaringan usaha berkembang seperti bola salju yang terus membesar seiring bertambahnya partisipasi anggota.

Yang membuat model ini menarik adalah fondasinya yang bertumpu pada kepercayaan. Ketika anggota komunitas saling membeli produk, saling mempromosikan, dan saling mendukung, maka ekosistem ekonomi yang terbentuk tidak hanya berbasis transaksi, tetapi juga berbasis solidaritas sosial.

Dalam sistem seperti ini, kejujuran bukan sekadar nilai moral, tetapi menjadi modal ekonomi.

Kepercayaan sebagai Modal Ekonomi

Semakin tinggi tingkat kepercayaan dalam sebuah komunitas bisnis, semakin rendah biaya transaksi yang harus dikeluarkan.

Konflik dapat diminimalkan, kerja sama lebih mudah dibangun, dan pasar berkembang secara lebih stabil.

Snowball Business Model tidak dimaksudkan untuk menggantikan sepenuhnya sistem ekonomi yang ada. Industri besar tetap memiliki peran penting dalam pembangunan nasional. Namun penguatan ekonomi rakyat melalui jaringan kolaborasi seperti SBM dapat menjadi pelengkap yang memperkuat fondasi ekonomi bangsa.

Penguatan Ekonomi Rakyat dan Stabilitas Nasional

Sejarah menunjukkan bahwa ekonomi yang kuat bukan hanya ditopang oleh perusahaan besar, tetapi juga oleh jutaan usaha kecil yang dinamis dan saling terhubung.

Ketika ekonomi rakyat kuat, maka:
• Pasar domestik menjadi lebih stabil
• Ketimpangan ekonomi dapat ditekan
• Ketahanan ekonomi nasional menjadi lebih kokoh

Dalam konteks inilah optimisme terhadap ekonomi rakyat menjadi penting. Jika sistem ekonomi besar sering kali rapuh karena terlalu bergantung pada kekuatan modal, maka ekonomi rakyat justru dapat menjadi kuat karena bertumpu pada kepercayaan.

Kejujuran sebagai Fondasi Masa Depan Ekonomi

Kejujuran mungkin terlihat sederhana, tetapi dalam jangka panjang ia bisa menjadi fondasi yang jauh lebih kokoh daripada sekadar kekuatan modal.

Dan mungkin di situlah masa depan ekonomi Indonesia dapat dibangun: bukan hanya dari kekuatan modal besar, tetapi dari kekuatan jutaan rakyat yang saling percaya dan saling menguatkan.

* Nandan Limakrisna adalah Guru Besar Ilmu Manajemen di Universitas Persada Indonesia YAI (UPI YAI) yang menaruh perhatian pada kajian strategi bisnis, pemasaran, serta pengembangan ekonomi berbasis komunitas. Ia aktif menulis dan memberikan pemikiran mengenai pemberdayaan UMKM, model bisnis kolaboratif, dan penguatan ekonomi rakyat. Melalui berbagai tulisan dan forum akademik, ia juga memperkenalkan konsep Snowball Business Model (SBM) sebagai pendekatan pengembangan ekosistem ekonomi komunitas. Pemikirannya banyak menyoroti pentingnya sinergi antara industrialisasi nasional dan ekonomi rakyat dalam pembangunan ekonomi Indonesia.

 

Oleh: Nandan Limakrisna*

Gagasan Soemitronomics kembali mengemuka dalam diskursus ekonomi Indonesia. Pemikiran Prof. Soemitro Djojohadikusumo tersebut menekankan pentingnya pembangunan ekonomi nasional melalui industrialisasi, penguatan kapitalisme nasional, serta peran negara dalam mengarahkan pembangunan.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global saat ini, gagasan tersebut kembali terasa relevan. Indonesia memang membutuhkan industrialisasi agar tidak terus bergantung pada ekspor bahan mentah dan kekuatan ekonomi global. Pembangunan industri nasional, penguasaan rantai pasok, dan penguatan investasi domestik menjadi prasyarat penting bagi kemandirian ekonomi bangsa.

Namun dalam membicarakan pembangunan ekonomi nasional, ada satu pertanyaan yang sering terlupakan: di mana posisi ekonomi rakyat dalam kerangka besar tersebut?

Selama ini pembangunan ekonomi Indonesia cenderung bergerak dari atas ke bawah. Negara merancang kebijakan, investasi besar didorong, dan industri nasional dibangun melalui berbagai program strategis. Pendekatan ini memang mampu menghasilkan pertumbuhan ekonomi secara makro. Akan tetapi, tanpa fondasi ekonomi rakyat yang kuat, pertumbuhan tersebut sering kali tidak sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat luas.

Karena itu pembangunan ekonomi nasional membutuhkan keseimbangan antara strategi dari atas dan penguatan dari bawah.

Di sinilah pendekatan Snowball Business Model (SBM) menjadi relevan.

Model ini berangkat dari prinsip sederhana bahwa masyarakat tidak hanya berperan sebagai konsumen, tetapi juga sebagai produsen dan promotor dalam satu jaringan ekonomi yang saling terhubung. Dalam sistem ini, anggota komunitas melalui koperasi atau jaringan usaha bersama menghasilkan produk, mengonsumsi produk sesama anggota, sekaligus mempromosikan produk tersebut kepada masyarakat yang lebih luas.

Dengan mekanisme seperti ini, pasar tidak lagi bergantung sepenuhnya pada kekuatan eksternal. Pasar terbentuk dari dalam komunitas itu sendiri dan berkembang seperti bola salju yang terus membesar seiring meningkatnya partisipasi anggota.

Kepastian pasar inilah yang sering menjadi persoalan utama bagi usaha kecil dan menengah. Banyak pelaku UMKM sebenarnya mampu memproduksi barang yang berkualitas, tetapi kesulitan memperoleh akses pasar yang stabil. Ketika pasar tidak pasti, modal dan kredit pun menjadi risiko yang berat.

Melalui pendekatan Snowball Business Model, ekosistem ekonomi dibangun secara bertahap dari jaringan komunitas yang saling memperkuat. Ketika pasar domestik semakin kuat, maka industri nasional juga memperoleh manfaat karena memiliki basis konsumen yang luas dan stabil.

Dalam perspektif ini, Soemitronomics dan Snowball Business Model sebenarnya bukan dua konsep yang saling bertentangan. Keduanya justru dapat saling melengkapi.

Soemitronomics memperkuat ekonomi dari atas melalui industrialisasi nasional.
Snowball Business Model memperkuat ekonomi dari bawah melalui jaringan ekonomi rakyat.

Jika kedua pendekatan ini berjalan bersamaan, maka Indonesia tidak hanya membangun industri nasional yang kuat, tetapi juga memiliki fondasi ekonomi rakyat yang kokoh.

Sejarah menunjukkan bahwa negara-negara yang berhasil membangun kekuatan ekonominya biasanya memiliki dua pilar utama: industri nasional yang maju dan ekonomi masyarakat yang dinamis. Struktur ekonomi yang seimbang seperti ini membuat perekonomian lebih tahan terhadap krisis dan lebih merata dalam distribusi kesejahteraan.

Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan model pembangunan ekonomi yang mengintegrasikan kedua pendekatan tersebut.

Pada akhirnya, kedaulatan ekonomi bangsa tidak hanya ditentukan oleh besarnya investasi atau kekuatan korporasi nasional. Kedaulatan ekonomi juga ditentukan oleh seberapa kuat rakyat menjadi pelaku utama dalam kegiatan ekonomi.

Soemitronomics dapat membangun kekuatan ekonomi nasional dari atas.
Namun ekonomi rakyat juga perlu dibangun dari bawah.

Di titik inilah Snowball Business Model dapat menjadi salah satu jalan untuk memperkuat fondasi ekonomi Indonesia.

——

Nandan Limakrisna adalah Guru Besar Ilmu Manajemen di Universitas Persada Indonesia YAI (UPI YAI) yang menaruh perhatian pada kajian strategi bisnis, pemasaran, serta pengembangan ekonomi berbasis komunitas. Ia aktif menulis dan memberikan pemikiran mengenai pemberdayaan UMKM, model bisnis kolaboratif, dan penguatan ekonomi rakyat. Melalui berbagai tulisan dan forum akademik, ia juga memperkenalkan konsep Snowball Business Model (SBM) sebagai pendekatan pengembangan ekosistem ekonomi komunitas. Pemikirannya banyak menyoroti pentingnya sinergi antara industrialisasi nasional dan ekonomi rakyat dalam pembangunan ekonomi Indonesia.

Jakarta – Selebgram sekaligus dokter koas, Cindy Rizap, akhirnya buka suara terkait tudingan yang menyebut dirinya menjadi orang ketiga dalam rumah tangga dokter Riky Febriansyah Saleh dan mantan penyanyi cilik Maissy. Isu tersebut belakangan ramai diperbincangkan di media sosial dan memicu berbagai spekulasi publik.

Menanggapi kabar yang beredar luas tersebut, pihak Cindy memberikan klarifikasi melalui kuasa hukumnya, Machi Achmad. Ia menegaskan bahwa tudingan yang menyebut kliennya terlibat dalam dugaan perselingkuhan tidak benar.

Dalam unggahan Instagram Story akun @machi_achmad, Machi juga menyampaikan bahwa dirinya telah bertemu langsung dengan Cindy dan keluarganya untuk mendengar penjelasan terkait persoalan yang sedang ramai dibicarakan tersebut.

“Saya telah bertemu Cindy dan keluarganya, serta mendengarkan ceritanya. Saya siap membela hak-hak hukumnya,” ujar Machi Achmad.

Terkait penunjukannya sebagai kuasa hukum, Machi menegaskan bahwa dirinya telah menerima surat kuasa khusus dari Cindy Rizap untuk menangani persoalan tersebut.

“Mengenai surat kuasa, jelas ada. Sejak awal keluarga Cindy dan Cindy menghubungi kami untuk konsultasi, saya tanyakan juga mereka belum ada kuasa hukum. Jelas kami ada surat kuasa khusus dari Cindy. Perihal ada kuasa lain saya tidak ambil pusing, tinggal ditanyakan saja ada tidak surat kuasanya, karena kata klien kami tidak pernah menunjuk kuasa hukum lain,” jelas Machi.

Ia menambahkan, pihaknya saat ini masih mencadangkan berbagai langkah hukum sambil memantau perkembangan isu yang beredar di publik.

“Kami masih mencadangkan hak-hak hukum klien kami. Yang jelas semua tim hukum memantau. Wait and see,” tambahnya.

Profil Singkat Cindy Rizap

Di luar isu yang sedang ramai diperbincangkan, sosok Cindy Rizap dikenal sebagai lulusan kedokteran dari Universitas Kristen Krida Wacana. Saat ini ia tengah menjalani masa koas sekaligus aktif sebagai influencer di media sosial.

Cindy juga pernah menjadi pembicara dalam sebuah seminar di Universitas Indonesia.

Menariknya, sebelum dikenal sebagai selebgram dan memiliki usaha sendiri, Cindy pernah menekuni dunia olahraga. Ia merupakan atlet karate yang pernah mewakili Indonesia pada ajang Kejuaraan Asia Pasifik 2017, serta meraih gelar juara dalam Kejuaraan Nasional Karate 2015.

Kini, di tengah sorotan publik yang begitu besar, Cindy memilih tetap fokus menjalani aktivitasnya sembari menunggu fakta sebenarnya terungkap.

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.