JAKARTA-JSNews
Sabtu (5/11/2025)
Sosok kreator digital joSSer kembali menarik perhatian publik setelah identitas aslinya terungkap. Jurnalis yang kerap terlibat dalam produksi konten komedi maupun konten pribadi itu ternyata adalah Rahmat Hidayat (49), yang tetap menjalani kesehariannya sebagai petugas parkir di ruas Jalan I Gusti Ngurah Rai, kawasan sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta.
Rahmat, yang akrab disapa Bejos di lingkungan kerjanya, menjadi topik pembicaraan warganet setelah kisah latar hidupnya muncul ke permukaan. Lahir pada 7 Oktober 1976 sebagai anak tunggal, ia kehilangan ayahnya tepat pada hari kelahirannya. Kondisi ekonomi keluarga membuat sang ibu menitipkannya ke Asrama Rumah Piatu Muslimin Kramat Raya. Lingkungan asrama itu, menurut Rahmat, membentuk karakter kedisiplinan dan kemandirian yang melekat hingga kini.
Meski kisah hidupnya memiliki daya tarik tersendiri, Rahmat memilih tidak menjadikannya bahan konten. Ia menekankan bahwa fokusnya adalah menghadirkan tayangan positif dan tetap bekerja sebagaimana biasanya.
“Saya hanya ingin berkarya dan bekerja jujur. Popularitas bukan tujuan saya,” ujarnya.
Keputusan Rahmat untuk tetap menjalankan tugas sebagai petugas parkir, meski telah dikenal luas melalui media digital, menuai apresiasi dari warganet. Sikap itu dipandang sebagai cerminan integritas dan konsistensi terhadap pekerjaan, di tengah budaya digital yang kerap menjadikan pencitraan sebagai ukuran keberhasilan.
Rahmat juga membawa identitas budaya Minangkabau dari garis keturunan ibunya, khususnya dari suku Koto. Nilai-nilai seperti keteguhan dan kemandirian diyakini turut membentuk cara ia memandang perjalanan hidup serta tanggung jawab sehari-harinya.
Fenomena joSSer memperlihatkan bagaimana figur digital dari kalangan pekerja dapat menghadirkan perspektif berbeda mengenai ketenaran di era media sosial. Kehadiran Rahmat membuka ruang diskusi mengenai relasi antara identitas, pekerjaan, dan persepsi publik di tengah terus berkembangnya lanskap konten digital.
Redaksi
