Jakarta —JSNews



Rabu, 17 Desember 2025

Ketua Umum Koalisi Muda Nusantara (KMN), Supardi, memberikan apresiasi kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) atas langkah cepat dan responsif dengan turun langsung ke lokasi terdampak banjir bandang di sejumlah wilayah Sumatra, yakni Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Supardi menilai kehadiran Polri di tengah masyarakat yang terdampak bencana merupakan bentuk nyata komitmen negara dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada rakyat. Ia secara khusus mengapresiasi langkah Kapolri yang terjun langsung ke Aceh Tamiang sambil membawa bantuan sosial bagi para korban.

“Ini adalah langkah konkret kepolisian dengan turun langsung ke masyarakat, sehingga dapat membantu meringankan beban warga di daerah terdampak bencana,” ujar Supardi.

Menurutnya, Polri telah menunjukkan peran strategis sebagai garda terdepan dalam situasi darurat. Kehadiran aparat di lokasi bencana bukan hanya membantu proses evakuasi dan distribusi bantuan, tetapi juga memberikan rasa aman dan dukungan moral bagi masyarakat.

“Polri adalah pahlawan di saat genting. Turun langsung ke lokasi terdampak banjir membuktikan komitmen kuat untuk terus membantu masyarakat yang membutuhkan,” lanjutnya.

Supardi juga menyampaikan harapan agar Polri terus menjaga kedekatan dengan masyarakat melalui pendekatan yang humanis, tanpa sekat, serta selalu hadir dalam setiap kondisi, baik saat aman maupun saat bencana.

“Keberanian dan kepedulian jajaran Kepolisian RI membuat kami bangga terhadap institusi Polri,” tutupnya.

joSSer
(Wakil Pimred )

banner 468x60

Jakarta — Organisasi kepemudaan Madas Nusantara Muda (MADASNU Muda) menyoroti penyelenggaraan program D’Academy 7 (DA7) yang ditayangkan oleh Indosiar. Mereka menilai mekanisme penentuan peserta lolos hingga juara yang didominasi oleh sistem virtual gift telah menyimpang dari esensi ajang pencarian bakat.
(16/12/25).

Dalam rilis resminya, MADAS Nusantara Muda menyatakan keprihatinan atas praktik tersebut karena dinilai berpotensi merusak nilai keadilan, integritas kompetisi, serta kepercayaan publik, khususnya di kalangan generasi muda.

“Ajang pencarian bakat seharusnya menempatkan kemampuan dan kualitas peserta sebagai penentu utama, bukan kekuatan finansial penonton,” demikian pernyataan sikap MADAS Nusantara Muda, Jakarta, [tanggal rilis].

Menurut MADAS Nusantara Muda, dominasi virtual gift berisiko mengubah ruang ekspresi seni menjadi ruang transaksional. Kondisi ini juga dinilai tidak memberikan teladan yang sehat bagi generasi muda, karena seolah menormalisasi bahwa uang lebih menentukan daripada kompetensi.

Dinilai Berpotensi Langgar Regulasi
MADAS Nusantara Muda juga menyoroti adanya potensi persoalan dari sisi regulasi dan hukum. Mereka merujuk pada Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran yang menegaskan bahwa penyiaran harus berorientasi pada keadilan dan kepentingan publik.

Selain itu, Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) KPI juga disebut melarang konten yang dapat menyesatkan publik. Aspek perlindungan konsumen turut menjadi perhatian, mengingat transaksi virtual gift melibatkan dana masyarakat.

“Kondisi ini diperkuat dengan adanya teguran tertulis dari KPI terhadap program D’Academy 7, yang menunjukkan bahwa persoalan ini nyata dan telah menjadi perhatian regulator,” tegas MADAS Nusantara Muda.

Desak KPI dan Indosiar Bertindak
Atas kondisi tersebut, MADAS Nusantara Muda menyampaikan sejumlah tuntutan. Mereka mendesak Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk melakukan evaluasi mendalam dan terbuka terhadap program DA7.

Selain itu, MADAS Nusantara Muda meminta Indosiar melakukan koreksi mekanisme penilaian agar lebih adil dan proporsional, serta menuntut transparansi penuh terkait peran virtual gift dalam menentukan hasil kompetisi. Mereka juga mengajak publik agar lebih kritis dan sadar terhadap praktik penyiaran yang dinilai berpotensi eksploitatif.

Pernyataan Ketua Umum
Ketua Umum MADAS Nusantara Muda, Abd Kholiq, menegaskan bahwa organisasinya tidak menolak inovasi digital dalam dunia penyiaran. Namun, ia mengingatkan agar inovasi tersebut tidak mengorbankan nilai keadilan.

“Kami tidak menolak inovasi digital dalam dunia penyiaran. Namun ketika sebuah ajang pencarian bakat lebih ditentukan oleh virtual gift daripada kemampuan, maka yang dipertaruhkan bukan sekadar format acara, tetapi keadilan, etika, dan masa depan nilai yang dikonsumsi generasi muda,” ujar Abd Kholiq.

Ia menambahkan, penyiaran nasional tidak boleh memberikan pesan bahwa kemenangan ditentukan oleh modal, bukan kualitas. “Jika ini dibiarkan, maka industri hiburan sedang mengajarkan ketimpangan sebagai sesuatu yang wajar,” tegasnya.

Abd Kholiq menegaskan MADAS Nusantara Muda akan terus mengawal isu ini demi terwujudnya penyiaran nasional yang adil, mendidik, dan bermartabat.

Bekasi-JSNews (16/12/2025)


Di tengah hiruk-pikuk urbanisasi Bekasi yang tak kenal lelah, di mana gedung-gedung pencakar langit berdiri berdampingan dengan pabrik-pabrik raksasa, sebuah ritme berbeda masih bergema kuat, azan subuh yang menggema dari masjid-masjid kecil, suara murottal dari majelis taklim, dan barisan santri berjubah putih yang melangkah tegap menuju pengajian. Bekasi, kota penyangga Jakarta dengan pertumbuhan penduduk mencapai ribuan jiwa setiap tahun, menjadi saksi bagaimana industrialisasi pesat bertemu dengan keteguhan iman. Masyarakatnya yang heterogeny campuran migran dari berbagai daerah tetap mempertahankan napas religius melalui tradisi seperti tahlilan, maulid, dan marhabanan, di mana santri bukan sekadar pelajar agama, melainkan penjaga obor nilai keislaman di lautan modernitas.

Pesantren di Bekasi, dengan budaya santri yang kental akan kesederhanaan, disiplin, dan adab, menjadi benteng tak terlihat yang membentuk identitas budaya lokal. Saat santri berbaur dengan warga urban, nilai-nilai mereka meresap ke dalam kehidupan sehari-hari, dari pembinaan remaja di pinggir jalan hingga pengajian keliling di perumahan elit. Namun, di balik kontribusi strategis ini sebagai agen moral, kultural, dan sosial, peran santri sering terlupakan dalam diskursus akademik yang lebih sibuk membahas urbanisasi atau budaya Betawi. Penelitian ini hadir untuk mengungkap lapisan tersebut, menawarkan wawasan komprehensif tentang bagaimana santri tidak hanya bertahan, tapi justru memperkaya kain budaya Bekasi di era perubahan yang tak terelakkan.

Santri Sebagai Penguat Tradisi Keagamaan Masyarakat Bekasi
Hasil telaah literatur menunjukkan bahwa santri memiliki peran penting dalam menjaga tradisi keagamaan masyarakat Bekasi yang selama ini dikenal

dengan karakter religius dan dekat dengan tradisi Betawi-Islam. Kehadiran santri dari pesantren lokal maupun santri yang kembali ke rumah masing-masing memberikan kontribusi pada berbagai kegiatan keagamaan masyarakat, seperti pengajian rutin, tahlilan, majelis taklim, peringatan Maulid Nabi, dan marhabanan.
Budaya santri yang sarat nilai adab, kesederhanaan, serta kedisiplinan dalam ibadah menjadi teladan bagi lingkungan sekitar. Nilai-nilai tersebut membantu mempertahankan atmosfer religius di tengah kehidupan Bekasi yang semakin modern dan urban. Di beberapa wilayah Bekasi, santri juga berperan dalam menghidupkan tradisi membaca kitab kuning dan kegiatan pendidikan nonformal, sehingga tradisi intelektual keislaman tetap terpelihara.

Kesimpulan
Santri memiliki peran penting dalam membentuk budaya masyarakat Bekasi dengan membawa nilai-nilai religius, moral, dan tradisi pesantren ke dalam kehidupan sosial. Melalui keterlibatan dalam pengajian, pendidikan agama, kegiatan keagamaan lokal, serta keteladanan akhlak, santri turut menjaga identitas keislaman masyarakat di tengah arus urbanisasi yang pesat. Kehadiran mereka membantu mempertahankan tradisi keagamaan lokal dan memperkuat literasi keislaman di berbagai lapisan masyarakat.

Selain menjadi penjaga tradisi, santri juga berperan sebagai penghubung antara budaya lokal Bekasi dengan nilai-nilai Islam, sehingga tercipta harmoni antara adat setempat dan ajaran agama. Meskipun menghadapi tantangan modernisasi dan perubahan gaya hidup masyarakat, santri tetap memiliki peluang besar untuk beradaptasi melalui kegiatan sosial dan pemanfaatan media digital. Secara keseluruhan, budaya santri tetap relevan dan berpengaruh dalam menjaga karakter religius serta kesinambungan budaya masyarakat Bekasi.

Penulis:
Salma Aliya Munisa
Mahasiswa Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam
Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

Labschool-JSNews

Jakarta menggelar kegiatan Pentas Seni (Pensi) sebagai ajang kreativitas dan ekspresi siswa. Acara ini merupakan inisiatif pihak sekolah dan komite siswa, yang bertujuan memberikan ruang pengembangan bakat serta mempererat kebersamaan antarwarga sekolah.

Dalam kegiatan tersebut, Bank BRI Kebayoran Baru turut berpartisipasi mendukung pelaksanaan acara. Pimpinan Cabang Bank BRI Kebayoran Baru, Yoga Aditia Pratama, menyampaikan bahwa pihaknya hadir sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan positif yang diadakan Labschool Jakarta.

Yoga menambahkan bahwa acara ini juga menjadi kesempatan untuk mengenalkan layanan perbankan kepada pelajar, khususnya tabungan dan aplikasi BRImo. “Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan akuisisi rekening tabungan dan BRImo,” ujarnya.

BRI memiliki berbagai program dan promosi bagi segmen pelajar, seperti Tabungan BRI Simpel, yang dirancang untuk menumbuhkan budaya menabung sejak dini di kalangan siswa. Melalui program ini, diharapkan para pelajar dapat lebih mudah mengelola keuangan dan terbiasa menggunakan layanan digital.

“Semoga dengan kegiatan ini, penggunaan tabungan dan BRImo semakin meningkat serta memudahkan siswa-siswi dalam melakukan transaksi,” tambah Yoga.

Kegiatan Pensi tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh terkait, antara lain:

  • Bapak Sarwoko, M.M., Kepala Suku Dinas Pendidikan Jakarta Selatan
  • Prof. Dr. Totok Bintoro, M.Pd., Kepala BPS Labschool
  • Ibu Yulinda Asnita, Kepala SMP Labschool Kebayoran
  • Bapak Achmad Syarief, Camat Kebayoran Baru
  • Bapak Achmad Syarief, Lurah Kramat Pela
  • Bapak Yoga Aditia Pratama, Pimpinan Cabang BRI KC Kebayoran Baru

Pentas seni ini berlangsung meriah dan tidak hanya menjadi ruang kreativitas, tetapi juga sarana edukasi finansial bagi para pelajar yang hadir.

JSNEWS – PAGAR ALAM – Tim sepak bola veteran kebanggaan Kabupaten Muara Enim, Muara Enim Legend, turut ambil bagian dalam memeriahkan turnamen sepak bola semi liga Kapolres Pagar Alam Cup U-42.Pembukaan turnamen bergengsi ini digelar meriah di Alun-Alun Selatan Kota Pagar Alam, Sabtu (13/12/2025).

Ajang ini menjadi wadah silaturahmi bagi para pecinta sepak bola usia 42 tahun ke atas, yang diikuti oleh enam tim tangguh dari berbagai daerah, yakni:

  • Old Star (Olstar) Pagar Alam A
  • Olstar Pagar Alam B
  • Olstar Tanjung Enim
  • Olstar Lahat
  • Olstar Empat Lawang
  • Muara Enim Legend

Jalannya Pertandingan
Perjuangan Muara Enim Legend di lapangan hijau berlangsung sengit meski hasil akhir belum berpihak. Pada laga perdana, Muara Enim Legend berhadapan dengan tuan rumah, Olstar Pagar Alam A. Pertandingan berjalan ketat dengan aksi saling balas serangan, namun Muara Enim Legend harus mengakui keunggulan lawan dengan skor tipis 2-3. Dua gol borongan Muara Enim Legend pada laga ini dicetak oleh Memey (Meycun).

Berlanjut ke laga kedua, Muara Enim Legend bertemu dengan tim kuat lainnya, Olstar Lahat. Pertandingan kembali berjalan seru dan berakhir dengan skor identik, yakni 2-3 untuk kemenangan Olstar Lahat. Gol balasan dari Muara Enim Legend masing-masing disumbangkan oleh Mas Kris (Kristanto) dan Abang Kris (Kristian).
Dengan hasil dua kali kekalahan tersebut, langkah Muara Enim Legend harus terhenti dan gagal melaju ke babak selanjutnya.
Semangat Pantang Menyerah
Meskipun belum berhasil membawa pulang trofi juara, semangat sportivitas tetap ditunjukkan oleh skuad Muara Enim Legend. Keikutsertaan dalam turnamen yang diinisiasi langsung oleh Kapolres Pagar Alam ini dinilai sebagai pengalaman berharga dan momen kebanggaan tersendiri bagi tim.

Koordinator Muara Enim Legend, Frans, pada media ini Senin (15/12/2025), menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan turnamen ini. Ia menegaskan bahwa kalah dan menang adalah hal biasa dalam pertandingan, namun semangat kebersamaan adalah yang utama.

“Walaupun belum meraih kemenangan, tim Muara Enim Legend merasa bangga dan senang bisa ikut serta dalam kegiatan positif yang diadakan langsung oleh Bapak Kapolres Pagar Alam,” ungkap Frans.

Ia juga menambahkan harapan bagi timnya untuk masa depan.

“Semoga ke depannya Muara Enim Legend dapat meraih kemenangan, terus berbenah, dan bisa membanggakan Kabupaten Muara Enim tercinta,” pungkasnya.

Jakarta-JSNews



Minggu 14/12/2025
Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) terus berupaya untuk meningkatkan kesadaran publik mengenai bahaya asbes, material yang hingga kini masih banyak digunakan di Indonesia dan menyimpan risiko serius bagi kesehatan pekerja serta masyarakat umum.

Aktivis senior KSPI, Sofyan Abdul Latief, menegaskan bahwa bahaya asbes sering kali tidak disadari karena dampaknya tidak muncul secara langsung.

“Asbes adalah ancaman yang tidak terlihat dan tidak berbau, tetapi dampaknya sangat serius. Banyak pekerja dan warga tidak tahu bahwa mereka terpapar asbes setiap hari, baik di tempat kerja maupun di rumah,” ujar Sofyan dalam Konferensi Pers KSPI, Sabtu (13/2025).

Menurutnya, kampanye ini penting untuk memastikan pekerja dan masyarakat memahami risiko jangka panjang paparan asbes dan tidak lagi menganggapnya sebagai material biasa.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan asbes sebagai salah satu karsinogen terpenting di tempat kerja. Paparan terhadap seluruh jenis asbes, termasuk krisotil, diketahui dapat menyebabkan mesotelioma, kanker paru-paru, kanker laring dan ovarium, asbestosis, serta penyakit pleura. WHO juga menegaskan bahwa tidak ada ambang batas aman untuk paparan asbes.

Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dari KSPI, Ridwan Panjaitan, menekankan bahwa aspek pencegahan dan informasi merupakan kunci perlindungan.

“Dari perspektif K3, asbes adalah bahaya laten. Sekali seratnya terhirup, ia bisa menetap di paru-paru dan menimbulkan penyakit puluhan tahun kemudian. Karena itu, pekerja dan masyarakat harus diberi informasi yang jelas tentang risiko ini,” jelas Ridwan.
Ia menambahkan bahwa penguatan edukasi K3 dan kewaspadaan terhadap material yang mengandung asbes harus menjadi bagian dari budaya keselamatan kerja.

Di Indonesia, asbes masih ditemukan pada berbagai produk dan material, seperti atap dan pipa semen asbes, ubin lantai dan langit-langit, isolasi boiler dan pipa, rem dan kopling otomotif, tangki air, serta material konstruksi lainnya. Data menunjukkan 12,85% rumah tangga di Indonesia masih menggunakan atap berbahan asbes (2023), sehingga potensi paparan tidak hanya dialami pekerja industri, tetapi juga masyarakat luas.

Sejumlah temuan medis juga mencatat adanya penyakit terkait asbes pada warga non-industri yang tinggal lama di rumah beratap asbes, serta pada pekerja konstruksi dengan paparan jangka panjang. Fakta ini menegaskan bahwa bahaya asbes merupakan isu kesehatan publik yang membutuhkan perhatian bersama.

Melalui kampanye ini, KSPI mendorong peningkatan literasi publik tentang bahaya asbes, pentingnya penerapan standar K3, serta hak pekerja dan konsumen untuk mendapatkan informasi yang benar dan transparan mengenai risiko kesehatan dari material yang digunakan di tempat kerja maupun lingkungan permukiman.

“Keselamatan dan kesehatan pekerja harus dimulai dari pengetahuan. Tanpa informasi yang jujur dan terbuka, risiko akan terus diwariskan,” tegas Ridwan.

joSSer
( Wakil Pimred )

Jakarta | JSNews.
Sabtu, 13 Desember 2025

Organisasi kemasyarakatan Timur Indonesia Bersatu (TIB) menghadiri kegiatan Silaturahmi Kamtibmas yang diselenggarakan oleh Polda Metro Jaya pada Sabtu (13/12/2025). Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Polda Metro Jaya dengan mengusung tema “Penguatan Kemitraan Potensi Masyarakat dalam Menjaga Jakarta untuk Mewujudkan Harkamtibmas yang Aman dan Kondusif.”

Acara diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh lima tokoh pemuka agama, sebagai simbol persatuan dan toleransi antarumat beragama. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Direktur Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Harri Muharram Firmansyah.

Kegiatan ini dihadiri oleh puluhan organisasi kemasyarakatan (ormas) yang berada di wilayah DKI Jakarta. Kehadiran berbagai elemen masyarakat tersebut menjadi wujud nyata sinergi dan kolaborasi antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) di Ibu Kota.

Dalam kegiatan tersebut, TIB hadir bersama jajaran pengurus dan anggota, di antaranya Sekretaris Jenderal TIB Bobby Risakota, Ketua DPD TIB Jakarta Timur Martinus Oyong, S.H., S.I.Kom., yang akrab disapa Indra Martin Tator, serta Ketua DPD TIB Bekasi Raya Paulus Tutuarima. Kehadiran TIB juga diperkuat oleh sekitar 20 orang anggota, sebagai bentuk komitmen organisasi dalam mendukung upaya bersama menjaga keamanan dan ketertiban Jakarta.

Melalui kegiatan silaturahmi ini, Polda Metro Jaya menegaskan pentingnya peran serta masyarakat dan organisasi kemasyarakatan sebagai mitra strategis kepolisian. Kolaborasi yang solid diharapkan mampu mencegah potensi gangguan kamtibmas serta menciptakan suasana Jakarta yang aman, damai, dan kondusif.

Perwakilan TIB menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut serta menegaskan kesiapan TIB untuk terus bersinergi dengan aparat kepolisian dan seluruh elemen masyarakat. TIB berkomitmen mendukung program-program positif yang mendorong persatuan, toleransi, dan keamanan demi terwujudnya Jakarta yang harmonis dan berkeadilan.

joSSer
( Wakil Pimred )

Jakarta, JSNews.co – Jumat, 12 Desember 2025 – SMAN 53 Jakarta menjadi tuan rumah penyuluhan anti-bullying & kekerasan (PABK) yang diselenggarakan bersama oleh Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi DKI Jakarta serta Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) DPW DKI Jakarta dan
DPC.GPIB Jakarta Timur. Kegiatan yang diikuti oleh siswa siswi Kelas 10, dan 11 ini bertujuan meningkatkan kesadaran tentang bahaya bullying dan membangun lingkungan sekolah yang aman serta inklusif.

Selama penyuluhan, Bapak Handoko M, S.K.M., M.E narasumber dari Kesbangpol Provinsi DKI Jakarta menjelaskan bentuk-bentuk bullying (fisik, verbal, dan cyber) serta dampaknya terhadap kesejahteraan psikologis korban. Mereka juga memberikan tips praktis bagaimana menghindari, mengidentifikasi, dan melaporkan kasus bullying kepada pihak yang berwenang.

Roadshow semacam ini diwacanakan akan dilaksanakan kontinue di adakan di sekolah sekolah di Provinsi DKI Jakarta.

Selain dihadiri oleh Bapak Handoko M, S.K.M., M.E didampingi pak Yudha kepala sub klompok penangan konflik sosial dari Kesbangpol Provinsi DKI Jakarta turut hadir juga Ketua Umum GPIB Ir.Agung Karang, Departemen kurikulum DPP GPIB Bintang Mahaputra, Wakil Ketua GPIB DPW DKI Jakarta Dani Hendro,
Ketua DPC.GPIB Jakarta Timur Muhammad Amin,SE, wakil ketua DPC GPIB JKT TIMUR
Pak Edy Dwiyanto,SE
Panitia PABK Nani Wijaya , Yenti.

Selain penyuluhan tentang bahaya bullying, kegiatan tersebut juga diwarnai dengan interaktif melalui sesi tanya jawab antara siswa-siswi SMAN 53 dengan narasumber. Para pelajar terlihat antusias mengajukan pertanyaan seputar mekanisme pelaporan kasus bullying, cara membantu teman yang menjadi korban, hingga
strategi membangun keberanian untuk bersuara.

“Kegiatan anti bullying di sekolah SMA 53 ini untuk menghadiri undangan dari teman-teman Gerakan Pendidikan Indonesia Baru DKI Jakarta. Dalam kaitannya memberikan pemahaman edukasi sosialisasi terkait anti bullying dan kekerasan di lingkungan serta pendidikan sekolah dan sekolah yang dipilih dan ditetapkan sebagai Lokasi ada di SMA 53 Jakarta, dilihat dari tadi disampaikan bahwa sekolah ini secara umum tidak ada kasus ataupun kekerasan yang menyangkut siswa maupun tenaga pendidik, sehingga kami melihat bahwa ini menjadi suatu bagian bagaimana sekolah bisa menjadi tempat yang aman nyaman dan selamat buat siswa, karena tanggung jawab itu harus diambil oleh masyarakat,orang tua dan juga guru jadi positif,”tutur Handoko M, S.K.M., M.E dari Kesbangpol Provinsi DKI Jakarta saat ditemui awak setelah acara roadshow, Jumat, (12/12/2025).

Dia lebih lanjut menyampaikan bahwa bagaimana harapan dari tujuan dari pendidikan itu sendiri bisa dicapai kami Kesbangpol dalam hal ini selalu memberikan support terhadap hal-hal yang mendukung bagaimana nanti anak-anak kita sebagai generasi penerus tentu saja yang mendapatkan tongkat estafet menjadi bangsa yang kuat dan tangguh di Indonesia Emas 2045.

Ditempat yang sama Ketua Umum DPP Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) mengatakan Bullying dan kekerasan perlu dicegah

” penyuluhan anti bullying dan kekerasan
Kerjasama kesbangpol provinsi DKI Jakarta saya mengucapkan terima kasih banyak kepada Pak Handoko, kepada Kepala Sekolah yang diwakili oleh Pak Yosef , pak Dolly dan ibu Retno selaku Wakil Kepala Sekolah dan juga kepada semua tim dari GPIB, baru saja selesai melaksanakan penyuluhan, di mohon kedepannya tetap bersinergi, kerjasama yang baik antara GPIB dengan Kesbangpol, dalam rangka anak-anak kita di sekolah-sekolah, kami programkan kepada DPW DKI Jakarta untuk ada penyuluhan bullying, dan syukur Alhamdulillah bahwa di SMAN 53 ini sekolah pertama sebagai sekolah laboratorium Pancasila, akhlak dan karakter benar-benar diterapkan di sini,”terang Agung Karang.

Wakil Kepala Sekolah SMAN 53 Bapak Yosef yang mewakili Kepala Sekolah SMAN 53 Jakarta Dra.Herawati Sihombing,M.Pd ke awak media juga menyampaikan, “Kita sebagai pemerintah hadir dalam masalah ini anti bulling. Bagaimana peran serta masyarakat dalam hal ini lewat GPIB tentu saja dan semua elemen masyarakat yang saling mendukung, Nggak bisa kita bekerja sendiri, kalau mengatasi persoalan ini dan kedepannya sinergi ini harus tetap dijadikan suatu hal yang mungkin,” ucap Yosef Wakil Kepala Sekolah SMAN 53 Jakarta.

“Kemitraan terus antara semua Organisasi dalam mendukung bagaimana menciptakan kondisi sekolah, terutama di DKI Jakarta, khususnya bisa lebih kondusif lagi, bisa menciptakan tadi, aman, nyaman dan ramah buat anak sekolah dan tercipta juga sekolah yang berprestasi unggul dalam hal akademis,”tandasnya.

Di akhir acara diberikan piagam penghargaan dari Organisasi Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) DPW DKI Jakarta yang diserahkan oleh Ketua umum GPIB Ir. Agung Karang kepada Bapak Handoko dari Kesbangpol Provinsi DKI Jakarta dan kepada Kepala sekolah SMA Negeri 53 Jakarta Dra.Herawati Sihombing,M.Pd yang diwakili oleh Wakil Kepala Sekolah bidang kesiswaan Bapak Dolly dan Wakil Kepala Sekolah bidang kurikulum Bapak Yosef dan ditutup dengan sesi foto bersama.

BANDA ACEH – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago, memulai rangkaian kunjungan kerja hari pertama dalam penanganan bencana alam di Sumatera. Didampingi Sesmenko Polkam, Letnan Jenderal TNI Mochammad Hasan, Deputi Bidang Koordinasi Politik Dalam Negeri, Mayor Jenderal TNI Dr. Heri Wiranto, M.M., M.Tr. (Han) dan Stafsus Menko Polkam, Ahmad Dedi. Menkopolkam bersama Pejabat Utama bergerak menuju Posko Utama Penanganan Bencana guna memastikan seluruh unsur pemerintah hadir bekerja secara cepat, terkoordinasi, dan tepat sasaran.

Kehadiran Menko Polkam menunjukan bahwa Negara hadir melalui peran pemerintah untuk masyarakat sebagai langkah nyata, bukan sekedar pernyataan.

Setibanya di posko, Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago menerima paparan langsung dari Kepala BNPB, Letnan Jenderal TNI Suharyanto, mengenai situasi terakhir bencana yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera. Paparan tersebut meliputi kondisi terkini korban, kerusakan infrastruktur, status tanggap darurat, hingga tantangan di lapangan seperti akses yang terputus serta kebutuhan mendesak warga.

Kepala BNPB juga mengatakan strategi percepatan penanganan, termasuk penguatan komando di lapangan, percepatan pendataan, dan prioritas evakuasi serta dukungan logistik. Dalam hal ini, Menkopolkam meminta agar seluruh langkah penanganan dilakukan dengan pendekatan terpadu, mengutamakan keselamatan warga, serta memastikan pemerintah pusat dan daerah bergerak dalam satu arah yang solid.

Menkopolkam langsung meninjau kesiapan alutsista yang dipersiapkan untuk mendukung operasi pencarian, penyelamatan, dan distribusi bantuan. Peninjauan itu dikatakannya mencakup helikopter, kendaraan taktis, peralatan evakuasi, serta perlengkapan penunjang lainnya.

Djamari Chaniago menegaskan bahwa keberadaan alutsista ini bukan hanya sebagai dukungan teknis, melainkan bentuk nyata dari kehadiran Negara yang memastikan seluruh sumber daya dikerahkan untuk menyelamatkan dan memulihkan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, unsur forkopimda turut mendampingi, memperkuat koordinasi antara pusat dan daerah. Kehadiran unsur daerah ini penting untuk memastikan bahwa setiap kebijakan pemerintah pusat dapat diterjemahkan menjadi langkah operasional yang cepat, akurat dan terukur di lapangan.

Pada peninjauan logistik bantuan, Menko Polkam memastikan bahwa seluruh kebutuhan dasar warga terdampak telah dipersiapkan dengan baik. Berdasarkan laporan resmi, bantuan dari Kemenko Polkam akan mengirimkan tambahan bantuan sosial dengan total 74 koli bantuan dan satu unit kendaraan water treatment guna ketersedian air bersih dilokasi bencana.

Bantuan tersebut jelas Djamari Chaniago meliputi kebutuhan pokok masyarakat, “Pemerintah menegaskan bahwa seluruh bantuan akan dikirimkan melalui rute strategis udara untuk menjangkau wilayah yang sulit diakses. Bantuan direncanakan diterbangkan menggunakan pesawat C-130J/A-1339 dengan rute HLM – SMH – RSN – REMBELE – SIM, sehingga distribusi dapat dilakukan lebih merata dan tepat waktu sesuai titik prioritas. “Kata Menko Polkam dilokasi bencana, Kamis (11/12/2025).

Menko Polkam, Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago menegaskan bahwa dukungan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memastikan penanganan bencana berjalan efektif, mulai dari fase tanggap darurat hingga pemulihan awal.

“Kami tidak hanya mengirimkan bantuan, tetapi memastikan setiap dukungan tiba tepat waktu dan menjawab kebutuhan paling mendesak masyarakat. Pengiriman unit water treatment hari ini adalah bukti bahwa pemerintah bergerak cepat untuk memastikan warga Aceh mendapatkan akses air bersih tanpa penundaan. “Pungkas Menko Polkam.[]

Jakarta, JSNews – Sebagai wujud solidaritas dan kepedulian terhadap warga yang terdampak bencana di wilayah Sumatera, SMA Negeri 11 Jakarta yang berlokasi di Jalan Komarudin, Kompleks Pendidikan Cakung, Jakarta Timur, bersama Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB), Komite Sekolah, dan para orang tua siswa menggelar aksi sosial berupa penggalangan serta penyaluran bantuan kemanusiaan.

Kegiatan pengumpulan donasi berlangsung di Aula SMA Negeri 11 Jakarta dengan melibatkan seluruh elemen sekolah, masyarakat umum, serta sejumlah donatur, termasuk dukungan dari PT Bantuan. Adapun bantuan yang terkumpul meliputi beras, mi instan, serta pakaian layak pakai. Donasi tersebut kemudian diserahkan melalui Posko Peduli untuk Sumatera yang dikelola oleh komunitas lokal di wilayah Cakung, Jakarta Timur.

Bantuan direncanakan akan dijemput langsung oleh perwakilan dari pihak penerima dan disalurkan ke tiga daerah terdampak di Sumatera melalui koordinasi bersama jaringan relawan serta komunitas kemanusiaan di lapangan.

Kepala SMA Negeri 11 Jakarta, Ibu Peninana Sinambela, bersama Ketua GPIB, Bapak Amin, menyampaikan apresiasi atas antusiasme seluruh warga sekolah.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan nilai empati, gotong royong, dan rasa kemanusiaan kepada peserta didik, sekaligus memberi kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujar Peninana.

GPIB dan Komite Sekolah menegaskan pentingnya kolaborasi antara dunia pendidikan dan masyarakat dalam menghadapi situasi krisis kemanusiaan. Mereka berharap kegiatan serupa dapat menginspirasi lebih banyak sekolah di Indonesia untuk turut serta dalam aksi sosial berbasis kepedulian.

Inisiatif ini menjadi bukti bahwa lembaga pendidikan tidak hanya berperan sebagai pusat pembelajaran intelektual, tetapi juga sebagai wadah pembentukan karakter dan kepedulian sosial bagi generasi muda.

Reporter: Rahmat Hidayat (joSSer)
Cameramen: Aminudin

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.