Jakarta, JSNews – Kasus yang menimpa seorang pengusaha asal Aceh, Faisal bin Hartono, benar-benar memperlihatkan wajah gelap penegakan hukum di negeri ini. Bayangkan saja, hanya karena konflik bisnis dengan rekannya, Fadh El Fous bin A Rafiq alias Fadh A Rafiq, Faisal harus menanggung beban enam laporan polisi (LP) sekaligus di Polda Metro Jaya. Ironisnya, keenam LP tersebut hanya berputar-putar pada tuduhan penipuan/penggelapan dan kekerasan seksual, tuduhan klise yang kerap dipakai untuk “menghancurkan lawan.”

Lebih mengejutkan lagi, di balik laporan-laporan itu muncul jejak transaksi haram yang menyeret oknum penyidik. Kompol Anggi Fauzi Arfandi Hasibuan, S.H., yang menangani salah satu laporan Yosita Theresia Manangka, terbukti menerima uang suap Rp300 juta dari Yosita dan Fadh A Rafiq. Fakta ini dibongkar dalam sidang kode etik Propam Polda Metro Jaya beberapa waktu yang lalu. Artinya, tuduhan yang disematkan kepada Faisal sejak awal memang dijahit, dipelintir, dan diperdagangkan.

Nama-nama pelapor juga tidak asing. Ada Yosita Theresia Manangka yang dua kali membuat laporan berbeda terhadap Faisal: pertama soal dugaan penggelapan, lalu tiba-tiba “mengaku korban kekerasan seksual.”
Selanjutnya Rully Indah Sari, kader Partai Golkar, yang mendadak melapor bahwa dirinya dilecehkan Faisal pada 30 Oktober 2022. Celakanya, laporan itu baru muncul tiga tahun kemudian. “Luar biasa edan.!!” demikian komentar spontan dari salah satu praktisi hukum.

Fakta di lapangan justru menunjukkan sebaliknya. Pada tanggal yang dituduhkan, kantor Visitama tempat lokasi kejadian versi Rully, sedang tutup karena libur Minggu. Faisal sendiri berada di acara keluarga, sementara “saksi kunci” Fadh A Rafiq sedang berada di Pekanbaru menghadiri pelantikan Bapera Riau. Bagaimana mungkin bisa menjadi saksi dari tempat yang berbeda.
Hal ini menjelaskan bagaimana mafia hukum mengemas kepentingan pribadi sebagai komoditas hukum

Menghadapi tuduhan tuduhan jahat yang direkayasa untuk menzaliminya, akhirnya Faisal didampingi kuasa hukumnya mengadukan kasus ini ke Mabes Polri. Melalui pengacaranya, Dr. Abdul Gofur, S.H., M.H., ia menyerahkan surat setebal tujuh halaman kepada Irwasum Polri, berisi permohonan perlindungan hukum.

“Proses hukum yang dialami klien kami sarat rekayasa dan jauh dari ketentuan hukum. Kami minta dilakukan gelar perkara khusus agar fakta sebenarnya terbongkar,” tegas Gofur.

Pengacara ini juga menegaskan bahwa kriminalisasi terhadap Faisal bukan sekadar persoalan pribadi, melainkan indikasi kuat adanya praktik mafia hukum di tubuh Polda Metro Jaya.

Harapan kami, semoga kasus ini menjadi perhatian Kapolda Metro Jaya yang baru menjabat.
Agar segera bersih- bersih dan membenahi internal Polda Metro Jaya, agar preseden buruk ini tidak sampai merusak citra Kapolda yang selama ini dikenal bersih dan berprestasi” ujarnya

Kemarahan publik pun muncul. Wilson Lalengke, S.Pd., M.Sc., M.A., alumni PPRA-48 Lemhannas RI 2012, menilai apa yang terjadi pada Faisal hanyalah puncak gunung es. “Polri sekarang lebih mirip sarang mafia hukum. Warga bisa dipenjarakan hanya karena tidak punya uang atau tidak punya ‘backing’. Polisi mengkriminalisasi orang benar, sementara orang salah dibela habis-habisan,” kecam Wilson, lulusan pascasarjana bidang Applied Ethics di Belanda dan Swedia.

Wilson mendesak Kapolri untuk melakukan bersih-bersih secara besar-besaran. “Oknum aparat yang sudah busuk otak dan jiwanya tidak cukup hanya dipindah atau disanksi ringan. Mereka harus dibinasakan dari institusi Polri,” tegasnya.

Kasus Faisal bukan sekadar perseteruan bisnis yang melebar ke ranah hukum. Ini adalah cermin betapa mudahnya hukum diperjualbelikan di Indonesia. Polda Metro Jaya yang seharusnya menjadi benteng keadilan, justru terancam berubah menjadi “markas mafia hukum” tempat laporan palsu, saksi rekayasa, dan bukti pesanan diproduksi.

Kini, bola ada di tangan Kapolri. Publik menunggu apakah Mabes Polri benar-benar berani menindak aparat nakal yang diduga menjadi perpanjangan tangan cukong-cukong hukum. Bila tidak, citra Polri hanya akan semakin runtuh, dan kepercayaan rakyat habis di meja transaksi uang dan kekuasaan.

banner 468x60

Jakarta, JSNews – 27 Agustus 2025 — Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol Dedi Prasetyo melakukan kunjungan ke Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat I Pusdokkes Polri untuk meninjau kondisi pasien korban demonstrasi yang berlangsung di Gedung DPR/MPR beberapa waktu lalu. Kunjungan ini berlangsung pada Rabu siang di Gedung Promoter RS Bhayangkara.

Dalam peninjauan tersebut, Wakapolri didampingi oleh sejumlah pejabat utama Mabes Polri, yaitu As SDM Kapolri, Aslog Kapolri, Kadivkum Polri, dan Kapusdokkes Polri.

Brigjen Pol. dr. Prima Heru Yulihartono, selaku Kepala Rumah Sakit Bhayangkara TK I Pusdokkes Polri, menyampaikan perkembangan penanganan pasien, “Hari ini kami melaporkan bahwa Wakapolri memberikan perhatian khusus kepada anggota Polri dan masyarakat yang tengah menjalani perawatan di RS Bhayangkara akibat luka-luka yang diperoleh saat unjuk rasa kemarin di Gedung DPR/MPR.”

Karumkit menjelaskan total pasien yang dirawat sebanyak 9 orang, dengan 3 pasien rawat jalan yang telah selesai menjalani perawatan pada malam sebelumnya, dan 6 pasien rawat inap yang terdiri dari 5 anggota Polri dan 1 masyarakat. “Alhamdulillah, seluruh pasien sudah mendapatkan penanganan medis yang baik. Saat ini kondisi mereka stabil, dalam keadaan sadar, dan dapat berkomunikasi dengan lancar,” ujarnya.

Lebih lanjut, Brigjen Prima menegaskan, “Kunjungan ini merupakan bentuk perhatian dan atensi pimpinan Polri agar anggota yang bertugas dan mengalami luka dapat memperoleh perawatan terbaik. Pusdokkes Polri berkomitmen penuh untuk memastikan proses pemulihan pasien agar dapat kembali beraktivitas dan melaksanakan tugas dengan optimal.”

Dalam kesempatan yang sama, Wakapolri juga menyampaikan pesan kepada seluruh personel yang bertugas di lapangan, “Saya mengimbau seluruh anggota agar selalu waspada dan berhati-hati serta mampu mengantisipasi segala potensi risiko demi keselamatan diri dan keberhasilan tugas.”

Kunjungan ini sekaligus menjadi bukti keseriusan Polri dalam memberikan perhatian penuh kepada anggota dan masyarakat yang terdampak selama menjalankan tugas pengamanan demonstrasi di pusat pemerintahan.

Bogor, JSNews — Wakil Kepala Polri (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo secara langsung menyapa dan berinteraksi dengan warga dalam gelaran Bakti Sosial (Baksos) dan Bakti Kesehatan (Bakkes) Polri di Desa Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Rabu (27/8/2025). Kedekatan dan kepedulian beliau menjadi sorotan dalam kegiatan yang menyasar 3.500 warga tersebut. Lokasi baksos tersebut merupakan sekolah yang diproyeksikan Polri sebagai sekolah Unggulan Kemala Taruna Bhayangkara

Dengan penuh semangat, Wakapolri menyambut warga yang antusias untuk mendapatkan layanan kesehatan gratis dan paket bantuan sosial. Beliau berjabat tangan, bercakap-cakap, dan bercengkerama serta harapan masyarakat setempat, menunjukkan komitmen Polri untuk hadir di tengah masyarakat.

Dalam kegiatan ini, Polri membagikan ribuan paket bantuan sosial untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Selain itu, Bakti Kesehatan digelar dengan menghadirkan berbagai layanan medis terpadu, di antaranya:

  1. Pemeriksaan kesehatan umum
  2. Pemeriksaan katarak
  3. Pemberian kacamata gratis
  4. Pemeriksaan gigi dan spesialis
  5. Pemeriksaan laboratorium
  6. Pemberian vitamin dan obat-obatan ringan

Kegiatan ini mendapatkan sambutan hangat dari warga sekitar yang memanfaatkan pelayanan kesehatan gratis dan bantuan sosial yang diberikan Polri.

Dalam keterangannya, Komjen Pol. Dedi Prasetyo menegaskan bahwa kegiatan bakti sosial dan bakti kesehatan ini merupakan wujud nyata pengabdian Polri kepada masyarakat.

“Syukur alhamdulillah, pada hari ini Polri bersama Pemkab Bogor, Polda Jabar, dan Polres Bogor dapat melaksanakan bakti sosial dan bakti kesehatan untuk masyarakat Gunung Sindur. Kegiatan ini adalah bentuk kepedulian Polri dalam memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-80 dan Hari Juang Polri ke-80,” ujar Komjen Pol. Dedi.

Wakapolri juga menambahkan bahwa Polri akan terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, tidak hanya di bidang keamanan, tetapi juga pada sektor kesehatan dan sosial.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan Polri hadir di tengah masyarakat, membantu mereka yang membutuhkan, dan memberikan manfaat nyata bagi kehidupan warga,” tambahnya.

Kegiatan ini turut didukung oleh Yayasan Kader Bangsa dan sejumlah komunitas filantropi. Wakapolri menyampaikan apresiasinya atas dukungan yang diberikan berbagai pihak dalam menyukseskan program ini.

“Kami berterima kasih kepada Yayasan Kader Bangsa, komunitas filantropi, dan semua pihak yang telah mendukung. Sinergi ini menjadi bukti nyata semangat gotong royong untuk masyarakat,” pungkas Komjen Pol. Dedi.

Dengan adanya bakti sosial dan bakti kesehatan ini, diharapkan ribuan warga Desa Gunung Sindur dan sekitarnya dapat merasakan manfaat langsung dari kehadiran Polri dalam membantu meningkatkan kesejahteraan dan kualitas kesehatan masyarakat.

Jakarta, JSNews – Dalam upaya membantu meringankan beban masyarakat menghadapi harga pangan yang terus naik, Polres Metro Jakarta Pusat melalui Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) menggelar kegiatan “Gerakan Pangan Murah” pada Rabu (27/8/2025) pagi.

Kegiatan yang berlangsung di Jl. Kemayoran Gempol, Kelurahan Kebon Kosong, Kecamatan Kemayoran ini menyediakan sebanyak 2 ton beras kemasan 5 kilogram dengan harga terjangkau Rp55.000 per paket. Beras yang dijual merupakan produk Bulog dengan merek SPHP.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Saputra dan mendapat dukungan penuh dari Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro.

“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat, khususnya di wilayah Jakarta Pusat. Kami ingin memastikan kebutuhan pokok seperti beras tetap terjangkau di tengah kondisi ekonomi yang menantang,” ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro.

Sementara itu, Kasat Reskrim AKBP Roby Saputra menambahkan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar program distribusi pangan murah, tetapi juga upaya membangun hubungan yang lebih dekat antara Polri dan masyarakat.

“Kami berharap Gerakan Pangan Murah ini bisa sedikit meringankan beban warga. Selain menjaga stabilitas harga, ini juga bagian dari pendekatan humanis Polri kepada masyarakat,” ujar AKBP Roby Saputra.

Warga yang hadir tampak antusias dan tertib saat membeli beras yang dijual. Kegiatan berlangsung aman dan kondusif hingga selesai. Masyarakat pun menyampaikan apresiasi atas inisiatif tersebut.

(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)

Bogor, JSNews – Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) merupakan program pemerintah yang hadir untuk mendorong pemberdayaan masyarakat sekaligus meningkatkan perekonomian desa.

Berbagai usaha telah dijalankan melalui KDMP, mulai dari agen laku pandai, penjualan pupuk, sembako, gas LPG, hingga layanan agen pos.

Di KDMP Hambalang, salah satu usaha yang berkembang pesat adalah layanan Agen Brilink, hasil kerja sama dengan BRI.

Ketua KDMP Hambalang, Cecep, mengungkapkan bahwa sejak diresmikannya layanan ini, minat masyarakat untuk bertransaksi semakin meningkat.

“Sejak beroperasi, masyarakat banyak bertransaksi di Agen Brilink KDMP Hambalang. Mulai dari setor tunai, transfer, tarik tunai, hingga pembayaran BPJS semuanya bisa dilakukan di sini. Dari transaksi tersebut, agen Brilink juga memperoleh keuntungan dari biaya transaksi yang dibayarkan pelanggan,” jelasnya pada Rabu (27/8).

Agen Brilink sendiri dilengkapi dengan mesin EDC yang mampu melayani berbagai kebutuhan perbankan.

Kehadirannya sangat membantu masyarakat sekitar yang kini tidak perlu lagi menempuh jarak jauh untuk ke kantor bank.

“Sekarang transaksi perbankan cukup dilakukan di KDMP Hambalang saja,” tambah Cecep.

Untuk memastikan seluruh transaksi berjalan lancar, BRI memberikan dukungan penuh dengan melengkapi KDMP Hambalang menggunakan antena BRIsat yang terhubung langsung dengan satelit milik BRI.

Branch Office Head BRI BO Cibinong, Kurniawan Setyantoro, menerangkan, umumnya EDC Brilink menggunakan jaringan data dari provider seluler.

” Khusus di KDMP Hambalang, kami melengkapinya dengan antena BRIsat yang langsung terhubung ke satelit BRI,” paparnya.

Dengan begitu kata Kurniawan, transmisi data dari EDC Brilink ke sistem BRI menjadi lebih lancar, stabil, dan minim kendala.

Lebih lanjut, Kurniawan juga menyampaikan bahwa langkah ini merupakan komitmen BRI untuk menghadirkan layanan perbankan yang mudah dijangkau hingga ke pelosok desa.

“Kami berharap kehadiran Agen Brilink dengan dukungan antena BRIsat ini benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Tidak hanya memudahkan transaksi keuangan sehari-hari, tetapi juga mendorong inklusi keuangan dan pertumbuhan ekonomi di desa. Semoga KDMP Hambalang dapat menjadi contoh bagaimana kolaborasi antara BRI dan masyarakat bisa membawa dampak positif,” ungkapnya.

Dengan adanya layanan Brilink yang semakin lancar dan terjamin, masyarakat Hambalang kini dapat menikmati kemudahan transaksi perbankan yang lebih cepat, aman, dan tanpa hambatan.

(Red)

Tanjung Priok, JSNews – 27 Agustus 2025 — Dalam rangka mendukung program nasional Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digagas oleh Badan Urusan Logistik (Bulog), Polres Pelabuhan Tanjung Priok kembali melaksanakan kegiatan penyaluran beras murah kepada masyarakat. Kegiatan ini merupakan pelaksanaan ke-6 GPM yang dilakukan di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Priok, sebagai upaya konkret menjaga stabilitas harga dan pasokan bahan pangan, khususnya beras.

Kegiatan berlangsung pada hari Selasa, 26 Agustus 2025 pukul 08.30 WIB hingga 11.50 WIB, bertempat di Lapangan Presisi Polres Pelabuhan Tanjung Priok, dipimpin langsung oleh Kasatbinmas AKP Sudirman Agus, S.H., M.H.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut yaitu Iptu Agus Setiarto – Kaurbinops Satbinmas, Iptu Nurhasyim – Kanitbinpolmas, Iptu Hari Prasetyo – Kanitbinkamsa, Iptu Achmad Mansyurudin – Kanitbintibsos dan Aipda Tri Hari Santoso – PS. Kaurmintusatbinmas.

Sebanyak 1.500 kg beras (1,5 ton) dalam kemasan 5 kg sebanyak 300 paket telah disalurkan kepada 150 warga masyarakat sekitar dan pekerja di wilayah Pelabuhan Tanjung Priok. Penyaluran ini mendapatkan sambutan positif dari masyarakat yang terbantu dengan harga beras yang lebih terjangkau dan murah.

Adapun hasil penjualan beras gerakan pangan murah, dari kegiatan ini, seluruhnya diserahkan kepada petugas Bulog sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kegiatan Gerakan Pangan Murah ini merupakan bentuk sinergitas antara Polri dan Bulog dalam menjaga kestabilan harga pangan di wilayah DK Jakarta. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna memastikan ketersediaan bahan pangan dengan harga yang terjangkau,” ujar AKBP Dr. Martuasah H. Tobing, S.I.K., M.H., Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok.

Jakarta Timur, JSNews – Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-77 Polisi Wanita (Polwan), jajaran Polwan Polda Metro Jaya bersama Polwan Polres Metro Jakarta Timur melaksanakan kegiatan bhakti sosial di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 1, Jakarta Timur, Rabu (27/8/2025).

Kegiatan dimulai sejak pukul 08.00 WIB dan dihadiri oleh Kabag Renmin Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Retno Satuti, S.H., Kabag SDM Polres Metro Jakarta Timur Kompol Suparmi, S.H., serta Wakapolsek Pasar Rebo AKP Nurhayati, S.H.

Acara berlangsung tertib dengan rangkaian kegiatan meliputi sambutan, doa bersama, penyerahan bantuan secara simbolis, penampilan seni angklung dari penghuni panti, hingga sesi foto bersama. Suasana penuh kekeluargaan terlihat saat Polwan berinteraksi dengan para lansia.

Kompol Suparmi, S.H. menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar perayaan, melainkan bentuk kepedulian Polwan kepada masyarakat, khususnya para lansia.

“Bhakti sosial ini menjadi momentum bagi kami untuk berbagi kasih dan perhatian kepada orang tua kita di panti sosial. Semoga kegiatan ini memberi manfaat sekaligus mempererat hubungan Polwan dengan masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, AKBP Retno Satuti, S.H. juga menyampaikan apresiasinya terhadap partisipasi Polwan dalam kegiatan sosial.

“Hari Jadi ke-77 Polwan ini kami maknai dengan tindakan nyata yang bermanfaat langsung bagi masyarakat. Semoga Polwan selalu hadir dengan semangat pengabdian, humanis, dan penuh kepedulian,” ucapnya.

Kegiatan bhakti sosial ini diharapkan dapat terus memperkuat citra Polwan sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang tidak hanya bertugas di lapangan, tetapi juga hadir memberi perhatian dan kepedulian sosial.

Jakarta, JSNews – Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni memberikan apresiasi terhadap kinerja Polri dan TNI dalam mengamankan aksi demonstrasi pada 25 Agustus 2025 lalu di sekitar Gedung DPR. Ia mengatakan Polri dan TNI tidak terpancing kericuhan sehingga situasi tetap berjalan aman dan lancar.

“Saya apresiasi untuk seluruh personel TNI-Polri yang kemarin mengawal demo kawan-kawan di DPR Senayan. Sampai sore hari, demo terpantau berjalan dengan aman dan lancar,” ujar Wakil Ketua Sahroni, Rabu (27/8/2025).

Ia menyebut Polri dan TNI tetap humanis dalam mengamankan aksi demonstrasi. Ia juga memberikan apresiasi kepada para pendemo yang berunjuk rasa dengan tertib.

“Ini menunjukkan bahwa aparat kita bisa tegas sekaligus humanis dalam mengamankan ruang kebebasan berpendapat. saya juga apresiasi para pendemo yang telah menyampaikan aspirasinya dengan tertib. Ini menunjukkan bahwa kita berhasil menjalankan kehidupan demokrasi yang sesuai dengan aturan,” terang Wakil Ketua Sahroni.

Lebih lanjut, ia memahami ada kericuhan yang juga sempat terjadi pada demonstrasi dua hari yang lalu. Namun, menurutnya, aparat tidak terpancing kericuhan yang terjadi.

“Sementara bagi yang kemarin masih kurang tertib, saya harap ke depannya bisa lebih tertib lagi. Memang tak bisa dihindari, pasti ada saja sedikit gesekan yang dipicu oleh provokator. Untungnya aparat tidak terpancing. Justru yang ditunjukkan adalah sikap tegas tapi tetap terukur, sesuai SOP. Kerja-kerja humanis seperti inilah yang kita harapkan dari aparat,” ujar Wakil Ketua Sahroni.

Jakarta, JSNews – Polda Metro Jaya siap menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) Polri mulai Rabu (27/8/2025) hingga Desember 2025 mendatang. Program ini merupakan bagian dari upaya Polri bersama pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat melalui penyaluran beras SPHP (Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan) dengan harga terjangkau.

Kegiatan akan dilaksanakan setiap hari Senin sampai Jumat pukul 08.00–16.00 WIB di Lapangan Presisi Polda Metro Jaya, dan juga serentak di seluruh Polres serta Polsek jajaran Polda Metro Jaya.

Dirreskrimsus Polda Metro Jaya sekaligus Kasatgas Pangan Daerah, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak, mengatakan kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari capaian distribusi beras SPHP yang baru mencapai 5,87% dari target Agustus 2025.

“Melalui Gerakan Pangan Murah, Polri hadir untuk memperluas jangkauan distribusi beras, menekan disparitas harga, menjaga daya beli masyarakat, serta memberikan akses langsung bagi masyarakat terhadap beras dengan harga lebih terjangkau. Target kami menyalurkan 5 ton beras setiap hari atau sekitar 5.000 kg dengan sasaran 500 pembeli,” ujar Kombes Ade Safri.

Dalam program ini, beras SPHP dijual kepada masyarakat sebesar Rp 55 ribu per pack (5 kg) atau setara Rp 11 ribu per kg. Harga ini lebih murah dibandingkan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras medium terbaru sebesar Rp 13.500 per kg sesuai keputusan Badan Pangan Nasional.

“Artinya, masyarakat bisa menghemat Rp 2.500 per kg. Jika membeli dua pack beras atau 10 kg, warga bisa menghemat hingga Rp 25 ribu,” tambah Ade Safri.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi menegaskan bahwa gerakan ini adalah bukti nyata kepedulian Polri dalam mendukung stabilitas harga pangan dan pengendalian inflasi, khususnya harga beras.

“Program Gerakan Pangan Murah ini akan berlangsung masif di seluruh jajaran Polda Metro Jaya, dari tingkat Polda, Polres hingga Polsek. Polri ingin memastikan masyarakat dapat membeli beras dengan harga yang stabil dan terjangkau, sekaligus menjaga ketersediaan pangan di pasaran,” jelas Kombes Ade Ary.

Ia menambahkan, publikasi kegiatan ini juga akan digencarkan melalui media massa, media online, hingga media sosial dengan melibatkan publik figur untuk menjangkau masyarakat lebih luas.

Dengan adanya program Gerakan Pangan Murah ini, Polda Metro Jaya berharap masyarakat semakin terbantu dalam memenuhi kebutuhan pokok, terutama beras, di tengah situasi harga pangan yang dinamis.

Jakarta, JSNews – Direktorat Binmas Polda Metro Jaya bersama Bulog menggelar Gerakan Pangan Murah untuk masyarakat di kawasan Matraman, Jakarta Timur, Selasa (26/8/2025). Kegiatan ini merupakan wujud sinergitas Polri dengan Bulog dalam rangka menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, khususnya beras.

Acara yang berlangsung di Jl. Pisangan Baru II, Matraman ini juga melibatkan Ormas Laskar Merah Putih Mada DKI Jakarta yang dipimpin H. Agus Salim. Kehadiran ormas tersebut turut mendukung kelancaran kegiatan sehingga masyarakat dapat memperoleh beras dengan harga lebih terjangkau.

Turut hadir dalam kegiatan ini antara lain Kasubditbinpolmas Ditbinmas Polda Metro Jaya AKBP Jajang Hasan Basri, S.Ag., M.Si., Ketua Ormas Laskar Merah Putih DKI Jakarta H. Agus Salim, anggota Ormas Laskar Merah Putih, serta anggota Subditbinpolmas Ditbinmas Polda Metro Jaya: AKP Tiora, IPDA Sigit, Bripka Bobby, Brigpol Wastu, dan Bripda Iqbal.

Dirbinmas Polda Metro Jaya, Kombes Harri Muharram Firmansyah, menyampaikan bahwa gerakan pangan murah ini merupakan langkah nyata kepolisian untuk hadir di tengah masyarakat.

“Polri melalui Polda Metro Jaya berkomitmen untuk selalu berada di barisan depan dalam menjaga stabilitas pangan. Dengan adanya gerakan pangan murah ini, kami berharap masyarakat bisa terbantu, sekaligus memastikan ketersediaan beras tetap aman dan harganya terkendali,” ujar Kombes Harri.

Dalam kegiatan tersebut, beras yang disediakan berhasil terjual sebanyak 3 ton (3.000 kg). Seluruh rangkaian acara berjalan tertib dan lancar berkat dukungan personel Ditbinmas dan ormas yang terlibat.

Kombes Harri menambahkan, kegiatan semacam ini akan terus digalakkan dengan melibatkan berbagai pihak agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.

“Sinergi dengan Bulog dan elemen masyarakat menjadi kunci keberhasilan menjaga stabilitas pangan. Kami ingin masyarakat merasakan kehadiran negara secara nyata dalam mengatasi persoalan harga kebutuhan pokok,” pungkasnya.

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.