Bekasi, JSNews – Satbinmas Polres Metro Bekasi kembali melaksanakan program Police Goes to School sebagai upaya edukasi dan pembinaan generasi muda. Kegiatan ini berlangsung di SMA Negeri 1 Cikarang Timur, Jalan Raya Citarik No.2, Jatibaru, pada Kamis (21/8/2025) pagi.

Acara dipimpin langsung oleh Kanit Bintibsos Satbinmas Polres Metro Bekasi Iptu Gigih Purwo Kulembono bersama tim, yakni Aipda Yuliana Restu Eka Dewi, Bripda Faisal NH, dan Bripda Usep Sonjaya. Hadir pula Kepala Sekolah Dra. Eri Orpa, MM., M.Si beserta sekitar 300 siswa-siswi SMA Negeri 1 Cikarang Timur.

Dalam penyuluhan, Kasubnit I Bintibsos Satbinmas Aipda Yuliana Restu menekankan pentingnya peran pelajar dalam mencegah kenakalan remaja. Materi yang disampaikan meliputi bahaya narkoba, tawuran, seks bebas, hingga perundungan yang kerap mengancam masa depan generasi muda.

“Kami ingin adik-adik memahami bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi, baik hukum maupun sosial. Hindari perilaku yang merugikan diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat,” ujar Aipda Yuliana.

Selain itu, para pelajar juga diajak untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air melalui pembelajaran lagu-lagu nasional serta berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan sekitar.

Program Police Goes to School ini merupakan salah satu bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya dalam memberikan pembinaan kepada generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, berkarakter, dan cinta Indonesia.

banner 468x60

Jakarta Pusat, JSNews – Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif, jajaran 3 Pilar Menteng yang terdiri dari unsur Polri, TNI, dan Pemerintah Kota kembali menggelar patroli malam di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Perwira Pengendali (Padal) AKP Irawan Junaedi dengan menyasar titik-titik rawan di sepanjang Jalan Teuku Umar, Kamis (21/8/2025) malam.

Patroli dilakukan sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi berbagai potensi kerawanan, terutama aksi balap liar yang kerap meresahkan masyarakat serta tindak kriminal jalanan yang bisa terjadi pada malam hari. Dengan formasi gabungan, petugas menyusuri ruas jalan utama dan beberapa titik persimpangan yang rawan dijadikan arena balap liar.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Susatyo Purnomo Condro menegaskan bahwa patroli gabungan ini bukan hanya sekadar rutinitas, melainkan bentuk nyata kehadiran aparat di tengah masyarakat. “Kami ingin memastikan masyarakat merasa aman dan nyaman, khususnya pada malam hari. Jalan Teuku Umar adalah salah satu titik yang harus selalu kami pantau karena rawan digunakan sebagai lintasan balap liar maupun tindak kejahatan jalanan,” ujarnya.

Selain melakukan pemantauan, petugas juga memberikan imbauan langsung kepada para remaja yang nongkrong di sekitar lokasi agar tidak terlibat dalam aksi balap liar maupun kegiatan lain yang mengganggu ketertiban umum. Kehadiran patroli 3 Pilar ini disambut positif oleh warga sekitar yang mengaku lebih tenang dengan adanya penjagaan rutin dari aparat gabungan.

Kegiatan patroli berakhir dengan situasi aman, tertib, dan terkendali tanpa adanya insiden menonjol.

Kapolsek Metro Menteng Kompol Rezha Rahandhi bersama unsur TNI dan Pemerintah Kota berkomitmen untuk terus meningkatkan patroli serupa, demi menciptakan lingkungan yang kondusif dan bebas dari gangguan kamtibmas.

Jakarta, JSNews – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan kunjungan kerja ke Kalimantan Selatan. Jenderal Sigit meresmikan dua SPPG hingga Gerakan Pangan Murah di Polda Kalimantan Selatan.
Acara berlangsung di Auditorium Mapolda Kalsel, Kamis (21/8/2025), pukul 14.30 WITA. Di sana, Jenderal Sigit meresmikan dua SPPG, Gedung Perkantoran, groundbreaking 10 SPPG, dan melakukan Gerakan Pangan Murah serta baksos/bakti kesehatan.

Kapolri juga melakukan dialog interaktif dengan polres jajaran Polda Kalsel. Dia juga berdialog dengan penerima bantuan bedah rumah, sumur bor, dan kolam bioflok.

Polri sampai dengan saat ini diketahui memiliki 458 SPPG dengan total estimasi penerima manfaat mencapai 1,6 juta orang serta menyerap tenaga kerja sebanyak kurang lebih 22.900 tenaga kerja. Dari SPPG tersebut, sebanyak 49 SPPG telah beroperasional, 21 SPPG masih dalam tahap operasional, 378 SPPG dalam tahap pembangunan, dan 10 SPPG baru saja dilakukan groundbreaking.

Turut hadir di acara tersebut Dankorbrimob Polri Komjen Imam Widodo, AS SDM Kapolri Irjen Anwar, Kadivpropam Irjen Abdul Karim, Kadivhumas Irjen Sandi Nugroho, Kakorlantas Irjen Agus Suryonugroho, Kakorbinmas Baharkam Polri Irjen Edy Murbowo, dan Wakasatgas MBG Polri Irjen Nurworo Danang.

Ada juga Kapolda Kalsel Irjen Rosyanto Yudha Hermawan, Kasdam VI/Mulawarman Brigjen TNI Ari Aryanto, Ketua DPRD Kalsel Supian Danrem 101/Antasari Brigjen TNI Ilham Yunus, Kabinda Kalsel Brigjen Nurullah, Danlanud Sjamsudin, Danlanal Banjarmasin Kolonel Laut Ahmad Ahsan, Kejati Kalsel Rina Virawati, Ketua PT Banjarmasin Nawawi Pomolango, hingga Ka BNNP Kalsel Brigjen Wisnu Andayana, serta sejumlah tokoh masyarakat.

Kapolri melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama 10 SPPG. Adapun SPPG yang diresmikan ada dua yakni SPPG Polda Kalsel, SPPG Polres Tanah Bumbu. Kemudian yang sedang proses pembangunan juga ada dua SPPG yaitu SPPG Tabalong dan Tapin. Diketahui, ada 14 SPPG di jajaran Polda Kalsel. SPPG itu tersebar di beberapa titik.

Nabire,JSNews – Satgas Operasi Damai Cartenz berhasil mengamankan Siprianus Weya, salah satu anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Aibon Kogoya alias Daniel Kogoya, di Polsek Topo, Kabupaten Nabire, pada Rabu (20/8) sekitar pukul 17.55 WIT.

Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H. didampingi Wakaops Damai Cartenz, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum. menjelaskan penangkapan ini berkaitan dengan kasus pembunuhan terhadap Brigpol Arif Maulana dan Bripda Nelson Runaki di Nabire.

Menurut Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, Siprianus Weya berperan sebagai dokumentator aksi KKB Aibon Kogoya dalam insiden penembakan di KM 128 Distrik Siriwo pada 13 Agustus 2025. Video pernyataan sikap kelompok tersebut direkam menggunakan ponsel yang kini sudah diamankan sebagai barang bukti, sebelum kemudian dikirim ke Yosua Waker melalui aplikasi WhatsApp.

Selain Siprianus, lima orang lain turut diamankan, yakni Jemi Mirip, Botanus Agimbau, Meinus Mirip, Yupinus Weya, dan Melianus Mirip. Satgas Ops Damai Cartenz juga menyita sejumlah barang bukti berupa jaket, noken, telepon genggam, hingga perlengkapan pribadi lain.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui Siprianus Weya merupakan anggota bagian media KKB Kodap III D Dulla, dengan wilayah operasi meliputi Kabupaten Intan Jaya hingga Kabupaten Paniai. Ia juga disebut terlibat dalam aksi penembakan yang menewaskan dua anggota Polri serta perampasan dua pucuk senjata api milik korban.

Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi dan tetap menjaga keamanan di wilayahnya.

“Kami mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Nabire untuk tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu menyesatkan dan selalu menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif. Percayakan sepenuhnya proses penegakan hukum kepada Satgas Ops Damai Cartenz dan aparat kepolisian,” ujarnya.

Jakarta, JSNews – Polda Metro Jaya menggelar acara serah terima jabatan Kapolda Metro Jaya pada Rabu (20/8/2025). Irjen Pol Asep Edi Suheri resmi disambut sebagai Kapolda Metro Jaya yang baru, sementara Irjen Pol Karyoto dilepas dengan penuh kehormatan.

Rangkaian kegiatan berlangsung khidmat di Gedung Promoter dan Gedung BPMJ, dihadiri oleh Pejabat Utama (PJU) Polda Metro Jaya, para Kapolres jajaran, pengurus Bhayangkari, serta seluruh personel kepolisian.

Prosesi diawali pukul 13.30 WIB dengan tradisi penyambutan di Pintu Gerbang Jagatama, ditandai pengalungan bunga kepada Irjen Pol Asep Edi Suheri beserta Ibu. Selanjutnya, pada pukul 13.50 WIB digelar penyerahan Pataka Polda Metro Jaya bertajuk “Jaya Dharma Sevaka” di Lobby Gedung Promoter.

Agenda berlanjut dengan Laporan Kesatuan (Lapsat) pukul 14.20 WIB di Aula Gedung Promoter lantai 2, kemudian serah terima jabatan Ibu Asuh Polwan pukul 15.30 WIB di Gedung BPMJ.

Sore harinya, kegiatan pisah sambut Kapolda Metro Jaya dilaksanakan pukul 16.30 WIB di Gedung BPMJ, sebelum akhirnya ditutup dengan tradisi pelepasan pejabat lama, Irjen Pol Karyoto, yang digelar pukul 17.30 WIB di halaman depan Gedung BPMJ.

Kabidhumas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, mengatakan prosesi ini merupakan bagian dari tradisi Polri untuk menjaga semangat pengabdian dan kesinambungan kepemimpinan di tubuh institusi.

“Pergantian jabatan Kapolda Metro Jaya ini adalah hal yang biasa dalam dinamika organisasi Polri. Kita menyambut Irjen Pol Asep Edi Suheri dengan penuh semangat, dan di saat yang sama melepas Irjen Pol Karyoto dengan rasa hormat atas dedikasi beliau selama menjabat di Polda Metro Jaya,” ujar Ade Ary.

Ade Ary menambahkan, seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan penuh khidmat. Ia berharap kepemimpinan Irjen Pol Asep Edi Suheri dapat semakin membawa Polda Metro Jaya lebih dekat dengan masyarakat serta terus memberikan pelayanan terbaik.

“Kami percaya, dengan pengalaman dan dedikasi Irjen Pol Asep Edi Suheri, Polda Metro Jaya akan semakin solid, humanis, dan responsif dalam menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat di Ibu Kota,” pungkasnya.

Jakarta, JSNews – Polda Metro Jaya menggelar acara serah terima tugas Ibu Asuh Polwan, Rabu (20/8/2025) sore. Acara yang berlangsung khidmat dihadiri langsung Kabaharkam Polri Irjen Pol Karyoto, S.I.K. beserta Pejabat Utama Polda Metro Jaya, Kapolres serta perwakilan Polwan Polda Metro Jaya.

Dalam prosesi tersebut, Ibu Lina Karyoto secara resmi menyerahkan tugas dan tanggung jawab sebagai Ibu Asuh Polwan Polda Metro Jaya kepada Ibu Indah Asep Edi Suheri. Serah terima ditandai dengan penanggalan dan pemasangan selempang, penyerahan pin, serta penandatanganan berita acara yang disaksikan Kapolda Metro Jaya.

Rangkaian acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Polwan, dilanjutkan doa bersama, pembacaan surat tugas, hingga prosesi inti serah terima. Seusai penyerahan jabatan, Ibu Lina Karyoto menyampaikan sambutan perpisahan yang penuh kehangatan dan pesan kebersamaan bagi seluruh Polwan Polda Metro Jaya.

Kemudian, Ibu Indah Asep Edi Suheri sebagai Ibu Asuh Polwan yang baru memberikan sambutan pertamanya. Beliau menyampaikan rasa syukur dan siap mendukung setiap langkah serta kiprah Polwan Polda Metro Jaya dalam pengabdian kepada masyarakat dg tetap menjaga kodrat wanita

Pakor Polwan Polda Metro Jaya, AKBP Agustin Susilowaty, S.H, M.M. menegaskan bahwa momentum serah terima ini memiliki makna mendalam bagi seluruh Polisi Wanita. “Ibu Asuh Polwan adalah sosok panutan dan penguat semangat bagi kami. Kami berterima kasih kepada Ibu Lina Karyoto atas perhatian dan kelembutannya sbg ibu, dan kami siap mendukung Ibu Indah Asep Edi Suheri untuk terus membawa Polwan Polda Metro Jaya semakin berprestasi dan berkontribusi bagi masyarakat,” ujarnya.

Acara ditutup dengan menyanyikan lagu Bagimu Negeri, foto bersama jajaran pejabat utama Polda Metro Jaya, Kapolres dan Bhayangkari serta penghormatan kepada tamu undangan. Prosesi berlangsung sederhana namun penuh makna, sebagai wujud penghormatan dan keberlanjutan peran Ibu Asuh Polwan dalam memberikan perhatian serta motivasi bagi para Polisi Wanita di lingkungan Polda Metro Jaya.

Jawa Timur, JSNews – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjadi inspektur upacara Hari Juang Polri di Surabaya, Jawa Timur. Adapun peringatan Hari Juang Polri ini tak terlepas dari sejarah pembentukan Indonesia usai proklamasi.

Sejarah singkat Hari Juang Polri bisa ditelusuri setelah proklamasi kemerdekaan RI dikumandangkan pada 17 Agustus 1945. Saat itu, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) melaksanakan sidang kedua pada 19 Agustus 1945. Sidang ini membahas pembentukan Komite nasional Daerah hingga Penetapan 12 Departemen. Kemudian, berdasarkan usul Otto Iskandar Dinata, ditetapkanlah status polisi agar segera dimasukkan ke dalam kekuasaan Pemerintah Indonesia.

Selanjutnya, menyikapi penetapan tersebut, Inspektur Polisi Kelas I Muhammad Jasin sebagai Komandan Polisi Istimewa Surabaya bersama dengan beberapa anggota melaksanakan rapat pada 20 Agustus 1945 soal kedudukan polisi usai proklamasi.

Hasil rapat itu kemudian menyepakati bahwa pada 21 Agustus 1945 polsi menyatakan kesetiaannya pada NKRI dengan menyusun teks proklamasi polisi. Pada hari itu juga, M Jasin memimpin apel pagi di markas Polisi Istimewa Surabaya untuk membacakan teks proklamasi polisi. Pembacaan teks diikuti seluruh anggota. Ia juga memberikan perintah untuk menempelkan pamflet proklamasi polisi dan siap bertempur menghadapi reaksi Jepang usai proklamasi.

Peristiwa ini menjadi momen penting dalam memicu semangat anggota polisi untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Gudang-gudang senjata dilucuti. Senjatanya lalu dibagi dan dikirimkan ke wilayah lain untuk membantu perjuangan. Hingga terjadilah peristiwa 10 November 1945 di Surabaya. Hal ini kemudian diikuti oleh Agresi Militer Belanda I dan II.

Peristiwa proklamasi polisi ini juga berpengaruh pada daerah lain sebagai berikut:

-Aceh dipelopori oleh Komisaris Polisi I.N. Hasjim melakukan perlawanan terhadap Jepang;
-Sumatera Utara dipelopori oleh Inspektur Polisi I Mas Kadiran melakukan perlawanan pada saat Agresi Militer Belanda;
-Sumatera Barat dipelopori oleh Komisaris Polisi Sulaeman Effendi melakukan pengibaran bendera Merah Putih;
-Sulawesi dipelopori oleh Komisaris Polisi Lanto Daeng Pasewang melakukan perlawanan terhadap Jepang;
-Jambi dipelopori oleh Komisaris Polisi Mohamad Insja menurunkan bendera Jepang dan mengibarkan bendera Merah Putih;
-Palembang dipelopori oleh Komisaris Polisi Mursodo melakukan perlawanan pada saat Agresi Militer Belanda;
-Jakarta dipelopori oleh Komisaris Polisi Sosrodanukusumo melakukan pengibaran bendera Merah Putih;
-Jawa Barat dipelopori oleh Komisaris Polisi Enoch Danubrata melakukan perlawanan terhadap tentara Sekutu;
-Yogyakarta dipelopori oleh Komisaris Polisi R.P. Soedarsono melakukan perebutan senjata di Kota Baru.

Peristiwa-peristiwa tersebut membuktikan bahwa polisi sangat berperan dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia sehingga perlu dikenang dan diwujudkan dalam sebuah peristiwa bersejarah.

Oleh karena itu, tanggal 22 Januari 2024, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo telah menerbitkan Keputusan Kapolri No: KEP/95/I/2024 bahwa tanggal 21 Agustus ditetapkan sebagai Hari Juang Polri.

Kapolri Pimpin Upacara

Hari ini, Kapolri pun memimpin upacara peringatan Hari Juang Polri di Surabaya. Upacara digelar di di Monumen Perjuangan Polri, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (21/8/2025).

Sejumlah mantan Kapolri hingga Pati Polda Jatim turut hadir dalam kegiatan ini seperti Jenderal (Purn) KPH Roesdihadrdjo, Jenderal (Purn) S Bimantoro, hingga Jenderal (Purn) Sutarman.

Upacara ini juga dihadiri oleh pejabat utama Mabes Polri yakni Kabaharkam Polri Irjen Karyoto, Kalemdiklat Polri Komjen Chryshnanda Dwilaksana, Dankorbrimob Komjen Imam Widodo, AS SDM Kapolri Irjen Anwar, Kadivpropam Irjen Abdul Karim, Kadivhumas Irjen Sandi Nugroho, Kakorlantas Irjen Agus Suryonugroho, hingga Kapusjarah Polri.

Turut hadir pula Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Prawansa, Pangdam Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, Kapolda Jatim Irjen Nanang Avianto, Ketua DPRD Jatim Kusnadi, Pangkoarmada II Laksda TNI GP Alit Jaya, hingga Wakajati Hari Wibowo. Kemudian ada juga keluarga M Jasin, dan Moekar, juga veteran penghargaan Seroja Timor Timur.

Upacara ini diikuti oleh 977 personel. Setelah upacara selesai, Jenderal Sigit memberikan santunan kepada veteran Polri, keluarga M Jasin, dan putri Moekari (Ajudan M Jasin). Kemudian, Jenderal Sigit juga meresmikan patung M Jasin.

POLDA JATIM, JSNews – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meresmikan Patung Pahlawan Nasional Jenderal Polisi (Purn) Prof. Dr. Moestopo Jasin atau yang lebih dikenal sebagai M. Jasin, di kawasan Monumen Polisi Istimewa, Jalan Raya Darmo, Surabaya, Kamis (21/8/2025). Peresmian ini menjadi rangkaian utama dalam puncak peringatan Hari Juang Polri (HJP) 2025 yang dipimpin langsung Kapolri.

Patung M. Jasin dibangun dengan tinggi keseluruhan mencapai 7 meter dengan panjang 5,6 meter dan lebar 5 meter. Sosok M. Jasin digambarkan sedang menunggang kuda dengan sikap tegas, melambangkan keberanian dan jiwa kepemimpinan beliau saat memimpin Polisi Istimewa melawan pasukan sekutu di Surabaya pada 1945.

Pada bagian prasasti dan relief, terpahat narasi sejarah perjuangan Djenderal M. Jasin yang menjadi tonggak lahirnya Hari Juang Polri. Sementara pondasi patung dirancang setinggi 2 meter dengan desain kokoh dan estetis.

Keberadaan patung ini bukan sekadar monumental, melainkan pengingat sejarah panjang Polri sejak awal berdiri. Patung M. Jasin menjadi simbol semangat juang, pengabdian, dan keberanian yang harus terus diwariskan kepada generasi Polri berikutnya.

Sejarah mencatat, pada 21 Agustus 1945, Inspektur Polisi Kelas I M. Jasin memimpin Polisi Istimewa (Tokubetsu Keisatsutai) dan membacakan Proklamasi Polisi di Surabaya.

Pernyataan itu menegaskan bahwa Polisi Istimewa resmi menjadi Polisi Republik Indonesia yang bersatu dengan rakyat mempertahankan kemerdekaan.

Aksi heroik tersebut kemudian dilanjutkan dengan pelucutan senjata tentara Jepang, pembagian senjata kepada para pejuang, serta penyebaran pamflet proklamasi untuk membakar semangat rakyat.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast menyampaikan, patung ini sekaligus menjadi pengikat emosional antara Polri dan masyarakat.

“Dengan adanya patung M. Jasin di Monumen Polisi Istimewa, kita tidak hanya mengenang jasa pahlawan, tetapi juga mengajak generasi penerus Polri belajar nilai patriotisme, nasionalisme, dan keberanian dari perjuangan beliau,” jelasnya.

Peresmian patung M. Jasin ini digelar bersamaan dengan peringatan Hari Juang Polri 2025. Turut dihadiri jajaran pejabat utama Mabes Polri, Pejabat utama Polda Jatim, Forkopimda Jawa Timur, tokoh agama, masyarakat, hingga para veteran pejuang Surabaya.

Kehadirannya meneguhkan bahwa semangat juang M. Jasin tetap hidup sebagai inspirasi bagi Polri untuk terus dekat dengan rakyat dan menjaga keutuhan Indonesia.

Surabaya, JSNews – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo hari ini menjadi inspektur upacara Hari Juang Polri di Surabaya, Jawa Timur. Jenderal Sigit mengatakan, Hari Juang Polri bukan hanya sebagai peringatan sejarah, tetapi juga sebagai simbol dedikasi dan komitmen Polri untuk terus mengabdi dan memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa.

Upacara digelar di di Monumen Perjuangan Polri, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (21/8/2025). Sejumlah mantan Kapolri hingga Pati Polda Jatim turut hadir dalam kegiatan ini seperti Jenderal (Purn) KPH Roesdihadrdjo, Jenderal (Purn) S Bimantoro, hingga Jenderal (Purn) Sutarman.

Upacara ini juga dihadiri oleh pejabat utama Mabes Polri yakni Kabaharkam Polri Irjen Karyoto, Kalemdiklat Polri Komjen Chryshnanda Dwilaksana, Dankorbrimob Komjen Imam Widodo, AS SDM Kapolri Irjen Anwar, Kadivpropam Irjen Abdul Karim, Kadivhumas Irjen Sandi Nugroho, Kakorlantas Irjen Agus Suryonugroho, hingga Kapusjarah Polri.

Turut hadir pula Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Prawansa, Pangdam Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, Kapolda Jatim Irjen Nanang Avianto, Ketua DPRD Jatim Kusnadi, Pangkoarmada II Laksda TNI GP Alit Jaya, hingga Wakajati Hari Wibowo. Kemudian ada juga keluarga M Jasin, dan Moekar, juga veteran penghargaan Seroja Timor Timur.

Upacara ini diikuti oleh 977 personel. Setelah upacara selesai, Jenderal Sigit memberikan santunan kepada veteran Polri, keluarga M Jasin, dan putri Moekari (Ajudan M Jasin).

Kemudian, Jenderal Sigit juga meresmikan patung M Jasin.

Sejarah Singkat Hari Juang Polri

Pada 21 Agustus Tahun 1945 pukul 07.00 WIB bertempat di halaman markas Polisi Istimewa Surabaya, Inspektoer Polisi Kelas I Moehammad Jasin membacakan Proklamasi Polisi sebagai bentuk kesetiaan Polisi Istimewa kepada Negara Republik Indonesia. Peristiwa tersebut diperingati sebagai Hari Juang Polri berdasarkan Keputusan Kapolri Nomor: Kep/95/I/2024 tentang Hari Juang Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Adapun isi dari Proklamasi Polisi yaitu ”Oentoek bersatoe dengan rakjat dalam perdjoeangan mempertahankan Proklamasi 17 Agoestoes 1945 dengan ini menjatakan Poelisi sebagai Poelisi Repoeblik Indonesia”.

Setelah melakukan Ikrar Proklamasi Polisi, Moehammad Jasin dan anggota Polisi Istimewa melaksanakan pawai siaga untuk menunjukkan kekuatan dan kesiapan tempur menghadapi reaksi Jepang serta menempelkan Pamflet Proklamasi
Polisi. Selanjutnya pasukan Polisi Istimewa melakukan pelucutan senjata tentara Jepang dan membagikan senjata kepada para pejuang yang menjadi modal utama bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan.

Peristiwa proklamasi di Surabaya berpengaruh terhadap perjuangan di beberapa daerah seperti Aceh, Sumut, Sumbar, Sulawesi, Jambi, Palembang, Jakarta, Jawa Barat, Jogjakarta. Selain itu, ikrar proklamasi polisi menjadi momentum dalam membangun semangat anggota Polri untuk berjuang mempertahankan kemerdekaan pada berbagai peristiwa bersejarah seperti Hari Pahlawan 10 November 1945, Pertempuran 5 hari di Semarang pada 15-19 Oktober 1945, Bandung Lautan Api 23 Maret 1946, dan Hari Penegakan Kedaulatan Nasional 1 Maret 1849.

Jakarta, JSNews – Inspektur Pengawasan Daerah (Irwasda) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sri Satyatama, memimpin upacara peringatan Hari Juang Kepolisian Negara Republik Indonesia Tahun 2025. Upacara digelar di Lapangan Presisi Ditlantas Polda Metro Jaya, Kamis (21/8/2025).

Rangkaian acara peringatan diantaranya pembacaan sejarah singkat Hari Juang Polri serta pembacaan Proklamasi Polri. Upacara diikuti oleh personel dari berbagai satuan kerja, serta turut dihadiri pejabat utama Polda Metro Jaya.

Tanggal 21 Agustus ditetapkan sebagai Hari Juang Polri berdasarkan Surat Keputusan Kapolri Nomor Kep/95/I/2024. Penetapan ini merujuk pada peristiwa bersejarah di Surabaya pada 21 Agustus 1945, saat Polisi Istimewa memproklamasikan diri sebagai Polisi Republik Indonesia.

Sejarah tersebut bermula setelah Proklamasi Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945. Dua hari kemudian, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) menggelar sidang yang menetapkan status polisi agar dimasukkan ke dalam kekuasaan pemerintah Indonesia.

Menyusul keputusan itu, pada 20 Agustus 1945 Inspektur Polisi Kelas I Muhammad Jasin bersama anggota Polisi Istimewa Surabaya mengadakan rapat untuk menentukan sikap pasca-kemerdekaan. Hasil rapat menyepakati bahwa pada 21 Agustus 1945, polisi menyatakan kesetiaan kepada Republik Indonesia.

Pada hari itu, Muhammad Jasin memimpin apel pagi di Markas Polisi Istimewa Surabaya. Ia membacakan Proklamasi Polisi, kemudian memerintahkan pawai siaga sebagai simbol kesiapan menghadapi reaksi Jepang, sekaligus menempelkan pamflet Proklamasi Polisi di berbagai titik.

Hari bersejarah tersebut kini diperingati sebagai Hari Juang Polri setiap 21 Agustus.

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.