JAKARTA — Calon Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta, Uus Kuswanto, pernah diperiksa oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta dalam kasus dugaan korupsi di Dinas Kebudayaan (Disbud) DKI Jakarta.

Kasi Penerangan Hukum Kejati DKI Jakarta, Syahron Hasibuan, menyatakan bahwa Kejati pada Januari 2025 telah memeriksa 10 orang saksi terkait dugaan korupsi Disbud, dan salah satu yang dipanggil adalah Uus Kuswanto.
Selain Uus, saksi lain termasuk mantan Kabid Pemanfaatan Disbud DKI, sejumlah direktur perusahaan, dan manajemen sanggar seni.

Syahron menjelaskan bahwa pemeriksaan saksi ini “merupakan bagian dari prosedur hukum untuk mendapatkan informasi, klarifikasi, memperkuat pembuktian, dan melengkapi berkas perkara.”

Klarifikasi dari Uus Kuswanto
Setelah diperiksa, Uus mengaku bahwa penyidik Kejati menanyakannya soal kegiatan Dinas Kebudayaan yang dibuat oleh Kepala Dinas Kebudayaan nonaktif, Iwan Henry Wardhana (IHW).
Menurut Uus, pemeriksaan berlangsung singkat dan fokus hanya pada “kehadiran saya dalam salah satu kegiatan yang dibuat Iwan.”

Dalam kasus ini, Kejati DKI telah menetapkan tiga orang tersangka pada 2 Januari 2025, yaitu:

  • Iwan Henry Wardhana (IHW), Kepala Dinas Kebudayaan DKI,
  • Mohamad Fairza Maulana (MFM), Pelaksana Tugas Kabid Pemanfaatan Disbud,
  • dan Gatot Arif Rahmadi (GAR), pemilik event organizer

Modus yang disangkakan adalah penggunaan kegiatan fiktif dan sanggar seni fiktif untuk mengajukan Surat Pertanggungjawaban (SPJ), kemudian mencairkan dana kegiatan seni dan budaya, yang nilainya diduga mencapai Rp 150 miliar.

Kasus ini memunculkan pertanyaan di kalangan publik dan pengamat politik: apakah seseorang yang pernah dipanggil sebagai saksi dalam kasus korupsi sekelas tipikor (tindak pidana korupsi) senilai belasan hingga puluhan miliar rupiah pantas diangkat sebagai Sekda DKI.

Bagi sebagian pihak, pemeriksaan tersebut bisa menciderai reputasi dan menimbulkan keraguan terhadap integritas calon pejabat tinggi pemerintahan. Sementara itu, Uus berargumen bahwa kehadirannya dalam kegiatan Disbud tidak lebih dari konfirmasi administratif, bukan bagian dari penyalahgunaan anggaran.

Pemeriksaan Uus Kuswanto oleh Kejati terkait dugaan korupsi Disbud DKI menambah dimensi kontroversial terhadap pencalonannya sebagai Sekda DKI. Publik maupun pejabat pembuat keputusan kini dihadapkan pada pertimbangan antara rekam jejak hukum dan kemampuan administrasi dalam memilih figur birokrat puncak.

banner 468x60

JSNews || Tangerang, Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) terus menggenjot upaya penanggulangan banjir di Kabupaten Tangerang. Dalam kegiatan APBD Perubahan 2025, Bidang Drainase telah memulai pembangunan saluran di 28 titik lokasi, dengan target panjang mencapai 3,8 kilometer. Proyek ini diharapkan secara signifikan mengurangi genangan air dan banjir di berbagai wilayah di Kabupaten Tangerang.

Kegiatan pembangunan dan perbaikan drainase di Kabupaten Tangerang kini tengah dikebut. Dalam kegiatan APBD Perubahan tahun 2025 ini, Bidang Drainase Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang memfokuskan pengerjaan di 28 titik krusial. Dengan alokasi anggaran sekitar 8 miliar rupiah, pemerintah menargetkan terbangunnya saluran sepanjang 3,8 kilometer yang ditargetkan rampung dalam 60 hari kalender, atau tepatnya di akhir Desember 2025.

Disampaikan Kepala Bidang Drainase DBMSDA Kabupaten Tangerang, Yawan Duriyawan mengatakan, pihaknya mendorong agar upaya pengentasan banjir di Kabupaten Tangerang menjadi tanggung jawab bersama dengan kolaborasi dari berbagai pihak, khususnya masyarakat terkait masalah sampah.

“Dengan pembangunan yang tengah dikejar, Yawan berharap kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan akan semakin meningkat sehingga upaya penanggulangan banjir dapat lebih optimal., dan juga bisa membuang sampah pada tempatnya, serta tidak membuang sampah sembarangan, agar saluran drainase dapat bekerja optimal dan tidak terhalang oleh sampah,” ujarnya.

JSNEWS || JAKARTA — Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) menegaskan komitmennya untuk terus menjalin komunikasi yang baik dengan komite sekolah sebagai upaya memperkuat dukungan terhadap kebutuhan pendidikan anak. GPIB menilai bahwa hubungan yang harmonis antara sekolah, orang tua, dan organisasi masyarakat pendidikan akan membawa dampak positif bagi tumbuh kembang peserta didik.

Kedekatan GPIB dengan komite sekolah dan orang tua dianggap kunci dalam memantau perkembangan siswa sejak dini.

Melalui koordinasi yang terbuka dan dialog rutin, GPIB berharap setiap kebutuhan belajar siswa—baik akademik maupun non-akademik—dapat tersampaikan lebih cepat, lebih jelas, dan lebih tepat sasaran. Dengan demikian, berbagai persoalan yang muncul di lingkungan pendidikan dapat diketahui sejak dini dan ditangani bersama.

Ketua Umum GPIB, Ir. Agung Karang, menyampaikan pentingnya menghadirkan ekosistem pendidikan yang saling terhubung.

“Pendidikan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga rumah dan masyarakat. Dengan komunikasi yang baik antara GPIB, komite sekolah, dan orang tua, perkembangan anak dapat dipantau lebih awal sehingga setiap kebutuhan pendidikannya tertangani dengan lebih baik,” ujarnya.

Ir. Agung menambahkan bahwa kedekatan ini juga menciptakan rasa aman dan nyaman bagi orang tua, karena mereka mengetahui bahwa perkembangan anak mereka selalu berada dalam pengawasan bersama.

Ruang komunikasi yang hangat dan humanis antara orang tua, guru, dan komunitas pendidikan menjadi fondasi penting bagi tumbuhnya generasi yang sehat, percaya diri, dan siap menghadapi masa depan.

Dengan langkah ini, GPIB berharap tercipta kerja sama yang lebih kuat dan berkelanjutan dengan komite sekolah di berbagai daerah, demi memastikan setiap anak mendapat dukungan penuh dalam perjalanan pendidikannya.

Bekasi-JSNews



Minggu 16/11/2025
Satlantas Polres Metro Bekasi Kota akan melaksanakan Operasi Zebra Jaya 2025 pada 17–30 November 2025. Operasi ini digelar untuk meningkatkan ketertiban, keamanan, serta kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas di wilayah Kota Bekasi.

Adapun fokus pelanggaran yang menjadi sasaran penindakan antara lain:
Penggunaan handphone saat berkendara
Pengendara di bawah umur
Berkendara melawan arus
Pengendara di bawah pengaruh alkohol
Melebihi batas kecepatan
Sepeda motor berboncengan lebih dari satu orang
Tidak memakai helm SNI atau sabuk pengaman

Kendaraan tanpa TNKB
Penggunaan pelat nomor rahasia, kedutaan, atau palsu
Masyarakat diimbau untuk selalu mematuhi peraturan lalu lintas demi keselamatan bersama.

InfoBekasi

BekasiViral

BekasiUpdate

BekasiTerkini

OperasiZebra2025

joSSer
( Wakil Pimred )

Jakarta, JSNews — Puluhan orang mengikuti Jalan Santai di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Minggu, (16/11/2025) Pagi.

Puluhan orang tersebut berasal dari Pengurus dan Anggota Organisasi Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) ditingkat Dewan Pengurus Pusat (DPP) dan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) DKI Jakarta.

Acara ini digelar sebagai upaya mendorong gaya hidup sehat sekaligus memperkuat ikatan silahrurahmi yang sudah terjalin selama ini.

Kegiatan dimulai pukul 06.00 WIB dengan jalan santai mengelilingi stadion terbasar Indonesia tersebut.

Jalan santai sehat Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) tersebut diikuti langsung oleh Penasehat GPIB DR.Muji berserta Isteri, Ketua Umum GPIB Ir.Agung Karang Sekretaris Jenderal GPIB Drs. Abdul Hapid MH, Wakil Sekretaris Jenderal Icha Rachmawati,SE, Ketua I Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) Marsahid, dan perwakilan dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) GPIB DKI Jakarta Rahayu Desi Leni, Sonya Mercyana Simorangkir, Dani Hendro Pradiatmoko, Suhana, serta Ibu Nurhayati.

“Jalan santai ini di samping olahraga juga sebagai ajang silaturahmi dan konsolidasi antar pengurus sebagai bagian dari keluarga besar GPIB,” ujar Ir.Agung Karang ke awak media disela Jalan santai sehat tersebut, Minggu,(16/11/2025).

Dalam kesempatan itu, Sekjen GPIB Abdul Hapid menyampaikan apresiasi atas kebersamaan yang terjalin dengan digelarnya Jalan santai sehat tersebut.

“Terima kasih atas kehadiran rekan-rekan GPIB. Semoga jajaran pengurus GPIB semakin solid dan kuat dalam memperjuangkan dunia pendidikan,” ucapnya.

Suasana pagi di penghujung akhir pekan di GBK tampak semarak dengan kehadiran para pengurus yang berjalan bersama sambil berbincang santai mengenai wacana program kegiatan rutin olahraga kedepan yang akan di laksanakan.

Kegiatan jalan santai sehat ini diharapkan dapat menjadi tradisi rutin, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam menjalankan misi Gerakan Pendidikan Indonesia Baru dengan mottonya “Majunya suatu bangsa dimulai dari Pendidikan.”

Dia Abdul Hapid juga menambahkan bahwa Indonesia perlunya Pendidikan yang kuat yang membutuhkan masyarakat yang sehat dan aktif.

“Gerak tubuh dan gerak pikiran adalah satu kesatuan. Melalui kegiatan olahraga seperti ini, kami ingin membangun komunitas yang sehat, positif, dan peduli masa depan pendidikan Indonesia,” tandasnya.

Jalan santai bersama ini diakhiri dengan sesi foto bersama yang diikuti semua peserta.

JSNews || Jakarta – Organisasi pemerhati dunia Pendidikan, GPIB (Gerakan Pendidikan Indonesia Baru) berhasil menjalin kerjasama dengan PT.Sarana Aviation Solusi (PT.SAS) dibidang sinergi pendidikan, sertifikasi, dan pemberdayaan ekonomi, yang ditandai dengan penandatanganan Memorandum of understanding (MoU) yang dilaksanakan di Lippo Tower Holland Village, 26 Floor (Walton) Jl. Letjen Suprapto No.1 Kavling 60, RT.10/RW.7, Cempaka Putih Timur, Kecamatan Cempaka Putih, Kota Jakarta Pusat.

Selain penandatangan MoU antara GPIB dan PT.SAS, juga dilasanakan sosialisasi program kerjasama dengan menampilkan beberapa narasumber yang bersangkut paut langsung dengan kerjasama tersebut, Jumat, (14/11/2025) Siang.

Ir.Agung Karang sebagai Ketua Umum DPP GPIB mendapatkan kesempatan pertama memberikan pemaparan tentang Visi Misi GPIB, Kolaborasi startegis dan peningkatan index kinerja ormas dalam sosialisai program tersebut, kemudian dilanjutkan dengan Narasbumber Hendri Affandi, SE, Akt, CFtA, MBA, Ph.D dengan pemaparan tentang Transformasi Ormas menunju ekosistem SDM kompeten & produktif, sebagai narasumber ke tiga adalah Direktur PT.SAS Noor Rachmad yang menjelaskan tentang latar belakang, ruang lingkup, struktur pelaksanaan & rencana aksi MoU dan sosialiasi program tersebut diakhiri dengan pemaparan dari Ketua GPIB DPW DKI Jakarta Dandy Caprianto, S.H, M.H yang menerangkan tentang program Pemerintah melalui Kemendagri yg kemudian Dilaksanakan oleh KESBANGPOL seluruh Indonesia untuk Penilaian Ormas melalui. index kinerja ormas (IKO) dan pencapaian yang berhasil diraih oleh Organisasi GPIB.

Pada penandatangan MoU, Ir.Agung Karang (Ketua Umum GPIB) melakukan penandatangan kesepakatan MoU bersama Noor Rachmadi (Direktur PT.SAS) yang disaksikan oleh Komisaris PT. SAS
M. Isnaeni dan DR. Hendri Affandi. SE
Ant. CFrA. MBA. Ph.D sebagai Dewan Penasehat DPP GPIB serta disaksikan juga oleh Jajaran Pengurus Pusat sampai dengan Jajaran Pengurus Cabang Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) yang hadir pada acara tersebut.

Acara tersebut didukung dan disponsori oleh Bank Syariah Indonesia (BSI) KCP Jakarta Rawasari dan Walton Workspace.

Salah satu perwakilan BSI KCP Jakarta Rawasari, Ibu Bela menyampaikan ucapan dukungan dan pengenalan program BSI untuk pemberdayaan ekonomi.

“Baru saja kami mengadakan penandatanganan MoU kerjasama antara PT SAS dengan Gerakan Pendidikan Indonesia Baru atau GPIB, pada hari Jumat tanggal 14 November tahun 2025 berlangsung dengan lancar aman dan sukses, harapannya adalah kedepannya tidak hanya penandatanganan tapi terus tidak berhenti, tapi akan direalisasikan dan dilaksanakan terutama dalam hal sosialisasi program, dengan PT SAS ini mengadakan MOU untuk kerjasama dalam hal sinergi Pendidikan, Sertifikasi dan pemberdayaan ekonomi,”ujar Ir.Agung Karang keawak media seusai penandatanganan MoU, Jumat, (14/11/2025).

Sedangkan ditempat yang sama M. Isnaeni Komisaris PT. SAS mengucapkan ucapan terima kasihnya atas telah terlaksananya penandatangan Mou antara PT.SAS dan GPIB yang berharap kedepannya bisa saling menguntungkan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Agung sebagai Ketua Umum dari GPIB, Semoga dengan adanya MoU ini GPIB punya jaringan yang luas, bisa sama-sama menguntungkan untuk PT.SAS, dimana selain mencerdaskan bangsa, kita juga bisa meningkatkan ekonomi masyarakat, Semoga masyarakat tambah sejahtera, tambah makmur,”ucap M. Isnaeni.

Sedangkan Direktur PT.SAS Noor Rachmadi keawak media mengatakan bahwa kerjasama atara GPIB dan PT.SAS tersebut mengatakan bahwa dengan adanya Nota Kesepakatan di antara GPIB dan PT.SAS tersebut diharapkan bisa mendapatkan sinergergi dibidang pendidikan, Sertifikasi dan kemudian diharapkan dapat berperan aktif, Pada program kerjasama yang telah dituangkan pada Nota kesepakatan MoU.

“Jadi kerjasama hari ini antara GPIB dan PT SAS itu adalah sesuai bidangnya, jadi ini bersinergi di bidang pendidikan yang tentunya pendidikan saja tidak cukup, tapi harus ditingkatkan menjadi lebih kompeten, dengan memberikan peluang-peluang untuk tersertifikasi, jadi lebih di percaya oleh warga masyarakat,”ujar Noor Rachmadi.

“Kemudian kalau sudah bisa berdaya saing, tentunya yang diharapkan adalah pemberdayaan secara ekonomi, kalau ekonominya baik, maju tentunya, semua akan menjadi sejahtera buat kita semua,”kata Noor Rachmad.

DR. Hendri Affandi. SE
Ant. CFrA. MBA. Ph.D sebagai Dewan Penasehat DPP GPIB mengatakan bahwa dukungan GPIB dengan visi Indonesia di 2045 bisa berlangsung smooth, bisa berlangsung berkelanjutan, bagaimana kolaborasi antara dunia industri, mungkin ada di PT SAS, apalagi kemudian men-support pendidikan, sehingga pendidikan pemberdayaan ekonomi masyarakat atau di sebut dengan ekonomi kelanjutannya atau ekonomi kerakyatan pekerjaan di wilayah-wilayah di daerah, Provinsi maupun Kabupaten.

“Seperti saya sebutkan tadi laba ekonominya bisa terukur, jadi nanti dari Litbang,Kami juga akan menerbitkan informasi secara rutin per semester,”pungkasnya.

Perlu diketahui, Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) sendiri adalah organisasi yang didirikan pada 1 Oktober 2022, untuk memajukan pendidikan di Indonesia, dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat seperti guru, pengusaha, komite sekolah, murid, mahasiswa, dosen , Lawyer, Wartawan pemerhati pendidikan dan profesional dari berbagai latar belakang. Tujuan utamanya adalah untuk mencerdaskan anak bangsa, Menggerakkan seluruh lapisan masyarakat dalam Pendidikan untuk mewujudkan Indonesia Baru, memberikan masukan untuk menyempurnakan sistem pendidikan nasional, serta mendukung program pemerintah dalam memajukan pendidikan di semua jenjang, dari PAUD hingga perguruan tinggi.

PT.Sarana Aviation Solusi atau yang disingkat PT.SAS adalah perusahan yang awal berdirinya adalah lembaga sertifikasi profesi dan pelatihan kerja yang berfokus pada profesi di bidang penerbangan, tetapi juga melayani bidang lain seperti perkantoran, logistik, dan forwarding.

Acara dihadiri Sekjen DPP GPIB Ustadz Drs.H.Abdul Hapid,SH,MH,
Wasekjen 1 DPP.GPIB Rika Rachmawati SE, Ketua DPC GPIB Jakarta Timur Mohammad Amin, Ketua DPC.GPIB Jakarta Pusat Suhandi, DR.Mudji Sabar, Hartadi SH,MH, Reni Dewayani, Marsahid, Tina Permatasari, Evi Fatmawati, Kusnendar, S Erfan Nur Ali dan Titik Suparti, ustad Abi Mansur, Fitria Agustini, Rahayu Desi Leni, Sonya Mercyana Simorangkir ,Sri Rejeki, Dicky Dari pihak PT SAS hadir Agus S, Deny Resdiansyah, Abijon Anas, Mohammad Nagito.

Acara berakhir pukul 18.00 WIB dengan sesi foto bersama.

JAKARTA-JSNews

Sabtu (5/11/2025)

Sosok kreator digital joSSer kembali menarik perhatian publik setelah identitas aslinya terungkap. Jurnalis yang kerap terlibat dalam produksi konten komedi maupun konten pribadi itu ternyata adalah Rahmat Hidayat (49), yang tetap menjalani kesehariannya sebagai petugas parkir di ruas Jalan I Gusti Ngurah Rai, kawasan sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta.

Rahmat, yang akrab disapa Bejos di lingkungan kerjanya, menjadi topik pembicaraan warganet setelah kisah latar hidupnya muncul ke permukaan. Lahir pada 7 Oktober 1976 sebagai anak tunggal, ia kehilangan ayahnya tepat pada hari kelahirannya. Kondisi ekonomi keluarga membuat sang ibu menitipkannya ke Asrama Rumah Piatu Muslimin Kramat Raya. Lingkungan asrama itu, menurut Rahmat, membentuk karakter kedisiplinan dan kemandirian yang melekat hingga kini.

Meski kisah hidupnya memiliki daya tarik tersendiri, Rahmat memilih tidak menjadikannya bahan konten. Ia menekankan bahwa fokusnya adalah menghadirkan tayangan positif dan tetap bekerja sebagaimana biasanya.
“Saya hanya ingin berkarya dan bekerja jujur. Popularitas bukan tujuan saya,” ujarnya.

Keputusan Rahmat untuk tetap menjalankan tugas sebagai petugas parkir, meski telah dikenal luas melalui media digital, menuai apresiasi dari warganet. Sikap itu dipandang sebagai cerminan integritas dan konsistensi terhadap pekerjaan, di tengah budaya digital yang kerap menjadikan pencitraan sebagai ukuran keberhasilan.

Rahmat juga membawa identitas budaya Minangkabau dari garis keturunan ibunya, khususnya dari suku Koto. Nilai-nilai seperti keteguhan dan kemandirian diyakini turut membentuk cara ia memandang perjalanan hidup serta tanggung jawab sehari-harinya.

Fenomena joSSer memperlihatkan bagaimana figur digital dari kalangan pekerja dapat menghadirkan perspektif berbeda mengenai ketenaran di era media sosial. Kehadiran Rahmat membuka ruang diskusi mengenai relasi antara identitas, pekerjaan, dan persepsi publik di tengah terus berkembangnya lanskap konten digital.

Redaksi

JSNews || Jakarta Utara – Mabes TNI menyelenggarakan kegiatan Bakti Sosial bagi warga di wilayah Kodim 0502/Jakarta Utara bertempat di Jl. Yos Sudarso Gang Z Timur, Kelurahan Koja, Kecamatan Koja, Jakarta Utara. Jum’at (14/11/2025).

Hadir dalam Kegiatan tersebut antara lain Kasdim 0502/JU Letkol Inf Danny Sulistyo yang mewakili Dandim 0502/JU, Danramil 01/Koja Mayor Inf Edi Munarso, Pasi Ter Kodim 0502/JU Kapten Inf M. Yusuf, Ketua RT 001 Bapak Akbar dan warga RT 001 dan 002 Kel. Koja Kec. Koja Jakarta Utara.

Kegiatan diawali dengan pembukaan, doa bersama, sambutan-sambutan, dan dilanjutkan dengan penyerahan paket sembako secara simbolis kepada warga. Acara ditutup dengan doa penutup dan sesi foto bersama.

Kegiatan Bakti Sosial dari Mabes TNI di wilayah Kodim 0502/JU ini merupakan wujud kepedulian TNI kepada masyarakat, khususnya dalam membantu meringankan beban warga di Kelurahan Koja. Melalui kegiatan ini, TNI berharap dapat terus mempererat hubungan dan sinergi dengan masyarakat.

BALI-JSNews



Kamis 12/11/2025
Forum Wartawan Jaya (FWJ) Indonesia menghadiri seremoni yang mempertemukan 30 raja se-Nusantara di Puri Agung Ubud, Bali. Acara ini merupakan salah satu kegiatan sakral tahunan paling bergengsi di Pulau Dewata.

“Kehadiran kami di sini merupakan sebuah kehormatan. Sebagai organisasi pers nasional, FWJ Indonesia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya karena dapat hadir sebagai tamu kehormatan,” ujar Ketua Umum FWJ Indonesia, Mustofa Hadi Karya, atau yang akrab disapa Opan, di Ubud, Bali (13/11/2025).

Opan menjelaskan, para raja atau pemimpin puri di Bali tetap aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan budaya di tahun 2025. Meski peran mereka kini lebih berfokus pada adat dan budaya, namun tetap menjadi simbol penting dalam menjaga warisan sejarah Bali.

Menurutnya, terdapat beberapa catatan penting mengenai keberadaan dan peran para raja di Bali saat ini:

  1. Peran Adat dan Budaya: Puri (istana kerajaan) di Bali masih berfungsi sebagai pusat kegiatan adat, keagamaan, dan pelestarian budaya.
  2. Simbol Warisan: Para pemimpin puri, yang dikenal sebagai Tjokorda atau Ida Dalem, dihormati sebagai pemangku adat dan penjaga warisan sejarah.
  3. Partisipasi dalam Acara Resmi: Para raja aktif menghadiri berbagai acara penting pemerintah dan komunitas lokal. Misalnya, Ida Dalem Semaraputra (Raja Klungkung) bersama raja se-Bali menghadiri Klungkung Heritage Festival 2025 pada Oktober lalu.
  4. Pelestarian Warisan: Mereka turut menjaga tradisi seperti Kuliner Cara Puri dan seni pertunjukan khas Bali.
  5. Puri yang Masih Aktif: Di antaranya Puri Agung Semarapura (Klungkung), Puri Agung Ubud, Puri Agung Gianyar, Puri Agung Denpasar, dan Puri Agung Tabanan.
  6. Pertemuan Nasional: Para raja juga rutin mengikuti pertemuan antar-kerajaan se-Nusantara guna memperkuat peran masyarakat adat dalam sistem kebangsaan.

Secara ringkas, Opan menegaskan bahwa kehadiran para raja di Bali menandai komitmen mereka dalam menjaga, mengembangkan, dan mempromosikan budaya Bali di tengah masyarakat modern.

Sementara itu, Kepala Bidang Budaya dan Pariwisata FWJ Indonesia, Mairoji Saputra, yang turut hadir didampingi Kapolsek Ubud Kompol I Wayan Putra Antara, S.Pd., M.H., menyebut seremoni ini meninggalkan kesan mendalam bagi pihaknya.

“Acara seperti ini tidak terjadi dua kali dalam setahun. Undangannya terbatas, hanya dihadiri oleh para raja dan bangsawan dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka berkumpul memperingati hari jadi Kerajaan Ubud sekaligus membahas isu penting seputar kebudayaan dan pariwisata Bali,” ujar Roji.

FWJ Indonesia juga berpartisipasi dalam berbagai dialog dengan para raja dan bangsawan, membahas upaya pelestarian budaya dan peningkatan sektor pariwisata Bali.

“Intinya, pertemuan ini menegaskan pentingnya menjaga tradisi serta meningkatkan potensi pariwisata berbasis budaya,” lanjut Roji.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolsek Ubud Kompol I Wayan Putra Antara menyampaikan apresiasinya atas suksesnya acara.

“Puji syukur, acara berjalan lancar, aman, dan kondusif hingga selesai,” ujarnya.

Sementara itu, Made Suteja, selaku Perwakilan Koordinator Sekaa, menyampaikan terima kasih atas dukungan FWJ Indonesia.

“Kami sangat menghargai kehadiran FWJ Indonesia yang datang jauh-jauh dari Jakarta. Kami berharap kerja sama ini terus terjalin untuk melestarikan kebudayaan dan mendukung pariwisata Bali,” ungkapnya.

Seremoni ini turut dimeriahkan oleh berbagai pertunjukan seni dan budaya, mulai dari tarian tradisional, musik khas Bali, hingga kuliner cara puri. Para tamu juga berkesempatan menikmati aneka hidangan tradisional serta berbelanja di pasar seni yang disediakan panitia.

joSSer
( Wakil Pimred )

Bekasi – JSNews

Nasabah Pegadaian Cabang Bekasi Timur, Ibu Sri Handayani berhasil meraih hadiah satu unit mobil niaga Daihatsu Gran Max dari Program Badai Emas Pegadaian 2025 yang diserahkan langsung oleh Deputy Bisnis Area Bekasi, Rinaldy yang didampingi pimpinan Pegadaian Cabang Bekasi Timur, Yanti Sri Rejeki di Kantor Pegadaian Cabang Bekasi Timur, Kamis (13/11/2025).

Deputy Bisnis Area Bekasi, Rinaldy dalam kesempatan tersebut mengatakan “Hari ini penyerahan hadiah berjalan dengan lancar. Ini adalah undian program Badai Emas periode pertama yaitu bulan Mei – Agustus 2025, karena dalam kurun waktu satu tahun ada 2 periode, di periode kedua September – Desember 2025 hadiah utamanya ada 1 Kg Emas atau Emas batangan.”

Kenapa diperiode kali ini ada hadiah mobil Gran Max, Rinaldy menjelaskan bahwa Gran Max adalah mobil pickup, dia berharap nantinya mobil ini bisa dipakai untuk usaha oleh penerima hadiah tersebut, karena kalau mobil pribadi untuk usaha mungkin kurang leluasa, tapi kalau Gran Max lebih optimal dipakai untuk usaha.

“Kita mengajak dan mengimbau semua nasabah untuk rutin bertransaksi di outlet Pegadaian maupun menggunakan aplikasi Tring!, yang merupakan versi penyempurnaan dari aplikasi digital Pegadaian sebelumnya, karena tiap tahun ada 2 kali undian, harapan kita nasabah aktif yang memakai produk Pegadaian agar bisa dapat undian itu. Semua nasabah pengguna aplikasi Tring! maupun yang bertransaksi langsung di outlet Pegadaian berkesempatan mendapatkan poin tanpa ada batas minimal transaksinya, yang nantinya akumulasi poin transaksi dapat ditukar menjadi kupon undian untuk di-undi pada periode yang telah ditentukan,” tutur Rinaldy.

Rinaldy juga menjelaskan bahwa pertumbuhan transaksi di tahun 2025 ini sangat baik. Didukung dengan adanya kenaikan emas yang luar biasa yang sekarang per gram hampir 2,5 juta rupiah sedangkan di Pegadaian bisa diangsur sehingga mempermudah masyarakat untuk memiliki emas, karena minat masyarakat yang luar biasa di Pegadaian sendiri terjadi kenaikan penjualan, khususnya di produk cicil emas yang terjadi kenaikan dari Januari 2025 sampai sekarang terjadi kenaikan sebesar 170 persen.

Terkait produk cicil emas, Rinaldy juga mengatakan “Produk cicil emas sekarang banyak peminatnya, karena pergerakan harga emas yang mungkin setiap hari berubah-ubah kecenderungan naik serta di produk cicil emas kita hanya cukup bayar uang muka saja sebesar 15 persen dan itu bisa dicicil tergantung dari jangka waktu, sedangkan jangka angsuran 6 bulan, 12 bulan, 24 bulan dan 36 bulan. Istimewanya, karena harga emas fluktuatif (naik-turun), kita sepakati harga itu pas saat akad awal. Jadi berikutnya jika harga emas naik ataupun turun kita tetap menggunakan harga awal sesuai pada akad yang sudah disepakti. Tetapi kecenderungan harga emas berdasarkan data historis akan cenderung naik, sehingga mengunci harga di awal merupakan langkah investasi yang cerdas”

“Selain Cicil Emas Fisik, kami dari Pegadaian mengajak masyarakat yang belum punya tabungan emas di Pegadaian untuk segera buka tabungan emas di Pegadaian. Mulai dari sekarang kita menabung emas di Tabungan Emas Pegadaian, karena menabung emas itu tidak harus per 1 gram tapi bisa juga dengan mulai dari 10 ribu rupiah yang nantinya kita konversi ke gramasi emas, sehingga lebih fleksibel. Hal ini menurut saya sangat baik karena ada peningkatan harga emas dari tahun ke tahun.” Pungkas Rinaldy.

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.