SARMI, JSNews Satgas Ops Damai Cartenz menggelar kegiatan Bakti Kesehatan Gratis untuk warga lanjut usia (lansia) di Kampung Ansudu, Distrik Pantai Timur, Kabupaten Sarmi, pada Rabu (30/7/2025).

Pelayanan kesehatan gratis ini menjadi bentuk kepedulian Satgas Ops Damai Cartenz terhadap kesehatan warga di wilayah Papua, khususnya kalangan lansia yang memiliki keterbatasan akses ke fasilitas medis.

Tokoh masyarakat Kampung Ansudu, Adam Beny Mersua, yang juga menjabat sebagai Kaur Pemerintahan kampung, menyampaikan apresiasi tinggi kepada jajaran kepolisian atas kegiatan tersebut.

“Kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada kepolisian melalui Satgas Ops Damai Cartenz yang telah datang di kampung kami untuk melaksanakan pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat di Kampung Ansudu ini,” ujar Adam Mersua.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin, mengingat pelayanan kesehatan menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat Papua.

“Pengobatan seperti ini sangat membantu warga. Kami berharap ke depannya tetap berlanjut,” tambahnya.

Bakti kesehatan ini merupakan bagian dari pendekatan humanis Satgas Ops Damai Cartenz dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Papua melalui kegiatan pelayanan masyarakat.

banner 468x60

Jakarta,JSNews  01/08/2025
Episode perdana D’FOUR Entertainment Dengan Judul “Cinta Ditolak Jamu Bertindak” Akan segera tayang dalam waktu dekat ini dengan penulis cerita Budi Otot sutradara Cepy Raden dan Kameramen Zaenal langgar
Serta di dukung  oleh artis senior lainya.

Berlokasi di jln Narogong permai raya rawa lumbuh Bekasi yang memang menjadi lokasi tetap kampung Cilembu.Karna selain tempatnya tenang dan jauh dari keramaian Episode pertama sitkom ini dengan judul cinta di tolak jamu bertindak adalah komedi yang menggambarkan cerita sehari hari tentang kehidupan dilingkungan perkampungan yang selalu saja mengalami berbagai macam konflik, yang membuat cerita ini semakin seru lucu penuh drama di episode episode kampung Cilembu ucap Budi otot sebagai penulis cerita sekaligus pimpinan produksi.

Semoga film yang kami sajikan dapat menghibur pencinta film dimanapun berada dan menjadi tontonan serta tuntunan dan jangan lupa saksikan di kanal YouTube D”FOUR ENTERTAINMENT

Puncak Jaya, JSNews – Seorang warga sipil menjadi korban kekerasan menggunakan senjata tajam yang diduga dilakukan oleh orang tidak dikenal (OTK). Peristiwa ini terjadi pada Kamis (31/7/2025) sekitar pukul 12.30 WIT, di Jalan Pasar lama Kota Mulia menuju Kamp Dokome, Distrik Yamo.

Korban diketahui bernama Satu’in (51), yang beralamatkan di Kamp. Usir, Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya. Saat ini, korban tengah menjalani perawatan intensif di RSUD Mulia akibat luka serius akibat kekerasan menggunakan senjata tajam di bagian lengan kiri tubuhnya.

Kejadian ini bermula saat tetangga korban, Satu’in (51), yang saat itu mengantar penumpang perempuan dari Pasar Lama Kota Mulia menuju Kamp. Dokome. Dalam perjalanan, tiba-tiba korban melihat ada 2 (dua) OTK berboncengan dengan menggunakan motor MX King (R2) berwarna biru mengikuti dari belakang.

Setelah melewati lokasi PT. NIKITA, korban melanjutkan perjalanan menuju Kamp. Unduh. Saat dalam perjalanan, kedua OTK tersebut memberhentikan korban dan langsung melakukan kekerasan menggunakan senjata tajam (parang) di bagian lengan kiri korban. Korban langsung terjatuh, dan motor serta penumpang yang bersama korban diambil paksa oleh pelaku, kemudian mereka melarikan diri ke arah Kampung Purbalo. Setelah pelaku pergi membawa motor korban, korban menelepon teman ojeknya di kota Mulia untuk meminta pertolongan.

Empat orang teman ojek segera menjemput korban dan membawanya ke RSUD Mulia untuk mendapatkan perawatan medis.

menanggapi hal tersebut, Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., yang didampingi Wakaops Damai Cartenz, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., membenarkan kejadian tersebut.

“Ya benar, telah terjadi kekerasan menggunakan senjata tajam tersebut. Korban saat ini sedang menjalani perawatan intensif di RSUD Mulia. Saat ini Satgas Operasi Damai Cartenz masih melakukan penyelidikan terkait adanya dugaan keterlibatan dari KKB dan pengejaran terhadap pelaku,” ujar Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2025, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan mempercayakan penanganan situasi ini kepada aparat keamanan.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang namun tetap waspada. Aparat keamanan menjamin bahwa pengejaran dan penegakan hukum terhadap pelaku akan dilakukan secara tegas,” tegas Kombes Yusuf.

Hingga kini, Satgas Ops Damai Cartenz masih melakukan penyisiran dan penyelidikan terkait adanya keterlibatan KKB di sekitar lokasi kejadian untuk mengidentifikasi pelaku dan memastikan kondisi kamtibmas tetap aman dan terkendali.

Jakarta. JSNews – Polda Metro Jaya secara resmi mengumumkan hasil akhir penyelidikan terkait kematian ADP (39), seorang diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemlu) yang ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Kasus ini menjadi perhatian publik karena jenazah korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan, dengan wajah terbungkus plastik dan dililit lakban kuning.

Dalam pengungkapan kasus tersebut, Polda Metro Jaya menegaskan bahwa proses penyelidikan dilakukan secara ilmiah dan akuntabel, dengan menggandeng para pakar dari berbagai bidang keahlian.

“Pendekatan scientific crime investigation diterapkan sebagai bagian dari komitmen Polri dalam mengungkap kebenaran secara profesional dan transparan. Melalui kerja sama lintas profesi ini, penyidik berhasil mengurai secara rinci penyebab serta konteks di balik kematian ADP,” ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi, Kamis (31/7/2025).

Kabid Humas menyampaikan keterlibatan para ahli menjadi kunci penting dalam membongkar kasus ini. Ia mengungkapkan bahwa pendekatan multidisipliner menjadi dasar dalam menemukan titik terang dari berbagai aspek yang diperiksa, baik kondisi psikologis korban, jejak digital, toksikologi, hasil autopsi, hingga sidik jari yang ditemukan di tempat kejadian perkara. Semua data dan analisis dari para ahli ini kemudian disatukan untuk membentuk kesimpulan yang utuh dan objektif.

Konferensi pers turut dihadiri oleh sejumlah pejabat kepolisian yang terlibat langsung dalam proses penyidikan. Polda Metro Jaya juga menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada keluarga korban, dan menegaskan bahwa seluruh langkah dalam pengungkapan kasus ini dilakukan secara profesional, proporsional, serta dapat dipertanggungjawabkan.

ADP diketahui terakhir terlihat pada Senin (7/7), saat ia berada di rooftop Gedung Kemlu RI selama lebih dari satu jam. Ia kemudian meninggalkan tas ransel dan kantong belanja di tangga gedung sebelum akhirnya ditemukan tewas keesokan paginya. Hingga saat ini, penyidik telah memeriksa sedikitnya 24 orang saksi, termasuk istri korban dan penjaga kos yang menemukan jenazah.

Polda Metro Jaya menegaskan pendekatan ilmiah yang kolaboratif ini merupakan wujud nyata reformasi kinerja kepolisian dalam menangani kasus-kasus sensitif dan kompleks.

“Kasus kematian ADP menjadi contoh bagaimana sinergi antara aparat penegak hukum dan para ahli dapat menghadirkan kejelasan dan keadilan dalam proses penyelidikan,” tutup Kabid Humas.

Jakarta.JSNews – Ketua Komisi III DPR Habiburokhman mengapresiasi Polda Metro Jaya (PMJ) yang dinilai berhasil mengungkap kasus kematian diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemlu) berinisial ADP (39).

Ketua Komisi III menilai kasus kematian ini sudah terang dan jelas. “Sebagai Ketua Komisi III kami mengapresiasi kinerja Polri khususnya PMJ yang mengungkap kasus meninggalnya diplomat muda dengan terang dan jelas,” ujarnya, Kamis (31/7/2025).

Ia mengapresiasi mekanisme investigasi kriminal ilmiah yang dijalankan Polda Metro. Menurutnya, investigasi dengan melibatkan banyak ahli sangat membantu masyarakat untuk memahami kasus tersebut.

“Dari fakta-fakta yang disampaikan, bisa kami lihat bahwa para penyidik telah bekerja dengan penuh kehati-hatian, sabar, cermat, dan teliti,” kata Ketua Komisi III.

Ia menyoroti sikap Polda Metro yang belum menutup kasus itu meski beberapa fakta sudah ditemukan. Menurutnya, sikap Polda Metro itu menunjukkan penyidik memahami prinsip hukum pidana.

“Yang menarik, dikatakan bahwa korban meninggal tanpa keterlibatan orang lain, namun penyidik masih belum menutup kasus. Ini menunjukkan bahwa penyidik sangat memahami prinsip hukum pidana bahwa kesimpulan akhir harus diambil dengan bukti yang tidak terbantahkan lagi,” ucapnya.

Jakarta Pusat, JSNews – Polres Metro Jakarta Pusat bersama jajaran Polda Metro Jaya menggelar kegiatan Ngopi Kamtibmas di Pos Satkamling RW 04, Kelurahan Kebon Kelapa, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (30/7/2025) malam.

Sekitar 130 peserta hadir dalam kegiatan tersebut, mulai dari pejabat kepolisian, aparat TNI, lurah, tokoh masyarakat, hingga warga sekitar. Ngopi Kamtibmas digelar sebagai wadah dialog langsung antara masyarakat dan kepolisian, guna membahas berbagai persoalan keamanan lingkungan.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro menyampaikan bahwa masalah keamanan dan ketertiban masih menjadi keluhan utama warga di Jakarta Pusat.

“Hampir di setiap kegiatan Ngopi Kamtibmas, keluhan masyarakat selalu berkisar pada keamanan. Mulai dari tawuran, penyalahgunaan obat-obatan, hingga kejahatan berbasis media sosial,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa Polres Jakarta Pusat dalam sepekan terakhir telah menyita puluhan senjata tajam yang hendak digunakan untuk tawuran antar kelompok.

“Ini adalah upaya pencegahan nyata dari kami. Jangan sampai ada korban sia-sia di jalanan hanya karena ego kelompok dan pergaulan yang salah arah,” kata Susatyo.

Selain itu, penyalahgunaan obat-obatan seperti tramadol juga menjadi sorotan. Susatyo mengimbau peran orang tua untuk lebih aktif mengawasi anak-anak mereka, termasuk dalam penggunaan media sosial.

Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat utama Polda Metro Jaya, antara lain Karo Ops Kombes Pol I Ketut Gede Wijatmika, Dir Binmas Kombes Pol Harry Muharam Firmansyah, dan Dir Intelkam Kombes Pol Miko Indrayana. Dari unsur TNI, hadir Danramil 04 Gambir Mayor Arh Banteng Raffi Isdiyanto, serta Lurah Kebon Kelapa Billie Oktarian.

Kombes Pol Harry Muharam, Dir Binmas Polda Metro Jaya, mengatakan bahwa Ngopi Kamtibmas adalah upaya Polda Metro Jaya untuk lebih dekat dengan masyarakat dan menyerap langsung aspirasi yang berkembang di lapangan.

“Kegiatan ini adalah forum komunikasi dua arah. Kami datang bukan hanya memberikan imbauan, tapi juga ingin mendengar langsung keluhan warga,” ucap Harry.

Ia menyebutkan bahwa Polda Metro Jaya secara rutin melakukan program sambang warga, Subuh Keliling, Jumat Keliling, serta edukasi ke sekolah-sekolah sebagai upaya pencegahan.

Sementara itu, Karo Ops Kombes Pol I Ketut Gede menjelaskan bahwa jumlah kasus tawuran di wilayah hukum Polda Metro Jaya mengalami penurunan dalam dua pekan terakhir.

“Pekan lalu ada 10 kasus, pekan ini turun menjadi 8. Di wilayah Jakarta Pusat hanya satu kasus. Ini berkat sinergi semua pihak, termasuk warga,” jelasnya.

Ia mengajak warga untuk berperan aktif menjaga keamanan lingkungan.

“Tidak cukup hanya mengandalkan polisi. Orang tua, guru, dan tokoh masyarakat harus menjadi garda terdepan untuk mencegah anak-anak terlibat dalam tawuran dan kenakalan remaja,” ujarnya.

Terkait pertanyaan warga soal tilang elektronik (e-TLE), Kombes Pol Miko Indrayana, Dir Intelkam Polda Metro Jaya, menjelaskan pentingnya konfirmasi e-TLE untuk menghindari kendala saat membayar pajak kendaraan.

“Jika tidak dikonfirmasi, maka pelanggaran akan tetap tercatat dan akan muncul saat membayar pajak. Kami juga menyediakan layanan SKCK online dan pemetaan titik rawan kejahatan,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Ketua RW 04 Kebon Kelapa yang mewakili warga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini.

“Kami sangat berterima kasih atas perhatian Kapolres dan jajaran Polda Metro Jaya. Kehadiran langsung Bapak-Bapak semua sangat berarti bagi kami, dan menjadi bukti bahwa keamanan warga diperhatikan secara serius,” ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan sarana kontak dari pejabat kepolisian kepada perwakilan warga RW 04 sebagai simbol sinergi dan komitmen menjaga kamtibmas. Seluruh rangkaian berjalan aman, tertib, dan kondusif, serta diakhiri dengan foto bersama seluruh peserta.

Jakarta,JSNews – Bertempat di Sekretariat DPP Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) di Jl.Raya Bogor KM 20 No.117/B Kramat Jati, Jakarta Timur, Pengurus DPP Gerakan Pendidikan Indonesia Baru berkolabrasi bersama Sidina Community, menggelar Sosialisasi 7 kebiasaan anak Indonesia Hebat.

Yang mempresentasikan sosialisasi tersebut Evi Fatmawati,AMD yang merupakan Fasilisator dari Sidina Community, yang sekaligus sebagai Koordinator Departemen Humas DPP GPIB.

Sosialisasi tersebut diikuti oleh peserta dari Jajaran Pengurus DPP dan DPW GPIB DKI Jakarta antara lain dari Pengurus DPP GPIB dihadiri oleh Ketua Umum DPP GPIB Ir.Agung Karang, Seketaris Jenderal DPP GPIB H.Toto Yuhendarto, SE, Tina Permata Sari, SE, S.Com (Ketua Humas
DPP.GPIB), Lis Nur Fajar (Wabendum 1), Lili Setiawati (Departemen Kurikulum, Kesiswaan, Literasi, Olah raga & Seni Budaya), Retno Samiaji (Departemen Sosial), Sedangkan dari pengurus DPW GPIB Provinsi DKI Jakarta yang hadir adalah
Sonya Simorangkir, Rahayu Dessy, Nurhayati , Suhana, Yenti, dan Nani Wijaya, Rabu, (30/07/2025) Siang.

Pemerintah Republik Indonesia memiliki visi mewujudkan Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045 dan delapan misi yang disebut Asta Cita. Untuk mendukung terwujudnya visi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mengemban tugas untuk mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul yang selaras dengan misi Asta Cita keempat yakni memperkuat pembangunan sumber daya manusia, sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas.

SDM unggul tersebut harus mempunyai delapan karakter utama
bangsa yakni: religius, bermoral, sehat, cerdas dan kreatif, kerja keras, disiplin dan tertib, mandiri, serta bermanfaat. Delapan karakter utama bangsa ini dapat tercapai melalui pembiasaan yang harus dilakukan oleh anak setiap hari sehingga membudaya dan
terinternalisasi pada diri anak menjadi karakter.

Pembiasaan yang harus dilakukan oleh anak setiap hari disebut
dengan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat, yakni bangun pagi,
beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat.

Tujuh kebiasaan ini diharapkan dapat terlaksana setiap hari, ber-kelanjutan, hingga menjadi budaya, dan terinternalisasi menjadi karakter.

Pembentukan karakter ini membutuhkan waktu dan keterlibatan berbagai pihak terutama keluarga, satuan pendidikan, masyarakat, dan media.

Oleh karena itu, dibutuhkan panduan bagi orang tua/wali, guru, dan satuan pendidikan agar dapat:

  1. mengetahui apa saja tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat;
  2. memahami pentingnya menerapkan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat;
  3. memahami manfaat penerapan tujuh kebiasaan anak Indonesia
    hebat;
  4. memahami cara menerapkan tujuh kebiasaan anak Indonesia
    hebat;
  5. memahami apa yang harus dilakukan untuk mendukung
    penerapan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat;
  6. mengetahui bahwa anaknya telah terbiasa melakukan tujuh
    kebiasaan anak Indonesia hebat; dan
  7. memahami hal penting lainnya yang perlu diketahui untuk mendukung gerakan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat.

Orang tua atau wali, guru, dan satuan pendidikan mempunyai peran
penting dalam membimbing anak menerapkan tujuh kebiasaan
anak Indonesia hebat menggunakan metode atau cara yang penuh kesadaran (mindfulness), bermakna (meaningful), dan menggembirakan (joyful).

Adapun peran orang tua dan lingkungan :

Anak belajar dari apa yang dilihat. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk menjadi contoh yang baik dan menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuhnya kebiasaan positif, seperti disiplin waktu, sopan santun, dan kebersihan.

“Ya benar tadi telah dilaksanakan sosialisasi 7 kebiasaan anak Indonesia hebat dan sebagai narasumber adalah Ibu Evi Fatmawati
yang merupakan Koordinator Departemen Humas DPP GPIB,”terang Ir.Agung Karang Ketua Umum DPP Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB), melalui pesan Whatsapp saat menghubungi awak media, Rabu,(30/07/2025).

Lebih lanjut Agung menyampaikan peserta yang hadir dari pengurus DPP GPIB dan Pengurus DPW GPIB Provinsi DKI Jakarta dan Jajarannya.

“Sebagai organisasi yg bergerak dalam bidang pendidikan maka saya akan selalu mensosialisasikan kebijakan Kemendikdasmen kepada masyarakat,”tutur Agung.

Ditempat terpisah, Evi Fatmawati sebagai pembicara dan narasumber pada sosialisasi tersebut mengatakan kita di sini bersama GPIB dalam rangka sosialisasi 7 kebiasaan anak, yang mana 7 kebiasaan tersebut sedang digalakkan oleh Kemendiknas.

“Kita disini untuk menyebarluaskan informasi informasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen),”ujarnya.

“Tujuan di adakannya acara ini untuk melibatkan peran serta orang tua dalam melaksanakan 7 gerakan Indonesia hebat ini, dimana kita bisa berkolaborasi dengan satuan pendidikan yaitu sekolah dan guru untuk bisa melaksanakan 7 gerakan indo hebat ini diantaranya yaitu bangun pagi, beribadah, oleh raga serta makan siang begizi gemar belajar suka bermasyarakat serta tidur cepat,”terang Evi.

Evi juga berharap untuk acara sosialisasi ini agar orang tua bisa meningkatkan, serta menanamkan nilai nilai tinggi serta kebiasaan kebiasaan positif, yang memang semua itu sangat pondasi sekali, landasannya itu sesuai kebiasaan sehari-hari, agar kita berbiasakan memberikan kebiasaan agar terbangun menjadi karakter agar pula terbangun keberadapan.

“Ayuk kita sama-sama menjadikan anak kita anak hebat, anak yang berkwalitas, anak yang berinterigas agar kita menjadikan karakter yang lebih baik lagi,”tandasnya.

Jakarta Pusat –JSNews



Rabu 30/07/2025
Seorang pria berinisial M.R. (32) ditangkap polisi setelah videonya memaksa warga membayar parkir sebesar Rp 100.000 di kawasan Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, viral di media sosial.

Penangkapan dilakukan oleh Unit Reskrim Polsek Metro Tanah Abang setelah menerima laporan dari masyarakat. Aksi M.R. yang tergolong premanisme itu mendapat sorotan luas dari warganet.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, menegaskan bahwa pihaknya bertindak cepat begitu informasi itu tersebar luas.

“Begitu informasi diterima, tim segera bergerak dan berhasil mengamankan pelaku. Ini merupakan bentuk keseriusan kami dalam memberantas aksi premanisme dan memberikan rasa aman kepada masyarakat,” kata Susatyo, Rabu (30/7/2025).

Pelaku ditangkap di sebuah kontrakan di Jalan Gedung Ijo, RT 04 RW 02, Kelurahan Kebon Melati, Tanah Abang, sekitar pukul 12.00 WIB. Dalam penangkapan itu, polisi turut menyita barang bukti berupa uang tunai Rp 100.000 dan satu buah bong atau alat isap sabu.

Kapolsek Metro Tanah Abang, Kompol Haris Akhmad Basuki, mengatakan M.R. tidak melakukan perlawanan saat diamankan. Saat ini pelaku masih dalam pemeriksaan intensif.

“Pelaku sudah kami amankan dan tengah menjalani proses penyidikan. Kami juga akan melakukan tes urine serta menelusuri kemungkinan keterlibatan dalam kasus serupa,” ujar Haris.

Atas perbuatannya, M.R. dijerat dengan Pasal 368 KUHP tentang pemerasan. Dalam pasal tersebut disebutkan bahwa setiap orang yang dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, memaksa orang lain dengan kekerasan atau ancaman kekerasan untuk menyerahkan barang, dapat dipidana dengan hukuman penjara paling lama 9 tahun.

Polisi kini tengah mengidentifikasi korban berdasarkan video yang beredar, serta membuka kemungkinan adanya korban lainnya.

SAHSA

Mimika, Papua, JSNews Suasana penuh kehangatan dan tawa ceria menghiasi lapangan terbuka di Jl. Pemuda, Kamoro Jaya, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, Rabu (30/7/2025) sore pukul 16.00 WIT, personel Satgas Humas Operasi Damai Cartenz Iptu I Gde Pradana Sthirabudhi, S.Ds. berbaur dan bermain bola bersama anak-anak dan remaja setempat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pendekatan humanis yang terus dilaksanakan oleh Satgas Operasi Damai Cartenz sebagai upaya membangun kedekatan serta menciptakan hubungan yang harmonis antara aparat keamanan dan masyarakat Papua. Keceriaan tampak jelas ketika anak-anak ikut bermain, tertawa, dan bercengkrama bersama para personel. Seusai bermain, mereka juga menerima minuman jus buah yang dibagikan langsung oleh anggota sebagai bentuk kepedulian dan kasih sayang.

Tak hanya bermain, anak-anak juga tampak nyaman berbagi cerita dan bercanda dengan para aparat, mencerminkan terciptanya ruang interaksi sosial yang hangat dan inklusif. Momen ini ditutup dengan sesi foto bersama dalam nuansa kemerdekaan Republik Indonesia, di mana anak-anak mengibarkan bendera merah putih kecil sebagai simbol nasionalisme yang ditanamkan sejak dini.

Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., yang didampingi oleh Wakaops Damai Cartenz, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bentuk konsistensi Polri dalam menjalankan pendekatan humanis di tengah masyarakat Papua.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari pendekatan humanis yang secara rutin kami lakukan dalam pelaksanaan Operasi Damai Cartenz. Kami ingin menumbuhkan harapan, membangun kedekatan, dan menciptakan rasa damai bersama masyarakat Papua, terutama generasi mudanya. Dengan bermain dan berbagi kebahagiaan, kita sedang menanam benih kepercayaan dan kedamaian di hati mereka,” ujar Brigjen Faizal.

Senada dengan itu, Kepala Satgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., menegaskan bahwa kegiatan seperti ini terbukti menjadi sarana efektif dalam memperkuat hubungan sosial antara aparat dan masyarakat.

“Kegiatan humanis menjadi sarana yang sangat efektif dalam membangun komunikasi sosial yang kuat antara aparat keamanan dan masyarakat. Anak-anak adalah jembatan masa depan, dan melalui pendekatan yang bersahabat, kami ingin menanamkan nilai-nilai persatuan dan kepercayaan terhadap negara,” ungkap Kombes Yusuf.

Melalui kegiatan-kegiatan serupa yang terus digelar secara rutin, Operasi Damai Cartenz berupaya menghadirkan kehadiran Polri yang humanis, bersahabat, dan membangun kedamaian secara menyeluruh di Tanah Papua.

Jakarta, JSNews – Seorang warga negara asing asal Pakistan ditangkap aparat Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya setelah kedapatan menyelundupkan narkotika jenis sabu seberat 577 gram. Modusnya, sabu disimpan dalam kapsul besar dan disembunyikan di dalam dua kaleng bekas camilan kentang merek Mister Potato.

Penangkapan terjadi pada Selasa (29/7/2025) sekitar pukul 09.30 WIB di area parkir mobil, Jalan Damar, Pademangan Timur, Jakarta Utara. Pelaku inisial MAI (41), seorang pria berkewarganegaraan Pakistan.

“Petugas menerima informasi dari masyarakat mengenai dugaan peredaran narkoba di kawasan tersebut,” ujar Kanit 3 Subdit 3 AKP Abdul Muchzin, dalam keterangannya kepada media.

Saat digeledah, polisi menemukan dua kaleng coklat berlogo Mister Potato yang berisi 50 kapsul besar berisi sabu dengan berat total 577 gram.

Selanjutnya, pelaku dan barang bukti dibawa ke kantor Ditresnarkoba Polda Metro Jaya untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Modus operandi

  1. pelaku WNA masuk ke indonesia dengan menggunakan visa wisata.
  2. Narkoba diseludupkan dengan cara inserter, yaitu narkoba dikemas dalam bentuk kapsul2 kecil dan kemudian ditelan (swallow ) masuk kedalam tubuh.
  3. Sesampainya di Indonesia narkoba dikeluarkan melalui anus.

“Modus operandi yang digunakan pelaku adalah dengan masuk ke wilayah Indonesia menggunakan visa wisata, kemudian menyelundupkan narkotika jenis sabu dengan metode inserter, yakni dengan mengemas narkoba ke dalam kapsul-kapsul kecil dan menelannya (swallow). Setelah tiba di Indonesia, kapsul-kapsul tersebut dikeluarkan melalui saluran pencernaan, tepatnya melalui anus,” jelas Kanit 3 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, AKP Abdul Muchzin.

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.