Jakarta Pusat, JSNews – Seorang pria berinisial M.R. (32) ditangkap polisi setelah videonya memaksa warga membayar parkir sebesar Rp 100.000 di kawasan Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, viral di media sosial.

Penangkapan dilakukan oleh Unit Reskrim Polsek Metro Tanah Abang setelah menerima laporan dari masyarakat. Aksi M.R. yang tergolong premanisme itu mendapat sorotan luas dari warganet.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, menegaskan bahwa pihaknya bertindak cepat begitu informasi itu tersebar luas.

“Begitu informasi diterima, tim segera bergerak dan berhasil mengamankan pelaku. Ini merupakan bentuk keseriusan kami dalam memberantas aksi premanisme dan memberikan rasa aman kepada masyarakat,” kata Susatyo, Rabu (30/7/2025).

Pelaku ditangkap di sebuah kontrakan di Jalan Gedung Ijo, RT 04 RW 02, Kelurahan Kebon Melati, Tanah Abang, sekitar pukul 12.00 WIB. Dalam penangkapan itu, polisi turut menyita barang bukti berupa uang tunai Rp 100.000 dan satu buah bong atau alat isap sabu.

Kapolsek Metro Tanah Abang, Kompol Haris Akhmad Basuki, mengatakan M.R. tidak melakukan perlawanan saat diamankan. Saat ini pelaku masih dalam pemeriksaan intensif.

“Pelaku sudah kami amankan dan tengah menjalani proses penyidikan. Kami juga akan melakukan tes urine serta menelusuri kemungkinan keterlibatan dalam kasus serupa,” ujar Haris.

Atas perbuatannya, M.R. dijerat dengan Pasal 368 KUHP tentang pemerasan. Dalam pasal tersebut disebutkan bahwa setiap orang yang dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, memaksa orang lain dengan kekerasan atau ancaman kekerasan untuk menyerahkan barang, dapat dipidana dengan hukuman penjara paling lama 9 tahun.

Polisi kini tengah mengidentifikasi korban berdasarkan video yang beredar, serta membuka kemungkinan adanya korban lainnya.

banner 468x60

Jakarta, JSNews — Divisi Humas Polri melaksanakan sosialisasi dan pelatihan penggunaan Policetube serta Humas Pintar Presisi, Rabu (30/7). Kegiatan yang dibuka langsung oleh Kadiv Humas Polri Irjen. Pol. Sandi Nugroho ini diikuti oleh 288 peserta secara tatap muka dan 2.080 peserta melalui daring.

Irjen. Pol. Sandi Nugroho menjelaskan, Policetube merupakan sistem dari PT Digital Unggul Gemilang untuk Polri. Platform ini diharapkan menjadi lompatan besar dalam memperkuat fungsi kehumasan dan publikasi kepolisian di era digital.

“Sosialisasi dan pelatihan ini penting agar jajaran Polri siap memanfaatkan Policetube sebagai media publikasi modern berbasis video. Dengan cara ini, kerja-kerja kepolisian dapat terekam dengan nyata, transparan, dan mudah diakses masyarakat,” kata Kadiv Humas Polri.

Menurutnya, publikasi kegiatan kepolisian selama ini sudah berjalan melalui SPIT dan Mediahub, namun terbatas pada narasi dan foto. Dengan adanya Policetube, seluruh aktivitas kepolisian mulai dari Polsek hingga Mabes Polri dapat didokumentasikan dalam bentuk video.

“Harapan kami, tidak ada lagi pertanyaan tentang apa yang sudah dikerjakan Polri. Semua bukti kerja anggota di lapangan bisa dilihat langsung melalui Policetube,” tegas Irjen. Pol. Sandi.

Kadiv Humas menambahkan, pemanfaatan Policetube juga sejalan dengan semangat transparansi Polri sekaligus meningkatkan kepercayaan publik. Setiap anggota Polri didorong untuk berperan aktif menyampaikan informasi positif, bukan hanya di dunia nyata, tetapi juga di ruang digital.

“Semoga dengan adanya sosialisasi dan pelatihan ini, jajaran Polri semakin siap menghadapi tantangan ke depan, sekaligus memperkuat profesionalisme dan kehumasan yang modern, transparan, dan dipercaya masyarakat,” pungkas Kadiv Humas.

Dengan adanya Policetube, Polri optimistis dapat mendekatkan diri kepada masyarakat, menyebarkan informasi yang akurat, sekaligus membuktikan bahwa kerja-kerja kepolisian hadir nyata untuk melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat.

Jakarta, JSNews – Suasana di kawasan industri Pulomas mendadak geger setelah ditemukannya sesosok mayat pria di atas plafon sebuah gudang yang juga difungsikan sebagai musholla di lingkungan PT. Tunggal Sila Farma, Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur.

Mayat tersebut belakangan diketahui adalah Rastono (37), seorang teknisi perusahaan yang telah dilaporkan tidak masuk kerja sejak hari sebelumnya.

Peristiwa ini pertama kali terkuak pada Selasa, 29 Juli 2025, sekitar pukul 15.30 WIB. Salah seorang karyawan mendapat laporan dari rekan kerjanya mengenai bau menyengat seperti bangkai yang tercium dari area plafon musholla.

Setelah dicek bersama petugas keamanan, mereka menemukan sesosok mayat dalam posisi terlentang dengan wajah menghitam, mengenakan kaos kuning dan celana panjang biru.

Penemuan ini langsung dilaporkan ke pihak keamanan perusahaan dan diteruskan ke Polsek Pulogadung.

Petugas gabungan dari Polsek Pulogadung bersama tim identifikasi Polres Metro Jakarta Timur, Sie dokkes, dan SPKT segera tiba di lokasi.

Mayat korban kemudian diturunkan, dan berdasarkan pengakuan salah seorang rekan kerja, jenazah tersebut diyakini sebagai Rastono, yang terakhir kali terlihat pada Sabtu, 26 Juli 2025, saat tengah memperbaiki pompa air di area perusahaan.

Saat ditemukan, kaki kanan korban dalam kondisi terlilit kabel listrik, menimbulkan dugaan adanya unsur kelalaian atau kejadian teknis yang berujung fatal.

Kapolsek Pulogadung, Kompol Suroto, menjelaskan bahwa pihaknya langsung mengambil langkah cepat dalam penanganan kasus ini.

“Kami langsung turun ke lokasi bersama tim gabungan untuk melakukan olah TKP, meminta keterangan para saksi, serta membawa jenazah ke RS Polri Kramat Jati guna dilakukan visum dan autopsi. Langkah ini penting untuk memastikan penyebab kematian korban secara medis dan hukum,” ujar Kompol Suroto.

Ia juga menegaskan bahwa proses penyelidikan akan terus dilanjutkan, termasuk memeriksa saksi-saksi tambahan dan mengkaji ulang sistem keselamatan kerja di lokasi kejadian.

Pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh perusahaan, terutama yang bergerak di sektor industri dan manufaktur, untuk lebih memperhatikan aspek keselamatan kerja dan fasilitas penunjang bagi para karyawan.

Selain itu, masyarakat diminta tidak berspekulasi atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi terkait peristiwa ini.

“Kami minta masyarakat tetap tenang dan mempercayakan penanganan kasus ini kepada kepolisian. Segala bentuk informasi akan kami sampaikan secara terbuka setelah hasil penyelidikan lengkap. Mari bersama kita ciptakan lingkungan kerja yang aman dan manusiawi,” tambah Kapolsek.

Kehadiran aparat kepolisian di tengah masyarakat bukan hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga memastikan bahwa setiap peristiwa, termasuk yang menyangkut keselamatan jiwa, ditangani secara profesional, transparan, dan empatik.

Sukabumi, JSNews – Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Karyoto secara resmi membuka Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Tahun Anggaran 2025 di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Metro Jaya, Cigombong, Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (30/7/2025).

Sebanyak 637 peserta didik dinyatakan lulus seleksi dan mulai menjalani pendidikan kepolisian. Dalam sambutannya, Kapolda mengucapkan selamat kepada seluruh siswa atas perjuangan mereka hingga berhasil mengikuti pendidikan Bintara.

“Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Pendidikan ini bukan hanya membentuk fisik, tetapi juga membangun mental, karakter, dan integritas sebagai Bhayangkara sejati,” kata Irjen Pol. Karyoto.

Kapolda menegaskan bahwa menjadi anggota Polri bukan sekadar profesi, melainkan panggilan jiwa yang harus dijalani dengan dedikasi dan semangat pengabdian.

Polisi itu adalah jalan hidup. Jiwa polisi adalah jiwa penolong, siap hadir kapan pun dan di mana pun masyarakat membutuhkan,” tegasnya.

Selain upacara pembukaan, kegiatan juga diisi dengan penanaman pohon buah sebagai bagian dari komitmen Polri terhadap pelestarian lingkungan hidup. SPN Polda Metro Jaya menyiapkan lahan khusus untuk menanam:

20 pohon manggis
20 pohon mangga
20 pohon rambutan

Kapolda menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya simbolis, tetapi juga sebagai bentuk edukasi dan penanaman nilai kepedulian lingkungan kepada para siswa sejak awal masa pendidikan

“Kami ingin siswa Bintara juga memiliki kepedulian terhadap alam. Menjadi polisi berarti menjaga keamanan, termasuk kelestarian lingkungan tempat kita bertugas,” ujar Kapolda.

Penanaman pohon dilakukan di lahan yang telah disiapkan di lingkungan SPN Lido dan diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang secara ekologis maupun edukatif.

Kegiatan pembukaan pendidikan turut dihadiri oleh pejabat utama Polda Metro Jaya, Kepala Pusat Laboratorium BNN, Ketua Bhayangkari Daerah Metro Jaya beserta pengurus, serta perwakilan instansi pemerintah daerah.

Pendidikan Bintara Polri ini akan berlangsung selama beberapa bulan ke depan dengan harapan seluruh peserta didik mampu menyelesaikannya dengan baik dan siap menjadi anggota Polri yang profesional, humanis, dan berintegritas.

JSNews-Kepulauan Seribu — Dalam rangka pelaksanaan Serbuan Teritorial Kodam Jaya/Jayakarta, Danrem 052/Wijayakrama Brigjen TNI Zulhadrie S. Mara, M.Han., didampingi Dandim 0502/Jakarta Utara, Kolonel Inf Dony Gredinand, S.H., M.Tr(Han)., M.I.Pol., meninjau langsung berbagai kegiatan Bakti TNI yang digelar di Pulau Pari, Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Selasa (29/07/2025).

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Administrasi Kepulauan Seribu, para Kasi dan Pasi Korem 052/WKR, Kapolres Kepulauan Seribu, Jajaran Danramil Kodim 0502/JU, serta sejumlah undangan.

Adapun rangkaian kegiatan Bakti TNI yang dilaksanakan antara lain:

Rehab sarana dan prasarana Masjid Al-Ikhlas, Pengobatan gratis bagi masyarakat, Sunatan massal, Penanaman pohon mangrove, Pemberian bantuan 10 kursi roda, Penyerahan kunci rumah hasil renovasi program RTLH, Pemberian 1000 paket sembako, dan Pembagian sepeda MTB bagi warga setempat

Brigjen TNI Zulhadrie menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian TNI terhadap masyarakat, sekaligus wujud sinergi bersama pemerintah daerah dan para mitra untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah teritorial Kodam Jaya, khususnya di wilayah Kepulauan Seribu.

Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat kemanunggalan TNI-Rakyat melalui aksi nyata yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, diharapkan kegiatan serbuan teritorial ini dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan serta meningkatkan rasa cinta tanah air dan kepedulian sosial di tengah masyarakat kepulauan.

Kepulauan Seribu, JSNews — Dalam rangka pelaksanaan Serbuan Teritorial Kodam Jaya/Jayakarta, Danrem 052/Wijayakrama Brigjen TNI Zulhadrie S. Mara, M.Han., didampingi Dandim 0502/Jakarta Utara, Kolonel Inf Dony Gredinand, S.H., M.Tr(Han)., M.I.Pol., meninjau langsung berbagai kegiatan Bakti TNI yang digelar di Pulau Pari, Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Selasa (29/07/2025).

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Administrasi Kepulauan Seribu, para Kasi dan Pasi Korem 052/WKR, Kapolres Kepulauan Seribu, Jajaran Danramil Kodim 0502/JU, serta sejumlah undangan.

Adapun rangkaian kegiatan Bakti TNI yang dilaksanakan antara lain:

Rehab sarana dan prasarana Masjid Al-Ikhlas, Pengobatan gratis bagi masyarakat, Sunatan massal, Penanaman pohon mangrove, Pemberian bantuan 10 kursi roda, Penyerahan kunci rumah hasil renovasi program RTLH, Pemberian 1000 paket sembako, dan Pembagian sepeda MTB bagi warga setempat

Brigjen TNI Zulhadrie menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian TNI terhadap masyarakat, sekaligus wujud sinergi bersama pemerintah daerah dan para mitra untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah teritorial Kodam Jaya, khususnya di wilayah Kepulauan Seribu.

Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat kemanunggalan TNI-Rakyat melalui aksi nyata yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, diharapkan kegiatan serbuan teritorial ini dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan serta meningkatkan rasa cinta tanah air dan kepedulian sosial di tengah masyarakat kepulauan.

Bengkulu,JSNEWS – Warga RT 15 RW 04 Kelurahan Sukarami, Kecamatan selebar , Kota Bengkulu, menggelar pemilihan Ketua Rukun Tetangga (RT) pada Selasa malam, 29 Agustus 2025. Kegiatan demokrasi tingkat lingkungan ini dilaksanakan di Masjid Al Istiqomah, RT 15 Sukarami, dan berlangsung dari pukul 21.00 WIB hingga 23.00 WIB.

Acara tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh penting dan unsur masyarakat. Lingkungan RT 16 tetangga, Ketua Panitia Pemungutan Suara Andi Raharjo, sekretaris Novianto, bendahara dedi kumiawan Siagian,para anggota panitia, megy febra , hizan pariawan para calon Ketua RT, sejumlah Ketua RT dari wilayah lain di Kelurahan Sukarami, serta warga sekitar juga turut meramaikan kegiatan ini.

Warga RT 15 Suarami Gelar Pemilihan Ketua RT,Amrul Ma’ruf, S.Pt Terpilih untuk Periode 2025–2030
Dalam sambutannya,Ketua Panitia menyampaikan apresiasi atas antusiasme warga dalam menjaga semangat demokrasi di lingkungan mereka. “Kami sangat mengapresiasi partisipasi aktif masyarakat. Harapan kami, proses pemilihan ini dapat berjalan dengan aman, damai, dan menjadi contoh pelaksanaan demokrasi yang sehat di tingkat lingkungan,” ujar Andi

Pemilihan Ketua RT kali ini hanya diikuti oleh tiga calon, yaitu Bapak Amrul yang mendapat nomor urut 1. Bapak Fitman mendapat no urut 2, ibu Eli Hasan mendapat no urut 3 Ia bersaing dengan Hasil penghitungan suara menunjukkan bahwa Amrul Ma’ruf, S.Pt berhasil meraih dukungan sebanyak 50 suara, sementara fitman berhasil meraih dukungan sebanyak 10, ibu Eli Hasan hanya memperoleh 6 suara. Dengan total partisipasi pemilih sebanyak 70 suara, Amrul Ma’rufresmi terpilih sebagai Ketua RT 15 periode 2025 hingga 2030.

Sementara itu, Ketua Panitia Pemungutan Suara, Andi Raharjo dalam sambutannya menjelaskan bahwa pelaksanaan pemilihan RT ini sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. “Kegiatan ini telah berjalan sesuai kesepakatan warga dan berlandaskan Peraturan Wali Kota (Perwal) Bengkulu Nomor 23 Tahun 2023. Kami berupaya semaksimal mungkin untuk menjaga transparansi dan keadilan dalam proses ini,” jelasnya.

Saya selaku Ketua RT 15 terpilih di wilayah Perumnas Alfatindo periode 2025-2030, mengapresiasi amanah yg diberikan oleh warga RT 15, selanjutnya adapun program 5 tahun ke depan akan menyelelaraskan program yg dicanangkan Walikota Bengkulu yaitu program “BISA” dengan penjabaran konkretnya akan mengajukan ke Pemda Kota pengaspalan jalan, pemasangan lampu jalan, dan tentunya mengajak dan menghimbau agar kewajiban warga tuk berlangganan sampah, membayar PBB, dan yg kalah penting kerja sama dan kekompakan setiap warga RT 15 agar terwujud lingkungan yg aman dan religius..
Amrul Ma’ruf juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh warga yang telah memberikan kepercayaan kepadanya. “Saya mengucapkan terima kasih atas dukungan dan amanah yang telah diberikan. Ke depan, saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, serta melibatkan warga dalam setiap kegiatan demi kemajuan RT kita bersama,” tutur Amrul dalam sambutannya.

Dengan selesainya pemilihan ini, warga RT 15 berharap kepemimpinan yang baru mampu membawa perubahan positif dan memperkuat kebersamaan di tengah masyarakat.
Warta: zulhamdi

Kupang, JSNews — Dalam rangka memperkuat upaya kontra radikalisasi di tengah masyarakat, Polri melalui Divisi Humas bersama Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Teroris Musuh Kita Bersama”. Kegiatan ini berlangsung di Aula Bijaksana Polresta Kupang Kota, Selasa pagi (29/7/2025), dan diikuti oleh berbagai elemen masyarakat. Acara dimulai pukul 09.40 WITA dan dibuka oleh Kapolresta Kupang Kota Kombes Pol Djoko Lestari, S.I.K., M.M., dilanjutkan sambutan utama oleh Kabag Disindig Divhumas Polri Kombes Pol Rahmanto Sujudi, S.I.K. yang hadir mewakili Divisi Humas Polri.

Dalam sambutannya, Kombes Pol Rahmanto menegaskan bahwa penanggulangan paham radikal memerlukan keterlibatan seluruh pihak, tidak hanya aparat keamanan. Menurutnya, narasi radikal sering tumbuh di ruang-ruang kosong yang tidak terisi oleh pendidikan, dialog, dan pemahaman yang sehat. “Polisi tidak boleh hanya dilihat sebagai alat penegak hukum. Polri harus membaur, menjadi sahabat masyarakat, menjadi bagian dari solusi, dan memastikan ruang sosial kita tidak direbut oleh paham kekerasan,” ujar Kombes Rahmanto. Ia juga menekankan pentingnya membangun ketahanan ideologi di masyarakat melalui pendekatan edukatif, spiritual, budaya, dan komunikasi publik yang efektif.

Sebagai narasumber utama, hadir Dr. Simplexius Asa, SH, MH., akademisi dari Universitas Nusa Cendana Kupang, yang memaparkan pentingnya pelibatan masyarakat sipil dalam menangkal radikalisme secara sistemik. Ia mendorong pentingnya membangun kesadaran bersama bahwa keamanan ideologis bangsa tidak bisa dipikul oleh negara saja, tetapi harus menjadi gerakan publik yang masif. Diskusi diikuti oleh sekitar 60 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari anggota Polri, mahasiswa, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga unsur pemerintahan. Para peserta terlibat aktif dalam sesi tanya jawab yang membahas strategi menangkal radikalisme di lingkungan kampus, media sosial, dan komunitas lokal.

Peran Polri dalam kontra radikal disampaikan secara komprehensif, meliputi upaya pencegahan dan deteksi dini, peningkatan kepercayaan masyarakat melalui pendekatan humanis, pemanfaatan intelijen sosial, kerja sama antar lembaga, serta penegakan hukum yang terukur. Semua itu diarahkan untuk menciptakan sinergi nasional dalam menjaga keutuhan dan keamanan bangsa dari ancaman ideologi ekstrem. Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H. yang turut hadir dalam kegiatan ini menegaskan bahwa pendekatan lunak Polri sangat diperlukan untuk menutup ruang tumbuhnya paham radikal. “Kita ingin masyarakat melihat bahwa Polri bukan hanya hadir saat konflik, tetapi juga di saat tenang, untuk mendengar, mengedukasi, dan mencegah,” ungkapnya.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Polri untuk terus membangun narasi kebangsaan dan melibatkan seluruh komponen masyarakat dalam menciptakan ruang publik yang aman, damai, dan bebas dari ideologi kekerasan.

Jakarta, JSNews – Kasus beras oplosan menjadi perhatian serius pemerintah, termasuk Presiden Prabowo Subianto, yang meminta agar dilakukan penanganan menyeluruh dan penindakan tegas. Menindaklanjuti hal itu, Polri bergerak cepat dengan melakukan uji merek beras yang diduga dioplos dan pemeriksaan terhadap para produsen.

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menjelaskan, hasil investigasi Kementerian Pertanian pada 26 Juni 2025 terhadap 212 merek beras di 10 provinsi menunjukkan adanya pelanggaran serius. Dari 232 sampel yang diuji, sebanyak 189 merek dinyatakan tidak sesuai mutu beras.

“Artinya posisinya berada di bawah standar terkait dengan regulasi yang ditentukan, baik itu beras dalam kemasan premium maupun medium,” ungkap Kapolri, Selasa (29/7).

Dari hasil pendalaman, ditemukan 71 sampel beras tidak sesuai SNI, 139 sampel tidak sesuai SNI sekaligus dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), serta 3 sampel beras premium tidak sesuai SNI dan berat kemasan tidak sesuai label. Bahkan, terdapat 19 merek beras yang melakukan tiga pelanggaran sekaligus: tidak sesuai SNI, dijual melebihi HET, dan beratnya di bawah standar.

Saat ini Polri telah melakukan uji laboratorium terhadap 9 merek beras, di mana 8 merek dinyatakan tidak sesuai standar mutu atau SNI.

“Sudah ada 16 produsen yang saat ini kita lakukan pemeriksaan, klarifikasi. Dan saat ini kita sudah menaikkan sidik terhadap 4 produsen besar, yakni PT FS, PT WPI, SY, dan SR,” jelas Kapolri.

Lebih lanjut, Polri sudah memeriksa 39 saksi dan 4 ahli, serta melakukan penggeledahan, penyitaan barang bukti, hingga pemasangan garis polisi di tempat produksi maupun gudang milik produsen.

Kapolri menambahkan, sejumlah pengungkapan serupa juga terjadi di beberapa daerah. Polda Riau, misalnya, berhasil mengungkap modus beras reject yang dioplos menjadi beras medium lalu direpacking dan dijual sebagai beras SPHP Bulog. Kasus serupa juga ditangani di Kalimantan Timur, dengan barang bukti sekitar 4 ton beras yang sudah diamankan.

“Kami berkomitmen menindak tegas praktik beras oplosan ini, karena sangat merugikan masyarakat dan bertentangan dengan instruksi Bapak Presiden agar pangan betul-betul dijaga kualitas dan distribusinya,” tegas Kapolri.

Jakarta, JSNews – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh personel Kepolisian Negara Republik Indonesia. Briptu Putri Aisah Lidel, anggota Polda Riau, berhasil meraih peringkat pertama atau Okul Birincisi dalam kelulusan Akademi Kepolisian Turki, setelah menempuh pendidikan intensif selama dua tahun.

Upacara wisuda berlangsung pada 23 Juli 2025 di Ankara, Turki, dan dipimpin langsung oleh Presiden Republik Turki, Recep Tayyip Erdoğan. Dalam momen bersejarah tersebut, Presiden Erdoğan secara khusus menyampaikan ucapan selamat dan menyempatkan diri berbincang singkat dengan Briptu Putri Aisah.

Keberhasilan Briptu Putri sebagai lulusan terbaik tingkat internasional ini bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga mencerminkan kualitas dan daya saing sumber daya manusia Polri di kancah global.

Irwasum Polri, Komjen Pol. Dedi Prasetyo, menyampaikan apresiasi dan kebanggaan atas capaian luar biasa tersebut.

“Prestasi Briptu Putri Aisah Lidel adalah bukti nyata bahwa personel Polri mampu bersaing secara global. Ini mencerminkan keberhasilan pembinaan dan pengembangan SDM Polri yang unggul, profesional, serta adaptif terhadap dinamika internasional,” ujar Komjen Dedi, Selasa (29/7).

Lebih lanjut, ia menyampaikan harapan agar prestasi tersebut bisa menjadi motivasi bagi seluruh anggota Polri, terutama generasi muda dan kaum perempuan.

“Semoga keberhasilan Briptu Putri dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk terus berprestasi dan tidak ragu mengambil peran penting di tingkat global. Ini juga menunjukkan bahwa perempuan Indonesia punya potensi besar untuk bersinar di level dunia,” tambahnya.

Briptu Putri Aisah menjadi simbol keberhasilan Polri dalam pengembangan SDM melalui kolaborasi internasional, sekaligus mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Turki, khususnya di bidang pendidikan kepolisian.

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.