JAKARTA, JSNews – Penyidik Ditressiber Polda Metro Jaya menangkap 4 pelaku kasus manipulasi data seolah-olah otentik dan atau tindak pidana perlindungan data pribadi. Pelaku berinisial IER (51), KK (62), F (46) dan FRR (30).

Wadirressiber Polda Metro Jaya AKBP Fian Yunus mengatakan awal kejadian pada 12 Juli 2025 Ditressiber Polda Metro Jaya mendapatkan informasi dari masyarakat dan ditindaklanjuti dengan melakukan patroli siber. Kemudian ditemukan Akun LinkedIn yang mengaku dan menggunakan data orang lain.

“Dari informasi tersebut dilakukan penyelidikan dan menemukan pelaku IER yang menggunakan nomor telepon dan Akun Whatsapp 08773706xxxx untuk mengaku sebagai keluarga yang datanya digunakan pada Akun LinkedIn tersebut,” ujar AKBP Fian Yunus di Polda Metro Jaya, Jumat (25/7/2025).

Modus tersangka IER menggunakan nomor pada simcard yang telah teregistrasi data diri orang lain tersebut untuk didaftarkan Akun Whatsapp. Kemudian mengirimkan pesan mengaku sebagai anggota keluarga orang lain.

“Tersangka KK dalam melakukan tindak pidana yang dipersangkakan adalah agar
pelanggan mau membeli simcard yang dijual olehnya, yang mana pelanggan lebih memilih simcard yang telah teregistrasi dibanding simcard yang belum teregistrasi sehingga tersangka KK menjual simcard yang telah teregistrasi,” ucapnya.

Kemudian tersangka F dalam melakukan tindak pidana yang dipersangkakan adalah karena pemilik counter/tempat jual beli handphone banyak yang memesan simcard yang telah teregistrasi, sehingga F menjual simcard provider yang telah teregistrasi kepada KK selaku pemilik counter/tempat jual beli handphone.

“Tersangka FRR dalam melakukan tindak pidana yang dipersangkakan adalah karena banyaknya permintaan terhadap simcard yang telah teregistrasi. Sehingga FRR mencari dan mengumpulkan NIK dan KK orang lain yang dicarinya pada mesin pencarian Google yang mana kemudian digunakan untuk meregistrasikan simcard yang dijualnya. FRR juga mengirimkan data berupa kumpulan NIK dan KK kepada F dan mendapatkan upah Rp. 50.000/per 100 data NIK dan KK,” imbuhnya.

Para tersangka ditangkap di lokasi berbeda, IER ditangkap pada hari Minggu 13 Juli 2025, di Apartemen Kalibata City, Tower Nusa Indah Unit N02BA, Kalibata, Jakarta Selatan.

“Tersangka KK ditangkap pada hari Minggu 13 Juli 2025, di Pusat Grosir Cililitan (PGC) Jl. Dewi Sartika RT 001 RW 013 Kelurahan Cililitan, Kecamatan Kramat Jati, Kota Jakarta Timur. Tersangka F ditangkap pada Senin 14 Juli 2025, di Rawajati Timur III/41 RT 5/2 Rawajati, Jakarta Selatan,” terangnya.

Sedangkan tersangka FRR ditangkap pada hari Senin 14 Juli 2025 di Kantor XL Rawamangun Jl. Pemuda No. 78D, Pulogadung, Jakarta Timur.

Tersangka dijerat Pasal 51 ayat (1) Jo Pasal 35 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 sebagaimana diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik,
dipidana dengan pidana penjara paling lama 12 tahun.

Pasal 67 ayat (3) Jo Pasal 65 ayat (3) UU Nomor 27 Tahun 2022 Tentang Perlindungan Data Pribadi, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun.

banner 468x60

Jakarta, JSNews – Brimob Polda Metro Jaya melalui Yon C Pelopor melaksanakan pengamanan intensif dalam rangka sidang lanjutan dengan terdakwa Hasto Kristiyanto di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jumat 25 Juli 2025. Sidang kali ini mengagendakan pembacaan putusan, yang menjadi sorotan publik dan diprediksi menarik kehadiran kelompok massa.

Untuk memastikan situasi tetap aman dan terkendali, Brimob Polda Metro Jaya menurunkan kekuatan penuh dengan pola pengamanan terbagi secara strategis di sejumlah titik rawan sekitar area persidangan. Penempatan personel dilakukan sesuai dengan rencana taktis yang telah disiapkan, dengan pengawasan langsung oleh perwira pengendali di lapangan.

Pengamanan dilakukan secara menyeluruh mencakup area sisi barat, timur, dan akses masuk menuju pengadilan. Beberapa titik yang menjadi fokus penjagaan antara lain kawasan sekitar Hotel Borobudur, Jalan Gunung Sahari, Jalan Garuda, hingga area sekitar Hotel Golden. Setiap sektor dipimpin oleh perwira pengendali dan diawasi langsung oleh pejabat kewilayahan dari unsur Polres dan Polsek setempat untuk memastikan sinergitas pengamanan.

Seluruh jajaran melaksanakan apel kesiapsiagaan pada pukul 07.10 WIB sebelum menempati sektor masing-masing. Dalam arahan apel, ditekankan pentingnya menjaga profesionalitas, mematuhi SOP pengamanan, serta mengedepankan pendekatan humanis dalam menghadapi potensi dinamika massa. Seluruh personel juga diinstruksikan untuk tidak membawa senjata api atau senjata tajam selama pelaksanaan tugas.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol. Karyoto, S.I.K., turut hadir di lokasi guna memantau secara langsung situasi dan pelaksanaan pengamanan, di dampingi Komandan Satuan Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Henik Maryanto, S.I.K., M.Si., juga berada di lapangan untuk memastikan seluruh personel menjalankan tugas sesuai dengan prosedur.

Kehadiran pimpinan di lokasi menjadi bentuk nyata komitmen dalam menjaga stabilitas keamanan serta mendukung jalannya proses hukum secara aman dan tertib.

Hingga saat laporan ini disusun, situasi di sekitar Pengadilan Negeri Jakarta Pusat terpantau aman dan terkendali. Sejumlah kelompok masyarakat telah mulai melakukan persiapan orasi, namun seluruh aktivitas berjalan dalam suasana tertib dan kondusif.

Brimob Polda Metro Jaya terus memantau situasi secara berkelanjutan dan siap mengambil langkah cepat terhadap setiap potensi gangguan, guna menjamin kelancaran jalannya sidang dan keamanan seluruh elemen masyarakat di lokasi.

Intan Jaya, Papua Tengah, JSNews – Seorang warga sipil bernama Joni Hendra tewas ditembak oleh anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kios Kampung Wandoga, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, pada Jumat, (25/7/2025) sekitar pukul 13.40 WIT. Pelaku yang diidentifikasi bernama Yonial Kobogah, anggota KKB pimpinan Apen Kobogau, langsung melarikan diri. Satgas Operasi Damai Cartenz segera melakukan respon cepat dan pengejaran terhadap pelaku.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 13.40 WIT saat korban sedang melayani pembeli pinang. Tanpa peringatan, pelaku yang diidentifikasi sebagai Yonial Kobogah, mendekati kios dengan jarak sekitar tujuh meter dan langsung menembakkan senjata api laras pendek ke arah korban. Usai melakukan aksinya, pelaku melarikan diri ke arah perbukitan di atas Kampung Wandoga.

Korban sempat dilarikan ke Puskesmas Bilorai sekitar pukul 13.45 WIT, namun nyawanya tidak tertolong akibat luka tembak serius yang dideritanya. Lima belas menit setelah kejadian, tepatnya pukul 13.55 WIT, Satgas Operasi Damai Cartenz langsung merespons dan mengamankan lokasi kejadian sekaligus melaksanakan upaya pengejaran terhadap pelaku.

Pelaku, Yonial Kobogah, diketahui merupakan bagian dari Kelompok KKB pimpinan Apen Kobogau yang sebelumnya juga diduga kuat terlibat dalam aksi penembakan di Bandara Bilorai Sugapa.

Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H. didampingi Wakaops Damai Cartenz, Kombes. Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum. dalam keterangannya menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan ruang bagi kelompok bersenjata yang terus melakukan kekerasan terhadap warga sipil.

“Kami mengecam keras aksi penembakan ini. Satgas telah bergerak cepat dan melakukan pengejaran terhadap pelaku. Kami akan terus memburu dan menindak tegas siapapun yang mengganggu stabilitas keamanan masyarakat Papua,” tegas Brigjen Pol. Faizal.

Sementara itu, Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh aksi-aksi teror yang dilakukan kelompok KKB.

“Kami minta masyarakat tetap tenang dan mendukung aparat keamanan dengan memberikan informasi jika mengetahui keberadaan pelaku. Keselamatan warga adalah prioritas utama kami,” ujar Kombes Pol. Yusuf.

Kasus ini kembali menambah daftar panjang kekerasan bersenjata yang dilakukan oleh kelompok separatis di Papua. Satgas Ops Damai Cartenz akan terus berupaya maksimal menghadirkan rasa aman dan melakukan penegakan hukum terhadap pelaku-pelaku kekerasan bersenjata.

Jakarta, JSNews – Dalam upaya mempererat hubungan dan memperkuat kolaborasi antara kepolisian dengan media, Polres Metro Jakarta Timur menggelar kegiatan silaturahmi bersama awak media wilayah Jakarta Timur pada Jumat, 25 Juli 2025 bertempat di Rupatama Polres Metro Jakarta Timur.

Acara ini menjadi momentum strategis untuk membangun komunikasi yang terbuka, transparan, dan saling mendukung antara dua pilar penting dalam penyampaian informasi kepada publik.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Dr. Alfian Nurrizal, S.H., S.I.K., M.Hum, beserta jajaran, termasuk Kasat Narkoba, Kasipropam, dan Kasihumas.

Turut hadir pula Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Media Jakarta Timur, Rio Manik, S.H., S.E., S.I.P., bersama para jurnalis dari berbagai platform media lokal dan nasional yang aktif meliput di wilayah Jakarta Timur.

Dalam sambutannya, Kapolres menekankan bahwa media memiliki peran vital dalam menciptakan persepsi publik yang konstruktif serta membentuk opini yang sehat di tengah era informasi digital yang berkembang sangat cepat.

Ia juga menyampaikan bahwa komunikasi yang efektif dan koordinasi yang kuat dengan insan pers merupakan bagian dari strategi Polres dalam menjaga stabilitas keamanan dan kenyamanan masyarakat.

“Media adalah mitra strategis. Saya pribadi besar di lingkungan media, dan sangat memahami betapa pentingnya membangun relasi yang harmonis dengan rekan-rekan jurnalis. Kita hidup di era digital yang menuntut kecepatan informasi. Maka, ketika ada isu yang muncul, jangan sampai liar di publik. Mari kita koordinasikan dengan baik agar informasi yang sampai ke masyarakat benar-benar akurat dan bisa dipercaya,” ujar Kapolres.

Kombes Pol Dr. Alfian juga mengajak seluruh awak media untuk terus menjalin sinergi dalam menyebarkan informasi yang berimbang, mencerahkan, dan tidak memprovokasi.

Ia menegaskan bahwa Polres Metro Jakarta Timur siap membuka ruang dialog dan kerja sama, agar tidak ada sekat antara kepolisian dan media dalam melayani kepentingan masyarakat.

Sementara itu, Ketua Pokja Media Jakarta Timur, Rio Manik, mengapresiasi komitmen Polres Metro Jakarta Timur dalam membangun hubungan yang solid dengan kalangan jurnalis.

Menurutnya, komunikasi yang baik antara polisi dan media selama ini sudah berjalan positif, dan kegiatan silaturahmi seperti ini semakin memperkuat kepercayaan serta koordinasi di lapangan.

Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan dialog terbuka, di mana para jurnalis juga diberikan kesempatan menyampaikan masukan dan harapan terhadap pola komunikasi antara Polres dan media di masa mendatang.

Melalui pertemuan ini, diharapkan kolaborasi antara Polres Metro Jakarta Timur dan insan pers terus terjaga dan semakin kuat dalam menyampaikan informasi yang tajam, aktual, dan terpercaya kepada masyarakat luas.

Jakarta, JSNews – Satgas Pangan Polda Metro Jaya melakukan pengecekan langsung ke Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta Timur, pada Jumat (25/7/2025), di tengah maraknya isu beras oplosan yang meresahkan masyarakat. Kegiatan ini dipimpin oleh Kasubdit 1 Industri dan Perdagangan (Indag) Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, AKBP Muhammad Ardila Amry, bersama tim dari Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Provinsi DKI Jakarta.

Dalam sidaknya, tim menyambangi tiga toko penjual beras premium guna memastikan ketersediaan stok, memeriksa harga jual, dan mengambil sampel untuk pengujian mutu.

“Tujuan kami di sini adalah mengecek langsung ketersediaan beras dan memastikan harga sesuai dengan ketentuan HET (Harga Eceran Tertinggi) dari Badan Pangan Nasional, yakni Rp 14.900 per kilogram untuk beras premium di wilayah Jakarta,” kata AKBP Ardila kepada wartawan.

Tak hanya itu, Satgas Pangan juga membeli beberapa merek beras premium untuk diuji kualitasnya. Hasil pengujian akan memerlukan waktu beberapa hari. Ardila memastikan, jika ditemukan unsur pidana, pihaknya akan melakukan penindakan tegas.

“Apabila dari hasil pengujian nanti ditemukan indikasi pelanggaran atau unsur pidana, kami akan proses sesuai hukum yang berlaku. Ini sebagai upaya menjaga kepercayaan masyarakat dan melindungi hak konsumen,” tegas Ardila.

Lebih lanjut, AKBP Ardila juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpancing isu-isu menyesatkan terkait pangan, terutama di media sosial.

“Kami imbau masyarakat agar tidak panik dan tetap selektif dalam membeli kebutuhan pokok, khususnya beras. Laporkan jika menemukan dugaan beras oplosan atau harga yang tidak wajar. Mari bersama kita jaga ketahanan pangan dan kestabilan pasar,” ujar Ardila.

Ia juga mengingatkan pelaku usaha untuk menaati peraturan terkait mutu dan distribusi pangan.

“Kepada para pelaku usaha, kami tegaskan agar tidak bermain-main dengan kualitas pangan. Jangan coba-coba mengoplos atau memalsukan label kemasan demi keuntungan pribadi. Jika terbukti, akan kami tindak tegas,” tutupnya.

Sebelumnya, Bareskrim Polri telah menetapkan kasus dugaan peredaran beras oplosan ke tahap penyidikan. Dari penyelidikan awal, diketahui lima merek beras yang diproduksi oleh tiga produsen terindikasi tidak memenuhi standar dan melanggar ketentuan mutu pangan.

Ketiga produsen yang diperiksa adalah PT Padi Indonesia Maju (merek Sania), PT Food Station (Sentra Ramos Biru, Merah, dan Pulen), serta Toko Sentra Raya (merek Jelita dan Anak Kembar). Meski belum ada tersangka, penyidik tak menutup kemungkinan adanya penetapan tersangka individu maupun korporasi dalam waktu dekat.

Medan, JSNews – Ada yang menarik dalam persidangan kasus pidana persekongkolan pengelapan dokumen yang di gelar di PN Lubuk Pakam dengan terdakwa M.Rizky Ansari, Kuasa Hukum terdakwa Eka Putra Zakran SH, MH, dari Kantor Hukum Eka Putra Zakran, SH MH & Associates (EPZA) dan tim menyampaikan nota keberatannya atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum yang di nilainya banyak kelemahan seperti tidak cermat dan kabur (obscurlibel), Rabu, (23/07/2024).

Eka Putra Zakran, SH MH yang akrab disapa Epza dalam siaran pres nya seusai mengukuti persidangan menyebutkan sudah menyampaikan permohonan agar sidang tindak pidana di lakukan tatap muka (off line).

“Sebenarnya saya pribadi sangat keberatan jika sidang tindak pidana di lakukan secara online karena tidak bisa menggali informasi materiil, terkait fakta-fakta yang terjadi sesungguhnya, disamping itu prangkat-prangkat yang tersedia juga tidak mendukung, bising dan suaranya tidak jelas,” ujar Epza ke awak media, Rabu, (23/07/2025).

Kemudian di sisi lain Epza menambahkan dalam persidangan yang dihadirinya, hakim sempat menyetujui persidangan terhadap kliennya di laksanakan dengan tatap muka.

“Dalam persidangan hakim mengabulkan permohonan kami, bahwa sidang kasus tindak pidana atas klien kami di lakukan secara tatap muka,” terang Epza.

Namun demikian, Epza menjabarkan terkait perkara sidang di lakukan secara online atau secara tatap muka tergantung kepada Jaksa penuntut umum.

“Faktanya saat saya dan hakim memohon pelaksanaan sidang di lakukan secara tatap muka, Jaksa mengatakan bahwa tidak ada anggaran,” tutur Epza.

Hal ini kan aneh, ditahun-tahun sebelum Pandemi semua sidang pidana itu hadir tatap muka, hakim, jaksa, terdakwa dan penasihat hukum Terdakwa.

“Dalam Pidana inikan yang dicari kebenaran materiil, bukan formil, makanya sidang harus tatap muka, dan itu diatur dalam KUHAP, secara hirarkis pun, Perma itu dibawah KUHAP, dibawah UU, makanya harus tatap muka,” ungkap Epza.

Lebih lanjut, Epza yang juga seorang penulis dari buku Menghadang Badai Kehidupan Autobiografi Eka Putra Zakran: Anak Asongan Jadi Advokat Kawakan sekaligus sebagai Ketua Umum dari DPP Advokat Negarawan Indonesia (DPP ADNI) juga menyampaikan keanehan yang dilakukan JPU pada kasus yang digelar di meja hijau PN Lubuk Pakam tersebut, yang mana Hakim yang menyidangkan Kasus Pidana tersebut memerintahakan terdakwa di hadirkan.

“Dan lebih aneh lagi, kalau Hakim sudah memerintahkan untuk hadirnya terdakwa ke muka persidangan, lalu jaksa penuntut umum berdalih tidak ada anggaran, kan itu aneh,”pungkas Epza.

Jakarta -JSNees



Kamis 24/07/2025
Bidang Humas Polda Metro Jaya menggelar Workshop Manajemen Media di Media Management Center Bidhumas Polda Metro Jaya, Kamis (24/7/2025). Kegiatan ini diikuti para pejabat utama Bidhumas, para Kasi Humas Polres jajaran, hingga pejabat PPID Satker di lingkungan Polda Metro Jaya.

Pelatihan dimulai pukul 09.00 WIB dan juga diikuti peserta dari wilayah melalui Zoom Meeting. Workshop terbagi dalam dua sesi. Sesi pagi membahas materi Deteksi dan Analisis Informasi di Dunia Maya. Sementara sesi siang diisi dengan Latihan Analisa Situasi Media Online dan Sosial Media.

Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi dalam sambutannya mengingatkan seluruh peserta agar memanfaatkan workshop ini dengan maksimal.

“Workshop ini tempat meningkatkan kemampuan dan pengetahuan praktis. Ilmu dari narasumber harus bisa diterapkan dalam melaksanakan tugas, terutama dalam pelayanan informasi ke masyarakat,” ujar Ade Ary.

Acara ditutup dengan diskusi interaktif. Para peserta berdiskusi langsung dengan narasumber untuk membahas hasil latihan dan penerapannya dalam tugas sehari-hari.

Pelatihan ini merupakan komitmen Polda Metro Jaya dalam peningkatan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat

SAHSA

Jakarta, JSNews – Bidang Humas Polda Metro Jaya menggelar Workshop Manajemen Media di Media Management Center Bidhumas Polda Metro Jaya, Kamis (24/7/2025). Kegiatan ini diikuti para pejabat utama Bidhumas, para Kasi Humas Polres jajaran, hingga pejabat PPID Satker di lingkungan Polda Metro Jaya.

Pelatihan dimulai pukul 09.00 WIB dan juga diikuti peserta dari wilayah melalui Zoom Meeting. Workshop terbagi dalam dua sesi. Sesi pagi membahas materi Deteksi dan Analisis Informasi di Dunia Maya. Sementara sesi siang diisi dengan Latihan Analisa Situasi Media Online dan Sosial Media.

Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi dalam sambutannya mengingatkan seluruh peserta agar memanfaatkan workshop ini dengan maksimal.

“Workshop ini tempat meningkatkan kemampuan dan pengetahuan praktis. Ilmu dari narasumber harus bisa diterapkan dalam melaksanakan tugas, terutama dalam pelayanan informasi ke masyarakat,” ujar Ade Ary.

Acara ditutup dengan diskusi interaktif. Para peserta berdiskusi langsung dengan narasumber untuk membahas hasil latihan dan penerapannya dalam tugas sehari-hari.

Pelatihan ini merupakan komitmen Polda Metro Jaya dalam peningkatan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat.


Jakarta,JSNews – 24/07/2025
Dalam Waktu dekat ini D’FOUR Entertainment akan mengatap film komedi situasi (Sitkom) dengan penulis cerita Budi Otot sutradara Cepy Raden dan Kameramen Zaenal langgar
Serta di dukun oleh artis senior Vonny Shela,Liana dan beberapa pemain lainya
saya mengucapkan terima kasih teman teman telah mensupport dalam rencana pembuatan film komedi yang di Produksi oleh D’FOUR Entertainment rencana akan membikin sebuah film pendek yang sangat  ber beda dengan film komedi lainya.

Dan  ide untuk membuat film ini adalah karya kita sendiri dan kebetulan kita punya tim seperti Vonny Shela dan Rara adalah  salah satu dari D’FOUR Entertainment  dan  pemain-pemain ini tidak semua adalah anggota kami tapi ini akan masuk dalam satu keluarga yaitu difor entertainment
mudah-mudahan rencana untuk pembuatan film ini nanti bisa diterima oleh banyak masyarakat Indonesia karena nanti kita akan tampilkan di YouTube channel-nya D’FOUR entertainment  dan kebetulan saya juga sebagai penulis naskah serta di support oleh Cepi Raden sebagai sutradara.

Alhamdulillah saya senang sekali Cepi Raden sudah mau untuk bergabung  membimbing kami dari divor untuk mengarahkan film-film yang akan kita eh produksi nanti ya dan juga zaenal langgar juga tentunya punya peran yang sangat penting dalam produksi film ini mudah-mudahan D’FOUR ke depannya semakin solid dalam berkarya
Ucap Budi Otot ketua umum D’FOUR Entertainment.


Assalamualaikum sahabat semua saya vonis Sheila amboy asyiknya barangkali pernah mendengarkan lagu itu tahun 93 terima kasih kami di sini bersama D’FOUR entertainment mencoba membuat sesuatu yang baru supaya kita tetap kompak kita bisa menggali talenta yang lebih dan disini  teman-teman dari penyanyi dangdut lainya dan saya berterima kasih pada Budi otot kita disini  sama-sama berjuang meniti dari awal untuk pembuatan film ini mudah-mudahan bisa diterima masyarakat bisa sukses dan bermanfaat Amin ya robbal alamin begitu saja terima kasih ucap Vonny Shela Arti Penyanyi.

Terima kasih karna saya udah diberi kepercayaan sama tim dari D’FOUR entertainment Ini yang mana saya juga melihat ini bukan hal yang asing nih rekan-rekan karena semuanya hampir Saya sudah lihat di baik di panggung maupun di layar televisi baik pak Budi atau Mba poni  bukan hal yang asing kebetulan mereka mau membuat sesuatu yang beda daripada yang lain menjadi sebuah tonton dan tuntunan yang luar biasa depannya kegiatan yang sangat positif dan saya sebagai sahabat selalu untuk men-spot rekan rekan D’Four Entertainment
Ucap Cepy Raden Sutradara Film menutup wawancara kami

Riau. JSNews – Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo melakukan peninjauan kesiapan penanganan karhutla di Riau. Peninjauan itu dilaksanakan dengan pemantauan titik api via udara dengan menggunakan helikopter.

“Saya lihat tadi titik api masih tetap ada sehingga kemudian ada penggunaan water bombing dan juga modifikasi TMC ya,” ujar jelas Jenderal Sigit, Kamis (24/7/25).

Jenderal Sigit menerangkan bahwa penanganan karhutla telah dilakukan secara masif dengan berkoordinasi bersama lintas sektoral terkait. Ditekankan Kapolri, respons cepat penanggulangan karhutla menjadi hal yang penting untuk dilakukan.

“Memang kalau kita lihat beberapa upaya sebenarnya sudah dilakukan dari awal mulai dari pencegahan, edukasi, sosialisasi, dan kemudian tentunya melakukan upaya untuk terus mengaktifkan aplikasi yang kita miliki untuk terus bisa memonitor sekaligus tentunya yang kita harapkan respons cepat manakala ada titik hotspot,” ungkap Jenderal Sigit.

Menurut Jenderal Sigit, TNI-Polri dan elemen terkait lainnya dalam proses pemadaman api karhutla telah memanfaatkan alat-alat pemadam kebakaran yang dimiliki. Jenderal Sigit menegaskan, pentingnya untuk mencegah adanya titik api atau Hotspot tambahan.

“Oleh karena itu tentunya memang penting untuk tidak lagi ada tambahan hotspot ataupun titik api, khususnya yang muncul dari unsur kesengajaan,” ujar Jenderal Sigit.

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.