Yahukimo, Papua, JSNews — Satgas Operasi Damai Cartenz yang bertugas di Yahukimo kembali menunjukkan komitmennya dalam menciptakan Papua yang damai dan aman melalui kegiatan patroli humanis yang dilaksanakan di posko Sekla pada Rabu (22/7/2025).

Patroli ini bukan sekadar kegiatan pemantauan keamanan biasa, melainkan menjadi sarana mendekatkan diri dengan masyarakat. Dalam pelaksanaannya, personel menyapa warga dengan penuh keramahan, berdialog ringan, serta berinteraksi langsung dengan anak-anak yang terlihat gembira dengan kehadiran aparat.

Kehangatan dalam patroli ini menciptakan suasana yang aman dan nyaman bagi warga. Anak-anak tersenyum, warga menyambut, dan suasana desa terasa lebih hidup dengan pendekatan yang dilakukan oleh anggota Satgas.

Dalam keterangannya, Kaops Damai Cartenz Brigjen Pol Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., didampingi Wakaops Damai Cartenz, Kombes Pol Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menyampaikan bahwa patroli humanis adalah bagian penting dari strategi operasi yang tidak hanya menekankan pada penegakan hukum, tetapi juga pendekatan persuasif dan menyentuh hati.

“Patroli humanis ini adalah bentuk nyata dari pendekatan yang kami lakukan, mendengar, menyapa, dan hadir sebagai pelindung masyarakat, bukan sebagai pihak yang menakutkan. Kami ingin masyarakat merasa tenang karena tahu bahwa aparat hadir untuk menjaga, bukan mengancam,” jelas Brigjen Faizal.

Sementara itu, Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., menegaskan bahwa kegiatan humanis ini bertujuan untuk membangun hubungan yang harmonis antara aparat dan masyarakat serta menciptakan rasa aman yang tumbuh dari kedekatan.

“Kegiatan ini kami lakukan agar masyarakat melihat dan merasakan langsung bahwa kehadiran Satgas adalah untuk mengayomi dan melindungi. Dengan cara yang santun dan penuh empati, kami ingin menciptakan rasa percaya serta menumbuhkan hubungan yang lebih kuat antara aparat dan warga,” ujar Kombes Yusuf.

Masyarakat Yahukimo pun memberikan respons positif terhadap kegiatan tersebut dan mengungkapkan rasa terima kasih atas kehadiran personel yang dinilai ramah, terbuka, dan tidak membuat masyarakat merasa takut.

Dengan pendekatan yang penuh welas asih dan dialog, Satgas Operasi Damai Cartenz terus menunjukkan bahwa keamanan di Papua dibangun dari kedekatan, bukan ketegangan, serta dari kepercayaan, bukan paksaan. Patroli humanis menjadi jembatan penting menuju Papua yang lebih damai, aman, dan sejahtera.

banner 468x60

Jakarta, JSNews – Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara 1 Lomba Sistem Informasi Terpadu (SPIT) dan Mediahub Zona A tingkat Polda. Sementara itu, Si Humas Polres Metro Jakarta Pusat juga berhasil meraih Juara 3 Lomba Manajemen Media kategori Media Online tingkat Polres.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam kegiatan Awarding Day bertajuk ‘Polri untuk Masyarakat’ di Auditorium STIK-PTIK, Jakarta Selatan, Selasa (22/7) malam.

Acara ini digelar sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat dan personel Polri yang berkontribusi aktif dalam berbagai kegiatan positif dan inspiratif pada peringatan Hari Bhayangkara ke-79. Sejumlah kategori lomba digelar, mulai dari lomba olahraga bertema Harmony Langkah Persatuan, lomba inovasi ketahanan pangan, hingga lomba konten kreatif yang melibatkan masyarakat umum, termasuk penyandang disabilitas dan anak-anak.

Dalam sambutannya, Kapolri menekankan pentingnya momentum ini sebagai ajang mengembangkan potensi diri. “Tentunya kegiatan ini harus dijadikan sebagai pengembangan potensi diri,” ujar Kapolri di hadapan para pemenang.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko menambahkan, Awarding Day tidak sekadar seremoni penghargaan, tetapi juga wujud sinergi dan ruang partisipasi antara Polri dan masyarakat. “Ini adalah ruang partisipatif untuk berkreasi bersama Polri,” katanya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas capaian ini. “Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan profesionalisme dan pelayanan informasi publik yang cepat, akurat, dan humanis. Semoga prestasi ini dapat memacu semangat rekan-rekan di jajaran Humas Polda Metro Jaya untuk terus berinovasi,” ujar Ade Ary.

Sebagai tambahan, Kapolri juga memberikan penghargaan khusus kepada Kontingen Polri yang menorehkan prestasi gemilang di ajang World Police and Fire Games 2025 di Birmingham, Amerika Serikat, dengan torehan 50 medali dan masuk 10 besar dari 70 negara peserta.

Dengan penghargaan ini, diharapkan semangat pengabdian dan prestasi personel Polri terus tumbuh, sejalan dengan semangat Hari Bhayangkara ke-79 untuk mewujudkan Polri yang Presisi, dekat dan bermanfaat bagi masyarakat.

Bekasi Kota. -JSNews



Rabu 23/07/2025
Dalam rangka memperkuat sinergitas dan koordinasi antar aparatur pemerintah di wilayah Kecamatan Bekasi Barat, Kapolsek Bekasi Barat AKP Dr. H. Wahyudi, SH., MH., menghadiri Apel Gabungan Tingkat Kecamatan Bekasi Barat yang dilaksanakan pada Rabu, 23 Juli 2025, bertempat di halaman Kantor Kelurahan Kranji, Jl. Parkit RT.02 RW.09, Duta Kranji, Kelurahan Kranji, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi.

Apel gabungan ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Camat (Sekcam) Bekasi Barat, Nurdin, S.Sos., dengan Bhabinkamtibmas Kelurahan Kranji, Aiptu Syaripulloh, bertindak sebagai Komandan Apel. Kegiatan ini diikuti oleh unsur Muspika, para lurah, Bhabinkamtibmas, Babinsa, staf kelurahan, serta perwakilan elemen masyarakat lainnya.

Kehadiran Kapolsek Bekasi Barat dalam kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam mendukung program pemerintah daerah serta memperkuat kolaborasi lintas sektor demi terwujudnya pelayanan publik yang optimal dan situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah Bekasi Barat.

Apel gabungan ini sekaligus menjadi forum silaturahmi dan komunikasi lintas instansi untuk menyamakan persepsi dalam menghadapi berbagai tantangan sosial, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

SAHSA

Jakarta, JSNews – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri kegiatan Awarding Day yang bertajuk ‘Polri untuk Masyarakat’ yang diselenggarakan di Auditorium STIK-PTIK, Jakarta Selatan, pada Selasa (22/7) malam.

Kegiatan Awarding Day itu merupakan bentuk apresiasi kepada masyarakat dan personel Polri yang berkontribusi aktif dalam berbagai kegiatan positif dan inspiratif dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-79.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolri juga berkesempatan menyerahkan piala kepada masing-masing pemenang lomba yang diselenggarakan dalam rangkaian kegiatan Hari Bhayangkara ke-79.

Mulai dari lomba olahraga bertema ‘Harmony Langkah Persatuan’ dengan kategori lomba karate, bulu tangkis, tenis, menembak, taekwondo, judo hingga basket.

Kapolri juga turut menyerahkan piala kepada pemenang dalam kompetisi partisipatif yakni lomba BUJP Teladan, Polsus Teladan, Satpam Teladan, Kampung Bebas Narkoba, lomba inovasi ketahanan pangan, lomba sistem informasi terpadu Media Hub serta lomba Call Center 110.

Sementara untuk kategori umum, Polri juga menggelar lomba konten kreatif mulai dari lomba film pendek, fotografi, cerita pendek, karikatur, video edukasi dan lomba mendongeng. Adapun peserta lomba kategori umum itu juga melibatkan penyandang disabilitas dan anak-anak.

“Tentunya kegiatan ini harus dijadikan sebagai pengembangan potensi diri,” ucap Kapolri saat memberikan pesan kepada para pemenang.

Sementara itu, Karo Penmas Divisi humas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan kegiatan ini tidak hanya sekadar ajang penghargaan, melainkan bagian dari upaya mempererat sinergi antara Polri dan masyarakat dalam semangat kebersamaan dan partisipasi aktif.

“Kegiatan Awarding Day ini adalah bentuk apresiasi pimpinan Polri, khususnya Bapak Kapolri, atas partisipasi semua pihak dalam memeriahkan Hari Bhayangkara ke-79. Ini adalah ruang partisipatif untuk berkreasi bersama Polri,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Kapolri turut memberi penghargaan kepada Kontingen Polri yang baru saja menorehkan prestasi dalam ajang World Police and Fire Games 2025 di Birmingham, Alabama, Amerika Serikat. Polri sukses meraih 50 medali dan masuk dalam 10 besar dari 70 negara peserta.

“Prestasi tersebut menjadi kebanggaan kita bersama, bahwa personel Polri tidak hanya berdedikasi dalam tugasnya, tetapi juga mampu mengharumkan nama bangsa di kancah internasional,” tuturnya.

Jakarta —JSNews



Selasa 23/07/2025
Dalam rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-79 tahun 2025, Polri menggelar kegiatan Awarding Day bertajuk “Polri untuk Masyarakat” yang diselenggarakan di Auditorium STIK-PTIK, Jakarta Selatan, pada Selasa malam (22/7/2025). Kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi kepada masyarakat dan personel Polri yang telah berkontribusi aktif dalam berbagai kegiatan positif dan inspiratif bersama institusi Polri.

Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K., menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang penghargaan, melainkan bagian dari upaya mempererat sinergi antara Polri dan masyarakat dalam semangat kebersamaan dan partisipasi aktif.

“Kegiatan Awarding Day ini adalah bentuk apresiasi pimpinan Polri, khususnya Bapak Kapolri, atas partisipasi semua pihak dalam memeriahkan Hari Bhayangkara ke-79. Ini adalah ruang partisipatif untuk berkreasi bersama Polri,” ujar Brigjen Trunoyudo.

Rangkaian kegiatan peringatan HUT Bhayangkara ke-79 telah berlangsung sejak bulan Juni 2025 dengan pelaksanaan berbagai kegiatan seperti bakti sosial, bakti kesehatan, bakti religi, hingga lomba-lomba olahraga dan kreasi masyarakat. Di antaranya, terdapat Bhayangkara Sports Day bertema “Harmony Langkah Persatuan”, kejuaraan karate, bulu tangkis, tenis, menembak, taekwondo, judo, dan basket yang diikuti ribuan peserta dari berbagai elemen.

Selain bidang olahraga, sejumlah kompetisi partisipatif juga digelar, seperti lomba BUJP Teladan, Polsus Teladan, Satpam Teladan, Kampung Bebas Narkoba, lomba inovasi ketahanan pangan, lomba sistem informasi terpadu Media Hub, serta lomba Call Center 110. Untuk kalangan umum, Polri menyelenggarakan lomba konten kreatif dengan lebih dari 2.000 peserta yang mencakup lomba film pendek, fotografi, cerita pendek, karikatur, video edukasi, dan lomba mendongeng.

“Kami juga melibatkan penyandang disabilitas, anak-anak, dan masyarakat umum dalam lomba melukis, mewarnai, hingga lomba menulis artikel. Total peserta lomba konten kreatif tercatat mencapai 2.218 peserta,” ungkap Trunoyudo.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo turut menyerahkan penghargaan kepada Kontingen Polri yang baru saja menorehkan prestasi dalam ajang World Police and Fire Games 2025 di Birmingham, Alabama, Amerika Serikat. Polri sukses meraih 50 medali dan masuk dalam 10 besar dari 70 negara peserta.

“Prestasi tersebut menjadi kebanggaan kita bersama, bahwa personel Polri tidak hanya berdedikasi dalam tugasnya, tetapi juga mampu mengharumkan nama bangsa di kancah internasional,” tambahnya.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Irwasum Polri, para pejabat utama Mabes Polri, serta para pemenang penghargaan dari berbagai kategori. Melalui acara ini, Polri ingin menunjukkan bahwa institusi tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga mitra masyarakat dalam membangun kreativitas, ketahanan sosial, dan semangat kebangsaan.

“Dengan tema ‘Polri untuk Masyarakat’, ini menjadi harapan, kebutuhan, dan sekaligus tuntutan publik agar Polri senantiasa hadir dan dirasakan manfaatnya oleh rakyat,” tutup Brigjen Trunoyudo.

SAHSA

Jakarta, JSNews — Dalam rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-79 tahun 2025, Polri menggelar kegiatan Awarding Day bertajuk “Polri untuk Masyarakat” yang diselenggarakan di Auditorium STIK-PTIK, Jakarta Selatan, pada Selasa malam (22/7/2025). Kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi kepada masyarakat dan personel Polri yang telah berkontribusi aktif dalam berbagai kegiatan positif dan inspiratif bersama institusi Polri.

Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K., menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang penghargaan, melainkan bagian dari upaya mempererat sinergi antara Polri dan masyarakat dalam semangat kebersamaan dan partisipasi aktif.

“Kegiatan Awarding Day ini adalah bentuk apresiasi pimpinan Polri, khususnya Bapak Kapolri, atas partisipasi semua pihak dalam memeriahkan Hari Bhayangkara ke-79. Ini adalah ruang partisipatif untuk berkreasi bersama Polri,” ujar Brigjen Trunoyudo.

Rangkaian kegiatan peringatan HUT Bhayangkara ke-79 telah berlangsung sejak bulan Juni 2025 dengan pelaksanaan berbagai kegiatan seperti bakti sosial, bakti kesehatan, bakti religi, hingga lomba-lomba olahraga dan kreasi masyarakat. Di antaranya, terdapat Bhayangkara Sports Day bertema “Harmony Langkah Persatuan”, kejuaraan karate, bulu tangkis, tenis, menembak, taekwondo, judo, dan basket yang diikuti ribuan peserta dari berbagai elemen.

Selain bidang olahraga, sejumlah kompetisi partisipatif juga digelar, seperti lomba BUJP Teladan, Polsus Teladan, Satpam Teladan, Kampung Bebas Narkoba, lomba inovasi ketahanan pangan, lomba sistem informasi terpadu Media Hub, serta lomba Call Center 110. Untuk kalangan umum, Polri menyelenggarakan lomba konten kreatif dengan lebih dari 2.000 peserta yang mencakup lomba film pendek, fotografi, cerita pendek, karikatur, video edukasi, dan lomba mendongeng.

“Kami juga melibatkan penyandang disabilitas, anak-anak, dan masyarakat umum dalam lomba melukis, mewarnai, hingga lomba menulis artikel. Total peserta lomba konten kreatif tercatat mencapai 2.218 peserta,” ungkap Trunoyudo.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo turut menyerahkan penghargaan kepada Kontingen Polri yang baru saja menorehkan prestasi dalam ajang World Police and Fire Games 2025 di Birmingham, Alabama, Amerika Serikat. Polri sukses meraih 50 medali dan masuk dalam 10 besar dari 70 negara peserta.

“Prestasi tersebut menjadi kebanggaan kita bersama, bahwa personel Polri tidak hanya berdedikasi dalam tugasnya, tetapi juga mampu mengharumkan nama bangsa di kancah internasional,” tambahnya.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Irwasum Polri, para pejabat utama Mabes Polri, serta para pemenang penghargaan dari berbagai kategori. Melalui acara ini, Polri ingin menunjukkan bahwa institusi tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga mitra masyarakat dalam membangun kreativitas, ketahanan sosial, dan semangat kebangsaan.

“Dengan tema ‘Polri untuk Masyarakat’, ini menjadi harapan, kebutuhan, dan sekaligus tuntutan publik agar Polri senantiasa hadir dan dirasakan manfaatnya oleh rakyat,” tutup Brigjen Trunoyudo.

Kota Bekasi, JSNews — Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Polri menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema Strategi Pemberdayaan SDM Polri Guna Mendukung Penerapan Sistem Elektronik Manajemen Penyidikan (e-MP) Dalam Rangka Upaya Penegakan Hukum. Kegiatan ini berlangsung di Aula Polres Metro Bekasi Kota. Selasa (22/7).

FGD tersebut dipandu oleh Kombes Pol Moh. Nurhidayat, S.H., S.I.K., M.M. selaku Ketua Tim, serta AKBP Bayu Wakapolres Metro Bekasi Kota.

FGD ini bertujuan untuk mendesain strategi pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM) Polri, khususnya fungsi Reskrim, agar mampu mengoptimalkan penerapan Sistem Elektronik Manajemen Penyidikan (e-MP). Diharapkan dari kegiatan ini akan lahir kebijakan strategis untuk mendukung peningkatan profesionalisme SDM Polri dalam upaya penegakan hukum berbasis teknologi.

Dalam pelaksanaannya, penelitian ini menggunakan metode gabungan (mixed method) dengan pendekatan sekuensial beriringan, di mana pengumpulan data kualitatif dilakukan bersamaan dengan penyebaran kuesioner.

Selain membahas strategi pemberdayaan SDM, kegiatan ini juga dilanjutkan dengan pengkajian peran Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

Penelitian tersebut bermaksud menghimpun data, masukan, dan informasi terkait kontribusi Polri dalam menjaga ketahanan pangan sebagai salah satu pilar penting menuju Indonesia Emas 2045. Polri diharapkan dapat berperan aktif melalui pengawasan distribusi, penegakan hukum di sektor pangan, serta menjamin keamanan produksi dan distribusi bahan pokok di seluruh wilayah Indonesia.

Hasil penelitian ini nantinya akan dirumuskan menjadi rekomendasi kebijakan yang akan disampaikan kepada pimpinan Polri sebagai masukan strategis dalam mendukung program ketahanan pangan nasional sejalan dengan arah pembangunan jangka panjang menuju Indonesia yang maju dan mandiri di usia 100 tahun kemerdekaan.

Wamena, JSNews — Komitmen Polri melalui Satgas Ops Damai Cartenz dalam menindak tegas setiap pelanggaran hukum, termasuk yang dilakukan oleh oknum mantan anggotanya sendiri, kembali dibuktikan. Pengadilan Negeri Kelas II B Wamena menjatuhkan vonis 8 tahun penjara kepada Aske Mabel, eks anggota Polres Yalimo yang terbukti melakukan pencurian empat pucuk senjata api dari gudang senjata Polres Yalimo tahun lalu.

Vonis tersebut lebih rendah setahun dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang menuntut 9 tahun penjara. Terkait hal ini, Humas Pengadilan Negeri Kelas II B Wamena, Dean Ginting, menjelaskan bahwa majelis hakim tidak sepenuhnya terikat pada tuntutan jaksa, melainkan mengambil keputusan berdasarkan fakta-fakta hukum yang terungkap di persidangan.

“Tuntutan jaksa bukan menjadi acuan yang digunakan Majelis Hakim untuk menjatuhkan pidana. Majelis hakim tidak terikat dengan tuntutan yang diajukan, dan putusan 8 tahun itu disesuaikan dengan fakta persidangan,” ungkap Dean kepada wartawan di Pengadilan Negeri Wamena, Selasa (22/7/2025).

Ia juga menambahkan bahwa terdakwa mengakui perbuatannya dan menyampaikan permohonan keringanan hukuman secara lisan, yang menjadi bagian dari pertimbangan hakim dalam mengambil keputusan.

Sementara itu, Kaops Damai Cartenz, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., didampingi Wakaops Damai Cartenz Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menegaskan bahwa Polri tidak akan memberikan toleransi terhadap setiap bentuk pengkhianatan terhadap institusi, apalagi yang membahayakan keamanan negara.

“Pengkhianatan dengan mencuri senjata api dari institusi adalah perbuatan yang sangat serius. Kami tidak pandang bulu, siapapun pelakunya akan diproses secara hukum. Ini bentuk komitmen kami menjaga integritas Polri dan keselamatan masyarakat,” tegas Brigjen Pol. Faizal.

Menanggapi keluhan pihak kuasa hukum terkait proses penangkapan Aske Mabel oleh personel Satgas Ops Damai Cartenz, pihaknya memastikan bahwa setiap operasi selalu dilaksanakan secara terukur dan sesuai prosedur yang berlaku.

“Penangkapan terhadap pelaku dilakukan berdasarkan pertimbangan taktis dan ancaman di lapangan. Kami terbuka terhadap evaluasi, namun yang pasti, keselamatan petugas dan masyarakat adalah prioritas utama,” tambahnya.

Sementara itu, Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz, Kombes Pol Dr. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., mengimbau kepada seluruh personel Polri di wilayah pegunungan Papua agar tetap memegang teguh loyalitas dan disiplin dalam menjalankan tugas.

“Kami mengajak seluruh anggota untuk tidak terpengaruh oleh pihak-pihak yang ingin memecah belah. Tugas kita adalah menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, bukan sebaliknya,” ujar Kombes Pol. Yusuf.

Ia juga menegaskan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua dengan menjalin kolaborasi bersama aparat serta aktif melaporkan jika menemukan adanya penyalahgunaan senjata api atau aktivitas mencurigakan lainnya.

Timika, Papua Tengah, JSNews — Dalam suasana penuh kehangatan dan keceriaan, Satgas Operasi Damai Cartenz menunjukkan komitmennya dalam membangun hubungan humanis dengan masyarakat Papua, khususnya anak-anak, melalui kegiatan budaya yang menghibur. Pada Senin (21/7/2025), personel Satgas tampak membaur dan menari bersama anak-anak di halaman SD Torsina, Kabupaten Mimika, sambil membawakan tarian khas Pacu Jalur yang sedang viral di media sosial.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wakil Kepala Satuan Tugas Humas Ops Damai Cartenz, Kompol Yusuf Tauziri, S.I.K.

Kompol Yusuf bersama personel lainnya yang turut larut dalam suasana gembira bersama anak-anak. Tampak raut bahagia dan tawa ceria menghiasi wajah anak-anak saat mengikuti gerakan tarian yang dipandu para personel Polri dengan penuh semangat dan keakraban.

Selain menari bersama, personel juga membagikan hadiah kecil dan permen kepada anak-anak sebagai bentuk kasih sayang dan perhatian. Momentum ini mencerminkan bagaimana Polri tak hanya hadir sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai sahabat dan pelindung anak-anak Papua.

Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., yang didampingi Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz Kombes Pol Adharma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menyampaikan bahwa Polri akan terus menjaga kedamaian di Papua melalui pendekatan yang inklusif dan menyentuh sisi kemanusiaan.

“Kami ingin tumbuh bersama masyarakat Papua, khususnya anak-anak, karena mereka adalah masa depan Papua yang damai dan sejahtera,” ungkap Brigjen Pol Faizal Ramadhani.

Selain itu Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz Kombes Pol Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T mengatakan bahwa anak-anak berhak untuk bermain, bergembira, dan hidup dalam kenyamanan.

“Itulah yang terus kami upayakan hadirkan melalui pendekatan humanis dan kegiatan positif seperti ini,” ujar Kombes Pol Yusuf Sutejo.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa keamanan tidak selalu hadir dalam bentuk senjata dan patroli, tetapi juga melalui tarian, senyuman, dan kehadiran tulus dari para aparat negara.

Jakarta, JSNEWS — Direktorat Tindak Pidana Pelindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Dit Tipid PPA dan PPO) Bareskrim Polri menerima kunjungan resmi Delegasi Kepolisian Nasional Republik Korea Selatan (Korean National Police Agency) pada Senin, 21 Juli 2025, bertempat di ruang RPK Bareskrim Polri, Jakarta.

Kunjungan ini bertujuan memperkuat kerja sama bilateral antara Indonesia dan Korea Selatan dalam upaya perlindungan perempuan dan anak, serta pemberantasan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Dalam sambutannya, Direktur Tipid PPA dan PPO Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Dr. Nurul Azizah, S.I.K., M.Si., menyampaikan apresiasi atas kunjungan serta komitmen dari Kepolisian nasional Korea Selatan dalam membangun sinergi antarnegara untuk menjawab tantangan perlindungan kelompok rentan.

“Kami merasa terhormat dan antusias untuk menjalin kerja sama yang lebih erat demi perlindungan perempuan dan anak di kedua negara. Direktorat ini dibentuk sebagai respons strategis atas kompleksitas kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, termasuk TPPO yang sering terjadi lintas negara,” ujar Brigjen Nurul.

Dalam forum tersebut, Dir Tipid PPA-PPO juga memaparkan program unggulan #RiseAndSpeak, sebuah kampanye nasional hasil kolaborasi SSDM Polri dan Dit Tipid PPA-PPO yang bertujuan mendorong masyarakat—khususnya perempuan dan anak—untuk berani melapor dan melawan kekerasan.

“Rise and Speak adalah simbol keberanian bagi masyarakat untuk menyuarakan kebenaran dan menolak kekerasan. Program ini menjadi bagian dari transformasi Polri dalam memberikan perlindungan yang presisi dan humanis,” tambahnya.

Kepolisian nasional Korea Selatan menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dan paparan yang mendalam dari Polri, serta menilai Indonesia memiliki sistem perlindungan perempuan dan anak yang patut dijadikan referensi, terutama karena adanya direktorat khusus di bawah Mabes Polri—yang belum dimiliki oleh Kepolisian nasional Korea Selatan.

“Kami sangat mengapresiasi pembentukan Direktorat PPA-PPO di bawah Mabes Polri. Hal ini menjadi inspirasi untuk kami, karena saat ini di Korea selatan masih berada di bawah biro keamanan umum,” ujar Ms. Choi, perwakilan dari Directorate General of Women and Juvenile Safety Planning Kepolisian nasional Korea selatan.

Delegasi Kepolisian nasional korea selatan juga memaparkan sejumlah sistem dan regulasi di negaranya, termasuk platform I-NARAE dan pusat layanan korban “Haebalagi” (Sunflower Center) yang berbasis di rumah sakit dan mengintegrasikan pelaporan, pemeriksaan medis, dan pendampingan psikologis. Namun, mereka mengakui adanya tantangan dalam pengembangan layanan tersebut akibat keterbatasan dukungan medis dan pendanaan.

Dalam sesi diskusi, Kasubdit III PPA-PPO Polri menjelaskan bahwa TPPO di Indonesia paling banyak terjadi pada kategori pekerja migran non-prosedural, diikuti oleh modus pengantin pesanan, eksploitasi seksual, perdagangan organ, serta kejahatan digital seperti scam dan judi online.

Kasubdit I menambahkan bahwa penanganan korban kekerasan berbasis kolaborasi lintas kementerian, seperti dengan KemenPPPA, Kemensos, LPSK, serta pengawasan dari Komnas Perempuan dan KPAI. Sementara Kasubdit II mengangkat tantangan baru berupa peningkatan jumlah anak sebagai pelaku kejahatan, yang menuntut pendekatan edukatif dan keadilan restoratif.

Dari pihak Kepolisian nasional Korea selatan, sistem peradilan anak dibagi menjadi tiga tingkatan usia, dengan pendekatan rapat dan perundingan antara aparat dan pemangku kepentingan, guna menyeimbangkan aspek penegakan hukum dan pemulihan pelaku yang juga kerap menjadi korban kekerasan di masa lalu.

“Kami percaya bahwa kerja sama ini tidak hanya mempererat hubungan institusional, tetapi juga membuka peluang transformasi sistem perlindungan perempuan dan anak di tingkat regional dan global,” pungkas Brigjen Nurul.

Selain Dir Tipid PPA-PPO, turut hadir dalam pertemuan ini perwakilan dari Kepolisian nasional Korea Selatan, termasuk Ms. Cho Joo Eun (Deputy Director General for Women and Juvenile Safety Planning), Ms. Song Jin Young, Mr. Jang Dong Ho, Ms. Park So Eun, serta Kim Daejin selaku Atase Kepolisian nasional Korea selatan. Delegasi didampingi interpreter dan staf Kedutaan Korea Selatan. Sementara dari Bareskrim Polri, hadir Wadir, para Kasubdit I, II, dan III PPA-PPO.

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.