Jakarta Pusat, JSNews – Sebanyak 1.437 personel Polri dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, dan Polsek jajaran dikerahkan untuk mengamankan unjuk rasa Aliansi Taktis “Aksi 177” URC Bergerak bersama beberapa elemen massa di kawasan Silang Selatan Monas, Kecamatan Gambir Jakarta Pusat, Kamis (17/7/2025).

Pengamanan diawali dengan Tactical Wall Game (TWG) dan apel pasukan pada pukul 08.00 WIB di Pospol Merdeka Barat. Massa aksi mulai berkumpul pukul 13.00 WIB dengan membawa sejumlah tuntutan, di antaranya menolak status ojek online (ojol) sebagai buruh atau pekerja, menolak potongan 10 persen, serta mendesak Presiden untuk segera menerbitkan Perppu Ojol sebagai payung hukum yang jelas.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, menegaskan pihaknya siap mengawal aksi penyampaian pendapat tersebut dengan pendekatan humanis dan profesional.

“Kami mengimbau kepada seluruh orator untuk menenangkan massa, tidak memprovokasi, dan tidak memancing massa lainnya berbuat anarkis. Ikuti aturan serta arahan petugas keamanan yang ada di lapangan,” ujar Susatyo.

Kapolres juga meminta massa aksi untuk tetap tertib, tidak melawan petugas, dan tidak merusak fasilitas umum selama menyampaikan aspirasi.

“Saudara-saudara semua adalah mitra kami dalam menjaga Jakarta tetap aman dan kondusif. Kami memahami aspirasi yang ingin disampaikan, namun sampaikanlah dengan cara yang baik, damai, dan bermartabat,” kata Susatyo.

Ia menekankan kepada seluruh personel pengamanan untuk selalu mengedepankan pelayanan yang persuasif.

“Kepada petugas, saya tegaskan tidak ada yang membawa senjata api. Layani saudara-saudara kita yang akan menyampaikan pendapat dengan humanis dan profesional, namun tetap tegas dalam menjalankan tugas,” tegasnya.

Untuk mengantisipasi kemacetan, warga diimbau menggunakan jalur alternatif di sekitar Silang Selatan Monas selama aksi unjuk rasa berlangsung.

banner 468x60

Jakarta, JSNews — Momen haru terjadi dalam puncak penganugerahan Hoegeng Awards 2025 ketika Aipda Rahmad Muhajirin, Bhabinkamtibmas Kelurahan Ledok Kulon, Bojonegoro, Jawa Timur, menerima penghargaan di kategori Polisi Berdedikasi. Tak hanya mendapat apresiasi atas pengabdian luar biasanya, Aipda Muhajirin juga mendapat tawaran istimewa dari Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., untuk mengikuti pendidikan lanjutan demi peningkatan jenjang karier.

Acara yang digelar di Auditorium Mutiara STIK-PTIK, Jakarta Selatan, Rabu malam (16/7/2025) ini menjadi panggung pengakuan atas kontribusi Aipda Muhajirin yang menggagas Komunitas Marcapada dalam penanggulangan banjir Sungai Bengawan Solo serta layanan ambulans gratis bagi masyarakat di wilayahnya.

Saat sesi interaksi bersama para penerima penghargaan, Aipda Muhajirin menyampaikan harapannya agar anaknya bisa bergabung dengan Polri. Ia mengaku selama tiga tahun terakhir terus mendampingi sang anak mendaftar sebagai Bintara Polri, namun belum berhasil.

“Saya sudah tiga tahun ini mendampingi anak saya mendaftar Bintara. Pernah sampai tahap pantukhir, tapi belum rezeki. Maka mumpung ada kesempatan bertemu langsung dengan Bapak Kapolri, saya mohon bantuan agar anak saya diberi peluang untuk bergabung di Polri,” ujar Aipda Muhajirin.

Ia pun menyatakan rasa syukurnya atas penghargaan yang diterimanya, dan berjanji untuk terus mengabdi serta meneladani semangat almarhum Jenderal Hoegeng.

“Saya akan terus mengabdi dan menjadikan penghargaan ini sebagai motivasi untuk berbuat lebih banyak, meneladani kebaikan dan ketulusan Pak Hoegeng,” tambahnya.

Menanggapi harapan tersebut, Kapolri langsung memberikan respons positif dengan menawarkan Aipda Muhajirin kesempatan mengikuti pendidikan untuk kenaikan pangkat.

“Sudah sekolah belum? Kalau begitu tahun depan sekolah, ya. Karena ada yang bisa langsung dieksekusi malam ini, ada juga yang eksekusinya menyusul,” tutur Jenderal Sigit sambil tersenyum, disambut tepuk tangan para hadirin.

Dalam gelaran Hoegeng Awards tahun ini, Polri dan detikcom menganugerahkan penghargaan kepada lima polisi teladan dari lima kategori berbeda. Para penerima dipilih oleh Dewan Pakar independen yang terdiri dari tokoh-tokoh nasional dan aktivis kemanusiaan.

Kapolri Jenderal Sigit berharap penghargaan ini menjadi semangat baru bagi seluruh anggota Polri untuk terus bekerja dengan hati dan menjunjung tinggi nilai-nilai pengabdian.

“Semangat Hoegeng ini harus terus hidup. Kita berikan penghargaan kepada anggota yang berbuat baik, tapi bagi yang tidak menyesuaikan, akan kita tindak tegas. Ini komitmen kami dalam membangun Polri yang profesional dan dicintai rakyat,” tegas Kapolri.

Hoegeng Awards 2025 kembali menegaskan pentingnya kehadiran polisi yang mengabdi dengan ketulusan, inovasi, dan integritas di tengah masyarakat.

Jakarta, JSNews — Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., menegaskan komitmennya untuk terus mendorong perubahan positif di tubuh Polri melalui sistem penghargaan dan pembinaan yang berimbang. Hal ini disampaikan saat memberikan pernyataan usai acara puncak Hoegeng Awards 2025 yang digelar di Auditorium Mutiara STIK-PTIK Polri, Jakarta Selatan, Rabu malam (16/7/2025).

Dalam keterangannya, Kapolri menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Hoegeng Awards, khususnya masyarakat, Dewan Pakar, dan Chairman CT Corp Chairul Tanjung, yang turut mendukung pemilihan figur-figur teladan di lingkungan Polri.

“Tentunya harapan kami Hoegeng Awarding ini menjadi sarana untuk terus mendorong anggota-anggota Polri untuk memberikan yang terbaik dari berbagai macam kegiatan yang mereka bisa lakukan, mulai dari inovasi, dedikasi, integritas, dan kegiatan lain yang bisa mereka kontribusikan di mana pun mereka bertugas,” ujar Kapolri.

Lebih lanjut, Jenderal Sigit menyebut semangat yang diwariskan oleh almarhum Jenderal Hoegeng Iman Santoso menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi seluruh anggota Polri untuk terus berbenah dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Apa yang menjadi jejak peninggalan dari almarhum Hoegeng Imam Santoso, terus bisa mendorong semangat dan motivasi dari kami semua, khususnya institusi Polri, untuk menjadi Polri yang betul-betul mengabdi, melayani, dekat dan dicintai oleh masyarakat,” tegasnya.

Kapolri juga menekankan pentingnya keseimbangan antara pemberian penghargaan bagi personel yang berprestasi dan tindakan tegas bagi pelanggaran disiplin maupun etika.

“Saya selalu berkomitmen, yang baik kita berikan reward, namun yang melanggar kita tidak pernah ragu untuk memberikan punishment,” tandas Jenderal Sigit.

Ia pun mengakhiri dengan ucapan terima kasih kepada seluruh jajaran dan masyarakat yang terus mendukung upaya Polri menjadi institusi yang lebih profesional dan terpercaya.

“Kami mohon doanya agar Polri terus bisa memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat,” pungkasnya.

Hoegeng Awards 2025 menjadi ajang apresiasi tahunan bagi anggota Polri yang menunjukkan keteladanan dalam berbagai bidang, mulai dari dedikasi, inovasi, integritas, hingga perlindungan terhadap kelompok rentan dan pengabdian di wilayah pedalaman.

Jakarta, JSNews – Penganugerahan Hoegeng Awards 2025 resmi digelar dengan sukses di Auditorium Mutiara STIK-PTIK Polri, Jakarta Selatan, Rabu (16/7/2025). Lima anggota Polri dengan dedikasi luar biasa di bidangnya masing-masing terpilih sebagai penerima penghargaan bergengsi tersebut.

Mengusung tema “Polisi Rakyat, Teladan Mengabdi”, ajang ini menjadi momentum refleksi atas pengabdian para insan Bhayangkara yang telah menunjukkan integritas, keberanian, kepedulian, serta inovasi dalam melayani masyarakat. Acara ini turut dihadiri oleh Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si, bersama sejumlah tokoh nasional termasuk Chairman CT Corp Chairul Tanjung, serta keluarga besar almarhum Jenderal Hoegeng Iman Santoso.

Hoegeng Awards merupakan hasil kolaborasi Polri dengan media detikcom yang telah memasuki tahun keempat penyelenggaraan. Penjaringan dilakukan secara terbuka melalui usulan masyarakat sejak Januari hingga Maret 2025. Dari ratusan nama yang diusulkan, disaring melalui seleksi ketat oleh tim detikcom dan Dewan Pakar independen yang terdiri dari tokoh lintas bidang.

Berikut lima penerima Hoegeng Awards 2025 dari masing-masing kategori:

  • Polisi Berdedikasi: Aipda Rahmad Muhajirin – Bhabinkamtibmas Kelurahan Ledok Kulon, Bojonegoro, Jawa Timur
  • Polisi Inovatif: Iptu Andi Sri Ulva Baso – Paur Fasmat SBST Subdit Regident Ditlantas Polda Sulsel
  • Polisi Berintegritas: Kombes Seminar Sebayang – Kepala SPN Polda Sulawesi Tengah
  • Polisi Pelindung Perempuan, Anak dan Kelompok Rentan: Kombes Rita Wulandari – Kasubdit 1 Dittipid PPA-PPO Bareskrim Polri
  • Polisi Tapal Batas dan Pedalaman: Bripka Annas – Bhabinkamtibmas Banawa Selatan, Polres Donggala, Polda Sulteng

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Dr. Ahmad Ramadhan menyampaikan apresiasinya terhadap semangat pengabdian para penerima penghargaan. Menurutnya, Hoegeng Awards menjadi simbol nyata bahwa Polri terus mendorong budaya kerja yang humanis, transparan, dan profesional.

“Hoegeng Awards bukan sekadar penghargaan, tetapi juga bentuk pengakuan terhadap anggota Polri yang benar-benar menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat dengan sepenuh hati. Ini adalah teladan bagi seluruh personel Polri di tanah air,” ungkap Brigjen Ramadhan.

Ia menambahkan bahwa keterlibatan masyarakat dalam proses pemilihan menunjukkan meningkatnya partisipasi publik dalam mendukung transformasi Polri menuju institusi yang dicintai rakyat.

“Masyarakat punya peran penting dalam menilai kinerja kepolisian. Dari situ kita bisa melihat bahwa kepercayaan publik itu bisa diraih melalui kerja nyata, bukan sekadar citra,” imbuhnya.

Para pemenang Hoegeng Awards 2025 diharapkan dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi personel Polri lainnya dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di seluruh penjuru Tanah Air.

Jakarta,JSNews – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan pentingnya penguatan sistem pengawasan internal di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk mencegah penyalahgunaan wewenang atau abuse of power. Hal itu disampaikan Tito saat menghadiri Rapat Koordinasi Pengawasan Kompolnas di Ancol Jakarta, Selasa (16/7/2025).

Menurut Tito, Polri merupakan institusi yang sangat besar dan memiliki peran strategis dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Dengan jumlah personel lebih dari 464 ribu yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia, maka diperlukan sistem pengawasan yang kuat, menyeluruh, dan berkelanjutan.

“Polri adalah institusi besar dengan tugas berat. Dalam struktur sebesar itu, potensi terjadinya abuse of power pasti ada. Maka dari itu, pengawasan harus diperkuat, terutama dari internal,” ujar Tito dalam sambutannya.

Tito menekankan, pengawasan tidak hanya dilakukan oleh Irwasum dan Divisi Propam Polri sebagai pengawas internal, tetapi juga melibatkan lembaga eksternal seperti Kompolnas, Ombudsman, hingga masyarakat sipil.

Ia menyebut bahwa media sosial kini juga menjadi kanal penting dalam fungsi kontrol publik terhadap kinerja aparat kepolisian. Kritik, laporan, dan viralnya sebuah kasus bisa menjadi alarm dini untuk melakukan evaluasi terhadap personel Polri.

“Zaman sekarang masyarakat bisa langsung mengawasi lewat media sosial. Ini bentuk pengawasan yang tidak boleh diabaikan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Tito mendorong agar pengawasan dilakukan secara proaktif dan tidak sekadar menunggu laporan. Menurutnya, sistem pengawasan yang baik adalah yang mampu mendeteksi potensi pelanggaran sejak dini dan melakukan pencegahan sebelum terjadi masalah yang lebih besar.

Rapat koordinasi ini juga dijadikan momentum untuk menyamakan visi antara Kompolnas dengan pengawas internal Polri dalam rangka memperkuat pengawasan di semua lini.

Tito berharap, dengan sistem pengawasan yang solid, Polri dapat terus menjaga dan meningkatkan kepercayaan publik. Menurutnya, masyarakat hanya akan percaya pada lembaga penegak hukum yang transparan, akuntabel, dan mau dikoreksi.

“Pengawasan yang efektif akan menciptakan budaya organisasi yang sehat dan memperkuat legitimasi Polri di mata masyarakat,” pungkas Tito.

Jakarta, JSNews – Dalam upaya meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas dan fungsi pengawasan internal di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia, Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri menggelar kegiatan Analisa dan Evaluasi (Anev) Kinerja di Gedung Presisi Polri lantai 10 pada Selasa, (15/7/2025). Kegiatan tersebut sekaligus memberikan penghargaan terhadap Kabid Propam Polda se-Indonesia.

Kegiatan tersebut berlangsung mulai 09.00 hingga 17.00 WIB dan diikuti oleh seluruh jajaran Bidang Propam Polda se-Indonesia. Dalam kegiatan tersebut, sejumlah pejabat utama di lingkungan Divpropam juga memberikan menyampaikan arahannya.

Dalam arahannya, Kepala Divisi Propam Polri Irjen. Pol. Abdul Karim menekankan pentingnya integritas, profesionalisme, dan akuntabilitas dalam pelaksanaan tugas pengamanan internal. Karim juga mendorong seluruh personel adaptif terhadap dinamika serta meningkatkan sinergitas antar unit.

“Seluruh personel harus adaptif terhadap dinamika tugas dan meningkatkan sinergitas antar unit pengawasan, baik di tingkat pusat maupun kewilayahan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Biro Paminal, Brigjen Pol Yudo Hermanto, menyampaikan evaluasi terhadap pelaksanaan fungsi pengawasan melekat, termasuk penanganan dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh anggota. Yudho juga menekankan strategi pencegahan melalui pembinaan berkelanjutan sebagai langkah kunci dalam menjaga integritas dan profesionalisme personel.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Biro Provos, Brigjen Pol Naek Pamen Simanjuntak, menyoroti peran vital Provos sebagai garda terdepan dalam penegakan disiplin dan tata tertib di lapangan. Ia memaparkan sejumlah langkah konkret guna meningkatkan kehadiran dan peran aktif Provos di tiap satuan kerja.

Selain itu, Kepala Biro Wabprof Brigjen Pol Agus Wijayanto yang diwakili oleh Sesro Wabprof Kombes Pol Armaini, turut menjelaskan upaya penanganan pelanggaran kode etik profesi Polri. mendorong peningkatan kapasitas personel Wabprof dalam menyelenggarakan sidang kode etik secara objektif, transparan, dan akuntabel.

Melalui kegiatan ini, seluruh personel Propam diharapkan dapat meningkatkan kualitas kinerja dan pelayanan, sekaligus mewujudkan sistem pengawasan internal Polri yang lebih modern, terpercaya, dan berkeadilan.

𝘒𝘰𝘵𝘢 𝘉𝘦𝘬𝘢𝘴𝘪 —JSN ews



𝘙𝘢𝘣𝘶 16/07/2025
𝘋𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘳𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘶𝘬𝘶𝘯𝘨 𝘗𝘳𝘰𝘨𝘳𝘢𝘮 𝘈𝘴𝘵𝘢𝘤𝘪𝘵𝘢 𝘱𝘦𝘮𝘦𝘳𝘪𝘯𝘵𝘢𝘩 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘪𝘨𝘢𝘨𝘢𝘴 𝘗𝘳𝘦𝘴𝘪𝘥𝘦𝘯 𝘙𝘦𝘱𝘶𝘣𝘭𝘪𝘬 𝘐𝘯𝘥𝘰𝘯𝘦𝘴𝘪𝘢 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘶𝘱𝘢𝘺𝘢 𝘱𝘦𝘮𝘣𝘦𝘳𝘢𝘯𝘵𝘢𝘴𝘢𝘯 𝘯𝘢𝘳𝘬𝘰𝘵𝘪𝘬𝘢, 𝘚𝘢𝘵𝘶𝘢𝘯 𝘙𝘦𝘴𝘦𝘳𝘴𝘦 𝘕𝘢𝘳𝘬𝘰𝘣𝘢 (𝘚𝘢𝘵𝘳𝘦𝘴 𝘕𝘢𝘳𝘬𝘰𝘣𝘢) 𝘗𝘰𝘭𝘳𝘦𝘴 𝘔𝘦𝘵𝘳𝘰 𝘉𝘦𝘬𝘢𝘴𝘪 𝘒𝘰𝘵𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘨𝘦𝘭𝘢𝘳 𝘱𝘦𝘯𝘺𝘶𝘭𝘶𝘩𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘯𝘵𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘢𝘩𝘢𝘺𝘢 𝘯𝘢𝘳𝘬𝘰𝘣𝘢 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘴𝘪𝘴𝘸𝘢 𝘣𝘢𝘳𝘶 𝘚𝘔𝘈𝘕 11 𝘒𝘰𝘵𝘢 𝘉𝘦𝘬𝘢𝘴𝘪, 𝘙𝘢𝘣𝘶 (16/7/2025).

𝘉𝘦𝘳𝘵𝘦𝘮𝘱𝘢𝘵 𝘥𝘪 𝘔𝘢𝘴𝘫𝘪𝘥 𝘚𝘔𝘈𝘕 11 𝘒𝘰𝘵𝘢 𝘉𝘦𝘬𝘢𝘴𝘪, 𝘴𝘦𝘣𝘢𝘯𝘺𝘢𝘬 480 𝘴𝘪𝘴𝘸𝘢 𝘬𝘦𝘭𝘢𝘴 𝘟 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘪𝘬𝘶𝘵𝘪 𝘬𝘦𝘨𝘪𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘔𝘢𝘴𝘢 𝘗𝘦𝘯𝘨𝘦𝘯𝘢𝘭𝘢𝘯 𝘓𝘪𝘯𝘨𝘬𝘶𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘚𝘦𝘬𝘰𝘭𝘢𝘩 (𝘔𝘗𝘓𝘚) 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘪𝘪𝘴𝘪 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘦𝘥𝘶𝘬𝘢𝘴𝘪 𝘣𝘢𝘩𝘢𝘺𝘢 𝘯𝘢𝘳𝘬𝘰𝘣𝘢. 𝘒𝘦𝘨𝘪𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘳𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘱𝘶𝘬𝘶𝘭 09.00 𝘩𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢 10.00 𝘞𝘐𝘉 𝘪𝘯𝘪 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘩𝘢𝘥𝘪𝘳𝘬𝘢𝘯 𝘯𝘢𝘳𝘢𝘴𝘶𝘮𝘣𝘦𝘳 𝘶𝘵𝘢𝘮𝘢 𝘞𝘢𝘬𝘢𝘴𝘢𝘵 𝘙𝘦𝘴𝘯𝘢𝘳𝘬𝘰𝘣𝘢, 𝘒𝘖𝘔𝘗𝘖𝘓 𝘚𝘶𝘸𝘰𝘭𝘰 𝘚𝘦𝘵𝘰 𝘣𝘦𝘴𝘦𝘳𝘵𝘢 𝘫𝘢𝘫𝘢𝘳𝘢𝘯, 𝘺𝘢𝘪𝘵𝘶 𝘒𝘢𝘯𝘪𝘵 𝘐𝘥𝘪𝘬 𝘐𝘐𝘐 𝘚𝘢𝘵 𝘙𝘦𝘴𝘯𝘢𝘳𝘬𝘰𝘣𝘢 𝘈𝘒𝘗 𝘈𝘳𝘪𝘧𝘪𝘯 𝘚𝘪𝘩𝘰𝘮𝘣𝘪𝘯𝘨, 𝘚.𝘏., 𝘔.𝘏., 𝘴𝘦𝘳𝘵𝘢 𝘢𝘯𝘨𝘨𝘰𝘵𝘢 𝘈𝘪𝘱𝘵𝘶 𝘔𝘶𝘭𝘺𝘰𝘯𝘰, 𝘚.𝘏. 𝘥𝘢𝘯 𝘈𝘪𝘱𝘥𝘢 𝘋𝘦𝘯𝘪 𝘑𝘢𝘯𝘪𝘵𝘢, 𝘚.𝘚𝘰𝘴.

𝘈𝘤𝘢𝘳𝘢 𝘥𝘪𝘢𝘸𝘢𝘭𝘪 𝘴𝘢𝘮𝘣𝘶𝘵𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘭𝘪𝘨𝘶𝘴 𝘱𝘦𝘮𝘣𝘶𝘬𝘢𝘢𝘯 𝘰𝘭𝘦𝘩 𝘞𝘢𝘬𝘢𝘴𝘦𝘬 𝘒𝘦𝘴𝘪𝘴𝘸𝘢𝘢𝘯, 𝘉𝘢𝘱𝘢𝘬 𝘏. 𝘑𝘦𝘫𝘦𝘯 𝘡𝘦𝘯𝘢𝘭 𝘈𝘳𝘪𝘱𝘪𝘯, 𝘚.𝘈𝘨, 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘦𝘬𝘢𝘯𝘬𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘯𝘵𝘪𝘯𝘨𝘯𝘺𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘦𝘬𝘢𝘭𝘪 𝘨𝘦𝘯𝘦𝘳𝘢𝘴𝘪 𝘮𝘶𝘥𝘢 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘯𝘨𝘦𝘵𝘢𝘩𝘶𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘯𝘵𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘢𝘩𝘢𝘺𝘢 𝘯𝘢𝘳𝘬𝘰𝘣𝘢.

𝘋𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘱𝘦𝘯𝘺𝘶𝘭𝘶𝘩𝘢𝘯, 𝘒𝘖𝘔𝘗𝘖𝘓 𝘚𝘶𝘸𝘰𝘭𝘰 𝘚𝘦𝘵𝘰 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘱𝘢𝘳𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘤𝘢𝘳𝘢 𝘥𝘦𝘵𝘢𝘪𝘭 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘦𝘯𝘢𝘪 𝘫𝘦𝘯𝘪𝘴-𝘫𝘦𝘯𝘪𝘴 𝘯𝘢𝘳𝘬𝘰𝘣𝘢, 𝘥𝘢𝘮𝘱𝘢𝘬 𝘯𝘦𝘨𝘢𝘵𝘪𝘧 𝘱𝘦𝘯𝘺𝘢𝘭𝘢𝘩𝘨𝘶𝘯𝘢𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢, 𝘴𝘢𝘯𝘬𝘴𝘪 𝘩𝘶𝘬𝘶𝘮 𝘱𝘪𝘥𝘢𝘯𝘢, 𝘴𝘦𝘳𝘵𝘢 𝘶𝘱𝘢𝘺𝘢 𝘱𝘦𝘯𝘤𝘦𝘨𝘢𝘩𝘢𝘯 𝘢𝘨𝘢𝘳 𝘱𝘦𝘭𝘢𝘫𝘢𝘳 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘵𝘦𝘳𝘫𝘦𝘳𝘶𝘮𝘶𝘴 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘫𝘦𝘳𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘯𝘢𝘳𝘬𝘰𝘵𝘪𝘬𝘢.

“𝘎𝘦𝘯𝘦𝘳𝘢𝘴𝘪 𝘮𝘶𝘥𝘢 𝘢𝘥𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘵𝘶𝘭𝘢𝘯𝘨 𝘱𝘶𝘯𝘨𝘨𝘶𝘯𝘨 𝘣𝘢𝘯𝘨𝘴𝘢. 𝘑𝘪𝘬𝘢 𝘬𝘢𝘭𝘪𝘢𝘯 𝘮𝘢𝘮𝘱𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘶𝘩𝘪 𝘯𝘢𝘳𝘬𝘰𝘣𝘢, 𝘮𝘢𝘬𝘢 𝘮𝘢𝘴𝘢 𝘥𝘦𝘱𝘢𝘯 𝘐𝘯𝘥𝘰𝘯𝘦𝘴𝘪𝘢 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘤𝘦𝘳𝘢𝘩. 𝘔𝘢𝘳𝘪 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘴𝘢𝘮𝘢-𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘬𝘰𝘮𝘪𝘵𝘮𝘦𝘯 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘵𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘯𝘢𝘳𝘬𝘰𝘣𝘢,” 𝘵𝘦𝘨𝘢𝘴 𝘒𝘖𝘔𝘗𝘖𝘓 𝘚𝘶𝘸𝘰𝘭𝘰 𝘚𝘦𝘵𝘰 𝘥𝘪 𝘩𝘢𝘥𝘢𝘱𝘢𝘯 𝘱𝘢𝘳𝘢 𝘴𝘪𝘴𝘸𝘢.

𝘒𝘦𝘨𝘪𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘮𝘢𝘬𝘪𝘯 𝘪𝘯𝘵𝘦𝘳𝘢𝘬𝘵𝘪𝘧 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘢𝘥𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘦𝘴𝘪 𝘵𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘫𝘢𝘸𝘢𝘣 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘯𝘵𝘶𝘴𝘪𝘢𝘴 𝘥𝘪𝘪𝘬𝘶𝘵𝘪 𝘱𝘢𝘳𝘢 𝘴𝘪𝘴𝘸𝘢. 𝘈𝘤𝘢𝘳𝘢 𝘥𝘪𝘢𝘬𝘩𝘪𝘳𝘪 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘧𝘰𝘵𝘰 𝘣𝘦𝘳𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘴𝘦𝘭𝘶𝘳𝘶𝘩 𝘱𝘦𝘴𝘦𝘳𝘵𝘢 𝘥𝘢𝘯 𝘫𝘢𝘫𝘢𝘳𝘢𝘯 𝘚𝘢𝘵𝘳𝘦𝘴 𝘕𝘢𝘳𝘬𝘰𝘣𝘢.

𝘚𝘦𝘭𝘢𝘮𝘢 𝘬𝘦𝘨𝘪𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘳𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨, 𝘴𝘪𝘵𝘶𝘢𝘴𝘪 𝘣𝘦𝘳𝘫𝘢𝘭𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘳𝘵𝘪𝘣, 𝘭𝘢𝘯𝘤𝘢𝘳, 𝘥𝘢𝘯 𝘬𝘰𝘯𝘥𝘶𝘴𝘪𝘧. 𝘗𝘦𝘯𝘺𝘶𝘭𝘶𝘩𝘢𝘯 𝘪𝘯𝘪 𝘥𝘪𝘩𝘢𝘳𝘢𝘱𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘱𝘢𝘵 𝘮𝘦𝘯𝘢𝘯𝘢𝘮𝘬𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘮𝘢𝘩𝘢𝘮𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘴𝘢𝘥𝘢𝘳𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘯𝘵𝘪𝘯𝘨𝘯𝘺𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘶𝘩𝘪 𝘯𝘢𝘳𝘬𝘰𝘣𝘢 𝘴𝘦𝘫𝘢𝘬 𝘥𝘪𝘯𝘪, 𝘴𝘦𝘩𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘮𝘢𝘮𝘱𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘤𝘪𝘱𝘵𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘭𝘪𝘯𝘨𝘬𝘶𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘬𝘰𝘭𝘢𝘩 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘦𝘩𝘢𝘵 𝘥𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘣𝘢𝘴 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘯𝘢𝘳𝘬𝘰𝘣𝘢.[𝘏𝘶𝘮𝘢𝘴 𝘗𝘰𝘭𝘳𝘦𝘴 𝘔𝘦𝘵𝘳𝘰 𝘉𝘦𝘬𝘢𝘴𝘪 𝘒𝘰𝘵𝘢]

𝘚𝘈𝘏𝘚𝘈

Puncak Jaya, Papua Pegunungan, JSNews— Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz kembali melaksanakan kunjungan humanis dengan mama-mama di Distrik Kulirik, Puncak Jaya, sebagai wujud pendekatan persuasif dan pembangunan kepercayaan dan kedekatan dengan masyarakat pada Rabu (16/7/2025) pukul 11.00 WIT.

Kunjungan tersebut diwarnai suasana hangat dan penuh keakraban. Kehadiran personel Satgas Ops Damai Cartenz disambut dengan senyum tulus dan tawa ceria oleh mama-mama setempat yang dengan antusias berdialog dan menerima pesan-pesan persatuan serta perdamaian. Kebersamaan ini menjadi bukti komitmen Satgas Operasi Damai Cartenz tidak hanya bertugas sebagai penegak hukum namun juga sebagai pendamping bagi masyarakat Papua untuk menciptakan suasana yang harmonis dan damai.

Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., yang didampingi oleh Wakaops Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menegaskan pentingnya pendekatan humanis yang terus diterapkan di seluruh wilayah Papua.

“Satgas Operasi Damai Cartenz hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga untuk mendekatkan diri kepada masyarakat melalui kegiatan yang menyentuh hati. Kami ingin memastikan bahwa setiap warga merasa aman, diperhatikan, dan menjadi bagian penting dalam mewujudkan Papua yang damai dan sejahtera,” ujar Brigjen Pol. Faizal Ramadhani.

Sementara itu, Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., menegaskan bahwa pelaksanaan kegiatan humanis bersama mama-mama di Distrik Kulirik merupakan salah satu bentuk nyata upaya membangun hubungan baik dengan masyarakat sejak akar rumput.

“Melalui pendekatan seperti ini, kami ingin membangun kepercayaan masyarakat terhadap aparat keamanan. Kehadiran kami untuk merangkul, mendengarkan, dan bersama-sama membangun Papua yang aman, damai, dan penuh harapan,” tegas Kombes Pol. Yusuf Sutejo.

Satgas Operasi Damai Cartenz berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat Papua dengan program-program humanis yang mengedepankan nilai kemanusiaan, persaudaraan, dan persatuan demi terwujudnya Papua yang aman, sejuk, dan bermartabat.

Depok, Jawa Barat, JSNews — Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bersiap menggelar Shooting Championship Kapolri Cup 2025 dengan standar International Practical Shooting Confederation (IPSC) Level 3. Kejuaraan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-79 dan akan berlangsung pada 17–20 Juli 2025 di Lapangan Tembak Presisi Hugeng Imam Santoso, Korbrimob Polri, Kelapa Dua, Depok.

Dalam konferensi pers yang digelar pada Rabu pagi (16/7/2025), Penanggung Jawab kegiatan Irjen Pol. Drs. Widodo, S.H., M.H. menjelaskan bahwa event Kapolri Cup tahun ini naik kelas menjadi kompetisi internasional dengan cakupan peserta dari berbagai kalangan.

“Sebelumnya, pertandingan ini hanya diadakan dalam bentuk Kapolri Cup level 2. Baru tahun ini kami tingkatkan ke level 3 untuk memberikan tantangan yang lebih tinggi dan menyemarakkan pertandingan,” ujar Irjen Pol. Widodo.

Jumlah peserta yang sudah mendaftar mencapai 1.147 orang dan terbagi dalam dua kategori besar, yakni umum dan internal Polri. Kategori umum meliputi anggota IPSC/non-IPSC, pimpinan kementerian/lembaga, pimpinan redaksi media dan jurnalis. Sementara kategori Polri terdiri dari pejabat utama Mabes Polri, perwakilan dari 36 Polda, serta Taruna Akpol yang memiliki kemampuan menembak.

Adapun tiga jenis pertandingan yang akan diperlombakan adalah:

  • Tembak Reaksi (IPSC dan non-IPSC)
  • Tembak Shoot Off (duel cepat antar peserta)
  • Tembak Presisi (penilaian akurasi dari jarak 25 meter)

Perlombaan ini juga menjadi ajang pembinaan dan penjaringan atlet menembak dari kalangan sipil maupun institusi. Irjen Pol. Widodo menekankan pentingnya kegiatan ini dalam mendukung profesionalisme sekaligus prestasi olahraga nasional.

“Olahraga menembak memiliki kaitan erat dengan tugas kepolisian, sehingga turut meningkatkan motivasi anggota Polri dan peserta lainnya dalam meningkatkan kemampuan serta keterampilan menembak,” tambahnya.

Sementara itu, Kabag Penum Divhumas Polri, Kombes Pol. Erdi A. Chaniago, S.I.K., S.H., M.Si., menyampaikan bahwa konferensi pers ini merupakan bentuk keterbukaan informasi kepada masyarakat dan media, sekaligus untuk menyosialisasikan pelaksanaan lomba.

“Pertandingan ini merupakan bagian dari rangkaian HUT Bhayangkara 2025. Besok kegiatan akan resmi dimulai, dan kita harap berjalan sukses serta mendapat perhatian positif dari publik,” ungkap Kombes Erdi.

Panitia pelaksana juga menyampaikan bahwa tidak akan ada pendaftaran on the spot. Seluruh peserta telah mendaftar secara resmi sebelum batas waktu yang ditentukan.

Jakarta Selatan, JSNews – 15 Juli 2025 — Dalam rangka memperkuat sinergi antara kepolisian dan masyarakat, Direktorat Binmas Polda Metro Jaya kembali menggelar kegiatan bertajuk Satu Jam Mengaji Bersama Polisi. Kegiatan ini berlangsung di Masjid Jami Baiturrahmah, Komplek Departemen Dalam Negeri I, Jalan Agraria, Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (15/7/2025) petang.

Program dimulai pukul 17.30 WIB hingga 20.00 WIB dan dipimpin oleh Kasubditbinpolmas Ditbinmas Polda Metro Jaya, AKBP H. Jajang Hasan Basri, S.Ag., M.Si., yang hadir mewakili Dirbinmas Polda Metro Jaya Kombes Pol Harri Muharram Firmansyah, S.I.K. Ia didampingi oleh sejumlah personel Ditbinmas, antara lain Iptu Kristiawan, Aiptu Riyaji, Brigadir Wastu, dan Brigadir Ronaldo.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kombes Andri dari Baintelkam Mabes Polri, Ketua DKM Masjid Jami Baiturrahmah Ustaz Fikri, Ketua RW 04 Bapak Sigit, Ketua RT 04 Bapak Mahrudin, Kanit Binmas AKP Kusnardi, Bhabinkamtibmas Aiptu Momon, Ketua Pokdarkamtibmas Pondok Labu Bapak Umar, serta perwakilan FKDM Bapak Fahri.

Kegiatan diawali dengan salat Magrib berjamaah, dilanjutkan sambutan dari Ketua DKM Masjid Jami Baiturrahmah, dan pemaparan materi oleh AKBP Jajang. Dalam penyampaiannya, ia menekankan pentingnya peran masjid sebagai pusat pemeliharaan keamanan dan kesejahteraan masyarakat.

“Melalui masjid yang makmur, bukan hanya ibadah yang hidup, tapi masyarakat di sekitarnya juga bisa terbantu secara sosial. Kemakmuran masjid akan berdampak langsung pada situasi kamtibmas di lingkungan sekitar,” ujarnya.

Program Satu Jam Mengaji Bersama Polisi bertujuan untuk mempererat silaturahmi antara anggota Polri dengan masyarakat, serta mengajak jamaah untuk aktif dalam kegiatan keagamaan, memahami hukum secara sederhana, dan memperkuat nilai-nilai sosial berbasis spiritual.

Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab, foto bersama, serta penyerahan sarana kontak dari Ditbinmas kepada perwakilan warga.

Dengan pendekatan humanis dan religius ini, Polda Metro Jaya berharap kehadiran polisi tidak hanya terasa dalam aspek keamanan, tetapi juga sebagai bagian dari pembinaan masyarakat menuju kehidupan yang harmonis, sejahtera, dan penuh keberkahan, pungkasnya.

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.