Jakarta, JSNews – Ketua umum Majelis Daerah Korp Alumni Himpunan Mahasiswa Islam ( MD Kahmi ) jakarta selatan apresiasi keseriusan pencapaian program kerja 100 hari Gubernur Pramono – Rano.

Ibrahim Malik Tanjung, Ketua Umum MD Kahmi Jaksel, menilai seratus hari kerja Pram bukan sekadar angka, namun keberadaan seratus hari kerja adalah ujian awal untuk membuktikan bahwa janji-janji kampanye bukan sekadar slogan kosong.

Upaya pencapaian yang disegerakan menjadi tolak ukur keseriusan Gubernur dalam melakukan kerja nyata memperbaiki kota jakarta. Terlihat bahwa tak ada waktu untuk berleha-leha dalam membangun Jakarta, dalam seratus hari kerja setidaknya ada 40 prioritas kerja yang memang menjadi program percepatan gubernur jakarta.

” Sejauh ini kinerja beliau baik. Memang masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang belum terselesaikan karena waktu 100 hari belum cukup untuk menyelesaikan semua problem di Jakarta, tapi dengan melihat beberapa keberhasilan setidkanyabada keseriusan untuk memperbaiki.” Ucapa ketua umum MD Kahmi Jaksel, saat memberikan keteranganya, jakarta 19 juni 2025.

Ibrahim juga menilai program-program prioritas yang sudah dimulai menunjukkan komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam membenahi berbagai sektor strategis. Berbagai inisiatif telah digulirkan, termasuk pembenahan sistem transportasi publik, penguatan identitas budaya Betawi, peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan, serta penataan tata ruang kota.

Pemerintah Prov DKI Jakarta juga menunjukkan keseriusan dalam menjalankan prinsip transparansi dan kolaborasi antar-sektor. Sejumlah program yang mulai mendapat sambutan baik dari masyarakat, salah satunya imbauan penggunaan transportasi umum setiap hari Rabu.

” Program menggunakan transportasi umum ditujukan kepada aparatur sipil negara (ASN) maupun masyarakat luas untuk membangun kebiasaan mobilitas yang lebih berkelanjutan serta mengurai kemacetan di jakarta.” Tegas Ibramin.

Sebagai catatan, berikut rincian 40 program percepatan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Periode 2025-2030.

Pendidikan & Teknologi
Pemutakhiran Data KJP dan KJMU sinkronisasi menuju Program Sekolah Gratis
Gratis Transportasi Umum untuk Pemegang KJP
Pemutihan Ijazah
Sarapan Pagi Gratis
Penguatan JAKI sebagai SuperApps

Kesehatan & Lingkungan
Pemutakhiran Data BPJS
RSUD Cakung sebagai Rumah Sakit Internasional
Home Service untuk Lansia Jakarta (Pasukan Putih)
Gerak Cepat penyelesaian Kampung Bayam dan Tanah Merah
Security CCTV di pemukiman
Gerakan Masyarakat Punya APAR
Peningkatan Cakupan Layanan Air Bersih
Gerakan Menanam Mangrove dan Vegetasi Pengendali Polusi
Pengelolaan Sampah Berkelanjutan
Penguatan Rusun untuk Warga

Kesejahteraan
Pemutakhiran Data dan Peningkatan Honorarium Kader
Pemutakhiran Data Warga Ber-KTP Jakarta
Kemudahan Pendaftaran PPSU
Job Fair di 44 Kecamatan tiga bulan sekali
Balai Latihan Kerja di Kelurahan
Penuntasan RW Kumuh

Sarana & Prasarana
Gerakan Transportasi Aktif Bebas Emisi
Pengembangan Transportasi Jabodetabek dan Kepulauan
Pengembangan Kawasan TOD (Transit Oriented Development)
Penguatan Blok M sebagai Sentra ASEAN
Daycare di Perkantoran Pemerintah
Ekosistem Pengendalian Banjir
Pengembangan SJUT (Sarana Jaringan Utilitas Terpadu)
Penyegaran Jakarta International Stadium
Revitalisasi Kalijodo

Sosial & Ekonomi
Gratis Masuk Ancol, TMII, Monas, dan Museum di Jakarta untuk Pemegang KJP
Aktivasi Balai Rakyat
Griya Kecamatan 
Aktivasi Taman Kota 24 Jam
Pengendalian Inflasi Pangan Menjelang Idul Fitri
Menjamin Supply Pangan
Anugerah Benyamin S Award
Pemajuan Kebudayaan Betawi
Inisiasi Jakarta Collaboration Fund

banner 468x60

Jakarta-JSNews Rabu 18/06/2025


Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo memimpin Upacara Pemuliaan Nilai-Nilai Tribrata. Upacara tersebut merupakan salah satu tradisi dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-79 Tahun 2025.

Peringatan Hari Bhayangkara ke-79 ini diselenggarakan dengan mengusung tema “Polri Untuk Masyarakat”.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Sandi Nugroho menerangkan, kegiatan ini sebagai bentuk penghormatan dan penyucian kembali terhadap nilai-nilai luhur Tribrata. Nilai-nilai tersebut menjadi landasan moral, etika, dan semangat pengabdian seluruh insan Bhayangkara dalam menjalankan tugas melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat.

“Upacara ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi pengingat akan jati diri Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Semangat Tribrata harus senantiasa menjadi roh dalam setiap tindakan kepolisian,” ujar Irjen Pol. Sandi, Rabu (18/6/25).

Menurut Irjen Pol. Sandi, Upacara berlangsung dengan khidmat dan penuh makna. Dengan upacara ini, semakin meneguhkan semangat pengabdian anggota Polri terhadap nilai-nilai luhur Tribrata sebagai pedoman hidup dan etika profesi.

SAHSA

Probolinggo, JSNews – Masih Ingat Kasusnya Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang sempat menghebohkan karena terlibat penipuan penggandaan uang dan pembunuhan, hingga di vonis 21 tahun. Kini telah bebas bersyarat setelah menjalani dua per tiga hukuman pidana penjara.

Ia dinilai berkelakuan baik selama berada di dalam tahanan, sehingga berhak mendapatkan remisi dari pemerintah.

Pasca kebebasannya, Dimas Kanjeng memilih kembali ke Padepokan terletak di Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo.

Di sana, ia kini fokus mengembangkan kegiatan keagamaan dan sosial bersama para santri.

Sejak Dimas Kanjeng kembali, suasana di Padepokan Taat Pribadi tampak lebih hidup.

Lantunan ayat suci Alquran, pengajian, dan kegiatan istighosah rutin terdengar dari dalam bangunan yang selama ini tampak tertutup dari luar.

Tak hanya kegiatan spiritual, padepokan juga aktif terlibat dalam kegiatan sosial.

Bantuan kepada warga yang sakit, perbaikan fasilitas umum, hingga penguatan ekonomi lokal melalui aktivitas santri menjadi bagian dari rutinitas mereka saat ini.

“Kalau ada warga yang sakit dan butuh bantuan, kami bantu antar ke rumah sakit atau bantu biaya.Warung makan di sekitar juga ikut terbantu karena banyak santri yang belanja di sana,”ujar Bambang, (tribun-timur.com/30 mei 2025).

Masyarakat sekitar pun menyambut perubahan ini dengan positif. Mereka berharap suasana damai dan kebermanfaatan dari kegiatan di padepokan dapat terus berlanjut.

Bambang menyatakan setelah Taat Pribadi dibebaskan secara bersyarat sang guru kembali aktif memimpin padepokannya. Kembalinya sang guru itu yang membuat suasana di padepokan kembali menjadi jauh lebih hidup.

“Kegiatan mengaji itu memang sudah ada meski beliau tidak ada, namun setelah beliau resmi kembali ke padepokan membuat suasana jauh lebih hidup,” kata Bambang saat dikonfirmasi detikJatim, Minggu (25/5/2025).

Saat ini, Dimas Kanjeng fokus untuk kegiatan keagamanan baik di padepokan ataupun luar kota.

”Iya, beliau (Dimas Kanjeng, Red) sudah bebas. Alhamdulillah, selama di tahanan, beliau berkelakuan baik dan berhak mendapatkan potongan remisi. Sehingga, beliau bebas lebih cepat,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Bromo.

Pada momen Iduladha kemarin di tahun 1446 H, ribuan warga Desa Wangkal dan Desa Gading Wetan, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo memadati Padepokan Dimas Kanjeng di kabupaten setempat, Jumat 6 Juni 2025.

Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi menyerahkan ribuan sembako dan daging kurban pada masyarakat sekitar padepokan. Hal itu sebagai bentuk kepedulian padepokan terhadap warga sekitar.

“Terima kasih kepada semuanya yang hadir saat ini, bapak dan ibu Muspika dan para masyarakat, semoga hal ini dapat memberikan dampak positif untuk semuanya, kita semua tetap aman dan tentram,” kata Dimas Kanjeng Taat Pribadi dikutip dari RMOLJatim.

Kapolsek Gading, Iptu Ahmad Jamil berharap kegiatan positif di Padepokan Dimas Kanjeng bisa dilakukan rutin setiap tahun.Daging sapi

“Ya kami mewakili Muspika Gading, sangat mengapresiasi dan mendukung pembagian sembako yang dilakukan oleh pihak keluarga besar padepokan Dimas Kanjeng ini,” kata Iptu Ahmad Jamil.

Kepala Desa Wangkal, Arifin menuturkan, sebanyak 1.500 warganya menerima sembako dari Padepokan Dimas Kanjeng, selebihnya dari desa lain.

Setiap acara yang diadakan oleh Padepokan selalu melibatkan Muspika dan Baik Kepala Desa, Koramil dan Polsek setempat menyaksikan dan dengan demikian menepis suara negatif yang berkembang diluar.

Menurut pandangan seorang aktifis di LBH Probolinggo yang namanya tidak ingin disebutkan,
“Padepokan melakukan kegiatan bermanfaat dan disambut antusias warga setempat, ini harus mendapatkan apresiasi dari semua pihak, jangan sisi negatif yang sudah berlalu, kita sama sama kontrol dan awasi, apakah benar melakukan penyimpangan, kalau setiap kegiatan juga dihadirkan Muspika maka tidak perlu kita ragukan apalagi menuduh adanya perlakuan sesat dipadepokan.”

Memjelaskan dalam konteks Islam, istilah santri biasanya merujuk kepada seseorang yang belajar ilmu agama di pesantren atau lembaga pendidikan berbasis Islam tradisional di Indonesia. Namun, definisi ini tidak secara eksklusif terikat pada lingkungan pesantren saja.

Santri sering diasosiasikan dengan siswa yang tinggal di pesantren, tetapi dalam arti yang lebih luas, santri mencakup siapa saja yang berupaya mendalami ajaran agama Islam, baik melalui lembaga formal maupun nonformal.

Sementara arti Padepokan adalah sebuah tempat atau lembaga yang biasanya berfungsi sebagai pusat pembelajaran, pelatihan, atau kegiatan tertentu yang bersifat tradisional, spiritual, budaya, atau seni.

Istilah ini berasal dari budaya Jawa dan Sunda, tetapi juga digunakan secara lebih luas di berbagai daerah di Indonesia untuk menyebut tempat yang menjadi pusat aktivitas khusus, baik formal maupun informal.Secara umum, padepokan memiliki beberapa karakteristik:

Sehingga bila dihubungkan dengan adanya ajaran agama sesat yang diajarkan di Padepokan, adalah tuduhan yang sangat prematur, mengingat bila benar dianggap sesat dengan para meter penilaian standar pesantren maka hasil dari keputusan tersebut justru sesat, karena Padepokan bukan Pesantren sebagaimana pesantren pada umumnya memberikan pelajaran secara formal ilmu agama Islam, sementara di padepokan adalah kumpulan pegiat seni dan budaya, sehingga sangkaan sesat tidak dapat diterapkan pada padepokan.

Apalagi di Padepokan tidak hanya beragama Islam saja tetapi terbuka bagi semua agama, sehingga bila ada acara keagamaan adalah acara berdoa bersama dan tidak ada ajaran baru.

Jakarta, JSNews – 10/06/2025
Sekolah Dasar Negeri Pejaten Barat 01 di Jalan Raya Condet Pejaten No 16 Jakarta selatan
Melaksanakan kegiatan kelas inspirasi.

Dari kelas 3-4 dan kelas 5 dengan kreatifitas yang di miliki oleh murid murid tersebut
Kelas inspirasi ini bertujuan untuk mengindikasikan anak anak dengan tujuan agar kelak mereka dapat mengembangkan cita citanya sesuai ke inginan dan harapan Gelar karya ini bertujuan untuk mengisi pagelaran P5 dengan tema Kearifan Lokal Dengan Budaya Dan Berkarya
Tujuan dari kegiatan ini adalah memperkenalkan anak anak dengan mengenal budaya dan berkarya agar dapat mengenal seni budaya khususnya
Budaya Betawi.

Sehingga dengan demikian anak anak dapat menjaga dan melestarikan budaya sejak dini  Ucap Kasyati kepala sekolah SDN 01 Pejaten

((Ema Rahmawati).

Jakarta — JSNews

Ramai diberitakan di sejumlah media online soal dugaan pengoplosan oli bekas dengan bahan kimia di kawasan Banjir Kanal Timur (BKT), Cilincing, Jakarta Utara, mendapat tanggapan tegas dari Ahmad Fathul Ghoni. Ia membantah keras tudingan tersebut dan menyebut seluruh pemberitaan itu tidak benar alias hoaks.

Dalam keterangannya pada Minggu (15/6/2025), Ghoni menegaskan bahwa usaha yang di BKT tidak melakukan praktek pengoplosan oli bekas dengan bahan kimia yang berbahaya, sebagaimana yang diberitakan Media Online lokal yang narasinya tendesius dan mengandung opini unsur kebencian.Oli bekas dibeli langsung dari bengkel – bengkel resmi. Kemudian kami jual kembali kepada pihak-pihak yang membutuhkan untuk campuran aspal.
Tidak ada pengoplosan atau pencapuran bahan kimia seperti yang dituduhkan,”ujar Ghoni.

Ia juga mengkritik beberapa media online yang dinilai tidak mematuhi kode etik jurnalistik dalam pemberitaannya. Ghoni menyebut media seperti Warta.in dan Liputan 4 yang sudah di Takedown menyebarkan informasi tidak akurat dan tanpa verifikasi yang memadai.

” Tuduhan bahwa usaha itu dibekingi oleh pihak tertentu, seperti disebut NN dan FG, adalah tidak benar,” jelasnya.

Kami hanya menjembatani kepada wartawan yang meminta jatah upeti setiap bulannya,” tambahnya.

” Salah satu warga yang tinggal di sekitar lokasi usaha oli bekas di Cilincing juga angkat bicara. Ia menyatakan bahwa masyarakat sekitar telah lama mengetahui aktivitas usaha tersebut dan tidak pernah melihat adanya praktik ilegal.

” Saya tinggal persis di belakang gudangnya. Sejauh yang saya tahu, usaha ini tidak melakukan pengoplosan atau hal-hal yang berbahaya. Bahkan warga sini merasakan manfaatnya, karena setiap tahun kami mendapat bantuan sembako dari pengusaha oli itu,” ujarnya, yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Ia juga mengungkap adanya oknum dari media tertentu yang datang ke lokasi dengan dalih meliput, namun berakhir dengan permintaan uang.

” Beberapa kali saya lihat langsung, ada yang datang dari media, tapi bukan untuk konfirmasi berita. Malah ujung-ujungnya minta uang bensin,” katanya.

Ghoni mengajak semua pihak, khususnya media massa, untuk lebih berhati-hati dan mematuhi prinsip-prinsip jurnalistik dalam menyampaikan informasi kepada publik.

” Kami menghargai peran pers sebagai pilar demokrasi. Tapi tolong, mari berikan informasi yang berimbang dan sudah diverifikasi. Jangan membuat opini yang menyesatkan masyarakat dan merugikan orang lain,” imbuhnya.

Salah Satu Awak Media Indonesiaglobal.net Rahmansyah menyatakan merasa keberatan dengan adanya narasi pemberitaan saya dicopy paste tanpa konfirmasi, dan saya juga konfirmasi ke Satpol PP melalui aplikasi perpesanan WhastApp.

“Jadi jika berita saya dikutip pihak pengelola usaha oli bekas keberatan dengan media yang mengutip, itu hak pengusaha jika ingin membuat somasi.”ujar Rahmansyah.

Dan bisa ditanyakan juga, apakah Kasatpol PP Cilincing, pak Yopri merasa dikonfirmasi oleh mereka???!.

Adanya pemberitaan negatif dari media online lokal pihak Satpol PP kecamatan Cilincing bersama anggota Satpol PP kelurahan Marunda mengecek kembali tempat penampungan oli bekas yang saat ini ramai diberitakan.

Irwansyah Martdiansyah Satpol PP kecamatan Cilincing didampingi anggota Satpol PP kelurahan Marunda menyampaikan, tidak ada unsur pengoplosan oli bekas dengan campuran bahan kimia, kami bersama anggota yang lain melakukan pengecekan dan membuat video dan foto buat laporan ke pimpinan bahwa disini tidak ada pengoplosan limbah zat kimia,” pungkasnya.

Tanjung Priok -JSNews Minggu 15/062025


Dalam upaya menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman dan kondusif, Satuan Samapta (Satsamapta) Polres Pelabuhan Tanjung Priok melaksanakan kegiatan Patroli Perintis Presisi pada Minggu dini hari, 15 Juni 2025.

Patroli yang dimulai sejak pukul 00.10 WIB hingga 03.10 WIB ini dipimpin oleh KA Tim Patroli Perintis Presisi Aiptu Hanggoro dengan kekuatan sembilan personel. Operasi pengamanan ini juga didukung dengan satu unit kendaraan roda empat dan dua unit sepeda motor dinas.

Rangkaian Kegiatan Patroli, Patroli dimulai dengan menyambangi area sekitar Terminal Penumpang PELNI, di mana petugas memberikan imbauan serta melakukan pengecekan terhadap para sopir dan tenaga kerja bongkar muat (TKBM) yang tengah berkumpul. Tujuannya adalah memastikan tidak ada aktivitas mencurigakan yang berpotensi mengganggu kamtibmas.

Sekitar pukul 00.55 WIB, patroli bergeser ke Jalan Panaitan. Di lokasi ini, para sopir truk yang sedang beristirahat diimbau untuk tetap waspada terhadap barang bawaannya dan menjauhi aktivitas berisiko seperti narkoba, konsumsi minuman keras, serta perjudian online.

Selanjutnya pada pukul 01.50 WIB, tim bergerak ke Jalan Nusantara II. Di sana, sejumlah pemuda yang sedang nongkrong ditegur secara humanis agar segera membubarkan diri untuk mencegah potensi keributan. Petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan mereka sebagai langkah preventif.

Patroli berakhir di sejumlah titik lain, termasuk Jalan Bangka, di mana kembali ditemukan sopir yang berkumpul di bahu jalan. Petugas mengarahkan agar mereka beristirahat di lokasi yang aman dan tidak mengganggu arus lalu lintas. Selain itu, para sopir juga diingatkan untuk senantiasa memeriksa kondisi kendaraannya sebelum kembali beroperasi.

Adapun rute patroli meliputi Jalan Panaitan, Jalan Paliat, Jalan Nusantara II, Jalan Bangka

Patroli dipimpin oleh Aiptu Hanggoro dengan anggota:
Aipda Kasminto, Bripka Abdul, Brigadir Slamet, Brigadir Andaru, Bripda Ihsan
Bripda Syawaluddin, Bripda Jonggi

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Kehadiran patroli ini merupakan wujud nyata komitmen Polri dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, serta sebagai bentuk langkah preventif dalam menekan angka kriminalitas di wilayah hukum Pelabuhan Tanjung Priok.

“Kami akan terus hadir di tengah masyarakat untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif, serta mencegah segala bentuk potensi gangguan kamtibmas,” ujar AKP Aris Ariyanto, S.H., Kasatsamapta di akhir kegiatan patroli.

joSSer
( WAPIMPRED )

Jakarta –JSNews Jumat 13/06/2025


Menyambut peringatan Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-79, Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Tim dari Mabes Polri melaksanakan kegiatan anjangsana sebagai bentuk penghormatan dan silaturahmi kepada para purnawirawan Polri. Salah satu kunjungan dilakukan ke kediaman Jenderal (Purn) Drs. Badrodin Haiti, yang merupakan Mantan Kapolri ke-23.

Kegiatan berlangsung pada Jumat (13/6/2025) pukul 09.00 WIB di kediaman Jenderal (Purn) Drs. Badrodin Haiti, Jl. Bangka 11C, Kelurahan Pela Mampang, Jakarta Selatan. Tim dipimpin oleh BJP Surya Kumara, S.H., M.H., selaku Kapuslitbang Polri sekaligus Ketua Tim Anjangsana.

Dalam suasana hangat dan penuh keakraban, rombongan menyerahkan karangan bunga dan parcel buah sebagai simbol penghormatan dan bentuk perhatian Polri kepada para pendahulunya. Kegiatan juga diisi dengan bincang-bincang ringan serta sesi foto bersama.

“Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas seremonial, tetapi wujud nyata rasa hormat dan terima kasih kami kepada para senior yang telah berjasa besar membangun institusi Polri. Kami ingin memastikan bahwa semangat dan pengabdian para purnawirawan tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan Polri ke depan,” ujar BJP Surya Kumara, S.H., M.H., dalam keterangannya di sela kegiatan.

Turut hadir dalam kegiatan ini jajaran personel Mabes Polri dari berbagai satuan kerja, serta perwakilan dari Polsek Mampang, termasuk Kapolsek Mampang Kompol S. Aba Wahid Key, S.Sos., M.H., dan para bhabinkamtibmas di wilayah Pela Mampang.

Seluruh rangkaian acara berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh kehangatan, mencerminkan semangat kebersamaan dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-79.

SAHSA

Aceh, JSNews, Aceh kembali dihebohkan dengan keputusan yang berpotensi merusak tatanan hubungan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Aceh.
Betapa tidak, lewat sepucuk Surat Keputusan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 300.2.2-2138, dinyatakan empat pulau di Kabupaten Aceh Singkil, yaitu Pulau Lipan, Pulau Panjang, Pulau Mangkir Ketek, dan Pulau Mangkir Gadang secara administratif dialihkan ke Provinsi Sumatera Utara.

Keputusan itu segera memicu keresahan di tengah masyarakat Aceh, Pimpinan Pusat Ikatan Senat Mahasiswa (ISMAHI) menilai tindakan tersebut sebagai bentuk pengkhianatan sistematis terhadap Aceh. Karena selama ini terus mengalami pengikisan hak-haknya melalui berbagai kebijakan sepihak dari pemerintah pusat.
Ketua Umum ISMAHI Ali hasan, menyatakan kebijakan ini merupakan pola lama yang terus berulang. Keputusan-keputusan terkait Aceh sering kali diambil tanpa pelibatan maksimal dari masyarakat, pemerintah daerah, maupun lembaga adat, yang memiliki legitimasi sosial dan pemahaman mendalam terhadap wilayah serta nilai-nilai kesejarahan Aceh terkait 4 pulau tersebut.
“Aceh bukan sekadar wilayah administratif. Setiap jengkal tanah, daratan, hingga pulau-pulaunya memiliki nilai sejarah, adat, dan martabat. Ketika pusat mengambil keputusan sepihak tanpa partisipasi publik yang sahih, itu adalah bentuk pengkhianatan terhadap prinsip negara kesatuan yang adil,” tegas Aris, dalam keterangannya kepada Rakyat Aceh, Jumat (13/6).
Ia mengatakan, tindakan Kemendagri ini jelas-jelas bertentangan dengan ketentuan Pasal 8 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh, yang menyatakan bahwa kebijakan administratif berkaitan langsung dengan Pemerintahan Aceh harus melalui konsultasi dan pertimbangan Gubernur Aceh.
Artinya, Gubernur Aceh memiliki posisi strategis yang harus dilibatkan secara formal dalam proses pengambilan keputusan yang mempengaruhi pemerintahan dan wilayah Aceh.

“Langkah sepihak tanpa konsultasi ini mencederai mekanisme koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, sekaligus mengabaikan prinsip keadilan bagi daerah yang memiliki kekhususan (Lex Specialis) secara hukum dalam sistem kenegaraan Indonesia,”katanya.
Selain itu, Ketua ISMAHI Korwil Aceh Aris munandar menegaskan, persoalan ini bukan sekadar soal administrasi pemerintahan, melainkan menyangkut harga diri, kehormatan, dan martabat rakyat Aceh. Selama ini, masyarakat perbatasan telah hidup berdampingan secara damai. Namun kebijakan tanpa dasar sejarah dan hukum yang kuat justru berpotensi memecah harmoni sosial serta menimbulkan konflik horizontal di akar rumput.
“Lebih dari itu, jika persoalan ini tidak segera diselesaikan secara adil dan transparan, hal serupa bisa menjadi preseden buruk bagi daerah-daerah lain di Indonesia. Jika Aceh saja yang memiliki status kekhususan bisa diperlakukan semena-mena, maka apa jaminan bagi provinsi lain yang juga kerap merasa dipinggirkan oleh pemerintah pusat,”terangnya.
Ancaman bagi Kepercayaan Daerah dan Soliditas Nasional
Ketua ismahi Korwil Aceh Aris Munandar, memandang bahwa tindakan seperti ini merupakan ancaman nyata bagi prinsip keadilan dan kesetaraan dalam sistem negara kesatuan. Keputusan-keputusan tanpa musyawarah hanya akan memperlebar jarak antara pemerintah pusat dan daerah, serta mengikis kepercayaan publik terhadap komitmen negara dalam menjaga keutuhan wilayah secara adil dan bermartabat.
“Hari ini Aceh, bisa saja besok pasti daerah lain. Kalau pusat terus menerapkan kebijakan sepihak tanpa partisipasi daerah, itu bukan lagi manajemen pemerintahan, tapi pengkhianatan terhadap prinsip negara kesatuan yang adil,” ujar Aris Munandar.
Sikap dan Tuntutan ISMAHI Korwil Aceh
Sebagai bentuk tanggung jawab moral terhadap rakyat Aceh, menyampaikan sikap tegas dan beberapa tuntutan berikut:

  • Meminta Kementerian Dalam Negeri RI segera mencabut Surat Keputusan Nomor 300.2.2-2138, serta melakukan evaluasi ulang terhadap status wilayah empat pulau tersebut berdasarkan fakta sejarah dan hukum yang sahih
  • Mendesak pemerintah pusat membuka dialog terbuka dengan Pemerintah Aceh, lembaga adat, akademisi, dan masyarakat Aceh, guna menyelesaikan persoalan ini secara adil, transparan, dan bermartabat.
  • Mendorong Pemerintah Aceh agar bersikap tegas dan memprioritaskan kepentingan rakyat Aceh dalam menghadapi persoalan ini.
  • Meminta Presiden Republik Indonesia turun tangan secara langsung dalam menyelesaikan persoalan ini, demi menjaga keutuhan NKRI yang adil dan setara bagi seluruh daerah di Indonesia.
    Maka dengan itu, ISMAHI Korwil Aceh Aris Munandar menegaskan bahwa persoalan ini, bukan sekadar soal administratif, melainkan menyangkut harga diri dan martabat rakyat Aceh. Jika hari ini empat pulau dapat dipindahkan secara sepihak, bukan tidak mungkin saja, hal serupa terjadi di masa depan terhadap wilayah-wilayah lain di Indonesia.
    “ Kami mengajak seluruh mahasiswa, pemuda, dan masyarakat Aceh untuk bersatu menjaga kedaulatan wilayah Aceh dari segala bentuk perampasan dan manipulasi administratif. Kita semua tidak boleh abai. Aceh harus bersatu. Jangan biarkan sejarah kelam kembali terulang di atas tanah renconh kita. Pengkhianatan semacam ini harus dilawan dengan cara intelektual, konstitusional, dan bermartabat,” tutup Ketua ISMAHI Korwil Aceh Aris Munandar.

Jakarta,JSNews

Jumat 13 Juni 2025 Satuan Brimob Polda Metro Jaya melalui Seksi Kesehatan dan Jasmani (Kesjas) menggelar kegiatan Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi para pengemudi ojek online. Kegiatan ini merupakan bagian dari Bhakti Kesehatan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-79. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 11 hingga 13 Juni 2025, bertempat di Pengkolan Ojek Online Gedung Stovia, Jl. Dr. Abdurrahman Saleh, Jakarta Pusat, setiap hari pukul 08.00 hingga 17.00 WIB.

Selama dua hari pelaksanaan, tercatat sebanyak 96 pengemudi ojek online telah mengikuti pemeriksaan kesehatan. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pengecekan tekanan darah, kadar gula darah, pemberian vitamin serta konsultasi kesehatan umum.

Adapun petugas kesehatan yang terlibat dalam kegiatan ini adalah:

dr. Yuliantikha Nurul Qumariah
Iptu Eko Yudianto, AMK.
Briptu Aji Bramastho Adi
Briptu Lutfi Algifari
Briptu Yauhanes Aryo

Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian dan pengabdian kemanusiaan yang digagas oleh Komandan Satuan Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Henik Maryanto, S.I.K., M.Si., yang terus mendorong anggotanya untuk hadir di tengah masyarakat melalui aksi-aksi sosial yang bermanfaat.

“Brimob tidak hanya hadir saat situasi darurat, tetapi juga dalam memberikan pelayanan kemanusiaan. Para pengemudi ojek online adalah bagian penting dari kehidupan kota, dan menjaga kesehatan mereka adalah bentuk tanggung jawab sosial kita bersama,” ujar Kombes Pol. Henik Maryanto, S.I.K., M.Si.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para peserta dan masyarakat sekitar. Satbrimob Polda Metro Jaya berkomitmen untuk terus melanjutkan kegiatan serupa sebagai bagian dari pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat luas.

SAHSA

Bekasi Kota,-JSNews 12/06/2025


Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-79, Kapolsek Bekasi Barat AKP Dr. H. Wahyudi, SH., MH., melaksanakan kegiatan anjangsana dengan menyambangi Purnawirawan Polri Kombes Pol (Purn) Dr. H. R. Agus Satrio Nugroho. Kegiatan silaturahmi ini berlangsung di kediaman beliau yang beralamat di Perumahan Harapan Baru 2, Jl. Tawes Raya F5 No.1 RT.07 RW.05, Kelurahan Kotabaru, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, pada Kamis, 12 Juni 2025.

Kegiatan ini merupakan bentuk penghormatan dan apresiasi kepada para purnawirawan Polri yang telah mendedikasikan hidupnya untuk institusi dan negara. Kapolsek beserta jajaran datang secara langsung untuk menjalin silaturahmi, berbagi cerita, serta menyampaikan rasa hormat dan terima kasih atas pengabdian yang telah diberikan.

Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut, Wakapolsek Bekasi Barat, Kanit Lantas, Kanit Binmas, Kanit Samapta, Kasi Humas, Panit Reskrim, serta Bhabinkamtibmas Kelurahan Kotabaru.

Dengan penuh kehangatan, Kombes Pol (P) Dr. H. R. Agus Satrio Nugroho menyambut kedatangan rombongan. Beliau menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh Polsek Bekasi Barat, serta memberikan semangat dan wejangan kepada para anggota untuk terus menjaga semangat pengabdian, integritas, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas.

Melalui kegiatan anjangsana ini, diharapkan tali silaturahmi antara anggota Polri aktif dengan para purnawirawan semakin erat, serta menjadi pengingat akan nilai-nilai perjuangan dan pengabdian yang menjadi dasar semangat Hari Bhayangkara.

SAHSA

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.