Kendari, JSNews – 11 Juni 2025 – Satgas Penanganan Aksi Premanisme dan Pungutan Liar (Pungli) 2025 terus menggencarkan operasi pemberantasan parkir liar di sejumlah titik strategis di Kota Kendari. Dalam kegiatan yang dilakukan pada Rabu, 11 Juni 2025, tim Satgas Preventif dan Gakkum berhasil menemukan dua lokasi parkir yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku.

Operasi pertama dilaksanakan sekitar pukul 16.00 WITA di depan Rumah Makan Bebek Sakti yang berlokasi di Jalan Malaka, Anduonohu, Kecamatan Kambu, Kota Kendari. Berdasarkan hasil pengecekan, pengelola parkir di lokasi tersebut tidak memiliki dokumen Izin Penyelenggaraan Tempat Parkir (IPTP) sesuai dengan ketentuan Peraturan Daerah Kota Kendari. “Kami Tim Satgas memberikan imbauan persuasif agar pengelola segera mengurus izin parkir dan mengingatkan untuk tidak mematok tarif sembarangan maupun melakukan tindakan yang bertentangan dengan hukum,” ungkap Kasatgas Preventif Ipda Arief Rahman, S.H

Selang satu jam kemudian, pada pukul 17.00 WITA, tim melanjutkan monitoring di kawasan Pasar Mandonga. Seorang juru parkir berinisial TF (37) ditemukan mengoordinir parkiran dengan persetujuan pihak pengelola pasar. Dalam pemeriksaan, Satgas menegaskan agar yang bersangkutan tidak melakukan pungutan liar atau memaksakan tarif parkir kepada para pengunjung. Petugas juga memberikan imbauan untuk tidak membawa senjata tajam selama bertugas serta melakukan pembinaan langsung di lokasi.

Satgas Penanganan Aksi Premanisme dan Pungli 2025 mengimbau kepada seluruh masyarakat dan pengelola usaha di Kota Kendari untuk mematuhi aturan perparkiran yang berlaku serta menghindari praktik pungutan liar. Partisipasi masyarakat dalam melaporkan kejadian serupa sangat diharapkan demi terciptanya lingkungan yang tertib dan aman.

banner 468x60

Dalam pencegahan atau penanggulangan Terorisme/ Radikalisme dan Intoleransi tidak dapat dilakukan dengan maksimal jika hanya berharap kepada instansi/kelompok tertentu saja.

Hal tersebut disampaikan Kabidhumas Polda Maluku Utara Kombes Pol. Bambang Suharyono, S.I.K., M.H. saat dikonfirmasi di ruang kerjanya pada Selasa (10/6), menurutnya perlu adanya koordinasi dan kerjasama yang baik dari seluruh elemen masyarakat untuk mewujudkan hal tersebut.

Polda Maluku Utara sendiri telah melakukan banyak upaya, baik melalui Operasi dan Kegiatan Rutin yang dilaksanakan oleh Direktorat Binmas, kegiatan sambang oleh Bhabinkamtibmas, serta Bidhumas Polda Maluku Utara juga telah melaksanakan Temu Netizen di sekolah-sekolah, komunitas-komunitas untuk memberikan sosialisasi terkait Bahaya Radikalisme, Bijak Menggunakan media sosial, hingga ajakan untuk bersama-sama menjaga Keamanan dan Ketertiban masyarakat di wilayahnya masing-masing.

Lanjut Kabidhumas menjelaskan bahwa upaya tersebut tidak akan maksimal apabila tidak ada kesadaran dari masyarakat untuk ikut serta dan berperan aktif dalam pencegahan atau penanggulangan Terorisme/ Radikalisme dan Intoleransi di Maluku Utara.

“Jika mendapati/ mengetahui adanya paham/ ajaran yang menyimpang agar segera melaporkan kepada pihak berwajib untuk dapat ditindaklanjuti”. Ujarnya.

Ia juga menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk bergandengan tangan, bersama-sama dalam mencegah dan menangkal Radikalisme di Maluku Utara. “Mari Torang bersama-sama berbuat untuk mencegah paham radikal di Maluku Utara”.

Kendari,JSNews – 10 Juni 2025 – Satgas Preventif Operasi Penanganan Aksi Premanisme dan Pungutan Liar (Pungli) 2025 kembali melaksanakan kegiatan monitoring di wilayah Kota Kendari. Kali ini, kegiatan difokuskan di sekitar Pasar Panjang, Jalan Sorumba, Kecamatan Wua-Wua, pada Selasa siang sekitar pukul 13.00 WITA.

Dalam operasi tersebut, petugas menemukan seorang juru parkir bernama AD (23), warga Jalan Bahagia Dua, Kecamatan Wua-Wua, yang diduga melakukan pungutan liar kepada para pengunjung pasar. AD diketahui tidak memiliki izin resmi dari Pemerintah Daerah maupun pengelola pasar untuk mengkoordinir area parkir di lokasi tersebut.

Hasil pemeriksaan lapangan menunjukkan bahwa AD memungut biaya parkir dengan jumlah uang sebesar Rp30.000 tanpa dasar legal yang jelas. Tim Satgas segera memberikan imbauan tegas agar tidak lagi melakukan pungutan liar dan melarang membawa senjata tajam dalam aktivitas sehari-hari. “Selain itu, petugas juga melakukan pendataan dan pembinaan kepada yang bersangkutan,” kata Kasatgas Preventif IPDA ARIF RAHMAN, S.H., M.P.W.K..

Satgas Preventif mengajak seluruh masyarakat agar tidak segan melapor jika menemukan praktik pungutan liar atau aksi premanisme yang meresahkan. Partisipasi aktif warga menjadi elemen penting dalam mewujudkan lingkungan yang aman, nyaman, dan terbebas dari tindakan yang melanggar hukum.

Kendari, JSNews – Pada Rabu, 11 Juni 2025, pukul 08.30 WITA, bertempat di Hotel Zahra Kendari, Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar kegiatan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Fungsi Keuangan T.A. 2025 dengan tema “Optimalisasi Fungsi Keuangan Polri Guna Penguatan Polri Presisi dalam Rangka Mendukung Program ‘Asta Cita'”.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kabid Keuangan Polda Sultra, Kombes Pol M. Kunto Wibisono, S.H., S.I.K., M.Si., dan diikuti oleh para Kasubag Renmin serta Kaur Keuangan dari seluruh satuan kerja (satker) jajaran Polda Sultra.

Rakernis ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, kemampuan, dan profesionalisme para personel fungsi keuangan di lingkungan Polda Sultra. Melalui kegiatan ini, diharapkan pengelolaan keuangan Polri semakin akuntabel, transparan, dan tepat sasaran guna mendukung terwujudnya Polri yang Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan).

Selain itu, Rakernis ini juga menjadi bagian dari upaya Polda Sultra dalam mendukung penuh program nasional “Asta Cita”, yakni delapan program prioritas yang dicanangkan pemerintah untuk mewujudkan Indonesia maju dan berkeadilan sosial.

Dengan adanya Rakernis Fungsi Keuangan ini, diharapkan seluruh satker jajaran Polda Sultra dapat mengelola keuangan dengan lebih optimal dan bertanggung jawab dalam mendukung setiap program serta pelayanan Polri kepada masyarakat.

Jakarta, JSNews – 3/06 Kemenag – Kementerian Agama RI melalui Direktorat KSKK Madrasah kembali mencatatkan langkah strategis dalam transformasi digital pendidikan Islam. Kali ini, lewat peluncuran GPTs TOR MAKER, sebuah inovasi berbasis Artificial Intelligence (AI) yang dirancang untuk mempercepat dan menyederhanakan penyusunan dokumen administrasi di lingkungan madrasah.

Inovasi ini diperkenalkan dalam kegiatan Sosialisasi Pemanfaatan GPTs TOR MAKER yang berlangsung di Gedung Kementerian Agama RI, Jakarta, pada Selasa, 3 Juni 2025. Hadir dalam kegiatan tersebut para pegawai fungsional perencana, staf Subbagian Tata Usaha, serta perwakilan dari berbagai Subdirektorat di lingkungan Direktorat KSKK Madrasah.

GPTs TOR MAKER dikembangkan sebagai respons atas tantangan birokrasi lama—proses penyusunan Terms of Reference (TOR), laporan kegiatan, dan dokumen perencanaan yang selama ini masih dilakukan secara manual, lambat, dan rentan kesalahan. Kini, dengan kecerdasan buatan Generative Pre-trained Transformer (GPT), proses tersebut dapat dilakukan hanya dalam hitungan menit—otomatis, presisi, dan sesuai regulasi yang berlaku.

Fikriya Malihah, M.Si., Kepala Subbagian Tata Usaha yang memimpin pengembangan alat ini, menyampaikan bahwa pemanfaatan GPTs TOR MAKER adalah bukti nyata bagaimana teknologi dapat menjawab persoalan mendasar birokrasi.
“Dengan GPTs, pembuatan TOR kini tidak lagi memakan waktu berhari-hari. Kita bisa bekerja lebih cepat, hasilnya lebih konsisten, dan tetap akuntabel secara administratif,” jelas Fikriya dalam sesi pemaparan.

Selain memberikan paparan, Fikriya juga memandu peserta dalam simulasi langsung pembuatan TOR berbasis data kegiatan. Kegiatan ini menjadi ruang belajar sekaligus ruang transformasi, di mana ASN madrasah diajak membangun kebiasaan kerja yang lebih cerdas dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Prof. Dr. Hj. Nyayu Khodijah, M.Si., Direktur KSKK Madrasah, mengapresiasi inisiatif ini sebagai langkah nyata reformasi birokrasi berbasis teknologi.
“Pemanfaatan AI seperti GPTs TOR MAKER ini bukan sekadar alat bantu, tapi bentuk keberanian kita mengubah budaya kerja lama menjadi lebih efisien dan digital. Madrasah harus berada di garis depan dalam inovasi tata kelola pendidikan,” tegas Prof. Nyayu.

Beliau juga menekankan bahwa inovasi ini adalah bagian dari komitmen Kemenag dalam membangun tata kelola yang transparan, terintegrasi, dan modern. “Ini tentang kecepatan, ketepatan, dan pelayanan publik yang lebih baik,” tambahnya.

Kepala Bagian Umum dan BMN Setditjen Pendidikan Islam, Nur Shoib, SH.,MH., turut memberikan dukungan terhadap inisiatif ini. Ia menegaskan bahwa digitalisasi bukan sekadar wacana, tetapi harus menjadi lompatan kinerja yang dimulai dari satuan kerja terkecil.
“Saya mengapresiasi GPTs TOR MAKER sebagai contoh konkret bagaimana ASN bisa menjadi pelopor inovasi di birokrasi. Inilah wajah baru pelayanan publik—berbasis data, berbasis solusi, dan berbasis AI,” ungkap pria yang akrab disapa Shoib.

Beberapa isu strategis yang mengemuka dalam kegiatan ini menunjukkan arah baru birokrasi pendidikan madrasah yang lebih digital dan efisien. GPTs TOR MAKER hadir sebagai solusi percepatan kerja, peningkatan kualitas dokumen, dan penguatan kompetensi digital ASN. Inovasi ini juga menjawab keterbatasan sumber daya dan mendorong penerapan SOP digital, serta menjadi model replikasi untuk unit kerja lainnya dalam reformasi tata kelola berbasis teknologi.

Direktorat KSKK Madrasah menyatakan komitmennya untuk memperluas penggunaan GPTs TOR MAKER ke seluruh lini kerja sebagai bagian dari penguatan layanan pendidikan Islam yang unggul dan modern.
“Kita tidak hanya berbicara soal percepatan, tapi juga tentang cara baru berpikir, cara baru melayani, dan cara baru membangun sistem yang lebih tangguh,” tutup Prof. Nyayu. (BRo)

Jakarta – Dengan mengusung tema ” Bottle Up dan Clean Up ” Rumah Pilah Teratai Putih dan Pengurus RW 04 Malakasari berkolabrasi dengan PLN UPMk 1 Cawang menggelar sosialisasi pilah sampah.

Kegiatan yang di Prakasai oleh Rumah Pilah Teratai Putih tersebut, merupakan kegiatan untuk memberikan edukasi sosialisasi pilah sampah kepada 16 peserta yang berasal dari pegawai PLN UPMK 1 Cawang, yang tergabung di PLN Pusmanpro UPMK 1 Cawang, dengan menghadirkan para narasumber dari Ketua Rumah Pilah Teratai Putih Chevie Mawarti S., Ketua Proklim Bidang Adaptasi Syahrul Qadar, dan Leni Meriyanti sebagai Ketua RW 04 Malaka Sari sebagai tuan rumah.

Dalam sosialisasi pilah sampah yang dilaksanakan tersebut di kemukakan tentang pentingnya memisahkan sampah berdasarkan jenisnya, dengan tujuan utamanya adalah meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang cara mengelola sampah dengan baik dan benar, serta dampak positifnya bagi lingkungan dan kesehatan serta mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA) dan meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah.

Pelaksanaan sosialisasi pilah sampah tersebut, di gelar dari pukul 08.30-10.00 WIB Pagi, yang dilaksanakan di dua tempat berbeda yaitu disekitar Pintu air wilayah BKT Malaka Sari dan Rumah Pilah Teratai Putih, Jl.
Teratai Putih I, Taman Blok 18 Perumnas Klender, Malaka Sari, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, Rabu, (11/6/2025).

Dalam Rundown acaranya, kegiatan tersebut diawali dengan bersih bersih sampah di sekitar Pintu Air BKT Malaka Sari yang diikuti jajaran pengurus RW 04 Malaka Sari, Rumah Pilah Teratai Putih dan PLN Pusmanpro UPMK 1 Cawang yang kemudian dilanjutkan dengan memperkenalkan produk hasil daur ulang sampah, seperti sabun mandi yang terbuat dari minyak jalanta, tas jinjing yang terbuat dari bahan kresek bekas, dan lain sebagai nya, Selain itu juga dikenalkan kepada para peserta sosialisasi pilah sampah tentang Proklim (Program Kampung Iklim ) yaitu program nasional yang dikembangkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menghadapi perubahan iklim dan mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) di tingkat lokal. Program ini berfokus pada adaptasi dan mitigasi perubahan iklim secara berkelanjutan.

“Kegiatan ini diprakarsai oleh rumah Pilah Sampah yang di bawah naungan Ibu Chevie Mawarti S., di Rumah Pilah Teratai Putih bersama PLN UPMK 1 Cawang, ini kegiatannya gunanya adalah kerjasama untuk penyerahan sampah-sampah dari PLN Cawang kepada Rumah Pilah untuk diberdayakan, digunakan, serta dijual kembali oleh Rumah Pilah Teratai Putih,”ujar Leni Meriyanti, Ketua RW 04 Malaka Sari.

Leni Meriyanti lebih lanjut mengatakan bahwa Nasabah dari Rumah Pilah Teratai Putih kebanyakan dari warga RW 4, tetapi tidak menutup dari beberapa RW sekitar dan wilayah lain, seperti dari Kalimalang yang sudah masuk juga sebagai nasabah Rumah Pilah Teratai.

“Tapi yang diprioritaskan adalah warga masyarakat yang ada di RW 04,”kata Leni Meriyanti.

Ketua RW 04 Malaka Sari Leni Meriyanti menjelaskan juga untuk barang barang yang tidak bisa didaur ulang lagi, barang barang tersebut dijual ke lapak sampah.

“Itu kita jual kelapak, karena dari lapak itu kan biasanya mereka mengumpulkan secara partai besar, Nah ini yang kalau tidak bisa kita daur ulang, kita tidak bisa gunakan kembali, kita akan jual kelapak dengan harga yang pasti punya harga sendiri sampah-sampah tersebut,”terangnya.

“Harapan saya sebagai Ketua RW dalam moment ini adalah meningkatkan kerjasama jangka panjang dan berkesinambungan dengan PLN UMPK 1 cawang serta dapat mengajak seluruh warga ikut memilah sampah, agar salah satu tujuannya adalah meminimalisir sampah-sampah yang akan dibuang ke tempat pembuangan akhir, dengan sendirinya warga akan mendapatkan manfaat dari sampah yang dipilah, artinya akan mendapatkan langsung harga yang didapat dari sampah-sampah yang ditimbang,”bebernya.

Ditempat yang sama Veri Setyawan, ST., MM perwakilan PLN Pusmanpro UPMK 1 keawak media menyampaikan stetmentnya.

“Iya terima kasih sekali, kami dari Bahan Hoban K1 hari ini bekerja sama dengan Rumah Pilah Sampah Teratai Putih di Kampung Malaka Sari kami dari pagi melakukan pemilihan botol botol plastik bekas dan kemudian melakukan pembersihan sampah-sampah yang ada di Banjir Kanal Timur atau BKT, yang telah kita lakukan tadi pagi dan kita juga ada edukasi untuk pemilahan sampah dan telah berjalan,”ujarnya.

“Terima kasih juga kami ucapkan kepada Rumah Pilah Teratai Putih atas partisipasinya dan bantuannya, sehingga komitmen kita dalam hari lingkungan hidup bisa berjalan dengan baik dan edukasi kepada masyarakat juga dapat terlaksana dengan baik, jadi kegiatan kami sudah continue dan kami juga ini 2 tahun ke depan dengan Rumah Pilah Teratai Putih untuk kegiatan selanjutnya, Kami Insya Allah akan menyetorkan sampah yang ada di UPMK 1 ke Rumah Pilah Teratai Putih,”jelasnya.

Ditempat terpisah, seusai memberikan materi sosialisasi pilah sampah Chevie Mawardi S Ketua Rumah Pilah Sampah menjelaskan apa yang dimaksud dengan Rumah Pilah Sampah.

“Ini gerakan pilah sampah dari rumah, jadi bertanggung jawab terhadap sampah masing-masing di rumahnya, memilah sampahnya di rumah masing-masing lalu membawanya ke titik kumpul di setiap hari Rabu jam 09.00 sampai jam 11.00 siang, untuk ditimbang dan dijadikan tabungan untuk keluarganya, dari botol dari tutup botolnya, dari stikernya, dari multi layernya, dari kresek, semua kita terima, apalagi besi dan lain-lainnya,”jelasnya.

Saat ditanya apa yang didapat warga mengikuti Rumah Pilah Sampah Teratai Putih ini, Chevie Mawardi S sebagai Ketua Rumah Pilah Sampah menjelaskan warga bisa mendapatkan berupa uang dan bisa berupa emas, tergantung customernya, mau nabungnya seperti apa.

“Jadi kita ada sebagian yang dikirim ke pihak ketiga untuk dibuat biodiesel, tapi kalau yang agak bersih kami buat untuk sabun, minyak jelanta, untuk lilin dan pot-pot, nanti prosesnya kita suling dulu, jadi enggak langsung dibikin, diproses dulu di suling nanti setelah di proses penyulingan penjernihan baru kita bisa bikin produknya bareng-bareng,”bebernya.

Chevie Mawardi S juga mengatakan sampah sampah tersebut dikumpulkan, nanti ditimbang lalu diangkat ke bank sampah induk Gunung Mas.

Syahrul Qadar Ketua Proklim Bidang Adaptasi (Program Kampung Iklim) ke awak media menjelaskan yang dimaksud Proklim atau Program Kampung iklim.

“Jadi program ini lebih kepada penghijauan, lebih kepada bagaimana caranya mengatasi di tengah iklim Negara ini yang sedang buruk, jadi Itulah kenapa program proklim ini dan diturunkan dari Kementerian Lingkungan Hidup bekerja sama dengan mereka”jelasnya.

Syahrul Qadar juga mengatakan bawa Program Proklim sendiri yang ada di RW 04 Malaka Sari itu ada juga bidang Adaptasi terdiri dari
Penghijauan, cara mengatasi banjir, bagaimana meningkatkan budidaya di ruang lingkup yang kecil dan sebagainya dan juga ada mitigasi.

“Mitigasi itu lebih kepada pilah sampah, Eco Enzim, Bagaimana cara menanggulangi hal-hal tersebut,”jelasnya.

“Harapannya itu, warga secara utuh jadi kesadarannya juga, mengenai bahwa kita butuh support mereka, untuk melakukan hal-hal ini, agar tidak ada hal-hal sampah yang terbuang, bahwa sampah itu ternyata menguntungkan dan menghasilkan,tandasnya.

Kota Bekasi -JSNews-11/06/2025

Bertempat di PT Access Express dan Logistics, Kasat Lantas Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Yugi Bayu Hendarto, didampingi oleh Kanit Kamsel Satlantas AKP Indira serta Kanit Lantas Polsek Rawalumbu, melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pencegahan Pelanggaran Over Dimension dan Over Loading Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional bertema “Indonesia Menuju Zero Over Dimensi dan Over Loading”, yang dilaksanakan secara bertahap demi menciptakan budaya tertib lalu lintas dan keselamatan berkendara, khususnya pada sektor angkutan barang.

Sosialisasi ini menyasar langsung ke pelaku industri transportasi logistik, khususnya di perusahaan angkutan barang seperti PT Access Express dan Logistics, guna memberikan pemahaman serta meningkatkan kesadaran terkait bahaya dan dampak dari kendaraan yang mengalami kelebihan dimensi maupun muatan Over Dimensi dan Over Loading.

Adapun pelaksanaan program ini dibagi menjadi tiga tahap utama, yaitu:

  1. Tahap Sosialisasi: Dilaksanakan pada tanggal 1 – 30 Juni 2025, yang berfokus pada edukasi kepada pemilik armada, pengemudi, serta manajemen perusahaan logistik tentang peraturan dan sanksi hukum terkait kendaraan Over Dimensi dan Over Loading.
  2. Tahap Peringatan: Dilaksanakan pada tanggal 1 – 13 Juli 2025, sebagai masa transisi dengan pemberian peringatan secara langsung kepada pelanggar, tanpa dilakukan penindakan hukum, namun tetap didata sebagai bagian dari monitoring.
  3. Tahap Penegakan Hukum: Dilaksanakan pada tanggal 14 – 27 Juli 2025, bersamaan dengan pelaksanaan Operasi Patuh 2025, di mana setiap pelanggaran terkait Over Dimensi dan Over Loading akan langsung dikenakan sanksi sesuai peraturan yang berlaku.

Dalam kegiatan ini, petugas melakukan pendataan terhadap kendaraan armada angkutan barang milik PT Access Express dan Logistics, sebagai bentuk awal pengawasan dan pemetaan terhadap potensi pelanggaran. (Data kendaraan menyusul akan dilampirkan dalam laporan terpisah.)

AKBP Yugi Bayu Hendarto dalam sambutannya menekankan bahwa pelanggaran Over Dimensi dan Over Loading tidak hanya merugikan secara hukum, tetapi juga membahayakan keselamatan pengemudi, pengguna jalan lainnya, dan merusak infrastruktur jalan yang berdampak luas bagi masyarakat.

Beliau juga mengajak seluruh pelaku usaha di bidang logistik untuk proaktif dalam mendukung program Zero Over Dimensi dan Over Loading sebagai bentuk kontribusi terhadap keselamatan berlalu lintas dan pembangunan transportasi yang berkelanjutan.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan terjalin sinergi antara kepolisian, pemerintah, dan sektor industri logistik dalam menciptakan sistem transportasi yang aman, efisien, dan bebas dari pelanggaran over dimension dan over loading.

SAHSA

Kendari, JSNews – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-79, Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bid Dokkes) Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) melaksanakan kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis yang ditujukan bagi para pengemudi ojek online.

Kegiatan sosial ini berlangsung pada Rabu, 11 Juni 2025, bertempat di dua lokasi yakni Kantor Gojek Kendari yang berlokasi di Jalan Saranani serta Kantor Maxim Kendari, Lepo-Lepo, Baruga. Pemeriksaan kesehatan dipimpin langsung oleh Iptu dr. Adel dari Rumah Sakit Bhayangkara, didampingi sejumlah personel dari Bid Dokkes Polda Sultra yang mewakili Kabid Dokkes Polda Sultra, Kombes Pol drg. Ignatius Hendra Arifianto, Sp.Kg.

Dalam kegiatan ini, para pengemudi ojek online mendapatkan berbagai layanan pemeriksaan kesehatan secara gratis, meliputi pemeriksaan tekanan darah (tensi), kadar kolesterol, gula darah, hingga pemeriksaan asam urat.

Tujuan dari pelaksanaan pemeriksaan kesehatan gratis ini adalah sebagai bentuk kepedulian dan dukungan Polri terhadap kesehatan masyarakat, khususnya para pengemudi ojek online yang memiliki peran penting dalam mobilitas harian warga. Selain itu, kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Hari Bhayangkara ke-79 untuk semakin mendekatkan Polri dengan masyarakat serta membangun sinergi dan rasa kebersamaan.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para pengemudi ojek online semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan di tengah aktivitas mereka yang padat dan penuh risiko.

Jakarta, JSNews — Proses hukum terhadap 18 warga yang sebelumnya diduga terlibat dalam kasus pencurian kabel di kawasan Jl. Martadinata, Ancol, Jakarta Utara, akhirnya diselesaikan melalui pendekatan Restorative Justice (RJ). Kesepakatan damai dicapai pada Rabu, 4 Juni 2025, setelah melalui mediasi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Perwakilan PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP), selaku pihak pelapor, menyatakan bahwa penyelesaian secara kekeluargaan ditempuh setelah barang bukti dikembalikan dan tidak ditemukan kerugian permanen.

” Kasus ini sudah diselesaikan. Barang-barang yang sempat diambil belum sempat dijual dan telah dikembalikan secara utuh. Kami memilih jalur damai demi menjaga hubungan baik dengan warga sekitar,” ujar Muhamad Amin, perwakilan CMNP bagian Penanganan Utilitas pada Selasa (10/6/2025).

Mediasi difasilitasi oleh Polsek Pademangan dan dipimpin langsung oleh Kapolsek Kompol Immanuel Sinaga. Proses ini dihadiri oleh seluruh pihak terkait, termasuk tokoh masyarakat, perwakilan warga RW 11 dan RW 12, serta Ketua RW 13, Perwakilan kelurahan Pademangan Barat, PLN, Wika, LMK kecamatan Pademangan serta Dewan Kota Jakarta Utara.

” Kami menjalankan proses ini secara transparan dan sesuai dengan prosedur. Semua pihak sepakat untuk menyelesaikan permasalahan secara damai,” kata Kompol Immanuel.

Ketua RW 11, Ahmadi Thakur, menyatakan bahwa warga yang terlibat telah mengakui kekeliruan mereka dan berkomitmen untuk tidak mengulanginya.

” Kami mengapresiasi semua pihak yang telah membuka ruang dialog. Ini menjadi pelajaran bagi warga agar lebih menjaga fasilitas umum dan menghindari tindakan yang merugikan bersama,” ucap Ahmadi.

Sebelumnya, pada 20 Mei 2025, tim gabungan Polsek Pademangan dan Satpol PP menggelar Operasi Berantas Jaya 2025 sebagai bagian dari upaya menjaga ketertiban umum. Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan 18 orang di lokasi proyek pembangunan Jalan Tol Ir. Wiyoto Wiyono, Section Harbour Road II.

Mereka diduga mengambil kabel tembaga dari galian milik PLN yang sudah tidak aktif. Petugas turut mengamankan barang bukti berupa alat pemotong, mesin gerinda, dan sejumlah potongan kabel.

Langkah penyelesaian melalui RJ ini menekankan prinsip pemulihan sosial dibanding penghukuman semata. Tidak adanya kerugian permanen, serta latar belakang sosial-ekonomi para terduga, menjadi pertimbangan utama ditempuhnya jalur damai.

Restorative Justice, sebagai pendekatan alternatif penyelesaian perkara, memungkinkan para pihak terlibat untuk berdialog dan mencari solusi yang adil tanpa mengabaikan rasa keadilan masyarakat.

Dengan penyelesaian ini, aparat dan tokoh masyarakat berharap tidak ada lagi kasus serupa ke depannya. Pendekatan hukum yang berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan dinilai mampu memperkuat harmoni sosial dan pencegahan dini konflik serupa.

Jakarta –JSNews 10/06/2025


Kepolisian Daerah Metro Jaya melalui Direktorat Samapta menggelar dapur lapangan sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang terdampak musibah kebakaran di kawasan Jl. Kapuk Raya RT 7 RW 2, Kelurahan Kapuk Muara, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (9/6/2025) malam.

Dipimpin langsung oleh Kasubdit Gasum Kompol Daru Wibowo Saputro bersama Kasi Pammat AKP Ali Hajar dan Panit III Sie Pammat Ipda Indra Rukmana, tim Ditsamapta PMJ mendistribusikan makanan siap saji kepada para pengungsi yang saat ini masih berada di tenda-tenda darurat.

Menu yang disiapkan dalam Dapur Lapangan (Randurlap) malam itu terdiri dari nasi putih, mie goreng, dan telur orak-arik. Kegiatan dimulai pukul 19.00 WIB dengan situasi aman dan terkendali. Warga terlihat antusias menyambut kehadiran petugas dan menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan.

Direktur Samapta PMJ Kombes Pol Yully Kurniawan, S.I.K. menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari misi kemanusiaan Polri yang hadir untuk masyarakat tanpa memandang waktu dan situasi.

“Kami hadir bukan hanya sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai pelayan masyarakat dalam berbagai situasi, termasuk saat terjadi musibah. Kegiatan dapur lapangan ini adalah wujud nyata misi kemanusiaan Polri,” ujarnya.

Senada dengan itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi menambahkan bahwa kehadiran polisi di lokasi bencana adalah bentuk tanggung jawab moral dan sosial, serta mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran.

“Kami mengimbau warga untuk selalu menjaga keamanan lingkungan, khususnya dalam hal instalasi listrik dan penggunaan api. Pencegahan adalah langkah penting agar musibah serupa tidak terulang,” tegasnya.

Kegiatan ini menegaskan bahwa Polri senantiasa hadir di tengah masyarakat, bukan hanya dalam konteks penegakan hukum, tetapi juga sebagai pengayom dan pelindung, khususnya saat masyarakat membutuhkan uluran tangan kemanusiaan, pungkasnya.

SAHSA

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.