JAKARTA, JSNews — Semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini terus bergema dalam berbagai bentuk hingga hari ini. Semangat perjuangan tersebut tak lagi sebatas simbol emansipasi, peringatan Hari Kartini kini menjadi momentum reflektif untuk mengukur sejauh mana kiprah perempuan Indonesia dalam pembangunan bangsa.

    Hal inilah yang menjadi semangat utama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (Kanwil DJKN) DKI Jakarta saat menggelar acara bertajuk “Kartini Masa Kini: Cantik Berintegritas dalam Inklusi”, Selasa (22/4/2025).

    Bertempat di aula utama kantor Kanwil DJKN, kegiatan ini menghadirkan nuansa semarak namun sarat makna. Seluruh pegawai perempuan, yang tampil anggun dalam balutan kebaya nasional dan bawahan bebas, menunjukkan bahwa semangat Kartini tidak pernah pudar—justru semakin relevan di tengah isu-isu kesetaraan, inklusivitas, dan integritas birokrasi yang menjadi perhatian utama pemerintah.

    Acara ini digagas sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), serta sebagai implementasi nyata dari pengarusutamaan gender (PUG) di lingkungan kerja pemerintah.

    Yang menarik, kegiatan ini tidak hanya menyasar kalangan internal ASN. Dalam semangat inklusi sosial, Kanwil DJKN DKI Jakarta mengundang sejumlah penyandang disabilitas dari Panti Sosial Cahaya Bathin—khususnya tuna rungu dan tuna wicara—untuk mengikuti pelatihan keterampilan Make Up Artist (MUA). Pelatihan ini dipandu oleh instruktur profesional dari PT Paragon Technology and Innovation, produsen kosmetik nasional yang membawahi merek-merek seperti Wardah, Make Over, Emina, Kahf, dan OMG.

    Kolaborasi lintas sektor ini menjadi simbol bahwa kecantikan sejati tidak hanya terletak pada tampilan luar, tetapi juga pada keberanian untuk berkarya, memberdayakan diri, dan menghadirkan manfaat bagi sesama, tanpa memandang batas-batas kemampuan fisik.

    “Kegiatan ini kami selenggarakan sebagai ruang pemberdayaan perempuan dan kelompok disabilitas. Ini bukan sekadar pelatihan teknis, tetapi juga upaya membangun kepercayaan diri dan membuka peluang ekonomi baru bagi mereka,” ujar Kepala Kanwil DJKN DKI Jakarta dalam sambutannya.

    Lebih dari 100 ASN perempuan mengikuti pelatihan dengan antusias. Di luar pelatihan, suasana kebersamaan terasa dalam bazar yang turut digelar di area kantor, menampilkan produk UMKM lokal binaan pegawai serta mitra komunitas, yang dikoordinasi oleh Ibu Wiwin Togaya. Bazar ini tidak hanya menjadi ajang promosi produk, tetapi juga wadah bagi perempuan pelaku usaha untuk menampilkan kreativitas dan daya saingnya.

    Wahyuning, salah satu peserta acara, mengaku kegiatan ini sangat berkesan. Ia melihat bahwa semangat Kartini telah berevolusi dari sekadar narasi perjuangan menjadi aksi nyata di lapangan. “Kita perempuan tidak hanya dituntut untuk cerdas dan profesional, tapi juga peduli. Cantik bukan hanya soal rupa, tapi juga tentang bagaimana kita bisa bermanfaat bagi sekitar, terutama bagi mereka yang berada dalam keterbatasan,” ujar Ning, panggilan akrabnya, yang disambut anggukan setuju dari rekan-rekannya.

    Acara ini ditutup dengan sesi refleksi dan testimoni dari peserta, yang menyampaikan harapan agar kegiatan serupa dapat terus berlanjut dengan ruang cakupan yang lebih luas.

    Hari Kartini di Kanwil DJKN DKI Jakarta tahun ini membuktikan bahwa esensi perjuangan Kartini tak berhenti di buku sejarah. Ia hidup dalam aksi nyata: dalam keberpihakan kepada yang rentan, dalam pemberdayaan yang menjunjung martabat, serta dalam birokrasi yang tidak hanya bersih, tetapi juga inklusif dan berempati. Sebuah perayaan yang bukan hanya mempercantik wajah, tetapi juga memperkaya hati dan pikiran. (**)

    Sumber:
    Humas MIO INDONESIA

    banner 468x60

    Jakarta, JSNews – 23 April 2025—Ketua Umum Kebangkitan Jawara dan Pengacara (Bang Japar) Fahira Idris melantik pengurus Bang Japar Wilayah Jakarta Selatan (23/4). Pada acara pelantikan ini, Fahira Idris yang juga Anggota DPD RI Dapil Daerah Khusus Jakarta menegaskan bahwa garis perjuangan organisasi yang dipimpinnya adalah berbuat dan bermanfaat.

    “Garis perjuangan ini tidak hanya menjadi semboyan, tetapi telah Bang Japar buktikan dalam berbagai aksi nyata. Prinsip berbuat dan bermanfaat diwujudkan melalui advokasi masyarakat, advokasi kesehatan, advokasi hukum, pemberdayaan ekonomi, bakti sosial dan donor darah rutin, pengawalan ulama, pemajuan budaya hingga menjaga persatuan dan ketertiban sosial,” ujar Fahira Idris di sela-sela acara pelantikan di Jakarta (23/4).

    “Bang Japar juga akan terus memberi apresiasi kepada sosok-sosok yang berkontribusi untuk masyarakat mulai dari tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh muda dan pelajar berprestasi,” tambah Fahira Idris.

    Fahira Idris juga menekankan kepada pengurus Bang Japar untuk memperkuat tiga hal penting untuk memajukan organisasi yaitu solidaritas, kapasitas kebersamaan. Solidaritas penting karena tanpa rasa satu hati dan satu tubuh, Bang Japar akan mudah rapuh. Sementara, kapasitas diperlukan karena berjuang lewat Bang japar membutuhkan ilmu, strategi, dan kebijaksanaan. Sedangkan kebersamaan harus terus diperkuat agar semua pengurus Bang Japar saling topang dan saling jaga.

    Pada kesempatan yang sama, Fahira Idris juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan yang diwakili Plt. Wakil Wali Kota Ali Murthadho, yang telah menempatkan Bang Japar sebagai mitra strategis terutama dalam pemberdayaan warga. Dengan kolaborasi yang kuat antara Bang Japar dan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan, berbagai persoalan masyarakat bisa dijawab bersama.

    “Mulai dari persoalan sosial, ekonomi, hukum, hingga ketertiban masyarakat, kita bisa hadir bersama-sama untuk mencari solusi dan menghadirkan maslahat bagi warga. Mari kita eratkan sinergi ini. Kami terbuka untuk bekerja sama, berkontribusi, dan bergandengan tangan untuk menghadirkan Jakarta Selatan yang aman, adil, berdaya, dan sejahtera,” pungkas Fahira Idris. #

    Jakarta, JSNews – Hari ini (21/4) dalam perayaan Hari Kartini Para Ibu-Ibu Tangguh di LMK Pengadegan bersama PTSP Kelurahan Ibu Fitri dan Dewan Kota Pancoran Fatur Rahman mengunjungi lokasi di RW 01 Kelurahan Pengadegan dengan melihat langsung lokasi wilayah yang belum ODF dan masih ada persoalan STBM.
    .
    Kali ini, STBM di Kecamatan Pancoran Jakarta Selatan menjadi Perhatian Serius Dewan Kota Pancoran Fatur Rahman beserta FK-LMK Se-Pancoran Drg. Indah Wahyuningsih dan LMK Pengadegan Nurlaila dan rekan-rekan diantaranya Sri Wigati, Muhammad Hamim dan semua LMK di Pengadegan.
    .
    Fatur Rahman Dewan Kota Pancoran Jakarta Selatan menyampaikan bahwa ini perhatian serius untuk masyarakat bahwa di Kecamatan Pancoran kita harus pastikan ODF semua wilayah se Kecamatan Pancoran Jakarta Selatan, kita pastikan tuntas agar warganya tidak membuang lagi ke kali dan agar warganya sehat semuanya.
    .
    “Tadi saya cek bersama FK-LMK Kecamatan Pancoran dan LMK Pengadegan, sekaligus memberikan Bantuan untuk warga agar bisa tuntaskan STBM di RW 01 Kelurahan Pengadegan. Setelah kunjungan kali ini, saya akan cek kelurahan lainnya dan saya motivasi warganya untuk sadar lingkungan sekitarnya. Persoalan STBM kita tuntaskan bersama-sama, saya akan koordinasi ke Walikota, Camat dan Lurah untuk bahu-membahu kita tuntaskan STBM ini, dan pendataan dengan Puskesmas juga harus maksimal agar tidak beda kembali datanya, makanya kali ini saya minta LMK cek koordinasi sama RT dan RW setempat untuk menuntaskan masalah STBM ini”, ujarnya kepada wartawan.
    .
    Drg. Indah Wahyuningsih Ketua FK-LMK Kecamatan Pancoran juga sedih dan mengelus dada di era moderen ini masih ada warga yang belum punya tempat BAB yang benar. Ini akan menjadi perhatian kami di FK LMK Pancoran, untuk memotivasi para Ketua RT, Ketua RW dan Rekan Sejahwat di LMK Se Kecamatan Pancoran untuk sama-sama kita kolaborasi untuk mendorong warga yang memiliki Kontrakannya juga ikut bertanggung jawab dan kita berdoyong-doyong menggerakan Partisipasi warga yang memang tidak mampuh untuk eratkan bersama-sama untuk bisa tuntas.
    .
    “Tadi saat kunjungan bersama Pak Dewan Kota Pancoran dan Rekan Sejahwat LMK Pengadegan, saya tanya dan datangi satu per satu, ayo ibu kita sama-sama tuntaskan Program Pemerintah untuk ODF disemua wilayah. Kami, akan keluarkan semua potensi yang ada untuk ikut serta membantu Pemerintah, karena Fungsi LMK sebagai Mitra Strategis untuk menjalin komunikasi, sinergis dan koordinasi langsung kepara Ketua RT dan Ketua RW. Tapi, saya Optimis di Kecamatan Pancoran bisa tuntas dan tepat waktunya”, ungkapnya kepada media.
    .
    Nurlaila Ketua LMK Pengadegan yang juga perwakilan RW 01 mengucapkan terima kasih kepada Dewan Kota Pancoran Bapak Fatur Rahman
    dan Ketua FK-LMK Pancoran Ibu Drg. Indah Wahyuningsih atas kunjungan dan bantuannya untuk membantu meringankan warga kami di RW 01 untuk STBM. Alhamdulillah, terima kasih juga kepada PTSP Pengadegan Ibu Fitri dan Rekan Sejahwat yang hadir diantaranya Sri Wigati dan Muhammad Hamim serta rekan-rekan LMK lainnya yang mendoakan kami bisa segera ODF untuk STBM di RW 01 Pengadegan kali ini.
    .
    “Saya tadi sudah menyampaikan langkah dan masukan kepada Pak Dewan Kota Pancoran dan Ketua FK-LMK Pancoran agar Pengadegan di RW 01 dan RW 02 bisa segera ODF STBM-nya. Pak Dewan Kota dan Ibu Ketua FK-LMK akan menyampaikan langsung kepara Pemangku Jabatan di Kecamatan dan Kelurahan, agar bisa tuntas segera dan nanti kami sampaikan ke wilayah lainnya se Kecamatan Pancoran untuk Pak Dewan Kota dan Ibu Ketua FK-LMK untuk kunjungan langsung. Alhamdulillah, sekali lagi terima kasih dan mohon doanya agar RW 01 segera ODF”, tutupnya kepada media.
    .
    Setelah kunjungan lapangan dan mengecek satu persatu lokasi tempat yang belum ODF untuk STBM-nya, dilanjutkan dengan diskusi ringan dan ngobrol santai untuk langkah lanjutan menuju Pancoran semuanya ODF dan selesai masalah STBM.

    Jakarta, JSNews – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) merayakan Milad ke-23 dengan penuh semangat dan suka cita. Perayaan ini diisi dengan berbagai kegiatan, termasuk pengajian, bakti sosial, dan pertemuan dengan kader dan simpatisan.

    Pada Perayaan Milad ke-23 PKS ini diharapkan dapat meningkatkan semangat dan kesolidan kader dan simpatisan dalam menjalankan misi partai, Milad PKS Ke 23 Kali ini Mengusung Tema “Kokoh Melayani dan Konsisten Mengabdi.”

    Seperti hal yang dilakukan oleh PKS DPC Cakung di Milad Ke 23 Partai Keadilan Sejahtera Kali menggelar acara 3 sekaligus yaitu tasyakuran Milad, Halal bihalal dan Musyawarah Ranting (Musran).

    Rangkaian acara tersebut dipusatkan di GOR Cakung Timur, Jl. Pagar Jati No.15, RT.15/RW.1, Cakung Timur, Kecamatan Cakung, Kota Jakarta Timur, yang dihadiri ratusan kader dan simpatisan PKS Se Kecamatan Cakung, Minggu, 20 April 2025.

    Acara tasyakuran sekaligus halal bihalal dan Musran tersebut diawali dengan Saritilawah Al Quran lalu dilanjutkan dengan Menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Mars PKS yang diikuti Ratusan Kader dan Simpatisan PKS yang hadir, acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa.

    Pada Milad Ke 23 PKS ini menekankan pentingnya semangat dakwah dan pelayanan dalam menjalankan roda partai dan berkomitmen untuk terus berjuang demi kebaikan dan kesejahteraan umat, selain itu perayaan Milad ke 23 PKS ini diharapkan dapat meningkatkan semangat dan kesolidan kader dan simpatisan dalam menjalankan misi Partai.

    Di Musran PKS DPC Cakung di tahun 2025 ini, dihadiri 7 DPRa (Dewan Perwakilan Ranting atau pengurus tingkat Kelurahan) Se Cakung Raya antara lain DPRa Penggilingan, Pulo Gebang, Cakung Barat, Ujung Menteng, Rawa Terate, Jatinegara, dan Cakung Timur.

    Sebelum Musran digelar, para Ketua DPRa PKS Se Cakung Raya membacakan Laporan Pertanggungjawaban nya (LPJ) selama menjabat.

    Surat Keputusan Kepengurusan baru Ketua DPRa Se Cakung Raya untuk masa jabatan 2025 – 2027 dibacakan oleh Ketua DPC PKS Kecamatan Cakung Pujut AW. S. Kom yang kemudian dilanjutkan dengan pelantikan dan pengucapan ikrar oleh para Ketua DPRa PKS yang baru.

    Selain dihadiri para kader dan simpatisan PKS Se Cakung Raya tampak hadir juga di barisan kursi VVIP Para Anggota Legislatif DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKS antara lain H. Ghozi Zulazmi, S. I. P dan Drs. Muhammad Taufik Zoelkifli. M. M.

    “Pertama hari ini PKS, Partai Keadilan Sejahtera melaksanakan Milad yang ke-23, bertajuk kita ingin terus memberikan pelayanan kepada masyarakat dan ingin mengokohkan pengabdian kita kepada bangsa, Salah satu wujud konkritnya adalah, pertama adalah kita adakan musyawarah ranting,”jelas H. Ghozi Zulazmi Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PKS saat ditemui awak media seusia acara, Minggu, (20/04/2025).

    Lebih lanjut H. Ghozi Zulazmi mengatakan pemimpin terus berganti bergulir, artinya di level ranting Kelurahan estafet kepemimpinan berganti, itu mengawali pengabdian dan pelayanan kita di DPR atau DPRD Kelurahan yang ada di Kecamatan Cakung berganti lalu dengan adanya pergantian ini diharapkan, kita tadi menyampaikan progres dari progres 3 tahun terakhir, juga pesan-pesan yang kami sampaikan para anggota DPRD dan juga di pimpinan DPD dan DPW, bahwa sebagai struktur Partai di level Ranting, DPC maupun di pejabat publik DPRD dan DPR RI ini harus Sinergi bersama dalam melakukan pelayanan.

    “Bahwa pelayanan ini bukan hanya menjadi tanggung jawab bagi anggota dewan, bahwa pelayanan ini menjadi tanggung jawab kita bersama,”ucapnya.

    “Anggota Dewan, Anggota Partai, struktur Partai Ranting, DPC, DPD dan seluruhnya harus bersama-sama, inilah cikal bakal PKS hadir untuk menjadi penyejuk bagi masyarakat dan juga hadir untuk menghadirkan kebaikan dan kemanfaatan bagi masyarakat yang ada di Jakarta Timur khususnya, untuk DKI Jakarta seperti itu,”imbuhnya.

    H. Ghozi Zulazmi Anggota DPRD DKI Jakarta asal Dapil 4 juga menyampaikan bahwa diusia PKS 23 tahun ini memang satu hal yang masih muda, PKS masih masa-masa remajanya, yang terus belajar dan semakin beradaptasi dengan situasi dan kondisi masyarakat yang saat ini berada di Cakung dan di Jakarta Timur, dan berkolaborasi dengan pemerintahan, Harus terus aktif dalam membangun Jakarta dan advokasi untuk memberikan pelayanan masyarakat pertama tentu saja diawali dari konsolidasi.

    “Setelah dibentuknya pengurus lalu juga membuat rancangan-rancangan atau rancangan anak kerja, dan kalau saya pribadi tentu akan mengumpulkan bukan hanya di Cakung tapi seluruh Dapil gitu, Ketua-ketua yang baru di ranting kan setelah ini masih ada DPC, terus nanti DPD, kita akan kumpulkan menyamakan visi, agenda-agenda kedewanan dan juga agenda-agenda di Struktur, sehingga program-program yang akan dibangun oleh ranting, oleh DPC, maupun oleh DPD itu selaras, untuk kita bisa menghadirkan kebaikan buat masyarakat, itu yang paling penting, kemudian yang ketiga tentu saja setiap program kerja kita kan bergulir akan dimonitoring dan juga akan dievaluasi setiap minggu, maupun setiap bulanan, yang artinya akan berjalan bisa berjalan dengan baik dan terukur hari ini,”tandasnya.

    Ditempat yang sama Pujut AW. S. Kom Ketua PKS DPC Cakung Ke awak media mengatakan bahwa acara ini merupakan bagian dari amanah dari pimpinan kita, amanat adanya regenerasi kepemimpinan di PKS, masalah ini untuk leve ranting atau tingkat Kelurahan dan kita menjalankan amanah kita untuk menyelenggarakan kegiatan ini. Bertepatan dengan Syawal jadi kita sekalian aja.

    “Jadi harapannya proses regenerasi yang menjadi bagian dari ruh partai PKS, sebagai Partai yang terbuka, Partai yang Rahmatan lil alamin itu benar-benar bisa dirasakan sama masyarakat, kepengurusannya selalu fresh, pengurusnya selalu siap melayani yang berkolaborasi, Insya Allah dengan kepengurusan yang baru ini, lebih semangat lagi kedepannya,”katanya.

    Saat ditanya mekanisme proses pemilihan Ketua DPRa PKS bagaimana, Pujut AW. S. Kom menerangkan.

    “Kita ada musyawarah, pertama ada Penjaringan, usulan dari anggota-anggota siapa yang menurut anggota itu layak untuk memimpin, setelah itu dari kandidat yang terpilih dimusyawarahkan mana yang berpotensi layak memenuhi syarat, setelah itu ditetapkan oleh Kami dari Pengurus PDC,”terangnya.

    Ketua Pelaksana Tasyakuran Milad PKS Ke-23, Halal Bihalal dan Musran PKS DPC Cakung Ikhsan, ST ke awak media menjelaskan maksud dan tujuan diselenggarakan kegiatan tersebut.

    “Sebagaimana umumnya, organisasi yang sukses yang kepemimpinan tahun Ini masa akhir dari periode kepengurusan DPD, DPC dan struktural, sampai tingkat DPP, kita pada tahun ini dari bawah ke atas, artinya DPD dulu mengadakan untuk memilih kepemimpinan periode berikutnya, momennya bertepatan dengan timeline-nya bertepatan dengan lebaran, Jadi kita berbarengi dengan halal bihalal, biar lebih suasananya lebih kekeluargaan, lebih kondusif, biasanya kalau di luar itu, LPJ itu dibacakan dengan tegang,”terang Ikhsan.

    Ikhsan juga menjelaskan peserta yang hadir pada tasyakuran Milad PKS ke 23 DPC Cakung serta yang diselenggarakan bersama halal bihalal dan Musran tersebut berasal dari anggota PKS mencakup jenjang pembinaan, mulai dari Pratama, sampai kurang lebih sekitar kita ada 400 anggota.

    “Tokoh-tokoh yang kita undang ada dari DPW PKS, cuman untuk saat ini beliau berhalangan, terus DPD jakarta Timur, beliau Ketua Bidang Kaderisasi, Para Anggota Dewan Legislatif DPRD DKI Jakarta Dapil 4 kita undang, ada Haji Ghozi Zulazmi dan bapak Muhammad Taufik Zulkifli, Alhamdulillah acara ini bisa terselenggara juga atas support support daripada Beliau,”ucapnya.

    Jakarta, JSNews – Halal bihalal sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia, biasanya halal bihalal akan dikaitkan dengan hari raya Idul Fitri, umat muslim berkumpul untuk saling memaafkan satu sama lainnya, seperti yang dilakukan oleh Organisasi Gerakaan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) yang merupakan salah satu organisasi pemerhati dunia pendidikan yang ada di Indonesia.

    Pada Sabtu Siang, 19 April 2025 Bertempat di Park Hotel, Jl. DI. Panjaitan No.5, Cawang, Kecamatan Jatinegara, Kota Jakarta Timur, Lantai 2 Mahoni Pinus Room, Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) mengelar halal bihal pasca Bulan Suci Ramadhan dan Idul Fitri 1446 Hijariyah, dengan mengusung tema “Indahnya Silahturahami, Satukan Hati, Sucikan Diri di Hari Fitri.”

    Selain di hadiri Jajaran Para Pengurus Gerakan Pendidikan Indonesia Baru di tingkat DPP maupun DPW Jakarta tampak hadir juga Brigjen Pol (P) Brigjen. Dr. Victor Pudjiadi, SpB, FICS, DFM sebagai Dewan Pembina DPP GPIB, DR.Anto Suroto,SH,SE,MM selaku Dewan Pembina DPP GPIB, Hadi Mulyono Penasehat DPP GPIB. Anggota DPRD Jakarta dari Fraksi PSI (Partai Solidaritas Indonesia) August Hamonangan, Imad dari Dinas Bina Marga, Ketua Umum MIO (Media Independen Online) Indonesia AYS Prayogi dan Ibu Bainanah, Ketua Umum IPJI (Ikatan Penulis Jurnalis Indonesia) Taufiq Rahman dan Joko Priono.

    Halal Bihalal Gerakan Pendidikan Indonesia Baru tersebut dibuka oleh MC Ibu Lies Nurfajar,S.Pdi dan diawali dengan Pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an oleh Qoriah Ibu Faridah, kemudian dilanjutkan dengan Pembacaan Do’a oleh H. Toto Yuhendarto, SE dan Laporan Ketua Panitia Acara dari Ibu Wina Syafriana.

    Dalam acara halal bihalal yang digelar tersebut, Juga di warnai dengan pengukuahan August Hamonangan Anggota DPRD Jakarta Fraksi PSI Bersama Edi Rodiyanto,S.K.M,M.S.i sebagai Dewan Penasehat Gerakan Pendidikan Indonesia Baru DPW Jakarta, Dalam Serimonial Pengukuhan tersebut, ditandai dengan pemasangan Jas GPIB oleh Ketua GPIB DPW Jakarta Dandy Capryanto H., SH.,MH, dan Pemasangan Pin GPIB oleh Ketua Umum GPIB Ir.Agung Karang, dan Penyerahan SK Kepengurusan Baru oleh Sekjen DPP GPIB Toto Yuhendarto, SE kepada Ketua GPIB DPW Jakarta Dandy Capryanto H., SH.,MH, Dewan Penasehat Baru GPIB DPW Jakarta August Hamonangan dan Edi Rodiyanto,S.K.M,M.S.i.

    Kegiatan Halal Bihalal Gerakan Pendidikan Indonesia Baru tahun 2025 tersebut di hadiri para tamu yang sengaja diundang dalam kegiatan tersebut diantara nya
    Lina SR dari SMAN 100, Abdullah dari SMAN 53, Rini Endang Prihati SMAN 53, Monfric Setyowati Komite SMPN 128, RR. Diah Ruliowati, Edy Duriyanto, SE, dan Mohamad Amin Calon Pengurus GPIB DPC Jakarta Timur.

    Selain dihadiri Ketua Umum GPIB Ir.Agung Karang Bersama Dewan Pembina, Dewan Penasehat serta Tamu VVIP hadir juga jajaran pengurus Dewan Pusat (DPP) GPIB antara lain Sekjen DPP GPIB H.Toto Yuhendarto, SE, Wasekjen 1 Leni Meriyanti, AMD, WaBendum 1 Lies Nur Fajar, WaBendum 2 Dewi, Marsahid dari Departemen OKK, Tina Permatasari, A.Md,Kom,SE dan Lidya Yuliana Nenohai Dapartemen Humas, Wina Syafiana, A.Md dan Retno Samiadji Dapartemen Sosial.

    Sedangkan dari Pengurus GPIB DPW DKI Jakarta antara lain Dewan Pakar GPIB DPW Jakarta Drs. Slamet, M.Pd, Ketua DPW Jakarta Dandy Capryanto H., SH.,MH,Sekretaris : Sonya Mercyna Simorangkir, SE, Bendahara : Widiastuty Ramadhani, Wakil Bendahara I Rahayu Desy Leny, SE, Wakil Bendahara II Veronica, Biro Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan Ketua Nani Wijaya, Wakil Ketua Yenti Sofia, Anggota 1. Suhanah, 2. Usmayani, Biro Humas, Media Sosial dan Dokumentasi Ketua S Erfan Nurali Nurhayati, Wakil Ketua Nurhayati, Anggota Titi Suparti, dan Biro Kurikulum, Kesiswaan, Literasi, Olahraga, Seni dan Budaya Ketua Wahyuning Darwati, SE., MM, Anggota Faridah, Lina Herlina dan Ekanur Widiyawati.

    “Pada hari ini kita mengadakan kegiatan halal bihalal, untuk saling maaf memaafkan, yang di hadiri Dewan Pembina, Dewan Penasehat GPIB, Dewan Pakar GPIB baik dari DPP maupun DPW DKI Jakarta dan Pengurus Cabang, dimana hari ini juga berhasil mendatangkan dua tokoh yaitu Pak agus dan Pak Edi selaku Penasehat DPW DKI Jakarta, Keduanya untuk saling silaturahmi setelah melaksanakan Puasa Bulan Suci Ramadhan 2025,”ujar Ir. Agung Karang Ketua Umum DPP GPIB.

    Sedangkan di tempat yang sama Edi Rodiyanto,S.K.M,M.S.i sebagai salah satu Dewan Penasehat GPIB DPW Jakarta yang baru dikukuhkan menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Pengurus GPIB yang telah menunjuknya sebagai salah satu Dewan Penasehat GPIB DPW Jakarta.

    “Yang pertama kami ucapkan terimakasih kepada DPW GPIB, yang telah menujuk kami sebagai Dewan Penasehat Provinsi DKI Jakarta, ini merupakan sebuah tanggung jawab. Kami optimis bahwa GPIB akan sinergi dengan pemerintah daerah, dalam rangka membangun kota yang lebih baik lagi, guna mensupport 2045 Indonesia emas,”kata Edi Rodiyanto,S.K.M,M.S.i.

    August Hamonangan Anggota DPRD Jakarta dari Fraksi PSI pada halal bihal Gerakan Pendidikan Indonesia Baru di tahun 2025 diminta menjadi Dewan Penasehat GPIB di Provinsi Jakarta keawak media mengatakan.

    “Dalam rangka halal bihalal, saya menyampaikan bahwa program program yang terkait dengan pendidikan yang di sampikan Pak Gibran yang disampaikan melalui Departemen Pendidikan melalui teman teman Dinas Pendidikan supaya menjadikan landasan Indonesia Emas bagaimana nanti perubahan perubahan yang mana Nasional, maupun Provinsi, bahkan sampai tingkat Desa, diawal dari pendidikan, jadi Gerakan pendidikan Indonesi Baru harus siap menjadi kontribusi, penyumbang program baik dari sisi pemikiran baik yang terkenal dengan bantuan,”ujarnya.

    “Mari sama sama bertekat untuk bangun Negara Indonesia melalui pendidikan, dengan yel yel kita bisa lebih maju, kita bisa lebih sejahtera, kita bisa lebih makmur,”imbuhnya.

    Puncak Halal Bihalal bersama Jajaran Para Pengurus dan Anggota Gerakan Pendidikan Indonesia Baru di tingkat DPP dan DPW Jakarta berserta para tamu lainya tersebut diisi dengan perayaan Milad atau Ulang Tahun Ketua Umum GPIB Ir.Agung Karang yang Ke 67 tahun.

    Acara Halal Bihalal tersebut juga diisi dengan sesi makan makan dan ramah tamah di akhiri dengan sesi Foto Bersama.

    Jakarta, JSNews – Halal Bihalal bersama Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta asal Dapil 4 dihadiri oleh ratusan kader PKS, Sahabat Ghozi, dan warga masyarakat. Sabtu, (19/04/2025) Pagi.

    Halal bihalal yang diselengarakan tersebut dikoordinatori oleh G-SIT (Ghozi’s Service Team), dikarenakan banyak nya kader, sahabat Ghozi dan warga yang ikut dalam halal bihal bersama Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PKS H. Ghozi Zulazmi, S.IP acara halal bihalal tersebut di bagi menjadi dua sesi, untuk sesi pertama dimulai dari Pukul 10.00 WIB sampai dengan 12.00 WIB, sedangkan sesi kedua dimulai dari Pukul 13.00 WIB hingga Pukul 15.00 WIB.

    Kegiatan Halal Bihalal bersama Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PKS H. Ghozi Zulazmi, S.IP tersebut digelar dalam rangka suasana Idul Fitri 1446 Hijariyah dan untuk memperkuat silahturahmi yang sudah terjalin selama ini yang di laksanakan bertempat di Jl. Tebu RT. 016 RW. 07 Cakung Barat, Jakarta Timur.

    Acara Halal Bihalal yang dilaksanakan tersebut rutin di lakukan setiap tahunnya pasca Idul Fitri.

    “Hari ini, Saya bersama Sobat Ghozi, Relawan dan struktur Partai beserta tetangga, kami melakukan open house, kalau dihalal bihalal kita saling maaf-maafkan, dalam suasana Lebaran, ya masih dibulan Syawal,”ujar Anggota DPRD DKI Jakarta Komisi D dari Fraksi PKS H. Ghozi Zulazmi, S.IP keawak media, Sabtu,(19/04/2025).

    Lebih lanjut Ghozi Zulazmi menyampaikan tujuan dilaksanakannya Halal Bihalal tersebut yaitu untuk ramah-tamah, silaturohim, mengharapkan kembali persaudaraan kita, agar melangkah di bulan-bulan kemudian memberikan pelayanan kepada masyarakat lebih optimal lagi.

    “Di kediaman kami rumah masyarakat terbuka untuk masyarakat, paling tidak ini adalah setiap Idul Fitri ini momen kebersamaan yang diajarkan oleh orang tua kita, menerima tamu memberikan jamuan, mudah-mudahan ini menjadi satu kebaikan buat kita,”ucapnya.

    “Pasti setiap kita menerima tamu dari masyaraka juga menerima aspirasi, begitu juga keluhan-keluhannya, masukkan-masukannya dan juga paling penting adalah bertemu dengan masyarakat itu adalah satu hal yang kami butuhkan, Karena dengan demikian itulah esensi dari wakil masyarakat ketemu dengan masyarakatnya yang diwakili,”tandas Anggota DPRD DKI Jakarta Komisi D Fraksi PKS H. Ghozi Zulazmi, S.IP.

    Jakarta, JSNews -Lurah Papanggo Harry Firmansyah bersama Camat Tanjung Priok Ade Himawan dan Kasudin LH Jakarta Utara Edy Mulyanto turun langsung mengkordinir kerja bakti bersih bersih sisa kebakaran sampah dan alang alang yang terjadi di bawah Jalan Tol Ir.Wiyoto Wiyono RT.10/RW.08 Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara,Kamis, (17/04/2025).

    Kerja bakti ini melibatkan kurang lebih 215 Orang dari beberapa unsur antara lain dari Sudin LH Jakarta Utara, Satpel SDA, Satpep Pertamanan, Satpel Bina Marga, Satpol PP, PPSU Kelurahan Papanggo, PSSU Kelurahan Warakas, PPSU Keluarahan Sunter Jaya, PPSU Kelurahan Sunter Agung, PPSU Kelurahan Kebon Bawang, PPSU Tanjung Priok, dan PPSU Kelurahan Sungai Bambu.

    Selain itu juga melibatkan 6 armada pengangkut sampah untuk membersihkan lahan seluas kurang lebih 1 Hektar.

    Dalam kegiatan kerja bakti yang dilaksanakan tersebut berhasil mengangkut sampah dengan Estimasi Volume seberat 40 M3.

    Seperti di beritakan di media online, telah terjadi kebakaran sampah dan alang-alang di bawah kolong Tol Ir Wiyoto Wiyono, Jalan Warakas 1 Gang 26, RT 10/08, Kelurahan Papanggo, Kecamatan Tanjung Priok, Kota Aministrasi Jakarta Utara, Pada Rabu, (16/04/2025) Siang.

    Penyebab kebarakan tersebut diduga berawal dari salah seorang warga yang membakar sampah, namun tidak dilakukan pengawasan hingga kobaran api membesar.

    Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa kebakaran tersebut, sedangkan kasus kebakaran tersebut sedang dalam penyelidikan pihak kepolisian.

    Kegiatan kerja bakti yang diikuti oleh beberapa unsur tersebut selain dihadiri oleh Lurah Papanggo Harry Firmansyah, Camat Tanjung Priok Ade Himawan dan Kasudin LH Jakarta Utara Edy Mulyanto ikut serta juga Wakil Camat Kecamatan Tanjung Priok, Sekcam Tanjung Priok, Kasi Ekbang Tanjung Priok, Kasi Kesra Tanjung Priok, Kasi Ekbang Papanggo, Kasatpel LH Tanjung Priok, Unsur Satpol PP, Ketua RW 08 Papanggo, Para Ketua RT di RW 8, Ketua LMK Kelurahan Papanggo, Ketua FKDM Kelurahan Papanggo, Binmas Kelurahan Papanggo dan Babinsa Kelurahan Papanggo.

    Melalui pesan Whatsapp Lurah Papanggo Harry Firmansyah ke awak media membenarkan telah dilaksanakan kegiatan kerja bakti pasca kebakaran di tanggal 16 April 2025 kemarin.

    “Hadir dalam kerja bakti tersebut dari Polsek Tanjung Priok, Kemudian ada dari Sudin Lingkungan Hidup, Sudin SDA, ada Sudin Bina Marga, Kemudian ada Pengurus RT, RW 08, FKDM Kelurahan Papanggo, LMK Kelurahan Papanggo, Kemudian Satpol PP kita berkolaborasi membersihkan bekas tempat kebakaran,”jelasnya.

    Saat disinggung soal ada pemberitan di beberapa media online bahwa tentang tidak ada respon cepat dari Lurah Papanggo, saat ada warga menyampaikan permasalahan sampah yang menumpuk dilokasi kebakaran ke pihak kelurahan, saat sebelum terjadinya kebakaran, Harry Firmansyah sebagai Lurah Papanggo keawak media memberikan klarifikasinya.

    “Jadi saya duduk jadi Lurah Papanggo ini 12 November 2024, di Bulan November setelah saya dilantik, sekitar tanggal 14 saya langsung melakukan pembersihan di Kolong Tol , saya masih ada Epidana Foto Foto pembersihan saat itu, jadi pembersihan di kolong tol ini bukan yang pertama kali, tapi sudah beberapa kali, karena akses di RT 10 RW 08 ini sulit dijangkau oleh kendaraan besar, sehingga kita dalam pengambilan sampah ini, mengunakan germot (gerobak motor/red) karena memang akses nya itu satu jalur, germot aja gak bisa satu masuk,”terangnya.

    Lebih lanjut Lurah Papanggo Harry Firmansyah keawak media menyampaikan himbauan nya ke masyarakat yang ada di Kelurahan Papanggo, khususnya kepada warga yang ada di RT.10 RW 08 Papanggo pasca kebakaran yang terjadi.

    “Jadi bicara kebersihan, ini bukan hanya tanggung jawab pihak Kelurahan, Bukan hanya tanggung jawab pengurus RW, Bukan hanya tanggung jawab pengurus RT tapi kita semua selaku warga yang ada di Jakarta bukan hanya di Papanggo aja, jadi semua berperan aktif untuk menjaga lingkungan kita,”imbuhnya.

    Saat ditanya awak media tentang kronologi terjadi kebakaran tersebut, Harry Firmansyah sebagai Lurah Papanggo mengatakan.

    “Menurut keterangan warga asal muasal itu, ada orang yang membakar sampah kemungkinan api itu merembet ke kolong tol, didalam kolong tol itu ada tumpukan tumpukan kayu, ada tumpukan bekas sprinbed, dan ini menyebab kan api itu membesar dan angin itu kencang,”kata Lurah Papanggo Harry Firmansyah.

    “Himbauan kepada masyarakat, agar tidak membuang sampah ke kolong tol dan tidak membakar sampah, karena pertama ketika warga membakar sampah yaitu akan menjadi polusi udara dan yang kedua tidak hanya menjadi polusi udara, lingkungan bisa menjadi kotor, bau bahkan bisa menimbulkan penyakit,”bebernya.

    Harry Firmansyah juga mengatakan kalau kebakaran di bawah kolong tol ini sendiri pertama kali terjadi selama dia menjabat sebagai Lurah di Kelurahan Papanggo.

    “Jadi hari ini tanggal 17 kita sudah melakukan pembersihan bertahap, besok hari jumat kita juga akan melakukan pembersihan sampah sampai dengan hari Minggu tanggal 20 April 2025,”terangnya.

    Lurah Papanggo Harry Firmansyah Menyampaikan pendapatnya tentang ada pemberitaan di media online yang menyorot dirinya yang lambat merespon keluhan dari warga tentang menumpuk sampah sebelum nya terjadi kebakaran.

    “Kalau ketika bicara adanya media yang mengatakan Lurah tidak merespon cepat itu menurut saya sah sah aja, karena kita sebagai pelayan masyarakat kita memang dituntut harus cepat dan tanggap dalam menyikapi berbagi permasalahan.”tandasnya.

    TANGERANG |JSNews 16/004/2025

    Ketua Bidang Advokasi FWJ Indonesia, Agus Darma Wijaya singgung persoalan adanya pemain dana Bank merimbas perampasan rumah senilai miliaran rupiah adalah bentuk pidana murni yang mengakibatkan pemilik (korban) harus menanggung beban moral, materiil serta beban psikologis.

    Sebuah kisah memilukan itu dikatakan Darma Wijaya terjadi di wilayah Lippo Karawaci, Kota Tangerang, Banten.

    “Yang mengalami itu seorang wanita lanjut usia bernama Oma Lusiana. Dia menjadi korban dugaan penipuan dan perampasan aset miliknya yang dilakukan oleh seseorang yang menawarkan bantuan kerjasama pinjaman bank. Namun berujung menjadi perampasan aset secara paksa rumah pribadi miliknya. “Jelas Darma melalui siaran pers nya, Rabu (16/42025)

    Lebih lanjut dia mengatakan peristiwa tersebut bermula sekitar dua tahun silam, saat Oma Lusiana dikenalkan Yeni kepada seorang pria bernama Stefanus Ernest Halim. Hingga akhirnya Oma mengetahui bahwa Ernest adalah seorang yang bisa membantu pencairan pinjaman bank dengan agunan properti.

    Awalnya, Oma mempercayakan hal itu kepada Ernest, namun akhirnya dia mengetahui bahwa Ernest adalah orang yang pandai mengedit rekening dan data-data lain untuk diedit / dipaksakan, dan bermain dengan oknum marketing bank.

    “Awalnya Ernest mengajukan tawaran kerjasama kepada Oma Lusiana, yang saat itu memiliki sebuah rumah bernilai tinggi di kawasan Taman Diponegoro, Lippo Karawaci. Ernest menyatakan ingin membantu mencairkan pinjaman dari Bank Maybank dengan menggunakan sertifikat rumah tersebut sebagai jaminan. Dalam pembicaraan awal, Ernest menawarkan sistem kerja sama bagi hasil: 65% untuk Oma Lusiana dan 35% untuk dirinya. Semua proses dan dokumen perbankan akan diurus oleh Ernest, sementara Oma hanya perlu menyediakan sertifikat rumah sebagai agunan,” ujar Oma Lusiana kepada Agus Darma Wijaya dikediamannya, Taman Cibodas (7/4/2025).

    Menurutnya, tanpa adanya penjelasan biaya dan tidak ada dokumen resmi pada saat itu, dirinya kena bujuk rayu tawaran tersebut karena iming-iming pencairan dana besar dari bank, serta sertifikat rumah miliknya akan dibantu ditebus di BPR daerah Jakarta, diserahkan dan dijadikan jaminan di Maybank cabang Fatmawati, Jakarta Selatan.

    “Tidak hanya itu, ternyata Ernest juga mengambil alih buku Cek, ATM, Buku Tabungan, dan tidak mengerti akan terjadi sesuatu yang merugikan seperti sekarang,” terang Oma Lusiana melalui Darma Wijaya.

    Lanjut Darma Wijaya, Oma Lusiana mengalami dugaan penipuan mengingat seiring berjalannya waktu tiba-tiba ada perubahan perjanjian secara sepihak. Ernest yang awalnya menyebut sebagai kerjasama pinjaman, namun menyatakan bahwa rumah tersebut akan dibeli sebesar 4.3 miliar saat akan pencairan di Notaris yang ditunjuk May Bank, dan ternyata pencairan mencapai 5.5 miliar dari Aset Oma Lusi.

    “Setelah penandatanganan di notaris, Oma hanya menerima sisa uang sebesar 300 juta dari pencairan senilai 5.5 miliar dengan deal harga rumah 4.3 miliar. Atas kejanggalan itu, akhirnya Oma Lusiana mengambil sikap, menghubungi May Bank untuk membatalkan jual beli dan memblokir Rek yang dimana ATM dan Buku BCA ada pada Ernest. Dia tidak ingin melanjutkan transaksi tersebut karena diduga banyak kejanggalan. “Ungkapnya.

    Dalam pencairan ini, diketahui Ernest memanfaatkan aset Oma, yang bisa cair 5.5 miliar. Ernest memutuskan membeli saja, karena dia bisa mendapatkan selisih 1.2 miliar untuk pribadi dari nilai beli yang disampaikannya hanya 4.3 miliar (Dapat Rumah dapat Uang dengan Aset Oma Lusiana).

    “Ernest dikejar May Bank dan Kawannya (Sorba), kenapa Oma Lusiana berubah pikiran, Ernest panik dan mulai melakukan penekanan phisikis terhadap Oma Lusi, dengan menteror, dan menuduh penipu, memaki bahkan menaikan pemberitaan memojokan Oma. Dalam tekanan, akhirnya diajak mediasi kembali dan setuju menjual rumah dengan harga 4,3 miliar, padahal proses pencairan dana pinjaman yang diajukan Ernest ke Maybank mencapai 5.5 miliar jauh di atas nilai pembelian rumah yang dijanjikan, “bebernya.

    Atas hal tersebut, akhirnya Ernest hitung biaya yang dikeluarkan Sorba dalam proses pencairan May Bank yaitu menebus sertifikat 1,2 miliar dengan bunga denda 300 juta, total 1.5 miliar (Tanpa rincian dr Bank BPR daerah Roxi) dengan bunga 10% 150 juta, uang dari pihak ketiga, yaitu Sorba rekan Ernest.

    Dana talangan membengkak menjadi 1 milyar 650 Juta, 250 Juta Oma untuk Iwan juga Ernest pinjam 150 Jt, semua dibebankan ke Oma hingga dinyatakan total keseluruhan membengkak menjadi 2.5 miliar yang akan dipotong dari pencairan May Bank, Bahkan ada Jasa oknum marketing May Bank Nabila (berhenti ketika Oma Lusiana Lappran di Polda Metro Jaya) sebesar 7% dari pencairan yang juga dibebankan ke Oma Lusiana.

    “Pada bulan Januari 2024, Oma Lusiana diajak ke kantor notaris oleh tim Ernest untuk pencairan, Dalam proses ini, anak kandung Oma (Hilda) sempat diusir dari ruang notaris dengan dalih bahwa Oma tidak memiliki ahli waris. Dalam kondisi tertekan dan tidak memahami sepenuhnya isi perjanjian, Oma dipaksa menandatangani dokumen- dokumen tanpa disertakan ahli waris, yang menurutnya “sangat mencurigakan”. Dan belakangan diketahui, perjanjian tersebut menyatakan penjualan rumah, bukan perjanjian kerja sama pinjaman seperti yang semula disepakati. “Ucap Darma Wijaya.

    Oma Lusiana juga mengaku dipaksa dan dijebak dalam proses jual beli tersebut, bahkan selesai dari Notaris diluar ada team Ernest kurang lebih ada 10 orang di lokasi notaris. Oma sempat dibisiki oleh anaknya, Hilda, yang berusaha memberitahu bahwa perjanjian tersebut penuh kejanggalan dan kemungkinan besar mengarah pada penipuan.

    Lebih tragis lagi, pada saat Oma menghadiri acara pernikahan di Singapura pada 20 Mei 2024, rumah miliknya dieksekusi secara sepihak dan secara paksa dengan merusak barang barang yang ada dirumah oleh beberapa preman yang diduga suruhan Ernest. Eksekusi dilakukan pada 24 Mei 2024 tanpa seijin Oma Lusiana, dan ketika Oma kembali ke Indonesia pada 26 Mei 2024, rumahnya telah digembok, dan semua barang-barang pribadinya di dalam rumah telah diangkut oleh kelompok yang diduga suruhan Ernest. Bahkan, dipasang pengumuman “Rumah Ini Di Jual”

    “Ironinya, diduga kuat juga ada oknum wartawan yang disebut-sebut berafiliasi dengan pihak Ernest dengan menyebarkan berita bohong bahwa Oma Lusiana telah menipu dua pengusaha muda. Tuduhan tersebut menyebar hingga ke lingkungan yang membuat RT dan RW sekitar ikut terpengaruh dan menganggap Oma sebagai penipu. Hal ini menyebabkan tekanan psikologis berat bagi Oma, yang merasa nama baiknya dihancurkan. “Tegas Darma Wijaya.

    Akhirnya Oma Lusiana melaporkan kasus tersebut ke Polda Metro Jaya pada 25 Juli 2024, dengan nomor laporan STTLP/B/4246/VII/2024/SPKT/Polda Metro Jaya. Dalam laporan tersebut, Oma mengadukan dugaan penipuan dan penggelapan berdasarkan Pasal 378 dan 372 KUHP.

    “Dari total pencairan dana sebesar Rp 5,5 miliar, ia hanya menerima Rp 1,395 miliar, dan pinjaman untuk mengambil sertifikat di BPR bengkak Menjadi 2.5 miliar dengan dalih sisanya tidak jelas, rumah Oma juga masih dikuasai oleh pihak Ernest. “Ulasnya.

    Lebih rinci Darma Wijaya juga menyayangkan proses hukum di Polda Metro Jaya yang hingga saat ini laporan tersebut mati suri dan belum ada tindaklanjutnya.

    Menyikapi persoalan tersebut, Ketua Umum FWJ Indonesia yang juga ketua tim Investigasi Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI) Mustofa Hadi Karya atau yang biasa disapa Opan mendesak Kapolda Metro Jaya segera memproses laporan STTLP/B/4246/VII/2024/SPKT/Polda Metro Jaya. Hal itu guna memberikan penjelasan keadilan serta status terlapor atas apa yang dilaporkan Oma Lusiana terhadap Ernest.

    “Kami akan kawal prosesnya, hingga korban mendapatkan keadilan sebagaimana yang dimaksud dalam kronologis perkara diatas. “Pungkas Opan.[]

    Jakarta, JSNews – 15/04/2025
    Fira Shahana Artis penyanyi kelahiran Palembang ,dilahirkan besar  dan didik secara disiplin oleh sang ayah dan ibu Krn ayah seorang anggota dr kesatuan purnawirawan polisi militer dan ibu yg juga bekerja saat itu
    .terlatih mandiri dan disiplin dr kecil hingga bisa raih kesuksesan dlm  berbagai bidang , Karna berkat support dan dorongan dari  org tua ,terutama harus tanamkan (sikap DISIPLIN, JUJUR DAN MANDIRI ) Sebagai modal dasar dlm hidup  untuk sukses. berawal dr usia 5 tahun  sudah menjadi perwakilan sekolah untuk isi acara d RRI PALEMBANG
    kemudian merambah hingga SMP ikut berbagai perlombaan vokal ,dan pernah menjuarai BINTANG RADIO TELEVISI Sumatra Selatan, PERNAH MENJUARAI MISS TALENT  INDONESIA  2020 ,IMB BERBAKAT 2023, JUARA  TARI PERWAKILAN PROVINSI Bangka belitung , DAN BERBAGAI PRESTASI LAINNYA
    Di tahun  2021 Fira merambah ke dunia (publik speaking) menjadi  presenter dan mc , pertama kali jd host di TVRI Bangka Belitung di program musik hiburan ALUNAN 21 TVRI BABEL ,dan terus berlanjut hingga sekarang menjadi HOST ,MC dan presenter ( job  event SBG MC wedding ,host program olah raga bola kaki event pemerintahan


    PROV.babel  )dan baru baru ini menjadi ANOUNCER FUN FIGHTER 2025 vol 2 DI BABEL
    Selain aktif menjadi penyanyi saya juga menekuni bidang olah raga Sebagai  instruktur  dan sering berkolaborasi dengan pemerintahan untuk event daerah  Serta aktif juga di film pendek Bangka di tv lokal  dan pernah bergabung dilayar lebar produksi BANGKA BELITUNG


    Di akhir tahun  2024 terakhir shooting LAYAR LEBAR BANGKA yg bisa ditonton di bioskop bioskop Indonesia , bekerja Sama dengan AFICI ENTERTAINMENT BABEL disutradarai oleh Bram ferino
    Fira aktif sebagai coach model hingga membawa beberapa siswa model untuk lomba di tingkat nasional dan Alhamdulillah setiap model pernah meraih juara 2 dan Juara 3 model dewasa atas nama Rizaldo dan cahaya,dan juara intelegensia Kat anak usia 4 tahun atas nama Baim ,untuk vokal juara 1 atas nama vanina,


    juara 2 ZIRRA dan  juara 3 Meher DI TINGKAT NASIONAL dan Alhamdulillah Desember 2023 ZIRRA DAN VANINA Di berikan kesempatan  kami dipertemukan dengan produser besar sekaligus pengacara management saya firman blank hingga sekarang  kita bisa mempunyai singel lagu sendiri sampai masuk dapur rekaman label ternama @firman _blank
    Ucap Fira Shahana menutup wawancara kami

    Jakarta, JSNews– Faisal Sebagai Direktur PT. Visitama dilaporkan dan telah ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus dugaan pemerasan, penipuan, dan atau penggelapan di Polda Metro Jaya, Minggu,(13/04/2025).

    Kasus yang menjerat Faisal ini atas laporan Polisi oleh Fahd A Rafiq yang juga merupakan sahabat dari Faisal, yang merupakan mantan Narapidana dalam kasus korupsi proyek pengadaan Al Quran dan proyek Insfratruktur di Provinsi Aceh.

    Dalam perjalanan kasus yang menjerat Faisal tersebut, diduga dalam proses penetapan tersangka terhadap dirinya, Fahd A Rafiq terindikasi memanfaatkan kedekatannya dengan Kapolda Metro Jaya sebagai backing atas usahanya menghancurkan Faisal, warga Aceh yang tinggal di Jakarta ini.

    “Di depan saya, penyidik ditelepon Fahd A Rafiq, di-loudspeaker agar kami dengar, dia bilang ‘apa kendalanya, tetapkan saja Faisal sebagai tersangka, tangkap, tahan dia, gabungkan saja di sel bersama pencuri ayam di sana’, dan kanit bersama panit dan penyidik kalang-kabut tidak berani menolak permintaan Fahd itu,” ungkap Advokat Irwansyah, S.H yang merupakan kuasa hukum tersangka.

    Lebih lanjut, Irwansyah, S.H menambahkan bahwa Sespri Kapolda Metro Jaya juga setiap saat menelepon Kanit menanyakan apa kendalanya dan meminta agar terlapor Faisal segera ditersangkakan dan langsung ditahan.

    Irwansyah juga mengungkapkan kekecewaannya atas penerapan hukum di Polda Metro Jaya yang bisa diintervensi oleh orang luar, yang adalah mantan narapidana. Polisi terlihat tidak mampu menolak perintah si koruptor proyek pengadaan Kitab Suci Alquran, Fahd A Rafiq, tersebut.

    “Padahal, kasusnya hanya terkait dugaan pelanggaran Pasal 378 yang ancamannya di bawah 5 tahun, tapi prosesnya begitu kilat. Hari ini dipanggil sebagai saksi terlapor, langsung gelar perkara tanpa memeriksa saksi lainnya, ditetapkan tersangka, dan langsung dikeluarkan perintah penahanan. Hukum koq dibuat sesuka-sukanya begini hanya karena desakan dari orang lain yang kebetulan dekat dengan Kapolda,” tambah Irwansyah dengan nada sangat kecewa atas perlakuan polisi terhadap klien-nya.

    Kasus perseteruan yang dihadapi Direktur PT. Visitama (Faisal – red) dengan Fahd A Rafiq yang adalah juga sebagai Komisaris PT. Visitama, berikut dituturkan kronologi kejadian sebagaimana informasi yang dikumpulkan pewarta dari terlapor, keluarga, dan pengacara terlapor.

    Perkara bermula dari sebuah perusahaan bernama PT. Iluva yang dipimpin oleh Irwan Samudra menjalin kerja sama dengan PT. Visitama, milik Faisal sebagai Direktur dan Fahd A Rafiq sebagai Komisaris. Perusahaan ini bergerak di bidang pertambangan dengan lokasi operasi di Kalimantan.

    Pada perkembangannya, Irwan Samudra mempunyai utang ke PT. Visitama. Untuk memenuhi kewajiban melunasi utangnya di saat jatuh tempo, Irwan Samudra meminta bantuan Faisal meminjamkan dana talangan dengan janji akan dibayar kembali kepada Faisal yang sudah berbaik hati meminjamkan dananya. Karena merasa kasihan dan sebagai rasa solider sesama pengusaha, Faisal dengan tulus langsung meminjamkan uang pribadinya kepada Irwan Samudra.

    Sebagai sesama pengusaha di bidang pertambangan, Faisal juga telah beberapa kali meminjamkan uang secara tunai kepada Irwan Samudra saat dia datang meminjam dana untuk berbagai keperluan. Dia juga pernah menawarkan beberapa jam tangan sebagai jaminan pinjaman uang, tapi ditolak dan dikembalikan oleh Faisal.

    “Setelah pinjaman diberikan, kemudian Sdr. Irwan Samudra kembali datang ke rumah saya dan menyampaikan bahwa hutang dengan PT. Visitama sudah selesai dan menceritakan bahwa pekerjaannya masih berjalan dan tinggal menunggu pembayaran batubara, dan ada juga pekerjaan di Jogja terkait galian pasir. Irwan juga menjelaskan kepada saya bahwa dia punya kewajiban untuk membayar utangnya kepada saya sebesar Rp.1.700.000.000,- sudah termasuk keuntungan,” turur Faisal dalam resume kronologi awal mula kasus yang dihadapinya.

    Singkat cerita, Irwan Samudra menyicil hutang kepada Faisal, hingga tersisa hutang sekitar Rp.1.250.000.000. (satu milyar dua ratus lima puluh juta rupiah). Untuk melunasi sisa utang tersebut, Irwan Samudra membuka dua lembar cek dan menyerahkan kepada orang kepercayaan Faisal, bernama Rahmadsyah Putra alias Carlos, masing-masing bernilai Rp.600.000.000 (enam ratus juta rupiah). Irwan Samudra juga menjanjikan dana cash Rp. 50.000.000 (lima puluh juta rupiah). Dana cash tersebut tidak kunjung dibayarkan.

    Saat kedua lembar cek akan dicairkan ke bank, ternyata keduanya adalah cek kosong alias belum ada dananya di bank terkait. Irwan Samudra beberapa kali menjanjikan untuk mencairkan cek tersebut namun selalu meleset dan belum terlunaskan. Untuk kelalaian ini, Faisal membuat laporan polisi dengan terlapor Irwan Samudra di Polsek Cilandak, Jakarta Selatan.

    “Atas laporan itu, istri Irwan Samudra bernama Nova Herliana Samudra datang ke rumah saya untuk mengajukan perdamaian dengan memberikan 1 (satu) lembar Surat Pernyataan, tertanggal 15 Februari 2022. Kemudian terjadi perdamaian antara saya dengan Irwan Samudra. Irwan Samudra mengantarkan 1 (satu) unit mobil Kijang Inova warna Hitam dengan Nopol B-2982-SI, nomor rangka MHF6W8EM5K1026859, nomor mesin 1TRA630217, atas nama Irwan Samudra ke rumah saya, diterima oleh Rahmadsyah Putra,” imbuh Faisal.

    Pelunasan itu tidak berjalan mulus sebagaimana yang dijanjikan. Irwan Samudra bahkan beberapa kali menghubungi Faisal melalui pesan WhatsApp dengan nomor kontak 0812-8190-0777, menyampaikan kesulitan yang dihadapinya. “Pak Faisal, ini Irwan dan mohon maaf saya tidak beri kabar. Saya belum dapat kerja lagi, mohon sekiranya saya dikasih waktu lagi. Sekali lagi mohon maaf dan mohon untuk sekian kalinya kebaikan dari bapak terima kasih.” Demikian tulis Irwan Samudra ke Faisal pada bulan April 2024.

    Sebelum itu, pada Januari 2024 Irwan Samudra mengirim pesan permintaan bantuan lowongan kerja ke Faisal. “Asalamualaikum bang, saya sampe sekarang belum ada dana yang bisa dibayar, saya ada kemampuan kerja, kalau saya masih belum bisa juga, saya ikut abang sampe saya bisa lunasin, saya juga siap, mohon maaf bang, disuruh apa siap.” Tulis Irwan Samudra dengan nada sangat membutuhkan bantuan ke Faisal.

    Namun anehnya, Faisal yang adalah pihak yang dirugikan dalam persoalan itu, malah dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Irwan Samudra. Surat Penetapan Tersangka telah diterbitkan dengan nomor S.Tap/S-4/550/IV/2025/Ditreskrimum/Polda Metro Jaya tanggal 11 April 2025 tengah malam, dan Surat Perintah Penahanan Nomor: SP.HAN/S-7/481/IV/2025/Ditreskrimum/Polda Metro Jaya tanggal 12 April 2025 tengah malam itu juga. Dalam penetapan tersangka, Faisal dijerat dengan Pasal 368 dan atau Pasal 378 dan atau Pasal 372 KUHpidana.

    Polda Metro Jaya menerima laporan yang mengatasnamakan Irwan Samudra dari seorang karyawan PT. Visitama, karyawan Faisal sendiri, bernama Yosita Theresia Manangka, Laporan Polisi Nomor LP/B/1638/III/2025/SPKT/POLDA METRO JAYA, tanggal 7 Maret 2025. Selanjutnya, dalam waktu singkat Polda Metro Jaya langsung memproses laporan itu melalui Surat Perintah Penyidikan Nomor SP. Sidik/S-1.1./1190/IV/2025/Ditreskrimum/Polda Metro Jaya, tanggal 8 April 2025, dan Surat Perintah Tugas Penyidikan Nomor SP.Tugas/S-1.2./4802/IV/2025/Ditreskrimum/Polda Metro Jaya, tanggal 8 April 2025.

    Perkara pidana yang dituduhkan adalah bahwa terlapor Faisal, mengatasnamakan Fadh El Fouz alias Fahd A Rafiq, meminta uang produksi penambangan batubara Rp. 30.000 (tiga puluh ribu rupiah) x 60 ribu metric ton batubara, total kurang lebih sebesar Rp. 1.800.000.000 (satu milyar delapan ratus juta rupiah) kepada Irwan Samudra. “Hal tersebut tidak pernah terjadi dan saya adalah korban dari kezoliman orang lain yang menuduh saya sebagai penipu sesuai dengan pasal 378 KUHP yang disangkakan kepada saya sampai saya ditahan oleh penyidik Resmob Unit 2 Subdit Tahbang/Resmob,” ujar Faisal membantah tuduhan tersebut, seraya menambahkan bahwa faktanya dalam kasus itu dirinyalah yang dirugikan, karena sampai sekarang uang yang dipinjam pelapor Irwan Samudra belum dikembalikan semua kepadanya.

    Tidak Ada Postingan Lagi.

    Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.