Bogor, JSNews – Komunitas Ok Style (OS) menggelar kegiatan kopi darat (kopdar) sekaligus memperingati milad ke-4 tahun dengan tema “Menjalin Silaturahmi dan Happy Bareng” di kawasan Puncak, Bogor, pada akhir pekan lalu. Kegiatan ini turut didukung oleh Komunitas Generasi Santuy (GS) yang berperan aktif dalam menyukseskan acara tersebut.

Kopdar perdana komunitas OS ini dilangsungkan di Villa Josyena, yang beralamat di Kampung Cipari No. 73 RT 03/03, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan, Rabu (22/10/2025).

Alexa, Ketua Komunitas GS yang juga bertindak sebagai Wakil Ketua Panitia 2 dan pembawa acara (MC), menjelaskan bahwa acara ini menjadi momen penting bagi komunitas OS.

“Kopdar ini adalah yang pertama kalinya sekaligus dalam rangka milad ke-4 Komunitas Ok Style. Kami adakan di Cisarua Puncak agar suasananya lebih santai dan penuh keakraban. Alhamdulillah, acara berjalan lancar, aman, dan tertib,” ujar Alexa.

Alexa juga menyampaikan apresiasi kepada para tamu undangan yang telah hadir, baik dari kalangan komunitas lain, perorangan, maupun instansi.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan dukungannya. Semoga ke depan kita bisa terus menjalin silaturahmi dengan kegiatan yang lebih baik lagi. Mohon maaf bila ada kekurangan dalam penyambutan maupun konsumsi,” tambahnya.

Tak lupa, Alexa juga memberikan apresiasi khusus kepada Tim Media GS yang telah membantu mendokumentasikan seluruh rangkaian acara.

Susunan Panitia Milad ke-4 Komunitas Ok Style:

  • Founder: Santyan
  • Penasihat: Ayah Nur
  • Ketua Panitia: Intan
  • Wakil Ketua 1: Bontot
  • Bendahara: Yanno
  • Wakil Ketua 2 & MC: Alexa
  • Konsumsi: Rina & Alung
  • Dokumentasi: Tim Media GS
  • Pengacara: Tim OS

Daftar Tamu Undangan yang Hadir:

  • Felix (Generasi Santuy/GS)
  • Herbi (FORTUNE)
  • Rio Bintang (Black Family/BF)
  • Mak Imeh (Ok Style)
  • Delga (WBS)
  • Mario (GT)
  • Boy (BM)
  • Bunda Bayu (Damai di Hati)
  • Windy (Oreo)
  • Zarimah (Lolypop)
  • Yaya Bule (Hiling Hiling)
  • Evi Epoy (Tiga Berlian)
  • H. Kusuma Dewi (Pak Sadul/New Batavia)
  • Chogan (Ngelenong)

Acara ini menjadi bukti kuatnya solidaritas antar komunitas dan semangat kebersamaan dalam membangun ruang pertemuan positif di kalangan masyarakat.

banner 468x60

Jakarta, JSNews – Organisasi Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) yang merupakan salah satu organisasi pemerhati dunia Pendidikan di Indonesia, memberikan tangapan dan sikapnya terkait kasus viral Kepala Sekolah SMAN 1 Cimarga, Dini Fitri menampar muridnya yang ketahuan merokok dalam sekolah di Kabupaten Lebak, Banten.

Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) sebagai organisasi yang selalu peduli terhadap kemajuan pendidikan dan perlindungan seluruh insan pendidik serta peserta didik di
seluruh wilayah Indonesia, menegaskan dan berkomitmen bahwa sekolah adalah lingkungan pendidikan yang harus bebas dari rokok, kekerasan, Bullyng, Narkoba, geng motor, sex bebas dan perilaku tidak mendidik.

“Kami mendukung penegakan disiplin oleh pihak sekolah terhadap setiap pelanggaran tata tertib, termasuk larangan merokok, namun kami menolak segala bentuk kekerasan fisik maupun verbal dalam proses pendidikan. Teguran dan sanksi seharusnya diberikan dengan cara yang edukatif, proporsional, dan sesuai dengan prinsip perlindungan anak,”ujar Ir.Agung Karang, Ketua Umum Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) yang didampingi oleh Dandy Chapryanto. H.SH.MH Ketua DPW GPIB PROVINSI DKI JAKARTA ke awak media melalui pres rilisnya, Senin, (19/10/2025).

Lebih lanjut, Agung mengapresiasi dedikasi guru sebagai pendidik yang berperan membentuk karakter bangsa.

“Namun, kami mengingatkan bahwa
guru juga perlu mendapat perlindungan moral dan hukum, serta pendampingan psikologis apabila menghadapi tekanan atau
situasi emosional dalam menjalankan tugas. Guru bukan musuh siswa, tetapi mitra dalam membangun masa depan mereka,”tuturnya.

“Mendorong orang tua untuk turut berperan aktif dalam pembinaan anak, baik di rumah maupun di sekolah. Perilaku siswa di sekolah merupakan cerminan dari pembentukan karakter di lingkungan keluarga. Oleh karena itu, sinergi antara orang tua dan
guru menjadi kunci dalam menjaga disiplin dan nilai-nilai moral peserta didik,”imbuhnya.

Agung juga menyesalkan adanya tindakan hukum yang berlebihan tanpa terlebih dahulu mengedepankan mediasi. Kami mengimbau agar
kasus seperti ini diselesaikan secara restoratif, dengan melibatkan pihak sekolah, orang tua, dan dinas pendidikan, agar tercipta
penyelesaian yang mendidik dan berkeadilan bagi semua pihak.

“Mengimbau siswa untuk menyalurkan aspirasi secara tertib dan bermartabat. Aksi solidaritas atau demonstrasi hendaknya tidak
mengganggu kegiatan belajar mengajar, melainkan diarahkan menjadi dialog terbuka dan forum pembelajaran demokrasi yang
sehat,”himbau Agung Karang.

Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) menyerukan kepada seluruh elemen pendidikan di DKI Jakarta untuk menjadikan peristiwa ini sebagai momentum evaluasi
bersama, dalam membangun sistem disiplin sekolah yang tegas namun tetap berlandaskan kasih, komunikasi, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.

Jakarta, JSNews – Tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, menjadi pondasi yang menentukan arah perjalanan pemerintahan dalam lima tahun ke depan. Program-program strategis seperti Swasembada Pangan, Swasembada Energi dan peningkatan SDM dijalankan secara tegas dan terukur.

Peneliti Litbang Kompas Agustina Purwanti mengatakan bahwa banyak hal nyata yang telah dilakukan Kementan, terutama dalam memperkuat ketahanan pangan. Apalagi tingkat keyakinan terhadap kemampuan Kementan dalam meningkatkan kesejahteraan petani mencapai 77%.

“Publik melihat ada keseriusan dari pemerintah dalam menangani program pangan. Dukungan anggaran yang besar, mencapai lebih dari Rp 130 triliun tahun ini, menjadi bukti komitmen nyata pemerintah,” jelas Agustina.

Menurut Pengamat Pangan Universitas Andalas, DR. Muhammad Maki, kebijakan pemerintah dalam menjaga harga gabah, memperluas mekanisasi dan memperkuat dukungan bagi petani telah mendorong peningkatan produktivitas sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Arah kebijakan pertanian pemerintah saat ini telah memberikan ketenangan dan rasa percaya diri baru bagi petani. Saat ini dari aspek petani, panen, ada jaminan harga pembelian dari pemerintah yang cukup tinggi. Itu menenangkan dan memotivasi,” tuturnya.

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengatakan, melalui Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 14 Tahun 2025 tentang Kerja Sama Pengelolaan Bagian Wilayah Kerja untuk Peningkatan Produksi Minyak dan Gas Bumi, pemerintah mendorong perbaikan tata kelola sumur minyak rakyat agar lebih tertib, aman, dan berkelanjutan.

“Penguasaan sumber daya alam harus dilakukan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat”, tutur Bahlil.

Disisi lain, dalam rangka mendorong peningkatan SDM sekaligus ekonomi daerah, Presiden Prabowo juga fokus pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Terkait hal itu, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan langkah strategis pemerintah untuk memastikan anak-anak Indonesia tumbuh sehat dan cerdas. “Makan Bergizi Gratis pada dasarnya adalah penyediaan makanan bergizi tanpa biaya. Program ini lahir dari pengalaman saya selama bertahun-tahun berkampanye,” ujar Presiden Prabowo.

Hingga pertengahan Oktober 2025, pemerintah sendiri telah membangun 11.900 dapur MBG yang melayani 35,4 juta anak dan ibu hamil.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa sebanyak 41,89 juta masyarakat di Indonesia telah menjalani pemeriksaan kesehatan melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Program ini menjadi salah satu prioritas utama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam meningkatkan deteksi dini penyakit dan kualitas layanan kesehatan masyarakat.

“Kalau yang pertama, yang paling besar itu adalah program cek kesehatan gratis. Ini data yang saya lihat dua hari yang lalu, yang daftar 44 juta sekian, yang sudah diperiksa 41 juta. Jadi banyak sekali ini ya,” kata Budi. [-RWA]

Jakarta Utara, JSNews – 19 Oktober 2025 — Ribuan peserta mengikuti ajang lari tahunan MAG Run ke-9 yang digelar di kawasan Mall Artha Gading, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Minggu (19/10/2025). Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati ulang tahun Mall Artha Gading tahun 2025.

Ajang olahraga ini diikuti sekitar 2.000 peserta dengan dua kategori, yaitu Run 5K untuk dewasa dan Run 2K untuk anak-anak. Acara dimulai pukul 06.00 WIB dengan titik start dan finish di area parkir Lobby Persia Mall Artha Gading.

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Walikota Jakarta Utara Hendra Hidayat, Dandim 0502/Jakarta Utara Kolonel Inf Dony Gredinand, S.H., M.Tr.(Han)., M.I.Pol., Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Erick Frendriz, S.I.K., M.Si., serta jajaran Forkopimko Jakarta Utara lainnya.

Selain kegiatan lari, panitia juga menghadirkan berbagai acara pendukung seperti zumba, live music, games, doorprize, hingga penampilan band penutup. Kegiatan berlangsung meriah dan penuh antusiasme dari peserta dan pengunjung.

Pengamanan kegiatan melibatkan 59 personel gabungan dari Kodim 0502/Jakarta Utara, Polsek Kelapa Gading, Pokdarkamtibmas, dan petugas keamanan Mall Artha Gading. Seluruh rangkaian acara berjalan dengan aman, tertib, dan lancar hingga berakhir pukul 09.00 WIB.

MAG Run ke-9 menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan, gaya hidup sehat, dan kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI–Polri, serta masyarakat Jakarta Utara.3

Jakarta, JSNews – DPP Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) mengelar rapat resaffel untuk meremajakan kepengurusan, yang dilaksanakan bertempat di di Atap Coffee & Eatery Jl.Curug Raya No.24 RT.008/RW.002 Jaticempaka, Kecamatan Pondok Gede, Kalimalang, Kota Bekasi, Sabtu, (18/10/2025).

Rapat resaffel tersebut digelar buntut pasca mundurnya beberapa pengurus di Kepengurusan Pusat, Selain di hadiri Ketua Umum DPP Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) Ir.Agung Karang juga di hadiri Dewan Pembina DPP GPIB Dr. Anto Suroto, SE, SH berserta pengurus di tingkat DPP diantaranya Rika Rachmawati, SE, R.H Ario Yuniarto, SH, MH, Drs.Abdul Hapid,SH.MH, Marsahid, Hartadi,SH,MH, Reni Dewayani,SH,M.K.N, dan Dicky.

Dalam rapat resaffel tersebut tercapai mufakat dari pengurus yang hadir, untuk meremajakan kepengurusan yang kosong di tingkat DPP Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB).

Adapun beberapa Kepengurusan yang diremajakan pasca mundurnya beberapa pengurus antara lain adalah :

Dewan Penasehat :
1.Prof. DR.Tjipto Sumadi
2 Prof.DR.Imam. S.Psy
3 Prof DR David
Darmawan
4 AYS.Prayogi

Ketua Umum : Ir.Agung Karang
Sekjen : Drs.Abdul Hapid,MH
Waksekjen : Rika Rachmawati, SE
Bendum : Kh.Achmad Syouqi,LC,M.Pd
Wabendum 1 : R.H Ario Yuniarto, SH, MH
Wabendum 2 : Revilla Deliza
Ketua 1 OKK : Marsahid
Ketua 2 Bidang Hukum dan Advokasi : Hartadi,SH,MH dan Reni Dewayani,SH,M.K.N.
Ketua 3 Humas : Tina Permatasari, SE. S.Kom
Ketua 4 Hubungan Antar Lembaga : Dicky
Ketua 5 Kurikulum, Literasi, Olahraga, Seni Budaya : Dr.Leonard
Ketua 6 Bidang Sosial : Purwadi

Selepas rapat resaffel Kepengurusan di tinggkat DPP Gerakan Indonesia Baru (GPIB), Ketua Umum DPP Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) membenarkan bahwa telah dilaksanakan rapat resaffel kepengurusan ditubuh DPP GPIB.

“Selamat kepada pengurus DPP.GPIB yang baru, semangat baru, jalankan organisasi yang mulia ini dengan kompak, solid, Bersatu, kerjasama yang baik penuh rasa tanggung jawab, rasa self Belonging yaitu rasa mencintai dan memiliki organisasi, Gotong Royong dalam kebersamaan,”ucap Agung Karang.

Lebih lanjut dikatakan untuk koordinator Departemen dan anggota nya akan menyusul.

“Saya yakin organisasi GPIB ini akan maju dan bermanfaat bagi Pendidikan di Indonesia sebagai mitra Pemerintah,”tandasnya.

JSNes-Konferensi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ke- IX Cabang Jakarta Selatan, Abdul Muis terpilih Sebagai Formatur. Hal tersebut dengan hasil Konfercab yang di gelar di Cikini Menteng Jakarta Pusat Sekertariat bersama Cilosari 17 pada hari kamis (16/02/2025).

Dengan melalui proses Dinamika panjang dan pada Akhirnya Abdul Muis terpilih sebagai Formatur HMI Cabang Jakarta selatan Periode 2025-2026. Abdul Muis tersendiri merupakan kader aktif dari komisariat Universitas Indraprasta PGRI, dan Subandi Ahmad Fathoni Lie Katmas terpilih sebagai Mide Formatur I merupakan kader aktif dari komisariat Az-Zahrah.

Momentum Konfercab ini merupakan hal terpenting dalan prosesi Pemilihan Formatur/Ketua Umum terbaru, yang dimana para anggota aktif HMI dari berbagai komisariat dalam lingkup Jakarta Selatan Memilih sosok pemimpin yang menjadi tonggak pergerakan Organisasi di tingkat Cabang Jakarta Selatan

Abdul Muis yang terpilih sebagai Formatur/Ketua Umum HMI Cabang Jakarta Selatan berkomitmen bahwa HMI Cabang Jakarta Selatan harus melakukan Kolaborasi antar sesama kader HMI Se-Jaksel, Begitupun juga dengan Cabang dan Komisariat harus menjadi satu-kesatuan tidak ada batasan yang membuat komunikasi menjadi terhambat yang Akan berpotensi kurangnya harmonisasi antar kader HMI Jaksel. HMI kolaborasi ini bukan hanya sekedar slogan tetapi suatu kewajiban

HMI kolaborasi yang di gagas oleh Abdul Muis Formatur/Ketua Umum terpilih di sambut hangat oleh peserta forum konfercab dari berbagai komisariat dan menjadi harapan besar bagi mereka kepada abdul Muis membawa semangat baru dalam penguatan kaderisasi dan kontribusi sosial lebih luas.

JAKARTA –JSNews

Sanggar Santanah resmi merilis lagu ” Mars Santanah ” yang diciptakan oleh pendiri sekaligus Ketua Sanggar Santanah, Aloysius Hieng. Lagu ini diharapkan menjadi sarana edukasi sekaligus semangat pelestarian budaya tradisional Indonesia.

Dalam keterangan kepada media, Theresia Yunita Ercilia atau yang akrab disapa Lia, menjelaskan bahwa kehadiran Mars Santanah memiliki makna mendalam bagi para penikmat musik tradisional.

“Lagu ini tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga mengedukasi dan mengajak masyarakat untuk lebih mencintai serta menjaga adat dan budaya Nusantara,” ujar Lia, Jumat (17/10/2025).

Lebih lanjut, Lia memaparkan filosofi di balik logo Sanggar Santanah yang memiliki tiga makna utama, yakni kesederhanaan, semangat, dan cita-cita besar. “Filosofi ini kami bawa juga dalam musik dan aktivitas seni di sanggar,” tambahnya.

Dalam Mars Santanah, instrumen yang digunakan merupakan alat musik tradisional kampung seperti ukulele, gendang, gambus, benyol, lektor, suling, dan giring-giring. Kombinasi instrumen tersebut menghadirkan nuansa khas Nusantara yang kental dan autentik.

Sebagai bagian dari generasi muda yang bergabung di Sanggar Santanah, Lia menyampaikan apresiasinya atas kesempatan untuk berkarya dan berkontribusi dalam pelestarian budaya.

“Harapan saya, kehadiran Sanggar Santanah bisa menjadi pemantik semangat bagi generasi muda agar terus mencintai dan mewariskan budaya, tidak hanya di lingkup lokal, tetapi juga hingga ke kancah internasional,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Aloysius Hieng hadir bersama putranya Kalebtus Hieng dan keluarga. Ia berpesan kepada Lia, yang juga merupakan keponakannya sekaligus pelantun lagu Mars Santanah, agar selalu mengingat akar budaya dan sejarah bangsa.

“Jangan pernah melupakan sejarah dan adat budaya warisan para leluhur, karena adat dan budaya adalah jati diri serta identitas bangsa,” ujar Aloysius Hieng.

Melalui Mars Santanah, Sanggar Santanah berharap dapat terus menumbuhkan kecintaan terhadap seni dan budaya tradisional di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda.

Jakarta Utara,JSNews – Dalam semangat membangun ekonomi berbasis gotong royong, Kodim 0502/Jakarta Utara bersama Forkopimko melaksanakan kegiatan Peletakan Batu Pertama pembangunan 800 Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Tahun Anggaran 2025, yang berlangsung di Jl. Danau Bisma Blok E Kav. 12B, Kelurahan Papanggo, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (17/10/2025).

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Dandim 0502/JU Kolonel Inf Dony Gredinand, S.H., M.Tr.(Han)., M.I.Pol., turut dihadiri Walikota Jakarta Utara Bpk. Hendra Hidayat, Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Erick Frendriz, S.I.K., M.Si., Kasrem 052/Wijayakrama Kolonel CBA Rully Kusuma Jaya, S.H., M.M., serta jajaran pejabat TNI-Polri, pemerintah daerah, dan tokoh masyarakat setempat.

Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan doa, sambutan-sambutan, hingga kegiatan Zoom Meeting bersama 800 titik lokasi serupa di seluruh Indonesia. Dalam kesempatan itu juga dilakukan penekanan tombol sirine, pemutaran video animasi pembangunan, serta prosesi simbolis peletakan batu pertama.

Melalui sambungan Zoom Meeting, Menteri Desa Tertinggal RI Yandri Susanto, Menteri Koperasi RI Fery Yulianto, dan Direktur Utama Agrines Pangan Nusantara Joao Mota menyampaikan dukungan penuh terhadap program Koperasi Merah Putih yang dicanangkan oleh Presiden RI Prabowo Subianto melalui Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025. Program ini menjadi tonggak awal pembangunan pusat ekonomi rakyat di tingkat desa dan kelurahan sebagai bentuk implementasi ekonomi Pancasila dan gotong royong.

Dandim 0502/JU menyampaikan bahwa pembangunan Koperasi Merah Putih merupakan bentuk nyata kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional dari tingkat akar rumput. “Koperasi Merah Putih bukan sekadar bangunan fisik, tetapi simbol semangat persatuan, kemandirian, dan kepedulian sosial yang menjadi fondasi bangsa,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung aman dan lancar, dengan pengamanan gabungan dari Kodim 0502/JU, Polsek Tanjung Priok, Intel gabungan, serta FKDM Kelurahan Papanggo.

Program Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat menuju Indonesia yang berdaulat dan maju, sejalan dengan semangat TNI Prima, TNI Rakyat Indonesia Maju.

TANGERANG |JSNews

Sidang perdata PMH dengan nomor perkara 84/pdt.G.S/2025/Pn.Tng dengan penggugat Ricky melawan Lusiana Bn Candi Kencana sebagai tergugat dilaksanakan melalui Ecourt di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Jl. Taman Makam Pahlawan Taruna No.7, Sukasari, Kec. Tangerang, Kota Tangerang, pada hari Rabu (15/10/2015).

Hakim tunggal yang dipimpin oleh Dedy Heriyanto S.H menilai dalam surat gugatan penggugat tidak terlihat uraian secara lengkap dan jelas (kabur).

Dalam petikan putusan mengatakan, “karena tidak ada uraian secara lengkap dan jelas tentang obyek sengketa yakni uang dana titipan sejumlah Rp.480.000.000,00 (empat ratus delapan puluh juta rupiah), Hakim menilai terhadap gugatan Penggugat adalah kabur/tidak jelas.

Sepatutnya gugatan Penggugat dinyatakan tidak dapat diterima (niet
ontvanklijke verklaard);
Menimbang, bahwa oleh karena gugatan Penggugat dinyatakan tidak dapat diterima (niet ontvanklijke verklaard), maka Penggugat adalah di pihak yang kalah.

Hakim juga menghukum Penggugat membayar biaya perkara sesuai dengan Perma Nomor 2 Tahun 2015 Jo. Perma Nomor 4 Tahun
2019 serta peraturan perundang-undangan lainnya, bahwa:

MENGADILI

  1. Menyatakan gugatan Penggugat tidak dapat diterima;
  2. Menghukum Penggugat untuk membayar biaya perkara yang sampai hari ini ditetapkan sejumlah Rp. 284.000,00 (dua ratus delapan puluh empat ribu rupiah);

Sementara tergugat Oma Lusiana bn Candi Kencana perempuan lansia berusia 78 tahun saat mengetahui hasil putusan sidang gugatan PMH atas dirinya sebagai tergugat langsung mengucap rasa syukur, “Alhamdulillah, hakim memutuskan dengan sangat bijak dan Obyektif, sesuai dengan bukti-bukti (data/fakta) dipersidangan, kalaupun dari penggugat tidak puas dengan hasil putusan ini dan nantinya akan melakukan keberatan, itu hak dia (Ricky) sebagai penggugat, tapi saya tetap optimis tidak pernah melakukan apa yang penggugat tuduhkan terhadap saya, “Ucap Oma Lusiana saat dikonfirmasi, Rabu (15/10/2025).

Lebih lanjut, Oma meyakini dirinya justru telah dirugikan secara materiil dan moril oleh penggugat, langkah selanjutnya kata Oma Lusiana pihaknya akan minta pendamping oleh FWJ Indonesia untuk melakukan gugatan balik, apakah itu membuat Laporan Kepolisian Pidana atau melakukan gugatan wanprestasi sebagai bentuk kepastian hukum atas dirinya yang sudah dicemarkan nama baiknya oleh tergugat.

Terpisah, Ketua Umum FWJ Indonesia Mustofa Hadi Karya atau yang biasa disapa Opan ketika dikonfirmasi atas pendampingan terhadap Oma Lusiana merespon baik, bahkan pihaknya pernah menyuratkan Mahkamah Agung (MA), Komisi Yudisial (KY) dan Ketua PN Tangerang sebagai bentuk pengawasan perkara nomor 84/Pdt.G.S.

Opan juga menyinggung terkait sertifikat sebidang tanah kosong (SHM) Nomor 1639 atas nama Maria bn Candi Kencana yang masih dipegang oleh penggugat untuk segera dikembalikan ke tergugat.

“Kita bisa melihat dari sudut perbankan, dimana jika seseorang membungakan uang dalam suatu pinjaman kali berijin dan dibawah pengawasan OJK sah-sah saja karena itu sudah diatur dalam menurut hukum Negara, itu pun suku bunga ditentukan berapa kisaran bunga tertinggi yang berlaku. Singgungnya

Lebih rinci kata Opan dalam perkara dan kasus Oma Lusiana, dia menuding perbuatan penggugat sebagai lintah darat dengan kiasan menepuk air terciprat muka sendiri. Hal itu karena Pengugat dengan sengaja menggugat Oma Lusiana melalui PMH dengan dugaan penipuan dan pengelapan, tapi justru malah sebaliknya.

“Faktanya penggugat merekayasa jumlah pinjaman dan angsuran yang sudah dibayarkan. Bahkan penggugat diduga telah melakukan dibawah tekanan yang berujung adanya perampasan dari hak-hak Oma Lusiana sehingga sertifikat SHM milik tergugat diberikan untuk jaminan tanpa adanya ijin perbankan (ilegal).

“Atas dasar itu, kami yang akan diberikan kuasa pendampingan meyakini Penggugat bisa saja dikenakan pasal 273 KUHP Baru (UU No. 1 Tahun 2023), pasal ini mengatur tentang rentenir yang meminjamkan uang tanpa izin, yang dapat dikenakan sanksi pidana penjara paling lama 1 tahun atau denda kategori III dan juga tekanan dibawah ancaman dengan Pasal Pasal 369 ayat (1) KUHP untuk pemerasan dengan ancaman pencemaran atau pengungkapan rahasia atau bisa dengan Pasal 448 UU 1/2023 sebagai objek pemaksaan dengan ancaman kekerasan atau pencemaran tertulis. “Bebernya.

Tentunya lanjut Opan, sebagai organisasi yang menjalankan profesi kontrol publik tata kelola Pemerintah menyambut baik atas permintaan wanita lansia itu. Sebagai organisasi yang mengedepankan etika profesi atas berbagai aduan masyarakat. Tentunya hal ini menjadi lumrah sesuai fungsinya. ‘Jelas Opan di Jakarta, Kamis,(16/10/2025).[]

Jakarta Utara, JSNews – Komandan Kodim 0502/Jakarta Utara Kolonel Inf H. Dony Gredinand, S.H., M.Tr.(Han)., M.I.Pol. mengunjungi Akademi Indonesia Sekolah Darurat Kartini, lembaga pendidikan yang berdiri bagi anak-anak dari kalangan tidak mampu. Dalam kunjungan tersebut, Dandim meninjau langsung kondisi sekolah sekaligus menyalurkan bantuan berupa renovasi fasilitas belajar, susu bagi para siswa, serta perlengkapan kebersihan.

Sekolah yang dipimpin oleh “Ibu Guru Kembar”, Sri Rosyati dan Sri Irianingsih, berdiri dengan semangat pengabdian sejak tahun 1990 melalui Yayasan Sanggar Kartini. Mengusung motto “Berbagi Agar Tidak Merugi Hidup di Dunia”, sekolah ini telah memberikan layanan pendidikan gratis mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA hingga Sekolah Keterampilan, bahkan kini telah berkembang menjadi Akademi Indonesia Sekolah Darurat Kartini.

Akademi ini menjadi wadah bagi remaja dari keluarga kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan tanpa biaya, dengan fokus pada pembekalan keterampilan praktis dan profesional. Cita-cita pendiriannya sejalan dengan amanat UUD 1945, yakni menjamin hak setiap warga negara untuk memperoleh pendidikan yang bermutu.

Melalui kunjungan ini, Kodim 0502/Jakarta Utara menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung dunia pendidikan dan memperkuat kepedulian sosial di wilayahnya. Sinergi antara TNI dan lembaga pendidikan masyarakat menjadi langkah penting dalam mewujudkan generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan siap membangun bangsa.

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.