Muara Enim – Suasana hangat dan penuh semangat menyelimuti acara konsolidasi dan buka bersama yang digelar oleh Partai Gelora DPD Kabupaten Muara Enim di RM All Baik Chicken, RT.002 RW.004, Ps. III Kecamatan Muara Enim, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, pada Jumat (13/3/2026). Acara ini dihadiri para kader dan simpatisan Partai Gelora Muara Enim, serta dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan partai tingkat provinsi.

Ketua DPW Gelora Sumatera Selatan (SumSel) Erza Saladin, ST, turut hadir didampingi Wakil Ketua DPW Saifurrahman, S.Pd.I, M.Pd, dan Sekretaris DPW Reni Anggraini, S.Pd. Kehadiran para fungsionaris provinsi ini menjadi bukti nyata dukungan dan perhatian DPW Gelora Sumatera Selatan terhadap perkembangan partai di tingkat daerah, khususnya di Kabupaten Muara Enim.

Dalam sambutannya, Ketua DPD Partai Gelora Muara Enim, Sabet Robert, S.E, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kehadiran para pimpinan DPW. “Kami sangat berterima kasih atas kehadiran Bapak dan Ibu dari DPW Gelora SumSel yang telah menyempatkan waktu untuk membersamai acara ini. Kehadiran kalian tentu memberikan semangat baru bagi seluruh kader dan simpatisan di Muara Enim,” ujarnya.

Sabet Robert juga menegaskan bahwa acara ini bukan hanya sekadar ajang silaturrahim, tetapi juga momen penting untuk menyatukan visi dan misi partai. “Kami berharap melalui acara ini, hubungan antar kader semakin erat dan kita bisa bekerja sama lebih baik lagi dalam menjalankan agenda-agenda partai ke depannya,” tambahnya.

Sesi konsolidasi menjadi bagian penting dari acara ini, di mana dibahas berbagai agenda kepartaian yang menjadi fokus utama saat ini. Salah satu poin krusial yang dibahas adalah pemenuhan struktur partai mulai dari tingkat DPD, DPC, hingga PAC. Selain itu, rekrutmen anggota baru juga menjadi agenda prioritas untuk memperkuat basis massa partai.

Ketua DPW Gelora Sumsel Erza Saladin, ST, dalam pidatonya memberikan arahan terkait pentingnya pemenuhan struktur dan rekrutmen anggota. “Struktur yang lengkap dan anggota yang solid adalah kunci keberhasilan partai dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Oleh karena itu, kami berharap seluruh fungsionaris di Muara Enim dapat bekerja keras dan bersungguh-sungguh dalam menjalankan agenda ini,” katanya.

Turut hadir juga dalam acara tersebut para petinggi Partai Gelora DPD Kabupaten Muara Enim, antara lain Wakil Ketua KH. Nasrullah, Lc. MA. Sekretaris Aprisal Juarsah, JR dan Bendahara Ilham Akbar Apanda, S.E. serta seluruh kepala bidang di jajaran pengurus partai.

Acara yang berlangsung dengan suasana akrab ini diakhiri dengan Buka puasa bersama. Para peserta tampak antusias dan berkomitmen untuk mendukung seluruh agenda partai demi kemajuan Partai Gelora di Kabupaten Muara Enim dan Sumatera Selatan secara umum.

Jakarta, 11 Maret 2026 – Dewan Pengurus Pusat Perkumpulan Advokat Negarawan Indonesia (DPP AdNI) menggelar kegiatan konsolidasi sekaligus buka puasa bersama dalam rangka memperingati Milad ke-1 AdNI yang berlangsung di Hotel Madani Medan, Rabu (11/03/2026).

Kegiatan ini menandai perjalanan satu tahun organisasi sejak berdiri pada 10 Maret 2025 – 10 Maret 2026, dengan mengusung tema “AdNI Maju, Bersatu dan Bersinergi.”

Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh sentral AdNI, di antaranya Roos Nelly selaku Ketua Dewan Pengawas, Eka Putra Zakran, SH., MH sebagai Ketua Umum, Adek Sikumbang sebagai Bendahara Umum, Yusuf Hanafi Pasaribu sebagai Wakil Ketua Umum, serta jajaran pengurus DPP AdNI lainnya.

Dalam momentum Milad pertama tersebut, DPP AdNI juga menyampaikan pernyataan sikap resmi terkait perkembangan situasi geopolitik global, khususnya konflik kemanusiaan di Palestina dan meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

AdNI secara tegas menyoroti serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, serta mendesak Pemerintah Republik Indonesia untuk keluar dari keanggotaan Board of Peace (BoP) yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Ketua Umum AdNI, Eka Putra Zakran, SH., MH, menjelaskan bahwa pernyataan sikap tersebut tertuang dalam Surat Nomor: 02/KEP/DPP-AdNI/III/2026 tentang Desakan agar Pemerintah RI Keluar dari Keanggotaan Board of Peace (BoP).

Menurutnya, langkah Indonesia bergabung dalam BoP dinilai bertentangan dengan amanat konstitusi sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945. Pada alinea pertama disebutkan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Sementara pada alinea keempat ditegaskan bahwa Indonesia berperan aktif dalam mewujudkan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Namun demikian, AdNI menilai bahwa realitas yang terjadi justru bertolak belakang dengan semangat tersebut. Pasca bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace, lembaga yang seharusnya menjadi wadah perdamaian dunia itu dinilai tidak mampu meredam konflik, khususnya di Gaza antara Israel dan Palestina. Bahkan, Amerika Serikat bersama Israel dinilai melakukan tindakan ekspansi dan serangan militer terhadap Iran yang dianggap melanggar hukum internasional.

Selain itu, AdNI juga menyoroti tidak adanya representasi Palestina dalam struktur Board of Peace. Kondisi tersebut dinilai menunjukkan ketimpangan dalam komitmen lembaga tersebut terhadap penyelesaian konflik yang adil.

Di sisi lain, potensi komitmen dana keanggotaan Indonesia yang disebut mencapai sekitar Rp17 triliun juga menjadi perhatian serius di tengah kondisi ekonomi nasional yang sedang menghadapi tekanan.

AdNI juga menyinggung pernyataan Presiden BoP, Donald Trump, yang menyatakan “I don’t need International Law.” Pernyataan tersebut dianggap mencerminkan ketidakpedulian terhadap hukum internasional.

Padahal, Indonesia selama ini dikenal sebagai negara yang menjunjung tinggi hukum internasional serta aktif memperjuangkan nilai-nilai hak asasi manusia di tingkat global.
Lebih lanjut, AdNI menilai keberadaan Israel dalam struktur BoP semakin memperkuat alasan moral dan politik bagi Indonesia untuk tidak
melanjutkan keanggotaannya.

Menurut AdNI, dukungan masyarakat Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina memiliki akar historis yang kuat dan konsisten sejak masa awal kemerdekaan.

Berdasarkan pertimbangan tersebut, DPP AdNI secara resmi mendesak Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk segera mengambil langkah tegas dengan keluar dari keanggotaan Board of Peace. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga konsistensi politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif, serta mempertahankan posisi Indonesia sebagai negara non-blok yang berkomitmen pada perdamaian dunia.

Selain itu, DPP AdNI juga secara tegas mengutuk dan mengecam keras serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, yang dinilai sebagai tindakan yang melanggar hukum internasional dan tidak mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan.

AdNI berharap pemerintah Indonesia dapat mengambil kebijakan yang selaras dengan amanat konstitusi serta cita-cita para pendiri bangsa, yakni menciptakan tatanan dunia yang adil, damai, dan menghormati kedaulatan setiap negara.

Jakarta, 07 Maret 2026 – Dalam rangka memperingati Hari Ginjal Sedunia, Jaga Ginjal Indonesia bekerja sama dengan Rumah Sakit dr. Abdul Radjak Salemba menyelenggarakan acara pada hari Sabtu, 07 Maret 2026, mulai pukul 14.00 hingga 18.00 WIB di Aula RS tersebut di Jakarta Pusat. Acara dihadiri Direktur Utama RS Dr. Ali Martomo beserta jajarannya, serta Staf Ahli Kemendikdasmen Dr. Mariman Darto.

Pada kesempatan tersebut, Dr. Mariman Darto mengapresiasi penuh Perjanjian Kerjasama (MOU) yang telah ditandatangani antara kedua pihak. Kerjasama ini berkomitmen untuk melaksanakan program edukasi pencegahan penyakit gagal ginjal di sekolah-sekolah mulai dari SD hingga SMA. “Kondisi kesehatan anak didik merupakan salah satu fokus utama dari pihak Kemendikdasmen. Kami berharap kerjasama ini tidak hanya berjalan lancar namun juga dapat diperluas ke seluruh wilayah Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Dr. Ali Martomo menyampaikan pentingnya gaya hidup sehat bagi berbagai kalangan. Menurutnya, kesadaran akan kesehatan ginjal perlu ditanamkan sejak dini untuk mencegah penyakit gagal ginjal di masa depan.

Acara yang bertemakan pencegahan penyakit ginjal ini dihadiri sekitar 100 peserta, terdiri dari pasien gagal ginjal dan pendamping mereka. Selain pemaparan materi, juga disediakan sesi tanya jawab untuk meningkatkan pemahaman peserta. Kegiatan ini bertujuan mengajak seluruh masyarakat peduli dengan kesehatan ginjal dan lingkungan.

Jakarta, JSNews— Ketua Ikatan Senat Mahasiswa Hukum Indonesia (ISMAHI), Ali Hasan Amrun, menyatakan dukungannya terhadap pernyataan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad yang mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkuat persatuan nasional di tengah berbagai dinamika sosial dan politik yang berkembang.

Menurut Ali Hasan Amrun, ajakan untuk menjaga persatuan merupakan langkah penting dalam memastikan stabilitas nasional serta memperkuat fondasi demokrasi di Indonesia. Ia menilai masyarakat sipil memiliki peran strategis dalam menjaga ruang publik yang sehat, dialogis, dan konstruktif.

“ISMAHI memandang bahwa seruan untuk memperkuat persatuan nasional adalah hal yang sangat relevan. Dalam situasi apapun, kepentingan bangsa harus selalu ditempatkan di atas kepentingan kelompok maupun golongan,” ujar Ali Hasan Amrun dalam keterangannya.

Ia juga menegaskan bahwa mahasiswa hukum sebagai bagian dari masyarakat sipil memiliki tanggung jawab moral dan intelektual untuk terus menjaga nilai-nilai konstitusi, supremasi hukum, serta persatuan bangsa.

Ali Hasan Amrun mengajak seluruh organisasi masyarakat sipil, akademisi, dan generasi muda untuk bersama-sama membangun ruang dialog yang sehat, menolak provokasi yang dapat memecah belah bangsa, serta memperkuat semangat kebangsaan.

“Persatuan nasional adalah modal utama bangsa Indonesia untuk menghadapi berbagai tantangan global maupun domestik. Oleh karena itu, semua pihak harus berkontribusi menjaga harmoni sosial dan memperkuat solidaritas kebangsaan,” tambahnya.

ISMAHI juga menegaskan komitmennya untuk terus mendorong partisipasi aktif mahasiswa hukum dalam menjaga demokrasi, memperkuat supremasi hukum, serta merawat persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

JAKARTA, JSNews – Pantai Indah Kapuk , 20 Februari 2026 — Sebagai bagian dari komitmen tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), Agung Sedayu Group (ASG) mendukung terselenggaranya Women Support Woman 3.0 di Masjid Al-Ikhlas PIK . Mengusung tema “Independence, Career, and Personal Branding — Empowering Every Woman to Be Her Best,” kegiatan ini menjadi ruang refleksi dan pemberdayaan perempuan dalam membangun kemandirian serta kepercayaan diri.

Women Support Woman 3.0 menghadirkan Ketua TP-PKK Kabupaten Tangerang, Ibu Rismawati Maesyal Rasyid, serta figur publik inspiratif Asri Welas dan Paula Verhoeven, yang berbagi pengalaman mengenai perjalanan hidup, tantangan karier, serta pentingnya menjaga nilai dan integritas sebagai perempuan.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Ibu Evelina Setiawan, Perwakilan Owner Agung Sedayu Group, yang menegaskan bahwa pembangunan kawasan PIK tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada pembangunan manusia dan nilai sosial.

“Sebagai pengembang kawasan, kami percaya bahwa tanggung jawab kami tidak berhenti pada pembangunan fisik. Kami ingin menghadirkan ruang-ruang yang menguatkan nilai, kebersamaan, dan pemberdayaan masyarakat. Ketika perempuan berdaya, keluarga menjadi kuat dan komunitas akan ikut berkembang,” ujar Ibu Evelina Setiawan.

Melalui pendekatan dialog yang hangat dan reflektif, Women Support Woman 3.0 membahas tiga pilar utama, yaitu kemandirian (independence), perjalanan karier (career), serta personal branding yang autentik. Diskusi ini menekankan bahwa perempuan dapat bertumbuh secara profesional tanpa kehilangan identitas dan nilai yang diyakini.

Sementara itu, Ketua TP-PKK Kabupaten Tangerang, Ibu Rismawati Maesyal Rasyid, menekankan pentingnya solidaritas antar perempuan dalam menghadapi dinamika kehidupan modern.
“Perempuan memiliki peran besar dalam keluarga dan masyarakat. Melalui ruang seperti ini, kita belajar bahwa kemandirian bukan berarti berjalan sendiri, tetapi memiliki keyakinan dan saling menguatkan,” ungkapnya.

Dalam sesi talkshow, Asri Welas menekankan pentingnya berdamai dengan proses hidup.

“Perempuan tidak harus sempurna untuk menjadi kuat. Kita belajar menerima proses dan tetap berdiri dengan nilai yang kita pegang,” ujarnya.

Sementara itu, Paula Verhoeven menyoroti pentingnya menjaga keaslian diri di tengah era digital.

“Personal branding bukan tentang tampil sempurna, tetapi tentang menjadi diri sendiri dengan integritas,” ungkap Paula.

Founder Intens Entertainment, Anesrembes, menjelaskan bahwa Women Support Woman merupakan gerakan sosial yang bertujuan membangun budaya saling mendukung antar perempuan.

“Women Support Woman adalah tentang banyak perempuan hadir untuk satu perempuan. Ini bukan sekadar acara, tetapi ruang aman untuk saling menguatkan dan bertumbuh bersama,” tegasnya.

Diselenggarakan menjelang waktu berbuka puasa, kegiatan ini ditutup dengan sesi refleksi dan doa bersama, memperkuat nilai spiritual serta solidaritas.
Melalui dukungan terhadap Women Support Woman 3.0, Agung Sedayu Group menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pembangunan sosial yang berkelanjutan, serta mendorong terciptanya komunitas yang inklusif dan berdaya di kawasan PIK dan sekitarnya.

Penulis: AYS Prayogie

JAKARTA,JSNews – 9 Februari 2026 — Prof. Dr. Ir. Ali Zum Mashar bukan tipe ilmuwan yang gemar menonjolkan diri. Selama lebih dari dua dekade, ia memilih bekerja sunyi di laboratorium dan lahan-lahan marginal, meneliti tanah, mikroba, serta daya hidup tanaman.

Namun, dari kerja senyap itulah lahir temuan yang kini mengantarkannya duduk dalam rapat terbatas bersama Presiden RI Prabowo Subianto dan para menteri terkait, membahas masa depan swasembada pangan Indonesia.

Ali Zum Mashar adalah salah satu ilmuwan bioteknologi pertanian yang konsisten menjembatani sains dengan kebutuhan nyata petani. Salah satu temuan pentingnya adalah mikroba yang kemudian dikenal sebagai Mikroba Google (MIGO)—sebuah inovasi yang telah ia kembangkan sejak sekitar 25 tahun lalu. Melalui mikroba ini, tanah-tanah yang selama ini dianggap bermasalah, seperti gambut, tanah asam, dan Tanah beracun Pirit dapat diregenerasi menjadi lahan subur dan produktif.

“Tanah itu rumah makhluk hidup. Jika dipulihkan ekosistemnya, ia akan memberi hasil,” begitu prinsip yang kerap ia sampaikan dalam berbagai forum.

*Mikroba yang Menghidupkan Tanah*

Dari pengembangan MIGO, Prof. Ali melahirkan sejumlah produk pupuk organik berbasis mikroba, antara lain PHOSMIT BioP2000Z dan Ferris Soil. Produk-produk ini bekerja bukan sekadar memberi unsur hara, melainkan membangun kembali sistem biologis tanah.

Berbeda dari pupuk kimia konvensional, pupuk berbasis Mikroba Google bersifat regenerative fertilizer—mikroba berfungsi sebagai *“pabrik pupuk alami”*dan penangkap emisi karbon langsung ke dalam tanah yang terus memproduksi nutrisi tanpa katalis kimia maupun bahan bakar fosil. Selain sepenuhnya organik, pupuk ini juga mengandung komposisi biologis lengkap, mulai dari asam humat, protein, enzim, hingga hormon alami yang mudah diserap tanaman.

Hasilnya terlihat nyata di lapangan. Pada tanaman alpukat, misalnya, ukuran buah menjadi lebih bernas, seragam dan sesuai kebutuhan pasar. Pada tanaman pangan, produktivitas bahkan dilaporkan meningkat dua hingga tiga kali lipat. Tanah berbatu, berpasir, berpirit, hingga bekas tambang pun dapat diolah tanpa masa tunggu panjang.

Keunggulan lain yang kerap disorot adalah efisiensi biaya. Dengan harga jauh lebih murah dibanding pupuk kimia, teknologi ini membuka peluang besar bagi petani kecil untuk meningkatkan hasil tanpa menambah beban produksi.

*Dari Laboratorium ke Istana Negara*

Kontribusi Prof. Ali tidak berhenti pada perbaikan tanah. Dalam konteks ketahanan pangan nasional, perannya kian strategis ketika ia diundang Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas membahas percepatan swasembada kedelai dan pangan strategis lainnya.

Dalam forum tersebut, Prof. Ali memaparkan hasil riset varietas padi TRISAKTI dan kedelai MIGO Garuda merah putih yang dikembangkan bersama teknologi mikroba. Salah satu yang menjadi perhatian adalah peluncuran enam varietas baru bertajuk “Kedelai Garuda Merah Putih”, yang dirancang adaptif terhadap berbagai kondisi iklim dan tanah di Indonesia.

Produktivitas kedelai dari varietas ini mencapai lebih dari 4 ton per hektare, bahkan dalam Uji coba hamparan luas 30 ha hasilnya 5,3 ton/ha dan telah dicatat resmi oleh BPS (Badan Pusat Statistik) jauh di atas rata-rata nasional yang selama ini berada di bawah 1,6 ton per hektare. Seluruh varietas tersebut merupakan non-GMO, sehingga aman untuk konsumsi manusia dan sesuai dengan kebutuhan industri pangan seperti tahu, tempe, dan susu kedelai.

Pemerintah menargetkan swasembada kedelai dapat dicapai dalam waktu relatif singkat, dari ketergantungan impor menuju dominasi produksi dalam negeri. Bagi Prof. Ali, target itu realistis jika riset, kebijakan, dan pendampingan petani berjalan seiring.

*Ilmu untuk Kehidupan*

Selain kedelai, teknologi Mikroba Google juga telah diaplikasikan pada sawit, buah-buahan, dan tanaman pangan lain dengan hasil menjanjikan. Bahkan di tengah musim kemarau, metode penyemprotan berbasis drone memungkinkan efisiensi air tanpa mengorbankan produktivitas.

Bagi Prof. Ali Zum Mashar, capaian ilmiah bukanlah tujuan akhir. “Ilmu harus menyejahterakan,” ujarnya suatu kali. Kesahajaan sikapnya sejalan dengan besarnya dampak temuannya—dari lahan marginal hingga meja perencanaan nasional.

Di tengah upaya Indonesia meneguhkan diri sebagai lumbung pangan dunia, sosok seperti Prof. Ali menjadi pengingat bahwa ketahanan pangan bukan semata soal anggaran dan kebijakan, melainkan juga tentang ketekunan ilmuwan yang bekerja untuk masa depan bangsa. *(\•/)*

*Sumber: Humas MIO Indonesia*

JAKARTA – Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) menggelar Sosialisasi Pendidikan bertema “Sinergi Hebat Kolaborasi Orang Tua dan Anak Menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan Artificial Intelligence (AI)”, Kamis (5/2/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman masyarakat terhadap perubahan sistem evaluasi pendidikan dan perkembangan teknologi.

Sosialisasi berlangsung di Aula Ki Hajar Dewantara, Lantai 5 Gedung Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Kuningan, Jakarta Selatan. Acara diikuti oleh orang tua, pendidik, serta pemerhati pendidikan dan diselenggarakan dengan dukungan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta.

Ketua Umum GPIB Ir. Agung Karang menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi tantangan pendidikan ke depan.

“Perubahan sistem pendidikan dan kemajuan teknologi tidak boleh membuat orang tua dan anak berjalan sendiri-sendiri. Kolaborasi menjadi kunci agar generasi muda siap menghadapi TKA dan era kecerdasan buatan,” ujarnya.

Pada sesi utama, Kepala Pusat Assessment Pendidikan Dr. Rahmawati memaparkan arah baru Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang menitikberatkan pada pengukuran kompetensi peserta didik secara lebih komprehensif.

“TKA tidak hanya mengukur hafalan, tetapi kemampuan berpikir dan pemahaman peserta didik agar selaras dengan arah kebijakan pendidikan nasional,” jelasnya.

Materi selanjutnya disampaikan oleh Dr. Ir. Raden Kun Wardana Abyoto, M.T., mantan calon Wakil Gubernur DKI Jakarta yang saat ini menjabat Ketua Umum Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI). Ia menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia dalam pemanfaatan teknologi pendidikan.

“Artificial Intelligence bukan ancaman, melainkan alat bantu pembelajaran. Tantangannya ada pada kesiapan guru, orang tua, dan peserta didik agar teknologi memberi dampak positif,” katanya.

Kegiatan ini dipandu moderator Dr. Leonard dan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi. Acara tersebut juga dihadiri Ketua Umum Pengurus Pusat Media Independen Online (MIO) Indonesia, AYS Prayogie.

Usai acara, AYS Prayogie mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi pendidikan yang dinilai relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Kegiatan ini penting untuk menjembatani kebijakan pendidikan dengan pemahaman publik. Sinergi antara dunia pendidikan dan insan media perlu terus diperkuat,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, GPIB berharap terbangun pemahaman bersama antara orang tua, pendidik, pemerintah, dan insan media dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang kolaboratif dan adaptif menghadapi tantangan masa depan.
Di akhir sambutan Ketum GPIB Ir. Agung Karang memberikan Award Penghargaan kepada Edy Dwiyanto SE
Wakil ketua DPC GPIB Jakarta Timur , Direktur Perusahaan E.O atas kontribusi Dukungan dan kerjasamanya disetiap kegiatan Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) memberikan Donasi/ Sumbangan dengan Loyal & Royal.
Award & Piagam penghargaan berikutnya diberikan juga kepada Rika Rachmawati, SE
Wasekjen 1 DPP.GPIB Atas dukungan dan kerjasamanya dalam melakukan Inisiatif, inofatif serta Ide aktif disetiap kegiatan Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB).

Hadir pada acara SEMINAR PENDIDIKAN tersebut Brigjen pol Dr.Victor Pudjiadi, S.PB, FICS, DFM selaku Ketua Dewan Penasehat DPP.GPIB yang juga sebagai Presiden Lion Club Internasional, Drs.Abdul Hapid,SH (Sekjen DPP.GPIB), K.H.Achmad Syauqi , LC. M.Pd, Prof.DR.Hendry Affandi, SE, P.hd,
Dra.Herawati Sihombing, M.Pd (Dewan Pakar DPW.GPIB Provinsi DKI Jakarta yang juga selaku Kepala Sekolah SMAN 53 JAKARTA Timur) , Yosep (Wakil Kepala Sekolah SMAN 53 Jakarta Timur), Drs. Slamet, M.Pd, (Dewan Pakar DPW GPIB PROVINSI DKI Jakarta),
Dandy CHAPRYANTO.H, SH, MH (Ketua DPW GPIB PROVINSI DKI Jakarta), H.Hamiduddin, M.Pd (Ketua DPC.GPIB Jakarta Utara), H.Muhamad Amin (Ketua DPC.GPIB Jakarta Timur), Oline (Ketua DPC GPIB Jakarta Selatan),
Achmad Suhandi (Ketua DPC GPIB Jakarta Pusat), Evita Rimawari (Dewan Penasehat DPW GPIB PROVINSI DKI JAKARTA), Linda Rheins
(IPP. Lion Club Internasional), AYS PRAYOGIE (Ketum MIO INDONESIA), Enylita (KESBANGPOL PROVINSI DKI Jakarta), Rusprita Putri Utami,SE.MA diwakili oleh Diana Damey,
DR.Rahmawati, ST, M.Ed
(Kepala Pusat Assesmen
Kemendikdasmen),
Evi Fatmawati (Koordinator Kurikulum, Literasi, Senin Budaya, olahraga DPP GPIB),
Tina Permatasari, SE, S.Com (Ketua Humas DPP GPIB sebagai MC).
DR.Leonard , M.Pd (Departemen Kurikulum DPP GPIB sebagai Moderator), Anak Agung Bintang Mahaputra Karang (Departemen Kurikulum DPP GPIB sebagai I.T).
Marsahid (Ketua Departemen OKK),
Lidya Nenohay (Departemen Humas),
Intan Juwita (DPP GPIB).

Hadir pula dari SATGAS GPIB PEDULI Mifta, M.Pd Ketua Dicky wakil ketua , Purwadi, Bendahara, Nur Yustiani (DPP GPIB),
Dani Hendro Pradiatmoko (Wakil ketua DPW.GPIB Provinsi DKI Jakarta),
DR.Nahdiana, S.Pd, M,PD (Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta) diwakili oleh Umaryadi.

Acara diakhiri dengan sesi foto bersama.

Bekasi – Sabtu, 31 Januari 2026 – Di Sekretariat DPP Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) yang berlokasi di Perumahan Bumi Jatiwaringin, Jl. Raya Pondok Gede, Blok F No.7, RT.003/RW.006, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, panitia sosialisasi pendidikan GPIB menggelar rapat persiapan. Hadir dalam acara tersebut Ir. Agung Karang (Ketua Umum DPP GPIB), serta anggota panitia Rika Rachmawati, SE, Dani Hendro, Rahayu Desy Leny , Sonya Mercyna Simorangkir, Nita Agustina, Nurhayati Mustofa, S Erfan Nur Ali, Titik Suparti, Masiyame S.Kom, Fitri Fajar Asih, Triwidowati, Marsahid, Reni Dewayani, Edy Dwiyanto, Lina Herlina dan Suhanah.

Dalam rapat, peserta membahas berbagai aspek kunci, antara lain rundown acara, penentuan donatur, penataan struktur panitia, serta mendengar ide dan saran dari setiap anggota untuk memastikan kelancaran kegiatan.

Sosialisasi pendidikan yang akan digelar mengusung tema “Sinergi Hebat Kolaborasi Orang Tua & Anak Menghadapi Tes Kemampuan Akademik & Artificial Intelligence (AI)”. Acara akan menghadirkan narasumber ternama: DR. Rahmawati, S.T, M.Ed (Plt. Kepala Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen) dan DR. Ir. R. Kun Wardana Abyoto, M.Si, PhD (pakar AI), yang juga selaku ketua Umum IPJI dengan moderator DR. Leonard, M.M, M.Pd (Ketua Departemen Kurikulum DPP.GPIB).

Direncanakan akan diikuti oleh 300 peserta dari berbagai elemen pendidikan, dijadwalkan hadir dalam acara tersebut antara lain Nahdiana, S.Pd., M.Pd. (Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta), dan RUSPRITA Putri Utami, S.E, M.A (Kepala Puspeka Kemendikdasmen), Selain itu akan hadir juga pengurus GPIB dari tingkat DPW DKI Jakarta, DPW Banten, dan DPC sejumlah daerah. Kegiatan tersebut akan berlangsung pada hari Kamis, 5 Februari 2026, pukul 13.00 WIB hingga selesai, di Aula KI Hajar Dirgantara LT.5 Gedung Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Jl. Gatot Subroto Kav 40-41, Kuningan, Jakarta Selatan.

Acara Rapat tersebut diakhiri dengan sesi foto bersama.

Jakarta — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LSM HARIMAU DKI Jakarta menggelar Rapat Koordinasi secara daring (Zoom Meeting) pada Sabtu, 24 Januari 2026, sebagai langkah strategis dalam mematangkan persiapan Rapat Kerja Cabang (Rakercab), Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil), serta penyusunan Program Kerja Tahun 2026.

Rapat koordinasi ini dipimpin langsung oleh Ketua DPW LSM HARIMAU DKI Jakarta, Bapak Neville GJ Muskita, dan dipandu oleh Sekretaris Wilayah (Sekwil) DPW LSM HARIMAU DKI Jakarta, Bapak Alderi Nova. Kegiatan tersebut diikuti oleh Ketua dan Sekretaris DPC serta PAC LSM HARIMAU se-DKI Jakarta, sebagai bentuk konsolidasi menyeluruh lintas struktur organisasi.

Pelaksanaan rapat dilakukan secara daring dengan mempertimbangkan kondisi darurat cuaca dan banjir yang saat ini melanda sebagian besar wilayah DKI Jakarta, di mana beberapa kawasan dilaporkan terendam banjir dan mengalami gangguan akses mobilitas. Keputusan ini diambil sebagai langkah antisipatif untuk menjaga keselamatan peserta, sekaligus memastikan roda organisasi tetap berjalan efektif di tengah situasi darurat.

Dalam arahannya, Ketua DPW LSM HARIMAU DKI Jakarta, Neville GJ Muskita, menegaskan bahwa adaptasi metode rapat merupakan bentuk tanggung jawab organisasi terhadap kondisi objektif di lapangan, tanpa mengurangi kualitas konsolidasi dan pengambilan keputusan.

“Di tengah situasi banjir yang berdampak pada aktivitas dan mobilitas kader, DPW memilih langkah paling rasional dan bertanggung jawab. Keselamatan adalah prioritas, namun konsolidasi organisasi tidak boleh berhenti,” tegasnya.

Sementara itu, Sekwil DPW LSM HARIMAU DKI Jakarta, Alderi Nova, menyampaikan bahwa rapat berlangsung tertib dan produktif dengan fokus pada pemetaan kesiapan DPC dan PAC, penjadwalan Rakercab, serta sinkronisasi program kerja daerah dengan arah kebijakan nasional yang telah ditetapkan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

Rapat koordinasi tersebut juga menekankan pentingnya penguatan struktur hingga tingkat PAC, peningkatan kapasitas kader, serta konsistensi peran LSM HARIMAU dalam menjalankan fungsi kontrol sosial, advokasi masyarakat, dan pengawalan kebijakan publik, khususnya dalam merespons persoalan-persoalan sosial yang dihadapi masyarakat DKI Jakarta, termasuk dampak banjir.

DPW LSM HARIMAU DKI Jakarta menegaskan bahwa seluruh hasil dan rekomendasi rapat koordinasi ini akan menjadi dasar kerja konkret dalam menghadapi Rakerwil serta menjadi bagian dari kontribusi strategis menuju Rapat Kerja Nasional (Rakernas) LSM HARIMAU Tahun 2026.

Dengan semangat soliditas, kedisiplinan, dan militansi kader, DPW LSM HARIMAU DKI Jakarta optimistis dapat terus menghadirkan program-program yang progresif, terukur, dan berpihak pada kepentingan masyarakat, bahkan di tengah situasi krisis sekalipun.

Repoter : Maya

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.