Oleh: Nandan Limakrisna*

Gagasan Soemitronomics kembali mengemuka dalam diskursus ekonomi Indonesia. Pemikiran Prof. Soemitro Djojohadikusumo tersebut menekankan pentingnya pembangunan ekonomi nasional melalui industrialisasi, penguatan kapitalisme nasional, serta peran negara dalam mengarahkan pembangunan.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global saat ini, gagasan tersebut kembali terasa relevan. Indonesia memang membutuhkan industrialisasi agar tidak terus bergantung pada ekspor bahan mentah dan kekuatan ekonomi global. Pembangunan industri nasional, penguasaan rantai pasok, dan penguatan investasi domestik menjadi prasyarat penting bagi kemandirian ekonomi bangsa.

Namun dalam membicarakan pembangunan ekonomi nasional, ada satu pertanyaan yang sering terlupakan: di mana posisi ekonomi rakyat dalam kerangka besar tersebut?

Selama ini pembangunan ekonomi Indonesia cenderung bergerak dari atas ke bawah. Negara merancang kebijakan, investasi besar didorong, dan industri nasional dibangun melalui berbagai program strategis. Pendekatan ini memang mampu menghasilkan pertumbuhan ekonomi secara makro. Akan tetapi, tanpa fondasi ekonomi rakyat yang kuat, pertumbuhan tersebut sering kali tidak sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat luas.

Karena itu pembangunan ekonomi nasional membutuhkan keseimbangan antara strategi dari atas dan penguatan dari bawah.

Di sinilah pendekatan Snowball Business Model (SBM) menjadi relevan.

Model ini berangkat dari prinsip sederhana bahwa masyarakat tidak hanya berperan sebagai konsumen, tetapi juga sebagai produsen dan promotor dalam satu jaringan ekonomi yang saling terhubung. Dalam sistem ini, anggota komunitas melalui koperasi atau jaringan usaha bersama menghasilkan produk, mengonsumsi produk sesama anggota, sekaligus mempromosikan produk tersebut kepada masyarakat yang lebih luas.

Dengan mekanisme seperti ini, pasar tidak lagi bergantung sepenuhnya pada kekuatan eksternal. Pasar terbentuk dari dalam komunitas itu sendiri dan berkembang seperti bola salju yang terus membesar seiring meningkatnya partisipasi anggota.

Kepastian pasar inilah yang sering menjadi persoalan utama bagi usaha kecil dan menengah. Banyak pelaku UMKM sebenarnya mampu memproduksi barang yang berkualitas, tetapi kesulitan memperoleh akses pasar yang stabil. Ketika pasar tidak pasti, modal dan kredit pun menjadi risiko yang berat.

Melalui pendekatan Snowball Business Model, ekosistem ekonomi dibangun secara bertahap dari jaringan komunitas yang saling memperkuat. Ketika pasar domestik semakin kuat, maka industri nasional juga memperoleh manfaat karena memiliki basis konsumen yang luas dan stabil.

Dalam perspektif ini, Soemitronomics dan Snowball Business Model sebenarnya bukan dua konsep yang saling bertentangan. Keduanya justru dapat saling melengkapi.

Soemitronomics memperkuat ekonomi dari atas melalui industrialisasi nasional.
Snowball Business Model memperkuat ekonomi dari bawah melalui jaringan ekonomi rakyat.

Jika kedua pendekatan ini berjalan bersamaan, maka Indonesia tidak hanya membangun industri nasional yang kuat, tetapi juga memiliki fondasi ekonomi rakyat yang kokoh.

Sejarah menunjukkan bahwa negara-negara yang berhasil membangun kekuatan ekonominya biasanya memiliki dua pilar utama: industri nasional yang maju dan ekonomi masyarakat yang dinamis. Struktur ekonomi yang seimbang seperti ini membuat perekonomian lebih tahan terhadap krisis dan lebih merata dalam distribusi kesejahteraan.

Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan model pembangunan ekonomi yang mengintegrasikan kedua pendekatan tersebut.

Pada akhirnya, kedaulatan ekonomi bangsa tidak hanya ditentukan oleh besarnya investasi atau kekuatan korporasi nasional. Kedaulatan ekonomi juga ditentukan oleh seberapa kuat rakyat menjadi pelaku utama dalam kegiatan ekonomi.

Soemitronomics dapat membangun kekuatan ekonomi nasional dari atas.
Namun ekonomi rakyat juga perlu dibangun dari bawah.

Di titik inilah Snowball Business Model dapat menjadi salah satu jalan untuk memperkuat fondasi ekonomi Indonesia.

——

Nandan Limakrisna adalah Guru Besar Ilmu Manajemen di Universitas Persada Indonesia YAI (UPI YAI) yang menaruh perhatian pada kajian strategi bisnis, pemasaran, serta pengembangan ekonomi berbasis komunitas. Ia aktif menulis dan memberikan pemikiran mengenai pemberdayaan UMKM, model bisnis kolaboratif, dan penguatan ekonomi rakyat. Melalui berbagai tulisan dan forum akademik, ia juga memperkenalkan konsep Snowball Business Model (SBM) sebagai pendekatan pengembangan ekosistem ekonomi komunitas. Pemikirannya banyak menyoroti pentingnya sinergi antara industrialisasi nasional dan ekonomi rakyat dalam pembangunan ekonomi Indonesia.

Jakarta, 24 Februari 2025 — Semangat kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah kembali menguat. *LSM HARIMAU DPW DKI Jakarta* melakukan audiensi strategis dengan *Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta* (Disparekraf DKI Jakarta) guna mempercepat pemberdayaan UMKM dan pengembangan ekonomi kreatif di Ibu Kota.

Pertemuan ini menegaskan pentingnya membangun ekosistem usaha yang terstruktur dan berkelanjutan. Disparekraf memaparkan skema pembinaan melalui program Jakpreneur (P7) yang mengintegrasikan proses pendaftaran, pelatihan, pendampingan, legalitas, pemasaran hingga akses permodalan dalam satu sistem terpadu.

LSM HARIMAU menyambut baik skema tersebut dan siap mendorong UMKM binaannya untuk terdaftar secara resmi agar memperoleh akses pembinaan dan promosi yang lebih luas.

Tak hanya itu, penguatan tata kelola usaha juga menjadi perhatian. Pemanfaatan aplikasi SI APIK didorong sebagai langkah konkret menuju UMKM yang tertib administrasi, transparan, dan layak pembiayaan.

Ketua DPW LSM HARIMAU DKI Jakarta, Neville GJ Muskita, menekankan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari visi besar membangun UMKM yang tangguh dan adaptif.

> “Ketika komunitas dan pemerintah berjalan seirama, UMKM bukan hanya bertahan, tetapi mampu tumbuh dan bersaing. Inilah momentum kita membangun Jakarta yang produktif dan berdaya.”

Sebagai langkah lanjutan, LSM HARIMAU akan menyerahkan data UMKM binaan dan mengajukan proposal kegiatan kolaboratif sebagai bentuk komitmen menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat.Maya Royan

SURABAYA (18/2/2026) – EMAS NOW resmi membuka cabang pertamanya di Surabaya. Pembukaan ini menjadi langkah strategis perusahaan dalam memperluas jangkauan layanan jual beli emas di wilayah Jawa Timur sekaligus memperkenalkan aplikasi digital EMAS NOW kepada masyarakat.

Prosesi peresmian ditandai dengan pemotongan pita yang dihadiri oleh jajaran manajemen, serta tamu undangan.

Momentum ini menjadi simbol dimulainya perjalanan baru EMAS NOW di Surabaya, membawa semangat pertumbuhan, kemudahan, dan kepercayaan dalam transaksi emas.

Direktur Operasional EMAS NOW, Laras Cantika, menjelaskan Surabaya dipilih sebagai kota ekspansi karena memiliki potensi ekonomi yang besar dan aktifitas perdagangan yang sangat dinamis.

“Pembukaan cabang Surabaya merupakan langkah strategis kami dalam memperluas jangkauan layanan di Jawa Timur. Setelah bertumbuh kuat di Bali, kami melihat Surabaya sebagai kota dengan potensi transaksi emas yang sangat besar dan masyarakat yang semakin sadar pentingnya menyimpan nilai melalui emas,” ujar Laras Cantika, Rabu (18/2/2026).

Menurutnya, Surabaya akan diposisikan sebagai hub pengembangan EMAS NOW di Jawa Timur sebelum ekspansi ke kota-kota strategis lain seperti Malang, Sidoarjo, dan Gresik.

Ia menambahkan, EMAS NOW hadir dengan sistem transaksi yang cepat, transparan, serta harga kompetitif. Perusahaan juga menekankan pelayanan yang ramah dan profesional guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi pelanggan.

“Kami mengedepankan proses transaksi yang cepat, transparan, dan tanpa ribet. Sistem kami dirancang agar masyarakat bisa jual beli emas dengan mudah dan aman,” tambah Laras.

Target pasar EMAS NOW di Surabaya mencakup investor pemula, pelaku UMKM, profesional muda, hingga masyarakat umum yang ingin menyimpan nilai kekayaan dalam bentuk emas secara praktis dan terpercaya.

“Jika pertumbuhan transaksi berjalan sesuai target, pembukaan cabang ke-2 bisa kami percepat, bahkan dalam tahun yang sama. Namun semua tetap kami lakukan secara terukur dengan fokus pada kualitas layanan,” sambungnya.

Dengan hadirnya cabang pertama di Surabaya dan peluncuran aplikasi digital, EMAS NOW menegaskan komitmennya dalam menghadirkan akses investasi emas yang modern, terintegrasi, dan terpercaya bagi masyarakat Jawa Timur.

*Peluncuran Aplikasi Emas Now*
Bersamaan dengan pembukaan cabang, EMAS NOW juga meluncurkan aplikasi resmi sebagai bagian dari komitmen membangun ekosistem emas modern berbasis teknologi.

Aplikasi EMAS NOW menghadirkan berbagai fitur, antara lain update harga emas secara real-time, simulasi jual beli, appointment sebelum datang ke store, informasi produk, edukasi investasi emas, live chat dengan customer service, poin transaksi dan kode referral.

“Aplikasi EMAS NOW adalah jembatan antara transaksi offline dan digital dalam satu ekosistem. Kami ingin menjadikan EMAS NOW sebagai brand emas modern berbasis teknologi, di mana transaksi emas bisa dilakukan dengan mudah, cepat, dan transparan,” sambungnya.

Aplikasi ini terintegrasi langsung dengan jaringan toko fisik, memungkinkan fleksibilitas penuh antara transaksi online dan offline serta mendukung rencana ekspansi yang lebih cepat dan efisien.

Untuk diketahui, EMAS NOW merupakan brand jual beli emas modern berbasis teknologi yang menghadirkan layanan transaksi emas cepat, transparan, dan terintegrasi antara offline dan digital.

Jurnalis By, Ramlan Afrizal

SINGAPURA,JSNews – 13 Februari 2026 – PT Pegadaian kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah global dengan meraih dua penghargaan bergengsi, yakni “Best Sovereign Sukuk” dan “Best Social Bonds in Asia 2025” pada ajang 19th Annual Borrower Issuer Awards 2025. Penghargaan yang diselenggarakan oleh Alpha Southeast Asia tersebut, diterima langsung oleh Treasury Division Head PT Pegadaian, Luh Putu Andarini, di The Fullerton Hotel, Singapura, pada Kamis (12/02).

Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan perusahaan dalam menerbitkan surat utang senilai total Rp 4,457 triliun (setara US$278,5 juta). Apresiasi berskala internasional yang diterima tersebut menjadi bukti pengakuan pasar global terhadap fundamental keuangan dan dampak sosial yang dihasilkan oleh Pegadaian.

Penerbitan instrumen ini merupakan bagian dari langkah proaktif perusahaan dalam diversifikasi sumber pendanaan, yang terdiri dari Sukuk Mudharabah sebesar Rp 1,752 triliun serta Social Bonds (Obligasi Sosial) sebesar Rp 1,940 triliun.

Seluruh dana yang dihimpun dialokasikan untuk memperkuat pendanaan di sektor pembiayaan mikro dan UMKM. Langkah ini sejalan dengan misi perusahaan untuk mempercepat inklusi keuangan dan mendukung target pembangunan berkelanjutan (SDGs) di Indonesia. Transaksi ini pun mencatat kelebihan permintaan (oversubscribed), yang mencerminkan tingginya kepercayaan investor terhadap profil risiko dan prospek bisnis Pegadaian.

Direktur Keuangan & Perencanaan Strategis PT Pegadaian, Ferdian Timur Satyagraha menyatakan bahwa penghargaan ini menjadi validasi atas dedikasi perusahaan dalam menyelaraskan profitabilitas dengan penuh tanggung jawab sosial.

“Penghargaan ini merupakan pengakuan internasional atas komitmen Pegadaian dalam menghadirkan solusi pendanaan yang tidak hanya kuat secara finansial, tetapi juga memberikan dampak sosial yang nyata bagi masyarakat. Kami akan terus memperkuat peran Pegadaian sebagai katalisator inklusi keuangan dan motor pertumbuhan usaha mikro di Indonesia,” ujar Ferdian.

Pemimpin Wilayah VIII Jakarta 1 PT Pegadaian Dede Kurniawan turut mengapresiasi capaian tersebut sebagai bukti bahwa Pegadaian semakin dipercaya tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional.

“Kami di Wilayah VIII Jakarta 1 berkomitmen untuk terus mendukung strategi perusahaan dalam memperluas akses pembiayaan, memperkuat inklusi keuangan, serta mendorong pertumbuhan usaha mikro agar semakin naik kelas, Capaian ini membuktikan bahwa Pegadaian mampu menghadirkan instrumen pendanaan yang kuat, kredibel, dan berdampak nyata bagi masyarakat,” ujar Dede.

Keberhasilan strukturisasi dan distribusi instrumen ini didukung oleh sinergi kuat dengan para Joint Lead Underwriters (JLU) terkemuka, di antaranya PT CIMB Sekuritas, PT BCA Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, serta PT Indo Premier Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas.

Ke depan, PT Pegadaian berkomitmen untuk terus berinovasi dalam pengembangan instrumen pendanaan berkelanjutan (sustainable finance). Dengan memperluas jangkauan pembiayaan berbasis syariah dan sosial, perusahaan optimistis dapat memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap stabilitas ekonomi nasional dan pencapaian target pembangunan berkelanjutan.

Jakarta, JSNews – Februari 2026 – Menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H, Oria Hotel Jakarta menghadirkan program istimewa bertajuk “Kampoeng Ramadhan: Where Iftar Connects

Us”, sebuah pengalaman berbuka puasa All You Can Eat tanpa batas waktu yang memadukan kehangatan tradisi Ramadhan dengan ragam cita rasa Nusantara dan
internasional.

Berlokasi di Cazasuki Restaurant, Oria Hotel Jakarta, yang berada strategis di jantung Jakarta Pusat, Kampoeng Ramadhan menjadi pilihan ideal untuk berbuka puasa bersama
keluarga, sahabat, maupun rekan kerja.

Mengusung konsep restoran hotel yang unik, nyaman, dan elegan, tamu dapat menikmati suasana berbuka yang tenang di tengah
kesibukan kota.

Kampoeng Ramadhan akan berlangsung mulai 18 Februari hingga 19 Maret 2026, dengan konsep Bukber All You Can Eat tanpa batas waktu, memungkinkan tamu menikmati
setiap sajian dengan santai dan penuh kebersamaan.

Sajian yang ditawarkan meliputi AYCE
Grill & Shabu-Shabu, aneka food stalls khas Ramadhan, serta pilihan menu Nusantara favorit yang berpadu dengan hidangan internasional, seluruhnya disiapkan secara higienis
dan berkualitas oleh tim kuliner profesional Oria Hotel Jakarta.
Dengan harga mulai dari IDR 285.000 per pax, serta harga spesial minggu pertama hanya IDR 250.000 per pax, Kampoeng Ramadhan menghadirkan pengalaman berbuka puasa yang
variatif, hangat, dan berkesan dalam suasana restoran hotel yang nyaman dan berkelas.

Melalui Kampoeng Ramadhan, Oria Hotel Jakarta berharap dapat menjadi tempat di mana rasa, tradisi, dan kebersamaan bertemu menjadikan setiap momen berbuka puasa lebih
bermakna, sesuai dengan semangat Ramadhan.

Jakarta, JSNews – PT Pegadaian resmi mengumumkan pemenang program Undian Badai Emas Periode 2 dan Grand Prize Tahun 2025. Program apresiasi bagi nasabah setia ini kembali membuktikan komitmen Pegadaian dalam menghadirkan nilai tambah, sekaligus mendorong masyarakat untuk semakin aktif bertransaksi digital melalui aplikasi Tring!. Pengundian diselenggarakan di Ballroom The Gade Tower, pada Selasa (20/01).

Pada periode kali ini, Pegadaian mengundi Grand Prize berupa 1 Kilogram Tabungan Emas. Hadiah ini menjadi luar biasa berkilau karena seperti diketahui, saat ini emas menjadi salah satu instrumen investasi yang digandrungi oleh masyarakat karena nilainya yang terus meningkat. Tidak hanya itu, khusus bagi nasabah Pegadaian Syariah, Pegadaian memberikan Grand Prize berupa Paket Haji Plus, sebagai dukungan nyata Pegadaian dalam membantu nasabah mewujudkan ibadah ke tanah suci dengan nyaman.

“Kami sangat mengapresiasi antusiasme masyarakat dalam mengikuti pengundian ini. Tercatat lebih dari 2 juta peserta yang mengikuti pengundian Badai Emas periode ini, dengan total ratusan juta kupon. Untuk itu kami juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepercayaan nasabah dalam menggunakan produk investasi dan pembiayaan Pegadaian selama ini,” ujar Direktur Pemasaran, Penjualan, dan Pengembangan Produk PT Pegadaian, Selfie Dewiyanti, pada acara pengundian Badai Emas tersebut (20/01).

Pemimpin Wilayah VIII Jakarta 1 PT Pegadaian, Dede Kurniawan, turut menyampaikan apresiasinya terhadap tingginya partisipasi masyarakat dalam program ini.

“Program Undian Badai Emas ini bukan hanya bentuk apresiasi Pegadaian kepada nasabah setia, tetapi juga menjadi bukti bahwa masyarakat semakin percaya dan aktif memanfaatkan produk serta layanan Pegadaian, khususnya melalui aplikasi Tring!. Kami berharap program ini dapat terus mendorong literasi keuangan, budaya investasi emas, serta memperkuat hubungan Pegadaian dengan nasabah di wilayah Jakarta dan sekitarnya,” ujar Dede Kurniawan.

Selain hadiah utama, Pegadaian juga mengundi ratusan hadiah menarik lainnya yang dikategorikan sesuai kebutuhan nasabah. Berikut Daftar Hadiah Badai Emas Periode 2 Tahun 2025 (1 September – 31 Desember 2025):
Untuk kebutuhan investasi emas nasabah terdapat:
• 6 Emas Batangan Galeri24 @ 124 gram, dan
• 200 Tabungan Emas @ 1,24 gram
Untuk kebutuhan usaha nasabah terdapat:
• 6 Mobil Niaga Gran Max P.U, dan
• 20 Tablet Samsung A9+
Untuk kebutuhan lifestyle nasabah terdapat:
• 6 Smartphone Samsung S24 Ultra, dan
• 2 Paket Wisata Luar Negeri senilai @ Rp 20 juta
Untuk nasabah Pegadaian Syariah, hadiah untuk kebutuhan ibadah, terdapat:
• 10 Paket Umroh senilai @ Rp 40 juta, dan
• 200 Tabungan Emas @ 1 gram

Proses pengundian dilakukan sesuai dengan ketentuan serta dihadiri dan disahkan oleh pihak terkait yaitu Kementerian Sosial, Dinas Sosial, dan Notaris. Pegadaian mengimbau seluruh masyarakat untuk selalu waspada terhadap segala bentuk penipuan dan memastikan untuk menerima informasi hanya dari kanal resmi perusahaan. Perlu ditegaskan bahwa program Badai Emas tidak dipungut biaya apapun. Seluruh pajak hadiah dan biaya pengiriman sepenuhnya ditanggung oleh PT Pegadaian.

“Pegadaian telah melakukan pengundian hadiah sesuai dengan regulasi yang ada, berizin, dan disaksikan oleh pihak Kementerian Sosial, Dinas Sosial, serta di hadapan Notaris. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada pihak Pegadaian, karena dengan diselenggarakannya kegiatan ini sesuai dengan peraturan yang berlaku, turut berkontribusi untuk Dana Usaha Kesejahteraan Sosial bagi masyarakat rentan yang memerlukan,” ungkap Analis Kebijakan Ahli Muda Direktorat Potensi dan Sumber Daya Sosial Kementerian Sosial RI, Emmi Destiatmi, pada kesempatan yang sama.

Melalui program ini, Pegadaian berharap dapat terus memperkuat ekosistem emas di Indonesia dan mengakselerasi inklusi keuangan digital, terutama dengan hadirnya Tring! yang dapat dimanfaatkan masyarakat dalam bertransaksi produk dan layanan Pegadaian.

“Kami ingin meningkatkan animo dan loyalitas masyarakat dalam bertransaksi di Pegadaian, tidak hanya di outlet, tapi juga melalui aplikasi Tring!. Aplikasi Tring! ini berbeda dengan aplikasi keuangan lainnya, karena melalui Tring! nasabah dapat berinvestasi, memonitor, dan mengelola investasi emasnya. Kami ingin terus meningkatkan edukasi investasi bagi masyarakat, dan melalui Tring! harapannya masyarakat dapat merasakan pengalaman berinvestasi emas dengan mudah dan cepat,” tambah Selfie.

Informasi lebih lanjut terkait program dan daftar pemenang dapat diakses melalui situs resmi https://sahabat.pegadaian.co.id dan akun Instagram resmi @sahabatpegadaian.

Jakarta, JSNews.com – PT Pegadaian resmi menghentikan operasional aplikasi Pegadaian Digital Service (PDS) dan Pegadaian Syariah Digital Service (PSDS) pada 14 Januari 2026, setelah hampir delapan tahun menjadi sahabat finansial berbasis digital bagi masyarakat Indonesia. Kebijakan ini merupakan bagian dari strategi percepatan transformasi digital melalui konsolidasi layanan ke dalam platform terintegrasi, Tring! by Pegadaian.

Pegadaian meluncurkan Tring! pada Oktober 2025 sebagai platform baru yang mengintegrasikan seluruh produk dan layanan perusahaan, termasuk layanan syariah, dalam satu aplikasi. Dengan konsolidasi ini, seluruh layanan digital Pegadaian kini dialihkan sepenuhnya ke Tring!. Platform tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan dan emas yang lebih cepat, aman, dan terintegrasi.

“Sejak 2018 lalu, Aplikasi Pegadaian Digital dan Pegadaian Syariah Digital menjadi inisiatif digitalisasi layanan dan fondasi awal ekosistem digital Pegadaian yang memudahkan akses nasabah, memperluas jangkauan transaksi, dan membangun basis nasabah digital. Dengan hadirnya Tring!, kami berupaya menghadirkan pengalaman layanan yang lebih terintegrasi, lebih user friendly, dan tentunya berorientasi pada kebutuhan nasabah,” ujar Direktur Utama PT Pegadaian, Damar Latri Setiawan, pada kunjungannya di Tring! Digital Lounge Kota Kasablanka, Rabu (14/01).

Melalui Tring!, nasabah dapat mengakses seluruh layanan utama Pegadaian, termasuk Tabungan Emas, Cicil Emas, Gadai, hingga layanan berbasis ekosistem Bank Emas, seperti Deposito Emas. Selain konsolidasi layanan, platform ini juga menawarkan kemudahan transaksi secara digital, personalisasi layanan, serta peningkatan keamanan data.

“Selain untuk transaksi finansial di Pegadaian, Tring! ini kami rancang sebagai satu-satunya aplikasi yang dapat melayani semua kebutuhan investasi emas masyarakat. Di Tring! ada Tabungan Emas, butuh dana cair saldo tabungannya bisa digadai. Saldo Tabungan Emas yang tersimpan juga bisa dijadikan Deposito Emas agar value-nya bertambah, bahkan Cicil Emas juga bisa melalui aplikasi Tring!,” tambah Damar.

Pemimpin Wilayah VIII Jakarta 1, Bapak Dede Kurniawan, yang membawahi wilayah kerja Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Bekasi, Jatiwaringin, Depok, dan Bogor, turut menyampaikan dukungannya terhadap implementasi Tring! sebagai platform digital terintegrasi.

“Transformasi digital melalui aplikasi Tring! merupakan langkah strategis Pegadaian untuk semakin mendekatkan layanan kepada masyarakat. Di wilayah Jakarta 1, kami terus mendorong nasabah untuk memanfaatkan Tring! agar seluruh kebutuhan layanan Pegadaian, baik transaksi gadai, Tabungan Emas, hingga produk investasi lainnya, dapat diakses dengan lebih mudah, cepat, dan aman,” ujar Dede.

Ia juga menambahkan bahwa integrasi layanan ini diharapkan mampu meningkatkan literasi keuangan masyarakat sekaligus memperluas inklusi keuangan, khususnya di wilayah perkotaan dan penyangga Jakarta.

Ke depan, Pegadaian menegaskan komitmennya untuk melanjutkan transformasi digital secara prudent dan berkesinambungan dengan tetap mengedepankan tata kelola perusahaan yang baik, serta kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku. Melalui Tring! sebagai platform digital terintegrasi, Pegadaian berfokus pada peningkatan kualitas layanan dan keandalan sistem guna memperluas akses layanan keuangan, serta mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat, dengan semangat MengEMASkan Indonesia.

Jakarta – JSNews

PT Pegadaian mencatat fenomena menarik dalam peta investasi nasional sepanjang tahun 2025. Kelompok usia Gen Z kini secara resmi menjadi motor utama pertumbuhan investasi emas digital di Indonesia. Fenomena ini tercermin dari lonjakan signifikan jumlah pengguna produk Tabungan Emas yang kini didominasi oleh kaum muda berusia 18 hingga 27 tahun tersebut.

Berdasarkan data internal perusahaan, nasabah kelompok usia Gen Z (kelahiran 1997–2007) mencatatkan pertumbuhan tahunan Year-on-Year yang sangat fantastis, yakni sebesar 116%. Angka ini jauh melampaui pertumbuhan kelompok usia lainnya, di mana Milenial tumbuh sebesar 49% (YoY), disusul oleh Gen X sebesar 34% (YoY), dan Baby Boomer sebesar 32% (YoY). Hingga akhir tahun 2025, total pengguna Tabungan Emas Pegadaian secara nasional telah mencapai 4,85 juta nasabah.

“Pertumbuhan luar biasa di kalangan Gen Z ini mencerminkan pergeseran paradigma investasi di Indonesia. Kaum muda saat ini bukan lagi sekadar penonton, melainkan pelaku aktif yang sangat sadar akan pentingnya financial planning sejak dini. Mereka memilih emas karena sifatnya sebagai aset safe haven yang kini dikemas secara modern melalui platform digital,” ujar Kepala Divisi Bisnis Bulion PT Pegadaian, Kadek Eva Suputra.

Sebagai kelompok digital native, dominasi Gen Z didorong oleh preferensi kuat mereka terhadap layanan yang praktis, cepat, dan berbasis mobile. Lonjakan ini terjadi berkat kemudahan aksesibilitas tanpa batas yang ditawarkan aplikasi Tring! by Pegadaian, di mana proses pembukaan akun hingga pembelian emas dapat diselesaikan dalam hitungan menit secara real-time. Karakteristik Gen Z yang menyukai efisiensi atau gaya “sat-set” sangat terakomodasi melalui fitur transaksi instan dan otomatisasi yang memungkinkan mereka menabung emas secara konsisten tanpa prosedur rumit.

Selain faktor teknologi, masifnya edukasi finansial melalui platform media sosial seperti TikTok, Instagram, dan YouTube turut membangun urgensi berinvestasi di kalangan muda. Hal ini dibarengi dengan meningkatnya literasi keuangan yang membuat Gen Z lebih proaktif dalam menyiapkan dana darurat serta perencanaan jangka panjang guna menghadapi ketidakpastian ekonomi global di masa depan.

Sejalan dengan tren nasional tersebut, Pemimpin Wilayah VIII Jakarta 1 PT Pegadaian Ahmad Zaenudin, menyampaikan bahwa pertumbuhan signifikan nasabah muda juga sangat terasa di wilayah kerjanya yaitu Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jatiwaringin, Bekasi, Depok, dan Bogor.

“Wilayah Jakarta dan sekitarnya menunjukkan antusiasme Gen Z yang sangat tinggi terhadap Tabungan Emas. Mereka semakin sadar bahwa investasi tidak harus menunggu mapan. Dengan nominal terjangkau dan akses digital yang mudah, Tabungan Emas menjadi pintu masuk bagi generasi muda untuk membangun kebiasaan finansial yang sehat sejak dini,” ujar Ahmad Zaenudin.

Melalui visi sebagai The Leader in Gold Ecosystem, PT Pegadaian berkomitmen untuk terus berinovasi dalam menyediakan instrumen investasi yang aman, likuid, dan mudah dijangkau. Harapannya, transformasi digital yang dilakukan perusahaan mampu menjawab kebutuhan lintas generasi, khususnya dalam menjembatani akses masyarakat muda menuju kemandirian finansial.

Jakarta —JSNews

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Branch Office Mal Ambasador kembali menggelar pameran DOSS Vaganza di Ratu Plaza. Kegiatan yang merupakan agenda tahunan ini berlangsung selama empat hari, mulai 27 hingga 30 November 2025.

Dalam penyelenggaraan event tersebut, BRI Branch Office Mal Ambasador memberikan dukungan sponsorship serta menghadirkan berbagai program promo transaksi yang ditujukan untuk memberikan nilai tambah bagi pengunjung, khususnya bagu pecinta produk fotografi dan videografi. Beragam program unggulan ditawarkan, mulai dari promo Kartu Debit, Kartu Kredit, BRImo, hingga fasilitas cicilan 0 persen.

BRI Branch Office Mal Ambasador bekerja sama dengan DOSS melalui dukungan sponsorship berupa program promo dan akuisisi nasabah. Kolaborasi ini bertujuan untuk memaksimalkan potensi bisnis sekaligus memberikan manfaat lebih bagi nasabah yang melakukan transaksi selama pameran berlangsung.

Branch Office Head Mal Ambasador, Kartini Nasution, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya event DOSS Vaganza. Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum strategis bagi BRI untuk memperluas akuisisi produk perbankan serta meningkatkan transaksi nasabah melalui program-program unggulan yang telah disiapkan.

Adapun detail program akuisisi yang ditawarkan meliputi promo penggunaan Kartu Debit, Kartu Kredit, serta pembayaran melalui aplikasi BRImo. Selain itu, BRI juga menghadirkan fasilitas cicilan 0 persen dengan pilihan tenor tertentu bagi nasabah yang bertransaksi menggunakan Kartu Kredit BRI selama pameran berlangsung.

Melalui rangkaian program akuisisi dan promo transaksi tersebut, BRI berharap dapat memberikan kemudahan bertransaksi sekaligus meningkatkan pengalaman nasabah selama mengikuti event DOSS Vaganza di Ratu Plaza.

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.