Labschool-JSNews

Jakarta menggelar kegiatan Pentas Seni (Pensi) sebagai ajang kreativitas dan ekspresi siswa. Acara ini merupakan inisiatif pihak sekolah dan komite siswa, yang bertujuan memberikan ruang pengembangan bakat serta mempererat kebersamaan antarwarga sekolah.

Dalam kegiatan tersebut, Bank BRI Kebayoran Baru turut berpartisipasi mendukung pelaksanaan acara. Pimpinan Cabang Bank BRI Kebayoran Baru, Yoga Aditia Pratama, menyampaikan bahwa pihaknya hadir sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan positif yang diadakan Labschool Jakarta.

Yoga menambahkan bahwa acara ini juga menjadi kesempatan untuk mengenalkan layanan perbankan kepada pelajar, khususnya tabungan dan aplikasi BRImo. “Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan akuisisi rekening tabungan dan BRImo,” ujarnya.

BRI memiliki berbagai program dan promosi bagi segmen pelajar, seperti Tabungan BRI Simpel, yang dirancang untuk menumbuhkan budaya menabung sejak dini di kalangan siswa. Melalui program ini, diharapkan para pelajar dapat lebih mudah mengelola keuangan dan terbiasa menggunakan layanan digital.

“Semoga dengan kegiatan ini, penggunaan tabungan dan BRImo semakin meningkat serta memudahkan siswa-siswi dalam melakukan transaksi,” tambah Yoga.

Kegiatan Pensi tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh terkait, antara lain:

  • Bapak Sarwoko, M.M., Kepala Suku Dinas Pendidikan Jakarta Selatan
  • Prof. Dr. Totok Bintoro, M.Pd., Kepala BPS Labschool
  • Ibu Yulinda Asnita, Kepala SMP Labschool Kebayoran
  • Bapak Achmad Syarief, Camat Kebayoran Baru
  • Bapak Achmad Syarief, Lurah Kramat Pela
  • Bapak Yoga Aditia Pratama, Pimpinan Cabang BRI KC Kebayoran Baru

Pentas seni ini berlangsung meriah dan tidak hanya menjadi ruang kreativitas, tetapi juga sarana edukasi finansial bagi para pelajar yang hadir.

banner 468x60

Bangkok, Thailand
JSNews


Kamis 20/11/2025
Mulai tanggal 18 hingga 21 November 2025
Delegasi Republik Indonesia yang hadir pada Sidang ke-61 International Coconut Community (ICC) mengajukan usulan strategis terkait pengembangan kelapa non-standar sebagai bentuk komitmen Indonesia untuk meningkatkan nilai tambah, memperluas pasar, dan mendorong keberlanjutan industri kelapa di kawasan Asia Pasifik dan global.

Di sisi lain ICC sebagai organisasi antar-pemerintah yang beranggotakan 20 negara produsen kelapa, seperti Indonesia, Filipina, Thailand, India, Tonga, Samoa, Solomon, Papua Nugini, memainkan peran sentral dalam membangun konsensus, menyediakan platform ilmiah, serta memfasilitasi adopsi standar global yang mendukung perdagangan dan pembangunan berkelanjutan sektor kelapa.

Sementara itu, dukungan terhadap usulan Indonesia juga datang dari sektor industri. Mr. Motoharu Ochiai dari Green Power Development Corporation of Japan (GPDJ), memberikan tanggapan positif terhadap usulan Indonesia. Dalam paparannya, Mr. Ochiai menyampaikan tema, “Proper Sorting and Traceability of Non-Standard Coconut as the Feedstock of SAF”. GPDJ menyoroti potensi pengurangan emisi gas rumah kaca dengan menggunakan kelapa non-standar, serta pentingnya pemilahan dan sistem pencatatan dan pelacakan (Traceability system) pada penggunaan kelapa non-standar sebagai bahan baku Sustainable Aviation Fuel (SAF). GPDJ akan bekerjasama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk pengembangan sistem operasi setelah manual pemilahan disahkan.

BRIN sebagai satu-satunya lembaga pemerintah yang menangani riset dan inovasi level nasional, hadir dalam sidang ICC untuk memberikan dukungan berbasis sains dan teknologi terhadap gagasan Indonesia ini. BRIN telah menyiapkan draf manual inspektor untuk pemilahan kelapa non-standar.

Pada sesi pengesahan, pimpinan sidang menjelaskan kepada peserta sidang terkait draf yang telah disiapkan oleh BRIN. Ada komentar dari perwakilan 5 negara, yaitu Filipina, Papua Nugini, Indonesia, Jamaika, dan Samoa. Sidang menyepakati untuk meyetujui draf manual tersebut, dengan sedikit catatan dari Papua Nugini untuk meperhatikan isu ketahanan pangan (food security). Sebagai tindak lanjut BRIN akan melakukan pelatihan untuk tenaga pemilah kelapa dan seminar untuk sosialisasi ke pemangku kepentingan terkait.

Tim dari Indonesia Japan Business Network (IJBNet) turut hadir sebagai organisasi pengamat resmi dan memainkan peran aktif dalam mendorong kolaborasi bisnis, riset dan inovasi teknologi, serta pengembangan pasar antara Indonesia dan Jepang. Melalui koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk sektor industri dan lembaga riset, IJBNet mendukung gagasan Indonesia mengenai pengelolaan kelapa non-standar dengan menyiapkan jejaring industri yang siap menyerap dan mengembangkan produk turunan dari kelapa non-standar, seperti bahan baku bioenergi, nano dan biomaterial, pakan, dan inovasi industri hilir lainnya. Peran IJBNet sangat relevan dalam membangun rantai pasok baru yang melibatkan pelaku usaha dari kedua negara.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, lembaga riset, komunitas internasional, dan jejaring bisnis seperti ICC, BRIN, IJBNet, dan GPDJ, Indonesia siap menjadi motor penggerak transformasi sektor kelapa yang lebih modern, berkelanjutan, dan bernilai ekonomi tinggi.

Usulan terkait kelapa non-standar ini bukan hanya relevan untuk petani Indonesia, tetapi juga dapat diterapkan di negara-negara anggota ICC lainnya yang menghadapi persoalan serupa dalam pengelolaan produk non-komersial. Indonesia berharap manual internasional yang dibahas dapat diadopsi sebagai standar ICC untuk mendukung pengembangan industri kelapa global yang inklusif dan efisien.

Ketua Umum IJBNet yang turut hadir saat endorsement di Bangkok menyambut baik penerimaan manual sortir kelapa non-standar di forum resmi ICC tersebut. IJBNet akan segera melakukan koordinasi dengan ICC, BRIN, GPDJ dan IJBNet untuk gerak cepat agar Maret 2026 mendatang bisa dirilis sebagai program pelatihan dan sertifikasi untuk pabrik-pabrik CCO dan rantai pasoknya yang ingin mendapatkan sertifikat ICAO-CORSIA.

“Kita siap merangkul para pemangku kepentingan dan pihak-pihak terkait agar kelapa non-standar segera bisa terbang tinggi sebagai bioavtur di banyak penerbangan internasional beberapa tahun ke depan”, demikian Ketum IJBNet menegaskan.

Sementara itu Alit Pirmansah Direktur Market dan Statistik ICC menyampaikan bahwa agenda ini merupakan agenda rutin ICC untuk menyusun program-programnya, dan kali ini adalah untuk program ICC tahun 2026 nanti. ICC berharap para undangan yaitu organisasi-organisasi lain yang diundang selain 20 negara anggota, dapat berkontribusi memberikan masukan positif untuk ICC dalam menyusun program-programnya, dan tentu juga berharap IJBNet dapat juga memberikan kontribusinya yang positif di acara ini.

joSSer
( Wakil Pimred )

Bekasi – JSNews

Nasabah Pegadaian Cabang Bekasi Timur, Ibu Sri Handayani berhasil meraih hadiah satu unit mobil niaga Daihatsu Gran Max dari Program Badai Emas Pegadaian 2025 yang diserahkan langsung oleh Deputy Bisnis Area Bekasi, Rinaldy yang didampingi pimpinan Pegadaian Cabang Bekasi Timur, Yanti Sri Rejeki di Kantor Pegadaian Cabang Bekasi Timur, Kamis (13/11/2025).

Deputy Bisnis Area Bekasi, Rinaldy dalam kesempatan tersebut mengatakan “Hari ini penyerahan hadiah berjalan dengan lancar. Ini adalah undian program Badai Emas periode pertama yaitu bulan Mei – Agustus 2025, karena dalam kurun waktu satu tahun ada 2 periode, di periode kedua September – Desember 2025 hadiah utamanya ada 1 Kg Emas atau Emas batangan.”

Kenapa diperiode kali ini ada hadiah mobil Gran Max, Rinaldy menjelaskan bahwa Gran Max adalah mobil pickup, dia berharap nantinya mobil ini bisa dipakai untuk usaha oleh penerima hadiah tersebut, karena kalau mobil pribadi untuk usaha mungkin kurang leluasa, tapi kalau Gran Max lebih optimal dipakai untuk usaha.

“Kita mengajak dan mengimbau semua nasabah untuk rutin bertransaksi di outlet Pegadaian maupun menggunakan aplikasi Tring!, yang merupakan versi penyempurnaan dari aplikasi digital Pegadaian sebelumnya, karena tiap tahun ada 2 kali undian, harapan kita nasabah aktif yang memakai produk Pegadaian agar bisa dapat undian itu. Semua nasabah pengguna aplikasi Tring! maupun yang bertransaksi langsung di outlet Pegadaian berkesempatan mendapatkan poin tanpa ada batas minimal transaksinya, yang nantinya akumulasi poin transaksi dapat ditukar menjadi kupon undian untuk di-undi pada periode yang telah ditentukan,” tutur Rinaldy.

Rinaldy juga menjelaskan bahwa pertumbuhan transaksi di tahun 2025 ini sangat baik. Didukung dengan adanya kenaikan emas yang luar biasa yang sekarang per gram hampir 2,5 juta rupiah sedangkan di Pegadaian bisa diangsur sehingga mempermudah masyarakat untuk memiliki emas, karena minat masyarakat yang luar biasa di Pegadaian sendiri terjadi kenaikan penjualan, khususnya di produk cicil emas yang terjadi kenaikan dari Januari 2025 sampai sekarang terjadi kenaikan sebesar 170 persen.

Terkait produk cicil emas, Rinaldy juga mengatakan “Produk cicil emas sekarang banyak peminatnya, karena pergerakan harga emas yang mungkin setiap hari berubah-ubah kecenderungan naik serta di produk cicil emas kita hanya cukup bayar uang muka saja sebesar 15 persen dan itu bisa dicicil tergantung dari jangka waktu, sedangkan jangka angsuran 6 bulan, 12 bulan, 24 bulan dan 36 bulan. Istimewanya, karena harga emas fluktuatif (naik-turun), kita sepakati harga itu pas saat akad awal. Jadi berikutnya jika harga emas naik ataupun turun kita tetap menggunakan harga awal sesuai pada akad yang sudah disepakti. Tetapi kecenderungan harga emas berdasarkan data historis akan cenderung naik, sehingga mengunci harga di awal merupakan langkah investasi yang cerdas”

“Selain Cicil Emas Fisik, kami dari Pegadaian mengajak masyarakat yang belum punya tabungan emas di Pegadaian untuk segera buka tabungan emas di Pegadaian. Mulai dari sekarang kita menabung emas di Tabungan Emas Pegadaian, karena menabung emas itu tidak harus per 1 gram tapi bisa juga dengan mulai dari 10 ribu rupiah yang nantinya kita konversi ke gramasi emas, sehingga lebih fleksibel. Hal ini menurut saya sangat baik karena ada peningkatan harga emas dari tahun ke tahun.” Pungkas Rinaldy.

Bandung,JSNews



Kamis (13/11/2025)
Sebagai langkah nyata dalam memperkuat kolaborasi riset antara Jepang dan Indonesia di bidang teknologi lingkungan dan rekayasa sipil, telah dilaksanakan penandatanganan kontrak kerja sama penelitian bersama (Joint Research Agreement) antara FKG Corporation dan Institut Teknologi Bandung (ITB), bertempat di Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) ITB, Bandung.

Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah perwakilan dari kedua institusi dan mitra strategis. Dari pihak Indonesia Japan Business Network (IJBNet) hadir Salim Mustofa, Sekretaris Jenderal IJBNet, serta Yani Marlisna Jaya Wakil Ketua Umum IJBNet dari pihak FKG Jepang turut hadir Terunori Fukuoka dan Kourogi Nuruyu. Sementara dari pihak ITB, hadir Prof. Dr. Ing. Ir. Prayatni Soewondo, MS., Ketua Kelompok Keahlian Rekayasa Air dan Limbah Cair, serta Dr. Eng. Rangga Adiprima Sudisman dan Dr. Mochammad Chaerul, S.T, M.T., sebagai Ketua Tim Teknis Pelaksana Kerjasama dari Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan. Turut hadir pula perwakilan dari PT LAPI ITB, yaitu Yusmar Anggadinata, Direktur Utama, dan Aries Muldan N., Manajer Proyek.

Agenda kegiatan dimulai dengan rapat koordinasi antara FKG, ITB, dan IJBNet untuk membahas arah dan ruang lingkup kerja sama riset yang akan dilakukan. Rapat ini menjadi forum penting untuk menyamakan visi serta menetapkan prioritas penelitian yang relevan bagi kedua belah pihak.

Selanjutnya dilakukan penandatanganan kontrak kerja sama penelitian bersama (Joint Research Agreement) antara FKG dan ITB, yang menjadi tonggak formal dimulainya kolaborasi riset di bidang teknologi air, limbah, dan rekayasa lingkungan.

Usai penandatanganan, para peserta melakukan kunjungan ke beberapa laboratorium di Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan ITB, yaitu Laboratorium Buangan Padat dan B3, Laboratorium Rekayasa Struktur, serta Laboratorium Mekanika Tanah. Kunjungan ini bertujuan untuk melihat secara langsung fasilitas penelitian yang akan mendukung pelaksanaan proyek bersama ke depan.

Satu hari setelah kunjungan ke ITB Bandung, FKG Corporation juga melakukan penandatanganan kerjasama dengan Indonesia Japan Business Network (IJBNET), penandatanganan ini merupakan bagian dari pelaksanaan kegiatan FKG bersama IJBNet di Indonesia. MOU Ditandatangani pihak Jepang oleh Mr Daizo Fukuoka Presdir FKG Corporation dan diparaf oleh Mr. Terunori Fukoka, sementara IJBNET diwakili oleh Sekretaris Jenderal IJBNET yang juga peneliti senior BRIN Salim Mustafa, penandatanganan dilakukan di BRIN Kampus Gatot Subroto, Jakarta Selatan.

Melalui semua kerja sama ini, diharapkan tercipta sinergi antara para akademisi, praktisi, dan peneliti dari Indonesia dan Jepang untuk menghasilkan solusi inovatif di bidang pengelolaan lingkungan dan infrastruktur berkelanjutan.

joSSer
( Wakil Pimred )

Jakarta -JSNews

KAI Commuter terus memperkuat posisinya sebagai tulang punggung mobilitas urban dengan mendorong pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD) di sekitar stasiun. Konsep TOD, yang mengintegrasikan hunian vertikal dengan akses transportasi publik berbasis rel, terbukti menjadi solusi efektif untuk meningkatkan efisiensi pergerakan sekaligus memperbaiki kualitas hidup masyarakat perkotaan.

Peningkatan volume pengguna Commuter Line di stasiun-stasiun TOD menjadi bukti nyata keberhasilan integrasi ini. Sejumlah stasiun yang telah dikembangkan menjadi kawasan TOD, seperti Tanjung Barat, Pondok Cina, Pondok Ranji, dan Rawa Buntu, menunjukkan tren pertumbuhan penumpang yang sangat signifikan.

Stasiun Tanjung Barat Cetak Rekor 100 Persen
Stasiun Tanjung Barat menjadi contoh paling menonjol dari keberhasilan konsep ini. Sejak hadirnya kawasan hunian vertikal yang terhubung langsung dengan area stasiun pada pertengahan 2021, volume penumpang stasiun tersebut melonjak drastis.

Pada awal penyerahan unit hunian, rata-rata harian pengguna Commuter Line di Stasiun Tanjung Barat adalah sekitar 7.000 orang. Saat ini, volume pengguna harian di stasiun tersebut telah tumbuh lebih dari 100 persen, mencapai rata-rata 14.763 orang.

Sementara itu, Stasiun Pondok Cina, yang juga dikembangkan dengan konsep serupa, mencatat pertumbuhan penumpang hampir 35 persen. Dari rata-rata awal 12.600 orang pada April 2023, kini stasiun tersebut melayani rata-rata 17.000 orang per hari.

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menyatakan bahwa lonjakan angka ini adalah validasi kuat bahwa keterpaduan antara hunian dan transportasi publik berhasil mendorong masyarakat beralih ke moda perjalanan yang lebih efisien, hemat waktu, dan ramah lingkungan.

TOD dan Program 3 Juta Rumah
Pengembangan kawasan berbasis TOD ini merupakan sinergi strategis antara pemerintah, pengembang properti, serta KAI dan operartor KAI Commuter. Selain meningkatkan efisiensi, kenyamanan dan kualitas hidup, langkah ini sejalan dengan program pemerintah dalam penyediaan 3 juta rumah terjangkau yang berlokasi strategis.

Tren serupa juga terlihat di stasiun-stasiun wilayah aglomerasi barat, seperti Stasiun Tigaraksa, Maja, dan Cisauk, yang kini berkembang pesat menjadi kawasan hunian baru terintegrasi. Volume pengguna Commuter Linepada lintas tersebut juga terus tumbuhan, tercatat pada 2023 sebanyak 62 juta lebih dan pada 2024 kemarin tumbuh 11,3 persen atau sebanyak 69 juta lebih pengguna.

“Sedangkan pada 2025 hingga September kemarin tercatat sudah sebanyak 56 juta lebih pengguna Commuter Line pada lintas tersebut,” jelas Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan.

Beliau juga menyampaikan bahwa konsep TOD, yang sejalan dengan arah pembangunan nasional terkait 3 juta rumah terjangkau, memberikan dampak positif yang signifikan. “Integrasi hunian dengan layanan Commuter Line terbukti meningkatkan efisiensi pergerakan masyarakat dan mengurangi beban lalu lintas di kawasan metropolitan,” tutup nya.

Jakarta –JSNews PT Pegadaian menandai babak baru transformasi digitalnya dengan meluncurkan super apps terbaru, Tring! by Pegadaian. Aplikasi inovatif ini hadir sebagai ekosistem keuangan digital terintegrasi yang menyatukan seluruh layanan gadai, investasi emas, dan pembiayaan dalamsatu platform yang mudah diakses. Peluncuran Tring! berlangsung di Ballroom The Gade Tower, pada Rabu (07/10).

Lahirnya Tring! sebagai sahabat baru transaksi digital bagi masyarakat, diresmikan oleh Direktur Utama PT Pegadaian, Damar Latri Setiawan bersama CEO Group BRI, Hery Gunardi, Komisaris PT Pegadaian, Sudarto, serta Wakil Direktur Utama PT Pegadaian, Budi Wahju Soesilo. Seremonial ini semakin lengkap dengan hadirnya brand ambassador Tring!, Isyana Sarasvati, yang juga berbagi mengenai investasi yang kini menjadi lifestyle generasi muda kepada seluruh audience.

Tring! dikembangkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat modern yang menginginkan solusi keuangan yang Cepat, Aman, dan Mudah—sebuah komitmen yang direfleksikan dalam tagline #MulaiDariTring!.

Aplikasi ini dirancang untuk memberikan pengalaman bertransaksi yang nyaman, di mana seluruh kendali finansial kini berada di tangan nasabah. Keunggulan Tring! terletak pada integrasi penuh layanan berbasis emas dan keuangan Pegadaian, diantaranya:

• Ekosistem Emas Lengkap: Tring! menyediakan seluruh layanan emas Pegadaian, mulai dari Tabungan Emas untuk memulai investasi dari nominal kecil, Cicil Emas Batangan dan Cicil Tabungan Emas untuk kepemilikan yang terencana, hingga Gadai Tabungan Emas dan Jual/Beli Emas yang dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja.

• Maksimalkan Aset: Nasabah dapat memanfaatkan layanan Deposito Emas melalui aplikasi untuk mengoptimalkan potensi imbal hasil dari aset emas yang dimiliki.

• Fitur Keuangan Terpadu: Selain emas, Tring! juga dilengkapi fitur pembiayaan lainnya, layanan Transfer Tabungan Emas, hingga berbagai fitur bayar-bayar dan transaksi digital yang praktis.

• Pengalaman Seamless: Dengan konsep “1 User ID, Semua Kebutuhan”, proses registrasi dan verifikasi data kini dapat dilakukan dalam satu langkah, menghemat waktu dan menyederhanakan akses ke puluhan layanan.

Direktur Utama Pegadaian, Damar Latri Setiawan, mengungkapkan bagaimana upaya Pegadaian untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan nasabah dalam bertransaksi melalui aplikasi Tring!,

“Pegadaian menempatkan keamanan sebagai prioritas utama. Aplikasi Tring! memastikan keamanan data nasabah terjamin dan aset emas yang dimiliki nasabah dijamin fisiknya serta tersimpan dengan standar keamanan terbaik.”

Damar juga menambahkan, masyarakat tidak perlu khawatir karena Pegadaian menerapkan sistem 1:1 untuk layanan transaksi emas, di mana ketika ada permintaan transaksi Cicil Emas maupun Tabungan Emas oleh nasabah, maka Pegadaian telah menyiapkan persediaan emas secara fisik sejumlah gram yang ditransaksikan.

CEO Group BRI, Hery Gunardi, juga menjelaskan bagaimana ketiga entitas yang tergabung dalam Holding Ultra Mikro saling mendukung ekonomi kerakyatan, khususnya dengan memperluas ekosistem emas Pegadaian melalui Tring!.

“Holding Ultra Mikro saling mendukung dan membantu. Apps Tring! by Pegadaian ini ter-connect dengan BRI. User aktif BRImo hingga saat ini 42 juta, harapannya di akhir tahun user Tring! akan mencapai 4 juta. Bayangkan ke depannya akan ada 40 juta-an user yang bisa mengakses produk emas Pegadaian,” ujar Hery.

Melalui Tring!, Pegadaian tidak hanya memperkuat perannya sebagai The Leader in Gold Ecosystem, tetapi juga memenuhi misi sebagai akselerator inklusi keuangan di Indonesia. Aplikasi ini hadir untuk mempermudah masyarakat mencapai tujuan finansial.

Pemimpin Wilayah VIII Jakarta 1, Bapak Ahmad Zaenudin, menyambut antusias peluncuran Tring! dan menilai aplikasi ini memiliki potensi besar di wilayah Jabodebek (Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi) yang merupakan pusat aktivitas ekonomi dan digital masyarakat urban.

“Wilayah Jabodebek memiliki potensi pengguna aplikasi yang sangat besar. Karakter masyarakatnya yang aktif, produktif, dan sudah terbiasa menggunakan layanan digital menjadi peluang strategis bagi Pegadaian untuk memperluas adopsi aplikasi Tring!. Kami optimis, Tring! akan menjadi solusi keuangan digital yang paling relevan bagi generasi muda dan profesional urban yang menginginkan layanan investasi emas dan pembiayaan secara cepat dan aman di satu genggaman,” ujar Ahmad Zaenudin.

Beliau juga menambahkan bahwa transformasi digital melalui Tring! akan memperkuat sinergi antara Pegadaian Kanwil VIII Jakarta 1 dengan seluruh unit kerja di wilayah Jabodebek dalam memberikan layanan yang semakin mudah, inklusif, dan modern bagi seluruh lapisan masyarakat.

Bekasi – JSNews

PT Pegadaian Kanwil VIII Jakarta 1 bersama FORSEPSI dan Bank Sampah Seger Ayem mengadakan Gerakan Edukasi Indonesia Bersih dengan tema “Menabung Dalam Perspektif Syariah” dan santunan kepada para warga jamaah mesjid AL-IKHLAS di Bekasi Timur Regensi 5 Cluster Fargesia RW. 012 Kel. Sumur Batu Kec. Bantar Gebang, Minggu (21/9).

Kepala Pimpinan Cabang Pegadaian Syariah Islamic Center, Ustadz Zaenal Muttaqin yang hadir sebagai pembicara dalam tausiahnya mengatakan “menabung ini perkara penting jangan dianggap sepele nabungnya dari sisaan uang kita tetapi disisakan dulu di awal 10 persen untuk menabung kita. Menabung ini bukan untuk pola hidup kita menjadi pelit tapi untuk menunda kebahagiaan kita di masa mendatang.”

Ustadz Zaenal Muttaqin menjelaskan bahwa menabung bisa dalam bentuk apa saja termasuk menabung dengan sampah. Sampah yang kita anggap sebagai sesuatu yang biasa bahkan bisa menimbulkan masalah dalam masyarakat tetapi bisa menjadi pundi-pundi rejeki kita, kalau kita bisa mengelola dengan benar dan baik.

“Botol minuman kemasan tadi 1 kg nya bisa sampai 6000 rupiah, Subhanallah. Jika kita telaten 6000 disimpan di Bank Sampah bisa ditukar menjadi Emas, dikit-dikit InsyaAllah bisa menjadi bukit,” ujar Ustadz Zaenal Muttaqin.

Ketua Majelis Taklim Mesjid AL-IKHLAS, Iis Isnawati yang juga merupakan Ketua Bank Sampah Seger Ayem dalam keterangannya mengatakan “ Saya ingin Bank Sampah bisa bermanfaat di lingkungan warga Fargesia RW. 12 dan saya juga berharap peran aktif dari warga karena Bank Sampah tidak akan efektif dalam menjaga lingkungan kalau dari warganya sendiri tidak ikut berperan aktif.”

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua DKM AL-IKHLAS, Prianto yang mengatakan “ Alhamdulillah dari DKM mengucapkan terimakasih banyak atas Ilmu-ilmu yang telah disampaikan oleh Pak Ustadz Zaenal Muttaqin perwakilan dari PT Pegadaian mudah-mudahan dibantu Bu Iis Isnawati sebagai Ketua Bank Sampah di lingkungan Mesjid AL-IKHLAS ini membawa banyak manfaat terutama kebersihan lingkungan.”

Acara berlangsung meriah dengan beragam kuis dan sesi tanya jawab, dimana Pegadaian memberikan beragam sembako dan voucher belanja untuk para peserta yang berhasil menjawab pertanyaan dan memberikan pertanyaan. Acara dilanjutkan dengan memberikan sumbangan sembako kepada para peserta.

Jakarta –JSNews

Dalam rangka memperingati Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas), PT Pegadaian Kantor Wilayah VIII Jakarta 1 menggelar program spesial sebagai bentuk apresiasi kepada nasabah setia yang telah memberikan kepercayaan dan loyalitas selama ini.

Pada momen istimewa ini, seluruh jajaran Pegadaian Kanwil VIII Jakarta 1 turun langsung menyapa nasabah di berbagai outlet yang tersebar di wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Bekasi, Depok, dan Bogor. Kegiatan ini semakin semarak dengan pembagian emas gratis dan hadiah menarik bagi nasabah yang melakukan transaksi Tabungan Emas maupun layanan Pegadaian lainnya.

“Hari Pelanggan Nasional bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga wujud nyata komitmen kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya investasi yang aman dan menguntungkan. Melalui program ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk memanfaatkan Tabungan Emas Pegadaian sebagai pilihan investasi jangka panjang yang mudah dan terpercaya,” ujar Ahmad Zaenudin, Pemimpin Wilayah VIII Jakarta 1.

Selain emas gratis, Pegadaian juga menghadirkan promo spesial berupa voucher senilai Rp100.000 dan Rp50.000 bagi nasabah terpilih yang melakukan transaksi di Hari Pelanggan Nasional. Promo ini berlaku di seluruh outlet Pegadaian Kanwil VIII Jakarta 1 sepanjang perayaan Harpelnas.

Ahmad Zaenudin menambahkan bahwa emas merupakan salah satu instrumen investasi yang terbukti tangguh dalam menjaga nilai kekayaan, bahkan di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu.

“Emas adalah aset safe haven yang nilainya cenderung stabil, bahkan meningkat dari waktu ke waktu. Dengan Tabungan Emas Pegadaian, masyarakat bisa mulai berinvestasi emas dengan cara yang sangat mudah dan terjangkau, mulai dari nominal kecil, namun memiliki potensi keuntungan besar di masa depan,” jelasnya.

Dengan semangat #MengEmaskanIndonesia, Pegadaian Kanwil VIII Jakarta 1 berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan inovatif dan terpercaya, sejalan dengan transformasi digital perusahaan. Harapannya, masyarakat semakin termotivasi untuk mengelola keuangan dengan bijak, sekaligus memperkuat literasi keuangan melalui investasi emas.

Jakarta –JSNews

Jakarta – PT Pegadaian mengajak masyarakat untuk lebih bijak dan cerdas dalam merencanakan keuangan masa depan dengan memahami pentingnya menjaga nilai tabungan. Pasalnya, merencanakan masa depan tidak hanya tentang menabung apa dan kapan waktu yang tepat, tetapi juga tentang bagaimana melindungi nilai dari apa yang ditabung.

Sekretaris Perusahaan PT Pegadaian, Dwi Hadi Atmaka atau Aat menjelaskan bahwa menabung adalah sarana termudah untuk menjembatani pemenuhan kebutuhan di masa mendatang dengan menyisihkan sebagian uang sesuai kemampuan keuangan di masa sekarang. Selama ini masyarakat sudah terbiasa dengan menabung uang. Namun di sisi lain sudah ada juga pilihan untuk menabung emas. Terus apa bedanya menabung uang dan menabung emas?

“Menabung uang itu perlu, sedangkan menabung emas adalah harus. Menabung uang perlu untuk menjaga likuiditas dan memudahkan transaksi, sedangkan menabung emas adalah suatu keharusan (emas is a must). Mengapa? Karena emas sudah terbukti melindungi nilai uang dari inflasi, menjadi alat ukur biaya yang stabil, dan merupakan aset strategis untuk mewujudkan berbagai rencana di masa depan, seperti dana pendidikan, dana pensiun, atau bahkan ibadah haji,” ungkap Aat.

Sebagai salah satu instrumen investasi, emas memiliki karakteristik unik yang menjadikannya pilihan strategis untuk berbagai tujuan keuangan. Emas dikenal sebagai aset yang sangat tangguh sepanjang sejarah, mampu menjaga nilai kekayaannya, bahkan di tengah gejolak ekonomi.

Sifat-sifat utama emas yang menjadikannya investasi unggulan, di antaranya:
● Likuid: Emas setara dengan uang tunai, sangat mudah dicairkan atau diuangkan kapan saja diperlukan.
● Universal: Diterima di mana saja di seluruh dunia dan memiliki standar kadar yang diakui secara global.
● Fleksibel: Tersedia dalam berbagai bentuk portofolio, mulai dari emas batangan, perhiasan, hingga emas digital, memungkinkan investor memilih opsi yang paling sesuai dengan kebutuhan.

Dengan sifat-sifat ini, emas bukan hanya menjadi pelindung nilai, tetapi juga aset yang dapat diandalkan untuk mewujudkan rencana keuangan jangka panjang.

“Emas adalah salah satu aset yang safe haven. Nilai riilnya cenderung stabil bahkan meningkat di tengah gejolak ekonomi. Ini yang membedakan emas dengan uang. Melalui Tabungan Emas Pegadaian, kami memberikan solusi kepada masyarakat untuk bisa menabung emas dengan cara yang aman, proses mudah, dan tentunya terjangkau bagi semua kalangan,” jelasnya.

Tidak ada kata terlambat untuk menabung emas di Pegadaian. Masyarakat juga tidak perlu ragu dalam bertransaksi secara digital di Pegadaian karena emas yang dibeli oleh masyarakat stoknya sudah ada di Pegadaian. “Masyarakat juga tidak perlu khawatir karena Pegadaian menerapkan sistem 1:1 untuk layanan transaksi emas, dimana ketika ada permintaan transaksi Tabungan Emas, maka Pegadaian telah menyiapkan persediaan emas secara fisik sejumlah gram yang ditransaksikan,” tambah Aat.

Pegadaian berkomitmen untuk menjadi mitra terpercaya bagi masyarakat dalam perjalanan investasi mereka. Dengan Tabungan Emas, nasabah dapat memulai investasi emas mulai dari 0,01 gram atau setara dengan Rp 18 ribu-an saja. Nilai uang yang disetorkan akan terkonversi menjadi gramasi emas dan tersimpan dengan aman di Pegadaian. Masyarakat juga dapat dengan mudah memonitor saldo Tabungan Emas, melakukan Gadai Tabungan Emas saat butuh dana likuid, hingga memanfaatkan produk investasi Layanan Bank Emas Pegadaian, yaitu Deposito Emas melalui aplikasi Pegadaian Digital.

Melalui kemudahan ini, Pegadaian berharap dapat membantu lebih banyak masyarakat untuk memulai perencanaan keuangan yang lebih matang, memastikan bahwa setiap penghasilan dari kerja keras mereka tidak tergerus inflasi. Dengan Tabungan Emas Pegadaian, mewujudkan rencana keuangan masa depan menjadi lebih pasti.

Pemimpin Wilayah VIII Jakarta 1, Ahmad Zaenudin, menambahkan:
“Wilayah kerja kami mencakup Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Bekasi, Depok, dan Bogor yang merupakan pusat pertumbuhan ekonomi sekaligus kawasan dengan populasi produktif yang sangat besar. Potensi wilayah ini luar biasa untuk pengembangan Tabungan Emas karena masyarakat urban semakin sadar pentingnya investasi aman di era digital. Pegadaian siap hadir bukan hanya sebagai penyedia layanan keuangan, tetapi juga sebagai mitra terpercaya yang membantu masyarakat mewujudkan rencana masa depan mereka dengan lebih pasti.”

JSNews 4 Juli 2025  Indonesia Japan Business Network (IJBNet) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyelenggarakan acara Business Matching di Auditorium BRIN Gedung BJ Habibie, Jakarta Pusat. Kegiatan ini mempertemukan 15 startup Indonesia dengan sejumlah investor dan mitra bisnis dari Jepang.


Turut hadir dalam acara tersebut:
Asep Riswoko – Direktur Kemitraan Riset dan Inovasi BRIN
Suyoto Rais – Ketua Umum IJBNet
Perwakilan mitra Jepang:
Mr. Monobe Takayuki dan Ms. Kawanaka Risako dari Mitsubishi Electric
Mr. Ying Jian Ng dari Global Brain
Mr. Nii Shinya dan Mr. Genki Hiraga dari Space Tech Accelerator
Startup peserta berasal dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Bogor, Bandung, Yogyakarta, hingga Kupang dan Kendari. Mereka mempresentasikan produk inovatif di bidang:


Teknologi satelit
Solusi hemat energi di sektor manufaktur (otomotif, F&B)
Rantai pasokan dan platform pengadaan suku cadang
Asep Riswoko menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini dan berharap kolaborasi ini akan mendorong investasi bagi startup lokal. “Kehadiran mitra Jepang menunjukkan minat yang tinggi dan ini kesempatan bagi startup kita untuk berkembang,” ujarnya.
Sementara itu, Sekjen IJBNet Salim Mustofa menekankan kesiapan IJBNet untuk terus mendukung perbaikan iklim investasi dan memperkuat kolaborasi Indonesia–Jepang di sektor teknologi dan inovasi.
Ms. Kawanaka Risako, mewakili mitra Jepang, mengapresiasi semangat dan kreativitas para startup Indonesia. Ia berharap kolaborasi ini berlanjut dalam bentuk kemitraan nyata dan investasi berkelanjutan.
Startup peserta Business Matching di antaranya:


PT IMAGO Randau Harmoni
PT ANGPHOT ORION Indonesia
PT Eteris Prima Wiyasa
CV CIPTA INOVASI PERKASA
PT Loka Langit Nusantara
CV AMX UAV Technologies
PT Madani Alam Indonesia
PT Labdha Teknika Nusantara
CV Rigo Alam Sejahtera
PT Indosalz Surya Utama
PT Fusi Global Teknologi
PT ALFA MULTI TEKNOLOGI
CV Powerplan Startup Technology
PT Konterin Faros Sukses

joSSer
( Wakil Pimpred )

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.