JAKARTA, 6 FEBRUARI 2026 – Para orang tua murid yang tergabung dalam Komite Sekolah SMAN 11 Jakarta Timur melakukan kunjungan ke Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakarta Timur di Jl. H. Naman No.1, RT.1/RW.3, Pondok Kelapa, Kecamatan Duren Sawit. Kunjungan ini bertujuan untuk mengantarkan peserta Kelas XII yang tidak melanjutkan kuliah, dengan kerjasama kedua institusi memasuki angkatan ke-27 pada periode tahun 2026.

Kunjungan dipimpin oleh Ketua Komite Sekolah SMAN 11 Jakarta Timur Mohamad Amin dan diterima oleh Kasatpel Pelatihan dan Uji Kompetensi (UJK) PPKD Jakarta Timur, Danang Fauzan, ST.

DUA PROGRAM PELATIHAN DENGAN SYARAT JELAS

PPKD Jakarta Timur menyelenggarakan dua jenis program pelatihan:

– Pelatihan Reguler: Dilaksanakan di gedung PPKD dengan kuota 20 orang per program per angkatan. Syarat pendaftaran meliputi KTP DKI Jakarta, fotocopy ijazah terakhir/SKL, Kartu Keluarga, 4 lembar pas foto 3×4 latar merah, serta dokumen pendukung lainnya (jika ada) dan bukti vaksinasi Covid-19. Pendaftaran dilakukan langsung dengan tahapan tes teori dan wawancara. Program yang ditawarkan antara lain Bahasa, Bisnis dan Manajemen, Jasa Pengamanan, Kombinasi Bahasa Jepang & Otomotif/Scaffolding, Las, Otomotif, Pariwisata, Transportasi, Teknologi Informasi dan Komunikasi, serta Tata Kecantikan.
– Mobile Training Unit (MTU): Berlangsung menggunakan bus/truk pelatihan di wilayah sekitar dengan kuota 10 orang per program per angkatan. Pengajuan dilakukan melalui surat permohonan yang ditandatangani Lurah, dikirim via email ke ppkc.timur@jakarta.go.id. Durasi pelatihan sebanyak 360 Jam Pelajaran selama 45 hari dengan program seperti Bahasa Inggris untuk Tenaga Administrasi Profesional, Bisnis dan Manajemen, Refrigerasi, Fashion Technology, dan lainnya.

SARANA MODERN DENGAN FASILITAS LENGKAP

PPKD Jakarta Timur memiliki sarana seperti gedung pelatihan, ruang praktik, bengkel, laboratorium komputer, dan aula. Fasilitas yang disediakan meliputi sertifikasi pelatihan dan profesi BNSP, seragam, makan siang dan snack, bahan praktik, bursa kerja, serta asuransi perlindungan peserta.

TUJUAN UTAMA: PENGETASAN PENGANGGURAN

Kepala PPKD Jakarta Timur H. Teguh Hendarwan, S.Sos., M.Si menjelaskan bahwa tugas utama PPKD adalah mengatasi pengangguran dan kemiskinan di DKI Jakarta. Tahun ini, pihaknya akan melatih sebanyak 1.440 orang dalam 24 program pelatihan untuk dua angkatan.

“Kita telah menjalin kerja sama dengan 45 perusahaan dan memasuki tahun ketiga program pemagangan ke Jepang, dengan 20 orang yang dikirim tahun lalu,” ujarnya.

Teguh juga menyampaikan bahwa PPKD Jakarta Timur merupakan satu-satunya yang memiliki pusat disabilitas learning center, dengan program barista dan digital marketing. Salah satu alumni, Ibu Margo, kini telah memiliki dua kafe dan merekrut teman-teman disabilitas.

“Semua pelatihan gratis dan sudah ada hampir 4.000 pendaftar untuk kuota sekitar 700 orang pada setiap angkatan, jadi segera daftar,” tambahnya.

KERJASAMA PERMANEN DAN SOSIALISASI KE 6 KABUPATEN/KOTA

Ketua Komite SMAN 11 Jakarta Timur Mohamad Amin mengungkapkan bahwa kunjungan ini adalah yang ketiga, setelah angkatan 25 (2023-2024) dan 26 (2024-2025).

“Kami memohon agar kerjasama ini dilakukan secara permanen untuk SMAN 11. Sebagai Ketua Gerakan Pendidikan Indonesia Baru, saya akan mengajukan permohonan untuk menyosialisasikan program ini ke 6 Kabupaten dan Kota lainnya,” ucap Amin.

Dia berharap para peserta dapat diterima bekerja di berbagai sektor perusahaan, baik di dalam maupun luar negeri.

Jakarta, JSNews – Sebagai wujud solidaritas dan kepedulian terhadap warga yang terdampak bencana di wilayah Sumatera, SMA Negeri 11 Jakarta yang berlokasi di Jalan Komarudin, Kompleks Pendidikan Cakung, Jakarta Timur, bersama Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB), Komite Sekolah, dan para orang tua siswa menggelar aksi sosial berupa penggalangan serta penyaluran bantuan kemanusiaan.

Kegiatan pengumpulan donasi berlangsung di Aula SMA Negeri 11 Jakarta dengan melibatkan seluruh elemen sekolah, masyarakat umum, serta sejumlah donatur, termasuk dukungan dari PT Bantuan. Adapun bantuan yang terkumpul meliputi beras, mi instan, serta pakaian layak pakai. Donasi tersebut kemudian diserahkan melalui Posko Peduli untuk Sumatera yang dikelola oleh komunitas lokal di wilayah Cakung, Jakarta Timur.

Bantuan direncanakan akan dijemput langsung oleh perwakilan dari pihak penerima dan disalurkan ke tiga daerah terdampak di Sumatera melalui koordinasi bersama jaringan relawan serta komunitas kemanusiaan di lapangan.

Kepala SMA Negeri 11 Jakarta, Ibu Peninana Sinambela, bersama Ketua GPIB, Bapak Amin, menyampaikan apresiasi atas antusiasme seluruh warga sekolah.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan nilai empati, gotong royong, dan rasa kemanusiaan kepada peserta didik, sekaligus memberi kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujar Peninana.

GPIB dan Komite Sekolah menegaskan pentingnya kolaborasi antara dunia pendidikan dan masyarakat dalam menghadapi situasi krisis kemanusiaan. Mereka berharap kegiatan serupa dapat menginspirasi lebih banyak sekolah di Indonesia untuk turut serta dalam aksi sosial berbasis kepedulian.

Inisiatif ini menjadi bukti bahwa lembaga pendidikan tidak hanya berperan sebagai pusat pembelajaran intelektual, tetapi juga sebagai wadah pembentukan karakter dan kepedulian sosial bagi generasi muda.

Reporter: Rahmat Hidayat (joSSer)
Cameramen: Aminudin

Cikarang,JSNews.com – Sabtu 29 November 2025, Politeknik Meta Industri Cikarang menyelenggarakan Sidang Senat Terbuka Wisuda VIII di Ballroom Hotel Holiday Inn, Cikarang, Jawa Barat. Prosesi wisuda berlangsung khidmat dan penuh kebahagiaan, dihadiri oleh 92 wisudawan dan wisudawati bersama para orang tua, mitra industri, serta tamu undangan.

Tema Wisuda dan Arah Pengembangan Kampus

Ketua Yayasan, Dr. Dokmen Lubis, S.E., M.M., dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada para lulusan dari Program Studi Farmasi, Teknik Industri, serta Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak. Tahun ini wisuda mengangkat tema:

“Menciptakan Generasi Berdampak untuk Membangun Industri yang Berakhlak, Cerdas, dan Berkompeten.”

joSSer
( Wakil Pimred )

Depok-JSNews


Sabtu, 22/11/2025

Sejumlah Kepala Sekolah SMK yang tergabung dalam Forum Komunikasi Kepala Sekolah (FKKS) Kota Depok melakukan audiensi dengan East West International College (EWIC) Malaysia. Pertemuan berlangsung di SMK Nasional Depok, Selasa (18/11).

Kegiatan ini diinisiasi oleh Program Development Partner EWIC Malaysia for Indonesia, Dr. Farra, bersama Ketua Pembina Yayasan Gelora Haji Muhari Al Azhari (GHAMA), H. Acep Azhari, serta Chairman Depok Institute, Solihin, S.E., M.Pd.

Buka Peluang Kuliah Sambil Magang di Malaysia

Program kerja sama ini membuka kesempatan bagi alumni SMK Kota Depok yang ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri sambil menjalani magang. EWIC Malaysia menggandeng sejumlah hotel di Malaysia sebagai tempat magang bagi mahasiswa. Dengan demikian, peserta dapat menempuh pendidikan D3 Perhotelan sekaligus mendapatkan pengalaman kerja profesional.

Hadir dalam pertemuan tersebut antara lain pengurus FKKS, Kepala Sekolah SMK Karya Muda Selamet, S.Pd., M.M., Kepala Sekolah SMK Nasional Depok Muhammad Ihsan, M.Pd., Kepala Sekolah Ekonomika Sayuty Rachman, S.Tr.Par, perwakilan SMKN 2 Kota Depok, Sekretaris Yayasan GHAMA Jakaria, S.E., serta Koordinator Indonesia Japan Business Network (IJBNet) Budiman, S.Pd. Pertemuan yang berlangsung secara hibrida ini juga diikuti secara daring oleh perwakilan EWIC, Mrs. Yany.

Fasilitas Lengkap, Magang Bergaji, dan Biaya Terjangkau

Dalam pemaparannya, Mrs. Yany menjelaskan bahwa mahasiswa dapat kuliah dan magang secara bersamaan dengan fasilitas lengkap.
“Mahasiswa mendapatkan asrama dan makan secara gratis,” ujarnya.

Sementara itu, Dr. Farra menegaskan bahwa program ini memberikan peluang besar bagi pelajar Indonesia yang ingin menempuh pendidikan di luar negeri tanpa beban biaya besar.
“Salary magang cukup untuk membiayai kuliah. Tempat tinggal dan makan disediakan kampus,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa biaya awal yang dibutuhkan hanya untuk visa dan tiket pesawat, yang diperkirakan berkisar Rp15–16 juta.
“Kami berharap ada kesepakatan khusus antara pihak Pak Haji Acep sebagai Koordinator di Kota Depok dan pihak Malaysia, sehingga biaya ini bisa lebih terjangkau bagi calon peserta,” lanjut Farra.

Dukungan FKKS Depok

H. Acep Azhari dari FKKS menyambut positif program ini.
“Kami mengapresiasi inisiatif ini. Semoga banyak anak-anak kita yang dapat belajar sambil mencari pengalaman internasional,” ujarnya.

Ia juga menegaskan tekad FKKS untuk mulai membuka ruang aktivitas global bagi para peserta didik.
“Kita mulai dari Malaysia,” tambahnya.

Inisiator lainnya, Solihin, mengajak seluruh Kepala Sekolah SMK Kota Depok untuk meninjau langsung kampus EWIC.
“Kami berharap Datuk Profesor selaku pimpinan EWIC dapat memfasilitasi kunjungan dari Depok agar semakin menambah keyakinan dan semangat mendorong anak-anak Indonesia melanjutkan studi ke Malaysia,” katanya.

Penutup

Acara audiensi ditutup dengan sesi ramah tamah dan foto bersama sebagai simbol komitmen kerja sama pendidikan antara FKKS Kota Depok dan EWIC Malaysia.

joSSer
( Wakil Pimred )

JSNews || Jakarta — Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) menggelar rapat bulanan secara daring melalui Zoom pada Rabu (5/11/2025) malam. Rapat yang berlangsung selama lebih dari satu jam ini membahas struktur kepengurusan, agenda kegiatan mendatang, serta masukan strategis dari para anggota.

Rapat dibuka oleh Sekretaris Jenderal GPIB, Drs. Abdul Hafidz, MH, yang bertindak sebagai moderator. Ketua DPP GPIB, Ir. Agung Karang, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas partisipasi anggota serta memperkenalkan sejumlah pengurus baru. Ia juga menekankan pentingnya sinergi dalam menyukseskan program kerja organisasi.

Agenda Kegiatan Mendatang

Dalam rapat tersebut, sejumlah kegiatan telah dijadwalkan, antara lain:

  • Car Free Day GPIB pada 16 November 2025 di kawasan GBK Senayan, Jakarta, mulai pukul 06.00 WIB.
  • Family Gathering yang akan digelar pada 10 Desember 2025, bertujuan mempererat kebersamaan antaranggota. Rika Rachmawati, S.E., ditunjuk sebagai ketua panitia.
  • Seminar Pendidikan ke-4 dijadwalkan berlangsung pada Maret 2026, dengan Evi Fatmawati, A.Md., sebagai ketua pelaksana.

Selain itu, rapat pleno tatap muka akan dilaksanakan setiap dua bulan sekali, sementara rapat bulanan tetap berlangsung setiap tanggal 5 secara daring.

Sejumlah anggota menyampaikan gagasan dan komitmen untuk memperkuat peran GPIB dalam bidang pendidikan:

  • DR. Mudji Sabar mengusulkan agar kegiatan Car Free Day dijadikan agenda rutin bulanan.
  • Rika Rachmawati menekankan pentingnya struktur dan peran yang jelas bagi pengurus baru.
  • Evi Fatmawati mengusulkan pelatihan dari Kemendikdasmen untuk meningkatkan kapasitas pengurus.
  • Hartadi, S.H., menyampaikan perlunya penilaian IKO dan pembentukan DPW, termasuk kesiapan sekretariat dan supervisi dari Kesbangpol.
  • Diky mengusulkan kerja sama dengan Pol Airud untuk mendukung pendidikan di wilayah kepulauan.
  • Revilla mendorong produksi konten edukatif di media sosial.
  • Masiyame, S.Kom., dan Budiman Sihombing menyatakan komitmen untuk mendukung pembentukan DPW di berbagai daerah, termasuk Sumatra Utara.
  • Reni Dewayani mengusulkan penguatan konektivitas antarplatform media sosial GPIB.

Rapat ditutup pukul 20.35 WIB dengan doa bersama dan sesi ramah tamah. GPIB menegaskan komitmennya untuk terus memperluas jangkauan dan dampak gerakan pendidikan di Indonesia melalui kolaborasi dan inovasi.

Jakarta, JSNews – Organisasi Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) yang merupakan salah satu organisasi pemerhati dunia Pendidikan di Indonesia, memberikan tangapan dan sikapnya terkait kasus viral Kepala Sekolah SMAN 1 Cimarga, Dini Fitri menampar muridnya yang ketahuan merokok dalam sekolah di Kabupaten Lebak, Banten.

Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) sebagai organisasi yang selalu peduli terhadap kemajuan pendidikan dan perlindungan seluruh insan pendidik serta peserta didik di
seluruh wilayah Indonesia, menegaskan dan berkomitmen bahwa sekolah adalah lingkungan pendidikan yang harus bebas dari rokok, kekerasan, Bullyng, Narkoba, geng motor, sex bebas dan perilaku tidak mendidik.

“Kami mendukung penegakan disiplin oleh pihak sekolah terhadap setiap pelanggaran tata tertib, termasuk larangan merokok, namun kami menolak segala bentuk kekerasan fisik maupun verbal dalam proses pendidikan. Teguran dan sanksi seharusnya diberikan dengan cara yang edukatif, proporsional, dan sesuai dengan prinsip perlindungan anak,”ujar Ir.Agung Karang, Ketua Umum Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) yang didampingi oleh Dandy Chapryanto. H.SH.MH Ketua DPW GPIB PROVINSI DKI JAKARTA ke awak media melalui pres rilisnya, Senin, (19/10/2025).

Lebih lanjut, Agung mengapresiasi dedikasi guru sebagai pendidik yang berperan membentuk karakter bangsa.

“Namun, kami mengingatkan bahwa
guru juga perlu mendapat perlindungan moral dan hukum, serta pendampingan psikologis apabila menghadapi tekanan atau
situasi emosional dalam menjalankan tugas. Guru bukan musuh siswa, tetapi mitra dalam membangun masa depan mereka,”tuturnya.

“Mendorong orang tua untuk turut berperan aktif dalam pembinaan anak, baik di rumah maupun di sekolah. Perilaku siswa di sekolah merupakan cerminan dari pembentukan karakter di lingkungan keluarga. Oleh karena itu, sinergi antara orang tua dan
guru menjadi kunci dalam menjaga disiplin dan nilai-nilai moral peserta didik,”imbuhnya.

Agung juga menyesalkan adanya tindakan hukum yang berlebihan tanpa terlebih dahulu mengedepankan mediasi. Kami mengimbau agar
kasus seperti ini diselesaikan secara restoratif, dengan melibatkan pihak sekolah, orang tua, dan dinas pendidikan, agar tercipta
penyelesaian yang mendidik dan berkeadilan bagi semua pihak.

“Mengimbau siswa untuk menyalurkan aspirasi secara tertib dan bermartabat. Aksi solidaritas atau demonstrasi hendaknya tidak
mengganggu kegiatan belajar mengajar, melainkan diarahkan menjadi dialog terbuka dan forum pembelajaran demokrasi yang
sehat,”himbau Agung Karang.

Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) menyerukan kepada seluruh elemen pendidikan di DKI Jakarta untuk menjadikan peristiwa ini sebagai momentum evaluasi
bersama, dalam membangun sistem disiplin sekolah yang tegas namun tetap berlandaskan kasih, komunikasi, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.

Jakarta, JSNews – Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) di peringatan perayaan ulang tahunnya ke 3 pada tanggal 1 Okteber 2025 yang bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila mengelar perlombaan cerdas cermat yang wacananya akan diikuti 9 (sembilan) sekolah setingkat SLTA klas XII Se DKI Jakarta yang akan digelar di SMAN 53 Jakarta Timur, Jl. Cipinang Jaya II, RT.3/RW.9, Cipinang Besar Selatan., Kecamatan Jatinegara, Kota Jakarta Timur.

Untuk pematangan pelaksanaan acara, panitia acara mengelar rapat persiapan dan pematangan, jelang teknikel meeting yang akan dilakukan pada hari Selasa, tanggal 23 September 2025 di Aula SMAN 53 Jakarta Timur, yang akan di hadiri para panitia, perwakilan peserta lomba dan para pendamping peserta.

Pada peringatan HUT Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) ke 3 yang berbarengan dengan perlombaan Cerdas Cermat dalam rangka HUT GPIB tersebut akan dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Ibu Nahdiana, M.Pd, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta Bapak Mochamad Miftahulloh Tamary, Kepala Badan Kesbangpol Provinsi DKI Jakarta Bapak M. Matsani, M.Si, serta Kasudin Pendidikan Wilayah 1 dan 2 Jakarta Timur.

Selain itu diundang juga Wakil Gubenur DKI Jakarta
H. Rano Karno, S.IP dan para pejabat lainnya.

Kegiatan perayaan ulang tahun Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) selain di isi dengan perolomban Cerdas Cermat setingkat SLTA / SMA yang berhadiah Trofi, Piagam Penghargaan dari Dinas Pendidikan, dan Uang Pembinaan diisi juga kegiatan serimonial lainnya seperti pemotongan tumpeng dan lainnya.

Rapat persiapan dan pematangan jelang teknikel meeting tersebut membahas teknik perlombaan yang akan disampaikan pada teknikel meeting, selain itu dibahas tentang roundown acara yang sudah pix (pasti), pembasahan dana acara, pembahasan peserta perlombaan yang sudah pix dan akan hadir pada teknikel metting, serta pembahasan para tamu VVIP yang pasti datang pada acara tersebut.

Rapat tersebut dihadiri oleh Ketua Umum DPP GPIB Ir. Agung Karang, Ketua GPIB DPW DKI Jakarta Dandy Capryanto H.SH,MH yang juga sebagai Ketua Panitia Penyelengara Acara, serta Para Panitia Penyelengara Acara lainnya seperti : Ibu Nani Wijaya, Ibu Sonya, Ibu Desy Leny, Ibu Yenti Sofia, Ibu Rahayu, Ibu Nurhayati, Ibu Widiastuty, Ibu Titik Suparti, Ibu Wanda, Ibu Karolina W.Ukakale, Ibu Fitria, Ibu Suhana, Ibu Sri Rejeki, Bapak M. Amin, Bapak Deden Suhendi, Bapak Gito Ricardo, Bapak Hamiduddin, Bapak Supriyadiningrat, Bapak Didi Mulyanto, dan Perwakilan dari SMAN 53 Jakarta Timur Bapak Yosef sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarpras, Ibu Retno Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum.

Ketua Umum DPP Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) Ir.Agung Karang ke awak media membenarkan bahwa pada hari ini telah dilaksanakan rapat persiapan menjelang teknikel metting pada 23 September 2025 besok yang dihadiri para panita, peserta lomba dan para pendamping peserta lomba.

“Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, Kami GPIB bisa merayakan ulang tahun yang ke 3 sekaligus memperingati hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2025 dimana kebetulan sekali SMAN 53 adalah sekolah yang pertama kali sebagai sekolah laboratorium Pancasila, dimana selain mendidik ilmu pengetahuan juga mendidik Karakter Pancasila agar berakhlak bermorah dan berbudi pekerti yg luhur sesuai dengan butir butir yang terkandung dalam Pancasila,” tutur Agung Karang.

Lebih lanjut Ir. Agung Karang mengatakan GPIB lahir dan berkembang sangat pesat dengan target sebelum 2029 sudah berdiri di 38 Provinsi, dimana sesuai AD & ART
Bab V Pasal 9 tentang Kepengurusan dimana Provinsi Provinsi akan membentuk dan melantik pengurus Kabupaten/ Kota. Selanjutnya Kabupaten/Kota membentuk dan melantik Kecamatan dan terakhir Kecamatan akan membentuk dan melantik Kelurahan/ Desa.

“Diharapkan GPIB rampung bisa menaungi 300.000 lebih sekolah sekolah dari Sabang sampai Merauke. Karena Tag line GPIB “Majunya Suatu Bangsa dimulai dari Pendidikan” maka saya optimis Menuju Indonesia Baru
Indonesia Emas di tahun
2045,” tandas Agung Karang.

Jakarta, JSNews – Tepat pada tanggal 1 Oktober 2025 nanti, Organisasi Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) merayakan HUT nya ke 3 yang wacananya akan diisi dengan lomba cerdas cermat yang akan diikuti para siswa siswi setingkat SMA klas XII dan dihadiri oleh Ibu Nahdiana, S.Pd., M.Pd sebagai Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta.

Kegiatan lomba cerdas cermat tersebut akan dilaksanakan bertempat di SMAN 53 Jakarta, Jl. Cipinang Jaya II, RT.3/RW.9, Cipinang Besar Selatan, Kecamatan Jatinegara, Kota Jakarta Timur.

Perlombaan tersebut merebutkan Tropi, Piagam Penghargaan, dan sejumlah uang pembinaan.

Sebagai tim juri pada perlomban cerdas cermat tersebut direncanakan berasal dari Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Dinas Kebudayaan provinsi DKI Jakarta, Kesbangpol DKI Jakarta dan Pengurus DPP GPIB.

Dalam rangka untuk mematangkan kegiatan, Para Pengurus dan Panitia Acara dari Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) yang dipimpin oleh Ketua Umum DPP GPIB Ir.Agung Karang dan Ketua DPW GPIB DKI Jakarta yang juga sebagai Ketua Panitia Acara Dandy Capryanto H.SH,MH serta Wakil Ketua Panitia Acara yang juga Ketua GPIB Jakarta Timur Bapak M. Amin, Ibu Nani Wijaya, Ibu Sonya, Ibu Desy Leny, Ibu Yenti Sofia, Ibu Rahayu dan Bapak Edi Dwiyanto S Erfan Nurali & Titik Suparti bersama
Kepala sekolah SMAN 53 Jakarta, Ibu Dra Herawati Sihombing, M.Pd, Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarpras Bpk Yosef, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum ibu Retno dan Guru SMAN 53 Bpk Yusuf mengadakan rapat di ruang Komputer SMAN 53. Hari Jumat, (19/09/2025).

Dalam rapat dibahas Round down acara, tentang persiapan teknis lomba, persiapan materi lomba, peraturan lomba dan penunjukan juri lomba.
Rencana Teknikel meeting yaitu kehadiran peserta lomba dan guru pendamping dari 6 wilayah Se DKI JAKARTA akan dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 23 September 2025
Bertempat di Aula SMAN 53.
Ir.Agung Karang selaku Ketua Umum Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) yang juga sebagai Ketua Komite Sekolah SMAN 53 mengatakan
“Dalam rangka HUT GPIB yg ke 3 pada tanggal 1 Oktober 2025 dan Memperingati Hari Kesaktian Pancasila maka GPIB mengadakan kegiatan LOMBA CERDAS CERMAT yang akan rutin diadakan tiap tahun. Suatu kehormatan Lomba cerdas cermat untuk tahun ini akan dihadiri oleh Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta
Bpk Rano Karno, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta
Ibu Nahdiana, M.Pd,
Bpk Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, Kepala Badan KESBANGPOL Provinsi DKI Jakarta, Kasudin Wilayah 1 & 2 Jakarta Timur dan tamu undangan lainnya” ucap Agung Karang.
Lebih lanjut dikatakan GPIB walau baru berusia 3 tahun sudah banyak berkiprah dengan kegiatan kegiatan dalam dunia Pendidikan dan selalu bersinergi dengan Pemerintah untuk memberi kajian kajian masukan usul dan saran sesuai Tujuan didirikannya GPIB yaitu
Menggerakkan peran serta seluruh lapisan masyarakat dalam Pendidikan untuk mewujudkan Indonesia Baru.
Tag line nya GPIB yaitu
Majunya suatu Bangsa dimulai dari Pendidikan” Ucap Agung Karang.
Sedangkan Ketua Panitia
Dandy Chapryanto,H. SH,MH yang juga sebagai Ketua DPW GPIB PROVINSI DKI JAKARTA Mengatakan
“Kesiapan Panitia harus mantap perfek untuk itu Mohon dukungan dan arahannya dari Kepala Sekolah, para wakil kepala sekolah SMAN 53
Apalagi yang akan hadir Ibu Nahdiana dan Bpk Wakil Gubernur Rano Karno ” ucap Dandy.

Jakarta, JSNews – Forum Komunikasi Komite Sekolah (FKKS) Jakarta Timur berkolaborasi bersama bersama BPBD Walikota Jaktim dan satpol PP Jaktim,kecamatan cipayung dan satpol PP kelurahan lubang buaya mengelar edukasi mitigasi bencana gempa, stop bullying, stop tawuran dan bahaya psikotropika yang dilaksanakan bertempat di Madrasah Ibtidiyah Al Baidlo, Yayasan Pondok Pesantren Al – Wathoniyah Ar Rasiyah – As Su’udiyah, Jakarta Timur.

Kegiatan edukasi tersebut merupakan salah satu rangkaian road show terakhir yang dilaksanakan oleh Forum Komunikasi Komite Sekolah (FKKS) sejak 10 Juni 2025 yang lalu, di 54 sekolah di Jakarta Timur di mulai dari tingkat SD, SLTP hingga tingkat SLTA, Selasa, (09/09/2025).

Dalam kegiatan road show tersebut para siswa mendapatkan edukasi mengenai bahaya bulyying, bahaya tawuran remaja, bahaya minum keras (miras) dan bahaya psikotrpika oleh Sanusi,SH Kasat Pol PP Keluarahan Lubang Buaya.

Selain itu, Para siswa juga mendapakan edukasi tentang siaga badan penanggan darurat bencana dan simulasi evakuasi mandiri, serta teknik berlindung dalam menghadapi ancaman gempa bumi oleh Ikhsan Petugas dari P2B BPBD Korwil Jakarta Timur.

Ditempat terpisah, Para orang tua siswa yang tergabung di Komite Sekolah Madrasah Ibtidiyah Al Baidlo juga mendapatkan penyuluhan tentang teknik evakuasi gempa bumi dan penanganan kebakaran oleh M.Rizki P2B BPBD Korwil Jakarta Timur di Mesjid Jami’ Al Baidlo.

“Kami punya pendidikan Madrasah Ibtidayah Al-Baidlo Alhamdulillah sudah berjalan dengan baik, begitu juga ada Madrasah Diniyah Taqniyah begitu juga ada tingkat TK untuk di bawah naungan Departemen Pendidikan, Alhamdulillah pada hari ini saya bisa menerima yaitu FKKS Jakarta Timur yang telah bersosialisasi kepada anak-anak didik kami, mudah-mudahan ini menjadi tolak ukur pelajaran buat anak kami dan menjadi ilmu yang bermanfaat,”tutur Kh Sohibudin Rais Ketua Yayasan Pondok Pesantren Al – Wathoniyah Ar Rasiyah – As Su’udiyah keawak media, Selasa, (09/09/2025).

“Oleh karena itu kami mengucapkan terima kasih kepada BPBD yang telah berkolaborasi sama FKKS, juga Satpol PP-nya, mudah-mudahan ke depan anak-anak bisa menyimpulkan, mengamalkan ilmu-ilmu yang telah diberikan tadi. karena itu atas nama Yayasan mengucapkan terima kasih banyak dan penghargaan setinggi-tingginya. Mohon maaf apabila ada yang kurang berkenan kepada tim-tim yang berhubungan, yang bersangkutan, oleh karena itu sekali lagi kami mohon di maafkan yang sebesar-besarnya, mudah-mudahan acara ini dapat diterima Allah Subhanahu wa Ta’ala.”ujar Kh Sohibudin Rais.

Ditempat yang sama, Kepala Sekolah MIS Al Baidlo Agus Mulki, S. H. I mengatakan kegiatan tersebut diikuti oleh 515 siswanya yang ada di MIS Al Baidlo dan berasal dari 6 kelas.

“Alhamdulillah untuk kegiatan kali ini, kita ada 515 siswa jenjang Madrasah Ibtidaiyah tahun pelajaran 2025-2026, Kegiatan kali ini Insya Allah diikuti dari kelas 1 sampai dengan kelas 6,”terang Agus Mulki Kepala Sekolah MIS Al Baidlo Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur.

“Ini sangat bagus sekali ini yang pertama, tentunya kita sangat mengapresiasi kerja atau juga tim dari FKKS Kota Jakarta Timur yang di komandani oleh Babe Haji Samsul Bahri, Bahwa kegiatan ini sangat Edukatif sangat mendidik, baik itu bullying atau juga bahaya penggunaan narkoba ini sangat bagus sekali di lingkungan anak-anak,”ucapnya.

Agus juga menyampaikan keperhatinanya terhadap yang terjadi belakangan ini di Indonesia terutama di Provinsi DKI Jakarta saat terjadi Demo pada 30 Agustus 2025 kemarin.

“Bagaimana juga belakangan ini, Kita banyak melihat kegiatan-kegiatan demo yang anarkis, yang menjerumus kepada hal-hal yang keluar dari konteks akhlakul karimah, yang Alhamdulillah sekali lagi di Madrasah Ibtidiyah itu sendiri kita dorong betul-betul untuk anak-anak itu berakhlakul karimah, cinta Alquran, maka dari itu kolaborasi dengan FKKS dalam kegiatan yang dilakukan oleh BPBD atau juga Satpol PP tentang mitigasi bencana atau juga narkotika atau juga stop bullying ini sangat edukasi sekali dan sangat bagus sekali,”kata Agus Mulki Kepala Sekolah Madrasah Ibtidiyah Al Baidlo.

“Ini sangat luar biasa dan sangat mengapresiasi, Semoga manfaatnya buat pendidikan anak-anak dan bisa diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat,”imbuhnya.

H. Syamsul Bahri Ketua FKKS Jakarta Timur menyampaikan tentang maksud dilaksanakan road show mitigasi bencana gempa, stop bullying, stop tawuran dan bahaya psikotropika yang dilakukan tersebut untuk mengenalkan kepada sekolah-sekolah, anak-anak didik dari tingkat SD, SMP, SMA berkaitan dengan gempa yang kapan saja bisa terjadi artinya menambah pengetahuan buat anak-anak Didik kita di Jakarta Timur, yang kedua berkaitan dengan masalah tawuran yang memang lagi marak di Jakarta khususnya.

“FKKS punya inisiatif, hal ini sudah berjalan sekitar 2 bulan dan sekarang ini di Kecamatan Cipayung, ini yang terakhir dari road show kita. Pada hari ini tujuannya menambah wawasan ilmu kepada anak-anak didik kita sedini mungkin, kalau mereka tahu arti untuk pencegahan, masalah yang memang itu dari kehendak Allah dan yang kedua berkaitan dengan Satpol PP berkaitan dengan tawuran dan bullying dan larangan-larangan yang seperti merokok dan sebagainya,”jelas H. Syamsul Bahri di dampingi oleh Ibu Lusi Sekretaris FKKS Jakarta Timur, Ibu Ari Bidang KesMas, Ibu Dewi Bidang KesMas, Ibu Meinita Bidang Hukum, dan Ibu Heni Perwakilan FKKS Kecamatan Cipayung.

“Harapan saya mudah-mudahan apa-apa yang kita lakukan bersama Satpol PP dan BPBD ini, bisa berguna untuk anak-anak kita di kemudian hari,”tandasnya.

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.