Jakarta,JSNews – Organisasi Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) yang merupakan organisasi pemerhati dunia pendidikan di Indonesia yang lahir pada tanggal 1 Oktober 2022 tersebut, akan melaksanakan beberapa kegiatan untuk menyambut perayaan usianya yang ke 3 tahun.

Di ulang tahun ke 3 nya pada tanggal 1 Oktober 2025 mendatang, Organisasi dengan Ketua Umumnya Ir. Agung Karang tersebut akan melaksanakan beberapa kegiatan dan salah satunya adalah lomba cerdas cermat untuk para siswa siswi ditingkat SLTA, yang rencananya akan digelar di SMAN 53 Jakarta Timur.

Selama 3 tahun berkiprah didunia Pendidikan, Organisasi Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) ini telah banyak melakukan beberapa kegiatan untuk Pendidikan di Indonesia seperti seminar, penyuluhan, advokasi hukum, dan peluncuran buku.

Ada beberapa kegiatan yang mencolok yang dilakukan oleh Gerakan Pendidikan Indonesia Baru atau GPIB dengan menggandeng dan berkolaborasi bersama institusi atau lembaga lain baik swasta maupun pemerintah, seperti kegiatan penyuluhan bahaya Narkotika, anti Tawuran Pelajar, anti Pergaulan Bebas dan anti Bulyying yang dilakukan di sekolah sekolah, lalu ada peluncuran Buku Gerakan Nasional Berantas Narkoba yang merupakan hasil kolaborasi antara Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) bersama IPJI, APIKI dan MIO Indonesia, selain itu GPIB juga sering di undang dan mengisi acara seminar, acara rutin setiap bulan puasa menjelang Lebaran mengadakan kegiatan santunan anak Yatim Piatu, bagi2 Takjil , Donor darah dan Bukber serta kegiatan formal lain oleh Dinas Dinas terkait seperti Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Dinas Kebudayaan dan Kesbangpol DKI Jakarta.

Perlu diketahui, Kegiatan aktif dari jajaran pengurus dan anggota Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) tersebut sering diliput dan dimuat di berbagai kanal pemberitaan baik di Media Mainstream maupun Media Online Nasional, bahkan juga kerap kali masuk diberbagai platform Media Sosial.

Memasuki usianya ke 3 tahun, GPIB sendiri yang berpusat di Provinsi DKI Jakarta, telah memiliki beberapa kepengurusan di tingkat Provinsi dan Daerah di Indonesia, seperti DPW Provinsi DKI Jakarta dengan 6 Dewan Pengurus Cabang yaitu DPC Jakarta Timur, DPC Jakarta Selatan, DPC Jakarta Barat, DPC Jakarta Utara, DPC Jakarta Pusat dan DPC Kepulauan Seribu. Bahkan GPIB DPW DKI Jakarta sendiri, setelah 3 bulan pelantikan kepengurusannya telah berhasil melantik dan mengukuhkan 6 kepengurusan DPC di bawahnya, Lalu ada Kepengurusan GPIB DPW Provinsi Banten baru 1 DPC yaitu DPC Tangerang dan Provinsi Bali serta Provinsi lainnya.

Dengan Motto ” Majunya Suatu Bangsa di Mulai dari Pendidikan” tersebut, Sedikit banyak diharapkan dapat berperan aktif memberikan sumbang sih pemikiran dan lain sebagainya, kepada Pemerintahan pimpinan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan DPR RI dalam menyusun kebijakan kebijakan menyangkut Pendidikan di Nusantara ini.

Ketua Umum DPP Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) Ir. Agung Karang melalui pesan whatsapp keawak media menyampaikan.

“Selamat Dirgahayu yang ke 3 pada tanggal 1 OKTOBER 2025 bertepatan dengan hari Kesaktian Pancasila.
GPIB Maju terus dengan tema :
“PENDIDIKAN PINTAR INDONESIA MAJU” Semoga GPIB Bermanfaat bagi kemajuan Pendidikan di Indonesia dimana semua orang menjadi pintar dalam segala hal khususnya ilmu pengetahuan Sain & Teknologi, Digitalisasi serta tidak ada lagi buta huruf di Indonesia,”ujarnya, Sabtu, (06/09/2025).

“GPIB akan mengadakan berbagai Riset, Penelitian, kajian kajian, usul masukan dan saran kepada Pemerintah sehingga nantinya 20 tahun lagi menuju Indonesia Emas.
Pasti Indonesia menjadi Negara Maju,
Negara Super Power Negara Adil dan Makmur,”tandasnya.

banner 468x60

Jakarta- JSNews

Sabtu, 16 Agustus 2025, SMP Thayba Islamic School menyelenggarakan Kajian Islamic Parenting rutin yang wajib diikuti oleh para orang tua atau wali murid SMP yang berlokasi di Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Kali ini diselanggarakan di Masjid Jami’ Al Sofwa, Jalan Raya Lenteng Agung Barat No. 35, Jakarta Selatan, persis lokasinya berdampingan dengan Sekolah Islam tersebut.

Seperti disampaikan oleh kepala sekolah SMP Thayba Islamic School Ustadz Sigit Ari Wibowo, S.Pd. “Acara ini, Kajian Islamic Parenting, merupakan acara wajib yang diikuti oleh para orang tua ataupun wali murid di lingkungan SMP Thayba Islamic School”. ujar Ust. Sigit. Lebih jauh Ust. Sigit menambahkan bahwa ini bagian dari komitmen orang tua untuk hadir karena merupakan termasuk bagian dari kegiatan Kalender Pendidikan di SMP Thayba Islamic School yang rutin, insya Alloh diadakan per dua bulan sekali.

Pemateri Kajian Islamic Parenting kali ini adalah Ustadz Abu Umar Basyir, tokoh yang tidak asing lagi dikalangan penuntut ilmu, beliau merupakan salah satu penulis produktif buku-buku islami dan juga praktisi pendidikan Islam di Indonesia.

Dalam materi kali ini setidaknya ada tiga hal yang Ustad Abu Umar Basyir sampaikan yaitu: Pertama Pendidikan anak dalam Islam adalah ibadah, ini merupakan prinsip dasar. Kedua pendidikan anak dalam Islam mengajarkan dan menanamkan adab didalam diri seseorang. Dan ketiga pendidikan anak dalam Islam di mulai dari suri tauladan, dari keteladanan.

Sebagai informasi dalam menjalankan aktivitasnya SMP Thayba Islamic School mempunyai delapan program utama dalam target pencapaian pendidikan siswanya yaitu:

  1. Tahsin dan Tahfizh Al-Qur’an minimal 3 juz selama 3 tahun secara mutqin.
  2. Menghafal buku hadits ā€œAl-Arbai’n An-Nawawiyahā€.
  3. Program bahasa asing (Arab dan Inggris)
  4. Pembelajaran ilmu sains dan ilmu syar’i yang terintegrasi.
  5. Klinik Mata Pelajaran (KMP) dan Bina Prestasi (OSN).
  6. Penanaman dan penerapan adab, akhlak serta karakter yang Islami melalui aktivitas sehari-hari.
  7. Mastery Learning dalam KBM.
  8. Program Keputrian.

Berminat untuk menjadikan SMP Thayba Islamic School menjadi salah satu tujuan putra putri Anda melanjutkan pendidikannya nanti? Segera hubungi sekolah yang beralamat persis di samping Masjid Jami’ Al Sofwa, Jalan Raya Lenteng Agung Barat No. 35 Jakarta Selatan

joSSer
( Wakil pimpred)

Jakarta, JSNews – Kesadaran membuang sampah pada tempatnya harus ditanamkan sejak usia dini, tak hanya itu saat ini budaya pilah sampah juga harus dikenalkan kepada mereka.

Sebab gerakan minim sampah sudah terlihat masif di masyarakat, sehingga pilah sampah menjadi gerakan lanjutan agar volume sampah yang diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) bisa terkurangi dengan pengolahan sampah. Melihat pentingnya gerakan ini,
Relawan Bank Sampah Bio Karya Mandiri mengedukasi pilah sampah di Paud Kesuma Bangsa, di Rusanwa Penggilingan Tower E Jl. Rusunawa Penggilingan, RW 019, Penggilingan, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur.

Anak anak di PAUD Kesuma Bangsa mendapat edukasi pengolahan sampah organik dan non organik, Kegiatan itu dilakukan untuk meningkatkan kepedulian pada kebersihan lingkungan, Jumat, (08/08/2025) pagi.

Edukasi memperkenalkan sampah non organik dan organik tersebut digelar di jam sekolah.

Sasaran edukasi dari Relawan Bank Sampah Bio Karya Mandiri adalah anak-anak sejak dini dapat mengetahui tentang sampah organik dan non organik sampah dapat terurai dan tidak terurai yang dibungkus dengan permainan menyenangkan bagi mereka yang berhadiah berupa makanan ringan atau snack.

Mereka juga dilatih cara memilah sampah, mulai sampah non organik seperti sampah plastik berupa bungkus makanan ringan, botol minuman, maupun bungkus makanan snack, dan sampah organik seperti daun daunan dari sayur mayur dan buah buahan.

Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kepedulian anak sejak dini pada lingkungan dan kesehatan.

Edukasi tersebut dilakukan sambil bermain. Usai memahami jenis sampah, anak-anak diberi pemahaman tentang manfaat masing-masing jenis sampah, seperti sampah plastik yang bisa didaur ulang.

“Tujuannya agar kita bisa mengedukasi mulai dari anak-anak ya, karena permasalahan sampah ini cukup sangat serius di DKI Jakarta. Kita menyampaikan untuk dasarnya bahwa sampah itu terbagi dua ya sampah kering dan sampah basah, kemudian kita sampaikan juga bahwa sampai itu ada sampah anorganik dan organik,” ujar H.Marwan Ketua dari Relawan Bank Sampah Bio Karya Mandiri Penggilingan ke awak media seusai edukasi, Jumat,(08/08/2025).

“Harapannya agar supaya anak-anak itu tahu, bahwa sampah itu harus dijaga, jadi jangan buang sampah sembarangan seperti itu,”imbuhnya.

Lebih lanjut H.Marwan menyampaikan kedepannya relawan dari Bank Sampah Bio Karya Mandiri Penggilingan ke depannya akan bersinegri dengan semua stekholder baik dari sekola atau perusahan untuk edukasi dan sosialisasi mengenai manfaat pilah sampah dan daur ulangnya.

“Insya Allah kita akan terus bersinergi dengan sekolah-sekolah atau perusahaan untuk mengedukasi dan mensosialisasi bahwa sampah itu harus di atur dari sampah organik dan non organik,”terangnya.

Sedangkan ditempat yang sama Kepala PAUD Kesuma Bangsa Melani mengatakan manfaat dari edukasi pilah sampah agar anak anak didiknya sejak dini dapat tahu manfaat kebersihan dan manfaat daur ulang dari sampah yang sudah dipilah tersebut.

“Kalau saya sih bagus,Ya maksudnya mengajarkan anak-anak untuk buang sampah jangan sembarangan, kegiatan edukasi kebersihan juga dari anak usia sejak dini. Harapan saya pengen setiap tahun ada jadi bisa mengedukasi anak-anak, dari anak-anak nanti orang tua juga ikut juga kan. Mendukung kegiatan ini tentang kebersihan,”tuturnya.

Saat ditanya tanggapan nya tentang dampak edukasi pilah dan daur ulang sampah tersebut kepada anak anak didiknya, Melani menyampaikan.

“Saya sih ini bagus masih anak-anak memang diajarkan tentang kebersihan tentang buang sampah pada tempatnya.Terus mengenai macam-macam sampah, jadi nggak harus mereka sudah besar dulu baru tahu, jadi dari usia dini ya mengajarkan mereka untuk belajar dari sampah kita bisa dapat menghasilkan, Jadi mereka bisa mempunyai untuk tabungan dari sampah itu,”tandas Melani Kepala PAUD Kesuma Bangsa Rusunawa Penggilingan.

Jakarta,JSNews – Dalam Rakornas Pembentukan Karakter Anak Bangsa melalui Efektivitas Penerapan Pendidikan Pancasila dan Pendidikan Agama pada Satuan Pendidikan RA, MI, MTs, MA/MAK Kepala Sekolah SMAN 53 Jakarta Dra.Herawati Sihombing, M.Pd menerima penghargan dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang diserahkan secara langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti di Hotel JS Luwansa, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (31/7/2025).

Kegiatan yang digelar Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) tersebut dihadiri para pendidik Agama dari Satuan Pendidikan RA, MI, MTs, MA/MAK, dan Para guru dan jajaran dari berbagai madrasah.

Dalam acara Rakornas ini, BPIP bekerja sama dengan Kemendikdasmen meluncurkan buku teks utama (BTU) Pendidikan Pancasila jenjang pendidikan dasar dan pendidikan menengah. BTU disusun bersama 120 ahli dari berbagai bidang yang terdiri dari 24 buku siswa dan guru.

SMAN 53 Jakarta Timur dibawah kepemimpin Dra.Herawati Sihombing,M.Pd sebagai Kepala Sekolah, berhasil membawa SMAN 53 Jakarta Timur sebagai sekolah Laboratium Pancasila yang pertama di DKI Jakarta.

Sekolah SMAN 53 Jakarta Timur yang beralamat di Jl. Cipinang Jaya II, RT.3/RW.9, Cipinang Besar Selatan, Kecamatan Jatinegara, Kota Jakarta Timur tersebut berhasil mendidik para siswa dan siswi sesuai idiologi Pancasila dan menerapkannya pada pengetahuan dan pemahaman kepada siswanya tentang Pancasila, mulai dari sejarah, nilai-nilai, hingga penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Ketua Umum DPP Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) Ir.Agung Karang yang sekaligus sebagai Ketua Komite Sekolah SMAN 53 Jakarta Timur melalui Pesan Whatsapp ke awak menyampaikan ucapan selamatnya atas piagam penghargan yang diterima oleh Dra.Herawati Sihombing, M.Pd.

“Saya mengucapkan selamat kepada Ibu Dra.Herawati Sihombing, M.Pd selaku Kepala Sekolah SMAN 53 Jakarta dan Dewan Pakar DPW Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) Provinsi DKI Jakarta, atas pemberian Piagam penghargaan langsung dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah. Semoga ibu Herawati yang juga selaku Pencetus pertama kali berdiri nya Sekolah Laboratium Pancasila di SMAN 53 Jakarta dapat memberi contoh dan Menginspirasi sekolah sekolah lainnya,”tutur Ir.Agung Karang, Sabtu, (03/08/2025).

Lebih lanjut Agung mengantakan sebagai alumni BP7 Pejambon Jakarta, angkatan XI tahun 1979 menginginkan semua sekolah sekolah baik Negeri maupun swasta, dapat menjalankan butir butir yang terkandung dalam Pancasila yaitu Pancasila terdiri dari 5 sila utama yang menjadi dasar negara dan ideologi bangsa Indonesia. Kelima sila tersebut adalah

  • Sila Pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa.

-Berisi tentang kepercayaan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

-Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerja sama antar pemeluk agama dan penganut kepercayaan yang berbeda-beda,

  • Sila Kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.

-Mengakui persamaan derajat, hak, dan kewajiban asasi setiap manusia,

-Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia dan tenggang rasa,

  • Sila Ketiga: Persatuan Indonesia.
  • Menempatkan persatuan dan kesatuan bangsa di atas kepentingan pribadi dan golongan
  • Mengembangkan rasa cinta tanah air dan bangsa
  • Sila Keempat: Kerakyatan yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan dan Perwakilan.
  • Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
  • Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah.
  • Sila Kelima: Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
  • Mengembangkan perbuatan yang luhur dan sikap adil terhadap sesama.
  • Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.

“Selain itu, terdapat butir-butir pengamalan Pancasila yang dijabarkan lebih detail dalam Ketetapan MPR No.II/MPR/1978 dan Ketetapan MPR no. I/MPR/2003. Namun, secara umum, Pancasila memiliki 5 sila utama yang menjadi landasan bagi bangsa Indonesia,”terang Agung.

Berikut adalah butir-butir Pancasila yang dijabarkan dalam Ketetapan MPR No.II/MPR/1978 dan Ketetapan MPR no. I/MPR/2003:

Sila Pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa.

  1. Percaya dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.
  2. Hormat menghormati dan bekerja sama antar pemeluk agama dan penganut kepercayaan yang berbeda-beda.
  3. Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya.
  4. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada orang lain.

Sila Kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.

  1. Mengakui persamaan derajat, hak, dan kewajiban asasi setiap manusia.
  2. Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia.
  3. Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira.
  4. Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain.
  5. Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
  6. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.

Sila Ketiga: Persatuan Indonesia.

  1. Menempatkan persatuan dan kesatuan bangsa di atas kepentingan pribadi dan golongan.
  2. Rela berkorban demi kepentingan bangsa dan negara.
  3. Mengembangkan rasa cinta tanah air dan bangsa.
  4. Mengembangkan rasa kebanggaan berkebudayaan Indonesia.
  5. Menjaga keutuhan dan kestabilan nasional.

Sila Keempat: Kerakyatan yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan dan Perwakilan.

  1. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
  2. Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah.
  3. Mengembangkan sikap tenggang rasa dan saling menghargai.
  4. Mengembangkan sikap demokrasi dan keadilan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Sila Kelima: Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

  1. Mengembangkan perbuatan yang luhur dan sikap adil terhadap sesama.
  2. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
  3. Mengembangkan kesadaran untuk selalu berusaha demi kemakmuran rakyat.
  4. Mengembangkan sikap hidup sederhana dan tidak boros.
  5. Menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan dan kesetaraan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

“Namun perlu diingat bahwa butir-butir Pancasila dapat berbeda-beda tergantung pada sumber dan konteksnya,”tandasnya.

Jakarta,JSNews – Bertempat di Sekretariat DPP Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) di Jl.Raya Bogor KM 20 No.117/B Kramat Jati, Jakarta Timur, Pengurus DPP Gerakan Pendidikan Indonesia Baru berkolabrasi bersama Sidina Community, menggelar Sosialisasi 7 kebiasaan anak Indonesia Hebat.

Yang mempresentasikan sosialisasi tersebut Evi Fatmawati,AMD yang merupakan Fasilisator dari Sidina Community, yang sekaligus sebagai Koordinator Departemen Humas DPP GPIB.

Sosialisasi tersebut diikuti oleh peserta dari Jajaran Pengurus DPP dan DPW GPIB DKI Jakarta antara lain dari Pengurus DPP GPIB dihadiri oleh Ketua Umum DPP GPIB Ir.Agung Karang, Seketaris Jenderal DPP GPIB H.Toto Yuhendarto, SE, Tina Permata Sari, SE, S.Com (Ketua Humas
DPP.GPIB), Lis Nur Fajar (Wabendum 1), Lili Setiawati (Departemen Kurikulum, Kesiswaan, Literasi, Olah raga & Seni Budaya), Retno Samiaji (Departemen Sosial), Sedangkan dari pengurus DPW GPIB Provinsi DKI Jakarta yang hadir adalah
Sonya Simorangkir, Rahayu Dessy, Nurhayati , Suhana, Yenti, dan Nani Wijaya, Rabu, (30/07/2025) Siang.

Pemerintah Republik Indonesia memiliki visi mewujudkan Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045 dan delapan misi yang disebut Asta Cita. Untuk mendukung terwujudnya visi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mengemban tugas untuk mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul yang selaras dengan misi Asta Cita keempat yakni memperkuat pembangunan sumber daya manusia, sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas.

SDM unggul tersebut harus mempunyai delapan karakter utama
bangsa yakni: religius, bermoral, sehat, cerdas dan kreatif, kerja keras, disiplin dan tertib, mandiri, serta bermanfaat. Delapan karakter utama bangsa ini dapat tercapai melalui pembiasaan yang harus dilakukan oleh anak setiap hari sehingga membudaya dan
terinternalisasi pada diri anak menjadi karakter.

Pembiasaan yang harus dilakukan oleh anak setiap hari disebut
dengan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat, yakni bangun pagi,
beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat.

Tujuh kebiasaan ini diharapkan dapat terlaksana setiap hari, ber-kelanjutan, hingga menjadi budaya, dan terinternalisasi menjadi karakter.

Pembentukan karakter ini membutuhkan waktu dan keterlibatan berbagai pihak terutama keluarga, satuan pendidikan, masyarakat, dan media.

Oleh karena itu, dibutuhkan panduan bagi orang tua/wali, guru, dan satuan pendidikan agar dapat:

  1. mengetahui apa saja tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat;
  2. memahami pentingnya menerapkan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat;
  3. memahami manfaat penerapan tujuh kebiasaan anak Indonesia
    hebat;
  4. memahami cara menerapkan tujuh kebiasaan anak Indonesia
    hebat;
  5. memahami apa yang harus dilakukan untuk mendukung
    penerapan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat;
  6. mengetahui bahwa anaknya telah terbiasa melakukan tujuh
    kebiasaan anak Indonesia hebat; dan
  7. memahami hal penting lainnya yang perlu diketahui untuk mendukung gerakan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat.

Orang tua atau wali, guru, dan satuan pendidikan mempunyai peran
penting dalam membimbing anak menerapkan tujuh kebiasaan
anak Indonesia hebat menggunakan metode atau cara yang penuh kesadaran (mindfulness), bermakna (meaningful), dan menggembirakan (joyful).

Adapun peran orang tua dan lingkungan :

Anak belajar dari apa yang dilihat. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk menjadi contoh yang baik dan menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuhnya kebiasaan positif, seperti disiplin waktu, sopan santun, dan kebersihan.

“Ya benar tadi telah dilaksanakan sosialisasi 7 kebiasaan anak Indonesia hebat dan sebagai narasumber adalah Ibu Evi Fatmawati
yang merupakan Koordinator Departemen Humas DPP GPIB,”terang Ir.Agung Karang Ketua Umum DPP Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB), melalui pesan Whatsapp saat menghubungi awak media, Rabu,(30/07/2025).

Lebih lanjut Agung menyampaikan peserta yang hadir dari pengurus DPP GPIB dan Pengurus DPW GPIB Provinsi DKI Jakarta dan Jajarannya.

“Sebagai organisasi yg bergerak dalam bidang pendidikan maka saya akan selalu mensosialisasikan kebijakan Kemendikdasmen kepada masyarakat,”tutur Agung.

Ditempat terpisah, Evi Fatmawati sebagai pembicara dan narasumber pada sosialisasi tersebut mengatakan kita di sini bersama GPIB dalam rangka sosialisasi 7 kebiasaan anak, yang mana 7 kebiasaan tersebut sedang digalakkan oleh Kemendiknas.

“Kita disini untuk menyebarluaskan informasi informasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen),”ujarnya.

“Tujuan di adakannya acara ini untuk melibatkan peran serta orang tua dalam melaksanakan 7 gerakan Indonesia hebat ini, dimana kita bisa berkolaborasi dengan satuan pendidikan yaitu sekolah dan guru untuk bisa melaksanakan 7 gerakan indo hebat ini diantaranya yaitu bangun pagi, beribadah, oleh raga serta makan siang begizi gemar belajar suka bermasyarakat serta tidur cepat,”terang Evi.

Evi juga berharap untuk acara sosialisasi ini agar orang tua bisa meningkatkan, serta menanamkan nilai nilai tinggi serta kebiasaan kebiasaan positif, yang memang semua itu sangat pondasi sekali, landasannya itu sesuai kebiasaan sehari-hari, agar kita berbiasakan memberikan kebiasaan agar terbangun menjadi karakter agar pula terbangun keberadapan.

“Ayuk kita sama-sama menjadikan anak kita anak hebat, anak yang berkwalitas, anak yang berinterigas agar kita menjadikan karakter yang lebih baik lagi,”tandasnya.

Jakarta, JSNews – 10/06/2025
Sekolah Dasar Negeri Pejaten Barat 01 di Jalan Raya Condet Pejaten No 16 Jakarta selatan
Melaksanakan kegiatan kelas inspirasi.

Dari kelas 3-4 dan kelas 5 dengan kreatifitas yang di miliki oleh murid murid tersebut
Kelas inspirasi ini bertujuan untuk mengindikasikan anak anak dengan tujuan agar kelak mereka dapat mengembangkan cita citanya sesuai ke inginan dan harapan Gelar karya ini bertujuan untuk mengisi pagelaran P5 dengan tema Kearifan Lokal Dengan Budaya Dan Berkarya
Tujuan dari kegiatan ini adalah memperkenalkan anak anak dengan mengenal budaya dan berkarya agar dapat mengenal seni budaya khususnya
Budaya Betawi.

Sehingga dengan demikian anak anak dapat menjaga dan melestarikan budaya sejak diniĀ  Ucap Kasyati kepala sekolah SDN 01 Pejaten

((Ema Rahmawati).

Jakarta, JSNews – Suasana haru dan gembira menyelimuti acara perpisahan siswa kelas IX SMPN 246 Jakarta Timur, Kegiatan perpisahan tersebut dihadiri oleh seluruh siswa, guru, orang tua murid, Para jajaran pengurus Komite Sekolah serta dari yang dilaksanakan bertempat di SMPN 246 Jakarta Timur, Jl. Damai, RT.6/RW.9, Lubang Buaya, Kecamatan Cipayung, Kota Jakarta Timur.

Untuk tahun ajaran 2024/2025 SMPN 246 Jakarta Timur berhasil meluluskan 100 % siswanya, Sebanyak 130 Siswa dari 4 Kelas di Kelas IX, Selasa, (03/06/2025).

Perpisahan yang digelar secara sederhana tersebut mengusung tema “Mewujudkan Generasi Muda yang Bertaqwa, Jujur, Kreatif dan Berdaya Saing Menuju Indonesia Emas 2045” yang merupakan kegiatan rutin setiap tahun setelah pelaksanaan Ujian Nasional dan ini merupakan prosesi melepas siswa yang telah menyelesaikan masa belajarnya selama 3 tiga tahun.

Prosesi pelapasan siswa tersebut terlaksana dari hasil kolaborasi antar pihak Sekolah SMPN 246 Jakarta Timur, para orang tua murid dan panitia acara, sedangkan sumber dana acara tersebut berasal dari para donatur yang berasal diluar orang tua murid.

Prosesi pelepasan dan penyerahan kembali siswa didik oleh staf pengajar SMPN 246 Jakarta Timur kepada orang tua murid diwakili oleh dua perwakilan siswa atas nama Yafi dan Elmira yang didampingi orang tuanya, prosesi pelepasan tersebut ditandai dengan pelepasan artibut sekolah berupa topi yang dilakukan oleh Kepala Sekolah SMPN 246 Jakarta Timur Uripto,M.Pd.

Kegiatan perpisahan ini dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni dan puisi, antara lain penampilan tari yang dipersembahkan oleh siswi Kelas VIII dengan tari Melayu Rempak Rebana dan tari tradisional Sirih Kuning asal Suku Betawi, selain itu ada juga persembahan puisi oleh perwakilan siswa kelas IX yang disampaikan Tiara, didalam acara tersebut juga disampaikan pesan dan kesan oleh perwakilan kelas VII dan VIII yang disampaikan oleh Arshila yang merupakan Ketua OSIS SMPN 246 Jaakrta Timur, dan Pesan dan kesan oleh perwakilan kelas IX yang disampaikan oleh Queen, rangkaian acara tersebut diikuti secara antusias dengan penuh suka cita oleh para guru, siswa, dan orang tua murid.

Pada akhir rangkaian acara, momen yang paling menegangkan saat pengumuman siswa siswi terbaik dari kelas IX untuk tahun ajaran 2024/2025.

Adapun 10 besar peringkat paralel rerata Rapor kelas IX, untuk tahun ajaran 2024-2025 antara lain :

1.Muhammad Ihsan dari Kelas 9 B dengan Nilai 92,50.

2.Dianne Livy Sakinah Anditry dari Kelas 9 A dengan Nilai 91,82.

3.Raffan Raditya Putra dari Kelas 9 D dengan Nilai 91,58.

4.Yafi Athif Ramadhiya dari Kelas 9 D dengan Nilai 91,00.

5.Gita Indah Cahyani dari Kelas 9 B dengan Nilai 90,78.

6.Reshad Barik Isam Fauzan dari Kelas 9 B dengan Nilai 90,70.

7.Denis Avrilio Setiaji dari Kelas 9 A dengan Nilai 90,57.

8.Nur Asyhari Firmansyah dari Kelas 9 C dengan Nilai 90,34.

9.Guruh Bintang Kurniawan dari Kelas 9 C dengan Nilai 90,18.

10.Khalifah El Queen dari Kelas 9 A dengan Nilai 90,17.

Kepala Sekolah SMPN 246 Jakarta Uripto,M.Pd. keawak media menyampaikan.

“Panitia semuanya dari sekolah, adapun orang tua kepingin sedikit variasi untuk anak-anaknya, kami tetap memberikan ruang untuk berkegiatan untuk mengekspresikan kebahagiaan ini, tanda bersyukur ada tiga hal yang pertama tidak memberatkan orang tua, yang kedua tidak ada pungutan baru, yang ketiga dilaksanakan di lingkungan sekolah, Adapun misalnya kita anak-anak pakai ini, pakai itu, variasi saja itulah yang prinsipnya tiga itu memenuhi syarat.”terang Kepala Sekolah SMPN 246 Jakarta

“Tahun ini Kebetulan kita meluluskan semua siswa sebanyak 130 siswa, Alhamdulillah, Sebenarnya kegiatan ini sebagai tanda bersyukur bahwa pada akhirnya anak-anak kelas IX ini bisa melewati masa-masa yang seperti kita harapkan lulus 6 semester belajar di sini dan bisa melanjutkan ke jenjang berikutnya, kami berdoa putra putri kami bisa terserap di sekolah-sekolah negeri supaya ya sesuai keinginan mereka,”ujarnya.

Sedangkan Effy Nencywati,M.S.i Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana Prasarana SMPN 246 Jakarta Timur mengatakan.

“Hari ini kegiatan pelepasan Kelas IX berjalan dengan lancar dan terima kasih untuk semua seksi yang sudah berkoordinasi dengan baik, sehingga terlaksana kegiatan pelepasan hari ini dengan top semuanya, ada 130 untuk kelas IX Alhamdulillah lulus semua,”jelasnya.

Ditempat terpisah, Ketua Komite Sekolah SMPN 246 Jakarta Timur Anandhela Heni M. Sindar mengatakan.

“Jadi komite hari ini kita melaksanakan pelepasan Kelas IX angkatan 2024-2025, di pelepasan tahun ini komite tidak berkontribusi untuk menjadi panitia, kita serahkan semua ke orang tua murid, bahkan masalah pendanaan dan lain-lain itu, pendanaan dari beberapa donatur yang bergabung dengan kami, menginfokan kepada kami mau memberikan tanda kami persilakan, mau memberikan makanan kami persilakan, tapi intinya di pelepasan tahun ini memang rezekinya banyak, pas sekali ya, karena tanpa kita minta itu semuanya hadir sendiri,”kata Anandhela Heni M. Sindar, Ketua Komite Sekolah SMPN 246 Jakarta Timur.

Lebih lanjut, Ketua Komite Sekolah 246 Jakarta Timur Anandhela Heni M. Sindar juga mengatakan jadi pelepasan tahun ini bisa dibilang beda dengan pelepasan pelepasan tahun-tahun sebelumnya, karena faktor keberuntungan yang pertama seperti itu, yang kedua juga kerja samanya antara panitia dari pihak sekolah dengan orang tua itu berjalan Sinergi dan lancar.

“Harapannya kegiatan seperti ini bisa menjadi contoh untuk angkatan-angkatan yang seterusnya, bahwasanya membuat kegiatan itu tidak harus kita menggunakan dana yang sama pungutan dan lain-lain kita bisa mendapatkan kegiatan seperti ini sekeren ini tanpa adanya pungutan yang disamain ataupun tuntutan-tuntutan kepada orang tua, itu bisa sebenarnya jadi saya berharap angkatan yang hari ini diundang, juga ada dari kelas 7 dan kelas 8 bisa belajar untuk menjadi panitia, yang selanjutnya yang tidak kalah keren dengan hari ini, harapan saya untuk selanjutnya bisa melanjutkan apa yang sudah saya dedikasikan selama 3 tahun di SMPN 246 ini, karena era zaman saya selama 3 tahun ini tidak pernah ada pungutan-pengungutan liar, tidak pernah ada kegiatan yang ibaratnya melibatkan orang tua siswa yang terutama yang tidak mampu,
Jadi kita selalu kerjasama dengan siapapun pihak-pihak terkait terutama dari pihak sekolah itu kegiatan non pungutan 246 bebas,”tandasnya.

Jakarta||JSNews – Ketua Umum DPP Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) Ir.Agung Karang berserta Jajaran Panita Pelantikan dan Pengukuhan 6 DPC GPIB di Jakarta meninjau lokasi acara, Kamis,(15/05/2025) siang.

Acara pelantikan dan pengukuhan
6 DPC GPIB tersebut diwacanakan akan dilangsungkan bertempat di Gedung C Komplek Walikota Jakarta Timur yang akan digelar pada tanggal 22 Mei 2025 mendatang.

Ada 6 wilayah yang akan dilantik dan dikukuhkan dalam acara tersebut antara lain DPC GPIB Jakarta Timur, DPC GPIB Jakarta Selatan, DPC GPIB Jakarta Utara, DPC GPIB Jakarta Barat, DPC
GPIB Jakarta Pusat,DPC Kepulauan Seribu.

Persiapan pelantikan dan pengukuhan tersebut hampir 100 % sudah mateng dan tinggal menunggu pelaksanaannya, untuk mempersiapkan keperluaan teknis acara dan keperluan yang dipakai dalam acara tersebut, Panitia Acara Pelantikan bersama Ketua Umum GPIB Ir.Agung Karang meninjau lokasi gedung acara.

Adapun panitia acara yang turut mendampingi Ketua Umum GPIB Ir.Agung Karang dalam meninjau lokasi acara antara lain Dani Hendro sebagai Ketua Panitia,Nani Wijaya, Yenti Sofia, Titik Suparti, Erfan Nur Ali, Mohammad Amin Calon Ketua DPC Jakarta Timur, Edi Dwiyanto Wakil Ketua DPC Jakarta Timur, dan Sri Rezeki Bendahara.

Ketua Umum GPIB Ir.Agung Karang membenarkan bahwa tinjaunnya ke lokasi acara bersama para panitia tersebut dalam rangka persiapan pelantikan dan pengukuhan 6 DPC GPIB agar berjalan baik dan lancar dalam pelaksanaannya.

Jakarta – Sebanyak 100% dari 246 siswa kelas XII SMAN 53 Jakarta dinyatakan lulus dalam ujian akhir sekolah. Kelulusan ini merupakan hasil dari kerja keras dan dedikasi siswa selama tiga tahun belajar di SMAN 53 Jakarta.

Bukan hanya itu saja, Sebanyak 33 (tiga puluh tiga) Siswa SMAN 53 Jakarta lolos PTN (Perguruan Tinggi Negeri) baik melalui jalur SNBP (Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi) dan Mandiri diantaranya di ITB (Institut Teknologi Bandung) 1 (satu) siswa, UI (Universitas Indonesia) 6 (enam) siswa, IPB (Institut Pertanian Bogor) 2 (dua) siswa, UNPAD (Universitas Padjadjaran) 1 (satu) siswa, UNDIP (Universitas Diponegoro) 1 (satu) siswa, UNJ (Universitas Negeri Jakarta) 13 (tiga belas) siswa, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia) 1 (satu) siswa, UPNVJ (Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta) 2 (dua) siswa, dan UNTIRTA (Universitas Sultan Ageng Tirtayasa) 1 (satu) siswa.

Sedangkan siswa SMAN 53 Jakarta yang lolos ke Universitas Luar Negeri di Negera Belgia sebanyak 1 (satu) siswa atas nama M.Malik Alfarizi, dan yang diterima di Kedinasan Politeknik STIA LAN atas nama Jihan Nur Faizan.

Upacara Pelepasan siswa siswi kelas XII SMAN 53 Jakarta untuk tahun pelajaran 2024-2025 tersebut dipimpin oleh Kepala Sekolah SMAN 53 Jakarta Dra.Herawati Sihombing,M.Pd yang dilaksanakan bertempat di Halaman SMAN 53 Jakarta, Jl. Cipinang Jaya II, RT.3/RW.9, Cipinang Besar Sel., Kecamatan Jatinegara, Kota Jakarta Timur.

Pelepasan siswa tersebut ditandai dengan pelepasan Atribut sekolah oleh Kepala sekolah, diwakili oleh Muhammad Rizky Aditya Rakhman, kelas XII-4 dan Atikah Zahrah Aulia, kelas XII-2.

Pelepasan siswa siswi kelas XII SMAN 53 Jakarta tahun pelajaran 2024 – 2025 kali ini mengusung tema ” Percaya Diri Melangkah Pasti.”

Untuk pelepasan siswa siswi kelas XII SMAN 53 Jakarta ini di tandai dengan penanda tangganan berita acara pelepasan oleh Dra. Herawati Sihombing, M.Pd sebagai Kepala Sekolah SMAN 53 Jakarta dan 2 (dua) orang perwakilan orang tua siswa yaitu Ibu Tina Permatasari dan Ibu Rosyanti Yustinasari, yang menandatangani
Berita Acara penyerahan peserta didik, disaksikan oleh Ketua Komite Sekolah SMAN 53 Jakarta Ir.Agung Karang, Jumat, (09/05/2025).

Pelepasan yang dilaksanakan menandai berakhirnya masa studi tiga tahun siswa di jenjang pendidikan menengah atas.

Upacara pelepasan siswa siswi kelas XII SMAN 53 Jakarta tersebut, Selain diikuti oleh para siswa dan siswi kelas XII serta para orang tua siswa dan siswi masing masing, ikut serta juga para siswa kelas X dan XI SMAN 53 Jakarta, Para Pengurus OSIS dan MPK SMAN 53 Jakarta, Ketua Komite Sekolah SMAN 53 Jakarta Ir.Agung Karang berserta jajaran pengurus, Kepala Sekolah SMAN 53 Jakarta Dra. Herawati Sihombing, M.Pd, berserta para Wakil Kepala Sekolah diantaranya Menari Tonggor (Wakil Bid. Kurikulum), Titin Sukaeni, S.Pd. (Wakil Bid. Kesiswaan) dan Yosep, M.Pd (Wakil Bid. Sarprashum). Zohanudin kepala T.U Para Dewan Guru dan Wali Kelas, Para Staf dan Management di SMAN 53 Jakarta.

Dalam upacara pelepasan juga diumumkan 3 (tiga) siswa peraih nilai tertinggi antara lain adalah Peringkat ke 1 Kayyisa Hanifa dari Kelas 12 7 dengan nilai 93,06 , peringkat ke 2 Fadly Atief Nouval dari kelas 12 7 dengan nilai 93,01 dan peringkat ke 3 Naira Khanza Nabila Irwan dari kelas 12 7 dengan nilai 92,93

“Pada hari ini adalah kegiatan pelepasan Kelas XII,Jadi pada tanggal 5 kemarin, 5 Mei itu sudah diumumkan dan pada hari ini tanggal 9 Mei kami melepas anak-anak kelas XII, di mana tema kami pada hari ini adalah Percaya Diri Melangkah Pasti, supaya anak-anak SMA 53 itu percaya dirinya untuk melangkah pasti menuju cita-cita yang ia inginkan,”tutur Dra. Herawati Sihombing, M.Pd, Kepala Sekolah SMAN 53 Jakarta keawak media, Jumat,(09/05/2025).

Ditempat yang sama Ketua Komite Sekolah SMAN 53 Jakarta Ir.Agung Karang keawak media menyampaikan.

“Hari ini, Hari yang sangat bersejarah bagi anak-anak kelas XII di mana mereka semua berjumlah 246 dilepas oleh Kepala Sekolah dan ada berita acara penyerahan dari sekolah diserahkan kepada orang tua murid peserta didiknya, dengan tema seperti tadi disampaikan oleh Kepala Sekolah Ibu Herawati Sihombing yaitu melangkah pasti meraih cita-cita dan 100% lulus,”jelas Ketua Komite Sekolah SMAN 53 Jakarta Ir.Agung Karang.

Acara diakhiri dengan sesi Foto bersama.

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.