Jakarta, JSNews – 29 November 2025 — Gerakan Ciliwung Bersih (GCB) kembali menggelar Ciliwung Day 2025 dengan tema “Revitalisasi Ciliwung: Sungai Bersih, Kota Berkelanjutan.” Tahun ini, Indofood meneruskan dukungannya sebagai mitra strategis untuk GCB untuk memperkuat sinergi dalam meningkatkan kepedulian publik terhadap kelestarian Sungai Ciliwung, sungai bersejarah yang menjadi urat nadi Jakarta.

Puncak kegiatan digelar di kantor Sekretariat Gerakan Ciliwung Bersih di kawasan Penjernihan, Karet Tengsin, Jakarta Pusat, yang berada di tepi bantaran Sungai Ciliwung, pada Hari Sabtu, 29 November 2025. Perayaan dimeriahkan dengan serangkaian kegiatan, meliputi: workshop upcycle, kegiatan mewarnai bertema sungai untuk anak-anak, talkshow pengiat lingkungan, aksi penanaman pohon di bantaran sungai, hingga susur Sungai Ciliwung. Berbagai kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kepedulian, memperkuat aksi kolektif, dan menginspirasi kecintaan generasi muda terhadap kelestarian sungai.

Ketua GCB, Ir. Peni Santoso Dipl. Est, menegaskan bahwa Hari Ciliwung adalah pengingat pentingnya kolaborasi lintas pihak dalam memulihkan ekosistem sungai. “Perayaan ini bukan sekadar seremoni, melainkan upaya memperkuat kolaborasi agar Ciliwung semakin bersih, sehat, indah, dan bermanfaat bagi masyarakat. Kami ingin Ciliwung menjadi ruang edukasi, rekreasi, dan kolaborasi lintas generasi,” ujarnya.

Dalam perjalannya, Gerakan Ciliwung Bersih telah menjalankan berbagai program revitalisasi sungai dan pengelolaan sampah berbasis komunitas, diantaranya Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) dan Sekolah Sungai, yang selama ini menjadi pilar edukasi dan pemberdayaan masyarakat. Dalam periode 2020 – 2025, sebanyak lebih dari 26.902 kg sampah Ciliwung telah berhasil diolah melalui proses pengumpulan, pencacahan, hingga pendaur-ulangan menjadi pelet untuk dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai sumber bahan bakar rumah tangga.

Sinergi Menuju Kota yang Berkelanjutan,Sungai Ciliwung memiliki peran vital sebagai ekosistem alami, jalur resapan air, ruang bermain dan belajar masyarakat, serta penyangga mitigasi banjir. Hilangnya kualitas sungai akan berdampak langsung pada meningkatnya risiko banjir dan menurunnya keberagaman hayati. Di sisi lain, revitalisasi sungai yang berkelanjutan akan membantu memulihkan fungsi ekologis sekaligus mendukung pembangunan kota yang bersih, aman, dan tangguh.

Head of Corporate Communications Indofood, Stefanus Indrayana mengatakan, “Indofood terus berkomitmen untuk mendukung perbaikan kualitas lingkungan, termasuk mendorong revitalisasi sungai secara berkelanjutan. Kami percaya bahwa kelestarian sungai adalah bagian penting dari kualitas hidup masyarakat. Kami bangga dapat melanjutkan kolaborasi dengan GCB melalui inovasi pengelolaan sampah dan berbagai program edukasi masyakarat untuk mendukung terciptanya ekosistem sungai Ciliwung yang bersih dan sehat.”

Salah satu kontribusi Indofood dalam mendukung upaya edukasi masyarakat adalah dengan membangun awareness seputar pengelolaan sampah untuk ekonomi sirkular. Saat ini seluruh area terbuka di kantor sekretariat Gerakan Ciliwung Bersih telah menggunakan paving block ramah lingkungan, hasil kolaborasi Indofood bersama Rebricks. Seluruh paving block terpasang ini merupakan hasil pengolahan dari setidaknya 1,3 ton sampah kemasan fleksibel yang telah diolah menjadi paving block berdaya tahan tinggi.

Sebagai bagian dari perayaan Ciliwung Day 2025, Gerakan Ciliwung Bersih mengadakan serangkaian kegiatan, mulai dari Aksi Bersih Sungai, Susur Sungai dari Dermaga Kantor GCB menuju UPK Badan Air sejauh ±2 km menggunakan perahu karet, Aksi Tanam Pohon, sesi talkshow seputar gerakan revitalisasi sungai berkelanjutan, Pameran foto “Lensa Ciliwung”, yang menampilkan wajah Sungai Ciliwung dari sudut pandang para komunitas penggerak dan pencita Sungai Ciliwung, Workshop Daur Ulang Kreatif, hingga Lomba Menggambar & Mewarnai Anak Usia Dini bertema “Sungai Ciliwung Sahabat Alamku” untuk mengenalkan ekosistem sungai dan nilai kepedulian sejak dini.

Tahun ini acara turut dimeriahkan oleh kehadiran finalis Abang None Jakarta 2025, yang juga mengajak generasi muda terlibat dalam gerakan cinta sungai dan gaya hidup berkelanjutan. “Kami berharap momentum Ciliwung Day 2025 dapat memperkuat sinergi seluruh pemangku kepentingan, sehingga Sungai Ciliwung yang kita miliki bersama ini dapat terus memberi manfaat bagi masyarakat Jakarta, kini dan di masa depan,” tutup Peni.

banner 468x60

Jakarta selatan, JSNews – Kesehatan ginjal seringkali terlupakan, padahal ginjal punya peran penting untuk tubuh kita.

Di SDN 03 Cikoko Pancoran Jakarta Selatan, para siswa diajak untuk lebih peduli dengan kesehatan ginjal melalui kegiatan edukasi yang seru dan menarik.

Kegiatan ini diadakan pada hari Jumat, 28 November 2025. yang mana di hadiri oleh para pengurus dan pembina jaga ginjal Indonesia dan Para siswa sangat antusias mengikuti penjelasan dari dr.Eva Herencia Purba dari Rumah Sakit Siloam, Hospital Asri, Jakarta Selatan dan di pandu oleh MC dari gagal ginjal Astrid Audrey oehlers

Dalam edukasi tersebut dr.Eva Herencia Purba mengatakan bahwa ginjal itu seperti saringan di tubuh kita. Tugasnya membersihkan darah dari zat-zat yang tidak bermanfaat,” jelas dr.Eva Herencia Purba dengan bahasa yang mudah dipahami. “Kalau ginjal kita sehat, tubuh kita juga jadi kuat dan tidak mudah sakit.”

“Kita mengedukasi anak-anak untuk cukup minum itu paling penting, kemudian yang kedua adalah pola hidup, yang paling dijaga adalah menjaga minum-minuman yang lain, minum saja pada air putih, jadi batasi, contoh minuman kemasan minuman yang manis, yang tidak kita tahu kadar gula yang tinggi atau mungkin makan makanan cepat saji, itu bisa lama-lama akan membuat masalah pada ginjal, apalagi tidak dibarengi dengan cukup minumnya, terus menjaga nutrisi makanan itu penting, seperti tadi dengan menghindari makan-makan cepat saji, mengganti dengan makan makanan yang natural, itu akan jauh lebih menjaga kesehatan tubuh anak,”ujar dr.Eva Herencia Purba ke awak media setelah pelaksanaan edukasi kesehatan ginjal, Jumat, (28/11/2025).

“Selain itu anak juga harus aktif berolahraga berkegiatan di luar itu bisa menjaga kesehatan tubuh,
dr.Eva Herencla Purba juga berharap tentunya dengan penyuluhan yang sangat bagus ini, semakin adanya pengetahuan kepada anak-anak, bisa merubah gaya hidup anak-anak, kemudian ke lingkungan keluarga mereka, dari lingkungan keluarga memberikan dampak positif juga.

“Jaga Ginjal Indonesia yang saya dengar bahwa sudah banyak melakukan edukasi kepada anak-anak”

Pada edukasi tersebut siswa diajarkan cara sederhana untuk menjaga kesehatan ginjal, seperti:

  • Minum air putih yang cukup.
  • Makan makanan sehat.
  • Rajin berolahraga.

Selain penjelasan, ada juga kuis berhadiah tentang seputar Kesehatan ginjal. Para siswa sangat bersemangat menjawab pertanyaan.

Edukasi kesehatan ginjal ini terselenggara, merupakan hasil kolaborasi Komunitas Jaga Ginjal Indonesia bersama Rumah Sakit Siloam, dan Fresenius Medical Care tersebut diikuti puluhan siswa siswi SDN 03 Cikoko, Pancoran Jakarta Selatan.

Everino Piter Therick Ketua Komunitas Jaga Ginjal Indonesia menyampaikan tujuan edukasi kesehatan ginjal adalah untuk memberikan edukasi tentang masalah kesehatan ginjal, karena banyak angka kenaikan pasien gagal ginjal pada anak meninggal meningkat karena kurangnya edukasi.

“Ini tugas kita dari Jaga Ginjal Indonesia, kita memotivasi baik kepada pasien pasien gagal ginjal serta memberikan edukasi dan advokasi, ini yang kita pegang acuan kita untuk jalan menjalani program Jaga Ginjal Indonesia,”beber Everino.

Dia juga menyampaikan, bahwa sebenarnya penting untuk kita juga, bukan hanya anak-anak saja, tapi untuk kita sebagai orang tuanya karena anak ini adalah harapan Bangsa, harapan kita penerus, Kita juga harus sehat.
beberapa tahun kemarin itu, memang gagal ginjal pada anak usia dini mengalami peningkatannya yang luar biasa. Kalau orang gagal ginjal dan hidupnya enggak tertib, maka melangkah ke gagal ginjal kronis dan harus cuci darah, kalau tidak cepet teredukasi dan terselamatkan dari awal yang sederhana itu, adalah kita banyak minum air putih, kalau sakit punya penyakit hipertensi, diabetes, asam urat ya harus minum obat, arahan Dokternya kan terus jaga pola hidup sehat, tidur istirahat baik, ada olahraganya, terpenting adalah kita punya pikiran yang sehat gitu,”terang Ketua Komunitas Jaga Ginjal Indonesia Everino Piter Therick.

Kemendikdasmen Madyana Fajar Diwirja menjelaskan dengan kegiatan Jaga Ginjalmu Indonesia ini sangat bermanfaat bagi orang banyak.
“Ini yang harus menjadi tugas kita sebagai orang tua, guru dan wali murid untuk mengawasi anak-anak kita, terhadap kebiasaan apa yang mereka lakukan, baik hal yang mereka konsumsi ataupun juga hal yang mereka lakukan,”ucapnya.

“Mereka banyak sekali faktor pendukung dari gagal ginjal kronis ini, yang paling utama adalah kurangnya minum air putih, ini yang harus sekali kita biasakan kepada anak-anak kita, Selaras juga dengan inisiatif dari gerakan Bapak Abdul Mukti Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, terkait dengan Gerakan 7 kebiasaan anak Indonesia Hebat.

Madyana Fajar Diwirja juga menjelaskan salah satu dari dimensi profil lulusan yaitu adalah dimensi kesehatan, dalam hal ini adalah kesehatan ginjal, yaitu yang pertama bisa kita bilang rajin berolahraga, kemudian makan sehat dan bergizi, dan tidur cepat, ketiga kebiasaan ini cukup krosial dalam mendukung kesehatan, di mana makanan sehat dan bergizi termasuk mengkonsumsi air putih yang baik, kemudian makanan-makanan yang sehat, berolahraga untuk kesehatan organ tubuh, dan juga tidur cepat untuk menjaga keseimbangan dan kebugaran organ tubuh bagi anak-anak dan diharapkannya peran dari sekolah itu juga bisa membantu dengan menyebarkan edukasi kepada orang tua, kepada Komite dapat mengawasi anak-anak.

Sedangkan ditempat yang sama, Kepala sekolah SDN 03 Cikoko Ibu MAISAROH, S. Pd, menyampaikan cara untuk menjaga kesehatan ginjal untuk anak anak, yang pertama air putih dulu menggalakannya, karena banyak anak-anak yang nggak suka minum air putih dengan adanya kegiatan ini saya berharap anak-anak bisa menjadi teratur hidupnya untuk bisa jaga kesehatan juga lebih peduli.

“Saya setuju dengan kegiatan ini, Semoga kegiatan ini terus selalu berkelanjutan, karena kalau tidak berkelanjutan mungkin akan lupa lagi, tapi kalau berkelanjutan nanti yang tadinya tidak biasa menjadi biasa. Kalau menurut saya program ini jadi harus terus menerus dilakukan gerakan seperti ini, untuk menyadarkan anak sedini mungkin,”pungkas Ibu MAISAROH, S. Pd. Kepala sekolah SDN 03 Cikoko.

Kegiatan edukasi ini diakhiri dengan kegiatan mewarnai gambar. Semoga dengan kegiatan ini, para siswa SDN 03 Cikoko semakin peduli dan rajin menjaga kesehatan ginjalnya. Ginjal sehat, anak hebat !

Simalungun-JSNews


Jumat 21/11/2025
Satuan Penyelenggara Administrasi Surat Izin Mengemudi (Satpas) Polres Simalugun terus berkomitmen memberikan pelayanan prima, profesional, dan transparan kepada masyarakat dalam pengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM).

Langkah ini menjadi bagian dari upaya Polres Simalugun dalam mewujudkan pelayanan publik yang berintegritas dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.

Kapolres Simalungun AKBP Marganda Aritonang, S.H., S.I.K., M.M.di dampingi personil satlantas polres Simalungun kasiwas serta kasi propam mengecek pelayanan Satuan lalulintas khususnya proses penertiban SIM baru dan perpanjangan SIM secara online

Selain mengecek semua mekanisme penertiban SIM, kapolres juga memastikan biaya pembuatan SIM sesuai dengan PNBP yang berlaku

Kapolres meminta kepada petugas dan personil yang ada di satpas polres Simalungun

“Saya minta agar personil memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat Karena tugas kepolisian itu mengayomi masayarakat”Ujar Kapolres

Kasat Lantas Polres Simalugun, Iptu.Devi Sirongoringo
dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (21/11/2025) menegaskan bahwa pelayanan yang diberikan oleh Satpas harus berlandaskan prinsip kemudahan, keterbukaan, dan sikap humanis terhadap setiap pemohon SIM.

“Kepuasan masyarakat adalah tolak ukur keberhasilan kami dalam memberikan pelayanan sesuai prosedurnya. Kami memang belum sempurna, namun seluruh petugas Satpas Polres Simalugun selalu berupaya memberikan yang terbaik bagi masyarakat yang mengurus pembuatan SIM Baru atau perpanjangan SIM,” ujar Kasat Lantas Polres Simalugun Iptu Devi Sirongoringo
Jumat (21/11/2025).

Menurutnya, seluruh jajaran Satpas Polres Simalugun telah diarahkan untuk senantiasa memberikan pelayanan dengan ramah dan profesional, mulai dari tahap pendaftaran, pendataan, pengambilan foto, ujian teori, praktik, hingga pencetakan SIM.

“Setiap pemohon kami sambut dengan sikap humanis, serta kami berikan penjelasan yang jelas terkait kelengkapan berkas dan tata cara pengurusan SIM. Kami ingin memastikan bahwa masyarakat merasa nyaman dan terlayani dengan baik saat berada di Satpas Polres Simalugun tambahnya.

Selain memberikan pelayanan yang mudah dan transparan, Satpas Polres Simalugun juga aktif menggimbau masyarakat agar tidak tergiur dengan tawaran dari calo atau pihak ketiga yang kerap menjanjikan kemudahan pengurusan SIM, baik secara langsung maupun melalui media sosial.

“Kami mengingatkan agar masyarakat tidak percaya kepada calo. Silakan datang langsung ke Satpas Satlantas Polres Simalugun untuk mendapatkan arahan resmi mengenai tata cara pembuatan SIM Baru atau perpanjangan SIM. Semua proses telah diatur sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Kasat Lantas Polres Simalugun Iptu Devi Sirinngoringo

Ia menjelaskan, pelayanan pembuatan SIM baru dan perpanjangan SIM di Polres Simalugun dilakukan berdasarkan PP Nomor 60 Tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) serta Peraturan Kepolisian (Perpol) Nomor 2 Tahun 2023 tentang Perubahan atas Peraturan Kapolri Nomor 9 Tahun 2012 tentang Surat Izin Mengemudi.

Dengan penerapan prinsip transparansi dan pelayanan berbasis kepuasan publik, Satpas Polres Simalugun berharap masyarakat semakin percaya dan nyaman dalam mengurus SIM secara mandiri tanpa melalui perantara.

Sementara itu, sejumlah masyarakat yang ditemui di Gedung Satpas Polres Simalugun mengaku puas dengan pelayanan yang diberikan petugas. Salah satunya warga Simalungun datang untuk pembuatan SIM C miliknya

“Pelayanannya cepat dan petugasnya ramah. Saya sempat khawatir prosesnya lama, tapi ternyata cukup mudah, tidak berbelit-belit seperti yang saya bayangkan,” ujarnya

Hal senada disampaikan pemohon SIM baru asal Simalungun Menurutnya, pelayanan di Satpas Polres Simalugun semakin baik dibanding beberapa tahun lalu.

“Sekarang sistemnya lebih tertata. Dari pendaftaran, ujian teori sampai praktek, semuanya dijelaskan dengan jelas. Petugasnya juga sabar membimbing kami,” katanya.

Masyarakat berharap pelayanan prima seperti ini terus dipertahankan dan bahkan ditingkatkan agar semakin banyak warga yang merasa nyaman dalam mengurus SIM secara mandiri. (Penulis:Feri Simanjuntak)

joSSer
(Wakil Pimred )

Jakarta —JSNews

Forum Betawi Rempug (FBR) se-DKI Jakarta menegaskan komitmen penuh dalam menjaga keamanan dan ketertiban Ibu Kota usai menghadiri Apel Siaga Potensi Masyarakat Dalam Jaga Jakarta yang dipimpin langsung oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri, Rabu (19/11/2025) di Lapangan Presisi Ditlantas Polda Metro Jaya.

Apel besar yang diikuti ribuan unsur masyarakat ini menjadi momentum penting konsolidasi antara Polri dan berbagai ormas, termasuk FBR yang selama ini aktif berada di garis depan dalam pengamanan lingkungan, penanganan konflik sosial, hingga aksi cepat saat terjadi gangguan kamtibmas.

Ditemui awak media, Ketua Ormas FBR Gardu 0300. Meruya Utara, Jakarta Barat, Muhammad Ismail mengatakan bahwa kehadiran lebih dari 5.000 anggota ormas dalam apel tersebut menunjukkan besarnya kekuatan kolaborasi masyarakat dan aparat kepolisian dalam menjaga Jakarta tetap kondusif.

“FBR dari seluruh wilayah DKI hadir untuk menunjukkan bahwa kami siap bersama Polda Metro Jaya menjaga keamanan Jakarta. Ini tanggung jawab yang kami pikul bersama,” ujar Ismail Ketua Ormas FBR G.0300 usai apel.

Dalam amanatnya, Kapolda Metro Jaya menegaskan bahwa potensi masyarakat merupakan mitra strategis Polri. Sinergi ini harus terus dijaga, karena upaya menjaga kamtibmas tidak bisa dilakukan hanya oleh aparat, melainkan seluruh elemen sosial yang berperan langsung di tengah masyarakat.

Apel siaga juga menyoroti kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, terutama di musim penghujan. Kapolda mengingatkan pentingnya respon cepat terhadap banjir, tanah longsor, dan situasi darurat lainnya.

FBR menegaskan kesiapan mereka untuk terjun langsung membantu warga, sebagaimana selama ini dilakukan di berbagai lokasi banjir dan musibah lainnya.

“Kami sudah terbiasa turun di lapangan, bantu evakuasi, kawal distribusi bantuan, dan ikut mengamankan wilayah saat terjadi bencana. Ini bagian dari pengabdian kami kepada warga Jakarta,” ujar Ismail Ketua Ormas FBR G.0300.

Selain bencana, apel siaga juga menyoroti persiapan menghadapai perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, di mana aktivitas masyarakat akan meningkat di berbagai pusat keramaian.

Ismail menegaskan akan membantu Polri dalam menjaga suasana tetap aman dan harmonis selama perayaan tersebut, terutama terkait toleransi antar umat beragama dan pengamanan lokasi vital.

“Kami siap ditempatkan di lapangan bersama aparat. FBR selalu menjaga kerukunan dan menghormati umat beragama lain dalam menjalankan ibadahnya,” tegas Ismail Ketua Ormas FBR G.0300.

Bagi FBR, menjaga Jakarta bukan hanya tugas, tapi bentuk kecintaan terhadap tanah kelahiran Betawi dan tanggung jawab moral terhadap masyarakat luas.

“Bagi kami, Jakarta adalah rumah besar. Sudah sepantasnya kami menjaga, merawat, dan melindunginya. FBR akan terus berdiri paling depan untuk keamanan dan ketertiban warga Jakarta,” ujar Ismail Ketua Ormas FBR G.0300.(Asep.S)

Jakarta-JSNews



Selasa 18/11/2025
Ribuan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI)–Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) akan menggelar aksi unjuk rasa besar di depan Mahkamah Agung (MA) pada Selasa, 18 November 2025. Aksi ini dilakukan untuk menuntut agar MA menegakkan hukum secara adil dalam perkara dua pengurus serikat PT Yamaha Music Manufacturing Asia yang dinilai mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) secara sepihak.
Presiden FSPMI, Riden Hatam Aziz, menegaskan bahwa perkara ini tidak hanya menyangkut dua pekerja, tetapi juga menyangkut masa depan kebebasan berserikat di Indonesia.
“Putusan PHI Bandung sudah sangat jelas dan tegas. Kedua pekerja itu wajib dipekerjakan kembali. Semua ketentuan hukum mendukung itu, sehingga MA tidak perlu mencari dalih baru untuk membenarkan PHK,” ujar Riden.
Ia juga mengingatkan bahwa alasan ‘disharmonis’ tidak dapat dijadikan pembenaran untuk memutus hubungan kerja.
“Perusahaan sudah menyatakan siap mengikuti apa pun putusan pengadilan. Jadi, tidak tepat jika alasan disharmonis dipaksakan sebagai dasar PHK,” tambahnya.
Sejumlah dokumen resmi pemerintah, mulai dari Anjuran Dinas Tenaga Kerja, rekomendasi Bupati Bekasi, hingga penilaian Kementerian Ketenagakerjaan, juga menyebut bahwa PHK tersebut tidak sesuai ketentuan hukum dan dua pengurus serikat itu harus dipulihkan statusnya.
Ketua Umum Serikat Pekerja Elektronik-Elektrik FSPMI, Abdul Bais, menilai indikasi praktik union busting dalam kasus ini sangat kuat.
“Jika pengurus serikat bisa diberhentikan begitu saja, ini bukan lagi sekadar sengketa industrial, tetapi ancaman serius bagi kebebasan berserikat,” kata Bais.
Ia menambahkan bahwa MA harus konsisten dengan berbagai putusan sebelumnya. “Sudah banyak putusan yang menegaskan pekerja harus kembali bekerja. Ini kesempatan bagi MA untuk memperkuat preseden itu.”

KSPI Desak Aturan PHK Diperketat dalam Revisi UU Ketenagakerjaan
KSPI menilai kasus Yamaha merupakan bukti nyata bahwa aturan PHK dalam regulasi ketenagakerjaan harus diperketat. PHK, menurut mereka, tidak boleh menjadi alat intimidasi atau jalan pintas yang diambil perusahaan saat terjadi dinamika hubungan industrial.
“PHK harus benar-benar menjadi last resort. Semua proses dialog, negosiasi, dan mediasi harus dijalankan lebih dulu. Apalagi jika menyangkut pengurus serikat yang memerlukan perlindungan ekstra,” tegas KSPI dalam pernyataannya.
Jika aturan PHK tidak diperbaiki secara nyata, KSPI menilai kasus serupa berpotensi terus berulang dan memperlemah posisi pekerja di Indonesia.

joSSer
( Wakil Pimred )

Jakarta, JSNews — Puluhan orang mengikuti Jalan Santai di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Minggu, (16/11/2025) Pagi.

Puluhan orang tersebut berasal dari Pengurus dan Anggota Organisasi Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) ditingkat Dewan Pengurus Pusat (DPP) dan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) DKI Jakarta.

Acara ini digelar sebagai upaya mendorong gaya hidup sehat sekaligus memperkuat ikatan silahrurahmi yang sudah terjalin selama ini.

Kegiatan dimulai pukul 06.00 WIB dengan jalan santai mengelilingi stadion terbasar Indonesia tersebut.

Jalan santai sehat Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) tersebut diikuti langsung oleh Penasehat GPIB DR.Muji berserta Isteri, Ketua Umum GPIB Ir.Agung Karang Sekretaris Jenderal GPIB Drs. Abdul Hapid MH, Wakil Sekretaris Jenderal Icha Rachmawati,SE, Ketua I Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) Marsahid, dan perwakilan dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) GPIB DKI Jakarta Rahayu Desi Leni, Sonya Mercyana Simorangkir, Dani Hendro Pradiatmoko, Suhana, serta Ibu Nurhayati.

“Jalan santai ini di samping olahraga juga sebagai ajang silaturahmi dan konsolidasi antar pengurus sebagai bagian dari keluarga besar GPIB,” ujar Ir.Agung Karang ke awak media disela Jalan santai sehat tersebut, Minggu,(16/11/2025).

Dalam kesempatan itu, Sekjen GPIB Abdul Hapid menyampaikan apresiasi atas kebersamaan yang terjalin dengan digelarnya Jalan santai sehat tersebut.

“Terima kasih atas kehadiran rekan-rekan GPIB. Semoga jajaran pengurus GPIB semakin solid dan kuat dalam memperjuangkan dunia pendidikan,” ucapnya.

Suasana pagi di penghujung akhir pekan di GBK tampak semarak dengan kehadiran para pengurus yang berjalan bersama sambil berbincang santai mengenai wacana program kegiatan rutin olahraga kedepan yang akan di laksanakan.

Kegiatan jalan santai sehat ini diharapkan dapat menjadi tradisi rutin, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam menjalankan misi Gerakan Pendidikan Indonesia Baru dengan mottonya “Majunya suatu bangsa dimulai dari Pendidikan.”

Dia Abdul Hapid juga menambahkan bahwa Indonesia perlunya Pendidikan yang kuat yang membutuhkan masyarakat yang sehat dan aktif.

“Gerak tubuh dan gerak pikiran adalah satu kesatuan. Melalui kegiatan olahraga seperti ini, kami ingin membangun komunitas yang sehat, positif, dan peduli masa depan pendidikan Indonesia,” tandasnya.

Jalan santai bersama ini diakhiri dengan sesi foto bersama yang diikuti semua peserta.

Jakarta-JSNews



Selasa 11/11/2025
Advokat Firdaus Oiwobo resmi mengajukan uji materiil ke Mahkamah Konstitusi (MK) terhadap Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat. Langkah ini ditempuh setelah ia merasa menjadi korban pelanggaran prosedur etik dalam pemberian sanksi pembekuan izin praktiknya.

Nama Firdaus mencuat ke publik usai videonya naik ke meja majelis hakim dalam sidang perdata di Pengadilan Negeri Tangerang pada Februari 2025 lalu viral di media sosial. Aksi itu menuai kontroversi—ada yang menilai melanggar etika, namun tak sedikit yang menganggapnya bentuk frustrasi atas dinamika sidang yang memanas.

“Itu terjadi spontan. Suasana waktu itu benar-benar tegang, saya hanya ingin menjelaskan posisi hukum klien saya yang tidak sempat saya sampaikan. Tidak ada maksud menantang hakim,” ujar Firdaus dalam keterangan persnya di Jakarta.

Pasca-insiden itu, Pengadilan Tinggi Banten menjatuhkan teguran keras kepada Firdaus. Namun, hanya berselang lima hari, ia menerima surat pembekuan izin advokat tanpa pernah dipanggil untuk menjalani sidang kode etik.

“Ini yang kami persoalkan. Tidak ada prosedur etik, tidak ada panggilan klarifikasi, tapi tiba-tiba izin saya dibekukan. Padahal Undang-Undang Advokat jelas mengatur bahwa pembekuan harus melalui mekanisme Dewan Kehormatan,” tegas Firdaus.

Kuasa hukumnya, Deolipa Yumara, menilai keputusan tersebut cacat hukum. “Secara formil, keputusan itu melanggar asas due process of law. Klien kami langsung dihukum tanpa diberi kesempatan membela diri. Ini preseden berbahaya bagi profesi advokat,” ujarnya.

Firdaus mengaku sanksi tersebut membuat seluruh aktivitas profesionalnya terhenti selama delapan bulan terakhir. Ia kehilangan klien, kontrak kerja sama, serta hak tampil di pengadilan. “Bisa dibilang karier saya terhenti total. Tidak bisa bekerja, tapi juga tidak tahu harus banding ke mana karena mekanisme etiknya tidak dijalankan,” tuturnya.

Melalui gugatan ke MK, Firdaus dan timnya menilai beberapa pasal dalam UU Advokat No.18 Tahun 2003 masih kabur dan berpotensi disalahgunakan oleh lembaga tertentu untuk menjatuhkan sanksi tanpa dasar etik yang jelas. Permohonan tersebut kini telah diterima kepaniteraan MK dan menunggu jadwal sidang perdana.

“Kami ingin memastikan norma hukum ini tidak menimbulkan ketidakadilan bagi para advokat di masa depan. Kalau perlu, MK memberikan tafsir yang tegas agar profesi advokat terlindungi dari keputusan sepihak,” tambah Deolipa

joSSer
( Wakil Pimred )

Jakarta, JSNews — Upaya meningkatkan kualitas dan daya saing tenaga kerja Indonesia kini mendapat angin segar. Tiga lembaga, yakni Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB), PT Sarana Aviation Solusi (SAS), dan PT Tenriawaru Elit Internasional (ELITE), resmi berkolaborasi dalam sebuah program nasional bertajuk “Triple Helix Collaboration – Kolaborasi Nasional Peningkatan Kualitas dan Penempatan Tenaga Kerja Migran.”

Kerjasama ini bertujuan menyiapkan tenaga kerja Indonesia agar mampu bersaing di tingkat global melalui pelatihan, sertifikasi, hingga penempatan kerja yang terarah dan terintegrasi.

Direktur PT SAS
Noor Rachmad menjelaskan, pihaknya berperan sebagai pengelola pelatihan dan sertifikasi, dengan standar internasional seperti ICAO, IATA, dan BNSP.
“Kami ingin calon tenaga kerja Indonesia memiliki kemampuan teknis dan soft skill yang diakui dunia, sehingga siap kerja di sektor penerbangan, perhotelan, konstruksi, hingga kesehatan,” ujarnya.

Sementara itu, PT ELITE International Recruitment bertanggung jawab dalam penempatan tenaga kerja ke luar negeri seperti Timur Tengah, Eropa Timur, dan Australia.
Mereka memastikan proses perekrutan hingga pengurusan dokumen dan visa berjalan sesuai aturan dan kebutuhan pasar global.

Adapun GPIB sebagai mitra nasional fokus pada pemberdayaan dan mobilisasi SDM di daerah. Melalui jejaring pendidikan dan komunitas di berbagai provinsi, GPIB mengumpulkan calon tenaga kerja potensial dan memberikan edukasi dasar seperti literasi keuangan, etika kerja global, serta perlindungan pekerja migran.

Program ini memiliki enam langkah utama, di antaranya:

  1. Pemetaan dan Persiapan Keterampilan (Talent Mapping & Skill Readiness)
    Mendata dan menilai potensi calon tenaga kerja dari berbagai daerah.
  2. Pelatihan Pra-Penempatan (Pre-Departure Integrated Training)
    Melatih calon pekerja agar siap menghadapi dunia kerja internasional.
  3. Penyaluran dan Kecocokan Pekerjaan (Employment Channeling & Job Matching)
    Menyesuaikan kebutuhan pasar global dengan keahlian calon tenaga kerja.
  4. Platform Digital “Indonesia Global Workforce Portal”
    Sistem digital untuk pendaftaran, pelacakan sertifikasi, dan pemantauan tenaga kerja.
  5. Pendirian Pusat Pelatihan Regional (Career Center & Regional Hub)
    Sebagai tempat pelatihan dan informasi tenaga kerja migran di berbagai daerah.
  6. Program Reintegration & Entrepreneurship
    Memberi pelatihan kewirausahaan bagi pekerja migran yang kembali ke Indonesia.

Melalui kolaborasi ini, ketiga lembaga berharap dapat mewujudkan sistem pelatihan dan penempatan tenaga kerja yang lebih transparan, efisien, dan berdaya saing global, sekaligus membuka lapangan kerja baru di daerah.

Kerjasama ini akan diformalkan melalui Nota Kesepahaman (MoU) Tripartit Nasional, yang mencakup bidang rekrutmen, pelatihan, penempatan, dan peningkatan kapasitas SDM nasional.

Ir. Agung Karang Ketum GPIB yg didampingi oleh Prof.DR.Hendri Affandi M.Si selaku Dewan Penasehat GPIB menegaskan “Kami ingin anak-anak muda Indonesia tidak hanya siap kerja, tapi juga bangga membawa nama bangsa di luar negeri,” (adyt)

Jakarta, JSNews — Wacana pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto, semakin menguat seiring banyaknya tokoh bangsa yang menilai jasa-jasanya bagi Indonesia sangat besar. Dari kalangan Muhammadiyah hingga Nahdlatul Ulama (NU), muncul pandangan senada bahwa Soeharto memenuhi kriteria sebagai pahlawan yang berjasa besar dan rela berkorban demi bangsa dan negara.

Pimpinan Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. Makroen Sanjaya, menyatakan bahwa Muhammadiyah telah melakukan kajian komprehensif terhadap ketokohan Soeharto, bukan hanya sebagai Presiden ke-2, tetapi juga sebagai bagian penting dalam sejarah perjuangan bangsa sejak masa revolusi kemerdekaan.

“Sejak tahun 1946 beliau sudah berkontribusi besar. Ketika terjadi kudeta oleh kelompok kiri, Pak Harto sebagai militer mampu menanggulangi hal tersebut. Belum lagi kiprahnya dalam Serangan Umum 1 Maret di Yogyakarta yang menjadi momen penting dalam mempertahankan kemerdekaan. Perannya juga sangat sentral dalam menumpas G30S/PKI, hingga membawa Indonesia diakui dunia melalui capaian swasembada pangan,” ujar Makroen.

Menurutnya, kategori pahlawan dalam Undang-Undang mencakup dua aspek utama, yakni pengorbanan dan prestasi. Soeharto, lanjut Makroen, menunjukkan keduanya secara nyata. “Beliau telah berkorban untuk bangsa dan negara, serta mencapai prestasi besar yang menjadi teladan dan mendapat pengakuan internasional,” tegasnya.

Makroen juga menekankan pentingnya generasi muda untuk belajar dari teladan para tokoh bangsa seperti Soeharto. “Anak-anak muda sekarang harus mampu berkorban dan berprestasi. Jangan hanya bicara tanpa tindakan. Role model sudah banyak, termasuk Pak Harto, yang mendedikasikan hidupnya untuk bangsa dan kemanusiaan,” tuturnya.

Pandangan senada disampaikan K.H. Arif Fahrudin, tokoh Nahdlatul Ulama sekaligus Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI). Ia menilai, pahlawan adalah mereka yang berjasa besar dan rela berkorban demi kepentingan bersama.

“Dua kunci pahlawan itu adalah jasa dan pengorbanan. Soeharto telah menunjukkannya sejak masa perjuangan kemerdekaan, masa transisi, hingga menjadi Presiden. Beliau hadir dalam tiga fase penting perjalanan bangsa,” jelas Arif Fahrudin.

Ia juga membandingkan kiprah Soeharto dan Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai dua sosok yang berbeda latar belakang, namun sama-sama memiliki kontribusi besar bagi bangsa. “Pak Harto berjuang di jalur militer dan pemerintahan, sedangkan Gus Dur di bidang pendidikan, keagamaan, dan pluralisme. Keduanya adalah figur penting dalam sejarah bangsa ini,” tambahnya.

Lebih jauh, Arif Fahrudin mengingatkan generasi muda agar tidak melupakan jasa para pendiri dan pejuang bangsa. Ia menilai bahwa kemampuan bersyukur terhadap jasa para pahlawan menjadi kunci keberhasilan menuju Indonesia Emas 2045. “Kalau generasi muda tidak pandai menghargai jasa para pahlawan, maka mereka tidak akan pandai bersyukur terhadap nikmat kemerdekaan ini. Padahal dari negara inilah kita hidup, bernafas, dan mendapatkan sumber kehidupan,” katanya.

Menurutnya, setiap era memiliki tokohnya sendiri. Apa yang diwariskan oleh tokoh besar seperti Soeharto harus dijadikan inspirasi bagi generasi penerus. “Tantangan saat ini adalah bagaimana mentransmisikan capaian kebaikan yang sudah diwariskan ke generasi sekarang, dan mengaktualisasikannya di era modern,” tutup Arif Fahrudin.

Dukungan dari dua ormas Islam terbesar di Indonesia ini memperkuat pandangan publik bahwa Soeharto layak mendapat pengakuan sebagai Pahlawan Nasional. Sosoknya dinilai telah menorehkan jejak pengabdian luar biasa, tidak hanya dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan, tetapi juga dalam membangun fondasi ekonomi dan stabilitas nasional yang dirasakan hingga kini.

Dengan segala jasa dan pengorbanannya, nama Soeharto kembali menjadi simbol semangat pengabdian total bagi bangsa—sebuah nilai yang patut dikenang dan diwariskan kepada generasi penerus Indonesia. (*)

Jakarta,JSNews



Minggu 9 November 2025

Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (BEM PTNU) Wilayah DKI Jakarta menyampaikan apresiasi kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia atas penanganan kasus pencemaran nama baik dan fitnah yang melibatkan Roy Suryo.

KORDINATOR WILAYAH BEM PTNU DKI Jakarta, Dede Fitriyanto . Menyatakan bahwa tindakan tegas kepolisian sangat diperlukan untuk menjaga stabilitas negara. “Pencemaran nama baik dan penyebaran fitnah adalah tindakan yang dapat mengganggu stabilitas negara dan ketertiban umum. Kami mendukung penuh penegakan hukum yang adil dan tegas,”.

Tuntutan Transparansi dan Keadilan.

BEM PTNU DKI Jakarta menuntut agar proses hukum berjalan secara transparan dan akuntabel. Mereka berharap penegakan hukum dapat memberikan efek jera bagi siapapun yang mencoba mengganggu stabilitas negara melalui tindakan yang sama.

“Kehormatan dan kredibilitas institusi negara harus dijaga dari serangan fitnah yang tidak berdasar. Kami juga mendesak agar hak-hak korban pencemaran nama baik dipenuhi melalui jalur hukum yang adil,” pernyataan Dede Fitrianto Koordinator BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta

Ajakan kepada Masyarakat

BEM PTNU DKi Jakarta mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Mereka juga menekankan pentingnya mendukung supremasi hukum dan menjaga persatuan bangsa di tengah dinamika politik yang ada.

BEM PTNU DKI Jakarta berkomitmen untuk terus memantau perkembangan kasus ini dan memastikan proses hukum berjalan sesuai koridor yang berlaku

joSSer
( Wakil Pimred )

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.