CIANJUR —JSNews

Pagi di Desa Cipendawa selalu dimulai dengan suara air. Mengalir dari sela-sela bebatuan di kaki Gunung Gede–Pangrango, air itu menghidupi sawah, kebun, dan dapur-dapur warga. Bagi para petani di desa ini, air bukan sekadar kebutuhan, melainkan penanda hidup yang diwariskan turun-temurun.

Namun, belakangan, ketenangan itu digantikan kegelisahan. Rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) geotermal di kawasan Gunung Gede–Pangrango membuat warga bertanya-tanya: sampai kapan mata air ini akan tetap mengalir?

Kegelisahan itu mengemuka saat rombongan Media Independen Online (MIO) Indonesia singgah di Cipendawa. Kunjungan tersebut terjadi secara insidental, seusai Ketua Umum MIO Indonesia AYS Prayogie menghadiri Kongres Daerah (Kongresda) I MIO Indonesia Pengurus Daerah Jakarta Timur. Seusai agenda organisasi, rombongan menyempatkan diri menyapa warga dan petani setempat.

Dipimpin AYS Prayogie, rombongan yang juga diikuti Wakil Ketua Umum Ir Agung Karang, Ketua MIO Provinsi DKI Jakarta Gito Richardo, serta Ketua MIO Jakarta Timur S. Erfan Nurali, awalnya ingin melihat langsung kondisi pertanian warga. Namun, obrolan sederhana di pematang sawah berubah menjadi ruang curahan hati.

Seorang petani paruh baya menunjuk aliran air kecil di tepi ladangnya. “Dari sinilah kami hidup,” katanya lirih. Ia khawatir pengeboran panas bumi akan mengubah aliran air yang selama ini tak pernah kering, bahkan di musim kemarau.

Bagi warga Cipendawa, Gunung Gede–Pangrango bukan hanya lanskap indah atau kawasan konservasi. Gunung itu adalah penyangga kehidupan—tempat air disimpan, tanah dijaga, dan hasil panen dititipkan pada keseimbangan alam. Kekhawatiran mereka bukan tanpa alasan. Aktivitas eksplorasi geothermal dikhawatirkan memicu penurunan debit mata air, merusak lahan pertanian, hingga meningkatkan risiko longsor di wilayah yang dikenal rawan bencana.

Di antara para petani, kegelisahan juga dirasakan para ibu rumah tangga. Air bersih yang selama ini mengalir ke rumah-rumah menjadi penopang kebutuhan harian. “Kalau air berkurang, kami mau ambil dari mana?” ujar seorang warga.

Mendengar cerita-cerita itu, AYS Prayogie menegaskan bahwa pembangunan, termasuk energi terbarukan, tidak boleh berjalan dengan mengabaikan suara warga. Menurut dia, keberlanjutan sejati hanya dapat terwujud jika lingkungan dan ruang hidup masyarakat tetap terlindungi.

“Energi bersih seharusnya membawa harapan, bukan ketakutan. Jika rakyat merasa terancam, maka ada yang perlu ditinjau ulang,” ujarnya.

Warga Cipendawa kini memilih menjaga apa yang mereka miliki: air, tanah, dan gunung. Bersama jaringan masyarakat di Cianjur, mereka menyuarakan penolakan terhadap proyek geotermal dan meminta pemerintah membuka ruang dialog serta kajian lingkungan secara transparan.

Bagi mereka, perjuangan ini bukan tentang menolak kemajuan, melainkan tentang mempertahankan kehidupan. Di kaki Gunung Gede–Pangrango, air yang terus mengalir menjadi pengingat bahwa alam dan manusia terikat dalam satu napas yang sama. (///)

Penulis: Solihin
Editor: Bang Edo

Sumber:
Humas MIO Indonesia
PW Provinsi DKI Jakarta

Jakarta-JSNews



Jumat 02/01/2026 Yayasan Rumah Piatu Muslimin yang berdiri sejak tahun 1931, memasuki usia ke-95 tahun pada 2026. Peringatan ini menjadi momentum refleksi atas perjalanan panjang yayasan dalam menjalankan amanah sosial, khususnya dalam mengasuh, merawat, dan mendidik anak-anak yatim piatu, anak terlantar, serta anak-anak dengan disfungsi sosial keluarga dan disabilitas ganda.
Yayasan Rumah Piatu Muslimin berawal dari kepedulian lima perempuan pribumi yang mendirikan rumah pengasuhan di Jalan Kramat Raya No. 11, Jakarta Pusat. Sejak awal berdirinya, Rumah Piatu Muslimin tidak hanya menampung anak yatim piatu, tetapi juga anak-anak terlantar demi terbukanya masa depan yang lebih baik bagi mereka.
Berlokasi di kawasan Senen, Jakarta Pusat, bangunan Yayasan Rumah Piatu Muslimin memiliki arsitektur khas perpaduan klasik Eropa dan lokal
Lokasinya mudah dikenali karena berada diapit oleh deretan gerai nasi kapau yang telah tersohor, serta tidak jauh dari gedung bekas bioskop tua Grand Senen.
Selama hampir satu abad, Yayasan Rumah Piatu Muslimin konsisten menghadirkan layanan pengasuhan yang berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan dan keislaman. Seiring bertambahnya usia, yayasan menyadari bahwa tantangan dalam pelayanan sosial semakin kompleks, baik dari sisi kebutuhan anak asuh maupun dinamika sosial yang terus berkembang.
Cikal bakal pendirian yayasan ini diprakarsai oleh Siti Zahra Goenawan, seorang aktivis sosial dan tokoh pergerakan perempuan. Ia juga merupakan Ketua Perkumpulan Serikat Istri Jacatra yang beranggotakan kaum ibu, serta istri dari Romo Raden Goenawan. Keprihatinan Siti Zahra terhadap kondisi anak-anak bumiputera pada masa penjajahan yang hidup dalam kemiskinan dan keterlantaran menjadi dorongan utama lahirnya Rumah Piatu Muslimin.
Dalam peringatan usia ke-95 tahun ini, Ketua Yayasan Rumah Piatu Muslimin, Anggraeni Pratiwi, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas kepercayaan serta dukungan berkelanjutan dari para donatur, mitra sosial, dan relawan. Dukungan tersebut menjadi fondasi utama dalam menjaga keberlangsungan program serta meningkatkan kualitas layanan pengasuhan dan pendidikan.
Memasuki usia ke-95 tahun, Yayasan Rumah Piatu Muslimin menegaskan komitmennya untuk terus berbenah, memperkuat tata kelola lembaga, serta meningkatkan mutu layanan pengasuhan dan pendidikan demi memberikan perlindungan dan pendampingan terbaik bagi anak-anak yang membutuhkan.

joSSer
( Wakil Pimred )

Jakarta-JSNews



Jumat 02/01/2026 Yayasan Rumah Piatu Muslimin yang berdiri sejak tahun 1931, memasuki usia ke-95 tahun pada 2026. Peringatan ini menjadi momentum refleksi atas perjalanan panjang yayasan dalam menjalankan amanah sosial, khususnya dalam mengasuh, merawat, dan mendidik anak-anak yatim piatu, anak terlantar, serta anak-anak dengan disfungsi sosial keluarga dan disabilitas ganda.


Yayasan Rumah Piatu Muslimin berawal dari kepedulian lima perempuan pribumi yang mendirikan rumah pengasuhan di Jalan Kramat Raya No. 11, Jakarta Pusat. Sejak awal berdirinya, Rumah Piatu Muslimin tidak hanya menampung anak yatim piatu, tetapi juga anak-anak terlantar demi terbukanya masa depan yang lebih baik bagi mereka.
Berlokasi di kawasan Senen, Jakarta Pusat, bangunan Yayasan Rumah Piatu Muslimin memiliki arsitektur khas perpaduan klasik Eropa dan lokal


Lokasinya mudah dikenali karena berada diapit oleh deretan gerai nasi kapau yang telah tersohor, serta tidak jauh dari gedung bekas bioskop tua Grand Senen.
Selama hampir satu abad, Yayasan Rumah Piatu Muslimin konsisten menghadirkan layanan pengasuhan yang berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan dan keislaman. Seiring bertambahnya usia, yayasan menyadari bahwa tantangan dalam pelayanan sosial semakin kompleks, baik dari sisi kebutuhan anak asuh maupun dinamika sosial yang terus berkembang.


Cikal bakal pendirian yayasan ini diprakarsai oleh Siti Zahra Goenawan, seorang aktivis sosial dan tokoh pergerakan perempuan. Ia juga merupakan Ketua Perkumpulan Serikat Istri Jacatra yang beranggotakan kaum ibu, serta istri dari Romo Raden Goenawan. Keprihatinan Siti Zahra terhadap kondisi anak-anak bumiputera pada masa penjajahan yang hidup dalam kemiskinan dan keterlantaran menjadi dorongan utama lahirnya Rumah Piatu Muslimin.


Dalam peringatan usia ke-95 tahun ini, Ketua Yayasan Rumah Piatu Muslimin, Anggraeni Pratiwi, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas kepercayaan serta dukungan berkelanjutan dari para donatur, mitra sosial, dan relawan. Dukungan tersebut menjadi fondasi utama dalam menjaga keberlangsungan program serta meningkatkan kualitas layanan pengasuhan dan pendidikan.
Memasuki usia ke-95 tahun, Yayasan Rumah Piatu Muslimin menegaskan komitmennya untuk terus berbenah, memperkuat tata kelola lembaga, serta meningkatkan mutu layanan pengasuhan dan pendidikan demi memberikan perlindungan dan pendampingan terbaik bagi anak-anak yang membutuhkan.

joSSer
( Wakil Pimred )

Jakarta-JSNews



Rabu 31/12/2025
Tidak terasa, tahun 2025 telah kita lewati bersama.
Di penghujung tahun ini, pergantian menuju 2026 menjadi momentum refleksi, evaluasi, sekaligus penguatan komitmen.
Sebagai insan media, kita percaya bahwa setiap peristiwa adalah catatan sejarah,
setiap kritik adalah kontrol,
dan setiap harapan adalah energi untuk terus menyuarakan kebenaran.
Mari jadikan 2026 sebagai lembaran baru:
lebih objektif dalam menyampaikan fakta,
lebih berani menjaga independensi,
dan lebih berpihak pada kepentingan publik.
Tak perlu menoleh ke belakang.
Masa lalu adalah pembelajaran,
masa depan adalah tanggung jawab.
Selamat Menyambut Tahun Baru 2026
Terus menulis, terus mengawal, terus memberi makna.
Salam Satu Pena
Media Group:

JSNews.com

Primestationews.com

BhayangkaraNews24.id

SidikPolisiNews.id

WartaCepat.com

joSSer
( Wakil Pimred )

Jakarta Barat —JSNews

Suasana penuh kehangatan, kebersamaan, dan kepedulian sosial mewarnai perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-7 Cafe & Resto Saung Bangker yang dirangkaikan dengan milad Eva Nurainun ke-34, putri dari H. Azhar. Kegiatan berlangsung pada Rabu (31/12/2025), sejak pukul 10.00 hingga 13.00 WIB, bertempat di Cafe & Resto Saung Bangker, Jalan Kembang Kerep, Kelurahan Meruya Utara, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat.

Perayaan ini tidak sekadar menjadi ajang syukuran atas perjalanan usaha yang telah menginjak usia tujuh tahun, tetapi juga sarat dengan nilai kemanusiaan.

Dalam momentum tersebut, pihak penyelenggara menyalurkan santunan kepada anak-anak yatim dan para janda di lingkungan sekitar. Puluhan penerima manfaat hadir secara langsung dan menerima bantuan dalam suasana penuh kekeluargaan.
Pemilik Cafe & Resto Saung Bangker, H. Azhar yang akrab disapa Pak Haji.

Dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur atas dukungan masyarakat yang terus mengiringi perjalanan Cafe & Resto Saung Bangker sejak berdiri hingga kini. Ia berharap, ke depan Cafe & Resto Saung Bangker tidak hanya berkembang sebagai usaha kuliner, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi dan pusat kegiatan sosial bagi masyarakat.

“Alhamdulillah, di usia ke-7 Cafe & Resto Saung Bangker dan milad putri kami yang ke-34 ini, kami ingin berbagi kebahagiaan dengan masyarakat, khususnya anak-anak yatim dan para janda. Semoga apa yang kami lakukan membawa keberkahan bagi kita semua,” ujar H. Azhar.

Ia juga menambahkan bahwa Cafe & Resto Saung Bangker dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang, seperti ruangan karaoke, saung bilyar, serta panggung hiburan, sehingga cocok digunakan untuk berbagai kegiatan, mulai dari reuni, pernikahan, arisan, rapat, hingga acara keluarga dan komunitas lainnya.
Rangkaian acara kemudian berlanjut hingga malam hari dalam rangka menyambut pergantian tahun. Hiburan musik dangdut dari LADEKUY Entertainment turut memeriahkan suasana dan berhasil menghibur para tamu undangan serta warga yang hadir, tanpa mengurangi makna kebersamaan dan kepedulian sosial yang menjadi inti perayaan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut para ketua RT dan RW setempat, tokoh masyarakat, serta warga sekitar Meruya Utara. Kehadiran para pemangku wilayah ini menjadi simbol kuatnya sinergi antara pelaku usaha, tokoh masyarakat, dan warga dalam membangun kebersamaan serta solidaritas sosial.

Perayaan HUT ke-7 Cafe & Resto Saung Bangker ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bahwa sebuah perayaan tidak semata diisi dengan hiburan, tetapi juga dapat menjadi sarana berbagi, mempererat tali silaturahmi, dan menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.(Asep S)



JAKARTA –JSNews

Perumda Pasar Jaya menandai usia ke-59 dengan semangat tumbuh bersama masyarakat, sebuah tema yang mencerminkan perjalanan panjang perusahaan daerah milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta itu dalam menjaga denyut ekonomi rakyat, khususnya di sektor pasar tradisional dan modern.
Ketua Dewan Pakar Media Independen Online (MIO) Indonesia, Taufiq Rahman, SH, S.Sos, menyampaikan ucapan selamat sekaligus apresiasi atas kinerja Perumda Pasar Jaya di bawah kepemimpinan Direktur Utama Agus Himawan, yang telah memasuki tahun ketiga masa kepemimpinannya.
“Di usia ke-59 ini, kami berharap Perumda Pasar Jaya semakin amanah dan konsisten menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat, sejalan dengan visi besarnya sebagai penggerak perekonomian daerah,” ujar Taufiq Rahman, Rabu (24/12/2025).
Selama tiga tahun terakhir, Perumda Pasar Jaya mencatat berbagai capaian penting, mulai dari penataan dan revitalisasi pasar, peningkatan standar kebersihan dan keamanan, hingga penguatan tata kelola perusahaan yang lebih transparan dan profesional. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan pasar tidak hanya menjadi ruang transaksi ekonomi, tetapi juga ruang publik yang nyaman, aman, dan berdaya saing.
Sebagai BUMD strategis, Perumda Pasar Jaya mengemban visi menjadikan pasar tradisional dan modern sebagai sarana unggulan penggerak perekonomian Provinsi DKI Jakarta. Visi tersebut dijalankan melalui misi menyediakan pasar yang bersih, nyaman, aman, berwawasan lingkungan, serta mampu memenuhi kebutuhan barang dan jasa yang lengkap, segar, terjangkau, dan kompetitif bagi masyarakat.
Menurut Taufiq Rahman, keberhasilan tersebut tidak lepas dari sinergi lintas sektor, termasuk peran media sebagai mitra strategis pemerintah dan BUMD. Media, kata dia, memiliki fungsi penting dalam menyampaikan informasi publik secara objektif, mengawal kebijakan, sekaligus menjadi jembatan komunikasi antara pengelola pasar dan masyarakat.
“Media bukan sekadar penyampai informasi, tetapi mitra strategis yang saling menguatkan. Sinergi antara Perumda Pasar Jaya dan media sangat penting untuk membangun kepercayaan publik, mendorong partisipasi masyarakat, serta memastikan setiap kebijakan berpihak pada kepentingan rakyat,” ujarnya.
Memasuki usia hampir enam dekade, Perumda Pasar Jaya diharapkan terus beradaptasi dengan tantangan zaman, termasuk digitalisasi layanan dan perubahan pola konsumsi masyarakat, tanpa meninggalkan akar utamanya sebagai penjaga ekonomi kerakyatan.
Dengan semangat tumbuh bersama masyarakat, Perumda Pasar Jaya diharapkan kian kokoh menjadi pilar ekonomi Jakarta, sekaligus simbol keberpihakan negara kepada pelaku usaha kecil dan masyarakat luas. (/*/)
Editor: AYS
Sumber: Humas MIO DKI

BANDA ACEH – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago, memulai rangkaian kunjungan kerja hari pertama dalam penanganan bencana alam di Sumatera. Didampingi Sesmenko Polkam, Letnan Jenderal TNI Mochammad Hasan, Deputi Bidang Koordinasi Politik Dalam Negeri, Mayor Jenderal TNI Dr. Heri Wiranto, M.M., M.Tr. (Han) dan Stafsus Menko Polkam, Ahmad Dedi. Menkopolkam bersama Pejabat Utama bergerak menuju Posko Utama Penanganan Bencana guna memastikan seluruh unsur pemerintah hadir bekerja secara cepat, terkoordinasi, dan tepat sasaran.

Kehadiran Menko Polkam menunjukan bahwa Negara hadir melalui peran pemerintah untuk masyarakat sebagai langkah nyata, bukan sekedar pernyataan.

Setibanya di posko, Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago menerima paparan langsung dari Kepala BNPB, Letnan Jenderal TNI Suharyanto, mengenai situasi terakhir bencana yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera. Paparan tersebut meliputi kondisi terkini korban, kerusakan infrastruktur, status tanggap darurat, hingga tantangan di lapangan seperti akses yang terputus serta kebutuhan mendesak warga.

Kepala BNPB juga mengatakan strategi percepatan penanganan, termasuk penguatan komando di lapangan, percepatan pendataan, dan prioritas evakuasi serta dukungan logistik. Dalam hal ini, Menkopolkam meminta agar seluruh langkah penanganan dilakukan dengan pendekatan terpadu, mengutamakan keselamatan warga, serta memastikan pemerintah pusat dan daerah bergerak dalam satu arah yang solid.

Menkopolkam langsung meninjau kesiapan alutsista yang dipersiapkan untuk mendukung operasi pencarian, penyelamatan, dan distribusi bantuan. Peninjauan itu dikatakannya mencakup helikopter, kendaraan taktis, peralatan evakuasi, serta perlengkapan penunjang lainnya.

Djamari Chaniago menegaskan bahwa keberadaan alutsista ini bukan hanya sebagai dukungan teknis, melainkan bentuk nyata dari kehadiran Negara yang memastikan seluruh sumber daya dikerahkan untuk menyelamatkan dan memulihkan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, unsur forkopimda turut mendampingi, memperkuat koordinasi antara pusat dan daerah. Kehadiran unsur daerah ini penting untuk memastikan bahwa setiap kebijakan pemerintah pusat dapat diterjemahkan menjadi langkah operasional yang cepat, akurat dan terukur di lapangan.

Pada peninjauan logistik bantuan, Menko Polkam memastikan bahwa seluruh kebutuhan dasar warga terdampak telah dipersiapkan dengan baik. Berdasarkan laporan resmi, bantuan dari Kemenko Polkam akan mengirimkan tambahan bantuan sosial dengan total 74 koli bantuan dan satu unit kendaraan water treatment guna ketersedian air bersih dilokasi bencana.

Bantuan tersebut jelas Djamari Chaniago meliputi kebutuhan pokok masyarakat, “Pemerintah menegaskan bahwa seluruh bantuan akan dikirimkan melalui rute strategis udara untuk menjangkau wilayah yang sulit diakses. Bantuan direncanakan diterbangkan menggunakan pesawat C-130J/A-1339 dengan rute HLM – SMH – RSN – REMBELE – SIM, sehingga distribusi dapat dilakukan lebih merata dan tepat waktu sesuai titik prioritas. “Kata Menko Polkam dilokasi bencana, Kamis (11/12/2025).

Menko Polkam, Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago menegaskan bahwa dukungan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memastikan penanganan bencana berjalan efektif, mulai dari fase tanggap darurat hingga pemulihan awal.

“Kami tidak hanya mengirimkan bantuan, tetapi memastikan setiap dukungan tiba tepat waktu dan menjawab kebutuhan paling mendesak masyarakat. Pengiriman unit water treatment hari ini adalah bukti bahwa pemerintah bergerak cepat untuk memastikan warga Aceh mendapatkan akses air bersih tanpa penundaan. “Pungkas Menko Polkam.[]


Jakarta-JSNews
Pentingnya Ibadah Umroh dalam Kehidupan Seorang Muslim Seperti yang di lakukan oleh Ustad Muhammad Rusli Riswanto
Para sanak saudara berkumpul berdoa bersama di kediaman orang tua hajah Rosidah  di jalan Sodong Utara 2   Jakarta Timur Minggu (07/12/2025)


Ibadah umroh merupakan salah satu amal mulia dalam Islam yang memiliki banyak keutamaan. Pentingnya ibadah umroh dalam kehidupan seorang Muslim tidak bisa diremehkan, karena umroh menjadi sarana untuk membersihkan diri dari dosa,

memperkuat iman, serta mendekatkan hati kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam sendiri telah mencontohkan pelaksanaan umroh, bahkan menganjurkan umatnya untuk melaksanakannya jika memiliki kemampuan.
Makna Ibadah Umroh dalam Islam
Umroh secara bahasa berarti “ziarah”. Sedangkan secara syariat, umroh adalah ibadah yang dilakukan dengan menunaikan thawaf di Ka’bah, sa’i antara Shafa dan Marwah, kemudian diakhiri dengan tahallul (memotong rambut).


Berbeda dengan haji yang memiliki waktu tertentu, umroh bisa dilaksanakan kapan saja sepanjang tahun. Hal ini membuat umroh menjadi kesempatan besar bagi umat Islam yang ingin meraih pahala dan mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala.


Jakarta-JSNews
Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) dan Media Independen Online (MIO) Indonesia menggelar senam sehat bersama di halaman Transmart Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Minggu (7/12/2025). Kegiatan bertema “Gerakkan Tubuhmu, Sehatkan Jiwamu” itu menjadi ajang silaturahmi akhir tahun yang mempererat jejaring dua organisasi yang selama ini aktif dalam isu pendidikan dan media digital.


Sejak pukul 07.00, puluhan jurnalis, penulis, dan aktivis pendidikan mulai berdatangan. Musik ritmis yang mengiringi instruktur senam membuat suasana pagi di pusat perbelanjaan itu terasa lebih hidup. Peserta dari berbagai organisasi terlihat berbaur tanpa sekat, menggambarkan kolaborasi yang telah terbangun selama beberapa tahun terakhir.


Agung Karang, Ketua Umum GPIB, menyampaikan bahwa kegiatan ini lahir dari komitmen kedua lembaga untuk menjaga kedekatan dalam kerja-kerja publik mereka. “Silaturahmi tidak harus selalu dalam bentuk rapat atau forum serius. Ruang pertemuan seperti ini justru membuat kerja sama semakin cair dan produktif,” katanya.
Menurut Agung, GPIB menjadikan kegiatan fisik bersama sebagai pendekatan baru untuk merawat jejaring antarlembaga yang selama ini terlibat dalam advokasi pendidikan, literasi publik, dan kerja sama sosial.


Ketua Umum MIO Indonesia, AYS Prayogie, menambahkan bahwa kegiatan ini mencerminkan pola kerja kolaboratif yang terus diperkuat kedua organisasi. “GPIB dan MIO sudah sering terlibat dalam program literasi dan pelatihan jurnalisme. Senam sehat seperti ini memberi ruang yang lebih santai bagi kami untuk merencanakan agenda ke depan, sekaligus menyehatkan tubuh,” ujarnya.


Menurut AYS, kegiatan kreatif semacam ini perlu diperbanyak di lingkungan organisasi media agar hubungan antarpengurus dan anggota tidak hanya bergantung pada aktivitas formal. “Kebugaran juga bagian dari profesionalisme,” tambahnya.
Walau GPIB dan MIO menjadi motor utama acara, beberapa organisasi mitra turut mendukung pelaksanaan kegiatan, antara lain Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI), Aliansi Perdagangan dan Industri Kreatif Indonesia (APIKI), serta Asosiasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (Aspirasi). Kehadiran para ketua umum masing-masing organisasi ikut menambah bobot simbolik kegiatan ini.


Selepas senam, para peserta melanjutkan perbincangan santai mengenai rencana kolaborasi pada 2026. Sejumlah ide yang mengemuka antara lain program literasi jurnalisme untuk pelajar, kegiatan edukasi publik berbasis komunitas, serta kampanye kesehatan untuk pekerja kreatif dan media.
Gelaran ini ditutup dengan foto bersama dan komitmen untuk menjadikan kegiatan serupa sebagai agenda rutin.

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.