JAKARTA –JSNews
Ketua Umum Media Independen Online (MIO) Indonesia, AYS Prayogie, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, atas inisiatif penyediaan 5.000 unit rumah subsidi yang diperuntukkan bagi wartawan di seluruh Indonesia. Program ini dinilai sebagai bentuk nyata keberpihakan pemerintah terhadap insan pers yang selama ini berada di garis depan penyampai informasi kepada publik.


Langkah strategis tersebut sejalan dengan kesepakatan antara Kementerian PKP dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat yang sebelumnya menggelar audiensi di Kantor PKP, Jakarta. Dalam pertemuan itu, Menteri PKP Maruarar Sirait—akrab disapa Ara—menegaskan bahwa penyediaan hunian layak bagi wartawan merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk menghadirkan akses rumah yang terjangkau bagi semua kelompok masyarakat.
“Saya sangat menghormati profesi wartawan. Karena itu kami ingin wartawan memperoleh hak dan informasi yang jelas. Program rumah subsidi ini merupakan wujud kehadiran negara, sejalan dengan program Presiden Prabowo,” tegas Menteri Ara dalam pertemuan tersebut.


Ara juga menantang PWI untuk segera menyiapkan data dan melakukan sosialisasi masif kepada wartawan agar program ini tepat sasaran. Ia berharap seluruh kuota 5.000 unit dapat terserap penuh pada tahun 2026.
AYS Prayogie: Program yang Relevan dan Dibutuhkan Wartawan Era Digital
Menanggapi langkah tersebut, Ketum MIO Indonesia AYS Prayogie menilai kebijakan penyediaan rumah subsidi bagi wartawan merupakan terobosan penting, sekaligus pengakuan atas peran besar wartawan di ekosistem media nasional.
Menurutnya, jumlah perusahaan media online di Indonesia saat ini telah mencapai sekitar 47.000 perusahaan. Jika masing-masing perusahaan mempekerjakan setidaknya lima wartawan, maka estimasi jumlah wartawan media online kini mencapai sedikitnya 235.000 orang.


“Dengan jumlah wartawan sebanyak itu, kebutuhan akan hunian yang layak dan terjangkau jelas sangat besar. Karena itu kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menteri PKP Maruarar Sirait atas komitmen beliau menghadirkan program ini, agar terus bergulir betkelanjutan,” ujar Prayogie, Sabtu, (6/12/2025), di Kantor Pusat MIO Indonesia, di Graha SCANO Exotic, kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
Ia menilai bahwa program rumah subsidi ini bukan hanya bermanfaat secara sosial, tetapi juga memberi dorongan moral bagi para pekerja media yang selama ini bekerja tanpa mengenal waktu untuk memastikan publik mendapatkan informasi yang akurat dan terpercaya.


Prayogie juga berharap agar proses pendataan dan mekanisme penyaluran yang akan dilakukan Kementerian PKP bersama PWI dapat berjalan transparan, inklusif, dan memberi ruang bagi seluruh wartawan tanpa diskriminasi, termasuk wartawan media berbasis online yang jumlahnya kini mendominasi industri pers nasional. (///)
Sumber:
Humas MIO Indonesia

banner 468x60

Jakarta Barat —JSNews

Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) PIKBA 215 ke-3 berlangsung meriah dan penuh kehangatan di halaman SMP Negeri 215, Jl Melati Taman Meruya Ilir Blok B Kelurahan Meruya Utara, Kecamatan Kembangan Jakarta barat, pada Minggu (30/11/2025) pagi. Gelaran tahunan komunitas alumni ini kembali menegaskan soliditas lintas angkatan sekaligus menghadirkan kepedulian sosial melalui santunan anak yatim.

Acara dibuka dengan khidmat melalui lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan Mars PIKBA 215 yang dinyanyikan bersama seluruh peserta. Doa dipimpin oleh Ustaz Umar, sebelum suasana berubah lebih hangat saat dilakukan pemotongan tumpeng yang diiringi lagu “Selamat Ulang Tahun” dari Jamrud.

Dalam sambutannya, Ketua Umum PIKBA 215, H. Azhar, menegaskan bahwa perayaan ini bukan sekadar ajang seremonial, tetapi momentum untuk memperkuat persaudaraan tanpa batas.
“HUT PIKBA ini mempererat lintas alumni tanpa batas. Kita harus selalu kompak. Terima kasih kepada panitia, para guru purnabakti, kepala sekolah 215, serta seluruh alumni dan anak yatim yang hadir,” ujarnya.

Sebagai bentuk kepedulian, PIKBA 215 juga menggelar santunan anak yatim, yang menjadi puncak momen haru dalam perayaan tersebut. Selain itu, panggung acara turut dimeriahkan tim penari putri nusantara yang membawakan tari Wonderland Nusantara, memukau para hadirin.
Dan juga ada bazar UMKM
Suasana semakin meriah saat sesi games seru dan kompak dimulai. Peserta—terdiri dari guru, alumni, dan anak yatim—dibagi dalam tim beranggotakan enam orang. Sorak riuh dan tawa pecah ketika masing-masing tim bersaing penuh kegembiraan.

Tak kalah menarik, Silatalumnii 84 pimpinan Bang Suhandi turut tampil menghibur melalui penampilan khusus yang mengundang nostalgia. Acara berlanjut ke momen yang paling ditunggu, yaitu doorprize, dan ditutup dengan hiburan live musik yang membuat suasana HUT PIKBA 215 semakin hangat.

Perayaan tahun ini kembali menjadi bukti bahwa kebersamaan lintas alumni 215 tetap hidup, kuat, dan penuh makna—bukan hanya bagi sesama alumni, tetapi juga bagi Guru dan anak-anak yatim yang membutuhkan.( Asep S)

Jakarta-JSNews



Selasa (2/12/2025)
Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) menggelar Seminar Hukum Ketenagakerjaan bertema “Disharmonis, Ancaman Kaum Buruh” pada Selasa (2/12). Seminar ini kembali menegaskan prinsip fundamental dalam hubungan industrial: alasan “disharmonis” tidak memiliki dasar hukum untuk digunakan sebagai pemutusan hubungan kerja (PHK).

Narasumber yang hadir:

Sugiyanto, Hakim Mahkamah Agung

Sugeng Prayitno, Hakim PHI Bandung

Indra, Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan

Hak Bekerja adalah Hak Konstitusional

Dalam seminar tersebut, FSPMI menekankan bahwa hak untuk bekerja dijamin oleh UUD 1945 Pasal 28D, yang menyebutkan hak setiap warga negara untuk memperoleh pekerjaan dan penghidupan yang layak. Pasal 28J juga menegaskan bahwa pembatasan terhadap hak hanya dapat dilakukan melalui undang-undang.

Hal ini dipertegas kembali dalam UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, yang mensyaratkan bahwa PHK hanya dapat dilakukan berdasarkan alasan yang secara tegas diatur undang-undang. Dengan demikian, persepsi subjektif, konflik personal, kebijakan internal perusahaan, atau penilaian sepihak tidak dapat dijadikan dasar PHK.

Pemerintah Tegas Menolak Alasan “Disharmonis”

Sikap pemerintah sejalan dengan Surat Dirjen PHI dan Jamsostek Kemenakertrans Nomor B.340/PHIJSK/VI/2012 tertanggal 5 Juni 2012, yang menegaskan bahwa PHK tidak boleh dilakukan berdasarkan aturan di bawah undang-undang, apalagi dengan alasan yang tidak diatur dalam UU Ketenagakerjaan.

Surat tersebut menunjukkan bahwa sejak lama pemerintah menyadari bahaya PHK sepihak tanpa dasar hukum, dan menganggapnya sebagai tindakan yang tidak sah.

“Disharmonis” adalah Penyimpangan Hukum

FSPMI menyebut alasan “disharmonis” sebagai penyimpangan praktik hukum ketenagakerjaan. Dalam dinamika hubungan kerja, ketidakharmonisan adalah hal yang mungkin terjadi, tetapi tidak dapat menjadi dasar hukum untuk mengakhiri hubungan kerja.

Penggunaan dalih “disharmonis” dianggap tidak hanya merugikan pekerja dan aktivis serikat, tetapi juga mengancam konstitusi, merusak kepastian hukum, serta melemahkan demokrasi di tempat kerja.

PHK Harus Melalui Prosedur dan Putusan Lembaga Perselisihan

Sesuai Pasal 151 UU Ketenagakerjaan, seluruh pihak diwajibkan untuk mencegah terjadinya PHK. Bahkan setelah perubahan melalui UU Cipta Kerja, tidak satu pun pasal yang membuka ruang bagi PHK dengan alasan “disharmonis”.

FSPMI menyerukan kepada pemerintah untuk:

  1. Menegakkan supremasi hukum ketenagakerjaan,
  2. Mencegah PHK tanpa putusan lembaga penyelesaian perselisihan,
  3. Menindak praktik union busting, intimidasi, dan pembatasan aktivitas berserikat.

Negara Tidak Boleh Membiarkan “Disharmonis” Menjadi Alat Represi

Di tengah hubungan industrial yang semakin kompleks, negara wajib memastikan bahwa hak bekerja tidak dapat dirampas melalui alasan-alasan semu yang tidak memiliki dasar hukum. PHK hanya dinyatakan sah apabila memenuhi prosedur dan alasan yang ditentukan undang-undang.

Setiap upaya menggunakan disharmoni sebagai dalih PHK merupakan bentuk pelanggaran hak asasi manusia sekaligus pencideraan terhadap prinsip negara hukum.

CHINTA SPN

Jakarta — JSNewes


29/11/2025

Di bawah kepemimpinan AKP Kharisma Arbita Bangsa, S.I.K., M.Si., Samsat Jakarta Selatan terus berbenah dan menghadirkan layanan yang lebih cepat, humanis, dan transparan.

Layanan Lebih Efisien
Proses administrasi kini lebih cepat dan ramah, memudahkan wajib pajak dalam pengurusan kendaraan.

Digital & Jemput Bola
Layanan online mempercepat pengesahan STNK, sementara Samsat Keliling menghadirkan pelayanan di berbagai titik strategis.

Pemutihan Pajak
Program pemutihan denda mendapat respons positif dan meningkatkan penerimaan daerah.

Anti-Pungli
AKP Kharisma menegaskan komitmen layanan bersih:
“Tidak ada ruang untuk pungli dan calo.”

Fasilitas Nyaman
Ruang layanan kini lebih sejuk, rapi, dan dilengkapi taman bermain anak serta opsi biro jasa resmi.

Samsat Menyapa & Jumat Berkah
Edukasi langsung ke masyarakat dan pembagian konsumsi setiap Jumat menjadi bagian dari pelayanan humanis Samsat Jakarta Selatan.

Reporter:
Rahmat Hidayat (joSSer)
Wakil Pimred


Bogor-JSNews

Jawa Barat — Memasuki usia lima tahun, Media Independen Online (MIO) Indonesia menegaskan komitmennya dalam memperkuat integritas dan kepemimpinan jurnalistik di tengah perubahan lanskap media digital yang kian cepat. Perayaan HUT ke-5 yang digelar pada 26–27 November 2025 di New Karwika Resort & Hotel, Batu Layang, Cisarua, Bogor, diisi dengan rangkaian Diklat Kewartawanan bagi pengurus dan anggota dari berbagai daerah.
Ikut Hadir Dalam Acara tersebut Maya Royal.S (sekertaris JSNews) dan Josser (Wakil Pimred) ikut serta dalam acara yang di adakan oleh MIO INDONESIA mewakili wilayah Jakarta Timur
Dalam sambutannya, Ketua Umum MIO Indonesia menegaskan bahwa lima tahun perjalanan organisasi bukan sekadar capaian usia, melainkan hasil dari komitmen bersama. Ia menyoroti pentingnya membangun karakter, menjaga kredibilitas, serta mengembangkan jejaring kolaborasi untuk menjawab tantangan zaman.
“MIO Indonesia harus memimpin dengan karakter, bukan sekadar jabatan; dan membela kebenaran dengan nurani, bukan sensasi. Integritas adalah identitas kita,” tegasnya.
Selain peneguhan nilai integritas, Ketua Umum juga mengajak seluruh anggota berani mengoptimalkan teknologi, terutama AI, sebagai alat bantu dalam proses jurnalistik. Pemanfaatan teknologi disebut penting, namun tetap harus dibingkai etika dan tanggung jawab editorial.
MIO Indonesia menetapkan lima fokus penguatan organisasi ke depan: membangun kepemimpinan yang berkarakter, meningkatkan kapasitas redaksi, memperkuat kredibilitas media anggota, memperluas kolaborasi nasional, serta menjadikan integritas sebagai identitas organisasi.
Melalui momentum HUT ke-5 ini, MIO Indonesia berharap dapat memperkuat perannya sebagai organisasi pers digital yang profesional dan berintegritas, dengan spirit bersama:
“Bergerak, Berkarya, Berintegritas — Satu Suara, Satu Semangat, Untuk Indonesia


Bogor-JSNews

Jawa Barat — Memasuki usia lima tahun, Media Independen Online (MIO) Indonesia menegaskan komitmennya dalam memperkuat integritas dan kepemimpinan jurnalistik di tengah perubahan lanskap media digital yang kian cepat. Perayaan HUT ke-5 yang digelar pada 26–27 November 2025 di New Karwika Resort & Hotel, Batu Layang, Cisarua, Bogor, diisi dengan rangkaian Diklat Kewartawanan bagi pengurus dan anggota dari berbagai daerah.


Mengangkat tema “Leadership and Integrity in Journalism — Menuntun Pena, Menyuarakan Kebenaran”, kegiatan ini menghadirkan dua pemateri kompeten. Dr. Kun Wardana Abiyoto, pakar kecerdasan artifisial, memberi pembekalan mengenai pemanfaatan teknologi AI dalam kerja pers. Sedangkan Drs. Rustam Fachri Mandayun, tokoh pers nasional, memaparkan penguatan etika dan marwah profesi di tengah derasnya dinamika informasi.


Dalam sambutannya, Ketua Umum MIO Indonesia menegaskan bahwa lima tahun perjalanan organisasi bukan sekadar capaian usia, melainkan hasil dari komitmen bersama. Ia menyoroti pentingnya membangun karakter, menjaga kredibilitas, serta mengembangkan jejaring kolaborasi untuk menjawab tantangan zaman.
“MIO Indonesia harus memimpin dengan karakter, bukan sekadar jabatan; dan membela kebenaran dengan nurani, bukan sensasi. Integritas adalah identitas kita,” tegasnya.


Selain peneguhan nilai integritas, Ketua Umum juga mengajak seluruh anggota berani mengoptimalkan teknologi, terutama AI, sebagai alat bantu dalam proses jurnalistik. Pemanfaatan teknologi disebut penting, namun tetap harus dibingkai etika dan tanggung jawab editorial.
MIO Indonesia menetapkan lima fokus penguatan organisasi ke depan: membangun kepemimpinan yang berkarakter, meningkatkan kapasitas redaksi, memperkuat kredibilitas media anggota, memperluas kolaborasi nasional, serta menjadikan integritas sebagai identitas organisasi.
Melalui momentum HUT ke-5 ini, MIO Indonesia berharap dapat memperkuat perannya sebagai organisasi pers digital yang profesional dan berintegritas, dengan spirit bersama:
“Bergerak, Berkarya, Berintegritas — Satu Suara, Satu Semangat, Untuk Indonesia.” (///)

Maya Royan.S

Jakarta-JSNews



Rabu 26/11/2025
Pemerhati Satwa Indonesia (Persatin) resmi memperkuat posisinya sebagai organisasi nasional yang berfokus pada konservasi, penyelamatan, dan kesejahteraan satwa liar di Tanah Air. Deklarasi ini menjadi respons atas meningkatnya kasus perburuan ilegal, perdagangan satwa, konflik manusia–satwa, hingga kerusakan habitat yang kian meluas.

Persatin dibentuk oleh kelompok aktivis lingkungan, akademisi, pemerhati satwa, serta relawan yang menilai bahwa tantangan konservasi di Indonesia membutuhkan kerja bersama yang terstruktur dan profesional. Organisasi ini mengusung pendekatan kolaboratif dengan menggandeng berbagai pihak, mulai dari instansi pemerintah, TNI, lembaga konservasi, akademisi, hingga komunitas pecinta satwa.

Fokus pada Penyelamatan dan Restorasi Lingkungan

Melalui sejumlah program strategis, Persatin menjalankan misi penyelamatan satwa liar (rescue), rehabilitasi, edukasi publik, penelitian, advokasi, serta pengembangan sumber daya manusia di bidang kesejahteraan satwa. Organisasi ini juga tengah mengembangkan Pusat Konservasi dan Rehabilitasi Primata, Program Lahan Hijau, serta Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP Persatin) yang bertujuan melahirkan tenaga terlatih di bidang konservasi.

Di lapangan, jaringan relawan Persatin di berbagai daerah telah menginisiasi berbagai aksi nyata, mulai dari penyelamatan satwa, pembinaan komunitas, edukasi masyarakat, hingga program restorasi lingkungan.

Mengenal Persatin

Persatin memfokuskan kegiatannya pada beberapa bidang utama, antara lain:

  1. Penyelamatan dan Rehabilitasi Satwa
    Menangani satwa korban konflik, perdagangan ilegal, hingga eksploitasi, serta memberikan perawatan sebelum kembali dilepasliarkan.
  2. Konservasi dan Pelestarian Habitat
    Melakukan survei populasi, edukasi satwa endemik, aksi penanaman pohon, serta pengembangan kawasan hijau.
  3. Edukasi dan Sosialisasi Nasional
    Menggelar seminar, workshop, kampanye digital, hingga edukasi ke sekolah dan kampus.
  4. Pengembangan Profesi dan Sertifikasi
    Melalui LSP Persatin, organisasi ini mendorong lahirnya profesi baru seperti Wildlife Handler, Animal Welfare Technician, hingga Animal Communicator.
  5. Riset dan Inovasi Konservasi
    Mengembangkan teknologi monitoring, enrichment, serta menjalin kerja sama riset dengan berbagai universitas.
  6. Program Sosial Kemanusiaan
    Membantu evakuasi hewan dan masyarakat dalam kondisi darurat bencana.

Dipimpin Tokoh Konservasi Nasional

Persatin berada di bawah kepemimpinan Ketua Umum Andiyani dan Ketua Dewan Pembina Wanda Syahputra, S.E, bersama jajaran dewan kehormatan dan pakar konservasi. Keduanya menegaskan bahwa Persatin hadir sebagai gerakan masyarakat yang inklusif dan berlandaskan ilmu pengetahuan.

“Konservasi adalah Tanggung Jawab Bersama”

Ketua Umum Persatin, Andiyani, menegaskan bahwa organisasi ini ingin menjadi wadah bagi masyarakat yang ingin berbuat untuk satwa dan lingkungan.

“Persatin adalah rumah bagi siapa saja yang ingin berbuat untuk satwa dan lingkungan. Konservasi bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Andiyani.

Ketua Dewan Pembina Persatin, Wanda Syahputra, S.E, menambahkan bahwa organisasi ini hadir untuk menjembatani kepedulian dengan aksi di lapangan.

“Indonesia memiliki biodiversitas luar biasa, dan kewajiban kita adalah memastikan kekayaan ini tidak hilang begitu saja. Persatin dibangun sebagai gerakan kolektif yang profesional, beretika, dan berkelanjutan,” ujarnya.

joSSer
( Wakil Pimpred )

Jakarta-,JSNews



Kamis 20/11/2025
Organisasi Masyarakat Timur Indonesia Bersatu (TIB) turut berpartisipasi dalam APEL SIAGA JAGA JAKARTA
sebuah kegiatan penguatan keamanan yang digelar oleh Polda Metro Jaya pada 19 November 2025
Acara ini melibatkan lebih dari 70 organisasi masyarakat, menunjukkan soliditas berbagai elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan Ibu Kota
Ketua Organisasi Timur Indonesia Bersatu ( TIB )

TIB hadir melalui sejumlah pimpinan daerah, antara lain:

  • Martinus Oyong, SH., S.I.Kom., Ketua TIB DPD Jakarta Timur yang akrab disapa Indra Martin Tator
  • Billy Sitania, Ketua TIB DPD Bogor Raya
  • Paulus Tutuarima, Ketua TIB DPD Bekasi Raya
  • Ronal Waluyan, Wakil Sekretaris TIB DPD Jakarta Utara

Kehadiran TIB dalam apel siaga ini menjadi wujud dukungan konkret terhadap langkah Polda Metro Jaya yang terus memperkuat kolaborasi dengan organisasi masyarakat. Sinergi tersebut penting untuk memastikan keamanan tetap terjaga, terutama menghadapi dinamika sosial dan agenda strategis di wilayah Jakarta.

Dalam sambutannya, Polda Metro Jaya menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kesiapan kolektif untuk menjaga Ibu Kota tetap kondusif. Kerja sama dengan ormas dinilai esensial untuk menciptakan ruang sosial yang harmonis, aman, dan tertib.

Melalui partisipasinya, Timur Indonesia Bersatu (TIB)
Dalam Acara ini turut Hadir Ir H Juaini Yusuf, MLM Ketua Umum forum Lintas Ormas ( FLO ) DKI Jakarta berharap hubungan baik antara kepolisian dan ormas dapat terus diperkuat demi mendorong terciptanya keamanan dan kedamaian yang berkelanjutan untuk seluruh warga Jakarta

joSSer
( Wakil Pimred )

JAKARTA-JSNews

Sabtu (5/11/2025)

Sosok kreator digital joSSer kembali menarik perhatian publik setelah identitas aslinya terungkap. Jurnalis yang kerap terlibat dalam produksi konten komedi maupun konten pribadi itu ternyata adalah Rahmat Hidayat (49), yang tetap menjalani kesehariannya sebagai petugas parkir di ruas Jalan I Gusti Ngurah Rai, kawasan sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta.

Rahmat, yang akrab disapa Bejos di lingkungan kerjanya, menjadi topik pembicaraan warganet setelah kisah latar hidupnya muncul ke permukaan. Lahir pada 7 Oktober 1976 sebagai anak tunggal, ia kehilangan ayahnya tepat pada hari kelahirannya. Kondisi ekonomi keluarga membuat sang ibu menitipkannya ke Asrama Rumah Piatu Muslimin Kramat Raya. Lingkungan asrama itu, menurut Rahmat, membentuk karakter kedisiplinan dan kemandirian yang melekat hingga kini.

Meski kisah hidupnya memiliki daya tarik tersendiri, Rahmat memilih tidak menjadikannya bahan konten. Ia menekankan bahwa fokusnya adalah menghadirkan tayangan positif dan tetap bekerja sebagaimana biasanya.
“Saya hanya ingin berkarya dan bekerja jujur. Popularitas bukan tujuan saya,” ujarnya.

Keputusan Rahmat untuk tetap menjalankan tugas sebagai petugas parkir, meski telah dikenal luas melalui media digital, menuai apresiasi dari warganet. Sikap itu dipandang sebagai cerminan integritas dan konsistensi terhadap pekerjaan, di tengah budaya digital yang kerap menjadikan pencitraan sebagai ukuran keberhasilan.

Rahmat juga membawa identitas budaya Minangkabau dari garis keturunan ibunya, khususnya dari suku Koto. Nilai-nilai seperti keteguhan dan kemandirian diyakini turut membentuk cara ia memandang perjalanan hidup serta tanggung jawab sehari-harinya.

Fenomena joSSer memperlihatkan bagaimana figur digital dari kalangan pekerja dapat menghadirkan perspektif berbeda mengenai ketenaran di era media sosial. Kehadiran Rahmat membuka ruang diskusi mengenai relasi antara identitas, pekerjaan, dan persepsi publik di tengah terus berkembangnya lanskap konten digital.

Redaksi

Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Kantor Cabang (BO) TB Simatupang melaksanakan upacara peringatan Hari Pahlawan ke-80 dengan penuh semangat dan khidmat di area kantor, Senin (10/11).

Peringatan ini menjadi momentum bagi seluruh jajaran untuk mengenang dan meneladani jasa para pahlawan bangsa, sekaligus memperkuat komitmen dalam memberikan kontribusi terbaik bagi negara.

Upacara yang dipimpin langsung oleh Yanuar Akademikus Arbifirdaus selaku Head Office BO BRI TB Simatupang ini diikuti oleh seluruh pekerja dengan disiplin dan rasa nasionalisme yang tinggi.

Dalam suasana yang khidmat, Yanuar Akademikus Arbifirdaus membacakan amanat dari Menteri Sosial, yang pada tahun 2025 mengusung tema “Pahlawan Teladanku, Terus Bergerak, Melanjutkan Perjuangan”.

Yanuar Akademikus Arbifirdaus, dalam pernyataannya, menekankan bahwa peringatan Hari Pahlawan bukan sekadar ritual tahunan, melainkan sebuah refleksi untuk menghidupkan kembali nilai-nilai kepahlawanan dalam konteks kerja modern.

“Semangat para pahlawan, yang diwujudkan dalam keberanian, kejujuran, keikhlasan, dan pantang menyerah, harus kita jadikan kompas dalam setiap langkah dan pelayanan di BRI,” ujar Yanuar Akademikus Arbifirdaus, Senin (10/11).

“Perjuangan kita saat ini adalah bagaimana terus bergerak, berinovasi, dan berkontribusi aktif dalam memajukan ekonomi kerakyatan, khususnya melalui layanan perbankan yang prima bagi masyarakat.”

Ia menambahkan bahwa loyalitas dan dedikasi dalam melayani nasabah dan memajukan perusahaan adalah bentuk nyata dari pengabdian terhadap bangsa, sejalan dengan semangat juang para pahlawan yang tanpa pamrih.

Komitmen Melanjutkan Perjuangan
Upacara tersebut ditutup dengan doa bersama untuk para pahlawan yang telah gugur, dilanjutkan dengan sesi foto bersama yang merefleksikan kebersamaan dan komitmen seluruh jajaran BRI BO TB Simatupang untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan melalui karya dan kinerja yang cemerlang.

Kegiatan ini menegaskan posisi BRI, khususnya Kantor Cabang TB Simatupang, sebagai institusi yang tidak hanya berfokus pada kinerja bisnis, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan dan sejarah, memastikan bahwa semangat kepahlawanan tetap hidup di lingkungan kerja.

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.