Jakarta Selatan, RABU (21/01/2026) – Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) menggelar bakti sosial donor darah masal bertempat di Unit Pengelola Darah Rumah Sakit Pusat Fatmawati, Jl. RS. Fatmawati Raya No.4, RT.4/RW.9, Cilandak Barat, Kecamatan Cilandak, Kota Jakarta Selatan.

Kegiatan yang mengusung tema “Donor Darah Untuk Kemanusian” diikuti oleh pengurus pusat dan wilayah DKI Jakarta GPIB. Sebagai pelopornya, organisasi pendidikan ini merencanakan agar kegiatan berlangsung secara kontinu setiap tahun.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum DPP GPIB Ir. Agung Karang mendeklarasikan terbentuknya Komunitas Donor Darah GPIB. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat rasa kemanusian serta menggalakkan dan membiasakan aktivitas donor darah di lingkungan GPIB.

“Kegiatan Donor Darah GPIB ini selalu diraksanakan rutin setahun dua kali. Mungkin bila perlu lebih dari dua kali juga tidak apa-apa tergantung situasi dan kondisi,” ujar Ir. Agung Karang kepada awak media.

Menurutnya, kegiatan ini memiliki dua tujuan utama, yaitu untuk mengembangkan sifat amal pada seluruh pengurus GPIB dan juga untuk mendukung kesehatan diri sendiri.

“Kegiatan ini tiap tahun berlanjut terus. Dengan kegiatan ini selain untuk kumpul-kumpul komunikasi sesama pengurus juga adalah untuk amal,” tandasnya.

JAKARTA TIMUR, JSNews – 19 Januari 2026 – SMAN 53 Jakarta Timur bekerja sama dengan Komite Sekolah dan Organisasi Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) menyelenggarakan penyerahan donasi bantuan bagi pelajar terdampak musibah banjir bandang di Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatra Barat. Acara berlangsung di Ruang Kepala Sekolah SMAN 53 Jakarta, Jl. Cipinang Jaya II, Cipinang Besar Selatan, Kecamatan Jatinegara.

Bantuan berupa perlengkapan sekolah seperti seragam, alat tulis, dan sepatu dikumpulkan dari donasi Kepala Sekolah, Manajemen Sekolah, Dewan Guru, Komite Sekolah, orang tua murid, OSIS, MPK, Tenaga pendidik dan para siswa yang peduli terhadap kondisi korban bencana.

Dra. Herawati Sihombing, Kepala Sekolah SMAN 53 Jakarta, menyampaikan bahwa seluruh komponen sekolah memiliki kepedulian tinggi dan mempercayakan penyaluran bantuan kepada GPIB. “Kami ucapkan terima kasih kepada GPIB yang akan menyalurkan apa yang telah diberikan oleh tim SMA Negeri 53,” ujarnya.

Ir. Agung Karang, Ketua Umum DPP GPIB sekaligus Ketua Komite Sekolah SMAN 53 Jakarta, menjelaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo untuk berempati dan gotong-royong menolong korban bencana. “Untuk pertama kalinya GPIB menerima sumbangan ini, yang akan dialirkan terlebih dahulu ke pelajar SD di Aceh, karena SMP dan SMA jarang ditemui di daerah terdampak,” katanya.

Mohammad Amiin, Ketua DPC GPIB Jakarta Timur, menambahkan bahwa kolaborasi ini diharapkan dapat berkelanjutan dan mengacu pada Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 Pasal 10 tentang penggalangan dana donasi. GPIB juga telah mendirikan posko di Jakarta Timur untuk menangani bantuan ini.

Miftahur Rahman, S.Pd, M.Si, Ketua Satgas Peduli GPIB, menyatakan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari program “Pelajar Perduli Sesama Roadshow to School” yang fokus pada pelajar sebagai masa depan bangsa. “Untuk periode pertama akan disalurkan ke Aceh, namun tidak menutup kemungkinan juga akan diberikan kepada korban di Padang dan Sumatera Utara,” jelasnya.

Hadir pada saat itu wakil kepala Sekolah bidang kesiswaan Bpk Dolly, S.Pd, Bidang Kurikulum ibu Retno S.Pd, Bidang Sarana Prasarana Bpk Yosep, S.Pd dan kepala Tata Usaha ibu Muzenah Fadhilah serta dari GPIB Tina Permatasari, Rini, Icha Rika Rachmawati ,SE
Dicky, Purwadi, S Erfan Nur Ali dan Titik Suparti.

Acara diakhiri dengan sesi foto bersama.

JAKARTA TIMUR, RABU (14/01/2026) – Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) menggelar roadshow penyuluhan Anti-Bullying dan Pencegahan Kekerasan di Sekolah (PABK) di SMPN 167 Jakarta Timur, berlokasi di Komp. PTB, Kecamatan Duren Sawit. Kegiatan ini bertujuan mengedukasi siswa kelas VII-VIII serta perwakilan OSIS dan MPK tentang pencegahan dan penanganan kekerasan berdasarkan Permendikbudristek No. 46 Tahun 2023.

Acara dihadiri oleh Kasatlak Pendidikan Kecamatan Duren Sawit Ibu Farida Farhah, S.Psi (mewakili Kasudin Wilayah 1 Jakarta Timur), Kepala Sekolah SMPN 167 Tumeri, S.Pd, M.T, Ketua Umum DPP GPIB Ir. Agung Karang, serta narasumber Dandy Chaprianto H. SH.MH (Ketua DPW GPIB DKI Jakarta), Ketua Komite Sekolah SMPN 167 Jakarta Timur Arief R, Juga hadir pengurus GPIB dari DPP dan DPW DKI Jakarta, serta pengurus Komite Sekolah SMPN 167.

Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa Permendikbudristek No. 46 Tahun 2023 menggantikan Permendikbud No. 82 Tahun 2015, yang bertujuan menciptakan lingkungan belajar aman dan bebas kekerasan. Peraturan tersebut mencakup pencegahan, penanganan, dan pemulihan bagi seluruh warga sekolah, serta mendefinisikan berbagai bentuk kekerasan seperti fisik, psikis, seksual, perundungan, diskriminasi, dan intoleransi beserta langkah penanganannya.

Roadshow ini bertujuan meningkatkan kesadaran tentang kekerasan di sekolah, membangun lingkungan inklusif, memperkuat Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK), menyosialisasikan mekanisme pelaporan, memberdayakan siswa sebagai agen perubahan, menjamin perlindungan hukum, serta memberikan dukungan bagi korban.

Pada sesi tanya jawab, siswa seperti Shasa Angelica (Kelas VIII G) dan Catur Pamungkas (Kelas VIII B) mengajukan pertanyaan tentang hubungan introversi dengan bullying serta cara menangani isu tersebut di Indonesia.

Untuk mengantisipasi bullying, SMPN 167 telah menyediakan barcode pengaduan di setiap meja atau kursi kelas. Barcode tersebut tidak hanya berisi formulir pengaduan, tetapi juga memungkinkan siswa untuk melaporkan kondisi suasana hati mereka dengan pilihan jawaban yang akan langsung terkirim ke guru BK jika ada indikasi masalah.

“Alhamdulillah, hari ini SMP 167 dapat tamu luar biasa yang selaras dengan tujuan pendidikan kita. Gerakan ini menyampaikan informasi tentang bullying secara langsung kepada anak-anak yang bersangkutan,” ujar Kepala Sekolah Tumeri, S.Pd, M.T.

Dia menambahkan bahwa sekolah berkomitmen untuk lebih tanggap terhadap permasalahan kekerasan di sekolah. Melalui barcode pengaduan, pihak sekolah berusaha menjemput masalah siswa sebelum menjadi lebih serius, dengan harapan tingkat kenakalan anak dapat menurun dan siswa merasa aman belajar.

Sementara itu, Ir. Agung Karang menjelaskan bahwa program roadshow ini akan digelar di seluruh Jakarta dan diharapkan dapat berkembang ke daerah lain. “Tujuannya untuk menciptakan suasana sekolah yang aman, bersih, dan nyaman serta mengurangi dampak bullying maupun kekerasan yang sering terlihat di media sosial,” ucapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa GPIB adalah wadah pemerhati pendidikan yang terdiri dari berbagai kalangan profesional dan menaungi lebih dari 300 ribu sekolah dari Sabang sampai Merauke. Pada bulan Desember-Januari lalu, organisasi ini meraih peringkat pertama dalam Indeks Kinerja Ormas (IKO) dengan nilai 86,18, dengan tujuan menggerakkan peran serta masyarakat dalam mewujudkan pendidikan baru.

JAKARTA TIMUR, 13 JANUARI 2026 – SDN 06 Pulogebang bekerja sama dengan Bio Karya Mandiri (BKM) menyelenggarakan acara edukasi pengelolaan sampah sekaligus meluncurkan “Go Green 06” di Jl. Komarudin Lama, RT.9/RW.5, Kecamatan Cakung. Bertema “Buat Sampah Jadi Berkah”, kegiatan ini diikuti oleh siswa, orang tua murid, komite sekolah, dan guru.

Acara dibuka oleh Kepala Sekolah Paranggi Rismoko Hadi, M.Pd, yang menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya membentuk generasi muda yang peduli lingkungan. Turut hadir dari BKM adalah Ketua Marwan beserta tim pemilah sampah Tri Samiyono, Sudarto, Sugiarto, serta anggota sekretaris Pramuditha Kesumawardhani dan Esty Puspitasari yang memberikan paparan tentang pengelolaan sampah yang efektif.

Pada sesi edukasi, tim BKM menjelaskan cara pemilahan sampah berdasarkan jenisnya:

  • Sampah Organik: Sisa makanan, dedaunan, kulit buah dan sayuran, serta kotoran hewan peliharaan, yang dapat diolah menjadi pupuk kompos atau biogas.
  • Sampah Anorganik Bisa Daur Ulang: Kertas dan karton, botol plastik, kaleng logam, gelas kaca, serta barang elektronik layak diperbaiki atau didaur ulang.
  • Sampah Anorganik Tidak Bisa Daur Ulang: Kantong plastik tipis, styrofoam, kain bekas tidak layak pakai, dan limbah medis yang tidak dapat diolah kembali.
  • Sampah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun): Baterai bekas, lampu neon, cat bekas, dan obat kadaluarsa, yang perlu dikelola secara terpisah untuk menghindari pencemaran.

Sebagai bagian kerja sama, BKM akan melakukan pengumpulan dan penimbangan minyak jelantah (mijel) dari setiap kelas secara rutin dua pekan sekali. Setiap kelas mendapatkan wadah khusus untuk menyimpan mijel yang dikumpulkan siswa dari rumah. Tim BKM akan datang setiap bulan untuk menimbang dan mencatat hasil per kelas. Mijel yang terkumpul akan diolah menjadi sabun atau biodiesel, dengan sebagian hasil penjualan dialokasikan untuk kegiatan ekstrakurikuler lingkungan sekolah.

Peserta juga mendapatkan pengetahuan tentang pengolahan sampah menjadi produk bernilai dan langkah praktis yang dapat diterapkan di rumah serta sekolah. Sebagai bagian dari “Go Green 06”, sekolah akan memasang tempat sampah berwarna berbeda untuk memudahkan pemilahan di setiap area. Peluncuran program ini menjadi tonggak awal untuk menjadikan SDN 06 Pulogebang sebagai sekolah ramah lingkungan.

Kepala Sekolah Paranggi Rismoko Hadi, M.Pd menyatakan, “Saya sangat senang karena dengan sosialisasi ini, anak-anak bisa mendapatkan edukasi pengelolaan sampah sejak dari sumbernya. Sampah adalah PR bersama yang harus dijadikan solusi agar bumi tetap hijau.” Ia berharap kegiatan ini tidak hanya berjalan di sekolah tetapi juga menjadi pembiasaan di rumah siswa.

Ketua Komite SDN 06 Pulogebang Riny Oktavianti mengungkapkan, “Kegiatan ini bagus untuk edukasi anak-anak agar mereka mengerti daur ulang. Harapan kita, dengan program Bank Sampah ini, sekolah bisa maju dan anak-anak paham bahwa menabung sampah bisa bermanfaat dan menghasilkan.”

Sekretaris Komite Siti Aisyah menjelaskan manfaat edukasi tersebut, “Siswa akan belajar membedakan sampah yang bermanfaat dan tidak. Di Jakarta yang sering mengalami banjir, anak-anak pun bisa mengerti pentingnya membuang dan memanfaatkan sampah dengan benar.”

Bendahara Komite Endang Rahayu menekankan, “Edukasi ini sangat penting untuk anak-anak, orang tua, komite, dan warga sekolah agar mereka memahami lebih dalam tentang sampah.”

Tri Samiyono dari BKM yang mewakili Ketua Marwan menyampaikan tujuan kegiatan, “Kita berfokus pada edukasi masyarakat. Peluncuran ‘Go Green 06’ di SDN 06 Pulogebang menunjukkan bahwa kita bisa menjangkau semua lini. Intinya adalah bagaimana mengedukasi masyarakat untuk memperlakukan sampah dengan benar ke depannya.” Ia menambahkan bahwa edukasi sejak SD diharapkan dapat mengurangi volume sampah Jakarta yang sudah hampir mencapai tahap darurat.

Esty Puspitasari dari sekretaris BKM menyatakan, “Kita mensosialisasikan bank sampah kepada masyarakat dan siap memberikan edukasi kepada sekolah atau pihak lain yang membutuhkan.”

Bendahara Sekolah Neu Serta Siregar mengungkapkan, “Pengelolaan sampah penting untuk mengedukasi anak-anak agar mereka paham efek buang sampah sembarangan dan manfaat pengelolaan yang baik. Sejak dini kita berikan pendidikan untuk menjaga alam agar tetap asri.”

JAKARTA, 08 Januari 2026 – Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) DPW DKI Jakarta bekerja sama dengan SDN 16 Klender Jakarta Timur menyelenggarakan acara penyuluhan Anti-Bullying dan Pencegahan Kekerasan di Sekolah (PABK) dengan tema “Ciptakan Sekolah Hebat, Aman, Nyaman dan Mengembirakan tanpa Perundungan”.

Penyuluhan yang diisi oleh Evi Fatmawati, A.Md dari Departemen Kurikulum DPP GPIB bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang perundungan, memberikan pemahaman dampak buruknya bagi korban dan pelaku, serta membangun lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan saling menghormati. Selain itu, para orang tua juga di edukasi cara mencegah, melawan, dan melaporkan kasus bullying agar dapat tumbuh optimal secara fisik dan mental. Bagi orang tua murid dan komite sekolah, penyuluhan ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman tentang bahaya perundungan, membangun kemitraan erat dengan sekolah, serta mendorong peran aktif dalam menciptakan lingkungan positif.

Dalam sambutannya, Kepala Sekolah SDN 16 Klender Casmudi, S.Pd menyampaikan bahwa anak yang hebat berasal dari orang tua yang siap dan teredukasi. “Kita bisa ibaratkan dengan botol kosong yang mudah dihancurkan karena tidak punya bekal. Namun, jika orang tua memiliki bekal pengetahuan dan parenting yang kuat, anak-anak akan tumbuh menjadi individu yang tangguh, berkualitas, dan berkarakter,” ujarnya.

Acara dihadiri oleh Ketua Umum GPIB Ir. Agung Karang, Ketua GPIB DPW DKI Jakarta Dandy Capryanto H., S.H,M.H., serta Yenti Sofia Pengurus GPIB DPW DKI Jakarta dan Titik Suparti Humas DPW DKI Jakarta, Nani Wijaya Dari DPW.GPIB Prov.DKI JKT, S Erfan Nurali dan pihak sekolah hadir Wakil Kepala Bidang Kurikulum Kurniasih, S.Pd, Wakil Bidang Kesiswaan Sri Handayani, guru dan tenaga kependidikan, serta Ketua Komite Sekolah Nani Wijaya yang juga menjabat sebagai Ketua OKK GPIB DPW DKI Jakarta.

Ir. Agung Karang menjelaskan bahwa penyuluhan ini merupakan bagian dari roadshow GPIB ke berbagai sekolah dan akan berlanjut hingga bulan Februari. “Kegiatan ini bertujuan mengedukasi agar sekolah menjadi nyaman, bersih, dan aman bagi semua pihak,” katanya.

Casmudi menambahkan bahwa peran GPIB sangat berharga bagi SDN 16 Klender, terutama dalam bidang edukasi dan parenting. “Pendidikan adalah tanggung jawab bersama pemerintah, sekolah, dan masyarakat. Oleh karena itu, perlu diberikan edukasi yang memadai untuk membekali orang tua dan anak-anak,” ujarnya.

Dandy Capryanto H., S.H., M.H menyampaikan bahwa GPIB yang baru berusia 3 tahun berkomitmen untuk membangun generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki mentalitas, sikap, dan rasa percaya diri yang kuat agar bisa sejajar dengan standar internasional. “Bullying sering terjadi karena kurangnya rasa percaya diri dan karakter yang kuat. Berdasarkan temuan dari Mabes Polri Densus, bahkan anak usia 11 tahun sudah terpapar masalah ini,” tandasnya.

Evi Fatmawati menuturkan bahwa sosialisasi ini selaras dengan kebijakan Kemendikdasmen tentang tiga pilar pendidikan yang melibatkan sekolah, masyarakat, dan dunia digital. “Tujuan utama adalah meminimalkan perundungan tidak hanya di Jakarta tetapi juga seluruh Indonesia, sekaligus menyebarkan materi-materi yang sedang digaungkan oleh Kemendikdasmen,” katanya.

Acara diakhiri dengan penyerahan sertifikat dan piagam penghargaan kepada pihak sekolah dan narasumber, serta sesi foto bersama.

Jakarta, JSNews.co – Jumat, 12 Desember 2025 – SMAN 53 Jakarta menjadi tuan rumah penyuluhan anti-bullying & kekerasan (PABK) yang diselenggarakan bersama oleh Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi DKI Jakarta serta Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) DPW DKI Jakarta dan
DPC.GPIB Jakarta Timur. Kegiatan yang diikuti oleh siswa siswi Kelas 10, dan 11 ini bertujuan meningkatkan kesadaran tentang bahaya bullying dan membangun lingkungan sekolah yang aman serta inklusif.

Selama penyuluhan, Bapak Handoko M, S.K.M., M.E narasumber dari Kesbangpol Provinsi DKI Jakarta menjelaskan bentuk-bentuk bullying (fisik, verbal, dan cyber) serta dampaknya terhadap kesejahteraan psikologis korban. Mereka juga memberikan tips praktis bagaimana menghindari, mengidentifikasi, dan melaporkan kasus bullying kepada pihak yang berwenang.

Roadshow semacam ini diwacanakan akan dilaksanakan kontinue di adakan di sekolah sekolah di Provinsi DKI Jakarta.

Selain dihadiri oleh Bapak Handoko M, S.K.M., M.E didampingi pak Yudha kepala sub klompok penangan konflik sosial dari Kesbangpol Provinsi DKI Jakarta turut hadir juga Ketua Umum GPIB Ir.Agung Karang, Departemen kurikulum DPP GPIB Bintang Mahaputra, Wakil Ketua GPIB DPW DKI Jakarta Dani Hendro,
Ketua DPC.GPIB Jakarta Timur Muhammad Amin,SE, wakil ketua DPC GPIB JKT TIMUR
Pak Edy Dwiyanto,SE
Panitia PABK Nani Wijaya , Yenti.

Selain penyuluhan tentang bahaya bullying, kegiatan tersebut juga diwarnai dengan interaktif melalui sesi tanya jawab antara siswa-siswi SMAN 53 dengan narasumber. Para pelajar terlihat antusias mengajukan pertanyaan seputar mekanisme pelaporan kasus bullying, cara membantu teman yang menjadi korban, hingga
strategi membangun keberanian untuk bersuara.

“Kegiatan anti bullying di sekolah SMA 53 ini untuk menghadiri undangan dari teman-teman Gerakan Pendidikan Indonesia Baru DKI Jakarta. Dalam kaitannya memberikan pemahaman edukasi sosialisasi terkait anti bullying dan kekerasan di lingkungan serta pendidikan sekolah dan sekolah yang dipilih dan ditetapkan sebagai Lokasi ada di SMA 53 Jakarta, dilihat dari tadi disampaikan bahwa sekolah ini secara umum tidak ada kasus ataupun kekerasan yang menyangkut siswa maupun tenaga pendidik, sehingga kami melihat bahwa ini menjadi suatu bagian bagaimana sekolah bisa menjadi tempat yang aman nyaman dan selamat buat siswa, karena tanggung jawab itu harus diambil oleh masyarakat,orang tua dan juga guru jadi positif,”tutur Handoko M, S.K.M., M.E dari Kesbangpol Provinsi DKI Jakarta saat ditemui awak setelah acara roadshow, Jumat, (12/12/2025).

Dia lebih lanjut menyampaikan bahwa bagaimana harapan dari tujuan dari pendidikan itu sendiri bisa dicapai kami Kesbangpol dalam hal ini selalu memberikan support terhadap hal-hal yang mendukung bagaimana nanti anak-anak kita sebagai generasi penerus tentu saja yang mendapatkan tongkat estafet menjadi bangsa yang kuat dan tangguh di Indonesia Emas 2045.

Ditempat yang sama Ketua Umum DPP Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) mengatakan Bullying dan kekerasan perlu dicegah

” penyuluhan anti bullying dan kekerasan
Kerjasama kesbangpol provinsi DKI Jakarta saya mengucapkan terima kasih banyak kepada Pak Handoko, kepada Kepala Sekolah yang diwakili oleh Pak Yosef , pak Dolly dan ibu Retno selaku Wakil Kepala Sekolah dan juga kepada semua tim dari GPIB, baru saja selesai melaksanakan penyuluhan, di mohon kedepannya tetap bersinergi, kerjasama yang baik antara GPIB dengan Kesbangpol, dalam rangka anak-anak kita di sekolah-sekolah, kami programkan kepada DPW DKI Jakarta untuk ada penyuluhan bullying, dan syukur Alhamdulillah bahwa di SMAN 53 ini sekolah pertama sebagai sekolah laboratorium Pancasila, akhlak dan karakter benar-benar diterapkan di sini,”terang Agung Karang.

Wakil Kepala Sekolah SMAN 53 Bapak Yosef yang mewakili Kepala Sekolah SMAN 53 Jakarta Dra.Herawati Sihombing,M.Pd ke awak media juga menyampaikan, “Kita sebagai pemerintah hadir dalam masalah ini anti bulling. Bagaimana peran serta masyarakat dalam hal ini lewat GPIB tentu saja dan semua elemen masyarakat yang saling mendukung, Nggak bisa kita bekerja sendiri, kalau mengatasi persoalan ini dan kedepannya sinergi ini harus tetap dijadikan suatu hal yang mungkin,” ucap Yosef Wakil Kepala Sekolah SMAN 53 Jakarta.

“Kemitraan terus antara semua Organisasi dalam mendukung bagaimana menciptakan kondisi sekolah, terutama di DKI Jakarta, khususnya bisa lebih kondusif lagi, bisa menciptakan tadi, aman, nyaman dan ramah buat anak sekolah dan tercipta juga sekolah yang berprestasi unggul dalam hal akademis,”tandasnya.

Di akhir acara diberikan piagam penghargaan dari Organisasi Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) DPW DKI Jakarta yang diserahkan oleh Ketua umum GPIB Ir. Agung Karang kepada Bapak Handoko dari Kesbangpol Provinsi DKI Jakarta dan kepada Kepala sekolah SMA Negeri 53 Jakarta Dra.Herawati Sihombing,M.Pd yang diwakili oleh Wakil Kepala Sekolah bidang kesiswaan Bapak Dolly dan Wakil Kepala Sekolah bidang kurikulum Bapak Yosef dan ditutup dengan sesi foto bersama.

Lima organisasi lintas profesi berkolaborasi menggelar Senam Sehat bertema “Gerakkan Tubuh, Sehatkan Jiwa!” pada Minggu, 7 Desember 2025 di Transmart Cempaka Putih, sebagai ajakan bersama bagi anggotanya untuk merawat kesehatan sekaligus mempererat kebersamaan dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan.

JSNews.com || Jakarta – Kegiatan kebersamaan kembali digelorakan melalui ajang Senam Sehat bertema “Gerakkan Tubuh, Sehatkan Jiwa!” yang akan digelar pada Minggu, 7 Desember 2025, bertempat di halaman Transmart Cempaka Putih, mulai pukul 06.00 WIB hingga selesai. Acara ini menjadi momentum penting bagi seluruh anggota komunitas, jurnalis, pendidik, pekerja, serta pelaku industri kreatif untuk menyatukan semangat hidup sehat dalam suasana penuh kekeluargaan.

Kegiatan ini digagas bersama oleh Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB), Media Independent Online (MIO), Ikatan Penulis Jurnalis Indonesia (IPJI), Asosiasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (ASPIRASI), serta Aliansi Perdagangan dan Industri Kreatif Indonesia (APIKI). Kolaborasi lima organisasi ini tidak hanya menunjukkan kekuatan sinergi lintas profesi, tetapi juga mengajak seluruh anggotanya untuk berhenti sejenak dari padatnya aktivitas harian demi merawat tubuh dan kesehatan mental.

Melalui gerakan olahraga sederhana, para penyelenggara ingin membangun kedekatan antarsesama anggota, mempererat ikatan kerja sama, dan membuka ruang temu yang lebih hangat tanpa sekat formalitas organisasi. Senam sehat ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kesehatan adalah modal utama untuk terus berkarya, berkontribusi, dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Acara terbuka bagi seluruh anggota organisasi penyelenggara, keluarga, maupun siapa pun yang ingin memulai hari dengan energi positif. Dengan suasana pagi yang segar dan panduan instruktur senam yang penuh semangat, kegiatan ini diharapkan menjadi kegiatan rutin yang mampu memperkuat solidaritas dan kebersamaan lintas komunitas.

Untuk informasi dan pendaftaran keikutsertaan, peserta dapat menghubungi Anie di +62 812-9699-5572 atau Tina di +62 888-0970-9747.
Mari hadir bersama, menggerakkan tubuh, menyegarkan pikiran, dan membangun komunitas yang lebih sehat serta penuh semangat.
Ir. Agung karang sebagai Ketua umum Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) mengatakan “Mari kita hadir bersama sama keluarga & teman teman di hari Minggu jam 6 pagi tanggal 7 Januari 2025 di Transmart Cempaka putih untuk SENAM SEHAT BERSAMA.
Ada door prize ada hadiahnya” ucap Agung Karang.

Jakarta, JSNews – Tepat pada pukul 07.00 WIB, ratusan siswa siswi SMAN 53 Jakarta Timur berbaris dengan rapi mengikuti upacara peringatan hari Guru Nasional ke 80 tahun 2025, yang mengusung tema “Guru Hebat, Indonesia Kuat” di lapangan upacara SMAN 53 Jakarta Timur, Jl. Cipinang Jaya II, RT.3/RW.9, Cipinang Besar Sel., Kecamatan Jatinegara, Kota Jakarta Timur, Selasa, 25 November 2025.

Ada yang menarik pada peringatan hari Guru Nasional di SMAN 53 Jakarta kali ini, semua petugas upacara merupakan para orang tua murid yang tergabung di Komite Sekolah SMAN 53 Jakarta.

Diantaranya sebagai Pimpinan upacara Ir.Agung Karang Ketua Komite Sekolah SMAN 53 Jakarta, pembaca Undang undang Dasar 1945 Ibu Ismiati WD Kartikasari dari orang tua Deniz Royan Caesar Rasyid kelas XI-6, Pembawa teks Pancasila Ibu Renti Siahaan orang tua dari Brenda Eflyana Damanik Kelas X-1, Pembaca Doa MC Ibu Tia orang tua dari Khayla Raishafitri dari Kelas XI-7, dan Dirigen Ibu Aprilia Echa orang tua dari Givaria Lady Ramadhani X-2.

Pembina upacara Dra. Herawati Sihombing,M.Pd Kepala Sekolah SMAN 53 Jakarta setelah membacakan amanat tertulis dari Mendikdasmen Prof. Abdul Mu’ti menyampaikan.

“Bahwa hari ini SMANGAT 53 Jakarta berinovasi dengan Komite Sekolah, POP, OSIS dan MPK oleh Karena itu pada upacara peringatan Hari Guru Nasional 2025 ini, SMAN 53 semua petugas upacara dari orang tua murid dan mungkin ini belum pernah dilakukan selama ini,”tutur Dra. Herawati Sihombing, M.Pd Kepala Sekolah SMAN 53 Jakarta.

Didalam peringatan hari Guru di SMAN 53 Jakarta tersebut juga diwarnai dengan pemberian Buket Bunga serta surat cinta (metaforis) untuk para guru dari para siswa dan siswi di SMAN 53 Jakarta.

Selain itu di hari peringatan hari Guru Nasional ke 80, SMAN 53 Jakarta juga mengelar berbagai perlombaan diantaranya lomba Menulis, lomba Fashion Show yang diikuti dan Berkolabrasi bersama Para Guru, Komite Sekolah dan Siswa.

“Pada pagi hari ini kami merayakan hari Guru Nasional, banyak kegiatan yang sudah akan kami lakukan nanti setelah upacara, kami berkolaborasi bersama Komite dan juga OSIS/ MPK SMA Negeri 53,”ujar Kepala Sekolah SMAN 53 Jakarta Dra.Herawati Sihombing, M.Pd, Selasa, (25/11/2025).

“Adapun beberapa kegiatan yang kami lakukan dalam memperingati hari guru di tahun 2025 ini, adalah pertama lomba bagi bapak ibu guru itu ada lomba yang namanya menulis, jadi hasil tulisan dari bapak ibu guru nanti akan kami bukukan dan yang kedua ada lomba fashion show, nah fashion show Ini nanti akan diikuti oleh bapak ibu guru komite dan juga siswa, jadi ada tiga hal yang akan kami buat di dalam fashion tersebut, kemudian lomba-lomba lainnya yang berkolaborasi antar siswa dengan komite, bahagianya buat SMA Negeri 53 yang pada pagi hari ini akan merayakan hari Guru,”imbuhnya.

Di penutup statmenya Dra.Herawati Sihombing, M.Pd mengucapkan Selamat hari guru buat teman-teman s
Se-Indonesia.

Ditempat yang sama Ir.Agung Karang Ketua Komite Sekolah SMAN 53 Jakarta menyampaikan pada hari Guru Nasional tahun 2025, Pada kesempatan ini berbeda, yaitu semua aparat untuk penyelenggara upacara dilakukan oleh orang tua murid dan Komite Sekolah, serta POP dan kolaborasi kami dengan Guru-guru, maupun OSIS dan MPK.

“Saya Ir.Agung Karang selaku Ketua Komite SMA Negeri 53 Jakarta pada hari ini bersama kepala sekolah ibu Herawati Sihombing hari Guru Nasional tahun 2025, di mana Pada kesempatan ini berbeda yaitu semua aparat untuk penyelenggara upacara dilakukan oleh orang tua murid dan komite sekolah serta pop dan kolaborasi kami dengan guru-guru, maupun OSIS dan MPK sangat baik, kemudian ada perlombaan essay karya tulis dari guru-guru dan kami sendiri jadi komandan upacara bendera,”tandasnya.
Ir Agung Karang mengucapkan selamat ulang tahun ke 80
Hari guru Nasional
“Guru Hebat Indonesia Kuat” ucap Agung Karang.

JSNEWS || JAKARTA — Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) menegaskan komitmennya untuk terus menjalin komunikasi yang baik dengan komite sekolah sebagai upaya memperkuat dukungan terhadap kebutuhan pendidikan anak. GPIB menilai bahwa hubungan yang harmonis antara sekolah, orang tua, dan organisasi masyarakat pendidikan akan membawa dampak positif bagi tumbuh kembang peserta didik.

Kedekatan GPIB dengan komite sekolah dan orang tua dianggap kunci dalam memantau perkembangan siswa sejak dini.

Melalui koordinasi yang terbuka dan dialog rutin, GPIB berharap setiap kebutuhan belajar siswa—baik akademik maupun non-akademik—dapat tersampaikan lebih cepat, lebih jelas, dan lebih tepat sasaran. Dengan demikian, berbagai persoalan yang muncul di lingkungan pendidikan dapat diketahui sejak dini dan ditangani bersama.

Ketua Umum GPIB, Ir. Agung Karang, menyampaikan pentingnya menghadirkan ekosistem pendidikan yang saling terhubung.

“Pendidikan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga rumah dan masyarakat. Dengan komunikasi yang baik antara GPIB, komite sekolah, dan orang tua, perkembangan anak dapat dipantau lebih awal sehingga setiap kebutuhan pendidikannya tertangani dengan lebih baik,” ujarnya.

Ir. Agung menambahkan bahwa kedekatan ini juga menciptakan rasa aman dan nyaman bagi orang tua, karena mereka mengetahui bahwa perkembangan anak mereka selalu berada dalam pengawasan bersama.

Ruang komunikasi yang hangat dan humanis antara orang tua, guru, dan komunitas pendidikan menjadi fondasi penting bagi tumbuhnya generasi yang sehat, percaya diri, dan siap menghadapi masa depan.

Dengan langkah ini, GPIB berharap tercipta kerja sama yang lebih kuat dan berkelanjutan dengan komite sekolah di berbagai daerah, demi memastikan setiap anak mendapat dukungan penuh dalam perjalanan pendidikannya.

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.