Jakarta, JSNews – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri kegiatan Awarding Day yang bertajuk ‘Polri untuk Masyarakat’ yang diselenggarakan di Auditorium STIK-PTIK, Jakarta Selatan, pada Selasa (22/7) malam.

Kegiatan Awarding Day itu merupakan bentuk apresiasi kepada masyarakat dan personel Polri yang berkontribusi aktif dalam berbagai kegiatan positif dan inspiratif dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-79.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolri juga berkesempatan menyerahkan piala kepada masing-masing pemenang lomba yang diselenggarakan dalam rangkaian kegiatan Hari Bhayangkara ke-79.

Mulai dari lomba olahraga bertema ‘Harmony Langkah Persatuan’ dengan kategori lomba karate, bulu tangkis, tenis, menembak, taekwondo, judo hingga basket.

Kapolri juga turut menyerahkan piala kepada pemenang dalam kompetisi partisipatif yakni lomba BUJP Teladan, Polsus Teladan, Satpam Teladan, Kampung Bebas Narkoba, lomba inovasi ketahanan pangan, lomba sistem informasi terpadu Media Hub serta lomba Call Center 110.

Sementara untuk kategori umum, Polri juga menggelar lomba konten kreatif mulai dari lomba film pendek, fotografi, cerita pendek, karikatur, video edukasi dan lomba mendongeng. Adapun peserta lomba kategori umum itu juga melibatkan penyandang disabilitas dan anak-anak.

“Tentunya kegiatan ini harus dijadikan sebagai pengembangan potensi diri,” ucap Kapolri saat memberikan pesan kepada para pemenang.

Sementara itu, Karo Penmas Divisi humas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan kegiatan ini tidak hanya sekadar ajang penghargaan, melainkan bagian dari upaya mempererat sinergi antara Polri dan masyarakat dalam semangat kebersamaan dan partisipasi aktif.

“Kegiatan Awarding Day ini adalah bentuk apresiasi pimpinan Polri, khususnya Bapak Kapolri, atas partisipasi semua pihak dalam memeriahkan Hari Bhayangkara ke-79. Ini adalah ruang partisipatif untuk berkreasi bersama Polri,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Kapolri turut memberi penghargaan kepada Kontingen Polri yang baru saja menorehkan prestasi dalam ajang World Police and Fire Games 2025 di Birmingham, Alabama, Amerika Serikat. Polri sukses meraih 50 medali dan masuk dalam 10 besar dari 70 negara peserta.

“Prestasi tersebut menjadi kebanggaan kita bersama, bahwa personel Polri tidak hanya berdedikasi dalam tugasnya, tetapi juga mampu mengharumkan nama bangsa di kancah internasional,” tuturnya.

banner 468x60

Jakarta, JSNews — Dalam rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-79 tahun 2025, Polri menggelar kegiatan Awarding Day bertajuk “Polri untuk Masyarakat” yang diselenggarakan di Auditorium STIK-PTIK, Jakarta Selatan, pada Selasa malam (22/7/2025). Kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi kepada masyarakat dan personel Polri yang telah berkontribusi aktif dalam berbagai kegiatan positif dan inspiratif bersama institusi Polri.

Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K., menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang penghargaan, melainkan bagian dari upaya mempererat sinergi antara Polri dan masyarakat dalam semangat kebersamaan dan partisipasi aktif.

“Kegiatan Awarding Day ini adalah bentuk apresiasi pimpinan Polri, khususnya Bapak Kapolri, atas partisipasi semua pihak dalam memeriahkan Hari Bhayangkara ke-79. Ini adalah ruang partisipatif untuk berkreasi bersama Polri,” ujar Brigjen Trunoyudo.

Rangkaian kegiatan peringatan HUT Bhayangkara ke-79 telah berlangsung sejak bulan Juni 2025 dengan pelaksanaan berbagai kegiatan seperti bakti sosial, bakti kesehatan, bakti religi, hingga lomba-lomba olahraga dan kreasi masyarakat. Di antaranya, terdapat Bhayangkara Sports Day bertema “Harmony Langkah Persatuan”, kejuaraan karate, bulu tangkis, tenis, menembak, taekwondo, judo, dan basket yang diikuti ribuan peserta dari berbagai elemen.

Selain bidang olahraga, sejumlah kompetisi partisipatif juga digelar, seperti lomba BUJP Teladan, Polsus Teladan, Satpam Teladan, Kampung Bebas Narkoba, lomba inovasi ketahanan pangan, lomba sistem informasi terpadu Media Hub, serta lomba Call Center 110. Untuk kalangan umum, Polri menyelenggarakan lomba konten kreatif dengan lebih dari 2.000 peserta yang mencakup lomba film pendek, fotografi, cerita pendek, karikatur, video edukasi, dan lomba mendongeng.

“Kami juga melibatkan penyandang disabilitas, anak-anak, dan masyarakat umum dalam lomba melukis, mewarnai, hingga lomba menulis artikel. Total peserta lomba konten kreatif tercatat mencapai 2.218 peserta,” ungkap Trunoyudo.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo turut menyerahkan penghargaan kepada Kontingen Polri yang baru saja menorehkan prestasi dalam ajang World Police and Fire Games 2025 di Birmingham, Alabama, Amerika Serikat. Polri sukses meraih 50 medali dan masuk dalam 10 besar dari 70 negara peserta.

“Prestasi tersebut menjadi kebanggaan kita bersama, bahwa personel Polri tidak hanya berdedikasi dalam tugasnya, tetapi juga mampu mengharumkan nama bangsa di kancah internasional,” tambahnya.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Irwasum Polri, para pejabat utama Mabes Polri, serta para pemenang penghargaan dari berbagai kategori. Melalui acara ini, Polri ingin menunjukkan bahwa institusi tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga mitra masyarakat dalam membangun kreativitas, ketahanan sosial, dan semangat kebangsaan.

“Dengan tema ‘Polri untuk Masyarakat’, ini menjadi harapan, kebutuhan, dan sekaligus tuntutan publik agar Polri senantiasa hadir dan dirasakan manfaatnya oleh rakyat,” tutup Brigjen Trunoyudo.

Kota Bekasi, JSNews — Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Polri menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema Strategi Pemberdayaan SDM Polri Guna Mendukung Penerapan Sistem Elektronik Manajemen Penyidikan (e-MP) Dalam Rangka Upaya Penegakan Hukum. Kegiatan ini berlangsung di Aula Polres Metro Bekasi Kota. Selasa (22/7).

FGD tersebut dipandu oleh Kombes Pol Moh. Nurhidayat, S.H., S.I.K., M.M. selaku Ketua Tim, serta AKBP Bayu Wakapolres Metro Bekasi Kota.

FGD ini bertujuan untuk mendesain strategi pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM) Polri, khususnya fungsi Reskrim, agar mampu mengoptimalkan penerapan Sistem Elektronik Manajemen Penyidikan (e-MP). Diharapkan dari kegiatan ini akan lahir kebijakan strategis untuk mendukung peningkatan profesionalisme SDM Polri dalam upaya penegakan hukum berbasis teknologi.

Dalam pelaksanaannya, penelitian ini menggunakan metode gabungan (mixed method) dengan pendekatan sekuensial beriringan, di mana pengumpulan data kualitatif dilakukan bersamaan dengan penyebaran kuesioner.

Selain membahas strategi pemberdayaan SDM, kegiatan ini juga dilanjutkan dengan pengkajian peran Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

Penelitian tersebut bermaksud menghimpun data, masukan, dan informasi terkait kontribusi Polri dalam menjaga ketahanan pangan sebagai salah satu pilar penting menuju Indonesia Emas 2045. Polri diharapkan dapat berperan aktif melalui pengawasan distribusi, penegakan hukum di sektor pangan, serta menjamin keamanan produksi dan distribusi bahan pokok di seluruh wilayah Indonesia.

Hasil penelitian ini nantinya akan dirumuskan menjadi rekomendasi kebijakan yang akan disampaikan kepada pimpinan Polri sebagai masukan strategis dalam mendukung program ketahanan pangan nasional sejalan dengan arah pembangunan jangka panjang menuju Indonesia yang maju dan mandiri di usia 100 tahun kemerdekaan.

Wamena, JSNews — Komitmen Polri melalui Satgas Ops Damai Cartenz dalam menindak tegas setiap pelanggaran hukum, termasuk yang dilakukan oleh oknum mantan anggotanya sendiri, kembali dibuktikan. Pengadilan Negeri Kelas II B Wamena menjatuhkan vonis 8 tahun penjara kepada Aske Mabel, eks anggota Polres Yalimo yang terbukti melakukan pencurian empat pucuk senjata api dari gudang senjata Polres Yalimo tahun lalu.

Vonis tersebut lebih rendah setahun dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang menuntut 9 tahun penjara. Terkait hal ini, Humas Pengadilan Negeri Kelas II B Wamena, Dean Ginting, menjelaskan bahwa majelis hakim tidak sepenuhnya terikat pada tuntutan jaksa, melainkan mengambil keputusan berdasarkan fakta-fakta hukum yang terungkap di persidangan.

“Tuntutan jaksa bukan menjadi acuan yang digunakan Majelis Hakim untuk menjatuhkan pidana. Majelis hakim tidak terikat dengan tuntutan yang diajukan, dan putusan 8 tahun itu disesuaikan dengan fakta persidangan,” ungkap Dean kepada wartawan di Pengadilan Negeri Wamena, Selasa (22/7/2025).

Ia juga menambahkan bahwa terdakwa mengakui perbuatannya dan menyampaikan permohonan keringanan hukuman secara lisan, yang menjadi bagian dari pertimbangan hakim dalam mengambil keputusan.

Sementara itu, Kaops Damai Cartenz, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., didampingi Wakaops Damai Cartenz Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menegaskan bahwa Polri tidak akan memberikan toleransi terhadap setiap bentuk pengkhianatan terhadap institusi, apalagi yang membahayakan keamanan negara.

“Pengkhianatan dengan mencuri senjata api dari institusi adalah perbuatan yang sangat serius. Kami tidak pandang bulu, siapapun pelakunya akan diproses secara hukum. Ini bentuk komitmen kami menjaga integritas Polri dan keselamatan masyarakat,” tegas Brigjen Pol. Faizal.

Menanggapi keluhan pihak kuasa hukum terkait proses penangkapan Aske Mabel oleh personel Satgas Ops Damai Cartenz, pihaknya memastikan bahwa setiap operasi selalu dilaksanakan secara terukur dan sesuai prosedur yang berlaku.

“Penangkapan terhadap pelaku dilakukan berdasarkan pertimbangan taktis dan ancaman di lapangan. Kami terbuka terhadap evaluasi, namun yang pasti, keselamatan petugas dan masyarakat adalah prioritas utama,” tambahnya.

Sementara itu, Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz, Kombes Pol Dr. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., mengimbau kepada seluruh personel Polri di wilayah pegunungan Papua agar tetap memegang teguh loyalitas dan disiplin dalam menjalankan tugas.

“Kami mengajak seluruh anggota untuk tidak terpengaruh oleh pihak-pihak yang ingin memecah belah. Tugas kita adalah menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, bukan sebaliknya,” ujar Kombes Pol. Yusuf.

Ia juga menegaskan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua dengan menjalin kolaborasi bersama aparat serta aktif melaporkan jika menemukan adanya penyalahgunaan senjata api atau aktivitas mencurigakan lainnya.

Timika, Papua Tengah, JSNews — Dalam suasana penuh kehangatan dan keceriaan, Satgas Operasi Damai Cartenz menunjukkan komitmennya dalam membangun hubungan humanis dengan masyarakat Papua, khususnya anak-anak, melalui kegiatan budaya yang menghibur. Pada Senin (21/7/2025), personel Satgas tampak membaur dan menari bersama anak-anak di halaman SD Torsina, Kabupaten Mimika, sambil membawakan tarian khas Pacu Jalur yang sedang viral di media sosial.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wakil Kepala Satuan Tugas Humas Ops Damai Cartenz, Kompol Yusuf Tauziri, S.I.K.

Kompol Yusuf bersama personel lainnya yang turut larut dalam suasana gembira bersama anak-anak. Tampak raut bahagia dan tawa ceria menghiasi wajah anak-anak saat mengikuti gerakan tarian yang dipandu para personel Polri dengan penuh semangat dan keakraban.

Selain menari bersama, personel juga membagikan hadiah kecil dan permen kepada anak-anak sebagai bentuk kasih sayang dan perhatian. Momentum ini mencerminkan bagaimana Polri tak hanya hadir sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai sahabat dan pelindung anak-anak Papua.

Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., yang didampingi Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz Kombes Pol Adharma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menyampaikan bahwa Polri akan terus menjaga kedamaian di Papua melalui pendekatan yang inklusif dan menyentuh sisi kemanusiaan.

“Kami ingin tumbuh bersama masyarakat Papua, khususnya anak-anak, karena mereka adalah masa depan Papua yang damai dan sejahtera,” ungkap Brigjen Pol Faizal Ramadhani.

Selain itu Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz Kombes Pol Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T mengatakan bahwa anak-anak berhak untuk bermain, bergembira, dan hidup dalam kenyamanan.

“Itulah yang terus kami upayakan hadirkan melalui pendekatan humanis dan kegiatan positif seperti ini,” ujar Kombes Pol Yusuf Sutejo.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa keamanan tidak selalu hadir dalam bentuk senjata dan patroli, tetapi juga melalui tarian, senyuman, dan kehadiran tulus dari para aparat negara.

Jakarta, JSNEWS — Direktorat Tindak Pidana Pelindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Dit Tipid PPA dan PPO) Bareskrim Polri menerima kunjungan resmi Delegasi Kepolisian Nasional Republik Korea Selatan (Korean National Police Agency) pada Senin, 21 Juli 2025, bertempat di ruang RPK Bareskrim Polri, Jakarta.

Kunjungan ini bertujuan memperkuat kerja sama bilateral antara Indonesia dan Korea Selatan dalam upaya perlindungan perempuan dan anak, serta pemberantasan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Dalam sambutannya, Direktur Tipid PPA dan PPO Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Dr. Nurul Azizah, S.I.K., M.Si., menyampaikan apresiasi atas kunjungan serta komitmen dari Kepolisian nasional Korea Selatan dalam membangun sinergi antarnegara untuk menjawab tantangan perlindungan kelompok rentan.

“Kami merasa terhormat dan antusias untuk menjalin kerja sama yang lebih erat demi perlindungan perempuan dan anak di kedua negara. Direktorat ini dibentuk sebagai respons strategis atas kompleksitas kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, termasuk TPPO yang sering terjadi lintas negara,” ujar Brigjen Nurul.

Dalam forum tersebut, Dir Tipid PPA-PPO juga memaparkan program unggulan #RiseAndSpeak, sebuah kampanye nasional hasil kolaborasi SSDM Polri dan Dit Tipid PPA-PPO yang bertujuan mendorong masyarakat—khususnya perempuan dan anak—untuk berani melapor dan melawan kekerasan.

“Rise and Speak adalah simbol keberanian bagi masyarakat untuk menyuarakan kebenaran dan menolak kekerasan. Program ini menjadi bagian dari transformasi Polri dalam memberikan perlindungan yang presisi dan humanis,” tambahnya.

Kepolisian nasional Korea Selatan menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dan paparan yang mendalam dari Polri, serta menilai Indonesia memiliki sistem perlindungan perempuan dan anak yang patut dijadikan referensi, terutama karena adanya direktorat khusus di bawah Mabes Polri—yang belum dimiliki oleh Kepolisian nasional Korea Selatan.

“Kami sangat mengapresiasi pembentukan Direktorat PPA-PPO di bawah Mabes Polri. Hal ini menjadi inspirasi untuk kami, karena saat ini di Korea selatan masih berada di bawah biro keamanan umum,” ujar Ms. Choi, perwakilan dari Directorate General of Women and Juvenile Safety Planning Kepolisian nasional Korea selatan.

Delegasi Kepolisian nasional korea selatan juga memaparkan sejumlah sistem dan regulasi di negaranya, termasuk platform I-NARAE dan pusat layanan korban “Haebalagi” (Sunflower Center) yang berbasis di rumah sakit dan mengintegrasikan pelaporan, pemeriksaan medis, dan pendampingan psikologis. Namun, mereka mengakui adanya tantangan dalam pengembangan layanan tersebut akibat keterbatasan dukungan medis dan pendanaan.

Dalam sesi diskusi, Kasubdit III PPA-PPO Polri menjelaskan bahwa TPPO di Indonesia paling banyak terjadi pada kategori pekerja migran non-prosedural, diikuti oleh modus pengantin pesanan, eksploitasi seksual, perdagangan organ, serta kejahatan digital seperti scam dan judi online.

Kasubdit I menambahkan bahwa penanganan korban kekerasan berbasis kolaborasi lintas kementerian, seperti dengan KemenPPPA, Kemensos, LPSK, serta pengawasan dari Komnas Perempuan dan KPAI. Sementara Kasubdit II mengangkat tantangan baru berupa peningkatan jumlah anak sebagai pelaku kejahatan, yang menuntut pendekatan edukatif dan keadilan restoratif.

Dari pihak Kepolisian nasional Korea selatan, sistem peradilan anak dibagi menjadi tiga tingkatan usia, dengan pendekatan rapat dan perundingan antara aparat dan pemangku kepentingan, guna menyeimbangkan aspek penegakan hukum dan pemulihan pelaku yang juga kerap menjadi korban kekerasan di masa lalu.

“Kami percaya bahwa kerja sama ini tidak hanya mempererat hubungan institusional, tetapi juga membuka peluang transformasi sistem perlindungan perempuan dan anak di tingkat regional dan global,” pungkas Brigjen Nurul.

Selain Dir Tipid PPA-PPO, turut hadir dalam pertemuan ini perwakilan dari Kepolisian nasional Korea Selatan, termasuk Ms. Cho Joo Eun (Deputy Director General for Women and Juvenile Safety Planning), Ms. Song Jin Young, Mr. Jang Dong Ho, Ms. Park So Eun, serta Kim Daejin selaku Atase Kepolisian nasional Korea selatan. Delegasi didampingi interpreter dan staf Kedutaan Korea Selatan. Sementara dari Bareskrim Polri, hadir Wadir, para Kasubdit I, II, dan III PPA-PPO.

Jakarta Pusat, JSNews – Sebanyak 1.589 personel gabungan Polri, TNI, dan Pemda DKI Jakarta dikerahkan untuk mengamankan pertandingan Timnas U-23 Indonesia melawan Malaysia U-23 dalam kompetisi ASEAN U-23 Championship 2025. Laga Grup A ini akan berlangsung pada Senin (21/7/2025) pukul 20.00 WIB di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan, apel pengamanan telah dilaksanakan sore tadi.

“Hari ini petugas sudah melaksanakan TWG dan apel pengamanan di pintu kuning GBK. Total ada 1.589 personel gabungan yang kami kerahkan untuk mengamankan pertandingan ini,” ujar Susatyo.

Kapolres menegaskan, suporter dilarang membawa barang-barang terlarang saat menonton pertandingan.

“Kami melarang suporter membawa minuman keras, senjata tajam, kembang api, petasan, dan flare. Petugas akan memeriksa setiap suporter sebelum masuk stadion,” tegasnya.

Selain itu, suporter juga diimbau tidak menyalakan flare, petasan, atau kembang api, baik di luar maupun di dalam stadion demi menjaga keamanan bersama.

“Para suporter agar tertib, tidak membuat kerusuhan, tidak melawan petugas, dan tidak merusak fasilitas umum. Jadilah suporter yang baik, tertib, dan sportif agar nama Indonesia semakin baik di mata dunia,” pesan Susatyo.

Kapolres menambahkan, pihaknya juga akan memberikan pengawalan kepada suporter Malaysia yang hadir untuk mendukung timnya.

“Petugas keamanan dalam pengamanan ini tidak membawa senjata api. Kami laksanakan pengamanan secara humanis dan profesional, namun tetap tegas dalam menjalankan tugas,” pungkasnya.

Ia juga mengimbau para pengendara yang melintas di sekitar kawasan GBK untuk mencari jalur alternatif lain guna menghindari kemacetan selama pertandingan berlangsung.

Jakarta, JSNews — Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Polri menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema Strategi Pemberdayaan SDM Polri Guna Mendukung Penerapan Sistem Elektronik Manajemen Penyidikan (e-MP) Dalam Rangka Upaya Penegakan Hukum. Kegiatan ini berlangsung di Aula Satya Haprabu Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Senin (21/7/2025), mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai.

FGD tersebut dipandu oleh Kombes Pol Moh. Nurhidayat, S.H., S.I.K., M.M. selaku Ketua Tim, menghadirkan narasumber Moch. Nurhasim, S.IP., M.Si. dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta AKBP Arianto Salkery, S.H., M.H. Turut mendampingi Kombes Pol Saufi Salamun, S.I.K., M.Si. selaku narasumber dari Pusiknas Bareskrim Polri.

FGD ini bertujuan untuk mendesain strategi pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM) Polri, khususnya fungsi Reskrim, agar mampu mengoptimalkan penerapan Sistem Elektronik Manajemen Penyidikan (e-MP). Diharapkan dari kegiatan ini akan lahir kebijakan strategis untuk mendukung peningkatan profesionalisme SDM Polri dalam upaya penegakan hukum berbasis teknologi.

Dalam pelaksanaannya, penelitian ini menggunakan metode gabungan (mixed method) dengan pendekatan sekuensial beriringan, di mana pengumpulan data kualitatif dilakukan bersamaan dengan penyebaran kuesioner.

Selain membahas strategi pemberdayaan SDM, kegiatan ini juga dilanjutkan dengan pengkajian peran Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

Penelitian tersebut bermaksud menghimpun data, masukan, dan informasi terkait kontribusi Polri dalam menjaga ketahanan pangan sebagai salah satu pilar penting menuju Indonesia Emas 2045. Polri diharapkan dapat berperan aktif melalui pengawasan distribusi, penegakan hukum di sektor pangan, serta menjamin keamanan produksi dan distribusi bahan pokok di seluruh wilayah Indonesia.

Hasil penelitian ini nantinya akan dirumuskan menjadi rekomendasi kebijakan yang akan disampaikan kepada pimpinan Polri sebagai masukan strategis dalam mendukung program ketahanan pangan nasional sejalan dengan arah pembangunan jangka panjang menuju Indonesia yang maju dan mandiri di usia 100 tahun kemerdekaan.

Paniai, Papua Tengah, JSNews — Dalam rangka mempererat hubungan antara aparat keamanan dan masyarakat, Satgas Operasi Damai Cartenz menggelar kegiatan bertema “Berbagi Ceria Bersama Anak-anak” di Kabupaten Paniai, Papua Tengah, pada Minggu (20/7/2025). Kegiatan ini diisi dengan berbagai aktivitas menyenangkan seperti permainan edukatif, interaksi penuh keakraban, dan pembagian hadiah kecil, yang disambut dengan penuh antusias oleh anak-anak serta warga sekitar.

Harapannya kehadiran Aparat keamanan ini dapat menumbuhkan rasa kepercayaan masyarakat terhadap aparat keamanan, sekaligus membangun kedekatan emosional dengan generasi muda Papua melalui pendekatan yang ramah dan menyenangkan.

Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., didampingi oleh Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.Sos., S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari pendekatan humanis yang selama ini menjadi salah satu strategi utama Satgas dalam menciptakan suasana damai di wilayah Papua.

“Kehadiran Satgas Ops Damai Cartenz bukan hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga membawa kedamaian dan menumbuhkan rasa saling percaya antara aparat dan masyarakat. Anak-anak adalah masa depan Papua, dan mereka layak mendapatkan kebahagiaan serta perhatian,” ujar Brigjen Faizal.

Kehadiran Satgas membuat suasana hangat dan penuh keceriaan, di mana para personel Satgas terlibat langsung dalam mendampingi dan menghibur anak-anak, menciptakan momen yang positif di tengah masyarakat.

Sementara itu, Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., mengimbau seluruh masyarakat untuk terus menjaga kondusivitas wilayah serta memperkuat semangat kebersamaan yang sudah terjalin.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga kedamaian, saling menghargai satu sama lain, serta menjauhkan diri dari segala bentuk provokasi yang dapat mengganggu tatanan sosial yang telah berjalan baik selama ini,” tegas Kombes Yusuf.

Jakarta, JSNews – Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Karyoto memimpin langsung upacara serah terima jabatan (sertijab) sejumlah Pejabat Utama (PJU) dan Kapolres jajaran Polda Metro Jaya. Upacara tersebut dilaksanakan di Lapangan Presisi Ditlantas Polda Metro Jaya, Senin (21/7/2025).

Hadir dalam upacara tersebut Wakapolda Metro Jaya, para Pejabat Utama, dan seluruh Kapolres jajaran. Para peserta upacara mengenakan PDL II lengkap dengan kopel dan fieldcap atau baret, sedangkan pejabat yang melaksanakan sertijab mengenakan PDU IV.

Kabidhumas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Ade Ary Syam Indradi, dalam keterangannya menyampaikan bahwa mutasi jabatan merupakan hal yang wajar dan bagian dari dinamika organisasi Polri. Ia menegaskan bahwa rotasi ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat.

“Dengan adanya mutasi jabatan ini, diharapkan Polda Metro Jaya semakin baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Pejabat lama telah melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan sangat baik, dan pejabat yang baru tentunya diharapkan dapat melanjutkan serta meningkatkan capaian yang sudah ada,” ujar Kombes Pol. Ade Ary.

Ia juga menambahkan, Polda Metro Jaya berkomitmen untuk selalu memberikan pelayanan terbaik. “Kami berharap pejabat baru dapat segera beradaptasi dan berinovasi agar Polri semakin dicintai masyarakat. Kami akan terus berupaya memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman yang maksimal,” pungkasnya.

Adapun pejabat yang melaksanakan sertijab antara lain:

Brigjen Pol Nurcholis, S.I.K., M.Si. (Irwasda Polda Metro Jaya) diangkat menjadi Widyaiswara Kepolisian Utama TK. II Sespim Lemdiklat Polri.

Kombes Pol Sri Satyatama, S.I.K., M.M., M.Han. (Irwasda Polda Kepulauan Riau) kini menjabat Irwasda Polda Metro Jaya.

Brigjen Pol Dekananto Eko Purwono, S.I.K., M.H. (Dirintelkam Polda Metro Jaya) diangkat menjadi Diroprolitk Baintelkam Polri.

Kombes Pol Miko Indrayana, S.I.K. (Kasubdit Spionase dan Sabotase Ditkamus Baintelkam Polri) kini menjabat Ps. Dirintelkam Polda Metro Jaya.

Brigjen Pol Djuwito Purnomo, S.I.K. (KA SPN Polda Metro Jaya) diangkat menjadi Analis Kebijakan Utama Bidang Jianbang Lemdiklat Polri.

Kombes Pol Wisnu Putra, S.H., S.I.K. (Kabag TIK Korlantas Polri) kini menjabat KA SPN Polda Metro Jaya.

Selain itu, sejumlah Kapolres juga berganti, di antaranya:

Brigjen Pol Ade Rahmat Idnal, S.I.K., M.Si. (Kapolres Metro Jakarta Selatan) diangkat menjadi Widyaiswara Kepolisian Utama TK. II Sespim Lemdiklat Polri.

Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly, S.I.K., M.H., M.Si. (Kapolres Metro Jakarta Timur) kini menjabat Kapolres Metro Jakarta Selatan.

Kombes Pol Dr. Alfian Nurrizal, S.H., S.I.K., M.Hum. (Analis Kebijakan Madya Bidang Pamobvit Baharkam Polri) kini menjabat Kapolres Metro Jakarta Timur.

Kombes Pol dr. Muhammad Haris, M.A.R.S., QHIA (Kabiddokkes Polda Metro Jaya) diangkat menjadi Kabiddokkes Polda Sulawesi Selatan.

Kombes Pol dr. Martinus Ginting, Sp.P. (Kabiddokkes Polda Sumatera Utara) kini menjabat Kabiddokkes Polda Metro Jaya.

Kombes Pol Ahmad Fuady, S.S., S.I.K., M.H. (Kapolres Metro Jakarta Utara) diangkat menjadi Kabagrenmin Div TIK Polri.

Kombes Pol Erick Frendriz, S.I.K., M.Si. (Kasubdit II Dittipidter Bareskrim Polri) kini menjabat Kapolres Metro Jakarta Utara.

Kombes Pol Zain Dwi Nugroho, S.H., S.I.K., M.Si. (Kapolres Metro Tangerang Kota) diangkat menjadi Wadirtipideksus Bareskrim Polri.

Kombes Pol Dr. Raden Muhammad Jauhari, S.H., S.I.K., M.Si. (Dirbinmas Polda Banten) kini menjabat Kapolres Metro Tangerang Kota.

AKBP Ajie Lukman Hidayat, S.I.K., M.H. (Kapolres Kepulauan Seribu) diangkat menjadi Kasubbidprovos Bidpropam Polda Metro Jaya.

AKBP Argadijia Putra, S.I.K., M.Si. (Kasubbag Hartiblin Bag Gaktibplin Roprovos Divpropam Polri) kini menjabat Kapolres Kepulauan Seribu.

Dengan adanya sertijab ini, diharapkan roda organisasi Polda Metro Jaya semakin solid dan siap menghadapi tantangan tugas ke depan dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.