BALI-JSNews
Kamis 12/11/2025
Forum Wartawan Jaya (FWJ) Indonesia menghadiri seremoni yang mempertemukan 30 raja se-Nusantara di Puri Agung Ubud, Bali. Acara ini merupakan salah satu kegiatan sakral tahunan paling bergengsi di Pulau Dewata.
“Kehadiran kami di sini merupakan sebuah kehormatan. Sebagai organisasi pers nasional, FWJ Indonesia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya karena dapat hadir sebagai tamu kehormatan,” ujar Ketua Umum FWJ Indonesia, Mustofa Hadi Karya, atau yang akrab disapa Opan, di Ubud, Bali (13/11/2025).
Opan menjelaskan, para raja atau pemimpin puri di Bali tetap aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan budaya di tahun 2025. Meski peran mereka kini lebih berfokus pada adat dan budaya, namun tetap menjadi simbol penting dalam menjaga warisan sejarah Bali.
Menurutnya, terdapat beberapa catatan penting mengenai keberadaan dan peran para raja di Bali saat ini:
- Peran Adat dan Budaya: Puri (istana kerajaan) di Bali masih berfungsi sebagai pusat kegiatan adat, keagamaan, dan pelestarian budaya.
- Simbol Warisan: Para pemimpin puri, yang dikenal sebagai Tjokorda atau Ida Dalem, dihormati sebagai pemangku adat dan penjaga warisan sejarah.
- Partisipasi dalam Acara Resmi: Para raja aktif menghadiri berbagai acara penting pemerintah dan komunitas lokal. Misalnya, Ida Dalem Semaraputra (Raja Klungkung) bersama raja se-Bali menghadiri Klungkung Heritage Festival 2025 pada Oktober lalu.
- Pelestarian Warisan: Mereka turut menjaga tradisi seperti Kuliner Cara Puri dan seni pertunjukan khas Bali.
- Puri yang Masih Aktif: Di antaranya Puri Agung Semarapura (Klungkung), Puri Agung Ubud, Puri Agung Gianyar, Puri Agung Denpasar, dan Puri Agung Tabanan.
- Pertemuan Nasional: Para raja juga rutin mengikuti pertemuan antar-kerajaan se-Nusantara guna memperkuat peran masyarakat adat dalam sistem kebangsaan.
Secara ringkas, Opan menegaskan bahwa kehadiran para raja di Bali menandai komitmen mereka dalam menjaga, mengembangkan, dan mempromosikan budaya Bali di tengah masyarakat modern.
Sementara itu, Kepala Bidang Budaya dan Pariwisata FWJ Indonesia, Mairoji Saputra, yang turut hadir didampingi Kapolsek Ubud Kompol I Wayan Putra Antara, S.Pd., M.H., menyebut seremoni ini meninggalkan kesan mendalam bagi pihaknya.
“Acara seperti ini tidak terjadi dua kali dalam setahun. Undangannya terbatas, hanya dihadiri oleh para raja dan bangsawan dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka berkumpul memperingati hari jadi Kerajaan Ubud sekaligus membahas isu penting seputar kebudayaan dan pariwisata Bali,” ujar Roji.
FWJ Indonesia juga berpartisipasi dalam berbagai dialog dengan para raja dan bangsawan, membahas upaya pelestarian budaya dan peningkatan sektor pariwisata Bali.
“Intinya, pertemuan ini menegaskan pentingnya menjaga tradisi serta meningkatkan potensi pariwisata berbasis budaya,” lanjut Roji.
Dalam kesempatan yang sama, Kapolsek Ubud Kompol I Wayan Putra Antara menyampaikan apresiasinya atas suksesnya acara.
“Puji syukur, acara berjalan lancar, aman, dan kondusif hingga selesai,” ujarnya.
Sementara itu, Made Suteja, selaku Perwakilan Koordinator Sekaa, menyampaikan terima kasih atas dukungan FWJ Indonesia.
“Kami sangat menghargai kehadiran FWJ Indonesia yang datang jauh-jauh dari Jakarta. Kami berharap kerja sama ini terus terjalin untuk melestarikan kebudayaan dan mendukung pariwisata Bali,” ungkapnya.
Seremoni ini turut dimeriahkan oleh berbagai pertunjukan seni dan budaya, mulai dari tarian tradisional, musik khas Bali, hingga kuliner cara puri. Para tamu juga berkesempatan menikmati aneka hidangan tradisional serta berbelanja di pasar seni yang disediakan panitia.
joSSer
( Wakil Pimred )
