Jakarta Timur – Menjelang datangnya Bulan Suci Ramadan, LSM Harimau DKI Jakarta secara resmi menutup rangkaian kegiatan pengajian rutinnya dan bersiap mengalihkan agenda ke berbagai program aksi sosial keagamaan. Penutupan pengajian tersebut dikemas dalam kegiatan Pengajian Rutin LSM Harimau DKI Jakarta yang digelar pada Minggu, 18 Januari 2026, di kediaman Bapak Rohim (Bang Emen), Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur.

Kegiatan diawali dengan pembacaan tahlil dan sholawat yang dipimpin oleh Ustadz Miswan. Suasana khidmat dan penuh kekeluargaan terasa sejak awal acara, diikuti oleh jajaran pengurus dan anggota LSM Harimau dari berbagai wilayah di DKI Jakarta.

Ketua PAC LSM Harimau Cipayung selaku tuan rumah, Bapak Karman, dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada PAC Cipayung untuk menjadi tuan rumah kegiatan pengajian rutin. Ia mengapresiasi kehadiran seluruh pengurus dan anggota serta menegaskan pentingnya menjaga kekompakan, kebersamaan, dan silaturahmi antar kader LSM Harimau.

Sementara itu, Ketua DPW LSM Harimau DKI Jakarta, Bapak Neville GJ Muskita, menyampaikan bahwa selama Bulan Suci Ramadan kegiatan pengajian rutin akan ditiadakan sementara. Sebagai gantinya, LSM Harimau DKI Jakarta akan memfokuskan kegiatan pada aksi sosial keagamaan, seperti santunan kepada masyarakat yang membutuhkan, pembagian takjil, serta pelaksanaan buka puasa bersama sebagaimana telah dilaksanakan pada tahun-tahun sebelumnya.

“Momentum Ramadan harus dimaknai sebagai ajang meningkatkan kepedulian sosial dan memperkuat peran organisasi di tengah masyarakat,” ujar Neville dalam sambutannya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua DPC LSM Harimau Jakarta Timur, Bapak Ardy Prabowo, turut memberikan sambutan dengan memperkenalkan PAC LSM Harimau Pasar Rebo sebagai PAC baru yang akan segera dilantik. Ia berharap PAC Pasar Rebo dapat segera berperan aktif dalam menjalankan roda organisasi serta berkontribusi dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan di wilayahnya.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) kepengurusan. SK diserahkan kepada Bapak Riswanto, SH., MH. sebagai Ketua DPC LSM Harimau Jakarta Utara, penyerahan SK kepada pengurus DPC LSM Harimau Jakarta Timur, serta kepada pengurus PAC LSM Harimau Pasar Rebo. Penyerahan SK tersebut menjadi simbol penguatan struktur organisasi dan komitmen bersama dalam menjalankan amanah organisasi.

Kegiatan pengajian rutin ini dihadiri oleh jajaran pengurus dan anggota DPW LSM Harimau DKI Jakarta, DPC LSM Harimau Jakarta Timur, Jakarta Barat, dan Jakarta Utara, PAC LSM Harimau Cipayung sebagai tuan rumah, PAC LSM Harimau Kebon Jeruk, PAC LSM Harimau Kembangan, serta para Pembina dan Penasihat LSM Harimau DKI Jakarta dari wilayah Kepulauan Seribu.

Acara ditutup dengan doa bersama yang kembali dipimpin oleh Ustadz Miswan, dengan harapan seluruh jajaran LSM Harimau DKI Jakarta diberikan kesehatan, kekuatan, serta kelancaran dalam menjalankan ibadah dan kegiatan sosial selama Bulan Suci Ramadan. Kegiatan berlangsung tertib, khidmat, dan penuh suasana kekeluargaan, sekaligus menjadi momentum mempererat silaturahmi antar pengurus dan anggota LSM Harimau se-DKI Jakarta.(Maya)

banner 468x60

Semangat Sportivitas Warnai Tanding Balasan PTM 110 Cimura Jatinegara vs PTM Kali Ijo Rawamangun

 


JAKARTA —JSNews
PTM 110 Cimura Jatinegara kembali berhadapan dengan PTM Kali Ijo Rawamangun dalam pertandingan persahabatan yang digelar pada Sabtu, 17 Januari 2026. Pertandingan ini merupakan laga tanding balasan, setelah sebelumnya pada Desember 2025 PTM Kali Ijo bertandang ke markas PTM 110 Cimura.
Puluhan anggota dari masing-masing Persatuan Tenis Meja (PTM) hadir dan memeriahkan pertandingan yang berlangsung dalam suasana akrab dan menjunjung tinggi sportivitas. Selain menjadi ajang adu kemampuan, kegiatan ini juga memperkuat silaturahmi antar-komunitas tenis meja dan warga.
Dari PTM Kali Ijo Rawamangun hadir jajaran pengurus dan pembina, di antaranya Achmad Ropi selaku Pembina sekaligus Ketua RW 03, H. M. Syahlani selaku Ketua RT 03, H. Ma’Mun, dan H. Iyus. Kepengurusan PTM Kali Ijo dipimpin oleh Ketua M. Faisal RM, didampingi Sekretaris Oscar, Koordinator Lapangan Achmad Duri, serta Bendahara H. Zain.
Sementara itu, dari PTM 110 Cimura Jatinegara turut hadir Mawardi atau Pak Awang selaku Ketua RT 10 RW 01, Budiyanto atau Pak Batoy selaku Ketua RT 11 RW 01, Afrizal atau Pak Boeng sebagai Pelatih PTM 110 Cimura, Mulyadi atau Pak Kimung selaku Pembina, serta Alam Massiri selaku Ketua PTM 110 Cimura. Selain aktif di komunitas olahraga, Alam Massiri dikenal sebagai jurnalis dan juga menjabat Sekretaris Wilayah Media Independen Online (MIO) Indonesia Provinsi DKI Jakarta.
Ketua PTM Kali Ijo Rawamangun, M. Faisal RM, mengatakan bahwa tanding balasan ini menjadi bukti kuatnya hubungan antar-PTM.
“Pertandingan ini adalah kelanjutan dari pertemuan sebelumnya di bulan Desember. Yang kami jaga adalah silaturahmi dan semangat kebersamaan antarwarga melalui olahraga,” ujar Faisal.
Ketua PTM 110 Cimura Jatinegara, Alam Massiri, menegaskan bahwa tenis meja memiliki peran sosial yang penting di tingkat komunitas.
“Olahraga tenis meja menyatukan banyak latar belakang. Melalui tanding balasan ini, kami ingin menjaga kesinambungan pembinaan, kebugaran, sekaligus memperkuat persaudaraan,” kata Alam Massiri.
Pertandingan persahabatan tersebut berlangsung lancar dan penuh keakraban. Kedua PTM sepakat untuk terus menjadwalkan laga serupa sebagai bagian dari upaya menghidupkan olahraga tenis meja dan mempererat jejaring komunitas warga di Jakarta Timur dan sekitarnya.

Semangat Sportivitas Warnai Tanding Balasan PTM 110 Cimura Jatinegara vs PTM Kali Ijo Rawamangun

 

Jakarta -JSNews
PTM 110 Cimura Jatinegara kembali berhadapan dengan PTM Kali Ijo Rawamangun dalam pertandingan persahabatan yang digelar pada Sabtu, 17 Januari 2026. Pertandingan ini merupakan laga tanding balasan, setelah sebelumnya pada Desember 2025 PTM Kali Ijo bertandang ke markas PTM 110 Cimura.
Puluhan anggota dari masing-masing Persatuan Tenis Meja (PTM) hadir dan memeriahkan pertandingan yang berlangsung dalam suasana akrab dan menjunjung tinggi sportivitas. Selain menjadi ajang adu kemampuan, kegiatan ini juga memperkuat silaturahmi antar-komunitas tenis meja dan warga.
Dari PTM Kali Ijo Rawamangun hadir jajaran pengurus dan pembina, di antaranya Achmad Ropi selaku Pembina sekaligus Ketua RW 03, H. M. Syahlani selaku Ketua RT 03, H. Ma’Mun, dan H. Iyus. Kepengurusan PTM Kali Ijo dipimpin oleh Ketua M. Faisal RM, didampingi Sekretaris Oscar, Koordinator Lapangan Achmad Duri, serta Bendahara H. Zain.
Sementara itu, dari PTM 110 Cimura Jatinegara turut hadir Mawardi atau Pak Awang selaku Ketua RT 10 RW 01, Budiyanto atau Pak Batoy selaku Ketua RT 11 RW 01, Afrizal atau Pak Boeng sebagai Pelatih PTM 110 Cimura, Mulyadi atau Pak Kimung selaku Pembina, serta Alam Massiri selaku Ketua PTM 110 Cimura. Selain aktif di komunitas olahraga, Alam Massiri dikenal sebagai jurnalis dan juga menjabat Sekretaris Wilayah Media Independen Online (MIO) Indonesia Provinsi DKI Jakarta.
Ketua PTM Kali Ijo Rawamangun, M. Faisal RM, mengatakan bahwa tanding balasan ini menjadi bukti kuatnya hubungan antar-PTM.
“Pertandingan ini adalah kelanjutan dari pertemuan sebelumnya di bulan Desember. Yang kami jaga adalah silaturahmi dan semangat kebersamaan antarwarga melalui olahraga,” ujar Faisal.
Ketua PTM 110 Cimura Jatinegara, Alam Massiri, menegaskan bahwa tenis meja memiliki peran sosial yang penting di tingkat komunitas.
“Olahraga tenis meja menyatukan banyak latar belakang. Melalui tanding balasan ini, kami ingin menjaga kesinambungan pembinaan, kebugaran, sekaligus memperkuat persaudaraan,” kata Alam Massiri.
Pertandingan persahabatan tersebut berlangsung lancar dan penuh keakraban. Kedua PTM sepakat untuk terus menjadwalkan laga serupa sebagai bagian dari upaya menghidupkan olahraga tenis meja dan mempererat jejaring komunitas warga di Jakarta Timur dan sekitarnya.

JAKARTA — PTM 110 Cimura Jatinegara kembali berhadapan dengan PTM Kali Ijo Rawamangun dalam pertandingan persahabatan yang digelar pada Sabtu, 17 Januari 2026. Pertandingan ini merupakan laga tanding balasan, setelah sebelumnya pada Desember 2025 PTM Kali Ijo bertandang ke markas PTM 110 Cimura.

Puluhan anggota dari masing-masing Persatuan Tenis Meja (PTM) hadir dan memeriahkan pertandingan yang berlangsung dalam suasana akrab dan menjunjung tinggi sportivitas. Selain menjadi ajang adu kemampuan, kegiatan ini juga memperkuat silaturahmi antar-komunitas tenis meja dan warga.

Dari PTM Kali Ijo Rawamangun hadir jajaran pengurus dan pembina, di antaranya Achmad Ropi selaku Pembina sekaligus Ketua RW 03, H. M. Syahlani selaku Ketua RT 03, H. Ma’Mun, dan H. Iyus. Kepengurusan PTM Kali Ijo dipimpin oleh Ketua M. Faisal RM, didampingi Sekretaris Oscar, Koordinator Lapangan Achmad Duri, serta Bendahara H. Zain.

Sementara itu, dari PTM 110 Cimura Jatinegara turut hadir Mawardi atau Pak Awang selaku Ketua RT 10 RW 01, Budiyanto atau Pak Batoy selaku Ketua RT 11 RW 01, Afrizal atau Pak Boeng sebagai Pelatih PTM 110 Cimura, Mulyadi atau Pak Kimung selaku Pembina, serta Alam Massiri selaku Ketua PTM 110 Cimura. Selain aktif di komunitas olahraga, Alam Massiri dikenal sebagai jurnalis dan juga menjabat Sekretaris Wilayah Media Independen Online (MIO) Indonesia Provinsi DKI Jakarta.

Ketua PTM Kali Ijo Rawamangun, M. Faisal RM, mengatakan bahwa tanding balasan ini menjadi bukti kuatnya hubungan antar-PTM.

“Pertandingan ini adalah kelanjutan dari pertemuan sebelumnya di bulan Desember. Yang kami jaga adalah silaturahmi dan semangat kebersamaan antarwarga melalui olahraga,” ujar Faisal.

Ketua PTM 110 Cimura Jatinegara, Alam Massiri, menegaskan bahwa tenis meja memiliki peran sosial yang penting di tingkat komunitas.

“Olahraga tenis meja menyatukan banyak latar belakang. Melalui tanding balasan ini, kami ingin menjaga kesinambungan pembinaan, kebugaran, sekaligus memperkuat persaudaraan,” kata Alam Massiri.

Pertandingan persahabatan tersebut berlangsung lancar dan penuh keakraban. Kedua PTM sepakat untuk terus menjadwalkan laga serupa sebagai bagian dari upaya menghidupkan olahraga tenis meja dan mempererat jejaring komunitas warga di Jakarta Timur dan sekitarnya.

Jakarta —JSNews



Kamis 15/01/2026
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (DPW FSPMI) Jawa Timur, Jazuli, menegaskan bahwa ribuan pekerja PT Pabrik Kertas Indonesia (PT Pakerin) Mojokerto menjadi korban kebijakan administratif yang keliru dan tidak berpihak pada buruh. Pernyataan itu disampaikannya usai aksi unjuk rasa yang digelar dua hari berturut-turut di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia serta Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Rabu (15/1).

Menurut Jazuli, sekitar 150 perwakilan buruh dari Jawa Timur didatangkan ke Jakarta untuk menyuarakan nasib ribuan karyawan PT Pakerin yang terdampak langsung. Salah satu tuntutan utama adalah mendesak Kementerian Hukum agar merevisi Surat Keputusan Nomor 38 Tahun 2024 agar selaras dengan putusan Mahkamah Agung, baik pada tingkat kasasi maupun peninjauan kembali (PK).

“Putusan Mahkamah Agung hanya memerintahkan pencabutan akta tahun 2020. Namun oleh Kementerian Hukum justru dicabut hingga akta tahun 2021, 2022, 2023, dan 2024. Akibatnya perusahaan seolah-olah tidak memiliki pengusaha, dan ribuan karyawan menjadi terlantar,” ujar Jazuli.

Ia menjelaskan, kekeliruan administrasi tersebut berdampak serius pada kelangsungan operasional perusahaan. Salah satu dampaknya adalah terhambatnya pencairan dana PT Pakerin yang tersimpan di Bank Prima. Dana perusahaan yang nilainya hampir Rp1 triliun itu, kata Jazuli, tidak dapat dicairkan sejak status bank tersebut menurun, kemudian ditangani Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga akhirnya berada di bawah pengelolaan LPS.

“Saat masih ditangani OJK, kami mendapat penjelasan bahwa dana perusahaan bisa dicairkan untuk operasional dengan batas maksimal Rp250 miliar. Namun setelah masuk ke LPS, justru muncul pernyataan bahwa dana tersebut tidak ada atau berkurang. Ini yang kami pertanyakan,” tegasnya.

Jazuli menyebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama OJK dan Polda Jawa Timur sebelumnya telah melakukan berbagai upaya penyelamatan selama hampir enam bulan dan menunjukkan progres. Namun, setelah penanganan beralih ke LPS, persoalan dinilai semakin rumit dan tidak transparan.

“Kalau namanya Lembaga Penjamin Simpanan, masa uang nasabah dibilang tidak ada? Ini uang perusahaan, bukan uang pemerintah. Di dalamnya ada keringat buruh yang sudah puluhan tahun bekerja,” katanya.

Ia menegaskan BBpara buruh tidak ingin mengulang tragedi seperti kasus Bank Century maupun PT Sritex, di mana pekerja menjadi korban dari ketidakpastian dan tarik-menarik kebijakan. Jazuli juga menyoroti konflik internal keluarga pemilik perusahaan yang menurutnya tidak boleh dijadikan alasan untuk mengorbankan hak-hak buruh.

“Uang hampir satu triliun rupiah itu bukan uang liar. Itu uang perusahaan, dan di dalamnya ada hak buruh, termasuk mereka yang akan memasuki masa pensiun. Jangan sampai nanti alasannya uang hilang, lalu hak buruh juga ikut hilang,” ujarnya.

FSPMI mendesak LPS agar segera menepati komitmen untuk membantu mengoperasionalkan kembali PT Pakerin dengan mencairkan dana milik perusahaan. Jika tidak ada kejelasan, Jazuli menegaskan pihaknya siap membawa persoalan ini langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.

“Kalau di sini tidak ada solusi, kami akan bawa masalah ini langsung ke Presiden. Kami siap menginap, karena yang kami hadapi sekarang belum mampu menyelesaikan persoalan ini,” pungkasnya.

joSSer
( WAKIL PIMPRED )

JAKARTA – Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin menerima silaturahmi dan audiensi Forum Lintas Ormas (FLO) DKI Jakarta di Gedung DPRD DKI Jakarta pada Rabu (14/1/2026). Dalam pertemuan tersebut, dia menekankan pentingnya peran organisasi masyarakat dalam mendukung program pemerintah, termasuk menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat (kamtibmas) Jakarta.

Khoirudin menyampaikan bahwa ormas di Jakarta telah aktif berkontribusi bagi masyarakat melalui berbagai kegiatan seperti Jumat Berkah dan penanaman pohon. “Secara tidak langsung, aktivitas tersebut telah membantu pemerintah dan warga Jakarta,” ujarnya.

“Bahkan tanpa diminta, para ormas ini di lapangan sudah memberikan yang terbaik dan menjaga keamanan kepada masyarakat agar warga Jakarta rasa aman,” tambahnya setelah audiensi.

Ketua DPRD juga menekankan bahwa organisasi kemasyarakatan memiliki peran strategis dalam mendukung Jakarta sebagai kota global yang berbudaya, nyaman, dan ramah. Menurutnya, status kota global tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh keterlibatan aktif masyarakat.

“Jakarta sebagai kota global yang berbudaya ingin disejajarkan dengan kota-kota dunia. Salah satu indikatornya adalah kota yang nyaman dan ramah,” ujar Khoirudin seperti dikutip dari laman DPRD DKI Jakarta.

Sementara itu, Ketua Umum FLO Jakarta Juaini Yusuf menyampaikan komitmen seluruh organisasi yang tergabung untuk menjalankan kegiatan bermanfaat. Kegiatan tersebut meliputi Jumat Berkah, penanaman pohon, bantuan ke masjid, serta penyediaan beras murah untuk menjaga stabilitas pangan.

“FLO siap berkolaborasi dengan DPRD DKI Jakarta dalam mendukung pembangunan daerah,” kata Juaini.

JAKARTA TIMUR, RABU (14/01/2026) – Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) menggelar roadshow penyuluhan Anti-Bullying dan Pencegahan Kekerasan di Sekolah (PABK) di SMPN 167 Jakarta Timur, berlokasi di Komp. PTB, Kecamatan Duren Sawit. Kegiatan ini bertujuan mengedukasi siswa kelas VII-VIII serta perwakilan OSIS dan MPK tentang pencegahan dan penanganan kekerasan berdasarkan Permendikbudristek No. 46 Tahun 2023.

Acara dihadiri oleh Kasatlak Pendidikan Kecamatan Duren Sawit Ibu Farida Farhah, S.Psi (mewakili Kasudin Wilayah 1 Jakarta Timur), Kepala Sekolah SMPN 167 Tumeri, S.Pd, M.T, Ketua Umum DPP GPIB Ir. Agung Karang, serta narasumber Dandy Chaprianto H. SH.MH (Ketua DPW GPIB DKI Jakarta), Ketua Komite Sekolah SMPN 167 Jakarta Timur Arief R, Juga hadir pengurus GPIB dari DPP dan DPW DKI Jakarta, serta pengurus Komite Sekolah SMPN 167.

Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa Permendikbudristek No. 46 Tahun 2023 menggantikan Permendikbud No. 82 Tahun 2015, yang bertujuan menciptakan lingkungan belajar aman dan bebas kekerasan. Peraturan tersebut mencakup pencegahan, penanganan, dan pemulihan bagi seluruh warga sekolah, serta mendefinisikan berbagai bentuk kekerasan seperti fisik, psikis, seksual, perundungan, diskriminasi, dan intoleransi beserta langkah penanganannya.

Roadshow ini bertujuan meningkatkan kesadaran tentang kekerasan di sekolah, membangun lingkungan inklusif, memperkuat Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK), menyosialisasikan mekanisme pelaporan, memberdayakan siswa sebagai agen perubahan, menjamin perlindungan hukum, serta memberikan dukungan bagi korban.

Pada sesi tanya jawab, siswa seperti Shasa Angelica (Kelas VIII G) dan Catur Pamungkas (Kelas VIII B) mengajukan pertanyaan tentang hubungan introversi dengan bullying serta cara menangani isu tersebut di Indonesia.

Untuk mengantisipasi bullying, SMPN 167 telah menyediakan barcode pengaduan di setiap meja atau kursi kelas. Barcode tersebut tidak hanya berisi formulir pengaduan, tetapi juga memungkinkan siswa untuk melaporkan kondisi suasana hati mereka dengan pilihan jawaban yang akan langsung terkirim ke guru BK jika ada indikasi masalah.

“Alhamdulillah, hari ini SMP 167 dapat tamu luar biasa yang selaras dengan tujuan pendidikan kita. Gerakan ini menyampaikan informasi tentang bullying secara langsung kepada anak-anak yang bersangkutan,” ujar Kepala Sekolah Tumeri, S.Pd, M.T.

Dia menambahkan bahwa sekolah berkomitmen untuk lebih tanggap terhadap permasalahan kekerasan di sekolah. Melalui barcode pengaduan, pihak sekolah berusaha menjemput masalah siswa sebelum menjadi lebih serius, dengan harapan tingkat kenakalan anak dapat menurun dan siswa merasa aman belajar.

Sementara itu, Ir. Agung Karang menjelaskan bahwa program roadshow ini akan digelar di seluruh Jakarta dan diharapkan dapat berkembang ke daerah lain. “Tujuannya untuk menciptakan suasana sekolah yang aman, bersih, dan nyaman serta mengurangi dampak bullying maupun kekerasan yang sering terlihat di media sosial,” ucapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa GPIB adalah wadah pemerhati pendidikan yang terdiri dari berbagai kalangan profesional dan menaungi lebih dari 300 ribu sekolah dari Sabang sampai Merauke. Pada bulan Desember-Januari lalu, organisasi ini meraih peringkat pertama dalam Indeks Kinerja Ormas (IKO) dengan nilai 86,18, dengan tujuan menggerakkan peran serta masyarakat dalam mewujudkan pendidikan baru.

JAKARTA TIMUR, 13 JANUARI 2026 – SDN 06 Pulogebang bekerja sama dengan Bio Karya Mandiri (BKM) menyelenggarakan acara edukasi pengelolaan sampah sekaligus meluncurkan “Go Green 06” di Jl. Komarudin Lama, RT.9/RW.5, Kecamatan Cakung. Bertema “Buat Sampah Jadi Berkah”, kegiatan ini diikuti oleh siswa, orang tua murid, komite sekolah, dan guru.

Acara dibuka oleh Kepala Sekolah Paranggi Rismoko Hadi, M.Pd, yang menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya membentuk generasi muda yang peduli lingkungan. Turut hadir dari BKM adalah Ketua Marwan beserta tim pemilah sampah Tri Samiyono, Sudarto, Sugiarto, serta anggota sekretaris Pramuditha Kesumawardhani dan Esty Puspitasari yang memberikan paparan tentang pengelolaan sampah yang efektif.

Pada sesi edukasi, tim BKM menjelaskan cara pemilahan sampah berdasarkan jenisnya:

  • Sampah Organik: Sisa makanan, dedaunan, kulit buah dan sayuran, serta kotoran hewan peliharaan, yang dapat diolah menjadi pupuk kompos atau biogas.
  • Sampah Anorganik Bisa Daur Ulang: Kertas dan karton, botol plastik, kaleng logam, gelas kaca, serta barang elektronik layak diperbaiki atau didaur ulang.
  • Sampah Anorganik Tidak Bisa Daur Ulang: Kantong plastik tipis, styrofoam, kain bekas tidak layak pakai, dan limbah medis yang tidak dapat diolah kembali.
  • Sampah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun): Baterai bekas, lampu neon, cat bekas, dan obat kadaluarsa, yang perlu dikelola secara terpisah untuk menghindari pencemaran.

Sebagai bagian kerja sama, BKM akan melakukan pengumpulan dan penimbangan minyak jelantah (mijel) dari setiap kelas secara rutin dua pekan sekali. Setiap kelas mendapatkan wadah khusus untuk menyimpan mijel yang dikumpulkan siswa dari rumah. Tim BKM akan datang setiap bulan untuk menimbang dan mencatat hasil per kelas. Mijel yang terkumpul akan diolah menjadi sabun atau biodiesel, dengan sebagian hasil penjualan dialokasikan untuk kegiatan ekstrakurikuler lingkungan sekolah.

Peserta juga mendapatkan pengetahuan tentang pengolahan sampah menjadi produk bernilai dan langkah praktis yang dapat diterapkan di rumah serta sekolah. Sebagai bagian dari “Go Green 06”, sekolah akan memasang tempat sampah berwarna berbeda untuk memudahkan pemilahan di setiap area. Peluncuran program ini menjadi tonggak awal untuk menjadikan SDN 06 Pulogebang sebagai sekolah ramah lingkungan.

Kepala Sekolah Paranggi Rismoko Hadi, M.Pd menyatakan, “Saya sangat senang karena dengan sosialisasi ini, anak-anak bisa mendapatkan edukasi pengelolaan sampah sejak dari sumbernya. Sampah adalah PR bersama yang harus dijadikan solusi agar bumi tetap hijau.” Ia berharap kegiatan ini tidak hanya berjalan di sekolah tetapi juga menjadi pembiasaan di rumah siswa.

Ketua Komite SDN 06 Pulogebang Riny Oktavianti mengungkapkan, “Kegiatan ini bagus untuk edukasi anak-anak agar mereka mengerti daur ulang. Harapan kita, dengan program Bank Sampah ini, sekolah bisa maju dan anak-anak paham bahwa menabung sampah bisa bermanfaat dan menghasilkan.”

Sekretaris Komite Siti Aisyah menjelaskan manfaat edukasi tersebut, “Siswa akan belajar membedakan sampah yang bermanfaat dan tidak. Di Jakarta yang sering mengalami banjir, anak-anak pun bisa mengerti pentingnya membuang dan memanfaatkan sampah dengan benar.”

Bendahara Komite Endang Rahayu menekankan, “Edukasi ini sangat penting untuk anak-anak, orang tua, komite, dan warga sekolah agar mereka memahami lebih dalam tentang sampah.”

Tri Samiyono dari BKM yang mewakili Ketua Marwan menyampaikan tujuan kegiatan, “Kita berfokus pada edukasi masyarakat. Peluncuran ‘Go Green 06’ di SDN 06 Pulogebang menunjukkan bahwa kita bisa menjangkau semua lini. Intinya adalah bagaimana mengedukasi masyarakat untuk memperlakukan sampah dengan benar ke depannya.” Ia menambahkan bahwa edukasi sejak SD diharapkan dapat mengurangi volume sampah Jakarta yang sudah hampir mencapai tahap darurat.

Esty Puspitasari dari sekretaris BKM menyatakan, “Kita mensosialisasikan bank sampah kepada masyarakat dan siap memberikan edukasi kepada sekolah atau pihak lain yang membutuhkan.”

Bendahara Sekolah Neu Serta Siregar mengungkapkan, “Pengelolaan sampah penting untuk mengedukasi anak-anak agar mereka paham efek buang sampah sembarangan dan manfaat pengelolaan yang baik. Sejak dini kita berikan pendidikan untuk menjaga alam agar tetap asri.”

JSNews || CIANJUR — Kegelisahan warga di kaki Gunung Gede–Pangrango kian menguat. Rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) geotermal di kawasan tersebut dinilai berpotensi mengancam sumber kehidupan masyarakat, terutama air dan lahan pertanian yang selama ini menjadi penopang utama ekonomi warga.

Keresahan itu mengemuka dalam perbincangan para petani dan tokoh masyarakat Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, saat menerima kunjungan rombongan Media Independen Online (MIO) Indonesia. Kunjungan tersebut terjadi secara insidental, seusai Ketua Umum MIO Indonesia AYS Prayogie menghadiri Kongres Daerah (Kongresda) I MIO Indonesia Pengurus Daerah Jakarta Timur.

Rombongan delegasi MIO yang dipimpin AYS Prayogie, didampingi Wakil Ketua Umum Ir Agung Karang, Ketua MIO Provinsi DKI Jakarta Gito Richardo, serta Ketua MIO Jakarta Timur S. Erfan Nurali, semula bermaksud melihat langsung kondisi pertanian warga Cipendawa. Namun, di lapangan, satu persoalan serius berulang kali disampaikan para petani: rencana proyek geotermal yang dinilai lebih banyak membawa mudarat ketimbang manfaat.

Bagi warga, kawasan Gunung Gede–Pangrango bukan sekadar bentang alam, melainkan wilayah tangkapan air vital yang menopang ribuan hektare lahan pertanian dan kebutuhan air bersih masyarakat Cianjur dan sekitarnya. Mereka khawatir aktivitas pengeboran panas bumi akan memicu penurunan debit mata air, merusak ekosistem, serta meningkatkan risiko bencana di wilayah yang secara geologis rawan longsor dan gempa.

“Kami hidup dari tanah dan air di sini. Kalau mata air terganggu, pertanian mati. Itu sama saja mematikan kehidupan kami,” ujar seorang petani Cipendawa yang menyampaikan keluhannya dalam dialog bersama rombongan MIO.

Kekhawatiran warga juga didasari status Gunung Gede–Pangrango sebagai kawasan taman nasional dan wilayah konservasi. Mereka menilai eksplorasi dan eksploitasi geotermal berpotensi bertentangan dengan prinsip perlindungan lingkungan dan keselamatan masyarakat di sekitar kawasan.

Menanggapi aspirasi tersebut, Ketua Umum MIO Indonesia AYS Prayogie menegaskan bahwa pembangunan energi terbarukan tidak boleh dilepaskan dari aspek keberlanjutan lingkungan dan hak-hak masyarakat lokal. Menurut dia, suara warga Cipendawa harus menjadi pertimbangan utama dalam setiap kebijakan pembangunan.

“Energi bersih seharusnya dibangun tanpa mengorbankan ruang hidup rakyat. Jika masyarakat merasa terancam, negara wajib hadir untuk mengevaluasi dan mendengar,” kata AYS Prayogie.

Warga Desa Cipendawa bersama jaringan masyarakat di Cianjur mendesak pemerintah dan pihak terkait untuk menghentikan sementara rencana proyek geotermal tersebut. Mereka juga meminta seluruh dokumen perizinan dan kajian lingkungan dibuka secara transparan kepada publik, serta memastikan kawasan konservasi Gunung Gede–Pangrango tetap terjaga.

Bagi warga, penolakan ini bukan semata soal proyek, melainkan tentang mempertahankan sumber kehidupan dan warisan alam bagi generasi mendatang. Mereka menegaskan akan terus mengawal isu ini melalui dialog dan aksi damai hingga aspirasi mereka benar-benar didengar. (///)

Penulis: Solihin
Editor: Bang Edo

Sumber:
Humas MIO Indonesia
PW Provinsi DKI Jakarta

CIANJUR —JSNews

Pagi di Desa Cipendawa selalu dimulai dengan suara air. Mengalir dari sela-sela bebatuan di kaki Gunung Gede–Pangrango, air itu menghidupi sawah, kebun, dan dapur-dapur warga. Bagi para petani di desa ini, air bukan sekadar kebutuhan, melainkan penanda hidup yang diwariskan turun-temurun.

Namun, belakangan, ketenangan itu digantikan kegelisahan. Rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) geotermal di kawasan Gunung Gede–Pangrango membuat warga bertanya-tanya: sampai kapan mata air ini akan tetap mengalir?

Kegelisahan itu mengemuka saat rombongan Media Independen Online (MIO) Indonesia singgah di Cipendawa. Kunjungan tersebut terjadi secara insidental, seusai Ketua Umum MIO Indonesia AYS Prayogie menghadiri Kongres Daerah (Kongresda) I MIO Indonesia Pengurus Daerah Jakarta Timur. Seusai agenda organisasi, rombongan menyempatkan diri menyapa warga dan petani setempat.

Dipimpin AYS Prayogie, rombongan yang juga diikuti Wakil Ketua Umum Ir Agung Karang, Ketua MIO Provinsi DKI Jakarta Gito Richardo, serta Ketua MIO Jakarta Timur S. Erfan Nurali, awalnya ingin melihat langsung kondisi pertanian warga. Namun, obrolan sederhana di pematang sawah berubah menjadi ruang curahan hati.

Seorang petani paruh baya menunjuk aliran air kecil di tepi ladangnya. “Dari sinilah kami hidup,” katanya lirih. Ia khawatir pengeboran panas bumi akan mengubah aliran air yang selama ini tak pernah kering, bahkan di musim kemarau.

Bagi warga Cipendawa, Gunung Gede–Pangrango bukan hanya lanskap indah atau kawasan konservasi. Gunung itu adalah penyangga kehidupan—tempat air disimpan, tanah dijaga, dan hasil panen dititipkan pada keseimbangan alam. Kekhawatiran mereka bukan tanpa alasan. Aktivitas eksplorasi geothermal dikhawatirkan memicu penurunan debit mata air, merusak lahan pertanian, hingga meningkatkan risiko longsor di wilayah yang dikenal rawan bencana.

Di antara para petani, kegelisahan juga dirasakan para ibu rumah tangga. Air bersih yang selama ini mengalir ke rumah-rumah menjadi penopang kebutuhan harian. “Kalau air berkurang, kami mau ambil dari mana?” ujar seorang warga.

Mendengar cerita-cerita itu, AYS Prayogie menegaskan bahwa pembangunan, termasuk energi terbarukan, tidak boleh berjalan dengan mengabaikan suara warga. Menurut dia, keberlanjutan sejati hanya dapat terwujud jika lingkungan dan ruang hidup masyarakat tetap terlindungi.

“Energi bersih seharusnya membawa harapan, bukan ketakutan. Jika rakyat merasa terancam, maka ada yang perlu ditinjau ulang,” ujarnya.

Warga Cipendawa kini memilih menjaga apa yang mereka miliki: air, tanah, dan gunung. Bersama jaringan masyarakat di Cianjur, mereka menyuarakan penolakan terhadap proyek geotermal dan meminta pemerintah membuka ruang dialog serta kajian lingkungan secara transparan.

Bagi mereka, perjuangan ini bukan tentang menolak kemajuan, melainkan tentang mempertahankan kehidupan. Di kaki Gunung Gede–Pangrango, air yang terus mengalir menjadi pengingat bahwa alam dan manusia terikat dalam satu napas yang sama. (///)

Penulis: Solihin
Editor: Bang Edo

Sumber:
Humas MIO Indonesia
PW Provinsi DKI Jakarta

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.