BATUBARA – Kualitas pelayanan kesehatan di RSUD HJ Zulkarnain Kabupaten Batubara kembali menjadi sorotan publik setelah seorang pasien anak usia 9 tahun gagal mendapatkan penanganan medis selama dua hari berturut-turut akibat ketidakhadiran dokter di poliklinik yang bersangkutan.

Warga Desa Dahri Indah, Kecamatan Talawi, Yadi, mengungkapkan kekecewaannya setelah membawa adik kandungnya untuk berobat ke poli kebidanan rumah sakit pemerintah tersebut. Keluarga telah menunggu berjam-jam mulai dari pagi hingga pukul 12.30 WIB, namun dokter tidak hadir dan tidak ada informasi jelas mengenai ketersediaan layanan atau pengganti dokter.

“Rumah sakit ini milik pemerintah, bukan klinik pribadi. Kami menunggu lama tapi tidak ada dokter dan tidak ada kepastian apapun,” ujar Yadi dengan nada kesal.

Keluhan serupa juga datang dari sejumlah warga lain yang ditemui wartawan bitvonline.com. Mereka menyatakan bahwa ketidakhadiran dokter sudah menjadi hal yang sering terjadi, khususnya terkait dokter kebidanan dr. Hendrik dan dr. Eli yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS). Perilaku tersebut dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap disiplin ASN, terutama di sektor pelayanan publik yang menyangkut nyawa dan keselamatan masyarakat.

Kepemimpinan Direktur Dinilai Tidak Optimal

Kondisi buruknya disiplin tenaga medis membuat nama Direktur RSUD HJ Zulkarnain, dr. Wahayu, menjadi sorotan. Masyarakat menilai pihak kepemimpinan belum menjalankan fungsi pengawasan dan manajemen dengan maksimal, sehingga terjadi pembiaran terhadap ketidakdisiplinan dokter PNS.

Saat dikonfirmasi, Kepala Bidang Pelayanan RSUD HJ Zulkarnain, Rosi, menyatakan bahwa dr. Hendrik tidak masuk kerja karena sakit dan akan digantikan oleh dr. Alfian. Namun, ketika ditanya mengenai jam kedatangan dokter pengganti, pihak rumah sakit tidak dapat memberikan kepastian yang jelas.

“Tunggu saja,” jawabnya singkat, yang semakin menambah kekecewaan masyarakat karena menunjukkan kurangnya rasa tanggung jawab institusi terhadap pasien.

Pelanggaran Aturan Disiplin PNS yang Jelas

Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil, setiap PNS wajib:

  • Masuk kerja dan mematuhi jam kerja
  • Memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat
  • Menjaga profesionalitas dan tanggung jawab jabatan

PNS yang melanggar ketentuan tersebut dapat dikenai sanksi disiplin mulai dari teguran lisan/tertulis, pemotongan tunjangan kinerja, penurunan pangkat, hingga pemberhentian (dengan atau tanpa hormat) sesuai tingkat pelanggaran. Dalam kasus ini, ketidakhadiran dokter PNS tanpa penyediaan layanan pengganti yang jelas berpotensi termasuk dalam kategori pelanggaran disiplin sedang hingga berat karena berdampak langsung pada hak masyarakat atas layanan kesehatan.

Slogan “Pelayanan Prima” Dipertanyakan Implementasinya

Kondisi yang terjadi bertentangan dengan slogan “Pelayanan Prima” yang digaungkan Bupati Batubara Baharuddin Siagian. Masyarakat menganggap bahwa slogan tersebut belum diimbangi dengan implementasi nyata di sektor kesehatan yang krusial, sehingga terkesan hanya sebatas upaya pencitraan.

Masyarakat Desak Evaluasi dan Tindakan Tegas

Warga mendesak Bupati Batubara dan Komisi DPRD Kabupaten Batubara untuk mengambil langkah konkret, antara lain:

  • Memanggil dan mengevaluasi kinerja Direktur RSUD HJ Zulkarnain
  • Memberikan sanksi yang sesuai kepada dokter PNS yang tidak disiplin
  • Melakukan perbaikan sistem pelayanan dan pengawasan di rumah sakit

“Kami tidak membutuhkan janji manis. Yang kami butuhkan adalah dokter yang hadir, bekerja dengan profesional, dan bertanggung jawab. Ini masalah nyawa, bukan urusan politik,” tegas Yadi.

Masyarakat khawatir jika kondisi ketidakdisiplinan ini terus dibiarkan, RSUD HJ Zulkarnain akan menjadi simbol kegagalan negara dalam menjamin akses layanan kesehatan bagi warganya.

banner 468x60

Jakarta – Kamis (8/1/2026). Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di wilayah Makodim 0502/JU serta Koramil jajaran yang tersebar di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu. Penanaman pohon dilakukan di sejumlah titik strategis, antara lain di wilayah Papanggo, Koja, Penjaringan, Tanjung Priok, Cilincing, Kelapa Gading, hingga Kepulauan Seribu. Selain penanaman, kegiatan juga dirangkaikan dengan aksi pembersihan sampah di bantaran sungai, kawasan pesisir, dan lingkungan permukiman warga sebagai upaya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Dalam kegiatan tersebut, Kodim 0502/JU bersama Koramil jajaran menanam sebanyak 155 pohon dengan berbagai jenis, di antaranya mangrove, sukun, tabebuya, mahoni, trembesi, jambu, mangga, dan belimbing. Khusus di wilayah Kepulauan Seribu, penanaman difokuskan pada 100 pohon mangrove guna menjaga ekosistem pesisir serta mencegah abrasi pantai.

Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen TNI AD, khususnya Kodim 0502/Jakarta Utara, dalam mendukung pelestarian lingkungan hidup serta menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga alam. Melalui gerakan penanaman pohon ini, diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan, meningkatkan kualitas udara, serta menciptakan wilayah yang hijau, bersih, dan sehat.

Kodim 0502/Jakarta Utara menegaskan akan terus bersinergi dengan berbagai pihak dalam mendukung program pelestarian lingkungan sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat dan bangsa.

Jakarta – JSNews

PT Pegadaian mencatat fenomena menarik dalam peta investasi nasional sepanjang tahun 2025. Kelompok usia Gen Z kini secara resmi menjadi motor utama pertumbuhan investasi emas digital di Indonesia. Fenomena ini tercermin dari lonjakan signifikan jumlah pengguna produk Tabungan Emas yang kini didominasi oleh kaum muda berusia 18 hingga 27 tahun tersebut.

Berdasarkan data internal perusahaan, nasabah kelompok usia Gen Z (kelahiran 1997–2007) mencatatkan pertumbuhan tahunan Year-on-Year yang sangat fantastis, yakni sebesar 116%. Angka ini jauh melampaui pertumbuhan kelompok usia lainnya, di mana Milenial tumbuh sebesar 49% (YoY), disusul oleh Gen X sebesar 34% (YoY), dan Baby Boomer sebesar 32% (YoY). Hingga akhir tahun 2025, total pengguna Tabungan Emas Pegadaian secara nasional telah mencapai 4,85 juta nasabah.

“Pertumbuhan luar biasa di kalangan Gen Z ini mencerminkan pergeseran paradigma investasi di Indonesia. Kaum muda saat ini bukan lagi sekadar penonton, melainkan pelaku aktif yang sangat sadar akan pentingnya financial planning sejak dini. Mereka memilih emas karena sifatnya sebagai aset safe haven yang kini dikemas secara modern melalui platform digital,” ujar Kepala Divisi Bisnis Bulion PT Pegadaian, Kadek Eva Suputra.

Sebagai kelompok digital native, dominasi Gen Z didorong oleh preferensi kuat mereka terhadap layanan yang praktis, cepat, dan berbasis mobile. Lonjakan ini terjadi berkat kemudahan aksesibilitas tanpa batas yang ditawarkan aplikasi Tring! by Pegadaian, di mana proses pembukaan akun hingga pembelian emas dapat diselesaikan dalam hitungan menit secara real-time. Karakteristik Gen Z yang menyukai efisiensi atau gaya “sat-set” sangat terakomodasi melalui fitur transaksi instan dan otomatisasi yang memungkinkan mereka menabung emas secara konsisten tanpa prosedur rumit.

Selain faktor teknologi, masifnya edukasi finansial melalui platform media sosial seperti TikTok, Instagram, dan YouTube turut membangun urgensi berinvestasi di kalangan muda. Hal ini dibarengi dengan meningkatnya literasi keuangan yang membuat Gen Z lebih proaktif dalam menyiapkan dana darurat serta perencanaan jangka panjang guna menghadapi ketidakpastian ekonomi global di masa depan.

Sejalan dengan tren nasional tersebut, Pemimpin Wilayah VIII Jakarta 1 PT Pegadaian Ahmad Zaenudin, menyampaikan bahwa pertumbuhan signifikan nasabah muda juga sangat terasa di wilayah kerjanya yaitu Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jatiwaringin, Bekasi, Depok, dan Bogor.

“Wilayah Jakarta dan sekitarnya menunjukkan antusiasme Gen Z yang sangat tinggi terhadap Tabungan Emas. Mereka semakin sadar bahwa investasi tidak harus menunggu mapan. Dengan nominal terjangkau dan akses digital yang mudah, Tabungan Emas menjadi pintu masuk bagi generasi muda untuk membangun kebiasaan finansial yang sehat sejak dini,” ujar Ahmad Zaenudin.

Melalui visi sebagai The Leader in Gold Ecosystem, PT Pegadaian berkomitmen untuk terus berinovasi dalam menyediakan instrumen investasi yang aman, likuid, dan mudah dijangkau. Harapannya, transformasi digital yang dilakukan perusahaan mampu menjawab kebutuhan lintas generasi, khususnya dalam menjembatani akses masyarakat muda menuju kemandirian finansial.

Jakarta Selatan – Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) menggelar kegiatan donor darah bertajuk “Setetes Darah Sangat Berarti Bagi yang Membutuhkan”. Kegiatan yang memiliki manfaat kesehatan dan nilai kepedulian sosial ini akan diselenggarakan pada hari Rabu, 21 Januari 2026.

Donor darah tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima transfusi, tetapi juga bagi pendonor sendiri, seperti meningkatkan produksi sel darah merah dan mendukung kesehatan jantung. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan menjadi wadah untuk mempererat tali silaturahmi dan menguatkan semangat gotong royong antar masyarakat.

DETAIL ACARA

  • Tanggal : Rabu, 21 Januari 2026
  • Waktu : 09.00 WIB – 11.00 WIB
  • Tempat : Rumah Sakit Fatmawati, Jl. RS. Fatmawati Raya No.4, RT.4/RW.9, Cilandak Barat, Kecamatan Cilandak, Kota Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12430

STRUKTUR PANITIA

  • Penanggung Jawab : Ir. Agung Karang
  • Penasehat : Drs Abdul Hapid; K.H. Achmad Syauqi, LC., M.Pd
  • Ketua : Bapak Marsahid
  • Wakil Ketua : Mudji Sabar
  • Sekretaris : Reni Dewayani
  • Bendahara : Revilla
  • Seksi Acara : Evi (MC), Nur Yustiani, Tina Permatasari
  • Seksi Konsumsi : Lidya Yuliana, Rika Rachmawati
  • Seksi Perlengkapan : Kusnendar
  • Seksi Dokumentasi : Budiman Sihombing, S. Erfan Nurali, Titik Suparti

Bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi, dapat melakukan pendaftaran atau menghubungi narahubung untuk informasi lebih lanjut:
📞 Bapak Marsahid : +62 878-8100-1699
Peserta Donor Darah
Dapat Piagam penghargaan.
Ayo segera mendaftar.

Jakarta Timur -JSNews

Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Munjirin, mendampingi Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, dalam kegiatan peninjauan Taman Gapura Muka Cakung yang berlokasi di Jalan Raya Bekasi, Kelurahan Cakung Barat, Kecamatan Cakung, Selasa (6/01/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur menyampaikan apresiasi atas pembangunan taman seluas sekitar 1.500 meter persegi yang berada di kawasan dengan arus lalu lintas padat.

Kehadiran taman tersebut dinilai mampu menghadirkan ruang terbuka hijau yang representatif sekaligus nyaman bagi masyarakat sekitar.

Peninjauan ini turut dihadiri Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) DKI Jakarta Fajar Sauri serta Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) DKI Jakarta Budi Awaluddin.

Gubernur Pramono menyebut, taman yang dibangun oleh Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur tersebut telah tertata dengan baik dan siap dimanfaatkan warga.

“Pagi ini saya senang melihat perkembangan taman ini. Saya sengaja melihat pohon tabebuya yang dulu saya tanam dan sekarang sudah tumbuh besar. Taman ini sudah dibuat dengan baik dan kini bisa dinikmati masyarakat. Inilah harapan kita bersama, menghadirkan ruang hijau publik di Jakarta,” ujar Pramono.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur bersama Wali Kota Munjirin juga menerima berbagai masukan dari warga terkait kebutuhan fasilitas tambahan, mengingat lokasi taman berada di tepi jalan utama dengan intensitas lalu lintas yang cukup tinggi.

Menindaklanjuti aspirasi tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana melengkapi taman dengan sejumlah fasilitas pendukung, seperti pelican crossing, penerangan, toilet umum, serta akses Wi-Fi gratis guna menunjang kenyamanan dan keamanan pengunjung.

“Biasanya kalau bertemu langsung dengan masyarakat pasti ada aspirasi. Ada tiga permintaan utama, yakni Wi-Fi, toilet, dan penerangan. Insyaallah akan kami penuhi.

Selain itu, akan dibuatkan pelican crossing agar masyarakat bisa menyeberang dengan aman,” tambahnya.

Selain itu, Gubernur juga menegaskan rencana pemasangan kamera pengawas (CCTV) di area taman sebagai langkah peningkatan keamanan, terutama karena taman tersebut banyak dimanfaatkan anak-anak untuk bermain.

“Saya juga mendapat informasi dari Kepala Dinas Kominfotik, nantinya di sini akan dipasang CCTV agar masyarakat merasa lebih aman dan nyaman,” imbuhnya.

Sementara itu, Kartika, warga Kecamatan Cakung, mengaku bersyukur dengan hadirnya Taman Gapura Muka Cakung. Menurutnya, taman tersebut menjadi solusi ruang bermain dan rekreasi bagi warga di tengah padatnya permukiman.

“Senang sekali, sekarang bisa mengajak anak bermain tanpa harus jauh dari rumah dan tetap bisa diawasi,” ujarnya.

Sumber : MIO Indonesia PD Jakarta Timur

Reporter :



Jakarta – JSNews

Forum Lintas Ormas (FLO) Provinsi DKI Jakarta hari ini (5/1) bersilaturahmi dengan Wakil Ketua MPR RI DR. H.M Hidayat Nur Wahid, MA di Ruang Pimpinan Rapat Nusantara 3 Komplek Parlemen Senayan Jakarta.
.
Kehadiran Ketua Umum FLO Provinsi DKI Jakarta Ir. H. Juaini Yusuf, MM beserta Dewan Pembina FLO Provinsi DKI Jakarta Hj. Fahira Idris yang di wakili Bang Musa Marasabessy dan Bang Muhammad Hamim dari Bang Japar, serta Perwakilan Kemendagri dan Para Pengurus FLO Provinsi DKI Jakarta diantaranya Bang M. Supriyadi Kembang Latar, Pak Haji Edi LDII, Jihan GANA, Yudistira Satkar Ulama, Bang Ngadio Senkom, Bang Jeremi Satria Banten, Mpok Bonet BPPKB Banten, Mpok Erna FPMM, dan lain-lainnya.
.
Kehadiran FLO Provinsi DKI Jakarta yaitu silaturahmi kebangsaan Ormas di Jakarta sekaligus meminta kesediaan Bapak Wakil Ketua MPR RI DR. H.M Hidayat Nur Wahid, MA untuk menjadi Dewan Pembina FLO Provinsi DKI Jakarta.
.
Alhamdulillah, DR. H.M Hidayat Nur Wahid, MA bersedia menjadi Dewan Pembina FLO Provinsi DKI Jakarta.
.
Kabar baik itu sampai kepada Ibu Fahira Idris yang juga Anggota DPD RI Dapil Provinsi DKI Jakarta.

“Alhamdulillah, hari ini saya bersyukur dan berbahagia kepada jajaran Pengurus FLO Provinsi DKI Jakarta, akhirnya Bapak Wakil Ketua MPR RI DR. H.M Hidayat Nur Wahid, MA berkenan bersama-sama membina di FLO Provinsi DKI Jakarta. Semoga langkah awal Tahun 2026 yang baik ini, membuat Ormas di Jakarta makin rukun, akur, solid untuk sama-sama membangun Jakarta. Sekali lagi, terima kasih dan selamat kepada Bapak Wakil Ketua MPR RI DR. H.M Hidayat Nur Wahid, MA, semoga sehat selalu dan dilancarkan semuanya. Aamiin”, ujar Fahira Idris dalam Keterangannya.

Penulis: Alam Masiri

JAKARTA TIMUR —JSNews

Tidak semua keputusan strategis lahir dari ruang rapat formal dengan agenda yang kaku. Pimpinan Pusat Media Independen Online (MIO) Indonesia memilih jalan lain: duduk bersama, mendengar, dan menimbang arah di tengah suasana silaturahmi yang cair.

Bertempat di Rumah Makan “Raja Sate dan Tengkleng Kepala Kambing Jawa Tulen” yang terletak di kawasan Cipayung, Jakarta Timur, MIO Indonesia menggelar pertemuan Dewan Kehormatan yang diprakarsai Ketua Umum MIO Indonesia, AYS Prayogie, bersama Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Industri Kreatif Indonesia (APIKI), Anto Suroto. Pertemuan ini menjadi ruang refleksi organisasi untuk membaca ulang tantangan dan menegaskan orientasi MIO Indonesia memasuki tahun 2026.

Dalam perbincangan yang berlangsung tanpa naskah baku itu, AYS Prayogie menegaskan bahwa tantangan media saat ini kian kompleks. Bukan semata soal kecepatan dan teknologi, melainkan soal keberanian menjaga integritas di tengah tekanan ekonomi, kompetisi algoritma, dan budaya viral.

“Media hari ini hidup di ruang yang bising. Semua orang ingin cepat dan viral. Dalam kondisi seperti ini, organisasi pers harus hadir sebagai penyangga nilai agar jurnalis dan medianya tidak kehilangan kompas,” ujar Prayogie.

Ia menekankan pentingnya peran MIO Indonesia sebagai rumah bersama bagi media daring—bukan hanya dalam aspek struktural, tetapi juga sebagai penopang moral dan profesionalisme.

“Kalau organisasi hanya sibuk mengurus struktur, ia akan rapuh. Tetapi jika ia kuat secara nilai, maka struktur akan mengikuti,” katanya.

Silaturahmi Dewan Kehormatan tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh lintas latar belakang, antara lain Anto Suroto, Prof. Budiharjo, Taufiq Rahman, Ir. Indra Setiawan, Mayjen TNI (Purn) Asep Kuswani, Pitra Romadoni Nasution, Prof. Ir. Ali Zum Mashar, Dr. Ir. Kun Wardana Abyoto, Brigjen Pol (Purn) Dr. Victor Pudjiadi, Ir. Agung Karang, Drs. Lasman Siahaan, Dr. Suherman Sadji, Hadi Purwanto, Jhon Jonas, Djoko Waluyo, Maylana T. Koentjoro, Arie Chandra, Donny Endrasanto, Irfan Januar, Andi Niwansyah, Herlina Butar Butar, Yasmin Rubaya, hingga Nicho Hezron.

Beragam pandangan mengemuka dalam diskusi. Mulai dari kegelisahan atas keberlangsungan media kecil dan menengah, keprihatinan terhadap menurunnya etika jurnalistik, hingga harapan agar organisasi pers mampu berdiri sebagai penyangga keadaban publik di tengah derasnya arus disinformasi.

Di penghujung pertemuan, Prayogie merangkum diskusi dengan penegasan arah ke depan. Menurutnya, tahun 2026 harus menjadi momentum konsolidasi internal MIO Indonesia.

“Kita mungkin tidak bisa menjanjikan kemewahan. Tetapi kita bisa menjanjikan arah yang jelas dan nilai yang dijaga,” ujarnya.

Dari meja silaturahmi yang sederhana itu, MIO Indonesia membaca masa depannya: melangkah pelan, berhati-hati, dan dengan kesadaran bahwa pers bukan sekadar soal berita hari ini, melainkan tentang kepercayaan publik yang dibangun dalam jangka panjang. (///)

Oleh : Meirsa Sawitri Hayyusari

Bandung –JSNews

Islam memandang kesehatan sebagai bagian penting dari kehidupan manusia yang tidak hanya terbatas pada kondisi fisik, tetapi juga mencakup keseimbangan mental, spiritual, sosial, dan intelektual. Konsep ini dinilai semakin relevan di tengah tantangan kesehatan modern yang kian kompleks, mulai dari penyakit degeneratif hingga meningkatnya gangguan kesehatan mental.

Dalam ajaran Islam, kesehatan merupakan hak asasi sekaligus amanah dari Allah SWT yang harus dijaga. Hal ini ditegaskan dalam berbagai sumber utama Islam, Al-Qur’an dan Hadis, yang menjadikan kesehatan sebagai fondasi utama bagi manusia dalam menjalankan perannya sebagai hamba dan khalifah di muka bumi.

Rasulullah SAW bahkan mengingatkan bahwa kesehatan adalah salah satu nikmat besar yang sering diabaikan. “Ada dua nikmat yang banyak manusia tertipu karenanya, yaitu kesehatan dan waktu luang” (HR. Bukhari). Hadis ini menunjukkan bahwa kesadaran akan pentingnya kesehatan sering kali baru muncul setelah nikmat tersebut hilang.

Sehat Tidak Sekadar Bebas Penyakit

Dalam perspektif Islam, sehat tidak hanya berarti terbebas dari penyakit. Secara etimologis, kata sehat dalam bahasa Arab bermakna baik dan berfungsinya seluruh anggota tubuh, sementara afiat diartikan sebagai perlindungan Allah dari berbagai keburukan. Dengan demikian, kesehatan mencakup berfungsinya seluruh potensi manusia sesuai tujuan penciptaannya.

Islam menempatkan kesehatan sebagai bagian dari tujuan utama syariat (maqāṣid al-syarī‘ah), khususnya dalam aspek hifẓ al-nafs atau menjaga jiwa. Jiwa dalam pandangan Islam mencakup aspek fisik, mental, dan sosial yang saling berkaitan.

Lima Dimensi Kesehatan dalam Islam

Konsep kesehatan Islam bersifat holistik dan mencakup lima dimensi utama. Pertama, dimensi fisik atau jasmani, yang menekankan pentingnya menjaga tubuh melalui konsumsi makanan halal dan thayyib, kebersihan, olahraga, serta istirahat yang cukup. Al-Qur’an melarang perilaku yang merusak tubuh, sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Baqarah ayat 195 yang melarang manusia menjatuhkan diri ke dalam kebinasaan.

Kedua, dimensi mental atau emosional. Islam mengajarkan pengelolaan emosi melalui doa, zikir, dan tawakal agar manusia mencapai ketenangan batin (nafs al-muṭma’innah). Praktik spiritual ini terbukti berperan besar dalam menjaga stabilitas psikologis.

Ketiga, dimensi spiritual, yang berkaitan dengan hubungan manusia dengan Allah SWT. Al-Qur’an menegaskan bahwa ketenangan hati hanya dapat diperoleh dengan mengingat Allah (QS. Ar-Ra‘d: 28). Kesehatan spiritual dipandang sebagai inti yang memengaruhi dimensi kesehatan lainnya.

Keempat, dimensi sosial. Islam memandang manusia sebagai makhluk sosial yang membutuhkan hubungan harmonis, empati, dan kepedulian terhadap sesama. Prinsip ukhuwah, tolong-menolong, dan keadilan sosial menjadi dasar terciptanya kesehatan sosial.

Kelima, dimensi intelektual. Islam menempatkan akal sebagai anugerah besar yang menjadi dasar pengambilan keputusan rasional dan etis, termasuk dalam menjaga kesehatan. Pemanfaatan akal secara benar mendorong pola hidup sehat yang ilmiah dan bertanggung jawab.

Relevansi di Era Modern

Di era modern, perubahan gaya hidup memicu berbagai masalah kesehatan, baik fisik maupun mental. Dalam kondisi ini, nilai-nilai Islam dinilai tetap relevan sebagai pedoman membangun pola hidup sehat yang seimbang. Islam menganjurkan moderasi dalam makan dan minum, sebagaimana ditegaskan dalam QS. Al-A‘raf ayat 31, serta pentingnya menjaga kebersihan sebagai bagian dari iman.

Selain itu, Islam juga menekankan keseimbangan antara aktivitas dan istirahat. Al-Qur’an menyebut malam sebagai waktu istirahat agar manusia dapat memulihkan tenaga dan menjaga kesehatan fisik serta mental (QS. An-Naba: 9–11).

Menjaga Kesehatan sebagai Bentuk Ibadah

Menjaga kesehatan dalam Islam bukan sekadar upaya individual, melainkan bagian dari ibadah dan bentuk syukur atas nikmat Allah SWT. Kesadaran ini diharapkan dapat dimulai dari diri sendiri, lalu diterapkan dalam keluarga dan masyarakat.

Dengan tubuh yang sehat dan jiwa yang tenang, manusia diharapkan mampu menjalankan perannya secara optimal serta berkontribusi dalam membangun masyarakat yang kuat, produktif, dan berkeadaban. Inilah makna sejati kesehatan dalam Islam—sehat yang menuntun manusia pada kebaikan di dunia dan kebahagiaan di akhirat.

Bandung -JSNews


Minggu, 4 Januari 2026
Nama Nike Ardilla masih menjadi bagian penting dalam sejarah musik dan budaya populer Indonesia. Meski telah wafat di usia yang sangat muda, penyanyi yang dijuluki “Ratu Rock Indonesia” ini tetap dikenang dan dicintai lintas generasi.
Nike Ardilla lahir dengan nama Raden Rara Nike Ratnadilla Kusnadi di Bandung, Jawa Barat, pada 27 Desember 1975. Bakat menyanyinya telah terlihat sejak usia dini. Pada usia 10 tahun, Nike mulai menorehkan prestasi dalam berbagai ajang festival musik tingkat daerah hingga nasional, yang kemudian membuka jalan menuju karier profesional di industri hiburan.
Karier Nike melejit setelah merilis album Seberkas Sinar pada tahun 1989. Puncak kesuksesannya diraih melalui album Bintang Kehidupan (1990) yang terjual hingga dua juta kopi, menjadikannya salah satu album terlaris sepanjang sejarah musik Indonesia. Sejak saat itu, Nike Ardilla dikenal luas sebagai ikon musik slow rock Tanah Air.
Tak hanya berkiprah di dunia musik, Nike juga aktif sebagai pemeran film, model, dan bintang iklan. Ia membintangi sejumlah film box office serta tampil di berbagai konser internasional, khususnya di Malaysia dan Singapura. Dalam waktu karier yang relatif singkat, Nike berhasil membangun popularitas dan fanatisme penggemar yang luar biasa.
Namun, perjalanan hidup sang legenda terhenti secara tragis. Pada 19 Maret 1995, Nike Ardilla meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di Jalan R.E. Martadinata, Bandung. Ia wafat di usia 19 tahun dan dimakamkan di TMP Cidudu, Imbanagara, Ciamis.
Meski telah berpulang, karya dan pengaruh Nike Ardilla tetap hidup. Setiap tahun, ribuan penggemar memperingati hari kelahiran dan wafatnya melalui ziarah, pemutaran lagu, serta berbagai kegiatan mengenang karya-karyanya. Nike Ardilla menjadi bukti bahwa sebuah karya yang lahir dari ketulusan mampu melampaui waktu dan menjadikan sang pencipta sebagai legenda abadi.

joSSer
(Wakil Pemimpin Redaksi)

Jakarta-JSNews



Jumat 02/01/2026 Yayasan Rumah Piatu Muslimin yang berdiri sejak tahun 1931, memasuki usia ke-95 tahun pada 2026. Peringatan ini menjadi momentum refleksi atas perjalanan panjang yayasan dalam menjalankan amanah sosial, khususnya dalam mengasuh, merawat, dan mendidik anak-anak yatim piatu, anak terlantar, serta anak-anak dengan disfungsi sosial keluarga dan disabilitas ganda.
Yayasan Rumah Piatu Muslimin berawal dari kepedulian lima perempuan pribumi yang mendirikan rumah pengasuhan di Jalan Kramat Raya No. 11, Jakarta Pusat. Sejak awal berdirinya, Rumah Piatu Muslimin tidak hanya menampung anak yatim piatu, tetapi juga anak-anak terlantar demi terbukanya masa depan yang lebih baik bagi mereka.
Berlokasi di kawasan Senen, Jakarta Pusat, bangunan Yayasan Rumah Piatu Muslimin memiliki arsitektur khas perpaduan klasik Eropa dan lokal
Lokasinya mudah dikenali karena berada diapit oleh deretan gerai nasi kapau yang telah tersohor, serta tidak jauh dari gedung bekas bioskop tua Grand Senen.
Selama hampir satu abad, Yayasan Rumah Piatu Muslimin konsisten menghadirkan layanan pengasuhan yang berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan dan keislaman. Seiring bertambahnya usia, yayasan menyadari bahwa tantangan dalam pelayanan sosial semakin kompleks, baik dari sisi kebutuhan anak asuh maupun dinamika sosial yang terus berkembang.
Cikal bakal pendirian yayasan ini diprakarsai oleh Siti Zahra Goenawan, seorang aktivis sosial dan tokoh pergerakan perempuan. Ia juga merupakan Ketua Perkumpulan Serikat Istri Jacatra yang beranggotakan kaum ibu, serta istri dari Romo Raden Goenawan. Keprihatinan Siti Zahra terhadap kondisi anak-anak bumiputera pada masa penjajahan yang hidup dalam kemiskinan dan keterlantaran menjadi dorongan utama lahirnya Rumah Piatu Muslimin.
Dalam peringatan usia ke-95 tahun ini, Ketua Yayasan Rumah Piatu Muslimin, Anggraeni Pratiwi, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas kepercayaan serta dukungan berkelanjutan dari para donatur, mitra sosial, dan relawan. Dukungan tersebut menjadi fondasi utama dalam menjaga keberlangsungan program serta meningkatkan kualitas layanan pengasuhan dan pendidikan.
Memasuki usia ke-95 tahun, Yayasan Rumah Piatu Muslimin menegaskan komitmennya untuk terus berbenah, memperkuat tata kelola lembaga, serta meningkatkan mutu layanan pengasuhan dan pendidikan demi memberikan perlindungan dan pendampingan terbaik bagi anak-anak yang membutuhkan.

joSSer
( Wakil Pimred )

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.