Jakarta —JSNews



Rabu, 17 Desember 2025

Ketua Umum Koalisi Muda Nusantara (KMN), Supardi, memberikan apresiasi kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) atas langkah cepat dan responsif dengan turun langsung ke lokasi terdampak banjir bandang di sejumlah wilayah Sumatra, yakni Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Supardi menilai kehadiran Polri di tengah masyarakat yang terdampak bencana merupakan bentuk nyata komitmen negara dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada rakyat. Ia secara khusus mengapresiasi langkah Kapolri yang terjun langsung ke Aceh Tamiang sambil membawa bantuan sosial bagi para korban.

“Ini adalah langkah konkret kepolisian dengan turun langsung ke masyarakat, sehingga dapat membantu meringankan beban warga di daerah terdampak bencana,” ujar Supardi.

Menurutnya, Polri telah menunjukkan peran strategis sebagai garda terdepan dalam situasi darurat. Kehadiran aparat di lokasi bencana bukan hanya membantu proses evakuasi dan distribusi bantuan, tetapi juga memberikan rasa aman dan dukungan moral bagi masyarakat.

“Polri adalah pahlawan di saat genting. Turun langsung ke lokasi terdampak banjir membuktikan komitmen kuat untuk terus membantu masyarakat yang membutuhkan,” lanjutnya.

Supardi juga menyampaikan harapan agar Polri terus menjaga kedekatan dengan masyarakat melalui pendekatan yang humanis, tanpa sekat, serta selalu hadir dalam setiap kondisi, baik saat aman maupun saat bencana.

“Keberanian dan kepedulian jajaran Kepolisian RI membuat kami bangga terhadap institusi Polri,” tutupnya.

joSSer
(Wakil Pimred )

banner 468x60

JSNEWS.COM || JAKARTA, 17 Desember 2025 –Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) DPW PROVINSI DKI Jakarta bersama SMAN 49 Jakarta menyelenggarakan acara penyuluhan anti Bullying dan Kekerasan dalam lingkungan Sekolah (PABK) dan penyuluhan tentang Radikalisme dalam lingkungan Sekolah di Era Digital yang bertujuan meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya keamanan dan harmoni di sekolah. Dengan menghadirkan narasumber yang berkompenten dari instasi terkait.

Bagian pertama penyuluhan berfokus pada anti-bullying dan kekerasan dalam sekolah dengan narasumber Mia Kusmiyati, SE, M.AP dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) DKI Jakarta. Dalam sesinya, Mia menjelaskan berbagai bentuk bullying yang sering terjadi di lingkungan sekolah, mulai dari kekerasan fisik, verbal, hingga cyberbullying. Dia juga memberikan panduan praktis kepada siswa tentang cara mengidentifikasi, mencegah, dan melaporkan kasus bullying kepada pihak sekolah atau otoritas yang berwenang.

“Kita harus menjadikan sekolah sebagai tempat yang aman dan nyaman bagi semua siswa, tanpa adanya ketakutan akan intimidasi atau kekerasan,” ujar Mia. Dia menambahkan bahwa peran setiap individu, baik siswa, guru, maupun orang tua,Komite Sekolah yg sangat penting dalam menciptakan budaya anti-bullying di sekolah.

Setelah sesi anti-bullying, acara dilanjutkan dengan penyuluhan tentang pencegahan redikalisme dalam lingkungan sekolah di era digital yang dibawakan oleh Anggota Komisi C yg juga sebagai Penasehat DPW GPIB PROVINSI DKI JAKARTA, Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta August Hamonangan, SH, MH. August menjelaskan bagaimana paham radikal dapat menyebar dengan cepat melalui media sosial dan platform digital lainnya, serta dampaknya terhadap keutuhan bangsa dan keharmonisan masyarakat.

“Di era digital ini, kita harus waspada terhadap penyebaran informasi yang salah dan paham yang berbahaya. Siswa harus dilatih untuk berpikir kritis dan mampu membedakan antara informasi yang benar dan salah,” kata August. Dia juga mengajak siswa untuk mempromosikan nilai-nilai toleransi, kebhinekaan, dan gotong royong di lingkungan sekolah dan masyarakat.

Kepala Sekolah SMAN 49 Jakarta Siswanto, S .Pd, menyampaikan terima kasih kepada GPIB DPW DKI Jakarta & Ketum DPP GPIB Ir.Agung Karang dan narasumber yang telah memberikan waktu dan pengetahuan mereka untuk acara ini. “Terima Kasih kepada Ketua Umum GPIB Ir.Agung Karang, kepada Ketua GPIB Jakarta Selatan, Kepada Pak August Hamonangan ,Ibu Mia Kusmiyati, SE, M.AP dan kepada Pak Dandy serta tim, yang sudah hadir, memberikan pencerahan kepada anak-anak kami, siswa SMA Negeri 49 Jakarta, berkait dengan sosialisasi anti-bullying dan tindakan kekerasan. Mudah-mudahan anak-anak setelah ini semuanya paham dan bisa menularkan informasinya kepada teman-temannya di sekolah, maupun di rumah, di lingkungan rumah. Karena namanya anti-bullying, namanya bullying bisa terjadi dimana saja, bukan hanya di sekolah, bahkan di lingkungan rumah pun saya yakin bisa saja terjadi,”ujarnya.

“Maka dengan informasi ini, mudah-mudahan anak-anak sekalian bisa saling sharing pencegahan terhadap kegiatan bullying dan juga tindakan kekerasan, bahwa kalian punya semangat untuk anti-bullying dan anti-tindakan kekerasan,”imbuh Kepala Sekolah SMAN 49 Jakarta Siswanto, S .Pd.

Maka dengan informasi ini, mudah-mudahan anak-anak sekalian bisa saling sharing pencegahan terhadap kegiatan bullying dan juga tindakan kekerasan, bahwa kalian punya semangat untuk anti-bullying dan anti-tindakan kekerasan. ujarnya.

Acara yang dihadiri oleh siswa dari Kelas X dan Kelas XI, serta para pengurus Gerakan Pendidikan Indonesia Baru antara lain Kepala Sekolah SMAN 49 Jakarta Siswanto, S .Pd, Ketua Umum GPIB Ir.Agung Karang, Ketua GPIB DPW DKI Jakarta Dandy Capryanto, SH, MH, Wakil Ketua DPW Sonya Simorangkir, Sekretaris DPW Nurhayati, Bendahara DPW Rahayu Desy Leni SE, Wakil Bendahara DPW Lina Herlina, OKK DPW Suhana, Ketua GPIB DPC Jakarta Selatan Karolina Wasni dan OKK DPC Jakarta Selatan Neneng Jayanti.

“Ya kegiatan ini sangat baik ya, saya support dan tentunya dari Pemprov DKI Jakarta, khususnya Dinas Pendidikan harus bisa mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila dan tentunya juga nilai-nilai kearifan lokal yang ada di DKI Jakarta, diajak yang namanya organisasi pendidikan, khususnya tadi yang disebutkan adalah Gerakan Pendidikan Indonesia Baru yang ada di DKI Jakarta. Ini bagus sekali acara ini dan kalaupun terkait nanti bagaimana pengembangan di sekolah-sekolah lain, saya sangat mendukung, bila perlu sesi-sesi ini tetap dilanjutkan, teman-teman GPIB juga tetap semangat, jangan khawatir kalau perlu nanti perlu penambahan anggaran untuk kegiatan-kegiatan ataupun hibah, saya siap untuk memperjuangkan di DPR DKI Jakarta,” tutur Anggota Komisi C dan Penasehat Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta August Hamonangan, SH, MH. Yang menjadi salah satu narasumber pada PABK di SMAN 49 Jakarta, Rabu, (17/12/2025).

“Tadi sudah disampaikan juga, ini penting jangan setelah ada kejadian baru yang namanya teman-teman ASN, Pemprov DKI Jakarta, khususnya Dinas Pendidikan baru kebakaran jenggot, baru sibuk. Langkah-langkah antisipasi pencegahan yang dilakukan oleh GPIB, Gerakan Pendidikan Indonesia Baru patut dicontoh dan patut didukung dan ini tentunya bisa menjadi ujung tombak untuk menyampaikan bahwa bibit-bibit radikalisme itu tidak jauh dari lingkungan sekolah, tidak jauh dari lingkungan adik-adik, siswa-siswi kita. Harus benar-benar kita tanamkan, mereka bisa memagari tentunya dengan pengertian-pengertian pemahaman yang kita berikan melalui penyeluruhan di sekolah-sekolah,”ucapnya.

Ditempat yang sama Ibu Mia Kusmiyati, SE, M.AP dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) DKI Jakarta mengatakan, “Gerakan Pendidikan Indonesia Baru bagus mengerjakan program-program ini, karena kami dari Pemprov DKI Jakarta tidak bisa menyentuh semua lapisan sekolah dan sekarang lagi maraknya kasus SMA 72 terkait bullying dan kami juga dari Pemprov DKI Jakarta, kami siap berkolaborasi ini dengan GPIB dan sukses lalu,”ucapnya.

Ketua Umum Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) Ir.Agung Karang setelah penyuluhan mengatakan, “Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada ketua DPW GPIB PROVINSI DKI JAKARTA Pak Dandy Capryanto, SH, MH, yang mana saat ini baru saja selesai melaksanakan penyuluhan anti bullying dan kekerasan, yang merupakan roadshow GPIB ke sekolah-sekolah yang ada di seluruh Jakarta, ini yang kedua kali sekolah yang kami kunjungi, sekolah yang pertama di SMA Negeri 53, kegiatan ini sampai bulan Februari kami keliling, Februari tahun depan, kami keliling roadshow, dimana mengharapkan agar terwujud suatu ahlak dan moral serta karakter daripada anak-anak Murid supaya berkarakter yang baik dan tidak mengadakan bullying maupun kekerasan,”beber Ir.Agung Karang Ketua Umum Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) ke awak media.

Sedangkan Dandy Capryanto, SH, MH, Ketua GPIB DPW DKI Jakarta ke awak media mejelaskan bahwa kegiatan yang kami sebutkan adalah penyuluhan anti bullying dan Kekerasan, ini sebenarnya atas dasar dari fenomena yang terjadi, Kita ketahui bersama di SMA 72 Jakarta kemarin dan hasil survei dan hasil penelitian salah satu yang paling penting adalah membuktikan diperlukannya ada penyuluhan-penyuluhan seperti ini, di beberapa sekolah dan hampir semua sekolah di DKI ataupun semua sekolah di Indonesia ini harus lebih berjalan dengan sistematik.

“Jadi artinya dari penyuluhan-penyuruhan seperti ini sebenarnya dari kejadian kemarin itu sebenarnya alarm, Alarm buat pemerintah bahwa ada sesuatu yang terjadi, yang mungkin barangkali pemerintah memerlukan lebih turun ke bawah, maka kami hadir kami organisasi GPIB untuk menjadi perpanjangan tangan melaksanakan kegiatan penyuluhan ini, jadi saya kira kami berterima kasih kepada Bapak
Anggota Dewan kami Bapak August tamu undangan dan terlebih khusus Bapak Ketua Umum, yang sudah mengorganisasi Gerakan Pendidikan Indonesia Baru ini dengan baik, supaya nanti kegiatan ini bisa terus konsisten kita laksanakan,”jelasnya.

Dia lebih lanjut menyampaikan, karena bullying itu sendiri ternyata tidak berdiri sendiri itu mungkin ada juga ada faktor-faktor lain, bisa juga karena ada pemahaman radikalisme, ekstrim kanan ataupun ada permasalahan ekonomi dan itu memang perlu didiskusikan antara sekolah komite sekolah dengan anak-anak itu sendiri.

“Jadi Kami hadir di sini sifatnya adalah untuk menjadi jembatan pemerintah dalam melaksanakan pencerahan tentang anti bullying ini bisa terserap oleh semua siswa-siswa dan masyarakat,”tandasnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat mencegah dan mengantisipasi terjadinya bullying serta tindakan kekerasan dalam lingkungan sekolah SMAN 49 Jakarta, Seperti Mottonya SMAN 49 harus punya karakter yang unggul dan juga akhlak yang mulia.

Yang berati SMAN 49 Jakarta Unggul dalam prestasi akademik maupun non akademik, tapi juga harus berakhlak yang mulia dan karakter yang baik.Sehingga kesuksesan akan didapatkan dunia maupun akhirat.

Acara tersebut diakhiri dengan penyerahan sertifikat dan piagam penghargaan kepada pihak Sekolah SMAN 49 Jakarta dan Para narasumber, acara dihadiri pula oleh ibu Aziza kasi SMP SMA, Ibu Yuni Kasatlak, ibu Ana kasubbag TU, Ibu Yuli wakil kepsek, ibu Carolina ketua DPC GPIB JKT Selatan.Acara diakhiri dengan sesi foto bersama.
 

Bogor – Komitmen PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk untuk terus berkontribusi dalam pembangunan masyarakat tidak hanya terbatas pada sektor perbankan. Melalui Kantor Cabang (BO) Cibinong, BRI menyalurkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berupa perbaikan fasilitas umum di Desa Tangkil, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor.

Program bertajuk “BRI Peduli TJSL Perbaikan Jalan Fasilitas Umum” ini menyasar area strategis di Wilayah RT 003 / RW 001 Desa Tangkil. Tak tanggung-tanggung, BRI mengucurkan anggaran sebesar Rp500 juta untuk melakukan pengaspalan jalan dengan total luas mencapai 2.200 m² (dimensi 400 meter x 5,5 meter).

Proses pengerjaan dilakukan secara intensif selama enam hari, terhitung sejak tanggal 5 hingga 10 Desember 2025. Kini, jalan yang sebelumnya mungkin mengalami kerusakan atau sulit dilalui, telah bertransformasi menjadi jalan aspal yang mulus dan layak guna.

Branch Office Head BRI BO Cibinong, Kurniawan Setyantoro, dalam keterangan resminya pada Rabu (17/12), menyatakan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya BRI untuk hadir di tengah masyarakat sebagai agen pembangunan.

“Kami menyadari bahwa infrastruktur jalan yang baik adalah urat nadi perekonomian desa. Dengan pengaspalan jalan di Desa Tangkil ini, kami berharap mobilitas warga menjadi lebih lancar, akses menuju fasilitas pendidikan dan kesehatan lebih mudah, serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di wilayah Citeureup,” ujar Kurniawan, Rabu (17/12).

Perubahan signifikan ini disambut baik oleh pemerintah desa setempat. Kepala Desa Tangkil, Fikiriana, menyampaikan apresiasi mendalam kepada BRI BO Cibinong atas perhatian dan bantuan nyata yang diberikan kepada warganya.

“Kami sangat berterima kasih kepada BRI. Program pengaspalan ini sangat berdampak positif bagi warga kami di RT 003 / RW 001. Sebelumnya, kondisi jalan mungkin menghambat aktivitas harian, namun sekarang warga bisa melintas dengan nyaman dan aman. Ini adalah kolaborasi yang luar biasa antara sektor perbankan dan pemerintah desa,” ungkap Fikiriana.
Langkah BRI BO Cibinong ini membuktikan bahwa kehadiran BUMN harus dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat sekitar. Melalui program TJSL yang terukur dan tepat sasaran, BRI terus memperkuat perannya dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam penyediaan infrastruktur yang berkualitas.

Dengan rampungnya pengaspalan jalan ini, Desa Tangkil kini memiliki wajah baru yang lebih modern, sekaligus meningkatkan kualitas hidup seluruh penghuninya.

Jakarta — Organisasi kepemudaan Madas Nusantara Muda (MADASNU Muda) menyoroti penyelenggaraan program D’Academy 7 (DA7) yang ditayangkan oleh Indosiar. Mereka menilai mekanisme penentuan peserta lolos hingga juara yang didominasi oleh sistem virtual gift telah menyimpang dari esensi ajang pencarian bakat.
(16/12/25).

Dalam rilis resminya, MADAS Nusantara Muda menyatakan keprihatinan atas praktik tersebut karena dinilai berpotensi merusak nilai keadilan, integritas kompetisi, serta kepercayaan publik, khususnya di kalangan generasi muda.

“Ajang pencarian bakat seharusnya menempatkan kemampuan dan kualitas peserta sebagai penentu utama, bukan kekuatan finansial penonton,” demikian pernyataan sikap MADAS Nusantara Muda, Jakarta, [tanggal rilis].

Menurut MADAS Nusantara Muda, dominasi virtual gift berisiko mengubah ruang ekspresi seni menjadi ruang transaksional. Kondisi ini juga dinilai tidak memberikan teladan yang sehat bagi generasi muda, karena seolah menormalisasi bahwa uang lebih menentukan daripada kompetensi.

Dinilai Berpotensi Langgar Regulasi
MADAS Nusantara Muda juga menyoroti adanya potensi persoalan dari sisi regulasi dan hukum. Mereka merujuk pada Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran yang menegaskan bahwa penyiaran harus berorientasi pada keadilan dan kepentingan publik.

Selain itu, Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) KPI juga disebut melarang konten yang dapat menyesatkan publik. Aspek perlindungan konsumen turut menjadi perhatian, mengingat transaksi virtual gift melibatkan dana masyarakat.

“Kondisi ini diperkuat dengan adanya teguran tertulis dari KPI terhadap program D’Academy 7, yang menunjukkan bahwa persoalan ini nyata dan telah menjadi perhatian regulator,” tegas MADAS Nusantara Muda.

Desak KPI dan Indosiar Bertindak
Atas kondisi tersebut, MADAS Nusantara Muda menyampaikan sejumlah tuntutan. Mereka mendesak Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk melakukan evaluasi mendalam dan terbuka terhadap program DA7.

Selain itu, MADAS Nusantara Muda meminta Indosiar melakukan koreksi mekanisme penilaian agar lebih adil dan proporsional, serta menuntut transparansi penuh terkait peran virtual gift dalam menentukan hasil kompetisi. Mereka juga mengajak publik agar lebih kritis dan sadar terhadap praktik penyiaran yang dinilai berpotensi eksploitatif.

Pernyataan Ketua Umum
Ketua Umum MADAS Nusantara Muda, Abd Kholiq, menegaskan bahwa organisasinya tidak menolak inovasi digital dalam dunia penyiaran. Namun, ia mengingatkan agar inovasi tersebut tidak mengorbankan nilai keadilan.

“Kami tidak menolak inovasi digital dalam dunia penyiaran. Namun ketika sebuah ajang pencarian bakat lebih ditentukan oleh virtual gift daripada kemampuan, maka yang dipertaruhkan bukan sekadar format acara, tetapi keadilan, etika, dan masa depan nilai yang dikonsumsi generasi muda,” ujar Abd Kholiq.

Ia menambahkan, penyiaran nasional tidak boleh memberikan pesan bahwa kemenangan ditentukan oleh modal, bukan kualitas. “Jika ini dibiarkan, maka industri hiburan sedang mengajarkan ketimpangan sebagai sesuatu yang wajar,” tegasnya.

Abd Kholiq menegaskan MADAS Nusantara Muda akan terus mengawal isu ini demi terwujudnya penyiaran nasional yang adil, mendidik, dan bermartabat.

Bekasi-JSNews (16/12/2025)


Di tengah hiruk-pikuk urbanisasi Bekasi yang tak kenal lelah, di mana gedung-gedung pencakar langit berdiri berdampingan dengan pabrik-pabrik raksasa, sebuah ritme berbeda masih bergema kuat, azan subuh yang menggema dari masjid-masjid kecil, suara murottal dari majelis taklim, dan barisan santri berjubah putih yang melangkah tegap menuju pengajian. Bekasi, kota penyangga Jakarta dengan pertumbuhan penduduk mencapai ribuan jiwa setiap tahun, menjadi saksi bagaimana industrialisasi pesat bertemu dengan keteguhan iman. Masyarakatnya yang heterogeny campuran migran dari berbagai daerah tetap mempertahankan napas religius melalui tradisi seperti tahlilan, maulid, dan marhabanan, di mana santri bukan sekadar pelajar agama, melainkan penjaga obor nilai keislaman di lautan modernitas.

Pesantren di Bekasi, dengan budaya santri yang kental akan kesederhanaan, disiplin, dan adab, menjadi benteng tak terlihat yang membentuk identitas budaya lokal. Saat santri berbaur dengan warga urban, nilai-nilai mereka meresap ke dalam kehidupan sehari-hari, dari pembinaan remaja di pinggir jalan hingga pengajian keliling di perumahan elit. Namun, di balik kontribusi strategis ini sebagai agen moral, kultural, dan sosial, peran santri sering terlupakan dalam diskursus akademik yang lebih sibuk membahas urbanisasi atau budaya Betawi. Penelitian ini hadir untuk mengungkap lapisan tersebut, menawarkan wawasan komprehensif tentang bagaimana santri tidak hanya bertahan, tapi justru memperkaya kain budaya Bekasi di era perubahan yang tak terelakkan.

Santri Sebagai Penguat Tradisi Keagamaan Masyarakat Bekasi
Hasil telaah literatur menunjukkan bahwa santri memiliki peran penting dalam menjaga tradisi keagamaan masyarakat Bekasi yang selama ini dikenal

dengan karakter religius dan dekat dengan tradisi Betawi-Islam. Kehadiran santri dari pesantren lokal maupun santri yang kembali ke rumah masing-masing memberikan kontribusi pada berbagai kegiatan keagamaan masyarakat, seperti pengajian rutin, tahlilan, majelis taklim, peringatan Maulid Nabi, dan marhabanan.
Budaya santri yang sarat nilai adab, kesederhanaan, serta kedisiplinan dalam ibadah menjadi teladan bagi lingkungan sekitar. Nilai-nilai tersebut membantu mempertahankan atmosfer religius di tengah kehidupan Bekasi yang semakin modern dan urban. Di beberapa wilayah Bekasi, santri juga berperan dalam menghidupkan tradisi membaca kitab kuning dan kegiatan pendidikan nonformal, sehingga tradisi intelektual keislaman tetap terpelihara.

Kesimpulan
Santri memiliki peran penting dalam membentuk budaya masyarakat Bekasi dengan membawa nilai-nilai religius, moral, dan tradisi pesantren ke dalam kehidupan sosial. Melalui keterlibatan dalam pengajian, pendidikan agama, kegiatan keagamaan lokal, serta keteladanan akhlak, santri turut menjaga identitas keislaman masyarakat di tengah arus urbanisasi yang pesat. Kehadiran mereka membantu mempertahankan tradisi keagamaan lokal dan memperkuat literasi keislaman di berbagai lapisan masyarakat.

Selain menjadi penjaga tradisi, santri juga berperan sebagai penghubung antara budaya lokal Bekasi dengan nilai-nilai Islam, sehingga tercipta harmoni antara adat setempat dan ajaran agama. Meskipun menghadapi tantangan modernisasi dan perubahan gaya hidup masyarakat, santri tetap memiliki peluang besar untuk beradaptasi melalui kegiatan sosial dan pemanfaatan media digital. Secara keseluruhan, budaya santri tetap relevan dan berpengaruh dalam menjaga karakter religius serta kesinambungan budaya masyarakat Bekasi.

Penulis:
Salma Aliya Munisa
Mahasiswa Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam
Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

Labschool-JSNews

Jakarta menggelar kegiatan Pentas Seni (Pensi) sebagai ajang kreativitas dan ekspresi siswa. Acara ini merupakan inisiatif pihak sekolah dan komite siswa, yang bertujuan memberikan ruang pengembangan bakat serta mempererat kebersamaan antarwarga sekolah.

Dalam kegiatan tersebut, Bank BRI Kebayoran Baru turut berpartisipasi mendukung pelaksanaan acara. Pimpinan Cabang Bank BRI Kebayoran Baru, Yoga Aditia Pratama, menyampaikan bahwa pihaknya hadir sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan positif yang diadakan Labschool Jakarta.

Yoga menambahkan bahwa acara ini juga menjadi kesempatan untuk mengenalkan layanan perbankan kepada pelajar, khususnya tabungan dan aplikasi BRImo. “Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan akuisisi rekening tabungan dan BRImo,” ujarnya.

BRI memiliki berbagai program dan promosi bagi segmen pelajar, seperti Tabungan BRI Simpel, yang dirancang untuk menumbuhkan budaya menabung sejak dini di kalangan siswa. Melalui program ini, diharapkan para pelajar dapat lebih mudah mengelola keuangan dan terbiasa menggunakan layanan digital.

“Semoga dengan kegiatan ini, penggunaan tabungan dan BRImo semakin meningkat serta memudahkan siswa-siswi dalam melakukan transaksi,” tambah Yoga.

Kegiatan Pensi tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh terkait, antara lain:

  • Bapak Sarwoko, M.M., Kepala Suku Dinas Pendidikan Jakarta Selatan
  • Prof. Dr. Totok Bintoro, M.Pd., Kepala BPS Labschool
  • Ibu Yulinda Asnita, Kepala SMP Labschool Kebayoran
  • Bapak Achmad Syarief, Camat Kebayoran Baru
  • Bapak Achmad Syarief, Lurah Kramat Pela
  • Bapak Yoga Aditia Pratama, Pimpinan Cabang BRI KC Kebayoran Baru

Pentas seni ini berlangsung meriah dan tidak hanya menjadi ruang kreativitas, tetapi juga sarana edukasi finansial bagi para pelajar yang hadir.

JSNews || Jakarta Utara – Dalam rangka memperingati Hari Ibu ke-97 Tahun 2025, Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XVI Kodim 0502/Jakarta Utara menggelar pertandingan bola voli Persit se-Nusantara secara daring, Selasa (16/12/2025). Kegiatan ini berlangsung di Daihatsu Center Sunter, Jakarta Utara.

Pertandingan bola voli daring tersebut diikuti oleh para pengurus dan anggota Persit Kartika Chandra Kirana jajaran Kodim 0502/Jakarta Utara sebagai bentuk partisipasi aktif dalam kegiatan serentak Persit di lingkungan TNI AD.

Hadir dalam kegiatan ini Ketua Persit KCK Cabang XVI Kodim 0502/JU Dr. Nina Mirantie Gredinand, para Ibu Danramil, pengurus cabang dan ranting Persit, serta anggota Persit Kodim 0502/Jakarta Utara.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pengarahan Ketua Persit KCK Cabang XVI, dilanjutkan pembukaan serentak melalui Zoom bersama jajaran Persit lainnya di seluruh Indonesia. Selanjutnya dilaksanakan pertandingan bola voli yang berlangsung dengan penuh semangat, kebersamaan, dan sportivitas.

Ketua Persit KCK Cabang XVI Kodim 0502/Jakarta Utara menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya sebagai ajang olahraga, tetapi juga sebagai sarana mempererat silaturahmi, soliditas, serta meningkatkan semangat kebersamaan antaranggota Persit.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin kekompakan dan kebersamaan yang semakin kuat di antara anggota Persit, sekaligus menjadi momentum memperingati peran penting ibu dalam keluarga dan masyarakat,” ujarnya.

Pertandingan ditutup dengan pembagian trofi dan penghargaan kepada para pemenang. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib, lancar, dan penuh kekeluargaan.

Dengan semangat Hari Ibu ke-97, Persit Kartika Chandra Kirana Kodim 0502/Jakarta Utara terus berkomitmen mendukung tugas suami serta berperan aktif dalam kegiatan sosial, organisasi, dan pembinaan keluarga prajurit.

JSNews || Jakarta, 16 Desember 2025 – Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB), Komite Sekolah, dan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMAN 11 Jakarta bekerja sama menggelar aksi bantuan kemanusiaan untuk korban banjir bandang di Provinsi Aceh, Sumatra Utara dan Sumatera Barat.

Aksi ini bertujuan memberikan dukungan langsung kepada warga yang terkena dampak bencana di Pulau Sumatera. Selama pengumpulan, siswa dan orang tua murid antusias berpartisipasi dengan menyumbangkan kebutuhan pokok seperti beras, mie instan, minyak goreng, dan pakaian layak pakai.

Bantuan yang digalakkan oleh GPIB tersebut, akan disalurkan melalui Koperasi Nahma Gayo Raya Cabang Bogor, lalu dikumpulkan bersama bantuan bantuan yang lain di Musara Gayo Jakarta, sebelum dikirim ke daerah terdampak melalui Bandara Halim Perdana Kusuma.

Penyerahan bantuan dilakukan di Posko Pray For Sumatera Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB), Komite Sekolah dan Osis di Kelurahan Penggilingan, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, pada Selasa (16/12/2025) siang.

Penyerahan bantuan tersebut dilakukan oleh Ketua GPIB DPC Jakarta Timur Muhammad Amin kepada Ketua Umum DPP GPIB Ir. Agung Karang, disaksikan oleh Departemen Sosial DPP GPIB Baginda
Doloksaribu, S.Ip. Selanjutnya, bantuan tersebut diterima oleh Miko Salman Gayo (Ketua Koperasi Nahma Gayo Raya Cabang Bogor) dan Abdullah BM sebagai (Anggota Koperasi Nahma Gayo Raya Cabang Bogor) untuk disalurkan.

“Hari ini tanggal 16 Desember tahun 2025 saya menyerahkan bantuan beras dan juga minyak goreng, serta Mie Instan serta pakaian-pakaian sekitar 1 ton lebih, kegiatannya kami beri nama GPIB Peduli terhadap korban banjir bandang di Sumatera, di mana dari semua sekolah-sekolah, yang pertama dari SMA 11 Jakarta Timur nanti berikutnya SMA 53 Jakarta Timur dan seterusnya dikoordinir oleh gerakan Pendidikan Indonesia Baru,”ujar Ketua Umum GPIB Ir.Agung Karang, ke awak media, Selasa, (16/12/2025).

Ditempat yang sama Muhammad Amin Ketua GPIB DPC Jakarta Timur juga menyampaikan, kebetulan saya juga sebagai Ketua Komite SMA 11 Jakarta Timur, makanya di bangun untuk kepedulian sosial dengan adanya Pray For Sumatera, menggalang seluruh bantuan untuk disalurkan ke korban banjir di tahun 2025 ini, yang sangat luar biasa parah.

“Kami ucapkan juga terima kasih kepada Kepala Sekolah Ibu Dra.Penina Sinambela dan juga pada orang tua siswa, maupun pengurus Komite, juga kami juga berharap hal-hal ini akan kita bangun kepekaan sosial bagi seluruh SMA, supaya agar mereka dilatih dari sejak dini untuk kepekaan sosialnya, untuk itu kami terima kasih kepada seluruh lapisan masyarakat yang juga peduli terhadap korban banjir Pray For Sumatera,”kata Muhammad Amin.

Ketua Koperasi Nahma Gayo Raya Cabang Bogor yang juga Wakil Ketua Musara Gayo Jakarta, Miko Salman Gayo di dampingi Abdullah BM sebagai Anggota Koperasi Nahma Gayo Raya Cabang Bogor menggucapkan terima kasih nya kepada Ketua Umum Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) Ir.Agung Karang, Ketua GPIB DPC Jakarta Timur Muhammad Amin dan Kepada Dapertemen Sosial DPP GPIB Baginda Dolok Saribu,S.Ip atas bantuan kemanusia tersebut.

“Barang donasi ini akan diserahkan ke Musara Gayo Jakarta lewat kantor Koperasi Nahma Gayo Raya Cabang Bogor, teknisnya kita dari sini membawa barangnya kita langsung menyerahkan ke gudang Musara Gayo Jakarta adanya di jalan Kini Gayo Jakarta Timur, dari situ nanti di proses semua, baik dari daerah lain juga di sana pengumpulannya, nanti dari sana kita langsung pengirimannya lewat Halim, langsung kita lewat pesawat terbang Hercules langsung ke Medan, dari Medan langsung ke Aceh, nanti di Aceh itu nanti didistribusikan lewat kita punya perwakilan juga di sana perwakilan di Aceh,”tutur Miko.

“Karena banyak tempat yang kena musibah, jadi sulit dan tidak terjangkau, banyak jembatan terputus, mungkin hari ini baru satu jembatan yang baru bisa masuk di daerah beren, yang lain akses banyak dari Kota Cane juga belum dikirim, ada akses ke Takengon dari Aceh Beren
Kabupaten, dari Lhokseumawe juga ada, nanti ada perwakilan di sana tetap pengiriman ini,”terangnya.

Baginda Doloksaribu, S.Ip dari Departemen Sosial DPP Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) ke awak media juga mengatakan kalau GPIB itu memang dari dulu selalu aktif setiap ada bencana.Waktu dulu saya jadi ketua DPW DKI Jakarta sering melakukan kegiatan sosial yaitu pada saat ada kebakaran di Kemayoran, Jadi kita kalau bagian sosial itu pasti lebih maju lagi, Jadi GPIB tetap maju.

“Menurut saya, Pak Amin juga dari DPC Jakarta Timur mudah-mudahan nanti berlanjut terus, kita nggak menginginkan adanya musibah, cuma kalau ada musibah kita harus jadi yang terdekat untuk melakukan kegiatan bantuan sosial,”pungkasnya.

Bantuan Kemanusian yang di pelopori oleh Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) ini diwacanakan akan berkelanjutan dan dalam waktu dekat akan berkoloborasi bersama SMAN 53 Jakarta Timur dalam membantu korban bencana banjir bandang di Pulau Sumatera tersebut.

JSNEWS – PAGAR ALAM – Tim sepak bola veteran kebanggaan Kabupaten Muara Enim, Muara Enim Legend, turut ambil bagian dalam memeriahkan turnamen sepak bola semi liga Kapolres Pagar Alam Cup U-42.Pembukaan turnamen bergengsi ini digelar meriah di Alun-Alun Selatan Kota Pagar Alam, Sabtu (13/12/2025).

Ajang ini menjadi wadah silaturahmi bagi para pecinta sepak bola usia 42 tahun ke atas, yang diikuti oleh enam tim tangguh dari berbagai daerah, yakni:

  • Old Star (Olstar) Pagar Alam A
  • Olstar Pagar Alam B
  • Olstar Tanjung Enim
  • Olstar Lahat
  • Olstar Empat Lawang
  • Muara Enim Legend

Jalannya Pertandingan
Perjuangan Muara Enim Legend di lapangan hijau berlangsung sengit meski hasil akhir belum berpihak. Pada laga perdana, Muara Enim Legend berhadapan dengan tuan rumah, Olstar Pagar Alam A. Pertandingan berjalan ketat dengan aksi saling balas serangan, namun Muara Enim Legend harus mengakui keunggulan lawan dengan skor tipis 2-3. Dua gol borongan Muara Enim Legend pada laga ini dicetak oleh Memey (Meycun).

Berlanjut ke laga kedua, Muara Enim Legend bertemu dengan tim kuat lainnya, Olstar Lahat. Pertandingan kembali berjalan seru dan berakhir dengan skor identik, yakni 2-3 untuk kemenangan Olstar Lahat. Gol balasan dari Muara Enim Legend masing-masing disumbangkan oleh Mas Kris (Kristanto) dan Abang Kris (Kristian).
Dengan hasil dua kali kekalahan tersebut, langkah Muara Enim Legend harus terhenti dan gagal melaju ke babak selanjutnya.
Semangat Pantang Menyerah
Meskipun belum berhasil membawa pulang trofi juara, semangat sportivitas tetap ditunjukkan oleh skuad Muara Enim Legend. Keikutsertaan dalam turnamen yang diinisiasi langsung oleh Kapolres Pagar Alam ini dinilai sebagai pengalaman berharga dan momen kebanggaan tersendiri bagi tim.

Koordinator Muara Enim Legend, Frans, pada media ini Senin (15/12/2025), menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan turnamen ini. Ia menegaskan bahwa kalah dan menang adalah hal biasa dalam pertandingan, namun semangat kebersamaan adalah yang utama.

“Walaupun belum meraih kemenangan, tim Muara Enim Legend merasa bangga dan senang bisa ikut serta dalam kegiatan positif yang diadakan langsung oleh Bapak Kapolres Pagar Alam,” ungkap Frans.

Ia juga menambahkan harapan bagi timnya untuk masa depan.

“Semoga ke depannya Muara Enim Legend dapat meraih kemenangan, terus berbenah, dan bisa membanggakan Kabupaten Muara Enim tercinta,” pungkasnya.

JAKARTA – Pemerintah menegaskan komitmen mempercepat pemulihan pascabencana di sejumlah wilayah Sumatera dengan menempatkan pembangunan hunian dan pemenuhan kebutuhan dasar warga sebagai agenda utama. Langkah ini menandai pergeseran fokus dari fase tanggap darurat menuju pemulihan yang terukur dan berkelanjutan, sejalan dengan arahan langsung Presiden.

Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajaran menteri agar pembangunan hunian sementara dan hunian tetap bagi warga terdampak segera dituntaskan. Arahan tersebut disampaikan dalam rapat bersama Kabinet Merah Putih di kediaman Hambalang, Bogor, setelah peninjauan langsung ke lokasi bencana.

“Pembangunan hunian sementara dan hunian tetap untuk seluruh warga terdampak bencana di Sumatera harus secepat mungkin selesai terbangun,” tegas Prabowo Subianto.

Arahan tersebut ditegaskan kembali oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya yang menyebutkan bahwa Presiden ingin penanganan berjalan paralel, tidak hanya membangun fisik hunian tetapi juga memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi.

“Presiden meminta agar pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi dipastikan terpenuhi secara menyeluruh,” ujar Teddy Indra Wijaya.

Dalam konteks lapangan, pemerintah menyiapkan tambahan alat berat, distribusi air bersih, hingga penyediaan toilet portabel, terutama di titik-titik dengan dampak terparah. Pendekatan ini dinilai penting agar aktivitas pemulihan tidak terhambat oleh persoalan logistik dan sanitasi.

Dari sisi teknis kebencanaan, Kepala BNPB Suharyanto menyampaikan bahwa pembangunan hunian sementara akan melibatkan unsur TNI dan Polri. Model hunian sementara tipe 36 disiapkan dengan anggaran sekitar Rp30 juta per unit dan ditargetkan rampung dalam enam bulan.

“Hunian sementara akan dibangun secara bertahap, sementara hunian tetap disiapkan dengan anggaran lebih besar agar warga dapat kembali hidup layak,” ujar Suharyanto.

Seiring itu, pemerintah juga menyiapkan skema relokasi bagi warga yang rumahnya tidak lagi memungkinkan untuk dihuni. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebutkan bahwa tanah negara akan digunakan sebagai lokasi relokasi yang telah diinventarisasi di berbagai daerah terdampak.

“Tanah-tanah negara yang tersedia akan dialokasikan sebagai titik relokasi bagi masyarakat terdampak,” kata Prasetyo Hadi.

Selain relokasi, proses rehabilitasi dan rekonstruksi rumah rusak juga tengah dihitung secara detail, mencakup kategori kerusakan berat, sedang, hingga ringan. Pemerintah telah menyetujui anggaran renovasi sebesar Rp60 juta per rumah, dengan penyesuaian terhadap kondisi ekonomi terkini.

“Anggaran perlu dihitung dengan memperhatikan kenaikan harga dan inflasi,” pungkas Presiden Prabowo Subianto.

Langkah-langkah tersebut mencerminkan upaya sistematis negara dalam memastikan pemulihan Sumatera berjalan cepat, terkoordinasi, dan berorientasi pada keberlanjutan kehidupan masyarakat terdampak.

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.