Jakarta, JSNews– Baru baru ini tim penyidik pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) Kejagung RI menetapkan Nadiem AM Eks Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia Periode Tahun 2019-2024 menjadi tersangka perkara dugaan tindak pidana korupsi pada Kementerian Pendidikan, Budaya, Riset dan Teknologi (kemendikbudristek) dalam program digitalisasi Pendidikan tahun 2019 sampai dengan tahun 2022.

Penetapan Tersangka Nadiem AM dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan alat bukti berupa saksi 120 orang, Ahli 4 orang, dokumen surat dan petunjuk, serta barang bukti yang diperoleh.

Menyoroti penetapan tersangka oleh Kejagung RI terhadap Nadiem AM sebagai Eks Mendikbud Ristek periode 2019-2024, Ketua Umum Advokat Negarawan Indonesia (ADNI) Dr (c) Eka Putra Zakran, SH, MH yang juga merupakan praktisi hukum senior asal Sumatra Utara memberikan apresiasi nya terhadap kinerja yang dilakukan oleh Kejagung RI tersebut.

“Pada kesempatan ini mengucapkan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kejaksaan Agung, Kejaksaan Agung Republik Indonesia yang telah berhasil menetapkan Nadiem Makarim sebagai tersangka, Selaku Ex-Menteri Pendidikan Republik Indonesia dalam kasus pengadaan laptop atau pengadaan Chromebook di lingkungan Kementerian Pendidikan Prodi sebelumnya yang telah merugikan keuangan negara diduga sekitar 1,9 triliun,”ujar Dr (c) Eka Putra Zakran, SH, MH yang akrab disapa Epza tersebut, pada awak media, Jumat, (05/09/2025).

Lebih lanjut Epza mengatakan dengan ada penetapan tersangka oleh Kejagung RI atas dugaan korupsi program digitalisasi Pendidikan tahun 2019 sampai dengan tahun 2022 berupa pengadaan laptop atau pengadaan Chromebook di lingkungan Kementerian Pendidikan tersebut, menunjukkan bahwa Kejaksaan Agung RI memang menerapkan perubahan paradigma penegakan hukum yang berfokus pada keadilan restoratif (restorative justice).

“Sehingga menunjukkan bahwa hukum bukan lagi tajam ke bawah, tumpul ke atas, tapi benar-benar equality before the law. Dalam rangka penegakan supremasi hukum dan keadilan menuju Indonesia adil makmur,” tutur Epza yang juga merupakan Wakil Ketua Muhammadiyah Medan Bidang Hukum, HAM, LHKP dan LBH-AP PDM Medan itu.

“Apresiasi yang setinggi-tingginya, Horas dari Medan Sumatera Utara, bangga kepada Kejaksaan Agung Republik Indonesia,
Horas, horas, horas, horas Salam keadilan, Semoga dengan ditetapkannya Nadiem Makarim sebagai tersangka, tentu tidak berhenti kiita harapkan agar tetap prosesnya ditelusuri, Sehingga pihak-pihak yang terlibat di dalamnya dari hulu ke hilir bisa diproses secara hukum, Berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku di Negara Republik Indonesia, Apresiasi yang tinggi Bangga kepada Jaksa Agung Republik Indonesia,” pungkasnya.

banner 468x60

Jakarta, JSNews – Salah satu praktisi hukum asal Sumatra Utara yang juga sebagai Ketua Umum DPP Advokat Negarawan Indonesia (ADNI) Dr (c) Eka Putra Zakran, SH, MH mengungkapkan keperhatiannya terhadap situasi kondisi yang sedang terjadi di tanah air belakangan ini terutama yang menyangkut institusi Kepolisian Republik Indonesia.

Seperti yang diketahui, Pada akhir akhir ini pemberitaan Nasional bahkan Internasional menyoroti soal demontrasi yang dilakukan oleh ribuan Mahasiswa dan Elemen Masyarakat yang memprotes kebijakan kebijakan dari DPR RI, yang salah satu kebijakannya tentang wacana kenaikan gaji dan tunjangan anggota DPR RI.

Aksi Demontrasi yang terjadi tersebut berujung timbulnya insiden terlindas nya salah satu driver ojek online Affan Kurniawan yang mengakibatkan meninggal dunia oleh mobil rantis milik Brimob, sehingga memicu kemarahan publik yang berakhir kericuhan yang hampir merata di beberapa provinsi di Indonesia.

Selain itu peristiwa, Kepolisian Republik Indonesia atau Polri juga disorot karena ada anggotanya yang dinilai terlalu arogan dan refensif dalam mengamankan para demonstran yang melakukan aksinya tersebut.

Menyikapi peristiwa yang terjadi di tanah air tersebut, Dr (c) Eka Putra Zakran, SH, MH atau yang akrab di sapa Epza sebagai Advokat senior dan Wakil Ketua Muhammadiyah Kota Medan Bidang Hukum, HAM, LHKP dan LBH AP PDM Kota Medan menyampaikan sudut pandangnya terhadap persoalan bangsa dan persoalan dinamika Nasional yang berkembang pekan-pekan terakhir terutama yang menyangkut dengan Kepolisian Republik Indonesia.

“Menyingkapi persoalan bangsa, persoalan dinamika Nasional yang berkembang pekan-pekan terakhir memang masih menyisakan sedikit banyak rasa amarah, sedikit banyak rasa keberatan, beberapa kebijakan-kebijakan Pemerintah, termasuk kebijakan DPR banyak yang dianggap memang tidak kurang tepat, itu memang yang sangat mendasar dan fundamental, hemat saya saat ini adalah pentingnya segera pergantian Kapolri, yang memang Internal Polri juga meninggalkan banyak-banyak masalah,”tutur Epza melalui rekaman video Whatsapp ke awak media, Kamis, (04/09/2025).

“Praktek praktek Internal rumah tangga mulai dari Kasus KN50 yang sudah pernah selesai, mengungkap fakta-fakta objektif sesungguhnya dalam pelakunya, Kemudian kasus polisi tembak Polisi dalam istilah kasus Sambo Duren 3, Kemudian yang teranyar, terbaru adalah kerusuhan aksi demonstrasi 26, 28, 29, sampai 30 yang memang meninggalkan luka yang mendalam dengan meninggalnya salah satu driver ojol yang terlindas, kemudian peristiwa insiden yang banyak meninggalkan kesan-kesan arogan dan tindakan-tindakan represif dari anggota Polri,”imbuhnya.

Lebih lanjut Epza mengatakan, bila kita flashback ke belakang pada era lima tahun terakhir, pergantian Panglima TNI saja sudah lebih dari dua kali, bahkan tiga kali dari Gatot Nurmantyo, Kemudian dari Hadi Tjahjanto, kemudian sekarang Panglima Agus Subiyanto, Sementara Kapolri tetap itu-itu saja, jadi sudah sangat cukup lama.

“Kemudian tidak terjadi reformasi secara total, tidak terjadi pembenahan-pembenahan, Khususnya terhadap perilaku-perilaku apartunis yang kita nilai memang masih jauh dari harapan, sangat arogan, masih belum humanis, Sementara tugas dan fungsinya adalah memberikan pelayanan, Pengayoman dan perlindungan, ini jauh panggang dari Api,”bebernya.

Ia Epza juga menyampaikan, bahwa yang kita lihat secara realitas di lapangan khususnya adalah menghadapi kerusuhan-kerusuhan dan aksi-aksi demonstrasi yang memang menyatakan pendapat, berkumpul, berserikat, menyatakan pendapat di depan umum yang sejatinya dilindungi oleh undang-undang, sebab itu memang perlu segera Bapak Presiden, Kita berharap sebagai rakyat ini, baik sebagai praktisi hukum, baik sebagai pribadi, Saya bermohon memang agar terjadi reformasi total di institusi aparat Kepolisian Republik Indonesia.

“Kita ingat bahwa pasukan Gerakan Reformasi 98, telah memberikan ruang sebenarnya, kepada polisi sebagai institusi yang tadinya adalah merupakan berada di bawah Institusi ABRI, kemudian pasca reformasi telah memiliki tugas dan fungsi masing-masing, Keluar dari Barak dengan catatan harapan kiranya polisinya menjadi pengayoman sipil, tindakan yang humanis, tidak militeristik, tapi faktanya kita lihat memang sampai sekarang harapan-harapan itu masih dalam Kapling angan-angan,’kata Epza.

Diakhir Video Dr (c) Eka Putra Zakran, SH, MH atau Epza tersebut juga mengatakan, jadi sebab itu memohon agar kiranya segeralah kita bersama-sama mendorong pergantian Kapolri, supaya ada energi baru, terbaru, Pemimpin baru yang memang mampu membenahi dan memperbaiki Institusi Polri agar lebih dicintai, disayangi publik, merasakan bahwa peran dan fungsi Polisi itu adalah sebagai Pelindung, Pengayoman dan Pelayan Masyarakat, itu sebenarnya harapan kita. Kemudian jauh dari ketimpangan agar keadilan merata, Sehingga Indonesia adil, makmur.

Jakarta –JSNews

Dalam rangka memperingati Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas), PT Pegadaian Kantor Wilayah VIII Jakarta 1 menggelar program spesial sebagai bentuk apresiasi kepada nasabah setia yang telah memberikan kepercayaan dan loyalitas selama ini.

Pada momen istimewa ini, seluruh jajaran Pegadaian Kanwil VIII Jakarta 1 turun langsung menyapa nasabah di berbagai outlet yang tersebar di wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Bekasi, Depok, dan Bogor. Kegiatan ini semakin semarak dengan pembagian emas gratis dan hadiah menarik bagi nasabah yang melakukan transaksi Tabungan Emas maupun layanan Pegadaian lainnya.

“Hari Pelanggan Nasional bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga wujud nyata komitmen kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya investasi yang aman dan menguntungkan. Melalui program ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk memanfaatkan Tabungan Emas Pegadaian sebagai pilihan investasi jangka panjang yang mudah dan terpercaya,” ujar Ahmad Zaenudin, Pemimpin Wilayah VIII Jakarta 1.

Selain emas gratis, Pegadaian juga menghadirkan promo spesial berupa voucher senilai Rp100.000 dan Rp50.000 bagi nasabah terpilih yang melakukan transaksi di Hari Pelanggan Nasional. Promo ini berlaku di seluruh outlet Pegadaian Kanwil VIII Jakarta 1 sepanjang perayaan Harpelnas.

Ahmad Zaenudin menambahkan bahwa emas merupakan salah satu instrumen investasi yang terbukti tangguh dalam menjaga nilai kekayaan, bahkan di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu.

“Emas adalah aset safe haven yang nilainya cenderung stabil, bahkan meningkat dari waktu ke waktu. Dengan Tabungan Emas Pegadaian, masyarakat bisa mulai berinvestasi emas dengan cara yang sangat mudah dan terjangkau, mulai dari nominal kecil, namun memiliki potensi keuntungan besar di masa depan,” jelasnya.

Dengan semangat #MengEmaskanIndonesia, Pegadaian Kanwil VIII Jakarta 1 berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan inovatif dan terpercaya, sejalan dengan transformasi digital perusahaan. Harapannya, masyarakat semakin termotivasi untuk mengelola keuangan dengan bijak, sekaligus memperkuat literasi keuangan melalui investasi emas.

Jakarta –JSNews

Jakarta – PT Pegadaian mengajak masyarakat untuk lebih bijak dan cerdas dalam merencanakan keuangan masa depan dengan memahami pentingnya menjaga nilai tabungan. Pasalnya, merencanakan masa depan tidak hanya tentang menabung apa dan kapan waktu yang tepat, tetapi juga tentang bagaimana melindungi nilai dari apa yang ditabung.

Sekretaris Perusahaan PT Pegadaian, Dwi Hadi Atmaka atau Aat menjelaskan bahwa menabung adalah sarana termudah untuk menjembatani pemenuhan kebutuhan di masa mendatang dengan menyisihkan sebagian uang sesuai kemampuan keuangan di masa sekarang. Selama ini masyarakat sudah terbiasa dengan menabung uang. Namun di sisi lain sudah ada juga pilihan untuk menabung emas. Terus apa bedanya menabung uang dan menabung emas?

“Menabung uang itu perlu, sedangkan menabung emas adalah harus. Menabung uang perlu untuk menjaga likuiditas dan memudahkan transaksi, sedangkan menabung emas adalah suatu keharusan (emas is a must). Mengapa? Karena emas sudah terbukti melindungi nilai uang dari inflasi, menjadi alat ukur biaya yang stabil, dan merupakan aset strategis untuk mewujudkan berbagai rencana di masa depan, seperti dana pendidikan, dana pensiun, atau bahkan ibadah haji,” ungkap Aat.

Sebagai salah satu instrumen investasi, emas memiliki karakteristik unik yang menjadikannya pilihan strategis untuk berbagai tujuan keuangan. Emas dikenal sebagai aset yang sangat tangguh sepanjang sejarah, mampu menjaga nilai kekayaannya, bahkan di tengah gejolak ekonomi.

Sifat-sifat utama emas yang menjadikannya investasi unggulan, di antaranya:
● Likuid: Emas setara dengan uang tunai, sangat mudah dicairkan atau diuangkan kapan saja diperlukan.
● Universal: Diterima di mana saja di seluruh dunia dan memiliki standar kadar yang diakui secara global.
● Fleksibel: Tersedia dalam berbagai bentuk portofolio, mulai dari emas batangan, perhiasan, hingga emas digital, memungkinkan investor memilih opsi yang paling sesuai dengan kebutuhan.

Dengan sifat-sifat ini, emas bukan hanya menjadi pelindung nilai, tetapi juga aset yang dapat diandalkan untuk mewujudkan rencana keuangan jangka panjang.

“Emas adalah salah satu aset yang safe haven. Nilai riilnya cenderung stabil bahkan meningkat di tengah gejolak ekonomi. Ini yang membedakan emas dengan uang. Melalui Tabungan Emas Pegadaian, kami memberikan solusi kepada masyarakat untuk bisa menabung emas dengan cara yang aman, proses mudah, dan tentunya terjangkau bagi semua kalangan,” jelasnya.

Tidak ada kata terlambat untuk menabung emas di Pegadaian. Masyarakat juga tidak perlu ragu dalam bertransaksi secara digital di Pegadaian karena emas yang dibeli oleh masyarakat stoknya sudah ada di Pegadaian. “Masyarakat juga tidak perlu khawatir karena Pegadaian menerapkan sistem 1:1 untuk layanan transaksi emas, dimana ketika ada permintaan transaksi Tabungan Emas, maka Pegadaian telah menyiapkan persediaan emas secara fisik sejumlah gram yang ditransaksikan,” tambah Aat.

Pegadaian berkomitmen untuk menjadi mitra terpercaya bagi masyarakat dalam perjalanan investasi mereka. Dengan Tabungan Emas, nasabah dapat memulai investasi emas mulai dari 0,01 gram atau setara dengan Rp 18 ribu-an saja. Nilai uang yang disetorkan akan terkonversi menjadi gramasi emas dan tersimpan dengan aman di Pegadaian. Masyarakat juga dapat dengan mudah memonitor saldo Tabungan Emas, melakukan Gadai Tabungan Emas saat butuh dana likuid, hingga memanfaatkan produk investasi Layanan Bank Emas Pegadaian, yaitu Deposito Emas melalui aplikasi Pegadaian Digital.

Melalui kemudahan ini, Pegadaian berharap dapat membantu lebih banyak masyarakat untuk memulai perencanaan keuangan yang lebih matang, memastikan bahwa setiap penghasilan dari kerja keras mereka tidak tergerus inflasi. Dengan Tabungan Emas Pegadaian, mewujudkan rencana keuangan masa depan menjadi lebih pasti.

Pemimpin Wilayah VIII Jakarta 1, Ahmad Zaenudin, menambahkan:
“Wilayah kerja kami mencakup Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Bekasi, Depok, dan Bogor yang merupakan pusat pertumbuhan ekonomi sekaligus kawasan dengan populasi produktif yang sangat besar. Potensi wilayah ini luar biasa untuk pengembangan Tabungan Emas karena masyarakat urban semakin sadar pentingnya investasi aman di era digital. Pegadaian siap hadir bukan hanya sebagai penyedia layanan keuangan, tetapi juga sebagai mitra terpercaya yang membantu masyarakat mewujudkan rencana masa depan mereka dengan lebih pasti.”

Bogor – JSNews

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, Komunitas Generasi Santuy (GS) menggelar kegiatan wisata religi sekaligus santunan untuk anak yatim. Acara ini berlangsung selama dua hari, yakni pada Sabtu hingga Minggu, 30–31 Agustus 2025, di Villa Silma, Desa Jogjogan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.

Pendiri Komunitas Generasi Santuy, Yanti, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan kali kedua digelar oleh komunitasnya sebagai bentuk kepedulian sosial dan ajang mempererat tali silaturahmi.

“Alhamdulillah, tahun ini kami kembali mengadakan wisata religi dan santunan kepada 60 anak yatim. Kami bersyukur karena seluruh anak yang hadir tampak bergembira. Semoga seluruh donatur diberikan kesehatan, umur panjang, kelancaran rezeki, serta dimudahkan segala urusannya,” ujar Yanti dalam keterangannya, Selasa (2/9/2025).

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada para donatur yang telah membantu menyukseskan acara ini. Beberapa di antaranya yakni H. Jamal, Ridwan, Teddy Yunirman, Saiful Akhyar, Dinda Alyssa, Meiky Sofyan, dan Conni Ivone, serta para donatur lainnya yang tidak bisa disebutkan satu per satu.

“Semoga segala titipan doa dari para donatur diijabah oleh Allah SWT. Semoga orang tua kita selalu diberi kesehatan, dan yang sedang sakit lekas diberikan kesembuhan. Aamiin ya Rabbal’alamin,” tuturnya.

Yanti berharap, kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan pada tahun-tahun mendatang, sebagai wujud kepedulian dan kebersamaan dalam membangun generasi yang peduli terhadap sesama.

Jakarta, JSNews – 2 September 2025 – Situasi di wilayah hukum Polda Metro Jaya saat ini terpantau aman dan kondusif. Di tengah kondisi tersebut, Polri menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat dengan menghadirkan program Gerakan Pangan Murah (GPM). Program ini menjadi langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan ketersediaan beras dengan harga terjangkau di tengah masyarakat.

Kegiatan GPM dilaksanakan secara nasional dan akan berlangsung hingga Desember 2025. Setiap harinya, Polri menargetkan distribusi sekitar 5 ton beras murah. Kehadiran program ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat yang terlihat berbondong-bondong memanfaatkan kesempatan tersebut.

Dirkrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Ade Safri Simanjuntak, S.H., M.H., menegaskan bahwa Polri ikut turun langsung untuk mengawasi jalannya distribusi.

“Polri hadir turun langsung memantau jalannya distribusi. Pengawasan ini bertujuan memastikan agar pelaksanaan GPM berjalan lancar, transparan, dan tepat sasaran. Dengan begitu, masyarakat benar-benar merasakan manfaat nyata dari program yang digagas Polri,” terang Ade Safri, Selasa (2/9/2025).

Selain menjaga keamanan dan ketertiban, Polri juga menyalurkan beras SPHP (Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan) dengan harga terjangkau. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari capaian distribusi beras SPHP yang baru mencapai 5,87 persen dari target Agustus 2025.

Kasubdit I Indag Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, AKBP Dr. Muh. Ardhila Amry, S.H., S.I.K., M.Si., yang turut hadir di lapangan, menegaskan bahwa program ini memperlihatkan kehadiran negara dalam menjamin kebutuhan pokok masyarakat.

“Dengan dukungan berbagai pihak, Polri ingin memberikan kepastian bahwa stok beras tersedia dengan harga yang terjangkau, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap isu kelangkaan maupun lonjakan harga,” jelas Ardhila.

Beras yang disediakan dalam program GPM dijual dengan harga Rp55 ribu per paket isi 5 kilogram atau setara Rp11 ribu per kilogram. Harga ini jauh lebih murah dibandingkan harga eceran tertinggi (HET) beras medium terbaru yang ditetapkan Badan Pangan Nasional sebesar Rp13.500 per kilogram.

Melalui program ini, Polri berharap dapat menekan harga di pasaran sekaligus membangun kepercayaan publik bahwa negara hadir melalui Polri dalam melindungi kepentingan rakyat.

“Kehadiran Polri bukan hanya sebatas penegakan hukum, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan dan stabilitas sosial,” tegas Ardhila.

Polri mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan (panic buying). Pasokan beras dipastikan aman, harga terkendali, dan distribusi berjalan secara berkelanjutan hingga akhir 2025. Polri juga menegaskan akan terus melakukan pemantauan intensif di lapangan bersama pihak terkait demi memastikan program ini memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

JAKARTA | JSNews

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) FWJ Indonesia turut prihatin dan berduka atas kondisi bangsa paska tragedi kerusuhan yang terjadi tanggal 28 hingga 31 Agustus 2025 lalu. Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum Forum Wartawan Jaya (FWJ) Indonesia Mustofa Hadi Karya atau yang biasa disapa Opan dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (2/9/2025).

Dia merilis kerusuhan yang terjadi itu menjadi perhatian publik. Opan menegaskan kerusuhan anarkis hingga mengarah pada kebrutalan massa dan berujung pada perusakan fasilitas umum, gedung legislatif, pemerintah sampai ke mako-mako kepolisian bukanlah sikap dan cara-cara budaya demokrasi bangsa Indonesia.

Melalui bidang kehumasannya, Opan menyampaikan agar segera dilakukan berbagai langkah dan bantuan dalam bentuk moril kepada seluruh keluarga FWJ Indonesia untuk turun membantu pembenahan sarana dan fasilitas umum, gedung pemerintah maupun mako-mako kepolisian yang rusak.

“Bismillahirohman nirohim, saya mewakili ketua umum dan selaku koordinator bidang kehumasan dewan pimpinan pusat FWJ Indonesia, Ferri Faisal Junivia atau Ferry Sang menyampaikan turut prihatin dan duka yang mendalam atas terjadinya peristiwa yang merenggut korban nyawa dan juga korban luka baik dari kalangan masyarakat, Pemerintah dan Aparat Penegak Hukum atas gejolak yang terjadi pada tanggal 28 – 31 Agustus 2025. “kata Ferry.

Lebih lanjut, dia menyebut Organisasi Pers nya akan selalu mendukung aspirasi dari rakyat yang hendak mengemukakan pendapat dan menolak adanya tindakan anarkis/kekerasan baik dari oknum masyarakat maupun oknum aparat penegak Hukum dalam aksi-aksi yang diatur undang undang dan konstitusi.

FWJ Indonesia menyerukan kepada semua kalangan baik dari masyarakat, Pemerintah dan APH saling menahan diri untuk tidak terpancing emosi dan bersama-sama memfilterlisasi hal-hal yang akan merusak tatanan bangsa.

“Mari kita sama-sama saling menjaga wilayah dari perusuh yang hendak memecah belah bangsa serta keutuhan NKRI. “Ujarnya.

Dengan ini kami dari FWJ Indonesia mengajak seluruh perwakilan tingkat Provinsi (DPD) maupun tingkat kota/kabupaten (Korwil) FWJ Indonesia yang tersebar diseluruh Indonesia untuk saling mendukung dan memberikan semangat moril kepada pihak Pemerintah, Legislatif dan kepolisian yang terdampak akibat kerusuhan yang terjadi untuk segera melakukan kegiatan baksos.

“Kegiatan itu diinisasi oleh ketua umum kami, dengan tujuan mulia agar fasilitas sarana dan prasarana yang rusak segera diperbaiki sehingga dapat digunakan kembali, mengingat pentingnya sentral pelayanan harus tetap berjalan sebagaimana mestinya. Negara tidak boleh kalah dengan perusuh dan ancaman yang merusak tatanan Republik Indonesia. “Pungkasnya[]

Jakarta Utara, JSNews– Komandan Kodim 0502/Jakarta Utara, Kolonel Inf Dony Gredinand, S.H., M.Tr.(Han)., M.I.Pol., menghadiri Rapat Koordinasi dan Silaturahmi Forum Komunikasi Pimpinan Kota (Forkopimko) Jakarta Utara bersama unsur masyarakat yang digelar di Kantor Walikota Jakarta Utara. Senin (01/09/2025).

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Walikota Jakarta Utara, Hendra Hidayat, S.IP., M.A., ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimko, perwakilan lembaga, tokoh masyarakat, serta unsur kewilayahan.

Turut hadir Panglima Kolinlamil diwakili Kolonel Laut Indra Joko Rerangin, Komandan Pasmar 1 diwakili Kolonel Mar. Aminudin, Korwil BIN Jakarta Utara Kolonel Arm Hendro Setiyadi, Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Erick Frendriz, S.I.K., M.Si., Kajari Jakarta Utara Dr. Syahrul Juaksha Subuki, S.H., M.H., Danyonarhanud 6/BAY Letkol Arh Mohammad Arifin, Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Dr. Martuasah H. Tobing, S.I.K., M.H., Tokoh masyarakat H. Sabri Saiman, Para asisten Sekko, kepala dinas/suku badan terkait, camat, lurah, Danramil, Kapolsek, Dewan Kota, Bhabinkamtibmas, Babinsa, perwakilan RW, LMK, FKDM, MUI, DMI, PGI, serta komunitas masyarakat seperti URC Ojol Jakarta Utara.

Acara ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat sinergi, komunikasi, dan kebersamaan antara Forkopimko dengan masyarakat. Melalui koordinasi yang baik, diharapkan tercipta keselarasan langkah dalam mendukung pembangunan, memperkokoh persatuan, serta menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Jakarta Utara.

Komitmen bersama yang terbangun dari kegiatan ini menjadi pondasi penting dalam mewujudkan Jakarta Utara yang aman, tertib, dan sejahtera.

Jakarta, JSNews – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Polwan ke-77 Tahun 2025, personel Polwan Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya menggelar kegiatan kurve serentak di sejumlah Pos Polisi Lalu Lintas yang mengalami kerusakan pasca aksi demonstrasi.

Kegiatan ini berlangsung pada Senin (1/9/2025) sore dan dipimpin Kabag Renmin Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Retno Satuti, S.H. Adapun titik lokasi kurve meliputi Pos Polisi Semanggi Atas, Pos Polisi Palmerah (TL Slipi), Pos Polisi Unit Wilayah Kramat Jati, Pos Polisi TL Pancoran, Pos Polisi Mall Nusantara Semanggi, serta Pos Polisi TL Permai, Jl. Yos Sudarso, Jakarta Utara.

Yang menarik, aksi bersih-bersih ini tidak hanya dilakukan oleh Polwan, tetapi juga melibatkan kelompok mahasiswa dan petugas PPSU. Kolaborasi tersebut menciptakan suasana kebersamaan dan semangat gotong royong dalam memperbaiki fasilitas umum yang sempat terdampak kerusuhan.

AKBP Retno Satuti, S.H. menjelaskan kegiatan kurve ini menjadi simbol sinergi antara Polri, mahasiswa, dan masyarakat. “Melalui kerja sama ini kami ingin menegaskan bahwa Polwan hadir untuk masyarakat, bukan hanya dalam tugas lalu lintas, tetapi juga dalam menjaga lingkungan dan membangun hubungan baik dengan berbagai elemen,” ujarnya.

Pihak Ditlantas Polda Metro Jaya juga menghimbau kepada masyarakat agar tetap menjaga ketertiban saat menyampaikan aspirasi di jalan serta tidak merusak fasilitas publik. “Pos polisi dan sarana lalu lintas adalah milik bersama. Mari kita rawat demi mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas),” tambahnya.

Kegiatan kurve bersama mahasiswa ini menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi Polwan ke-77 Tahun 2025, yang mengusung semangat pengabdian, pelayanan, dan kebersamaan demi terciptanya situasi aman dan kondusif di ibu kota.

Jakarta, JSNews – Polda Metro Jaya bersama sejumlah organisasi masyarakat (ormas) menggelar patroli skala besar di wilayah Ibu Kota pada Senin (1/9/2025). Patroli ini digelar sebagai upaya menjaga situasi Jakarta tetap kondusif pasca aksi unjuk rasa yang sempat berujung anarkis.

Kombes pol I Ketut Gede Wijatmika sebagai Karoops Pmj menjelaskan kegiatan ini bertujuan memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat.

“Tujuan kita tidak lain adalah menjaga keamanan dan kenyamanan di Jakarta. Harapannya warga bisa kembali beraktivitas normal tanpa gangguan,” ujarnya.

Ia menambahkan, keamanan adalah tanggung jawab bersama. “Terima kasih kepada semua pihak yang ikut membantu. Keamanan bukan hanya tugas aparat, tapi juga seluruh elemen masyarakat,” tambahnya.

Patroli skala besar ini melibatkan sekitar 350 personel dari berbagai fungsi kepolisian yang dibagi menjadi dua tim dengan rute berbeda:

Tim 1 (Jakarta Utara, Jakarta Timur, Jakarta Pusat): Polda Metro Jaya – Cawang – arah utara – Pelabuhan – Gunung Sahari – Matraman – Pramuka – Galunggung – kembali ke Polda Metro Jaya.

Tim 2 (Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan): Polda Metro Jaya – Kuningan – depan Kwitang – Polsek Senen – Polsek Cempaka Putih – Yos Sudarso – Cawang – kembali ke Polda Metro Jaya.

Dalam kegiatan ini, sejumlah ormas turut bergabung, di antaranya KBPPP (Keluarga Besar Putra Putri Polri), Laskar Merah Putih, BPPKB Banten, dan Forkabi Betawi.

Perwakilan ormas menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bentuk komitmen menjaga Jakarta tetap aman.
“Patroli ini kami lakukan bersama Polda Metro Jaya untuk menciptakan rasa aman bagi masyarakat. Kami semua ormas di Jakarta sepakat membantu aparat menjaga ketertiban dan keamanan,” kata salah satu perwakilan ormas.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi menegaskan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga kondusifitas Ibu Kota.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga Jakarta tetap aman dan damai. Jangan mudah terprovokasi, jangan ikut dalam aksi anarkis, dan jauhi narkoba. Sampaikan aspirasi dengan cara yang benar, sesuai aturan hukum,” imbaunya.

Ade Ary juga menekankan peran orang tua dalam mengawasi anak-anak. “Kami berharap para orang tua turut mengingatkan dan mengawasi putra-putrinya agar tidak terjerumus ke dalam hal-hal negatif yang dapat merugikan masa depan mereka,” ujarnya.

Polda Metro Jaya memastikan akan terus bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan. “Mari kita jaga Jakarta bersama-sama. Polisi hadir untuk melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat. Dengan dukungan semua pihak, Jakarta akan tetap kondusif,” pungkasnya.

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.