Jakarta Timur, JSNews – Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-77 Polisi Wanita (Polwan), jajaran Polwan Polda Metro Jaya bersama Polwan Polres Metro Jakarta Timur melaksanakan kegiatan bhakti sosial di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 1, Jakarta Timur, Rabu (27/8/2025).

Kegiatan dimulai sejak pukul 08.00 WIB dan dihadiri oleh Kabag Renmin Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Retno Satuti, S.H., Kabag SDM Polres Metro Jakarta Timur Kompol Suparmi, S.H., serta Wakapolsek Pasar Rebo AKP Nurhayati, S.H.

Acara berlangsung tertib dengan rangkaian kegiatan meliputi sambutan, doa bersama, penyerahan bantuan secara simbolis, penampilan seni angklung dari penghuni panti, hingga sesi foto bersama. Suasana penuh kekeluargaan terlihat saat Polwan berinteraksi dengan para lansia.

Kompol Suparmi, S.H. menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar perayaan, melainkan bentuk kepedulian Polwan kepada masyarakat, khususnya para lansia.

“Bhakti sosial ini menjadi momentum bagi kami untuk berbagi kasih dan perhatian kepada orang tua kita di panti sosial. Semoga kegiatan ini memberi manfaat sekaligus mempererat hubungan Polwan dengan masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, AKBP Retno Satuti, S.H. juga menyampaikan apresiasinya terhadap partisipasi Polwan dalam kegiatan sosial.

“Hari Jadi ke-77 Polwan ini kami maknai dengan tindakan nyata yang bermanfaat langsung bagi masyarakat. Semoga Polwan selalu hadir dengan semangat pengabdian, humanis, dan penuh kepedulian,” ucapnya.

Kegiatan bhakti sosial ini diharapkan dapat terus memperkuat citra Polwan sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang tidak hanya bertugas di lapangan, tetapi juga hadir memberi perhatian dan kepedulian sosial.

banner 468x60

Jakarta, JSNews – Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni memberikan apresiasi terhadap kinerja Polri dan TNI dalam mengamankan aksi demonstrasi pada 25 Agustus 2025 lalu di sekitar Gedung DPR. Ia mengatakan Polri dan TNI tidak terpancing kericuhan sehingga situasi tetap berjalan aman dan lancar.

“Saya apresiasi untuk seluruh personel TNI-Polri yang kemarin mengawal demo kawan-kawan di DPR Senayan. Sampai sore hari, demo terpantau berjalan dengan aman dan lancar,” ujar Wakil Ketua Sahroni, Rabu (27/8/2025).

Ia menyebut Polri dan TNI tetap humanis dalam mengamankan aksi demonstrasi. Ia juga memberikan apresiasi kepada para pendemo yang berunjuk rasa dengan tertib.

“Ini menunjukkan bahwa aparat kita bisa tegas sekaligus humanis dalam mengamankan ruang kebebasan berpendapat. saya juga apresiasi para pendemo yang telah menyampaikan aspirasinya dengan tertib. Ini menunjukkan bahwa kita berhasil menjalankan kehidupan demokrasi yang sesuai dengan aturan,” terang Wakil Ketua Sahroni.

Lebih lanjut, ia memahami ada kericuhan yang juga sempat terjadi pada demonstrasi dua hari yang lalu. Namun, menurutnya, aparat tidak terpancing kericuhan yang terjadi.

“Sementara bagi yang kemarin masih kurang tertib, saya harap ke depannya bisa lebih tertib lagi. Memang tak bisa dihindari, pasti ada saja sedikit gesekan yang dipicu oleh provokator. Untungnya aparat tidak terpancing. Justru yang ditunjukkan adalah sikap tegas tapi tetap terukur, sesuai SOP. Kerja-kerja humanis seperti inilah yang kita harapkan dari aparat,” ujar Wakil Ketua Sahroni.

Jakarta, JSNews – Polda Metro Jaya siap menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) Polri mulai Rabu (27/8/2025) hingga Desember 2025 mendatang. Program ini merupakan bagian dari upaya Polri bersama pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat melalui penyaluran beras SPHP (Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan) dengan harga terjangkau.

Kegiatan akan dilaksanakan setiap hari Senin sampai Jumat pukul 08.00–16.00 WIB di Lapangan Presisi Polda Metro Jaya, dan juga serentak di seluruh Polres serta Polsek jajaran Polda Metro Jaya.

Dirreskrimsus Polda Metro Jaya sekaligus Kasatgas Pangan Daerah, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak, mengatakan kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari capaian distribusi beras SPHP yang baru mencapai 5,87% dari target Agustus 2025.

“Melalui Gerakan Pangan Murah, Polri hadir untuk memperluas jangkauan distribusi beras, menekan disparitas harga, menjaga daya beli masyarakat, serta memberikan akses langsung bagi masyarakat terhadap beras dengan harga lebih terjangkau. Target kami menyalurkan 5 ton beras setiap hari atau sekitar 5.000 kg dengan sasaran 500 pembeli,” ujar Kombes Ade Safri.

Dalam program ini, beras SPHP dijual kepada masyarakat sebesar Rp 55 ribu per pack (5 kg) atau setara Rp 11 ribu per kg. Harga ini lebih murah dibandingkan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras medium terbaru sebesar Rp 13.500 per kg sesuai keputusan Badan Pangan Nasional.

“Artinya, masyarakat bisa menghemat Rp 2.500 per kg. Jika membeli dua pack beras atau 10 kg, warga bisa menghemat hingga Rp 25 ribu,” tambah Ade Safri.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi menegaskan bahwa gerakan ini adalah bukti nyata kepedulian Polri dalam mendukung stabilitas harga pangan dan pengendalian inflasi, khususnya harga beras.

“Program Gerakan Pangan Murah ini akan berlangsung masif di seluruh jajaran Polda Metro Jaya, dari tingkat Polda, Polres hingga Polsek. Polri ingin memastikan masyarakat dapat membeli beras dengan harga yang stabil dan terjangkau, sekaligus menjaga ketersediaan pangan di pasaran,” jelas Kombes Ade Ary.

Ia menambahkan, publikasi kegiatan ini juga akan digencarkan melalui media massa, media online, hingga media sosial dengan melibatkan publik figur untuk menjangkau masyarakat lebih luas.

Dengan adanya program Gerakan Pangan Murah ini, Polda Metro Jaya berharap masyarakat semakin terbantu dalam memenuhi kebutuhan pokok, terutama beras, di tengah situasi harga pangan yang dinamis.

Jakarta, JSNews – Direktorat Binmas Polda Metro Jaya bersama Bulog menggelar Gerakan Pangan Murah untuk masyarakat di kawasan Matraman, Jakarta Timur, Selasa (26/8/2025). Kegiatan ini merupakan wujud sinergitas Polri dengan Bulog dalam rangka menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, khususnya beras.

Acara yang berlangsung di Jl. Pisangan Baru II, Matraman ini juga melibatkan Ormas Laskar Merah Putih Mada DKI Jakarta yang dipimpin H. Agus Salim. Kehadiran ormas tersebut turut mendukung kelancaran kegiatan sehingga masyarakat dapat memperoleh beras dengan harga lebih terjangkau.

Turut hadir dalam kegiatan ini antara lain Kasubditbinpolmas Ditbinmas Polda Metro Jaya AKBP Jajang Hasan Basri, S.Ag., M.Si., Ketua Ormas Laskar Merah Putih DKI Jakarta H. Agus Salim, anggota Ormas Laskar Merah Putih, serta anggota Subditbinpolmas Ditbinmas Polda Metro Jaya: AKP Tiora, IPDA Sigit, Bripka Bobby, Brigpol Wastu, dan Bripda Iqbal.

Dirbinmas Polda Metro Jaya, Kombes Harri Muharram Firmansyah, menyampaikan bahwa gerakan pangan murah ini merupakan langkah nyata kepolisian untuk hadir di tengah masyarakat.

“Polri melalui Polda Metro Jaya berkomitmen untuk selalu berada di barisan depan dalam menjaga stabilitas pangan. Dengan adanya gerakan pangan murah ini, kami berharap masyarakat bisa terbantu, sekaligus memastikan ketersediaan beras tetap aman dan harganya terkendali,” ujar Kombes Harri.

Dalam kegiatan tersebut, beras yang disediakan berhasil terjual sebanyak 3 ton (3.000 kg). Seluruh rangkaian acara berjalan tertib dan lancar berkat dukungan personel Ditbinmas dan ormas yang terlibat.

Kombes Harri menambahkan, kegiatan semacam ini akan terus digalakkan dengan melibatkan berbagai pihak agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.

“Sinergi dengan Bulog dan elemen masyarakat menjadi kunci keberhasilan menjaga stabilitas pangan. Kami ingin masyarakat merasakan kehadiran negara secara nyata dalam mengatasi persoalan harga kebutuhan pokok,” pungkasnya.

Jakarta, JSNews — Kekerasan terhadap jurnalis kembali menyorot celah kelemahan dalam demokrasi Indonesia. Bayu Pratama, jurnalis foto Antara, menjadi korban pemukulan aparat ketika sedang meliput kericuhan di depan Gedung MPR/DPR, Senin (25/8/2025). Korban tak hanya mengalami luka di kepala dan tangan, tetapi kameranya pun rusak akibat serangan itu.

Bayu jelas mengenakan atribut liputan—helm bertuliskan “Antara”, kartu identitas, serta membawa dua kamera. Namun, saat menyaksikan penyiksaan terhadap warga, ia justru ikut menjadi sasaran pukulan meski berada di barisan polisi. “Saya sudah berdiri di balik barisan untuk merasa lebih aman… tapi tetap dipukul,” ujarnya.

Teguran Tegas dari MIO Indonesia dan IPJI

Menanggapi kejadian ini, MIO Indonesia menilai tindakan kekerasan terhadap jurnalis sebagai pelanggaran serius terhadap kebebasan pers. Ketua Umum AYS Prayogie, SH menegaskan:

“Jurnalis bekerja untuk publik. Tugas mereka dilindungi undang-undang. Kekerasan seperti ini tidak boleh dibiarkan dan harus diproses secara hukum.”

Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI) DKI Jakarta juga mendesak langkah konkret dari Polri. Ketua IPJI DKI, Herry Sulaeman, SH menyampaikan:

“Permintaan maaf saja tidak cukup. Harus ada tindakan nyata agar kejadian serupa tidak terulang. Jurnalis harus dilindungi penuh saat bertugas.”

Mabes Polri menanggapi insiden tersebut dengan instruksi tegas kepada seluruh jajaran, dari polda hingga polsek, untuk menjamin keselamatan jurnalis. Brigjen (Pol) Trunoyudo Wisnu Andiko menyatakan bahwa media merupakan mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada publik, sehingga aparat harus memprioritaskan perlindungan terhadap jurnalis.

Kapolda Metro Jaya, Irjen (Pol) Asep Edi Suheri, melalui Kabid Humas Kombes Ade Ary, turut menyampaikan permohonan maaf dan memastikan bahwa Propam Polda Metro Jaya telah diperintahkan untuk menindak tegas oknum yang melakukan kekerasan tersebut.

UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers menjadi payung hukum kuat untuk perlindungan jurnalis:

Pasal 8: “Dalam melaksanakan profesinya wartawan mendapat perlindungan hukum.”

Pasal 18: Menyatakan bahwa setiap pihak yang dengan sengaja menghalangi atau mengganggu pelaksanaan tugas jurnalistik dapat dikenai pidana penjara maksimal 2 tahun atau denda hingga Rp 500 juta

Ini mempertegas bahwa kekerasan terhadap jurnalis bukan hanya pelanggaran etika, melainkan tindak pidana yang wajib ditindaklanjuti aparat hukum.

Merujuk Data AJI — Gambaran Kekerasan yang Mengerikan

Sepanjang 2024, AJI mencatat 73 kasus kekerasan terhadap jurnalis di Indonesia ([AJI][1], [Serat][2]). Bentuk kekerasan beragam:

Kekerasan fisik: 20
Teror dan intimidasi: 14
Pelarangan liputan: 9
Ancaman: 9
Serangan digital: 6
Perusakan alat / penghapusan data: 5
Kekerasan berbasis gender, pemanggilan klarifikasi, penuntutan hukum, hingga pembunuhan turut tercatat ([Serat][2]).

Pelaku dominan dari aparat:

  • Polisi: 19 kasus
  • TNI: 11
  • Warga/ormas: 11 ([Serat][2], [Dataloka.id][3]).

Awal 2025, hingga 3 Mei saja sudah 38 kasus kekerasan dicatat AJI, dengan 14 kasus di Maret, 8 di April, dan 2 tambahan pada dua hari pertama Mei ([IndoBisnis][4], [presmedia.id][5]). Survei terhadap 2.020 jurnalis menunjukkan 75,1 % pernah mengalami kekerasan secara fisik maupun digital ([Publica News][6], [presmedia.id][5]).

Tiga bulan pertama 2025 mencatat 22 kasus teror dan kekerasan terhadap jurnalis, atau hampir satu insiden terjadi setiap tiga hari ([CNN Indonesia][7], [AFU.ID][8]).

ANGKA-angka ini menggambarkan betapa rapuhnya perlindungan terhadap jurnalis dan betapa jauh dari janji demokrasi yang seharusnya menjamin kebebasan pers. Budaya impunitas pun makin mengakar—pelaku jarang diusut tuntas, dan vonis yang dijatuhkan umumnya ringan.

AJI memperingatkan bahwa kondisi ini dapat memicu self-censorship di kalangan media, menurunkan kualitas jurnalistik, dan melemahkan demokrasi sebagai konsekuensinya.

KASUS Bayu Pratama hanyalah salah satu contoh tragis dari serangkaian kekerasan terhadap jurnalis. MIO dan IPJI telah menyuarakan keadilan dan perlindungan hukum. Namun, data AJI menunjukkan bahwa realitas di lapangan masih jauh dari harapan. Keberlanjutan demokrasi di Indonesia sangat bergantung pada keberanian dan tindakan nyata aparat hukum untuk menegakkan, bukan mengecilkan, kebebasan pers. (///)

Sumber:
Humas MIO indonesia

Jakarta, JSNews – Direktorat Binmas Polda Metro Jaya bersinergi dengan Perum Bulog dan Ormas Laskar Merah Putih menggelar Gerakan Pangan Murah di Jl. Pisangan Baru II, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur, Selasa (26/8/2025) siang.

Kegiatan ini merupakan langkah konkret Polri bersama Bulog untuk menjaga stabilisasi pasokan serta harga pangan, khususnya beras. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi dengan total penjualan mencapai 3 ton atau 3.000 kilogram beras.

Kasubdit Binpolmas Ditbinmas Polda Metro Jaya, AKBP Jajang Hasan Basri, S.Ag., M.Si., yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa program pangan murah ini adalah wujud kepedulian Polri kepada masyarakat.

“Polri hadir di tengah masyarakat melalui sinergi dengan Bulog dan elemen masyarakat agar kebutuhan pokok tetap tersedia dengan harga yang terjangkau. Harapannya, kegiatan ini dapat membantu meringankan beban masyarakat,” ujarnya.

Dirbimas Polda Metro Jaya Kombes pol Harry Muharram Firmansyah menambahkan bahwa kegiatan pangan murah akan terus digelar di wilayah hukum Polda Metro Jaya secara bergiliran agar manfaatnya dirasakan lebih luas.

“Kegiatan ini sejalan dengan arahan Bapak Kapolri dan Kapolda Metro Jaya, bahwa Polri harus hadir dan memberikan solusi nyata di tengah masyarakat. Kami akan terus bersinergi dengan Bulog, pemerintah daerah, dan berbagai elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas harga sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional,” tegas Dirbinmas.

Turut hadir Ketua Ormas Laskar Merah Putih DKI Jakarta, H. Agus Salim, beserta jajaran, serta personel Ditbinmas Polda Metro Jaya. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, aman, dan mendapat apresiasi dari warga sekitar.

Kombes Harry juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak khawatir terkait ketersediaan pangan pokok. Polri bersama pemerintah, Bulog, dan organisasi masyarakat akan terus meningkatkan sinergi guna memastikan kebutuhan pangan tetap tersedia dan terjangkau, pungkasnya.

Palangka Raya, JSNews – Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan, S.I.K., M.Si. bersama Ketua Bhayangkari Kalteng Ny. Maya Iwan Kurniawan, melaksanakan kegiatan panen sayuran di lahan Pekarangan Pangan Lestari (P2L), Mapolda setempat, Selasa (26/8/2025).

Kegiatan panen sayuran ini, juga dihadiri Karo Sumber Daya Manusia (SDM) Kombes Pol Leo Surya N. Simatupang, S.IK. dan sejumlah pejabat utama Polda serta pengurus Bhayangkari Daerah Kalteng.

Kapolda Kalteng melalui Kabidhumas Kombes Pol Erlan Munaji, menyampaikan bahwa kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan yang dicanangkan oleh Presiden RI.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda bersama rombongan melakukan panen berupa sayuran, seperti sawi, pakcoy, dan kangkung yang merupakan hasil pembibitan tanaman pada bulan Mei kemarin.

“Disamping memanen sayuran, pihaknya juga turut melakukan penanaman bibit tanaman seperti cabai, tomat dan sayuran lainnya,” terang Erlan.

Kombes Erlan menyebut bahwa panen sayur ini juga merupakan hasil dari kerja sama dan sinergi antar satuan kerja di lingkungan Polda Kalteng.

“Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen dan peran aktif jajaran kepolisian dalam mendukung ketahanan pangan melalui pendekatan terintegrasi dan berkelanjutan,” tutupnya.

Bogor, JSNews — Polri secara resmi meresmikan Wisata Juang Museum Korps Brimob Polri yang bertempat di Kompleks Museum Korbrimob, Cikeas, Kab. Bogor, pada Selasa (26/8/2025). Peresmian ini dilakukan oleh Komjen Pol Drs. Imam Widodo dengan tujuan melestarikan sejarah, memperkaya wawasan generasi muda, serta menjadikan museum ini sebagai sarana edukasi bagi masyarakat luas.

Dalam keterangannya, Brigjen Pol. Dr. H. Agustri Heriyanyo, S.I.K., S.H., M.H., selaku Ketua Pelaksana Peresmian, menyampaikan bahwa pembangunan Wisata Juang merupakan langkah strategis Polri untuk menjaga dan mengenalkan perjalanan sejarah kepolisian sejak awal berdirinya.

“Polri terbentuk pada tanggal 20 Agustus 1945, lima hari setelah proklamasi kemerdekaan, ketika Polisi Istimewa bergabung menjadi Korps Polisi. Keberadaan Polri sejak awal merupakan salah satu syarat berdirinya suatu negara. Melalui museum ini, kita ingin menghadirkan perjalanan sejarah itu agar bisa menjadi pembelajaran berharga bagi generasi penerus,” jelas Brigjen Agustri.

Wisata Juang Museum Korbrimob ini tidak hanya menampilkan catatan sejarah, tetapi juga memamerkan berbagai artefak bersejarah dari seluruh Indonesia, termasuk koleksi senjata, dokumen, dan memorabilia penting lainnya. Menurut Brigjen Agustri, keberadaan museum ini bukan untuk menunjukkan kekuatan semata, melainkan memberikan gambaran tentang perjuangan, dedikasi, dan peran Brimob dalam menjaga keamanan serta mempertahankan kemerdekaan.

“Di dalam sejarah Brimob, terdapat 31 Dankorbrimob dengan segala kebijaksanaan dan perjuangannya. Salah satunya adalah Komjen Pol Drs. Imam Widodo, yang menjadi penerima kehormatan pada dua masa berbeda, yaitu tahun 1961 dan 2024. Semua perjalanan ini adalah bagian dari bukti peran penting Brimob dalam menjaga kedaulatan bangsa,” tambahnya.

Hingga saat ini, kekuatan Brimob telah berkembang pesat dengan 38 Satbrimob Polda dan total personel mencapai 56.500 anggota. Peresmian museum ini juga menjadi bagian dari upaya Polri dalam memperkenalkan kiprah Brimob kepada masyarakat.

Wisata Juang ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya. Selain menampilkan sejarah perjuangan Polri dan Brimob, pengunjung juga dapat melihat peresmian Patung Muhammad Yassin di Surabaya sebagai simbol penghargaan terhadap para pahlawan Brimob.

“Sejarah Brimob kini tidak lagi disajikan dengan kesan menakutkan, melainkan lebih terbuka. Wartawan dan masyarakat bahkan bisa berkontribusi menambahkan informasi apabila memiliki data tentang sejarah Brimob. Kami ingin museum ini menjadi ruang bersama untuk menjaga, merawat, dan melanjutkan warisan sejarah bangsa,” pungkas Brigjen Agustri.

Dengan diresmikannya Wisata Juang Museum Korbrimob Polri, diharapkan masyarakat dapat lebih mengenal peran Brimob dan Polri dalam perjalanan panjang mempertahankan kemerdekaan dan menjaga keamanan negara.

Jakarta, JSNews – Mabes Polri meminta jajaran kepolisian, mulai dari Polda hingga Polsek, untuk melindungi kerja wartawan yang bertugas meliput suatu peristiwa.

Imbauan tersebut untuk menanggapi terjadinya kekerasan terhadap jurnalis saat bertugas oleh oknum personel kepolisian dalam beberapa hari terakhir.

“Meminta kepada seluruh jajaran melindungi kerja profesi wartawan dan jurnalis yang objektif dan profesional serta bekerja sama dalam setiap aktivitas,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, dikutip dari Antara, Selasa (26/8/2025).

Karopenmas mengatakan media merupakan mitra strategis dan salah satu sumber utama informasi dan literasi bagi masyarakat.

“(Media) berperan besar dalam memberikan informasi kinerja Polri secara profesional serta program-program pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas), pelayanan masyarakat serta program strategis lainnya,” terangnya.

Maka dari itu, ia mengimbau seluruh jajaran kepolisian untuk melindungi tugas wartawan.

Jakarta, JSNews – Polda Metro Jaya mengamankan 351 orang saat aksi unjuk rasa di sekitar Gedung DPR RI, Jakarta, kemarin. Dari jumlah tersebut, 196 orang merupakan anak di bawah umur. Polisi menegaskan, masyarakat yang menyampaikan pendapat tetap dilayani dan diamankan dengan baik. Namun ada kelompok lain yang memanfaatkan situasi hingga menimbulkan gangguan kamtibmas.

“Komitmen Bapak Kapolda Metro Jaya jelas, setiap masyarakat yang ingin menyampaikan pendapat akan kami layani dan amankan. Namun ada pihak lain di luar massa penyampai pendapat yang justru melakukan perusakan dan penyerangan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Selasa (26/8/2025).

Polisi menyebut kelompok anarkis itu merusak separator busway, pagar depan DPR, melempari kendaraan di jalan tol, hingga menyerang petugas. Kapolres Metro Jakarta Pusat yang memimpin pengamanan di lapangan sudah melakukan tahapan imbauan hingga persuasif, tetapi tidak diindahkan sehingga dilakukan penertiban.

Ratusan orang diamankan, termasuk 196 anak yang diduga datang karena ajakan melalui media sosial. Mereka berasal dari Tangerang, Bekasi, Depok, Bogor, hingga Sukabumi. “Kami imbau orang tua lebih mengawasi anak-anaknya agar tidak mudah terprovokasi ajakan-ajakan di medsos. Aksi unjuk rasa bukan tempat bagi pelajar,” tegas Kabid Humas.

Selain itu, hasil tes urine menunjukkan ada 7 orang dewasa positif narkoba—6 terkait sabu dan 1 terkait benzoat. Kasus ini kini ditangani Direktorat Narkoba sesuai SOP.

Sementara itu, Komisioner KPAI Sylvana Maria mengapresiasi langkah Polda Metro Jaya yang menangani anak-anak dengan baik setelah diamankan. Ia mengatakan, sejak dini hari pihaknya sudah berkoordinasi langsung dengan kepolisian untuk memastikan kondisi para pelajar.

“Kami berterima kasih kepada Polda Metro Jaya yang sudah memperlakukan anak-anak dengan baik, memberikan makan, minum, tempat istirahat, dan pendampingan sesuai prinsip kepentingan terbaik bagi anak,” ujar Sylvana.

Namun Sylvana juga menyayangkan masih banyak pelajar yang terlibat dalam aksi, bahkan ada yang masih berusia SMP. “Jumlahnya cukup besar, ada 196 anak. Mereka sebagian besar ikut karena ajakan teman atau media sosial, tanpa memahami apa yang sebenarnya terjadi. Ini tentu merampas waktu belajar dan masa depan mereka,” jelasnya.

KPAI mendorong agar akar masalah pola ajakan anak ke aksi massa diusut tuntas dan meminta semua pihak, mulai dari orang tua, sekolah, hingga pemerintah daerah, untuk lebih aktif melindungi anak-anak dari keterlibatan dalam kegiatan politik jalanan.

“Kami berharap anak-anak bisa menyalurkan aspirasi dengan cara yang benar, di keluarga, di sekolah, atau forum resmi yang sesuai. Mereka harus belajar menyampaikan pendapat secara positif dan konstruktif, bukan ikut-ikutan dalam aksi yang berisiko,” pungkas Sylvana.

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.