Jawa Timur, JSNews – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjadi inspektur upacara Hari Juang Polri di Surabaya, Jawa Timur. Adapun peringatan Hari Juang Polri ini tak terlepas dari sejarah pembentukan Indonesia usai proklamasi.

Sejarah singkat Hari Juang Polri bisa ditelusuri setelah proklamasi kemerdekaan RI dikumandangkan pada 17 Agustus 1945. Saat itu, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) melaksanakan sidang kedua pada 19 Agustus 1945. Sidang ini membahas pembentukan Komite nasional Daerah hingga Penetapan 12 Departemen. Kemudian, berdasarkan usul Otto Iskandar Dinata, ditetapkanlah status polisi agar segera dimasukkan ke dalam kekuasaan Pemerintah Indonesia.

Selanjutnya, menyikapi penetapan tersebut, Inspektur Polisi Kelas I Muhammad Jasin sebagai Komandan Polisi Istimewa Surabaya bersama dengan beberapa anggota melaksanakan rapat pada 20 Agustus 1945 soal kedudukan polisi usai proklamasi.

Hasil rapat itu kemudian menyepakati bahwa pada 21 Agustus 1945 polsi menyatakan kesetiaannya pada NKRI dengan menyusun teks proklamasi polisi. Pada hari itu juga, M Jasin memimpin apel pagi di markas Polisi Istimewa Surabaya untuk membacakan teks proklamasi polisi. Pembacaan teks diikuti seluruh anggota. Ia juga memberikan perintah untuk menempelkan pamflet proklamasi polisi dan siap bertempur menghadapi reaksi Jepang usai proklamasi.

Peristiwa ini menjadi momen penting dalam memicu semangat anggota polisi untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Gudang-gudang senjata dilucuti. Senjatanya lalu dibagi dan dikirimkan ke wilayah lain untuk membantu perjuangan. Hingga terjadilah peristiwa 10 November 1945 di Surabaya. Hal ini kemudian diikuti oleh Agresi Militer Belanda I dan II.

Peristiwa proklamasi polisi ini juga berpengaruh pada daerah lain sebagai berikut:

-Aceh dipelopori oleh Komisaris Polisi I.N. Hasjim melakukan perlawanan terhadap Jepang;
-Sumatera Utara dipelopori oleh Inspektur Polisi I Mas Kadiran melakukan perlawanan pada saat Agresi Militer Belanda;
-Sumatera Barat dipelopori oleh Komisaris Polisi Sulaeman Effendi melakukan pengibaran bendera Merah Putih;
-Sulawesi dipelopori oleh Komisaris Polisi Lanto Daeng Pasewang melakukan perlawanan terhadap Jepang;
-Jambi dipelopori oleh Komisaris Polisi Mohamad Insja menurunkan bendera Jepang dan mengibarkan bendera Merah Putih;
-Palembang dipelopori oleh Komisaris Polisi Mursodo melakukan perlawanan pada saat Agresi Militer Belanda;
-Jakarta dipelopori oleh Komisaris Polisi Sosrodanukusumo melakukan pengibaran bendera Merah Putih;
-Jawa Barat dipelopori oleh Komisaris Polisi Enoch Danubrata melakukan perlawanan terhadap tentara Sekutu;
-Yogyakarta dipelopori oleh Komisaris Polisi R.P. Soedarsono melakukan perebutan senjata di Kota Baru.

Peristiwa-peristiwa tersebut membuktikan bahwa polisi sangat berperan dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia sehingga perlu dikenang dan diwujudkan dalam sebuah peristiwa bersejarah.

Oleh karena itu, tanggal 22 Januari 2024, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo telah menerbitkan Keputusan Kapolri No: KEP/95/I/2024 bahwa tanggal 21 Agustus ditetapkan sebagai Hari Juang Polri.

Kapolri Pimpin Upacara

Hari ini, Kapolri pun memimpin upacara peringatan Hari Juang Polri di Surabaya. Upacara digelar di di Monumen Perjuangan Polri, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (21/8/2025).

Sejumlah mantan Kapolri hingga Pati Polda Jatim turut hadir dalam kegiatan ini seperti Jenderal (Purn) KPH Roesdihadrdjo, Jenderal (Purn) S Bimantoro, hingga Jenderal (Purn) Sutarman.

Upacara ini juga dihadiri oleh pejabat utama Mabes Polri yakni Kabaharkam Polri Irjen Karyoto, Kalemdiklat Polri Komjen Chryshnanda Dwilaksana, Dankorbrimob Komjen Imam Widodo, AS SDM Kapolri Irjen Anwar, Kadivpropam Irjen Abdul Karim, Kadivhumas Irjen Sandi Nugroho, Kakorlantas Irjen Agus Suryonugroho, hingga Kapusjarah Polri.

Turut hadir pula Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Prawansa, Pangdam Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, Kapolda Jatim Irjen Nanang Avianto, Ketua DPRD Jatim Kusnadi, Pangkoarmada II Laksda TNI GP Alit Jaya, hingga Wakajati Hari Wibowo. Kemudian ada juga keluarga M Jasin, dan Moekar, juga veteran penghargaan Seroja Timor Timur.

Upacara ini diikuti oleh 977 personel. Setelah upacara selesai, Jenderal Sigit memberikan santunan kepada veteran Polri, keluarga M Jasin, dan putri Moekari (Ajudan M Jasin). Kemudian, Jenderal Sigit juga meresmikan patung M Jasin.

banner 468x60

POLDA JATIM, JSNews – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meresmikan Patung Pahlawan Nasional Jenderal Polisi (Purn) Prof. Dr. Moestopo Jasin atau yang lebih dikenal sebagai M. Jasin, di kawasan Monumen Polisi Istimewa, Jalan Raya Darmo, Surabaya, Kamis (21/8/2025). Peresmian ini menjadi rangkaian utama dalam puncak peringatan Hari Juang Polri (HJP) 2025 yang dipimpin langsung Kapolri.

Patung M. Jasin dibangun dengan tinggi keseluruhan mencapai 7 meter dengan panjang 5,6 meter dan lebar 5 meter. Sosok M. Jasin digambarkan sedang menunggang kuda dengan sikap tegas, melambangkan keberanian dan jiwa kepemimpinan beliau saat memimpin Polisi Istimewa melawan pasukan sekutu di Surabaya pada 1945.

Pada bagian prasasti dan relief, terpahat narasi sejarah perjuangan Djenderal M. Jasin yang menjadi tonggak lahirnya Hari Juang Polri. Sementara pondasi patung dirancang setinggi 2 meter dengan desain kokoh dan estetis.

Keberadaan patung ini bukan sekadar monumental, melainkan pengingat sejarah panjang Polri sejak awal berdiri. Patung M. Jasin menjadi simbol semangat juang, pengabdian, dan keberanian yang harus terus diwariskan kepada generasi Polri berikutnya.

Sejarah mencatat, pada 21 Agustus 1945, Inspektur Polisi Kelas I M. Jasin memimpin Polisi Istimewa (Tokubetsu Keisatsutai) dan membacakan Proklamasi Polisi di Surabaya.

Pernyataan itu menegaskan bahwa Polisi Istimewa resmi menjadi Polisi Republik Indonesia yang bersatu dengan rakyat mempertahankan kemerdekaan.

Aksi heroik tersebut kemudian dilanjutkan dengan pelucutan senjata tentara Jepang, pembagian senjata kepada para pejuang, serta penyebaran pamflet proklamasi untuk membakar semangat rakyat.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast menyampaikan, patung ini sekaligus menjadi pengikat emosional antara Polri dan masyarakat.

“Dengan adanya patung M. Jasin di Monumen Polisi Istimewa, kita tidak hanya mengenang jasa pahlawan, tetapi juga mengajak generasi penerus Polri belajar nilai patriotisme, nasionalisme, dan keberanian dari perjuangan beliau,” jelasnya.

Peresmian patung M. Jasin ini digelar bersamaan dengan peringatan Hari Juang Polri 2025. Turut dihadiri jajaran pejabat utama Mabes Polri, Pejabat utama Polda Jatim, Forkopimda Jawa Timur, tokoh agama, masyarakat, hingga para veteran pejuang Surabaya.

Kehadirannya meneguhkan bahwa semangat juang M. Jasin tetap hidup sebagai inspirasi bagi Polri untuk terus dekat dengan rakyat dan menjaga keutuhan Indonesia.

Surabaya, JSNews – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo hari ini menjadi inspektur upacara Hari Juang Polri di Surabaya, Jawa Timur. Jenderal Sigit mengatakan, Hari Juang Polri bukan hanya sebagai peringatan sejarah, tetapi juga sebagai simbol dedikasi dan komitmen Polri untuk terus mengabdi dan memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa.

Upacara digelar di di Monumen Perjuangan Polri, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (21/8/2025). Sejumlah mantan Kapolri hingga Pati Polda Jatim turut hadir dalam kegiatan ini seperti Jenderal (Purn) KPH Roesdihadrdjo, Jenderal (Purn) S Bimantoro, hingga Jenderal (Purn) Sutarman.

Upacara ini juga dihadiri oleh pejabat utama Mabes Polri yakni Kabaharkam Polri Irjen Karyoto, Kalemdiklat Polri Komjen Chryshnanda Dwilaksana, Dankorbrimob Komjen Imam Widodo, AS SDM Kapolri Irjen Anwar, Kadivpropam Irjen Abdul Karim, Kadivhumas Irjen Sandi Nugroho, Kakorlantas Irjen Agus Suryonugroho, hingga Kapusjarah Polri.

Turut hadir pula Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Prawansa, Pangdam Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, Kapolda Jatim Irjen Nanang Avianto, Ketua DPRD Jatim Kusnadi, Pangkoarmada II Laksda TNI GP Alit Jaya, hingga Wakajati Hari Wibowo. Kemudian ada juga keluarga M Jasin, dan Moekar, juga veteran penghargaan Seroja Timor Timur.

Upacara ini diikuti oleh 977 personel. Setelah upacara selesai, Jenderal Sigit memberikan santunan kepada veteran Polri, keluarga M Jasin, dan putri Moekari (Ajudan M Jasin).

Kemudian, Jenderal Sigit juga meresmikan patung M Jasin.

Sejarah Singkat Hari Juang Polri

Pada 21 Agustus Tahun 1945 pukul 07.00 WIB bertempat di halaman markas Polisi Istimewa Surabaya, Inspektoer Polisi Kelas I Moehammad Jasin membacakan Proklamasi Polisi sebagai bentuk kesetiaan Polisi Istimewa kepada Negara Republik Indonesia. Peristiwa tersebut diperingati sebagai Hari Juang Polri berdasarkan Keputusan Kapolri Nomor: Kep/95/I/2024 tentang Hari Juang Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Adapun isi dari Proklamasi Polisi yaitu ”Oentoek bersatoe dengan rakjat dalam perdjoeangan mempertahankan Proklamasi 17 Agoestoes 1945 dengan ini menjatakan Poelisi sebagai Poelisi Repoeblik Indonesia”.

Setelah melakukan Ikrar Proklamasi Polisi, Moehammad Jasin dan anggota Polisi Istimewa melaksanakan pawai siaga untuk menunjukkan kekuatan dan kesiapan tempur menghadapi reaksi Jepang serta menempelkan Pamflet Proklamasi
Polisi. Selanjutnya pasukan Polisi Istimewa melakukan pelucutan senjata tentara Jepang dan membagikan senjata kepada para pejuang yang menjadi modal utama bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan.

Peristiwa proklamasi di Surabaya berpengaruh terhadap perjuangan di beberapa daerah seperti Aceh, Sumut, Sumbar, Sulawesi, Jambi, Palembang, Jakarta, Jawa Barat, Jogjakarta. Selain itu, ikrar proklamasi polisi menjadi momentum dalam membangun semangat anggota Polri untuk berjuang mempertahankan kemerdekaan pada berbagai peristiwa bersejarah seperti Hari Pahlawan 10 November 1945, Pertempuran 5 hari di Semarang pada 15-19 Oktober 1945, Bandung Lautan Api 23 Maret 1946, dan Hari Penegakan Kedaulatan Nasional 1 Maret 1849.

Jakarta, JSNews – Inspektur Pengawasan Daerah (Irwasda) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sri Satyatama, memimpin upacara peringatan Hari Juang Kepolisian Negara Republik Indonesia Tahun 2025. Upacara digelar di Lapangan Presisi Ditlantas Polda Metro Jaya, Kamis (21/8/2025).

Rangkaian acara peringatan diantaranya pembacaan sejarah singkat Hari Juang Polri serta pembacaan Proklamasi Polri. Upacara diikuti oleh personel dari berbagai satuan kerja, serta turut dihadiri pejabat utama Polda Metro Jaya.

Tanggal 21 Agustus ditetapkan sebagai Hari Juang Polri berdasarkan Surat Keputusan Kapolri Nomor Kep/95/I/2024. Penetapan ini merujuk pada peristiwa bersejarah di Surabaya pada 21 Agustus 1945, saat Polisi Istimewa memproklamasikan diri sebagai Polisi Republik Indonesia.

Sejarah tersebut bermula setelah Proklamasi Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945. Dua hari kemudian, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) menggelar sidang yang menetapkan status polisi agar dimasukkan ke dalam kekuasaan pemerintah Indonesia.

Menyusul keputusan itu, pada 20 Agustus 1945 Inspektur Polisi Kelas I Muhammad Jasin bersama anggota Polisi Istimewa Surabaya mengadakan rapat untuk menentukan sikap pasca-kemerdekaan. Hasil rapat menyepakati bahwa pada 21 Agustus 1945, polisi menyatakan kesetiaan kepada Republik Indonesia.

Pada hari itu, Muhammad Jasin memimpin apel pagi di Markas Polisi Istimewa Surabaya. Ia membacakan Proklamasi Polisi, kemudian memerintahkan pawai siaga sebagai simbol kesiapan menghadapi reaksi Jepang, sekaligus menempelkan pamflet Proklamasi Polisi di berbagai titik.

Hari bersejarah tersebut kini diperingati sebagai Hari Juang Polri setiap 21 Agustus.

Jakarta, JSNews – Polda Metro Jaya menggelar acara serah terima jabatan Kapolda Metro Jaya pada Rabu (20/8/2025). Irjen Pol Asep Edi Suheri resmi disambut sebagai Kapolda Metro Jaya yang baru, sementara Komjen Pol Karyoto dilepas dengan penuh kehormatan.

Rangkaian kegiatan berlangsung khidmat di Gedung Promoter dan Gedung BPMJ, dihadiri oleh Pejabat Utama (PJU) Polda Metro Jaya, para Kapolres jajaran, pengurus Bhayangkari, serta seluruh personel kepolisian.

Prosesi diawali pukul 13.30 WIB dengan tradisi penyambutan di Pintu Gerbang Jagatama, ditandai pengalungan bunga kepada Irjen Pol Asep Edi Suheri beserta Ibu. Selanjutnya, pada pukul 13.50 WIB digelar penyerahan Pataka Polda Metro Jaya bertajuk “Jaya Dharma Sevaka” di Lobby Gedung Promoter.

Agenda berlanjut dengan Laporan Kesatuan (Lapsat) pukul 14.20 WIB di Aula Gedung Promoter lantai 2, kemudian serah terima jabatan Ibu Asuh Polwan pukul 15.30 WIB di Gedung BPMJ.

Sore harinya, kegiatan pisah sambut Kapolda Metro Jaya dilaksanakan pukul 16.30 WIB di Gedung BPMJ, sebelum akhirnya ditutup dengan tradisi pelepasan pejabat lama, Komjen Pol Karyoto, yang digelar pukul 17.30 WIB di halaman depan Gedung BPMJ.

Kabidhumas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, mengatakan prosesi ini merupakan bagian dari tradisi Polri untuk menjaga semangat pengabdian dan kesinambungan kepemimpinan di tubuh institusi.

“Pergantian jabatan Kapolda Metro Jaya ini adalah hal yang biasa dalam dinamika organisasi Polri. Kita menyambut Irjen Pol Asep Edi Suheri dengan penuh semangat, dan di saat yang sama melepas Komjen Pol Karyoto dengan rasa hormat atas dedikasi beliau selama menjabat di Polda Metro Jaya,” ujar Ade Ary.

Ade Ary menambahkan, seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan penuh khidmat. Ia berharap kepemimpinan Irjen Pol Asep Edi Suheri dapat semakin membawa Polda Metro Jaya lebih dekat dengan masyarakat serta terus memberikan pelayanan terbaik.

“Kami percaya, dengan pengalaman dan dedikasi Irjen Pol Asep Edi Suheri, Polda Metro Jaya akan semakin solid, humanis, dan responsif dalam menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat di Ibu Kota,” pungkasnya.

Jakarta,JSNews



Kamis 20/08/2025
( Konferensi Pers] )
Film terbaru berjudul Perempuan Pembawa Sial Akan segera tayang di bioskop seluruh Indonesia Pada 18 November 2025
Film ini hadir dengan genre horor yang dipadukan dengan mitos Jawa, khususnya yang berasal dari kawasan Laweyan, Solo.

Fokus Utama Film
Produser menjelaskan ada tiga fokus utama dalam pembuatan film ini:

  1. Pengalaman Menonton (Watching Experience)
    Penonton akan diajak merasakan alur emosi sejak menit pertama hingga akhir. Setiap babak — 15 menit, 30 menit, 45 menit, hingga ending — dirancang agar memberikan kejutan dan pengalaman yang memuaskan.
  2. Alur Cerita yang Dinamis
    Cerita dibuat penuh twist. Penonton mungkin menebak ending sejak awal, tetapi kemudian dikejutkan dengan alur yang berbeda di tengah dan akhir film.
  3. Unsur Budaya Indonesia
    Film ini menonjolkan budaya, kepercayaan, dan mitos Jawa yang masih hidup di tengah masyarakat, sehingga tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga memperkaya khazanah film nasional.

Inspirasi Cerita
Sutradara Fajar mengungkapkan bahwa ide film ini lahir dari ketakutan masa kecilnya.

“Film ini adalah cara saya berbagi ketakutan pribadi, mulai dari pengalaman masa SD hingga dewasa. Salah satunya saat pertama kali melihat pertunjukan tari tradisional di sebuah sanggar. Dari sana saya sadar, rasa takut yang membekas bisa diolah menjadi sebuah cerita,” jelas Fajar.

Penulis skenario Bonji menambahkan:

“Tantangan terbesar adalah bagaimana mengangkat mitos Laweyan agar tetap relevan dengan penonton modern. Film ini tidak hanya bercerita tentang perempuan yang dicap membawa sial, tapi juga mengajak penonton melihat dari berbagai sudut pandang apakah benar perempuan itu pembawa sial, atau justru ada kebenaran tersembunyi di balik stigma itu.”

Karakter & Pemain
Band (aktor utama) mengaku menghadapi tantangan berat, terutama dalam adegan kesurupan:

“Bayangkan, saya diminta kesurupan tapi tetap harus terlihat natural. Itu pengalaman tersulit, tapi justru jadi pelajaran berharga buat saya.”

Baby (aktris pendukung) merasa film ini menjadi ruang belajar baru:

“Saya harus mengimbangi lawan main yang kebanyakan berasal dari dunia teater. Banyak tantangan fisik, termasuk gerakan tubuh yang khas, tapi itu justru memperkaya karakter saya.”

Ben (aktor lain) menceritakan perjalanannya hingga mendapatkan peran:

“Awalnya saya ditawari karakter lain, bahkan sempat casting beberapa tokoh. Tapi akhirnya saya mendapatkan peran yang lebih menantang, yang benar-benar membuat saya harus belajar ekstra.”

Penutup
Film “Perempuan Pembawa Sial
Bukan hanya horor biasa, tetapi juga refleksi sosial tentang stigma terhadap perempuan. Dengan pengemasan modern dan sentuhan mitos Jawa, film ini diharapkan dapat memberi pengalaman berbeda bagi penonton Indonesia.
Film ini tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 18 November 2025.

SAHSA

Tangsel, JSNews — Jajaran Unit Reskrim Polsek Ciputat Timur berhasil mengungkap kasus peredaran sediaan farmasi tanpa izin edar di kawasan Gg. H. Saodah, Kelurahan Rengas, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Senin (18/8/2025) sekitar pukul 06.00 WIB.

Kapolsek Ciputat Timur, Kompol Bambang Askar Sodiq, S.H., M.H., menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini dipimpin langsung oleh Kanit Reskrim Iptu Edi Purwanto, S.H., M.H., Panit 1 Ipda Dedi Winra Z. Manurung, serta anggota Unit Reskrim Polsek Ciputat Timur.

“Dari hasil penggerebekan, kami mengamankan tiga orang pelaku berikut ribuan butir obat keras berbagai jenis yang dijual tanpa izin,” ujar Bambang.

Ketiga pelaku masing-masing berinisial RK (33), SPU (21), dan FY (22). Mereka diketahui menjual obat keras daftar G melalui media sosial dengan sistem pengantaran langsung (COD) maupun jasa ekspedisi.

Dari lokasi, polisi menyita barang bukti berupa:

2.600 butir Trihexyphenidyl

4.700 butir Tramadol

5.315 butir Hexymer

746 butir Yarindu

4 unit handphone, 1 printer label, puluhan kardus kemasan, plastik pembungkus, serta koper dan tas ransel berisi obat.
Selain itu, ditemukan pula uang tunai Rp2,38 juta hasil penjualan, kartu identitas, ATM, hingga buku catatan transaksi.

Para pelaku diduga mengedarkan obat keras yang tidak memenuhi standar keamanan, khasiat, maupun mutu. Obat tersebut dipasarkan secara online tanpa izin edar dari pihak berwenang.

Kasus ini terungkap setelah polisi menerima informasi dari masyarakat mengenai aktivitas mencurigakan di sebuah kontrakan di kawasan Rengas. Setelah dilakukan penyelidikan, petugas mendapati para pelaku tengah menyiapkan obat-obatan untuk dipasarkan.

Ketiga pelaku saat ini ditahan di Polsek Ciputat Timur untuk penyidikan lebih lanjut. Mereka dijerat Pasal 435 jo Pasal 138 Ayat (2) dan (3) Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, dengan ancaman pidana maksimal 12 tahun penjara.

“Kasus ini akan kami kembangkan lebih lanjut, termasuk jaringan distribusi obat ilegal yang melibatkan para tersangka,” tambah Kompol Bambang.

Polisi juga telah berkoordinasi dengan BPOM untuk pemeriksaan laboratorium terhadap barang bukti yang diamankan.

Jatim, JSNews – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melaksanakan Groundbreaking 13 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polda Jawa Timur. Hal itu bakal memberikan manfaat terhadap 3.405 orang.

Selain itu, Sigit juga meresmikan operasional SPPG Polresta Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim). Nantinya, dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) itu akan menyerap 50 tenaga kerja.

“Pada hari ini kita telah meresmikan SPPG Polresta Sidoarjo yang akan memberikan manfaat kepada 3.405 orang dan menyerap tenaga kerja sebanyak 50 orang,” kata Sigit.

Sigit menyebut, sampai dengan saat ini, Polri telah memiliki 458 SPPG dengan total estimasi penerima manfaat mencapai kurang lebih 1,59 juta orang. Serta menyerap tenaga kerja sekitar 22.850 orang.

“Dari SPPG tersebut, terdapat sebanyak 49 SPPG telah beroperasional, 20 SPPG masih dalam tahap persiapan operasional, 366 SPPG dalam tahap pembangunan, 13 SPPG baru saja dilakukan groundbreaking dan 10 SPPG lainnya akan dilakukan groundbreaking di Kalsel,” ujar Sigit.

Tak hanya itu, Sigit juga meninjau kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) Polresta Sidoarjo, sebagai wujud dukungan Polri terhadap Perum Bulog untuk menyukseskan Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Sigit memaparkan, sejak tanggal 6 Agustus 2025 sampai dengan 19 Agustus 2025, Polri telah melaksanakan Gerakan Pangan Murah pada 15.419 titik lokasi di 36 Polda jajaran dan 1 Satker Mabes Polri. Jumlah beras SPHP yang berhasil disalurkan mencapai 21.391 ton beras.

“Di wilayah Polda Jawa Timur, Gerakan Pangan Murah telah dilaksanakan pada 2.994 titik dengan total penyaluran beras SPHP sebanyak 3.438 ton,” tutup Sigit.

Kota Bekasi, JSNews – Polri melalui jajaran Polsek Bekasi Selatan, Polres Metro Bekasi Kota, kembali menggelar Gerakan Pangan Murah di halaman Mapolsek Bekasi Selatan, Jl. Puloribung Raya No. 3, Kelurahan Pekayon Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, pada Kamis (20/8/2025) pagi.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.15 hingga 09.00 WIB ini mendapat sambutan antusias dari ratusan warga yang memanfaatkan program penyediaan pangan dengan harga terjangkau.

Gerakan Pangan Murah dipimpin langsung oleh Wakapolsek Bekasi Selatan, AKP M. Jajuli, S.H., bersama personel Polsek Bekasi Selatan. Dalam kesempatan tersebut, masyarakat dapat membeli beras SPHP kemasan 5 kg seharga Rp55.000. Total beras yang disediakan sebanyak 2000 kilogram.

Penjualan dilakukan secara langsung oleh Wakapolsek bersama anggota, sebagai wujud keterlibatan aparat dalam pelayanan sosial kepada masyarakat.

Wakapolsek Bekasi Selatan, AKP M. Jajuli, S.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap stabilitas pangan di tengah dinamika harga kebutuhan pokok.

“Polri berkomitmen tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung ketahanan pangan masyarakat. Melalui Gerakan Pangan Murah ini, kami ingin memastikan ketersediaan bahan pokok dengan harga terjangkau sehingga dapat meringankan beban warga, khususnya di wilayah Kecamatan Bekasi Selatan,” ujarnya.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Program ini diharapkan dapat menjadi langkah konkret Polsek Bekasi Selatan dalam memperkuat sinergi antara fungsi keamanan dan pelayanan sosial kepada masyarakat.

Bekasi, JSNews – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, Polsek Cikarang Utara menggelar Bazar Gerakan Pangan Murah di halaman Mako Polsek, Rabu (20/8/2025).

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan masyarakat akan bahan pangan pokok dengan harga terjangkau, terlebih di tengah situasi ekonomi yang masih dirasakan cukup berat oleh sebagian warga.

Bazar dipimpin langsung oleh Kapolsek Cikarang Utara, Kompol Sutrisno, SH., MH bersama 33 personel, serta menghadirkan stan dari Naga Swalayan, Sunny Gold, Bhayangkari Ranting Polsek Cikarang Utara, dan Travel Samira. Berbagai kebutuhan pokok dijual, mulai dari beras, telur, minyak goreng, gula, mie instan, hingga produk rumah tangga lainnya. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 100 pengunjung.

Kompol Sutrisno menyampaikan, “Bazar pangan murah ini merupakan wujud kepedulian Polri kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami ingin membantu meringankan beban warga sekaligus mempererat silaturahmi dalam semangat kemerdekaan.”

Acara berlangsung aman, tertib, dan mendapat apresiasi dari masyarakat sekitar. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat terbantu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus merasakan manfaat nyata dari peringatan Hari Kemerdekaan.

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.