Surabaya, JSNews — Peringatan Hari Juang Polri 2025 akan dipusatkan di Kota Surabaya. Upacara dijadwalkan berlangsung pada Kamis (21/8/2025) di depan Monumen Perjuangan Polri, Jalan Raya Darmo, dengan menghadirkan atraksi teatrikal dan berbagai pertunjukan yang memadukan unsur sejarah dan budaya.

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen. Pol. Sandi Nugroho, menjelaskan bahwa Hari Juang Polri tahun ini mengusung tema “Dengan Semangat Hari Juang, Polri untuk Masyarakat Menuju Indonesia Maju”. Menurutnya, peringatan ini menjadi momentum penting bagi seluruh anggota Polri untuk terus meningkatkan profesionalisme dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Hari Juang Polri bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi juga menjadi refleksi bagi kami untuk terus memperkuat komitmen dalam mengabdi dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Irjen. Pol. Sandi Nugroho dalam keterangannya, Rabu (20/8/2025).

Sandi menambahkan, upacara akan dilaksanakan secara serentak di Mabes Polri, seluruh Polda, dan Polres jajaran pada pukul 07.00 WIB. Khusus di Surabaya, upacara dimulai pukul 08.00 WIB dan akan dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., bersama jajaran pejabat utama Mabes Polri.

Rangkaian kegiatan tidak hanya berfokus pada upacara, tetapi juga akan dilanjutkan dengan pemutaran film dokumenter serta peresmian patung pahlawan Polri, M. Jasin, oleh Kapolri.

Selain itu, Kapolri juga dijadwalkan bertemu dengan keluarga pahlawan Polri M. Jasin dan para veteran. Dalam kesempatan tersebut, ia akan menyerahkan santunan sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan pengorbanan mereka.

“Polri ingin memastikan nilai-nilai perjuangan para pendahulu terus diwariskan, salah satunya dengan memberikan penghormatan dan perhatian kepada keluarga pahlawan serta para veteran,” tambah Irjen. Pol. Sandi Nugroho.

Peringatan Hari Juang Polri 2025 diharapkan menjadi momentum memperkuat semangat pengabdian dan kebersamaan anggota Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta mendukung terwujudnya Indonesia Maju.

banner 468x60

TANGERANG |JSNews

Viralnya tuduhan terhadap Ismet Saputra Wijaya anak kandung dari pasien Rita Binti Yarob dengan salah seorang Dokter RSUD Sekayu Musi Banyuasin, Syahpri Putra Wangsa, pada Selasa, 12 Agustus 2025 lalu telah menimbulkan kegaduhan isu Nasional. Hal itu dikatakan Ketua Umum Forum Wartawan Jaya (FWJ) Indonesia, Mustofa Hadi Karya, atau yang biasa disapa Opan dalam konferensi pers nya di Tangerang Indonesia, Selasa (19/8/2025).

Konferensi pers dengan tema “Mengubur Opini Liar, Ungkap Kebenaran” ini mengundang banyak pertanyaan guna memberikan edukasi dan kajian ril. Ia menjelaskan, peristiwa yang terjadi di RSUD Sekayu pada 12 Agustus 2025 merupakan bentuk kepedulian dan keprihatinan bersama. Bahkan kata Opan, viralnya perkara RSUD Sekayu itu melebihi dari kasus dugaan ijazah palsunya Jokowi.

“Banyak pihak ikut terlibat membangun opini-opini liar dan statement yang kurang bijak sehingga membangunkan narasi-narasi tak elok untuk mendorong situasi semakin memanas,” ucap Opan dalam konferensi Pers.

Dia juga menyayangkan statement serta opini yang dibangun Menteri Kesehatan RI, pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Pejabat publik wilayah Banyuasin Sumsel, dan tokoh-tokoh lainnya dengan melakukan tuduhan tak objektif dalam perkara itu.

“Ini akan menjadi tontonan publik yang buruk. No Viral No Justice…, apakah itu yang diharapkan RSUD Sekayu bersama Syahpri Putra Wangsa dan para pengikut-pengikut lainnya yang terlibat dalam membangun narasi sepihak?”, singgungnya.

Opan menyebut ada gelombang dan upaya besar pihak-pihak lain mengambil moment dari insiden itu sebagai bentuk muatan pemulihan nama baik RSUD Sekayu maupun pencitraan pejabat publik lainnya.

“Ini dugaan kami ya. Dugaan itu dalam dunia jurnalistik kami sah-sah saja loh. Kami menduga ada tuntunan arah kanan dan arah kiri untuk pencitraan pejabat publik, IDI dan terkhusus RSUD Sekayu yang memang selama ini diduga kuat tidak menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan akhirnya memutar balikan fakta keadaan. Istilah lainnya ‘Aji Mumpung’ kali yeeee,” beber Opan.

Dia melihat dalam perkara antara Syahpri Putra Wangsa dengan Ismet Saputra Wijaya anak kandung pasien yang bernama Rita binti Yarob ini harus didudukan dengan bijak dan objektif. Opan menekankan persoalan tersebut menjadi liar jika tidak dilihat dengan kaca mata 2 sisi yang berbeda untuk dijadikan satu kesimpulan yang dapat dipertanggungjawabkan agar publik memahami dan tidak menuding salah satunya menjadi tersudut bersalah.

Dalam keterangannya, Opan membenarkan Ismet Saputra Wijaya merupakan salah seorang jurnalis dari portal media online metromedianews.co, sekaligus anggota dan pengurus resmi organisasinya di Kordinator Wilayah (Korwil) Jakarta Barat sejak 3 tahun lalu, dan sampai saat ini masih tercatat sebagai anggota aktif di FWJ Indonesia.

Ditanyakan SOP RSUD Sekayu Berujung Insiden, Siapa Awalnya yang Mengunggah Video Hingga Viral

Berawal dari perseteruan antara keluarga pasien dan pihak RSUD Sekayu, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, mencuat ke ranah publik setelah sebuah video diunggah oleh seseorang di sosial media Facebook dan Instagram pasca kejadian diruang leban Isolasi VIP RSUD Sekayu pada 12 Agustus 2025.

Video tersebut menampilkan seorang dokter spesialis penyakit dalam yang bernama dr. Syahpri Putra Wangsa yang diduga mengalami intimidasi dari keluarga pasien lansia terkait diagnosis medis yang dipertanyakan keabsahannya.

Dalam tayangan tersebut, terlihat adanya desakan dari pihak keluarga pasien agar sang dokter membuka masker. Hal itu diungkapkannya sebagai tindakan yang ditenggarai bentuk tekanan emosional akibat ketidakjelasan SOP dari hasil laboratorium terhadap dugaan penyakit TBC yang diderita pasien (ibu Rita-red). Namun pada hasil akhir pasca kejadian antara keluarga pasien ibu Rita binti Yarob dengan dr. Syahpri Putra Wangsa terbit hasil lab dari RSUD Sekayu yang disebutkan bahwa ibu Rita negatif TBC.

“Ismet tadi menyampaikan bahwa tindakan tersebut dilakukan dalam kondisi psikis yang penuh tekanan dan kekecewaan terhadap layanan medis yang diterima. Pihak keluarga pasien menunggu hasil pemeriksaan medis sejak 8 Agustus hingga 12 Agustus 2025. Itu artinya 4 hari keluarga pasien menunggu kepastian status penyakit pasien,” ujarnya.

Menurut Opan, viralnya nama dr. Syahpri bukanlah inisiatif dari pihak keluarga pasien, melainkan dipicu oleh unggahan video yang berasal dari akun media sosial “Mimin Sekayu”, yang diduga terafiliasi dengan pihak rumah sakit.

Sementara itu salah satu dewan pendiri sekaligus Advokat FWJ Indonesia, Daniel Minggu, SH., menegaskan dalam berbagai poin hasil perkembangan investigasi. Daniel menyatakan pihak keluarga pasien telah meminta akses rekaman CCTV di ruang isolasi saat insiden terjadi. Namun melalui pesan WhatsApp pribadi keluarga pasien dengan pihak RSUD Sekayu menyebut rekaman CCTV pada kejadian itu tersambar petir. Tentunya penjelasan tersebut memunculkan banyak pertanyaan mengingat kronologis kejadian adanya rekaman CCTV di peristiwa itu yang akan mengungkap kebenaran hilang tersambar petir.

“Jika benar CCTV tersambar petir, ini adalah bentuk kegagalan sistem keamanan dan transparansi yang mencoreng prinsip-prinsip manajemen rumah sakit modern. Hal ini semestinya menjadi objek penyelidikan serius oleh kepolisian sesuai prinsip ‘Presisi’ yang digaungkan oleh Polri,” ungkapnya.

Daniel menekankan pentingnya pembuktian secara ilmiah dan tidak berdasarkan asumsi atau pernyataan sepihak. Ia menyoroti bahwa penegakan hukum tidak boleh bergantung pada viralitas semata, tetapi harus mengedepankan asas Kepastian, Keadilan, dan Kemanfaatan Hukum (KKM).

Di sisi lain, terdapat upaya mediasi yang sudah dilakukan antara pihak keluarga pasien dan RSUD Sekayu, termasuk dengan dr. Syahpri sendiri. Dalam mediasi tersebut, kedua pihak sepakat agar insiden tidak dipublikasikan atau di viralkan. Namun demikian, munculnya video di sosial media facebook dan IG secara tiba-tiba, yang diduga berasal dari pihak internal RSUD Sekayu dan akhirnya memantik polemik lebih luas.

FWJ Indonesia menegaskan bahwa unggahan video secara sepihak dapat dikategorikan sebagai pelanggaran terhadap Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), khususnya jika terbukti bahwa pengunggahan tersebut dilakukan dengan maksud memprovokasi serta memperkeruh suasana atau mendiskreditkan pihak-pihak tertentu.

Apabila pihak keluarga pasien, termasuk anggota organisasi kewartawanan, akhirnya dikenakan sanksi hukum atas tindakan yang belum tentu menjadi pemicu utama, maka hal tersebut dianggap sebagai bentuk kriminalisasi profesi dan pengabaian terhadap prinsip hukum yang berkeadilan.

Daniel Minggu juga menyoroti kualitas layanan RSUD Sekayu yang dianggap tidak mencerminkan pelayanan kelas VIP, meskipun pasien telah membayar biaya perawatan secara pribadi sebesar Rp9 jutaan. Menurutnya, tidak adanya surat keterangan medis atau hasil laboratorium yang diserahkan kepada keluarga pasien merupakan pelanggaran terhadap hak pasien sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Kesehatan.

“Jika ruang VIP saja pelayanannya tidak profesional dan transparan, bagaimana dengan pasien BPJS kelas tiga?” tanya Daniel dalam konferensi pers nya.

Menutup pernyataan publik, Dewan Pimpinan Pusat FWJ Indonesia menyinggung tegas kepada Menteri Kesehatan Republik Indonesia, pejabat publik Banyuasin, pengurus IDI, kepala RSUD Sekayu, para pejabat Sumsel lainnya dan para tokoh yang ikut membangun opini tidak elok. Selain itu FWJ Indonesia menyinggung dan mempertanyakan apakah ada indikasi ketidakwarasan Dr. Syahpri Putra Wangsa.

Peristiwa 12 Agustus 2025 di RSUD Sekayu itu mencerminkan kegelisahan publik akan lemahnya pengawasan internal dan eksternal terhadap rumah sakit pemerintah, sekaligus menjadi evaluasi bagi sistem kesehatan Nasional yang belum sepenuhnya berpihak pada hak-hak rakyat serta dasar pasien.

Kasus RSUD Sekayu bukan hanya soal miskomunikasi antara keluarga pasien dan dokter. Ini adalah potret dari masalah pelayanan dan penanganan kesehatan publik, penegakan hukum, etika profesi, hingga tata kelola informasi digital.

Dengan prinsip transparansi, profesionalisme, dan keadilan, semua pihak memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa setiap peristiwa harus dijadikan evaluasi dan pembelajaran untuk memperbaiki sistem secara menyeluruh.

Munculnya Opini Melibatkan Nama Bupati Musi Banyuasin

Menanggapi pemberitaan dan isu yang beredar terkait kejadian viral di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), keluarga pasien dengan tegas membantah isu yang menyebutkan bahwa mereka mengaku sebagai kerabat Bupati Musi Banyuasin (Muba) Toha Tohet.

Perwakilan keluarga pasien, Ismet Saputra Wijaya, menyampaikan klarifikasi bahwa mereka tidak pernah sekalipun mengaku atau mengatasnamakan diri sebagai keluarga Bupati Muba. Keluarga menegaskan bahwa mereka datang ke RSUD Sekayu murni sebagai pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan, tanpa membawa nama pihak manapun.

“Kami menolak tegas tuduhan tersebut. Kami hanya masyarakat biasa yang berobat ke RSUD Sekayu, tidak ada pernyataan dari pihak kami yang mengaku sebagai kerabat Bupati,” tegas Putra dalam konferensi pers di Tangerang, Selasa (19/8/2025).

Lebih lanjut, Putra juga meminta semua pihak untuk tidak menyebarkan informasi yang tidak benar karena dapat merugikan pasien dan mencoreng nama baik keluarga maupun pihak lain yang tidak terkait.

Keluarga berharap dengan adanya klarifikasi ini, publik dapat memahami duduk perkara sebenarnya, serta tidak lagi termakan isu atau kabar yang belum jelas kebenarannya.

“Harapan kami, isu ini tidak berlarut-larut. Fokus utama kami adalah kesembuhan pasien dan menjaga nama baik semua pihak, “tandasnya.

Sumber: Dewan Pimpinan Pusat FWJ Indonesia

Jakarta, JSNews – Direktorat Tindak Pidana Pelindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Dittipid PPA PPO) Bareskrim Polri menggelar kegiatan Sosialisasi Pedoman Pelaksanaan Diversi dan Penanganan Anak yang Belum Berumur 12 Tahun di Lingkungan Polri, Selasa (19/8/2025). Kegiatan berlangsung di Ruang RPK Dittipid PPA PPO Bareskrim Polri Lantai 1, dengan melibatkan peserta dari internal Polri dan lintas instansi terkait, baik secara langsung maupun melalui zoom meeting.

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Dir PPA PPO Bareskrim Polri, Wadir PPA PPO Bareskrim Polri, para Kasubdit, serta personel jajaran PPA PPO Bareskrim Polri. Sementara itu, secara daring turut hadir perwakilan dari Kementerian Sosial RI, Direktorat Pelayanan Tahanan dan Anak, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, hingga para pekerja sosial profesional, Kasubdit Renakta Polda Jajaran, Kanit PPA Satreskrim Polres Jajaran dan para penyidik PPA seluruh Indonesia.

Dalam sambutannya, Dir PPA & PPO Bareskrim Polri Brigjen Pol. Dr. Nurul Azizah menegaskan pentingnya momentum ini sebagai upaya memperkuat implementasi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA), serta menyesuaikan dengan amanat KUHP baru (UU No. 1 Tahun 2023).

“Anak adalah generasi penerus bangsa yang wajib kita lindungi. Dalam konteks penegakan hukum, anak tidak boleh diperlakukan semata-mata sebagai pelaku tindak pidana, tetapi juga sebagai individu yang berhak mendapatkan perlindungan, pendidikan, pembinaan, dan pembimbingan,” tegas Brigjen Pol. Nurul Azizah.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pedoman teknis yang disusun Polri ini menjadi acuan seragam dan aplikatif bagi penyidik anak di seluruh Indonesia. Pedoman tersebut diharapkan dapat mencegah perbedaan penafsiran di lapangan serta memastikan setiap penanganan anak berjalan cepat, tepat, dan berlandaskan prinsip perlindungan anak.

“Melalui pendekatan keadilan restoratif, kita mengedepankan pemulihan kembali pada keadaan semula, bukan pembalasan. Karena itu, saya berharap para penyidik bersama seluruh pemangku kepentingan terus meningkatkan sinergi, mengedepankan musyawarah diversi, memberikan pendampingan menyeluruh, serta mendukung proses reintegrasi sosial anak agar mereka dapat kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat tanpa stigma,” jelasnya.

Kegiatan sosialisasi ini sekaligus menjadi wadah penyamaan persepsi antar aparat penegak hukum dan mitra terkait dalam penanganan anak yang berhadapan dengan hukum (ABH), khususnya anak di bawah usia 12 tahun, sehingga penerapan keadilan restoratif dapat berjalan konsisten di seluruh wilayah.

Jakarta, JSNews – 19 Agustus 2025 – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) melalui Staf Sumber Daya Manusia Polri (SSDM Polri) secara resmi meluncurkan “Polri Awards in Support of HeForShe Movement” 2025 yang memberikan apresiasi bagi pemimpin laki-laki di kepolisian atas upaya dan kontribusi dalam mendorong kesetaraan gender, serta pemberdayaan dan kepemimpinan Polisi Wanita (Polwan).

Di tahun 2025, inisiatif dari SSDM Polri ini berkolaborasi dengan UN Women Indonesia sebagai bagian dari HeForShe, gerakan solidaritas yang mengajak laki-laki untuk menjadi mitra setara perempuan dan agen perubahan dalam mewujudkan kesetaraan gender. Polri Awards in Support of HeForShe Movement 2025 dilaksanakan bertepatan dengan Hari Jadi ke-77 Polwan RI dan bertujuan untuk mendorong pengarusutamaan gender, serta praktik dan budaya yang lebih setara dan inklusif di lingkungan kepolisian.

“Pengarusutamaan gender dalam tubuh Polri merupakan strategi kelembagaan yang memperkuat profesionalisme, menjamin kesetaraan akses bagi Polwan dalam posisi strategis, serta menegaskan komitmen institusi kepolisian terhadap tata kelola keamanan yang inklusif, berkeadilan, dan berorientasi pada penghormatan hak asasi manusia,” ujar Senior Polwan RI Irjen. Pol. Arradina Zessa Devy.

Nominasi dibuka bagi Kepala Satuan Kerja (Kasatker) dan Kepala Satuan Wilayah (Kasatwil) dan dinilai berdasarkan tiga kriteria utama, yakni kepemimpinan yang menilai integritas, komitmen, dan inovasi untuk kesetaraan gender; dampak dan pengaruh positif baik internal maupun eksternal Polri; serta keberlanjutan.

Dewan juri terdiri dari tokoh-tokoh kredibel yang memiliki rekam jejak kuat di bidangnya: Jaleswari Pramodhawardani, Kepala Laboratorium Indonesia 2045 (Lab45) dan mantan Deputi V Bidang Polhukam dan HAM di Kantor Staf Presiden; Choirul Anam, Komisioner Kompolnas dan mantan Ketua Komnas HAM; Ratna Batara Munti, Wakil Ketua Komnas Perempuan; Nur Hasyim, Co-Founder Aliansi Laki-Laki Baru; dan Sonya Hellen Sinombor, jurnalis senior.

Tahapan nominasi dimulai hari ini, 19 Agustus 2025, dengan distribusi panduan teknis ke seluruh Satuan Kerja dan Satuan Wilayah Polri, dilanjutkan dengan kampanye publik hingga 25 Agustus 2025. Pengumuman nominator akan dilakukan pada 1 September 2025, diikuti dengan visitasi lapangan pada 5–10 September 2025.

Puncak acara dan malam penganugerahan akan diselenggarakan pada 24 September 2025, dan akan disertai dengan peluncuran buku berjudul “HeForShe Indonesia: Praktik Baik Menuju Kesetaraan”. Ini bukan sekadar kampanye, ini adalah ajakan untuk bertindak.

Jaleswari Pramodhawardani menekankan pentingnya inisiatif ini dari sudut pandang kebijakan.
“Inisiatif Polri ini adalah langkah progresif yang sangat penting. Selama ini, melalui penghargaan ini, Polri membuktikan bahwa mereka menerjemahkan komitmennya dalam aksi nyata. Ini akan menjadi praktik baik yang bisa dicontoh oleh institusi lain, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di tingkat global.”

Choirul Anam menambahkan, dari perspektif hak asasi manusia dan pengawasan kepolisian:
“Sebagai Komisioner Kompolnas, saya melihat ini sebagai terobosan yang positif. Pengakuan terhadap para pemimpin Polri yang mendorong kesetaraan gender akan meningkatkan kepercayaan publik dan memperkuat institusi Polri yang lebih humanis dan akuntabel. Ini menunjukkan bahwa Polri serius dalam berbenah diri dan menjadikan nilai-nilai hak asasi manusia sebagai bagian tak terpisahkan dari tugasnya.”

Ratna Batara Munti dari Komnas Perempuan menggarisbawahi relevansi penghargaan ini dengan upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan.
“Komitmen pimpinan Polri terhadap kesetaraan gender sangat vital. Penghargaan ini mendorong para pemimpin laki-laki untuk menjadi pendukung dan mitra strategis bagi Polwan dalam rangka menciptakan lingkungan kerja yang aman dan bebas dari kekerasan. Hal ini adalah langkah strategis untuk memperkuat peran Polri, khususnya Polwan, terutama dalam penanganan kasus kekerasan dan pelanggaran HAM perempuan.”

Dwi Yuliawati yang menjadi pendamping teknis mengapresiasi inisiatif Polri Dimana sebagai satu Langkah awal Gerakan besar yang didedikasikan untuk menciptakan lingkungan kerja Kepolisian yang lebih adil, inklusif, dan setara.
“Kesetaraan gender bukan hanya isu perempuan, melainkan suatu tujuan bersama yang membutuhkan keterlibatan semua orang, laki-laki dan perempuan,” ucap Dwi Yuliawati, Head of Programmes UN Women Indonesia.

Sebagai penanggung jawab kegiatan, Kombes Pol. Bayu Dewantoro, Kabaggassus Robinkar SSDM Polri, menutup dengan menegaskan bahwa kegiatan ini diinisiasi melalui Subbagdayapolwan sebagai bagian dari upaya pembinaan Polwan, dan diharapkan menjadi apresiasi sekaligus pemacu semangat bagi seluruh jajaran Polri untuk terus meningkatkan peran dan kontribusi Polwan.

“Tentunya kami berharap para pemimpin terus menjadi agen perubahan yang aktif, memberi inspirasi dan kontribusi bagi kemajuan institusi Polri. Kriteria penilaian juri sangat ketat dan objektif, memastikan bahwa para pemenang benar-benar memiliki dampak nyata di lapangan.”

Polri meyakini bahwa langkah ini akan mengukuhkan posisinya sebagai institusi yang inklusif dan modern, sejalan dengan visi Kapolri untuk mewujudkan Polri Presisi.

Jakarta, JSNews – Polri menggelar pelepasan purna tugas Komjen Pol. (Purn) Ahmad Dofiri di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK), Jakarta. Kegiatan ini dipimpin langsung Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo didampingi Wakapolri Komjen Pol. Drs. Dedi Prasetyo.

Kegiatan ini dihadiri seluruh pejabat utama (PJU) Mabes Polri dan Kapolda se-Indonesia serta ribuan personel Polri. Pelepasan purna tugas ini merupakan tradisi sebagai bentuk penghormatan kepada putra terbaik Polri yang memasuki masa pensiun.

Jenderal Sigit pun menyampaikan terima kasih kepada Komjen Pol. Dofiri atas dedikasinya di Korps Bhayangkara. Baginya, Komjen Pol. Dofiri adalah sosok dengan dedikasi penuh terhadap institusi Polri.

“Dalam kesempatan ini tentunya sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada Pak Dofiri karena saya tahu bahwa beliau memiliki kemampuan yang sangat luar biasa dan yang menonjol dari beliau adalah beliau selalu mengutamakan kepentingan organisasi daripada kepentingan pribadi,” jelas Jenderal Sigit, Selasa (19/8/25).

Diakui Jenderal Sigit, dirinya adalah salah satu yang mengidolakan sosok Komjen Pol. Ahmad Dofiri. Dijelaskan Kapolri, dengan jabatan yang pernah diemaban Komjen Pol. Dofiri, banyak sekali tugas-tugas yang dibantunya sehingga meringankan Jenderal Sigit.

“Dan saya tentunya ucapan saya ini tidak hanya dari mulut tapi juga dari hati, karena saya betul-betul merasakan bantuan beliau” ungkap Kapolri.

Lebih lanjut disampaikan Jenderal Sigit, dirinya meyakini di manapun Komjen Pol. Dofiri berada akan menjadi Bhayangkara yang selalu terus memberikan terbaik. Kapolri pun berharap di manapun Komjen Pol. Dofiri berada bisa terus memberikan sumbangsi kepada Polri.

“Karena memang yang berpisah hanyalah masalah posisi dan jabatan, namun jiwa-jiwa dan Bhayangkara sejati yang sudah ternanam di dalam diri Pak Dofiri, saya kira akan terus melihat di manapun beliau berada,” ujar Kapolri.

Jakarta, JSNews – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melantik dan melakukan serah terima jabatan (sertijab) sejumlah pejabat tinggi Polri, Selasa (19/8/2025). Mutasi jabatan ini bertujuan untuk penyegaran organisasi sekaligus optimalisasi kinerja Polri dalam menghadapi tantangan tugas yang semakin kompleks.

Dalam upacara yang berlangsung di Mabes Polri, Komjen Pol Drs. Wahyu Widada, M.Phil. resmi dilantik menjadi Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri. Selain itu, Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta, S.I.K. juga dilantik sebagai Kapolda Sulawesi Barat.

Sementara itu, sejumlah pejabat tinggi Polri melaksanakan serah terima jabatan. Komjen Pol Wahyu Widada yang sebelumnya menjabat Kabareskrim, kini digantikan oleh Komjen Pol Drs. Syahardiantono, M.Si., yang sebelumnya menjabat Kabaintelkam Polri. Posisi Kabaintelkam kemudian dipercayakan kepada Komjen Pol Dr. Akhmad Wiyagus, S.I.K., M.Si., M.M., yang sebelumnya menjabat Astamaops Kapolri.

Jabatan Astamaops Kapolri kini ditempati oleh Komjen Pol Dr. Mohammad Fadil Imran, M.Si., yang sebelumnya menjabat Kabaharkam Polri. Untuk posisi Kabaharkam Polri diisi oleh Irjen Pol Karyoto, S.I.K., yang sebelumnya merupakan Kapolda Metro Jaya. Jabatan Kapolda Metro Jaya kemudian digantikan oleh Irjen Pol Asep Edi Suheri, S.I.K., M.Si.

Selain itu, posisi Kadivhubinter Polri turut mengalami pergantian. Irjen Pol Dr. Krishna Murti, S.I.K., M.Si. digantikan oleh Brigjen Pol Amur Chandra Juli Buana, S.H., M.H. Pergantian juga terjadi pada sejumlah kapolda di daerah, antara lain Kapolda Kalimantan Utara, Gorontalo, Maluku, Banten, dan Aceh.

  • Kapolda Kaltara: dari Irjen Pol Hary Sudwijanto kepada Brigjen Pol Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K.
  • Kapolda Gorontalo: dari Irjen Pol R. Eko Wahyu Prasetyo, S.H. kepada Irjen Pol Drs. Widodo, S.H., M.H.
  • Kapolda Maluku: dari Irjen Pol Eddy Sumitro Tambunan, M.Si. kepada Irjen Pol Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.I.K., S.H., M.Si.
  • Kapolda Banten: dari Irjen Pol Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si. kepada Brigjen Pol Hengki, S.I.K., M.H.
  • Kapolda Aceh: dari Irjen Pol Dr. Achmad Kartiko, S.I.K., M.H. kepada Brigjen Pol Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M.

Di bidang sejarah Polri, Kapusjarah Polri juga mengalami peralihan dari Brigjen Pol Dr. Idodo Simangunsong, S.E., S.I.K., M.M. kepada Kombes Pol Bagas Uj Nugroho, S.I.K.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K., menegaskan bahwa rotasi dan mutasi di tubuh Polri merupakan bagian dari dinamika organisasi untuk meningkatkan kinerja.

“Mutasi jabatan ini adalah hal yang wajar dalam organisasi Polri. Tujuannya untuk penyegaran, peningkatan kinerja, sekaligus penyesuaian kebutuhan organisasi dalam menghadapi tantangan tugas yang semakin beragam,” ujar Brigjen Trunoyudo.

Ia juga menambahkan, dengan adanya rotasi ini diharapkan setiap pejabat yang baru dapat segera menyesuaikan diri dan melanjutkan program kerja yang sudah ada, serta menghadirkan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.

Bekasi Kota,-JSNews



Selasa 19/08/2025
Sebagai wujud kepedulian dan empati terhadap anggota yang tengah mengalami musibah, Kapolsek Bekasi Barat AKP Dr. H. Wahyudi, SH., MH., bersama Waka Polsek, para Kanit, serta perwakilan Bhayangkari, menjenguk salah satu anggotanya yang sedang sakit, yakni AIPTU Nasirudin dari Unit Samapta, di Rumah Sakit Bhakti Kartini, Bekasi Timur, pada Selasa, 19 Agustus 2025.

Dalam kunjungan tersebut, Kapolsek menyampaikan doa dan harapan agar AIPTU Nasirudin segera diberikan kesembuhan dan kekuatan untuk kembali beraktivitas seperti sediakala. Selain memberikan dukungan moral, Kapolsek juga menyerahkan tali kasih sebagai bentuk perhatian dan solidaritas keluarga besar Polsek Bekasi Barat.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa Polri tidak hanya menjunjung tinggi profesionalitas dalam tugas, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kekeluargaan, kepedulian, dan empati di antara sesama anggota.

SAHSA

Jakarta –JSNews


Selasa 19/08/2025
Polda Metro Jaya menyiapkan sejumlah skema rekayasa lalu lintas dalam rangka pengamanan puncak peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI pada Hari Minggu, 17 Agustus 2025 Lalu
Sejumlah ruas jalan di sekitar Istana Negara dan kawasan Monas akan dialihkan secara situasional menyesuaikan dengan rangkaian acara upacara hingga pesta rakyat.

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Komarudin mengatakan, rekayasa arus lalu lintas akan dimulai sejak pagi hari saat pelaksanaan upacara pengibaran bendera di Istana Negara. Rangkaian kirab bendera pusaka dan teks proklamasi dari kawasan Monas menuju Istana akan melewati Jalan Medan Merdeka Utara, Jalan Veteran 3, serta Jalan Medan Merdeka Barat sisi timur.

“Untuk tamu undangan yang menuju Istana, kami harapkan bisa datang lebih awal melalui akses Jalan Medan Merdeka Barat sisi barat, kemudian juga Jalan Juanda dan drop off di sepanjang Jalan Veteran Raya serta Jalan Majapahit,” ujar Komarudin, Sabtu (16/8/2025).

Ia menjelaskan, penutupan jalan akan diberlakukan secara situasional sesuai jadwal kegiatan. Puncaknya pada pukul 11.00 WIB akan digelar pesta rakyat di kawasan Monas yang diperkirakan dihadiri sekitar 100 ribu masyarakat. Sejumlah jalan di kawasan Merdeka dipastikan akan dipadati massa sehingga rekayasa lalu lintas akan terus disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

Komarudin juga mengimbau masyarakat memanfaatkan transportasi umum. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menetapkan tarif khusus transportasi publik pada 17-18 Agustus sebesar Rp 80. “Kantong parkir sangat terbatas. Kami juga melarang juru parkir liar yang bisa menghambat sirkulasi lalu lintas di sekitar Monas,” tegasnya.

Selain itu, pada malam harinya akan digelar karnaval dan pesta rakyat dengan lima panggung hiburan mulai dari Monas, Sarinah, Bundaran HI, Dukuh Atas, hingga Sampoerna Strategic. Karnaval akan melintasi Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan MH Thamrin, hingga Jalan Sudirman menuju Senayan. “Mulai pukul 19.00 WIB, arus lalu lintas akan dialihkan. Hanya kendaraan umum seperti Transjakarta yang diizinkan melintas,” jelas Komarudin.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo P. Condro menambahkan, ribuan personel akan disiagakan dalam Operasi Merdeka Jaya. Pengamanan dilakukan secara terbuka maupun tertutup, mengantisipasi berbagai potensi kerawanan mulai dari juru parkir liar, copet, hingga anak hilang.

“Personel sudah kami sebar di sepanjang jalur karnaval dari Monas hingga Sampoerna Strategic. Semua skenario sudah kami siapkan, baik untuk ancaman rendah hingga tinggi, sehingga masyarakat bisa menikmati pesta rakyat dengan aman dan nyaman,” tutur Susatyo.

Puncak rangkaian perayaan akan ditutup dengan pesta kembang api di kawasan Bundaran HI. Polisi berharap masyarakat tetap tertib, mengikuti arahan petugas, dan menggunakan transportasi umum agar perayaan HUT RI ke-80 berjalan lancar.

SAHSA

Kabupaten Bekasi, JSNews – Senin malam, 18 Agustus 2025 pukul 22.30 WIB, Aiptu Eko Priyanto selaku Bhabinkamtibmas Desa Sukatenang melakukan kunjungan dialogis di Pos Satuan Keamanan Lingkungan (Satkamling) di Kampung Gebang Cabang, RT 001 RW 007, Desa Sukatenang, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi.

Kegiatan yang juga dihadiri oleh petugas Linmas dan anggota Pokdar Kamtibmas ini bertujuan mempererat sinergi masyarakat dalam menjaga situasi kamtibmas di wilayah hukum Polsek Tambelang.

Dalam kesempatan tersebut, Bhabinkamtibmas memberikan himbauan kepada warga agar selalu waspada terhadap potensi tawuran dan segera melaporkan setiap gangguan keamanan kepada petugas. Selain itu, masyarakat diimbau agar aktif berpartisipasi dalam kegiatan siskamling untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif.

Langkah preventif seperti ini menjadi bagian dari upaya nyata Polri bersama masyarakat dalam menjaga ketertiban dan keamanan desa di tengah dinamika kehidupan sosial.

Demikian laporan kunjungan Bhabinkamtibmas Desa Sukatenang yang kami sampaikan, sebagai bentuk komitmen menjaga harmonisasi dan keamanan wilayah.

Jakarta, JSNews – Polri menegaskan komitmennya mendukung pencapaian Asta Cita pemerintah melalui peran yang tidak hanya terbatas pada penegakan hukum, tetapi juga menyentuh aspek strategis yang berdampak langsung pada masyarakat, seperti ketahanan pangan.

Melalui Satgas Pangan, Polri ikut memastikan distribusi komoditas vital, termasuk jagung, berjalan lancar serta terbebas dari praktik kecurangan, penimbunan, maupun spekulasi harga. Kehadiran aparat di lapangan menjadi jaminan keamanan bagi petani, pelaku usaha, hingga konsumen, sekaligus memperkuat stabilitas ekonomi nasional.

“Pelaku usaha memiliki jaminan bahwa jalur distribusi lebih tertata. Sementara masyarakat memperoleh akses terhadap kebutuhan pokok dengan harga yang lebih stabil,” jelas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Senin (18/8/2025).

Dengan demikian, pengawasan distribusi pangan tidak hanya soal penegakan hukum tetapi juga bagian dari sinergi untuk menjaga stabilitas ekonomi dan mendukung pencapaian tujuan Asta Cita.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan visi Asta Cita sebagai pedoman arah kebijakan pembangunan nasional. Sebab itu, diperlukan sinergisitas serta kolaborasi seluruh elemen bangsa.

“Salah satu misi Asta Cita adalah mewujudkan ketahanan pangan nasional, yang tentunya dapat dicapai dengan meningkatkan produktivitas dan memaksimalkan potensi pertanian di dalam negeri” ujar Kapolri.

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.