Jakarta, JSNews – Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Djati Wiyoto Abadhy membuka kegiatan Gerakan Pangan Murah Polda Metro Jaya dalam rangka memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (11/8/2025). Acara berlangsung di Lapangan Presisi Ditlantas Polda Metro Jaya dan dihadiri Pejabat Utama Polda Metro Jaya, serta perwakilan Perum Bulog Kanwil DKI Jakarta dan Banten.

Dalam sambutannya, Brigjen Pol Djati menegaskan bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata kepedulian Polri kepada masyarakat.

“Kegiatan ini bertujuan membantu pemerintah menjaga stabilitas harga beras dan memastikan ketersediaan pasokan pangan menjelang perayaan kemerdekaan,” ujar Brigjen Pol Djati.

Pada Gerakan Pangan Murah ini, petugas menjual beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) seharga Rp 11.000 per kilogram atau Rp 55.000 per kemasan 5 kg—lebih rendah dari HET pemerintah yang sebesar Rp 62.000.

Program akan berlangsung selama enam hari, 11–16 Agustus 2025, pukul 08.00–16.00 WIB, dengan target penjualan 40 ton beras atau sekitar 6–7 ton per hari. Seluruh beras berasal dari pasokan Bulog Kanwil DKI Jakarta dan Banten. Jika antusiasme masyarakat tinggi, Polda Metro Jaya akan menambah stok melalui koordinasi dengan Bulog.

Selain di Polda Metro Jaya, kegiatan serupa juga akan digelar di seluruh Polres jajaran mulai Rabu (13/8) hingga 16 Agustus 2025. Khusus di wilayah Polres Metro Jakarta Utara, kegiatan akan dibuka langsung oleh Kapolri.

Perwakilan Perum Bulog Kanwil DKI Jakarta dan Banten, Bambang Prihatmoko, menyampaikan apresiasi kepada Polda Metro Jaya.

“Ini bukti negara hadir di tengah kesulitan masyarakat. Polri memberikan kemudahan dan keterjangkauan akses pangan murah, sehingga warga bisa memperoleh beras berkualitas dengan harga terjangkau,” ungkapnya.

Himbauan kepada Masyarakat
Polda Metro Jaya mengajak seluruh warga memanfaatkan program Gerakan Pangan Murah ini dengan tertib, membawa wadah atau kemasan yang memadai, serta membeli sesuai kebutuhan. Langkah ini diharapkan dapat menjaga ketersediaan stok bagi seluruh lapisan masyarakat dan membantu meringankan beban ekonomi menjelang HUT ke-80 RI, pungkasnya.

banner 468x60

JSNews,Jakarta, 10 Agustus 2025 — Jakarta Institut mendukung penuh inisiatif anggota DPRD DKI Jakarta, Ali Lubis, yang mengajak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuka secara transparan data penerimaan dan pengelolaan dana Corporate Social Responsibility (CSR).

Menurut Agung Nugroho, Direktur Jakarta Institut, dana CSR selama ini merupakan sumber yang strategis untuk membantu pembiayaan berbagai program pembangunan tanpa membebani APBD. Namun, masalahnya adalah transparansi pengelolaan dana tersebut yang belum memadai, sehingga berpotensi menimbulkan duplikasi anggaran dan pemborosan.

“CSR itu sebenarnya potensi emas yang selama ini belum tergali secara optimal karena kurangnya keterbukaan data. Tanpa transparansi, kita bisa saja melihat program yang sama dibiayai dua kali—misalnya pengadaan CCTV yang bisa jadi dianggarkan oleh OPD dan juga lewat dana CSR,” ujar Agung Nugroho.

Dia menambahkan, keterbukaan informasi bukan hanya soal kejujuran pengelolaan dana, tetapi juga soal kepercayaan publik terhadap pemerintah. “Kalau Pemprov DKI serius ingin mengelola dana CSR dengan baik, mereka harus berani membuat portal data publik yang memuat siapa saja perusahaan yang memberikan CSR, berapa besar nilainya, dan kemana dana itu disalurkan,” jelasnya.

Jakarta Institut pun memberikan contoh baik dari Aceh Barat, di mana pemerintah daerah secara rutin melakukan audit CSR dan melibatkan Inspektorat untuk mengawasi penggunaan dana tersebut. Bahkan, perusahaan yang tidak kooperatif mendapat sanksi tegas. Model seperti ini dianggap sangat layak untuk diterapkan di Jakarta agar pengelolaan CSR lebih akuntabel dan transparan.

Selain itu, Jakarta Institut merekomendasikan agar data CSR diintegrasikan ke dalam perencanaan anggaran daerah supaya tidak terjadi tumpang tindih dengan anggaran APBD. Audit independen serta pelibatan masyarakat juga penting agar program CSR tepat sasaran dan memberikan manfaat yang jelas bagi warga.

Langkah Ali Lubis mendapat sambutan positif karena mampu mengangkat isu yang selama ini sering luput dari perhatian, padahal berpotensi besar mempengaruhi efektivitas anggaran daerah dan pembangunan di Jakarta.

Tentang Jakarta Institut

Jakarta Institut adalah lembaga kajian kebijakan publik independen yang fokus pada tata kelola pemerintahan, pembangunan berkelanjutan, dan partisipasi warga di perkotaan.

Lampung, JSNews – Polda Lampung bersama Perum Bulog Kanwil Lampung menjual beras sebanyak 2,2 ton kepada masyarakat Bandar Lampung di Tugu Adipura, Minggu (10/8/2025).

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun mengatakan, pihaknya pada hari ketiga dalam Gerakan Pangan Murah (GPM) bersama Bulog telah menjual beras 2,2 ton kepada masyarakat Bandar Lampung pada gelaran Car Free Day (CFD).

“Kami telah melaksanakan kegiatan gerakan pangan murah dengan mendistribusikan beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) pada hari ini sebanyak
2,2 ton.

Pihaknya melaksanakan kegiatan GPM perdana yakni Pringsewu dan Pesawaran, dilanjutkan besok di Kota Metro dan Lampung Selatan.

Tim akan melaksanakan kegiatan GPM ini secara kontinyu keliling Polres dan Polresta jajaran.

Sementara itu, Dirreskrimsus Polda Lampung, Kombes Pol Dery Agung Wijaya mengatakan, pihaknya melaksanakan GPM hari ketiga bersama Bulog dan di Bandar Lampung tercatat 2,2 ton beras SPHP yang terjual.

“Polda Lampung bersama Bulog melaksanakan ke wilayah Bandar Lampung ada 2,2 ton beras yang terdistribusi kepada masyarakat,” kata Kombes Pol Dery.

Konsumen yang membeli beras tersebut sekitar 300-400 orang dan besok akan digelar di Kota Metro dan Lamsel.

Mantan Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung ini mengatakan, GPM ini merupakan kerjasama dengan perum Bulog.

Adapun kerjasama ini untuk mendukung swasembada pangan, maka dengan kegiatan yang dilakukan secara kontinyu dengan harapan membantu masyarakat.

Dengan harapan agar swasembada pangan berjalan dengan baik.

“Kegiatan akan tetap berjalan dengan harapan tujuannya menyentuh masyarakat,” kata Kombes Dery.

Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Lampung Nurman Susilo mengatakan, pihak Bulog berterima kasih telah dibantu dan disupport penuh oleh Polda Lampung.

Dengan harapan beras SPHP ini sampai ke masyarakat.

“Kalau dari target kegiatan GPM ini selesai sampai Desember 2025 dengan target 39 ribu ton,” kata Nurman.

Dengan adanya kerjasama ini mudah-mudahan masyarakat terbantukan dan mewujudkan ketahanan pangan.

“Kegiatan kami ini baru berjalan pertengahan Juli 2025 yang sudah terjual 350 ton masih menyampaikan ke masyarakat Lampung,” kata Nurman.

Warga Bandar Lampung, Ajeng mengatakan, dirinya membeli beras 5 kg dengan harga Rp 60 Ribu yang sebelumnya lebih mahal.

“Jadi dengan mendapatkan beras seharga Rp 60 Ribu ini saya terbantukan, dan sangat membantu masyarakat dengan harga murah,” kata Ajeng.

Apalagi dengan beras murah sangat terbantukan, tapi kurang publikasinya.


Jakarta,JSNews-Minggu 10/08/2025
Mardan Anggota  PPSU Kelurahan Malaka jaya jakarta timur
Telah menangkap seekor ular piton dengan panjang kurang lebih 7 meter dan berat 30 Kilo gram


Di salah satu rumah warga Di Daerah pondok kopi Jalan mawar merah 2  RT 7 RW 01 Jakarta timur
Berkat laporan seorang warga pemilik rumah tersebut akhirnya anggota PPSU yang bernama Mardan dapat menangkap ular piton tersebut di bantu oleh warga setempat
Berkat kesigapan Mardan ular piton tersebut dapat di tangkap dan diamankan


“Kami selaku warga setempat sangat berterima kasih karna kesigapan dan keberanian Mardan anggota PPSU Kelurahan Malaka Jaya ular piton yang selama ini meresahkan warga setempat kini dapat di tangkap”ucap seorang warga yang tidak mau disebutkan namanya

Bekasi,JSNews



Sabtu 9 Agustus 2025, sebuah organisasi yang beranggotakan para cendekia menyelenggarakan hari jadinya. Organisasi yang berdiri tujuh tahun lalu itu bernama “Forum Kemitraan Polisi Masyarakat Cendekia (FKPMC) RI”. Tujuh tahun kiprahnya merupakan pembuktian langkah panjang organisasi tersebut eksis dan berkembang memberikan kontribusi terbaik untuk negeri.

Ketua Umum FKPMC RI sekaligus inisiator organisasi ini yang juga Ketua Yayasan Cendekia Nusantara Brigjen Pol (P). Prof. Dr. Drs. Muh. Elia WM, S.H., M.M., Adv. kepada redaksi menyatakan bahwa pencapaian usia tujuh (7) tahun merupakan suatu yang harus disyukuri, “Kami bersyukur bahwa hari ini kami menginjak usia ke-7, sudah banyak yang kami kerjakan dan untuk fokus pada kegiatan yang kami lakukan itu, maka tahun ini kami membentuk badan hukum yayasan, dengan nama Yayasan Cendekia Nusantara.” Ujar Prof. Elia kepada redaksi.

Lebih lanjut Prof. Elia menyatakan dengan adanya yayasan ini maka kerjasama dengan para mitra baik di Pemerintahan, Kepolisian, TNI, Universitas, Lembaga Pendidikan, Organisasi maupun mitra lainnya lebih fleksibel dan dapat dipertanggungjawabkan secara legalitas. “Yayasan kami terdaftar di Kementerian Hukum, mempunyai AD/ART yang jelas, sehingga pihak manapun bisa bekerjasama dengan FKPMC RI dengan badan Hukum Yayasan yang sudah kami daftarkan ini.” tutup Prof. Elia kepada Redaksi.

Syukuran ulang tahun FKPMC RI dan Yayasan Cendekia Nusantara sendiri berlangsung khidmat dan lancar. Diikuti para anggota organisasi maupun para pendiri yayasan yang terdiri dari Badan Pembina, Pengawas dan Pengurus yang umumnya adalah para Profesor, guru besar dan doktor dengan aneka bidang keahlian, dengan jam terbang luas dan tak diragukan sesuai kapasitas masing-masing.

Dalam rangkaian tersebut diadakan seminar nasional bertemakan ”Bela Negara Berbasis Pancasila”. Berlokasi di Sekretariat FKMC RI yang berada di lingkungan Kantor PT. Sinar Jaya, Cibitung, Bekasi, Jawa Barat.

Adapun materi dan pengisi seminar sebagai berikut:
Brigjen. Pol(P). Prof. Dr. Drs. Muh. Elia WM., S.H., M.M., Adv. “Pendidikan Karakter . Sekolah Rakyat dalam Menuju Indonesia Emas” Sebuah kajian Pembangunan Karakter, Wawasan Kebangsaan, Bela Negara Berbasis Pancasila. Dengan Moderator Dr. Clara Vidhia, S.T., M.T.

Pembicara kedua adalah Prof. Dr. M Juanda, SH. MH dengan tema: “Implementasi Norma Etika dalam Penyelenggaraan Negara untuk Mewujudkan Negara Hukum Pancasila” Dengan Moderator Dr. dr. Hj. Ratna Komala Dewi, Sp.DVE. M.Kes. FINSDV. FAADV.

Dan pemateri ketiga adalah kandidat Guru Besar, Dr. Joned Ceilendra Saksana, S.Ip, S.E., M.M., CBPA. Dengan tema “Peluang Bisnis2025. Keberlanjutan Digitalisasi dan Teknologi”, yang dimoderatori oleh Dr. Sri Murtini, S.Pd., M.M., CT. CHT.

joSSer
( wakil Pimpred )

Jakarta, JSNews – Bidang Hubungan Masyarakat (Bidhumas) Polda Metro Jaya menggelar Workshop Kehumasan yang diikuti para pejabat utama Bidhumas, para Kasi Humas Polres jajaran, hingga pejabat PPID Satker di lingkungan Polda Metro Jaya, Kamis (7/8/2025). Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 14.00 WIB di Gedung Bidhumas Polda Metro Jaya.

Workshop ini bertujuan meningkatkan kemampuan dokumentasi publikasi melalui pelatihan fotografi dan videografi, termasuk teknik pengambilan gambar menggunakan kamera handphone. Materi disampaikan secara interaktif sehingga peserta dapat langsung mempraktikkan metode yang dipelajari.

Acara menghadirkan narasumber berpengalaman di bidang media, yakni Senior Videographer Dailynesia Germany, Levie Wardana, S.Ikom; serta Produser Program Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Muhammad Fani Maulana, S.Kom.i.

Dalam sambutannya, Kabidhumas Polda Metro Jaya KBP Ade Ary Syam Indradi, S.H., S.I.K., M.H. menekankan pentingnya kemampuan kehumasan yang mumpuni di era digital.

“Humas Polri memiliki peran strategis dalam membangun kepercayaan publik. Kualitas foto dan video yang kita hasilkan akan mempengaruhi cara masyarakat menerima informasi dari kepolisian. Oleh karena itu, keterampilan ini harus terus diasah,” ujar KBP Ade Ary.

Ia menambahkan, teknologi kamera ponsel saat ini telah berkembang pesat sehingga bila digunakan dengan teknik yang tepat, hasilnya mampu bersaing dengan perangkat profesional.

Para narasumber juga membekali peserta dengan materi teknis, mulai dari komposisi, pencahayaan, sudut pengambilan gambar, hingga pengolahan visual untuk publikasi resmi.

Acara ditutup dengan diskusi interaktif. Para peserta berdiskusi langsung dengan narasumber untuk membahas hasil latihan dan penerapannya dalam tugas sehari-hari.

Pelatihan ini merupakan komitmen Polda Metro Jaya dalam peringkatkan kemampuannya
berharap seluruh personel humas di jajaran mampu menghasilkan konten publikasi yang kreatif, informatif, dan sesuai standar kepolisian, sehingga pesan-pesan Kamtibmas dapat tersampaikan dengan baik kepada masyarakat, pungkasnya.

Puncak Jaya, Papua Tengah, JSNews – Dalam suasana penuh kehangatan, personel Satgas Operasi Damai Cartenz melaksanakan sambang ke anak-anak di SD Negeri Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, pada Sabtu (9/8/2025). Kehadiran para personel disambut gembira oleh siswa-siswi, yang tampak antusias mengikuti berbagai interaksi dan kegiatan.

Kegiatan sambang tersebut dilaksanakan oleh personel Satgas Ops Damai Cartenz Briptu Eroza Feryan Perdana, S.H., Bripda Rafli Abdullah, S.H., serta didukung oleh Bripda Febrian dan Bripda Heryanto, kegiatan sambang tersebut membawa keceriaan bagi anak-anak.

Personel Satgas menyapa satu per satu anak dengan senyum tulus, berjabat tangan, serta berbagi cerita dan motivasi agar mereka terus bersemangat menuntut ilmu. Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen Operasi Damai Cartenz dalam membangun kedekatan dengan masyarakat, khususnya generasi muda, demi terciptanya Papua yang damai, aman, dan sejahtera.

Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen. Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., yang didampingi Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes. Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dari strategi operasi untuk mengedepankan pendekatan humanis.

“Kami hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga untuk menjadi sahabat bagi masyarakat, terutama anak-anak. Pendidikan dan masa depan mereka adalah kunci perdamaian yang berkelanjutan di Papua,” ujarnya.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes. Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., menambahkan bahwa momen kebersamaan ini memiliki dampak positif yang besar.

“Anak-anak adalah aset bangsa. Dengan perhatian dan kasih sayang yang tulus, kita membentuk generasi yang percaya diri, berkarakter, dan siap membangun Papua yang lebih baik,” tuturnya.

Semangat yang terpancar dari senyum anak-anak menjadi pengingat bahwa kedamaian dimulai dari hati yang tulus dan kepedulian bersama.

Cikarang Pusat, JSNews – Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Mustofa, S.I.K., M.H., melaksanakan kegiatan “Polres Metro Bekasi Peduli Tempat Ibadah” di Masjid Raya At-Tauhid, Perumahan Deltamas, Desa Pasirranji, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Jumat (8/8/2025).

Kegiatan ini dihadiri jajaran pejabat utama Polres Metro Bekasi, tokoh agama, pengurus masjid, serta perangkat desa. Kehadiran Kapolres disambut hangat oleh Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) At-Tauhid, Ernawan, beserta jamaah.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres menyerahkan bantuan 25 mushaf Al-Qur’an untuk digunakan di Masjid Raya At-Tauhid. Ia menyampaikan harapan agar bantuan ini bermanfaat bagi jamaah dan memperkuat fungsi masjid sebagai pusat ibadah sekaligus persatuan umat.

“Semoga bantuan mushaf Al-Qur’an ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh jamaah Masjid Raya At-Tauhid. Kegiatan ini juga menjadi wujud kepedulian Polri terhadap tempat ibadah dan sarana mempererat silaturahmi dengan masyarakat,” ujar Kombes Pol Mustofa.

Ketua DKM Masjid Raya At-Tauhid, Ernawan, mengucapkan terima kasih atas perhatian Kapolres Metro Bekasi. Ia berharap kegiatan semacam ini dapat terus dilakukan untuk memperkuat hubungan antara kepolisian, tokoh agama, dan masyarakat.

“Kami sangat berterima kasih atas bantuan dan perhatian dari Bapak Kapolres. Semoga ini menjadi awal semakin eratnya hubungan baik antara polisi dan masyarakat di Kabupaten Bekasi,” ucapnya.

Acara berlangsung khidmat, diakhiri dengan doa bersama dan ramah tamah. Kehangatan yang tercipta menjadi bukti bahwa sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat dapat terjalin harmonis demi terciptanya keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Bekasi.

KOTA MADIUN, JSNews – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) memperkuat peran aktifnya dalam menekan inflasi melalui Gerakan Pasar Murah (GPM) di Lapak Kampir, Kelurahan Kanigoro (8/8/2025). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Irwasum Polri Komjenpol Prof. Dr. Dedi Prasetyo, SH, M.Hum, MSi, MM bersama Wali Kota Madiun Dr. Drs. H. Maidi dan jajaran Forkopimda. Dalam kesempatan ini, Komjenpol Dedi Prasetyo mengungkapkan capaian distribusi nasional 310,25 ton beras SPHP di empat wilayah, termasuk 6 ton di Madiun Kota yang diintegrasikan dengan program pasar murah.

Polres Madiun Kota bekerja sama dengan Bulog dan Pemkot menyelenggarakan bazar GPM dengan skema 500 kupon yang menjual paket komoditas terjangkau: 6 ton beras, 5 ton minyak goreng, dan 4 ton gula. Masyarakat juga dapat membeli kebutuhan pokok seperti Beras Medium SPHP (Rp55.000/5 kg), Gula Premium (Rp16.500/kg), dan MinyaKita (Rp15.500/liter), dengan realisasi penjualan mencapai 250 kemasan beras, 130 kg gula, dan 150 liter minyak pada hari pertama. Sementara itu, pembangunan Pusat Layanan Gizi (SPPG) akan fokus pada pemenuhan nutrisi kelompok rentan, memperkuat ketahanan kesehatan jangka panjang.

Komjenpol Dedi Prasetyo menegaskan, “Ini wujud kebijakan Kapolri mendukung pemerintah melalui sinergi strategis dengan Bulog. Kami berharap Polri terus bersinergi dengan Bulog di seluruh kota/kabupaten untuk menjaga stabilitas harga pangan, mengawasi distribusi dan pasokan bahan pokok penting.” Ia juga menyoroti keterlibatan BUMN dan UMKM lokal sebagai tulang punggung pengendalian inflasi berbasis perlindungan sosial.

Antusiasme tinggi masyarakat membuktikan efektivitas program ini, dengan seluruh paket kupon terserap sempurna. Puncak GPM rencananya digelar serentak di seluruh Indonesia pada 13-14 Agustus 2024. “Kolaborasi Polri-Bulog-Pemda ini bukan hanya menekan inflasi, tapi juga membangun ketahanan pangan berkelanjutan,” pungkas Dedi usai meninjau pasar murah.

Kota Madiun, JSNews – (8/8/2025) -.Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menegaskan komitmen kuatnya dalam mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya peningkatan gizi anak bangsa, melalui akselerasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Bukti konkretnya adalah peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lapak Kampir di Kelurahan Kanigoro, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, pada Jumat (8/8/2025) sore. Acara yang dipimpin langsung oleh Irwasum Polri Komjen Pol Prof. Dr. Dedi Prasetyo, SH, MHum, MSi, MM ini dihadiri jajaran Forkopimda Kota Madiun, tokoh agama, tokoh masyarakat, kepala sekolah penerima manfaat, dan perwakilan instansi terkait. SPPG Kanigoro, dibangun dengan anggaran sekitar Rp1,9 miliar hasil sinergi dengan PT Arya Motor Indonesia dan ditargetkan selesai dalam 45 hari, akan beroperasi pada Oktober 2025 untuk melayani 4.103 siswa SD dan SMP penerima program MBG di Kota Madiun, dengan bahan baku bersumber dari pasar tradisional dan UMKM setempat.

Aksi di Madiun ini bukanlah kegiatan insidental, melainkan bagian dari lompatan strategis Polri secara nasional. Baru pada 6 Agustus 2025 di Malang, Polri telah meresmikan 8 SPPG operasional sekaligus melakukan groundbreaking 205 unit baru secara serentak di seluruh Indonesia. Perkembangannya hingga Agustus 2025 menunjukkan akselerasi signifikan: 27 unit SPPG telah beroperasi melayani 86.777 penerima manfaat per hari dan menyerap 1.344 tenaga kerja, 34 unit dalam persiapan akhir operasional, 155 unit tahap konstruksi, serta tambahan 205 unit yang memulai pembangunan hari ini. Total 421 SPPG ini akan menjadi tulang punggung distribusi gizi bagi 1,47 juta orang per hari ketika seluruhnya beroperasi. Polri menargetkan penyelesaian 500 SPPG pada akhir 2025 dan akan memperluas menjadi 1.000 unit pada tahun 2026.

Polri melalui Irwasum Komjen Pol Dedi Prasetyo menekankan dua pilar utama keberhasilan program. Pertama, komitmen mutu tinggi melalui mekanisme Security Food Test yang wajib dijalankan tim medis Polri (Pusdokkes, Bidokkes Polda, Urkes Polres) pada setiap produksi makanan. “Ini adalah pembeda SPPG Polri: setiap produksi makanan wajib melalui uji keamanan untuk menjamin standar higienis tertinggi, mencegah keracunan, dan memastikan gizi yang aman untuk penerima manfaat,” tegas Dedi Prasetyo. Kedua, strategi kolaborasi Penta Helix yang berkelanjutan, melibatkan Pemerintah (TNI-Pemda-K/L), Akademisi (ahli gizi, pangan, kesehatan), Bisnis (UMKM, koperasi, kelompok tani), Masyarakat (relawan, pengelola Yayasan Komunitas Bantu/YKB), dan Media dalam diseminasi informasi. Pendekatan holistik ini dirancang untuk memutus rantai stunting melalui intervensi gizi tepat sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.

Keberadaan SPPG memberikan dampak multidimensi. Walikota Madiun Dr. Drs. H. Maidi, SH, MM, M.Pd menyambut antusias, menyatakan bahwa SPPG tidak hanya memastikan anak-anak mendapat asupan bergizi, tetapi juga menjadi bagian integral dari strategi ketahanan pangan dan peningkatan kualitas lingkungan kota. “Dapur gizi ini juga menjadi bagian dari upaya menurunkan suhu kota, meningkatkan oksigen, dan menggerakkan ekonomi lokal. Semua harus saling terhubung demi Madiun yang sehat, hijau, dan mandiri pangan,” jelas Maidi. Irwasum Polri mengajak seluruh rakyat Indonesia bersinergi: “SPPG adalah bukti POLRI hadir membangun masa depan bangsa. Mari sukseskan program ini bersama demi generasi sehat yang akan memimpin Indonesia Emas 2045.” Program SPPG menjadi investasi nyata Polri untuk mempercepat pencegahan stunting dan mewujudkan ketahanan pangan serta SDM unggul, mencerminkan presisi Polri dalam mendukung cita-cita nasional.

#SPPGAkselerasi #PolriPresisiUntukBangsa #AstaCitaPrabowo #IndonesiaEmas2045

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.