Jakarta Pusat, JSNews – Polres Metro Jakarta Pusat bersama jajaran Polda Metro Jaya menggelar kegiatan Ngopi Kamtibmas di Pos Satkamling RW 04, Kelurahan Kebon Kelapa, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (30/7/2025) malam.

Sekitar 130 peserta hadir dalam kegiatan tersebut, mulai dari pejabat kepolisian, aparat TNI, lurah, tokoh masyarakat, hingga warga sekitar. Ngopi Kamtibmas digelar sebagai wadah dialog langsung antara masyarakat dan kepolisian, guna membahas berbagai persoalan keamanan lingkungan.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro menyampaikan bahwa masalah keamanan dan ketertiban masih menjadi keluhan utama warga di Jakarta Pusat.

“Hampir di setiap kegiatan Ngopi Kamtibmas, keluhan masyarakat selalu berkisar pada keamanan. Mulai dari tawuran, penyalahgunaan obat-obatan, hingga kejahatan berbasis media sosial,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa Polres Jakarta Pusat dalam sepekan terakhir telah menyita puluhan senjata tajam yang hendak digunakan untuk tawuran antar kelompok.

“Ini adalah upaya pencegahan nyata dari kami. Jangan sampai ada korban sia-sia di jalanan hanya karena ego kelompok dan pergaulan yang salah arah,” kata Susatyo.

Selain itu, penyalahgunaan obat-obatan seperti tramadol juga menjadi sorotan. Susatyo mengimbau peran orang tua untuk lebih aktif mengawasi anak-anak mereka, termasuk dalam penggunaan media sosial.

Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat utama Polda Metro Jaya, antara lain Karo Ops Kombes Pol I Ketut Gede Wijatmika, Dir Binmas Kombes Pol Harry Muharam Firmansyah, dan Dir Intelkam Kombes Pol Miko Indrayana. Dari unsur TNI, hadir Danramil 04 Gambir Mayor Arh Banteng Raffi Isdiyanto, serta Lurah Kebon Kelapa Billie Oktarian.

Kombes Pol Harry Muharam, Dir Binmas Polda Metro Jaya, mengatakan bahwa Ngopi Kamtibmas adalah upaya Polda Metro Jaya untuk lebih dekat dengan masyarakat dan menyerap langsung aspirasi yang berkembang di lapangan.

“Kegiatan ini adalah forum komunikasi dua arah. Kami datang bukan hanya memberikan imbauan, tapi juga ingin mendengar langsung keluhan warga,” ucap Harry.

Ia menyebutkan bahwa Polda Metro Jaya secara rutin melakukan program sambang warga, Subuh Keliling, Jumat Keliling, serta edukasi ke sekolah-sekolah sebagai upaya pencegahan.

Sementara itu, Karo Ops Kombes Pol I Ketut Gede menjelaskan bahwa jumlah kasus tawuran di wilayah hukum Polda Metro Jaya mengalami penurunan dalam dua pekan terakhir.

“Pekan lalu ada 10 kasus, pekan ini turun menjadi 8. Di wilayah Jakarta Pusat hanya satu kasus. Ini berkat sinergi semua pihak, termasuk warga,” jelasnya.

Ia mengajak warga untuk berperan aktif menjaga keamanan lingkungan.

“Tidak cukup hanya mengandalkan polisi. Orang tua, guru, dan tokoh masyarakat harus menjadi garda terdepan untuk mencegah anak-anak terlibat dalam tawuran dan kenakalan remaja,” ujarnya.

Terkait pertanyaan warga soal tilang elektronik (e-TLE), Kombes Pol Miko Indrayana, Dir Intelkam Polda Metro Jaya, menjelaskan pentingnya konfirmasi e-TLE untuk menghindari kendala saat membayar pajak kendaraan.

“Jika tidak dikonfirmasi, maka pelanggaran akan tetap tercatat dan akan muncul saat membayar pajak. Kami juga menyediakan layanan SKCK online dan pemetaan titik rawan kejahatan,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Ketua RW 04 Kebon Kelapa yang mewakili warga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini.

“Kami sangat berterima kasih atas perhatian Kapolres dan jajaran Polda Metro Jaya. Kehadiran langsung Bapak-Bapak semua sangat berarti bagi kami, dan menjadi bukti bahwa keamanan warga diperhatikan secara serius,” ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan sarana kontak dari pejabat kepolisian kepada perwakilan warga RW 04 sebagai simbol sinergi dan komitmen menjaga kamtibmas. Seluruh rangkaian berjalan aman, tertib, dan kondusif, serta diakhiri dengan foto bersama seluruh peserta.

banner 468x60

Jakarta,JSNews – Bertempat di Sekretariat DPP Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) di Jl.Raya Bogor KM 20 No.117/B Kramat Jati, Jakarta Timur, Pengurus DPP Gerakan Pendidikan Indonesia Baru berkolabrasi bersama Sidina Community, menggelar Sosialisasi 7 kebiasaan anak Indonesia Hebat.

Yang mempresentasikan sosialisasi tersebut Evi Fatmawati,AMD yang merupakan Fasilisator dari Sidina Community, yang sekaligus sebagai Koordinator Departemen Humas DPP GPIB.

Sosialisasi tersebut diikuti oleh peserta dari Jajaran Pengurus DPP dan DPW GPIB DKI Jakarta antara lain dari Pengurus DPP GPIB dihadiri oleh Ketua Umum DPP GPIB Ir.Agung Karang, Seketaris Jenderal DPP GPIB H.Toto Yuhendarto, SE, Tina Permata Sari, SE, S.Com (Ketua Humas
DPP.GPIB), Lis Nur Fajar (Wabendum 1), Lili Setiawati (Departemen Kurikulum, Kesiswaan, Literasi, Olah raga & Seni Budaya), Retno Samiaji (Departemen Sosial), Sedangkan dari pengurus DPW GPIB Provinsi DKI Jakarta yang hadir adalah
Sonya Simorangkir, Rahayu Dessy, Nurhayati , Suhana, Yenti, dan Nani Wijaya, Rabu, (30/07/2025) Siang.

Pemerintah Republik Indonesia memiliki visi mewujudkan Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045 dan delapan misi yang disebut Asta Cita. Untuk mendukung terwujudnya visi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mengemban tugas untuk mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul yang selaras dengan misi Asta Cita keempat yakni memperkuat pembangunan sumber daya manusia, sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas.

SDM unggul tersebut harus mempunyai delapan karakter utama
bangsa yakni: religius, bermoral, sehat, cerdas dan kreatif, kerja keras, disiplin dan tertib, mandiri, serta bermanfaat. Delapan karakter utama bangsa ini dapat tercapai melalui pembiasaan yang harus dilakukan oleh anak setiap hari sehingga membudaya dan
terinternalisasi pada diri anak menjadi karakter.

Pembiasaan yang harus dilakukan oleh anak setiap hari disebut
dengan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat, yakni bangun pagi,
beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat.

Tujuh kebiasaan ini diharapkan dapat terlaksana setiap hari, ber-kelanjutan, hingga menjadi budaya, dan terinternalisasi menjadi karakter.

Pembentukan karakter ini membutuhkan waktu dan keterlibatan berbagai pihak terutama keluarga, satuan pendidikan, masyarakat, dan media.

Oleh karena itu, dibutuhkan panduan bagi orang tua/wali, guru, dan satuan pendidikan agar dapat:

  1. mengetahui apa saja tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat;
  2. memahami pentingnya menerapkan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat;
  3. memahami manfaat penerapan tujuh kebiasaan anak Indonesia
    hebat;
  4. memahami cara menerapkan tujuh kebiasaan anak Indonesia
    hebat;
  5. memahami apa yang harus dilakukan untuk mendukung
    penerapan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat;
  6. mengetahui bahwa anaknya telah terbiasa melakukan tujuh
    kebiasaan anak Indonesia hebat; dan
  7. memahami hal penting lainnya yang perlu diketahui untuk mendukung gerakan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat.

Orang tua atau wali, guru, dan satuan pendidikan mempunyai peran
penting dalam membimbing anak menerapkan tujuh kebiasaan
anak Indonesia hebat menggunakan metode atau cara yang penuh kesadaran (mindfulness), bermakna (meaningful), dan menggembirakan (joyful).

Adapun peran orang tua dan lingkungan :

Anak belajar dari apa yang dilihat. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk menjadi contoh yang baik dan menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuhnya kebiasaan positif, seperti disiplin waktu, sopan santun, dan kebersihan.

“Ya benar tadi telah dilaksanakan sosialisasi 7 kebiasaan anak Indonesia hebat dan sebagai narasumber adalah Ibu Evi Fatmawati
yang merupakan Koordinator Departemen Humas DPP GPIB,”terang Ir.Agung Karang Ketua Umum DPP Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB), melalui pesan Whatsapp saat menghubungi awak media, Rabu,(30/07/2025).

Lebih lanjut Agung menyampaikan peserta yang hadir dari pengurus DPP GPIB dan Pengurus DPW GPIB Provinsi DKI Jakarta dan Jajarannya.

“Sebagai organisasi yg bergerak dalam bidang pendidikan maka saya akan selalu mensosialisasikan kebijakan Kemendikdasmen kepada masyarakat,”tutur Agung.

Ditempat terpisah, Evi Fatmawati sebagai pembicara dan narasumber pada sosialisasi tersebut mengatakan kita di sini bersama GPIB dalam rangka sosialisasi 7 kebiasaan anak, yang mana 7 kebiasaan tersebut sedang digalakkan oleh Kemendiknas.

“Kita disini untuk menyebarluaskan informasi informasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen),”ujarnya.

“Tujuan di adakannya acara ini untuk melibatkan peran serta orang tua dalam melaksanakan 7 gerakan Indonesia hebat ini, dimana kita bisa berkolaborasi dengan satuan pendidikan yaitu sekolah dan guru untuk bisa melaksanakan 7 gerakan indo hebat ini diantaranya yaitu bangun pagi, beribadah, oleh raga serta makan siang begizi gemar belajar suka bermasyarakat serta tidur cepat,”terang Evi.

Evi juga berharap untuk acara sosialisasi ini agar orang tua bisa meningkatkan, serta menanamkan nilai nilai tinggi serta kebiasaan kebiasaan positif, yang memang semua itu sangat pondasi sekali, landasannya itu sesuai kebiasaan sehari-hari, agar kita berbiasakan memberikan kebiasaan agar terbangun menjadi karakter agar pula terbangun keberadapan.

“Ayuk kita sama-sama menjadikan anak kita anak hebat, anak yang berkwalitas, anak yang berinterigas agar kita menjadikan karakter yang lebih baik lagi,”tandasnya.

Jakarta Pusat –JSNews



Rabu 30/07/2025
Seorang pria berinisial M.R. (32) ditangkap polisi setelah videonya memaksa warga membayar parkir sebesar Rp 100.000 di kawasan Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, viral di media sosial.

Penangkapan dilakukan oleh Unit Reskrim Polsek Metro Tanah Abang setelah menerima laporan dari masyarakat. Aksi M.R. yang tergolong premanisme itu mendapat sorotan luas dari warganet.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, menegaskan bahwa pihaknya bertindak cepat begitu informasi itu tersebar luas.

“Begitu informasi diterima, tim segera bergerak dan berhasil mengamankan pelaku. Ini merupakan bentuk keseriusan kami dalam memberantas aksi premanisme dan memberikan rasa aman kepada masyarakat,” kata Susatyo, Rabu (30/7/2025).

Pelaku ditangkap di sebuah kontrakan di Jalan Gedung Ijo, RT 04 RW 02, Kelurahan Kebon Melati, Tanah Abang, sekitar pukul 12.00 WIB. Dalam penangkapan itu, polisi turut menyita barang bukti berupa uang tunai Rp 100.000 dan satu buah bong atau alat isap sabu.

Kapolsek Metro Tanah Abang, Kompol Haris Akhmad Basuki, mengatakan M.R. tidak melakukan perlawanan saat diamankan. Saat ini pelaku masih dalam pemeriksaan intensif.

“Pelaku sudah kami amankan dan tengah menjalani proses penyidikan. Kami juga akan melakukan tes urine serta menelusuri kemungkinan keterlibatan dalam kasus serupa,” ujar Haris.

Atas perbuatannya, M.R. dijerat dengan Pasal 368 KUHP tentang pemerasan. Dalam pasal tersebut disebutkan bahwa setiap orang yang dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, memaksa orang lain dengan kekerasan atau ancaman kekerasan untuk menyerahkan barang, dapat dipidana dengan hukuman penjara paling lama 9 tahun.

Polisi kini tengah mengidentifikasi korban berdasarkan video yang beredar, serta membuka kemungkinan adanya korban lainnya.

SAHSA

Mimika, Papua, JSNews Suasana penuh kehangatan dan tawa ceria menghiasi lapangan terbuka di Jl. Pemuda, Kamoro Jaya, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, Rabu (30/7/2025) sore pukul 16.00 WIT, personel Satgas Humas Operasi Damai Cartenz Iptu I Gde Pradana Sthirabudhi, S.Ds. berbaur dan bermain bola bersama anak-anak dan remaja setempat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pendekatan humanis yang terus dilaksanakan oleh Satgas Operasi Damai Cartenz sebagai upaya membangun kedekatan serta menciptakan hubungan yang harmonis antara aparat keamanan dan masyarakat Papua. Keceriaan tampak jelas ketika anak-anak ikut bermain, tertawa, dan bercengkrama bersama para personel. Seusai bermain, mereka juga menerima minuman jus buah yang dibagikan langsung oleh anggota sebagai bentuk kepedulian dan kasih sayang.

Tak hanya bermain, anak-anak juga tampak nyaman berbagi cerita dan bercanda dengan para aparat, mencerminkan terciptanya ruang interaksi sosial yang hangat dan inklusif. Momen ini ditutup dengan sesi foto bersama dalam nuansa kemerdekaan Republik Indonesia, di mana anak-anak mengibarkan bendera merah putih kecil sebagai simbol nasionalisme yang ditanamkan sejak dini.

Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., yang didampingi oleh Wakaops Damai Cartenz, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bentuk konsistensi Polri dalam menjalankan pendekatan humanis di tengah masyarakat Papua.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari pendekatan humanis yang secara rutin kami lakukan dalam pelaksanaan Operasi Damai Cartenz. Kami ingin menumbuhkan harapan, membangun kedekatan, dan menciptakan rasa damai bersama masyarakat Papua, terutama generasi mudanya. Dengan bermain dan berbagi kebahagiaan, kita sedang menanam benih kepercayaan dan kedamaian di hati mereka,” ujar Brigjen Faizal.

Senada dengan itu, Kepala Satgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., menegaskan bahwa kegiatan seperti ini terbukti menjadi sarana efektif dalam memperkuat hubungan sosial antara aparat dan masyarakat.

“Kegiatan humanis menjadi sarana yang sangat efektif dalam membangun komunikasi sosial yang kuat antara aparat keamanan dan masyarakat. Anak-anak adalah jembatan masa depan, dan melalui pendekatan yang bersahabat, kami ingin menanamkan nilai-nilai persatuan dan kepercayaan terhadap negara,” ungkap Kombes Yusuf.

Melalui kegiatan-kegiatan serupa yang terus digelar secara rutin, Operasi Damai Cartenz berupaya menghadirkan kehadiran Polri yang humanis, bersahabat, dan membangun kedamaian secara menyeluruh di Tanah Papua.

Jakarta, JSNews – Seorang warga negara asing asal Pakistan ditangkap aparat Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya setelah kedapatan menyelundupkan narkotika jenis sabu seberat 577 gram. Modusnya, sabu disimpan dalam kapsul besar dan disembunyikan di dalam dua kaleng bekas camilan kentang merek Mister Potato.

Penangkapan terjadi pada Selasa (29/7/2025) sekitar pukul 09.30 WIB di area parkir mobil, Jalan Damar, Pademangan Timur, Jakarta Utara. Pelaku inisial MAI (41), seorang pria berkewarganegaraan Pakistan.

“Petugas menerima informasi dari masyarakat mengenai dugaan peredaran narkoba di kawasan tersebut,” ujar Kanit 3 Subdit 3 AKP Abdul Muchzin, dalam keterangannya kepada media.

Saat digeledah, polisi menemukan dua kaleng coklat berlogo Mister Potato yang berisi 50 kapsul besar berisi sabu dengan berat total 577 gram.

Selanjutnya, pelaku dan barang bukti dibawa ke kantor Ditresnarkoba Polda Metro Jaya untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Modus operandi

  1. pelaku WNA masuk ke indonesia dengan menggunakan visa wisata.
  2. Narkoba diseludupkan dengan cara inserter, yaitu narkoba dikemas dalam bentuk kapsul2 kecil dan kemudian ditelan (swallow ) masuk kedalam tubuh.
  3. Sesampainya di Indonesia narkoba dikeluarkan melalui anus.

“Modus operandi yang digunakan pelaku adalah dengan masuk ke wilayah Indonesia menggunakan visa wisata, kemudian menyelundupkan narkotika jenis sabu dengan metode inserter, yakni dengan mengemas narkoba ke dalam kapsul-kapsul kecil dan menelannya (swallow). Setelah tiba di Indonesia, kapsul-kapsul tersebut dikeluarkan melalui saluran pencernaan, tepatnya melalui anus,” jelas Kanit 3 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, AKP Abdul Muchzin.

Jakarta Pusat, JSNews – Seorang pria berinisial M.R. (32) ditangkap polisi setelah videonya memaksa warga membayar parkir sebesar Rp 100.000 di kawasan Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, viral di media sosial.

Penangkapan dilakukan oleh Unit Reskrim Polsek Metro Tanah Abang setelah menerima laporan dari masyarakat. Aksi M.R. yang tergolong premanisme itu mendapat sorotan luas dari warganet.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, menegaskan bahwa pihaknya bertindak cepat begitu informasi itu tersebar luas.

“Begitu informasi diterima, tim segera bergerak dan berhasil mengamankan pelaku. Ini merupakan bentuk keseriusan kami dalam memberantas aksi premanisme dan memberikan rasa aman kepada masyarakat,” kata Susatyo, Rabu (30/7/2025).

Pelaku ditangkap di sebuah kontrakan di Jalan Gedung Ijo, RT 04 RW 02, Kelurahan Kebon Melati, Tanah Abang, sekitar pukul 12.00 WIB. Dalam penangkapan itu, polisi turut menyita barang bukti berupa uang tunai Rp 100.000 dan satu buah bong atau alat isap sabu.

Kapolsek Metro Tanah Abang, Kompol Haris Akhmad Basuki, mengatakan M.R. tidak melakukan perlawanan saat diamankan. Saat ini pelaku masih dalam pemeriksaan intensif.

“Pelaku sudah kami amankan dan tengah menjalani proses penyidikan. Kami juga akan melakukan tes urine serta menelusuri kemungkinan keterlibatan dalam kasus serupa,” ujar Haris.

Atas perbuatannya, M.R. dijerat dengan Pasal 368 KUHP tentang pemerasan. Dalam pasal tersebut disebutkan bahwa setiap orang yang dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, memaksa orang lain dengan kekerasan atau ancaman kekerasan untuk menyerahkan barang, dapat dipidana dengan hukuman penjara paling lama 9 tahun.

Polisi kini tengah mengidentifikasi korban berdasarkan video yang beredar, serta membuka kemungkinan adanya korban lainnya.

Jakarta, JSNews — Divisi Humas Polri melaksanakan sosialisasi dan pelatihan penggunaan Policetube serta Humas Pintar Presisi, Rabu (30/7). Kegiatan yang dibuka langsung oleh Kadiv Humas Polri Irjen. Pol. Sandi Nugroho ini diikuti oleh 288 peserta secara tatap muka dan 2.080 peserta melalui daring.

Irjen. Pol. Sandi Nugroho menjelaskan, Policetube merupakan sistem dari PT Digital Unggul Gemilang untuk Polri. Platform ini diharapkan menjadi lompatan besar dalam memperkuat fungsi kehumasan dan publikasi kepolisian di era digital.

“Sosialisasi dan pelatihan ini penting agar jajaran Polri siap memanfaatkan Policetube sebagai media publikasi modern berbasis video. Dengan cara ini, kerja-kerja kepolisian dapat terekam dengan nyata, transparan, dan mudah diakses masyarakat,” kata Kadiv Humas Polri.

Menurutnya, publikasi kegiatan kepolisian selama ini sudah berjalan melalui SPIT dan Mediahub, namun terbatas pada narasi dan foto. Dengan adanya Policetube, seluruh aktivitas kepolisian mulai dari Polsek hingga Mabes Polri dapat didokumentasikan dalam bentuk video.

“Harapan kami, tidak ada lagi pertanyaan tentang apa yang sudah dikerjakan Polri. Semua bukti kerja anggota di lapangan bisa dilihat langsung melalui Policetube,” tegas Irjen. Pol. Sandi.

Kadiv Humas menambahkan, pemanfaatan Policetube juga sejalan dengan semangat transparansi Polri sekaligus meningkatkan kepercayaan publik. Setiap anggota Polri didorong untuk berperan aktif menyampaikan informasi positif, bukan hanya di dunia nyata, tetapi juga di ruang digital.

“Semoga dengan adanya sosialisasi dan pelatihan ini, jajaran Polri semakin siap menghadapi tantangan ke depan, sekaligus memperkuat profesionalisme dan kehumasan yang modern, transparan, dan dipercaya masyarakat,” pungkas Kadiv Humas.

Dengan adanya Policetube, Polri optimistis dapat mendekatkan diri kepada masyarakat, menyebarkan informasi yang akurat, sekaligus membuktikan bahwa kerja-kerja kepolisian hadir nyata untuk melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat.

Jakarta, JSNews – Suasana di kawasan industri Pulomas mendadak geger setelah ditemukannya sesosok mayat pria di atas plafon sebuah gudang yang juga difungsikan sebagai musholla di lingkungan PT. Tunggal Sila Farma, Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur.

Mayat tersebut belakangan diketahui adalah Rastono (37), seorang teknisi perusahaan yang telah dilaporkan tidak masuk kerja sejak hari sebelumnya.

Peristiwa ini pertama kali terkuak pada Selasa, 29 Juli 2025, sekitar pukul 15.30 WIB. Salah seorang karyawan mendapat laporan dari rekan kerjanya mengenai bau menyengat seperti bangkai yang tercium dari area plafon musholla.

Setelah dicek bersama petugas keamanan, mereka menemukan sesosok mayat dalam posisi terlentang dengan wajah menghitam, mengenakan kaos kuning dan celana panjang biru.

Penemuan ini langsung dilaporkan ke pihak keamanan perusahaan dan diteruskan ke Polsek Pulogadung.

Petugas gabungan dari Polsek Pulogadung bersama tim identifikasi Polres Metro Jakarta Timur, Sie dokkes, dan SPKT segera tiba di lokasi.

Mayat korban kemudian diturunkan, dan berdasarkan pengakuan salah seorang rekan kerja, jenazah tersebut diyakini sebagai Rastono, yang terakhir kali terlihat pada Sabtu, 26 Juli 2025, saat tengah memperbaiki pompa air di area perusahaan.

Saat ditemukan, kaki kanan korban dalam kondisi terlilit kabel listrik, menimbulkan dugaan adanya unsur kelalaian atau kejadian teknis yang berujung fatal.

Kapolsek Pulogadung, Kompol Suroto, menjelaskan bahwa pihaknya langsung mengambil langkah cepat dalam penanganan kasus ini.

“Kami langsung turun ke lokasi bersama tim gabungan untuk melakukan olah TKP, meminta keterangan para saksi, serta membawa jenazah ke RS Polri Kramat Jati guna dilakukan visum dan autopsi. Langkah ini penting untuk memastikan penyebab kematian korban secara medis dan hukum,” ujar Kompol Suroto.

Ia juga menegaskan bahwa proses penyelidikan akan terus dilanjutkan, termasuk memeriksa saksi-saksi tambahan dan mengkaji ulang sistem keselamatan kerja di lokasi kejadian.

Pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh perusahaan, terutama yang bergerak di sektor industri dan manufaktur, untuk lebih memperhatikan aspek keselamatan kerja dan fasilitas penunjang bagi para karyawan.

Selain itu, masyarakat diminta tidak berspekulasi atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi terkait peristiwa ini.

“Kami minta masyarakat tetap tenang dan mempercayakan penanganan kasus ini kepada kepolisian. Segala bentuk informasi akan kami sampaikan secara terbuka setelah hasil penyelidikan lengkap. Mari bersama kita ciptakan lingkungan kerja yang aman dan manusiawi,” tambah Kapolsek.

Kehadiran aparat kepolisian di tengah masyarakat bukan hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga memastikan bahwa setiap peristiwa, termasuk yang menyangkut keselamatan jiwa, ditangani secara profesional, transparan, dan empatik.

Sukabumi, JSNews – Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Karyoto secara resmi membuka Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Tahun Anggaran 2025 di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Metro Jaya, Cigombong, Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (30/7/2025).

Sebanyak 637 peserta didik dinyatakan lulus seleksi dan mulai menjalani pendidikan kepolisian. Dalam sambutannya, Kapolda mengucapkan selamat kepada seluruh siswa atas perjuangan mereka hingga berhasil mengikuti pendidikan Bintara.

“Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Pendidikan ini bukan hanya membentuk fisik, tetapi juga membangun mental, karakter, dan integritas sebagai Bhayangkara sejati,” kata Irjen Pol. Karyoto.

Kapolda menegaskan bahwa menjadi anggota Polri bukan sekadar profesi, melainkan panggilan jiwa yang harus dijalani dengan dedikasi dan semangat pengabdian.

Polisi itu adalah jalan hidup. Jiwa polisi adalah jiwa penolong, siap hadir kapan pun dan di mana pun masyarakat membutuhkan,” tegasnya.

Selain upacara pembukaan, kegiatan juga diisi dengan penanaman pohon buah sebagai bagian dari komitmen Polri terhadap pelestarian lingkungan hidup. SPN Polda Metro Jaya menyiapkan lahan khusus untuk menanam:

20 pohon manggis
20 pohon mangga
20 pohon rambutan

Kapolda menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya simbolis, tetapi juga sebagai bentuk edukasi dan penanaman nilai kepedulian lingkungan kepada para siswa sejak awal masa pendidikan

“Kami ingin siswa Bintara juga memiliki kepedulian terhadap alam. Menjadi polisi berarti menjaga keamanan, termasuk kelestarian lingkungan tempat kita bertugas,” ujar Kapolda.

Penanaman pohon dilakukan di lahan yang telah disiapkan di lingkungan SPN Lido dan diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang secara ekologis maupun edukatif.

Kegiatan pembukaan pendidikan turut dihadiri oleh pejabat utama Polda Metro Jaya, Kepala Pusat Laboratorium BNN, Ketua Bhayangkari Daerah Metro Jaya beserta pengurus, serta perwakilan instansi pemerintah daerah.

Pendidikan Bintara Polri ini akan berlangsung selama beberapa bulan ke depan dengan harapan seluruh peserta didik mampu menyelesaikannya dengan baik dan siap menjadi anggota Polri yang profesional, humanis, dan berintegritas.

JSNews-Kepulauan Seribu — Dalam rangka pelaksanaan Serbuan Teritorial Kodam Jaya/Jayakarta, Danrem 052/Wijayakrama Brigjen TNI Zulhadrie S. Mara, M.Han., didampingi Dandim 0502/Jakarta Utara, Kolonel Inf Dony Gredinand, S.H., M.Tr(Han)., M.I.Pol., meninjau langsung berbagai kegiatan Bakti TNI yang digelar di Pulau Pari, Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Selasa (29/07/2025).

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Administrasi Kepulauan Seribu, para Kasi dan Pasi Korem 052/WKR, Kapolres Kepulauan Seribu, Jajaran Danramil Kodim 0502/JU, serta sejumlah undangan.

Adapun rangkaian kegiatan Bakti TNI yang dilaksanakan antara lain:

Rehab sarana dan prasarana Masjid Al-Ikhlas, Pengobatan gratis bagi masyarakat, Sunatan massal, Penanaman pohon mangrove, Pemberian bantuan 10 kursi roda, Penyerahan kunci rumah hasil renovasi program RTLH, Pemberian 1000 paket sembako, dan Pembagian sepeda MTB bagi warga setempat

Brigjen TNI Zulhadrie menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian TNI terhadap masyarakat, sekaligus wujud sinergi bersama pemerintah daerah dan para mitra untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah teritorial Kodam Jaya, khususnya di wilayah Kepulauan Seribu.

Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat kemanunggalan TNI-Rakyat melalui aksi nyata yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, diharapkan kegiatan serbuan teritorial ini dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan serta meningkatkan rasa cinta tanah air dan kepedulian sosial di tengah masyarakat kepulauan.

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.