Bogor, JSNews – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang (BO) Cibinong kembali menunjukkan komitmennya dalam kegiatan sosial kemasyarakatan dengan menyelenggarakan program “Jumat Berkah Nasi ” di Masjid At-Taqwa, Komplek Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bogor.

Kegiatan berbagi ini dilaksanakan pada hari Jumat, 21 November 2025, tepat setelah pelaksanaan Salat Jumat, dengan menyasar jamaah dan masyarakat umum di sekitar lokasi.

Kehangatan Berbagi untuk Kebersamaan
Ratusan paket nasi kotak dibagikan secara cuma-cuma kepada para jemaah Salat Jumat yang baru menunaikan ibadah, serta masyarakat umum, seperti pekerja, pedagang, dan warga yang melintas.

Program ini merupakan wujud nyata kepedulian BRI BO Cibinong untuk berbagi rezeki dan kebahagiaan di hari yang dianggap mulia oleh umat Muslim.

“Kami sangat bersyukur dapat melaksanakan kembali kegiatan Jumat Berkah ini. Ini adalah cara kami, keluarga besar BRI BO Cibinong, untuk menumbuhkan semangat berbagi dan mempererat silaturahmi dengan masyarakat Kabupaten Bogor,” ujar Kurniawan Setyantoro, Head Office BRI BO Cibinong, Jum’at (21/11).

Kata Kurniawan, Jumat Berkah bukan hanya sekadar membagikan makanan. Lebih dari itu, ini adalah tentang menanamkan nilai-nilai kebaikan, kepedulian sosial, dan gotong royong, yang sejalan dengan semangat BUMN Hadir Untuk Negeri.

” Kami berharap, sekotak nasi ini dapat memberikan manfaat, energi positif, dan kebahagiaan bagi mereka yang menerima. Semoga kegiatan kecil ini bisa menjadi inspirasi bagi semua pihak untuk terus menebar kebaikan, karena keberkahan sesungguhnya adalah ketika kita bisa berbagi dengan sesama,” tambahnya.

Kegiatan ini mendapatkan sambutan yang sangat positif dari para jemaah dan masyarakat. Antusiasme terlihat jelas saat pembagian paket nasi kotak berlangsung tertib dan penuh senyum.

Komitmen BRI untuk Masyarakat
Program Jumat Berkah ini direncanakan akan menjadi kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh BRI BO Cibinong sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan.

BRI berkomitmen untuk terus berkontribusi aktif dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, tidak hanya melalui layanan perbankan terbaik, tetapi juga melalui aksi-aksi sosial yang berdampak langsung.

banner 468x60

Depok,JSNews



Minggu, 19 Juli 2025

Direktorat Polisi Satwa (Ditpolsatwa) Korsabhara Baharkam Polri kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian satwa liar dan keseimbangan ekosistem nasional. Hal ini ditandai dengan penyelenggaraan kegiatan Pelantikan dan Pendidikan serta Pelatihan (Diklat) Pengurus Pusat Pemerhati Polisi Satwa (PPS) pada Sabtu, 19 Juli 2025, di Markas Komando Ditpolsatwa, Kelapadua, Depok.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Direktur Polisi Satwa, Brigadir Jenderal Polisi Torry Kristianto, S.I.K. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa pembentukan dan pelantikan PPS merupakan langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat dalam menjaga kekayaan hayati Indonesia.

“Konservasi satwa dan pelestarian ekosistem bukan semata isu lingkungan, tetapi bagian integral dari ketahanan nasional. Polisi Satwa hadir sebagai garda terdepan dalam menjaga keseimbangan ekosistem, dan PPS hadir sebagai mitra strategis dalam mengedukasi, mengadvokasi, serta menggerakkan partisipasi masyarakat,” tegas Brigjen Pol Torry.

PPS: Wadah Kolaboratif untuk Perlindungan Satwa

Organisasi Pemerhati Polisi Satwa (PPS) resmi dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Direktur Polisi Satwa Nomor: SK/1/VII/KEP/2025 tanggal 4 Juli 2025. PPS menjadi jembatan kolaboratif antara Polri dengan akademisi, aktivis, dan generasi muda, dalam mendukung tugas Polri di bidang perlindungan satwa liar, pencegahan kejahatan lingkungan, dan edukasi konservasi.

Sebagai Pelindung dan Pembina Utama PPS, Brigjen Pol Torry secara langsung melantik 26 pengurus pusat yang berasal dari beragam latar belakang profesi dan keahlian. Pelantikan ini menjadi simbol nyata dari semangat gotong royong antara aparat dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan hidup yang lestari.

Komitmen Polri terhadap Pembangunan Berkelanjutan

Brigjen Pol Torry juga menekankan pentingnya pembangunan yang berwawasan lingkungan. Ia mengingatkan bahwa setiap aktivitas pembangunan harus memperhatikan kelangsungan hidup satwa liar dan habitatnya.

“Setiap kegiatan pembangunan harus dilandasi kepedulian terhadap keberadaan satwa liar dan keseimbangan ekologis. Ini penting untuk mencegah konflik manusia-satwa serta kerusakan lingkungan yang tidak dapat dipulihkan,” jelasnya.

Peran Strategis PPS dalam Mendukung Polri

Sebagai mitra strategis Ditpolsatwa, PPS diharapkan dapat memperkuat edukasi publik, meningkatkan literasi konservasi, serta mendorong advokasi perlindungan satwa yang berbasis data dan bukti ilmiah. PPS juga diharapkan menjadi katalisator gerakan sosial yang terstruktur dan berkelanjutan.

“Polri menyadari bahwa perlindungan satwa dan pelestarian hayati tidak bisa dilakukan sendirian. Dibutuhkan kolaborasi semua elemen bangsa — dari pemerintah, akademisi, sektor swasta, hingga masyarakat sipil,” tambah Brigjen Pol Torry.

Tema: Satwa sebagai Cerminan Peradaban

Mengangkat tema “Satwa bukan hanya tentang hewan, tapi titik ukur peradaban kita,” acara ini menjadi pengingat penting bahwa cara suatu bangsa memperlakukan makhluk hidup lain mencerminkan nilai kemanusiaan dan tingkat peradabannya.

Hadir dalam kegiatan ini antara lain:

Kombes Pol Gatot Aris Purbaya, S.I.K.

Ir. Yoska Oktaviano, M.T. selaku Pembina PPS

Ketua Umum PPS Monica Fany Megawati

Sekjen PPS Raga Prabuana

Dr. Intan Nevia Cahyana, S.H., M.H. — Dosen Hukum Kehutanan FH Usakti sekaligus Kepala Bidang Kajian dan Advokasi PPS

Turut hadir pula para tamu undangan dan 26 peserta pelantikan.


Menjaga Masa Depan Bangsa Melalui Pelestarian Alam

Menutup sambutannya, Brigjen Pol Torry mengucapkan selamat kepada para pengurus baru dan mengajak seluruh peserta untuk menjaga komitmen dalam membangun peradaban yang lebih peduli terhadap makhluk hidup lainnya.

“Kami tidak dapat bekerja sendiri. Dukungan dari PPS dan masyarakat menjadi penguat langkah Polri dalam menjaga keanekaragaman hayati Indonesia. Perlindungan satwa adalah perlindungan terhadap masa depan bangsa,” pungkasnya.

Pelantikan ini menegaskan kembali peran Polri sebagai pelindung masyarakat dalam arti luas, termasuk pelestarian sumber daya alam hayati. Diharapkan kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam membangun kemitraan berkelanjutan antara Polri dan masyarakat demi Indonesia yang lebih lestari, aman, dan beradab.

SAHSA

Jayapura, JSNews Tokoh agama Papua, Pdt. Dr. Yones Wenda, menyatakan dukungannya terhadap langkah-langkah tegas yang dilakukan Satgas Ops Damai Cartenz dalam menanggulangi aksi kekerasan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Tanah Papua. Menurutnya, kehadiran Satgas Ops Damai Cartenz menjadi simbol nyata kehadiran negara dalam memberikan perlindungan bagi masyarakat di Papua.

Dalam pernyataannya di Jayapura, Jum’at (18/7/2025), Pdt. Wenda menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi Satgas Damai Cartenz yang terus bekerja menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di wilayah rawan konflik.

“Kami sangat menghargai upaya Satgas Damai Cartenz yang secara konsisten menegakkan hukum dan menciptakan rasa aman bagi rakyat Papua,” ujarnya.

Ia menilai bahwa tindakan tegas terhadap kelompok bersenjata merupakan bentuk tanggung jawab negara dalam menjaga keselamatan warganya dari kekerasan yang tidak manusiawi. Ia juga mengecam keras aksi-aksi brutal yang dilakukan oleh KKB, karena dinilai bertentangan dengan nilai-nilai luhur yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Papua.

Pdt. Dr. Yones Wenda juga mengajak seluruh elemen masyarakat, baik tokoh adat, pemuda, maupun pemuka agama, untuk bersatu menjaga kedamaian serta tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin memecah belah persatuan.

“Kita semua memiliki tanggung jawab menjaga kamtibmas dan menutup ruang bagi oknum yang ingin merusak keharmonisan yang sudah terjalin. Papua adalah tanah damai, dan kini saatnya kita hidup berdampingan tanpa kekerasan,” tegasnya.

Ia menutup pernyataannya dengan mengajak masyarakat mendukung sepenuhnya setiap langkah pemerintah dalam membangun perdamaian berkelanjutan di Bumi Cenderawasih.

DIY. JSNews – Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo meresmikan SMA Kemala Taruna Bhayangkara dan SMA Global Darussalam Academy. Kedua sekolah unggulan ini menjadi yang pertama didirikan.

“Suatu kebahagiaan yang luar biasa kita hari ini bisa berkumpul bersama untuk melaksanakan pembukaan dan peresmian angkatan bersama sekolah unggulan yang menjadi desain Bapak Presiden untuk membangun sekolah unggulan. Alhamdulillah bahwa hari ini Global Darussalam Academy dan SMA KTB menjadi salah dua yang dilaunching pertama,” jelas Kapolri, Minggu (20/7/25).

Jenderal Sigit menyatakan, terdapat 11.000 calon siswa yang mengikuti seleksi untuk menjadi siswa di kedua sekolah unggulan ini. Kemudian, terdapat 120 anak yang lolos menjadi siswa SMA Kemala Taruna Bhayangkara dan 67 untuk SMA Global Darussalam Academy.

Menurut Kapolri, materi tes yang dijadikan landasan penilaian berdasar pada nilai IPA, Bahasa Inggris, dan Matematika minimal 80. Para murid juga dites jasmani, psikologi, dan kesehatan.

“Saya bangga dan berkali-kali menceritakan hal tersebut karena khusus ade-ade ini saya sebagai Kapolri engga bisa mengintervensi kelulusan mereka. Jadi mereka ini betul-betul lulus dari hasil tes mereka murni dan ini menjadi harapan yang baik bagi kita semua,” ungkap Kapolri.

Diharapkan Kapolri, para murid dari kedua sekolah unggulan ini dapat benar-benar menjadi generasi penerus kader pemimpin bangsa. Mereka juga diharapkan bisa mencetak prestasi di dalam dan luar negeri.

Dengan adanya dua sekolah unggulan ini, ujar Kapolri, para siswa diharapkan dapat menjadi generasi yang pandai, pintar, dan siap mengisi serta menjadi pemain utama pada Indonesia Emas 2045. Jenderal Sigit pun mengibaratkan para siswa di dua sekolah unggulan ini sebagai mutiara.

“Kalian adalah mutiara-mutiara yang tersebar dan saat ini bs kita temukan. Ibarat emas kalian dididik, digembleng menjadi emas 24 karat dan oleh karena itu saya titip kepada guru dan pembina, baik di bidang akademik maupun pengasuhan tolong bentuk mereka siapkan mereka sehungga betul-betul bisa menjadi emas 24 karat” ujar Kapolri.

Dijelaskan Kapolri, sekolah unggulan ini menjadikan tenaga pengajar dan pengasuh dengan rekam jejak prestasi yang memukau. Bahkan, para pengasuhnya adalah lulusan pertama Taruna Nusantara yang diharuskan melakukan inovasi dan meningkatkan kualitas.

“Saya titip betul pola pengasuhan yang ada, tanamkan disiplin, nilai-nilai kebhayangkaraan, nilai-nilai nasionalisme. Di satu sisi tentunya bagaimana mencetak mereka menjadi anak-anak yang pandai, pintar dan siap mengisi dan menjadi pemain utama untuk Indonesia Emas 2045,” ujar Kapolri.

Yogyakarta, JSNews – Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo memimpin langsung Apel Akbar Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) Pemuda Muhammadiyah Tahun 2025 yang digelar di Stadion Tridadi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Minggu (20/7/2025).

Apel akbar tersebut dihadiri oleh 23.450 anggota Kokam dari seluruh Indonesia. Dalam momen bersejarah ini, juga dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Polri dengan Pengurus Pusat Pemuda Muhammadiyah dalam rangka memperkuat sinergisitas di bidang pertanian untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

“Alhamdulillah, baru saja dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Polri dan Pengurus Pusat Pemuda Muhammadiyah terkait Sinergisitas Usaha Pertanian dalam rangka Mewujudkan Ketahanan Pangan Nasional,” ujar Kapolri.

Kapolri menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi implementasi nyata dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional, sekaligus sebagai bentuk peran aktif Pemuda Muhammadiyah dalam menjawab tantangan zaman.

“Kerja sama ini merupakan implementasi nyata yang sejalan dengan program ketahanan pangan yang dilaksanakan Polri dalam mendukung swasembada pangan, dimana sampai dengan akhir tahun 2025, Polri menargetkan penanaman jagung pada lahan seluas 1 juta hektar,” jelasnya.

Jenderal Sigit juga menekankan pentingnya sinergisitas dan kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi berbagai tantangan global dan nasional. Ia menyinggung bahwa Presiden Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn.) Prabowo Subianto telah menetapkan Misi Asta Cita sebagai arah pembangunan nasional, termasuk di dalamnya mewujudkan kedaulatan pangan.

“Salah satu misi Asta Cita adalah mewujudkan ketahanan pangan nasional, yang tentunya dapat dicapai dengan meningkatkan produktivitas dan memaksimalkan potensi pertanian di dalam negeri,” tegas Kapolri.

Sebagai bentuk perhatian, Kapolri juga secara simbolis menyerahkan bantuan program bedah rumah untuk anggota Kokam yang dinilai memiliki dedikasi tinggi.

Apel akbar ini menjadi momentum penguatan kolaborasi strategis antara institusi Polri dan organisasi kepemudaan berbasis keagamaan, sebagai bagian dari semangat gotong royong dalam membangun ketahanan nasional di berbagai sektor, khususnya pangan.

Depok, JSNews – 19 Juli 2025 – Direktorat Polisi Satwa (Ditpolsatwa) Korsabhara Baharkam Polri kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga kelestarian satwa liar dan keseimbangan ekosistem nasional melalui penyelenggaraan kegiatan Pelantikan dan Pendidikan serta Pelatihan (Diklat) Pengurus Pusat Pemerhati Polisi Satwa (PPS) yang digelar pada Sabtu, 19 Juli 2025, di Markas Komando Ditpolsatwa, Kelapadua, Depok.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Direktur Polisi Satwa, Brigadir Jenderal Polisi Torry Kristianto, S.I.K., yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembentukan dan pelantikan PPS merupakan langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara Polri dan elemen masyarakat dalam menjaga kekayaan hayati Indonesia.

“Konservasi satwa dan pelestarian ekosistem bukan semata isu lingkungan, tetapi menjadi bagian integral dari ketahanan nasional. Polisi Satwa hadir sebagai garda terdepan dalam menjaga keseimbangan ekosistem, dan PPS hadir sebagai mitra strategis dalam mengedukasi, mengadvokasi, serta menggerakkan partisipasi masyarakat,” tegas Brigjen Pol Torry.

Pembentukan Pemerhati Polisi Satwa (PPS)
PPS secara resmi dibentuk melalui Surat Keputusan Direktur Polisi Satwa Nomor: SK/1/VII/KEP/2025 tanggal 4 Juli 2025. Organisasi ini menjadi wadah kolaboratif yang menghubungkan Polri dengan kalangan akademisi, aktivis, dan generasi muda untuk mendukung tugas-tugas Polri dalam perlindungan satwa liar, pencegahan kejahatan lingkungan, dan edukasi konservasi.

Sebagai Pelindung dan Pembina Utama PPS, Brigjen Pol Torry secara langsung melantik 26 orang pengurus pusat yang berasal dari berbagai latar belakang profesi dan keahlian. Pelantikan ini menjadi wujud nyata dari semangat gotong royong antara aparat dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan hidup yang lestari dan berkelanjutan.

Komitmen Polri terhadap Konservasi dan Keamanan Ekosistem.

Dalam sambutannya, Direktur Polisi Satwa menekankan pentingnya pembangunan yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan. Setiap aktivitas pembukaan lahan, pembangunan, dan kegiatan industri harus memperhatikan kelangsungan hidup satwa dan habitat alaminya.

“Setiap kegiatan pembangunan harus dilandasi kepedulian terhadap keberadaan satwa liar dan keseimbangan ekologis. Ini penting untuk mencegah konflik antara manusia dan satwa serta mencegah kerusakan lingkungan yang tidak dapat dipulihkan,” ujar Brigjen Pol Torry.

Peran Strategis PPS dalam Mendukung Tugas Polri

Pemerhati Polisi Satwa menjadi mitra strategis Polri dalam memperkuat edukasi publik, meningkatkan literasi konservasi, serta mendorong advokasi perlindungan satwa berbasis data dan bukti ilmiah. PPS diharapkan menjadi katalisator gerakan sosial yang kuat dan terstruktur dalam mendukung tugas-tugas Ditpolsatwa.

“Polri, melalui Ditpolsatwa, menyadari bahwa perlindungan satwa dan pelestarian hayati tidak bisa dilakukan sendirian. Dibutuhkan kolaborasi yang erat dengan semua elemen bangsa – mulai dari pemerintah, akademisi, sektor swasta, hingga masyarakat sipil,” tambah Brigjen Pol Torry.

Momentum Komitmen Bersama.

Acara pelantikan dan diklat tahun ini mengusung tema: “Satwa bukan hanya tentang hewan, tapi titik ukur peradaban kita.” Tema ini menjadi pengingat bahwa cara bangsa memperlakukan makhluk hidup lain, khususnya yang lemah dan tak bersuara, mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan dan peradaban bangsa tersebut.

Turut hadir dalam kegiatan ini antara lain Kombes Pol Gatot Aris Purbaya, S.I.K., dan Ir. Yoska Oktaviano, M.T. selaku Pembina PPS, serta Ketua Umum PPS Monica Fany Megawati, Sekretaris Jenderal PPS Raga Prabuana,dan Dr. Intan Nevia Cahyana, S.H., M.H selaku Dosen Pengampu Hukum Kehutanan FH Usakti yang juga merupakan Kepala bidang Kajian dan Advokasi PPS beserta para tamu undangan dan 26 peserta pelantikan.

Direktur Polisi Satwa mengakhiri sambutannya dengan menyampaikan ucapan selamat kepada para pengurus baru, dan mengajak seluruh peserta untuk menjaga komitmen serta berkontribusi aktif dalam pembangunan peradaban yang lebih manusiawi dan peduli terhadap makhluk hidup lainnya.

“Kami tidak dapat bekerja sendiri. Dukungan dari PPS dan masyarakat menjadi penguat langkah Polri dalam menjaga keanekaragaman hayati Indonesia. Perlindungan satwa adalah perlindungan terhadap masa depan bangsa,” pungkasnya.

Melalui pelantikan ini, Ditpolsatwa menegaskan kembali posisi Polri sebagai pelindung dan pelayan masyarakat, termasuk dalam aspek pelestarian sumber daya alam hayati. Diharapkan kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam membangun kemitraan berkelanjutan antara Polri dan masyarakat, demi Indonesia yang lebih lestari, aman, dan beradab.

JAKARTA — JSNews.com
Sabtu, 19 Juli 2025

Telah terjadi aksi pencurian di rumah warga yang berlokasi di Kampung Kapuk 1, RT.008/RW.006, pada pukul 17.00 WIB.

Pelaku pencurian yang mencoba mengambil sebuah telepon genggam berhasil ditangkap oleh warga setelah melancarkan aksinya di salah satu rumah. Pelaku masuk ke dalam rumah dengan cara memanjat dari atap rumah tetangga ke rumah korban. Namun, nahas, pelaku terjatuh dari atap sehingga aksinya diketahui oleh pemilik rumah yang berinisial N.

Warga yang mendengar keributan segera menangkap pelaku dan menyerahkannya kepada pihak keamanan lingkungan, yang kemudian membawa pelaku ke pihak kepolisian untuk diproses lebih lanjut.

Diketahui, pelaku sebelumnya telah mengamati rumah target sejak malam hari sebelum melakukan aksinya.

( Omen’s )

Jakarta,JSNews | 19 Juli 2025—Ketua Umum Kebangkitan Jawara dan Pengacara (Bang Japar) yang juga Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris, kembali menggelar kegiatan donor darah sebagai rangkaian dari program keliling ke 44 kecamatan dan 267 kelurahan se-Jakarta. Kali ini kegiatan donor darah berlangsung di di GOR Remaja Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat (19/7).

Fahira Idris Anggota DPD RI Dapil Provinsi DKI Jakarta ini mengungkapkan, di Indonesia, permintaan darah jauh melampaui jumlah pasokan yang tersedia. Pasien kanker, ibu melahirkan dengan komplikasi, korban kecelakaan lalu lintas, serta pasien seperti thalassemia dan anemia berat, semuanya bergantung pada transfusi darah.

“Darah tidak bisa diproduksi di laboratorium, tidak bisa direkayasa oleh teknologi, dan satu-satunya sumber darah hanyalah dari manusia yang sehat dan bersedia mendonor. Tidak banyak yang menyadari bahwa satu kantong darah bisa menyelamatkan hingga tiga nyawa manusia,” ungkap Fahira Idris di sela-sela kegiatan donor darah di GOR Remaja Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat (19/7).

“Melalui proses pemisahan komponen, darah dapat dibagi menjadi sel darah merah, plasma, dan trombosit di mana masing-masing memiliki peran vital dalam menyelamatkan pasien dengan kondisi medis yang berbeda-beda. Oleh karena itu, ucapan apresiasi dan terima kasih tidak akan putus-putusnya saya ucapkan kepada para pendonor yang sejatinya adalah pahlawan darah Indonesia,” tambah Fahira Idris.

Fahira Idris yang juga dikenal sebagai aktivis sosial ini menegaskan, di balik setiap kantong darah yang disumbangkan, terdapat harapan, kehidupan, dan kesempatan baru bagi mereka yang sedang berjuang untuk bertahan hidup. Donor darah adalah salah satu tindakan kemanusiaan paling sederhana namun berdampak luar biasa besar.

Donor darah juga membawa manfaat bagi pendonornya. Selain membantu menjaga kadar zat besi dalam tubuh, aktivitas ini juga menurunkan risiko penyakit jantung dan memperlancar sirkulasi darah. Proses skrining sebelum mendonor, seperti pemeriksaan tekanan darah dan kadar hemoglobin, bisa menjadi bentuk pemeriksaan kesehatan awal (early detection) yang sangat berguna.

Lebih jauh lagi, donor darah juga memainkan peran strategis dalam kesiapsiagaan bencana. Saat terjadi gempa bumi, banjir besar, atau kecelakaan massal, permintaan darah bisa melonjak drastis dalam waktu singkat. Tanpa stok yang cukup dari para pendonor sukarela, proses penyelamatan nyawa dapat terhambat.

“Oleh karena itu, penting bagi kita untuk tidak memandang donor darah sebagai kegiatan musiman atau sekadar formalitas sosial. Ini adalah kebutuhan kemanusiaan yang mendesak dan berkelanjutan. Satu kantong darah bukan hanya sekadar cairan, tetapi adalah simbol harapan, kekuatan, dan kehidupan,” ujar Fahira Idris yang menargetkan 200 kantong darah dari tiap kecamatan yang ada di Jakarta atau total 8.800 kantong darah (44 kecamatan).

Sebagai informasi, melalui proses pemisahan komponen, darah dapat dibagi menjadi sel darah merah, plasma, dan trombosit. Sel darah merah digunakan untuk pasien anemia berat, korban kecelakaan, dan mereka yang kehilangan banyak darah saat operasi. Plasma berguna bagi pasien dengan gangguan pembekuan darah seperti hemofilia atau luka bakar parah. Sementara itu, trombosit sangat penting untuk pasien kanker, khususnya yang menjalani kemoterapi.
.
Kegiatan Donor Darah Bakti Sosial Fahira Idris di GOR Remaja Kecamatan Tanah Abang di hadiri oleh PMI Provinsi DKI Jakarta diantaranya Edo Bahtiar Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Provinsi DKI Jakarta dan Dokter Dian Wakil Kepala UDD PMI Provinsi DKI Jakarta. Camat Tanah Abang Suprayogie beserta Jajaran Lurah Se Tanah Abang, Desie Christhyana Sari Anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta Komisi E, beserta Bang Japar Komwil Jakarta Pusat, Bang Japar Tanah Abang dan Bang Japar Komhan Se-Tanah Abang serta Kegiatan ini juga di dukung Penuh Kepala GOR Remaja Kecamatan Tanah Abang Bapak Suharto serta jajaran Keluarga Besar Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi DKI Jakarta dan Sudin Pora Kota Jakarta Pusat.
.
Peserta yang berhasil Donor Darah disiapkan Sembako dan Piagam Pahlawan Donor Darah yang diberikan langsung oleh Fahira Idris, dan yang belum berhasil juga sudah disiapkan Kenang-kenangan Gift dan Piagam Pahlawan Darah juga dari Ibu Fahira Idris.

Arso, Papua, JSNews Tokoh adat Papua sekaligus Kepala Suku Besar Wikaya Kabupaten Keerom, Herman Yoku, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kinerja Satgas Ops Damai Cartenz yang dinilainya konsisten menjaga stabilitas keamanan dan menegakkan hukum terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Tanah Papua.

Menurutnya, tindakan tegas yang dilakukan Satgas Ops Damai Cartenz merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam melindungi masyarakat sipil dari aksi-aksi brutal yang dilakukan KKB. Ia menilai kehadiran Satgas Ops Damai Cartenz bukan hanya sebagai aparat keamanan, melainkan bagian dari komitmen negara untuk menciptakan rasa aman dan kedamaian bagi seluruh warga Papua.

“Kami sangat mengapresiasi langkah-langkah Satgas Ops Damai Cartenz yang terus konsisten dalam penegakan hukum terhadap KKB,” ujar Yoku saat memberikan keterangan pada Kamis (17/7/2025).

Lebih lanjut, Herman Yoku menegaskan bahwa tindakan kekerasan dan kriminal yang dilakukan oleh kelompok KKB tidak mencerminkan nilai-nilai luhur masyarakat Papua. Ia mengutuk keras aksi-aksi tersebut dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut bersinergi menjaga ketertiban dan keamanan di wilayah masing-masing.

Sebagai mantan kombatan KKB, Herman Yoku menyerukan kepada masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dan tetap mendukung upaya pemerintah dalam menciptakan perdamaian yang berkelanjutan di Bumi Cenderawasih.

“Mari kita bersama-sama jaga kamtibmas dan tidak memberikan ruang bagi pihak-pihak yang ingin merusak keharmonisan yang telah kita bangun. Papua adalah tanah damai, dan sudah saatnya kita kembali hidup rukun tanpa kekerasan,” tutupnya.

JAKARTA, JSNews, Ditressiber Polda Metro Jaya mengungkap dan menangkap AN (40), pelaku kasus perdagangan anak sebagai pekerja sex komersil dengan modus Open BO melalui media sosial.

Kasubdit 2 Ditressiber Polda Metro Jaya AKBP Herman Edco Simbolon mengatakan anggota Unit 2 Subdit II Ditressiber Polda Metro Jaya telah melakukan Patroli Siber melalui media sosial “X”, kemudian mendapati grup Open BO pelajar Jakarta (t.me/pretty1185).

“Telegram AN tersebut kembali aktif dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Cipinang Jakarta Timur, setelah sebelumnya nonaktif sejak 9 Oktober 2023. Grup ini telah dimonitor sejak ditemukan screenshot-nya di ponsel tersangka Pretty Puspitasari yang diduga bernama asli Saudara Asep Nurmansyah,” ujar AKBP Herman di Polda Metro Jaya, Sabtu (19/7/2025).

Lanjut AKBP Herman, AN merupakan tahanan LP Cipinang dengan kasus yang sama di vonis penjara 9 tahun. Namun, setelah AN menjalani tahanan penjara 6 tahun, melakukan aksinya lagi membuka open BO dari dalam LP.

“Modus operandi yang digunakan oleh pelaku membuat grup telegram Open BO pelajar Jakarta. Melakukan komunikasi kepada talent-talent untuk bersedia melayani, apabila tamu yang membutuhkan jasa dari talent. Menawarkan kepada tamu apabila membutuhkan jasa dari talent yang disediakan oleh pelaku,” terang AKBP Herman.

Tim Subdit II Ditressiber Polda Metro Jaya melakukan trap terhadap Open BO pelajar anak dibawah umur dengan melakukan pemesan 2 anak dengan biaya Rp. 1.500.000,- per anak, setelah dilakukan transaksi dengan uang muka DP kepada AN, kemudian sisanya dibayar tunai kepada anak di bawah umur CG (16) dan AB (16).

“Pelaku AN melakukan eksploitasi anak di bawah umur sejak Oktober 2023, dan korban anak melayani pelanggan seminggu 1 sampai 2 kali, korban akan mendapatkan hasil 50 persen dari pemesanan. Korban berasal dari keluarga broken home,” katanya.

Tersangka dijerat Pasal 45 ayat (1) jo Pasal 27 ayat (1) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 sebagaimana diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dengan pidana penjara 6 tahun.
 
Pasal 4 jo Pasal 30 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 15 tahun.

Pasal 88 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun.

Keberhasilan ungkap perkara ini berkat hasil Kerjasama dan kordinasi Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya dengan Ditjenpas Kemenimipas dan kalapas kelas I cipinang.

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.