Jakarta, JSNews, 19 Juli 2025 — Dalam upaya menjaga kondusifitas Ibu Kota, Patroli Perintis Presisi yang digelar Direktorat Samapta Polda Metro Jaya berhasil mengamankan 12 remaja yang terlibat aksi tawuran antar kelompok di kawasan Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur, Sabtu dini hari (19/7).

Patroli yang dipimpin langsung oleh Kombes Pol Yully Kurniawan, S.I.K., ini menyisir sejumlah titik rawan gangguan kamtibmas di wilayah Jakarta Pusat, Timur, Utara, dan Selatan. Operasi digelar sejak pukul 00.30 WIB, menyasar lokasi-lokasi yang kerap menjadi tempat nongkrong, balap liar, hingga potensi tawuran.

Awalnya tim gabungan yang terdiri dari personel Unit 3P, Polwan, Patko, dan Unit K-9 membubarkan sekelompok remaja yang berkumpul di Jalan Haji Hanafi, Pondok Bambu, diduga hendak melakukan balap liar.

Tak lama kemudian, tim menerima laporan warga tentang adanya bentrokan antar geng remaja di kawasan Jalan Amalia, Penggilingan, Cakung. Dengan sigap, patroli bergerak cepat ke lokasi dan berhasil mengamankan 12 pelaku tawuran, berikut 2 bilah senjata tajam, 2 unit sepeda motor, dan 4 unit handphone.

Seluruh pelaku kemudian dibawa ke Polsek Cakung untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Inisial Para Pelaku yang Diamankan:
Para pelaku berinisial:
AA (15), CF (14), AP (16), MH (19), RR (18), MK (16), RA (21), DR (24), MN (21), EA (19), MR (15), dan MA (25).
Sebagian besar di antara mereka tercatat masih di bawah umur.

Dalam keterangannya, Kombes Pol Yully Kurniawan, S.I.K. menegaskan bahwa kegiatan Patroli Perintis Presisi merupakan bagian dari strategi preventif sekaligus responsif Polri untuk mencegah tindak kejahatan jalanan dan menjaga ketertiban umum.

“Kami hadir untuk menjaga keamanan masyarakat. Patroli malam ini berhasil mencegah aksi tawuran yang bisa saja berujung fatal. Ini juga bentuk komitmen kami dalam menciptakan rasa aman di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Yully juga menambahkan bahwa tindakan yang dilakukan tetap mengedepankan pendekatan humanis, terutama dalam menghadapi para pelaku yang masih di bawah umur.

Imbauan kepada Masyarakat: Waspadai Aktivitas Anak di Malam Hari,
Polda Metro Jaya mengimbau kepada masyarakat, khususnya para orang tua, untuk lebih aktif mengawasi anak-anaknya, terutama saat malam hari. Banyak aksi kenakalan remaja bermula dari pergaulan tanpa kontrol.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan sekitar dan tidak ragu melapor jika melihat potensi gangguan kamtibmas. Bersama kita bisa cegah kejahatan sejak dini,” tegas Kombes Yully.

banner 468x60

JAKARTA
JSNewa.com
Jumat 18/07/2025
Bertempat di Gedung BRIN Gatot Subroto Jakarta Selatan, pada tanggal 17 Juli 2025 diselanggarakan Internasional Symposium: Indonesia‘s Environmental Impact Assessment National Database Development Project to Contribute to a New Industrial Model. Inilah simposium yang bukan hanya menambah wawasan kita, tapi juga bernilai lebih terhadap masa depan kita semua. Sebuah kolaborasi langka antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bekerjasama dengan Universitas Waseda Jepang, Lexer Research, Green CPS dan IJBNet.

Acara dIbuka oleh Dr. Himma Firdaus (Plt. Kepala PR Teknologi Pengujian dan Standar OREM) mewakili Kepala BRIN yang menyampaikan bahwa Kepala BRIN menyambut baik acara ini juga memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam persiapan dan pelaksanaan inisiatif penting ini. Kolaborasi antara BRIN, Universitas Waseda, Lexer Research, Green CPS Council, dan dukungan dari kementerian dan lembaga terkait merupakan langkah konkret dalam membangun fondasi berbasis sains dan teknologi bagi kebijakan perubahan iklim Indonesia.

Lebih lanjut Dr. Himma menyampaikan bahwa Indonesia telah menetapkan target ambisius untuk mencapai emisi nol bersih pada tahun 2060. Untuk mewujudkan tujuan ini dibutuhkan data yang akurat, metodologi yang andal, dan kolaborasi yang kuat. Pengembangan basis data jejak karbon untuk produk dan metode penghitungan harga karbon akan menjadi fondasi penting bagi pembuatan kebijakan berbasis bukti.

Himma juga berharap forum ini dapat memperkuat sinergi antar kementerian dan lembaga, akademisi, pelaku industri, dan masyarakat sipil, serta semakin mempererat kemitraan kami dengan mitra-mitra Jepang. Akhirnya, mari kita bahu-membahu mendukung inisiatif ini demi Indonesia yang rendah karbon, berkelanjutan, dan berdaya saing global.

Sementara itu Dr. Masahiro Nakamura, CEO Lexar Research dan Ketua Green CPS Council, memberikan presentasi tentang GX/DX sebagai strategi teknologi untuk memajukan kecanggihan industri domestik Indonesia. Beliau memperkenalkan sistem yang menggunakan sistem siber-fisik untuk meng-cyberisasi sistem bisnis dan menggabungkan sistem penginderaan seperti IoT untuk menghitung Jejak Karbon secara otomatis menggunakan data primer. Beliau juga memperkenalkan model bisnis yang memanfaatkan GX/DX untuk mempromosikan sistem e-Power Turbin Gas Mikro yang baru dikembangkan ke seluruh Indonesia. Beliau memaparkan metode untuk mewujudkan masyarakat energi berkelanjutan dengan menggunakan minyak kelapa mentah (CCO) yang diproduksi di Indonesia.

Simposium ini menginisiasi pentingnya kerjasama internasional untuk membuat program basis data jejak karbon ( Carbon Footprint) dan metode penetapan harga karbon untuk sektor utama seperti mineral, energi, pertanian, dan otomotif. Dengan menerapkan teknologi DX/GX, inisiatif ini akan menyiapkan sistem pemantauan emisi gas rumah kaca (GHG) di seluruh produksi, konsumsi, dan pembuangan.

Simposium sangat fokus pada model industri baru, memakai basis data yang dikembangkan, yang bertujuan membangun platform kolaboratif bagi industri, pemerintah, akademisi, dan warga negara untuk mendukung target  net zero karbon (NZE) Indonesia pada tahun 2060.

Acara berlangsung secara hibrid, sebagian peserta di Gedung BRIN dan ada yang mengikuti pada aplikasi Zoom. Peserta dengan antusias tinggi mengikuti acara ini. Mereka berharap selesai acara ini ada tindaklanjut yang bisa mewujudkan materi yang sudah disampaikan oleh para pakar dalam simposium ini. Antara lain Prof. Norihiro Itsubo, Universitas Waseda, Jepang dan juga Prof (Riset) Irhan Febijanto, Pusat Riset Sistem Produksi Berkelanjutan dan
Penilaian Daur Hidup – BRIN, Indonesia.

Dilanjutkan penyampaian materi dan sambutan oleh pakar lainnya Dr. Kiyotaka Tahara, National Institute of Advanced Industrial Science and Technology (AIST), Jepang. Kemudian dimoderatori oleh Dr. Salim Mustofa – Peneliti Senior BRIN / Sekjen IJBNet tampil: Dr. Ir. Dadan Kusdiana, M.Sc, Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, yang diwakili oleh Ibu Gita Lestari,  Wakil Kepala Biro Perencanaan. Mr. Takayuki Shigematsu, First Secretary (Attaché for Environment and Climate), Kedutaan Besar Jepang di Indonesia. Dr. Masahiro Nakamura, CEO Lexer Research / Ketua Green CPS, Jepang. Dr. Wahyu Marjaka, Direktur Tata Kelola Penerapan Nilai Ekonomi Karbon, Kementerian Lingkungan Hidup / BPLH RI. Mr. Takahiro Matsuo, Deputy Director Global Environmental Affairs Office, GX Policy Group, METI, Jepang Ms. Haruki Yada, Assistant Manager Environmental Policy Division, GX Policy Group, METI, Jepang. Kemudian tanya jawab dan istirahat.

Pada sesi ke-2 dengan tetap dimoderatori oleh Dr. Salim Mustofa, tampil: Andi Rizaldi, S.T., M.M., Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri., Kementerian Perindustrian RI, diwakili oleh Apit Pria Nugraha Kepala Pusat Industri Hijau Kementerian Perindustrian, Edwin Hartanto, S.E., M.A., CFP, Kepala Unit Pengembangan Carbon, IDX Carbon, Indonesia, M. Yamin, Direktorat Keuangan Berkelanjutan (DUKB), Departemen  Surveillance dan Kebijakan Sektor Jasa Keuangan Terintegrasi (DSKT) OJK, Indonesia dan terakhir Jessica Hanafi, Ph.D, Founder, PT Life Cycle Indonesia.

Penutup Dr. Masahiro Nakamura dan Dr. Salim Mustofa (Peneliti Senior BRIN dan Sekjen IJBNet) dalam bagian penutup menyampaikan usulan dibentukan konsorsium baru Indonesia – Jepang untuk pengembangan Database LCA Nasional Indonesia, yang beranggotakan Universitas Waseda, Lexer Research, dan AIST dari pihak Jepang, dan beberapa kementerian dan lembaga terkait seperti BRIN, KLH, Kementerian ESDM, Kementerian Perindustrian, OJK, IDX Carbon, IJBNet dan pihak lainnya dari pihak Indonesia. Selain itu, Dr. Nakamura juga sangat berharap peran BRIN bersama IJBNet sebagai mediator dan penggerak utama antara pihak Jepang dan pihak Indonesia di dalam pengembangan database LCA ini. Semoga.

joSSer
( wakil Pimpred )

Jakarta Pusat, JSNews – Dalam upaya memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba di lingkungan masyarakat, Bhabinkamtibmas Kelurahan Bungur bersama unsur Tiga Pilar Kecamatan Senen melaksanakan kegiatan sosialisasi bahaya narkoba di wilayah RW 02, Kelurahan Bungur, Jumat (18/7/2025).

Kegiatan yang berlangsung di Jl. Kalibaru Timur, RW 02 Kelurahan Bungur ini melibatkan berbagai unsur, antara lain Manpol Kecamatan Senen, Bhabinkamtibmas Bripka Drian Praptoyo, Babinsa Serma Budi, Kasi Pemerintahan Kelurahan Bungur Ricky Barus, para Kasatgas se-Kecamatan Senen, Satpol PP Kelurahan Bungur, staf Kesra Kelurahan Bungur, FKDM, serta Ketua RT setempat.

Sosialisasi dilakukan secara langsung kepada warga dengan menggunakan pengeras suara (toa) dan membawa spanduk berisi pesan-pesan anti-narkoba seperti “Stop Narkoba”, “Katakan Tidak pada Narkoba”, dan “Kerja Cerdas Tanpa Narkoba”. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat terhadap bahaya laten narkotika serta mendorong peran aktif warga dalam mencegah peredarannya di lingkungan tempat tinggal.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, melalui Kapolsek Senen Kompol Bambang Santoso, menyampaikan bahwa sinergi antara kepolisian, aparat kewilayahan, dan masyarakat sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadi garda terdepan dalam memerangi narkoba. Sosialisasi ini diharapkan mampu memberikan pemahaman sekaligus membentuk ketahanan sosial masyarakat terhadap ancaman narkoba,” ujar Kompol Bambang.

Kegiatan berjalan aman, tertib, dan mendapat sambutan positif dari warga sekitar. Ke depan, kegiatan serupa akan terus digalakkan di wilayah lain sebagai bagian dari komitmen Polsek Senen dalam menjaga keamanan dan kesehatan masyarakat dari bahaya narkoba.

Jakarta, JSNews — Guna meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental di kalangan pelajar, Bagian Psikologi Biro SDM Polda Metro Jaya menggelar kegiatan bertajuk Psikoedukasi “Goes to School” yang dilaksanakan selama tiga hari, mulai tanggal 15 hingga 18 Juli 2025.

Kegiatan edukatif ini menyasar enam sekolah di wilayah Jakarta, Depok, dan Tangerang, dengan jumlah peserta mencapai 2.441 siswa/i dari jenjang SD, SMP, hingga SMA/SMK.

Kepala Bagian Psikologi Ro SDM Polda Metro Jaya, AKBP IBG Adi Putra Yadnya, M.Psi., Psikolog, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap kesehatan mental generasi muda.

“Melalui program ini, kami ingin membantu pelajar agar lebih siap secara psikologis menghadapi tekanan lingkungan, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya saling menghargai dan menjauhi kekerasan di sekolah,” ujarnya.

Kegiatan dibagi ke dalam tiga episode pelaksanaan, yaitu:
Episode 1 (Selasa, 15 Juli 2025)
Lokasi: SMKN 29 Penerbangan Jakarta Selatan, SD Yasporbi 1 Jakarta Selatan, dan SMAN 4 Depok
Episode 2 (Rabu, 16 Juli 2025)
Lokasi: SMAN 4 Depok, SMA Diponegoro 1 Jakarta Timur, dan SMKN 2 Kota Tangerang
Episode 3 (Jumat, 18 Juli 2025)
Lokasi: MTsN 7 Ciracas, Jakarta Timur

Materi yang disampaikan meliputi manajemen stres, pencegahan bullying, serta antisipasi kekerasan di lingkungan sekolah. Kegiatan dikemas secara interaktif melalui perkenalan tim psikologi, ice breaking, permainan edukatif, journaling, dan sesi diskusi terbuka.

Turut hadir dalam tim pelaksana antara lain Pembina Kartika Wahyuningsih, M.Psi., Psikolog (Kasubbag Psipol), AKP Kurnia Boby S. Hasibuan, M.Psi., Psikolog (Plh Kasubbag Psipers), serta tiga personel psikolog kepolisian dan 14 staf Bagian Psikologi.

Polda Metro Jaya melalui program ini mengajak para pelajar untuk tidak ragu menyampaikan permasalahan yang dihadapi di sekolah, terutama terkait kekerasan dan tekanan psikologis. Pelajar diminta untuk aktif mencari bantuan dan tidak menyimpan beban sendiri.

“Kami mengimbau kepada para siswa agar berani bicara jika mengalami tekanan, dan kepada para guru maupun orang tua agar lebih peka terhadap perubahan perilaku anak-anak,” tambah AKBP Adi Putra.

Setiap kunjungan ditutup dengan pemberian plakat dan foto bersama sebagai bentuk apresiasi serta penguatan sinergi antara kepolisian dan dunia pendidikan.

𝘉𝘦𝘬𝘢𝘴𝘪 𝘒𝘰𝘵𝘢, —JSNews



𝘑𝘶𝘮𝘢𝘵 8/07/2025
𝘋𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘳𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯𝘵𝘪𝘴𝘪𝘱𝘢𝘴𝘪 𝘵𝘦𝘳𝘫𝘢𝘥𝘪𝘯𝘺𝘢 𝘵𝘢𝘸𝘶𝘳𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘭𝘢𝘫𝘢𝘳 𝘥𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘯𝘺𝘢𝘭𝘢𝘩𝘨𝘶𝘯𝘢𝘢𝘯 𝘯𝘢𝘳𝘬𝘰𝘣𝘢 𝘥𝘪 𝘭𝘪𝘯𝘨𝘬𝘶𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘬𝘰𝘭𝘢𝘩, 𝘒𝘢𝘱𝘰𝘭𝘴𝘦𝘬 𝘉𝘦𝘬𝘢𝘴𝘪 𝘉𝘢𝘳𝘢𝘵 𝘈𝘒𝘗 𝘋𝘳. 𝘏. 𝘞𝘢𝘩𝘺𝘶𝘥𝘪, 𝘚𝘏., 𝘔𝘏. 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘦𝘳𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘮𝘣𝘪𝘯𝘢𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘯𝘺𝘶𝘭𝘶𝘩𝘢𝘯 (𝘉𝘪𝘯𝘭𝘶𝘩) 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘱𝘢𝘳𝘢 𝘴𝘪𝘴𝘸𝘢 𝘚𝘔𝘒 𝘉𝘪𝘯𝘢 𝘔𝘢𝘯𝘥𝘪𝘳𝘪 𝘒𝘰𝘵𝘢 𝘉𝘦𝘬𝘢𝘴𝘪. 𝘑𝘶𝘮𝘢𝘵, 18 𝘑𝘶𝘭𝘪 2025.

𝘒𝘦𝘨𝘪𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘪𝘯𝘪 𝘥𝘪𝘭𝘢𝘬𝘴𝘢𝘯𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘢𝘤𝘢𝘳𝘢 𝘔𝘢𝘴𝘢 𝘗𝘦𝘯𝘨𝘦𝘯𝘢𝘭𝘢𝘯 𝘓𝘪𝘯𝘨𝘬𝘶𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘚𝘦𝘬𝘰𝘭𝘢𝘩 (𝘔𝘗𝘓𝘚) 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘳𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘥𝘪 𝘬𝘢𝘮𝘱𝘶𝘴 𝘚𝘔𝘒 𝘉𝘪𝘯𝘢 𝘔𝘢𝘯𝘥𝘪𝘳𝘪, 𝘑𝘢𝘭𝘢𝘯 𝘉𝘪𝘯𝘵𝘢𝘳𝘢 𝘐𝘟 𝘕𝘰.7 𝘙𝘛.01 𝘙𝘞.05, 𝘒𝘦𝘭𝘶𝘳𝘢𝘩𝘢𝘯 𝘉𝘪𝘯𝘵𝘢𝘳𝘢, 𝘒𝘦𝘤𝘢𝘮𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘉𝘦𝘬𝘢𝘴𝘪 𝘉𝘢𝘳𝘢𝘵, 𝘒𝘰𝘵𝘢 𝘉𝘦𝘬𝘢𝘴𝘪.

𝘒𝘢𝘱𝘰𝘭𝘴𝘦𝘬 𝘉𝘦𝘬𝘢𝘴𝘪 𝘉𝘢𝘳𝘢𝘵 𝘩𝘢𝘥𝘪𝘳 𝘥𝘪𝘥𝘢𝘮𝘱𝘪𝘯𝘨𝘪 𝘰𝘭𝘦𝘩 𝘒𝘢𝘯𝘪𝘵 𝘉𝘪𝘯𝘮𝘢𝘴 𝘥𝘢𝘯 𝘉𝘩𝘢𝘣𝘪𝘯𝘬𝘢𝘮𝘵𝘪𝘣𝘮𝘢𝘴 𝘒𝘦𝘭𝘶𝘳𝘢𝘩𝘢𝘯 𝘉𝘪𝘯𝘵𝘢𝘳𝘢. 𝘚𝘦𝘣𝘢𝘯𝘺𝘢𝘬 800 𝘴𝘪𝘴𝘸𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘪𝘬𝘶𝘵𝘪 𝘬𝘦𝘨𝘪𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘪𝘯𝘪 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘯𝘶𝘩 𝘱𝘦𝘳𝘩𝘢𝘵𝘪𝘢𝘯. 𝘗𝘢𝘳𝘢 𝘴𝘪𝘴𝘸𝘢 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘥𝘪𝘥𝘢𝘮𝘱𝘪𝘯𝘨𝘪 𝘰𝘭𝘦𝘩 𝘞𝘢𝘬𝘪𝘭 𝘒𝘦𝘱𝘢𝘭𝘢 𝘚𝘦𝘬𝘰𝘭𝘢𝘩 𝘉𝘪𝘥𝘢𝘯𝘨 𝘒𝘦𝘴𝘪𝘴𝘸𝘢𝘢𝘯, 𝘉𝘢𝘱𝘢𝘬 𝘐𝘮𝘳𝘰𝘯 𝘚𝘶𝘬𝘳𝘰𝘯, 𝘴𝘦𝘳𝘵𝘢 𝘱𝘢𝘳𝘢 𝘱𝘦𝘯𝘨𝘶𝘳𝘶𝘴 𝘖𝘚𝘐𝘚 𝘚𝘔𝘒 𝘉𝘪𝘯𝘢 𝘔𝘢𝘯𝘥𝘪𝘳𝘪.

𝘋𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘱𝘦𝘯𝘺𝘢𝘮𝘱𝘢𝘪𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢, 𝘈𝘒𝘗 𝘋𝘳. 𝘏. 𝘞𝘢𝘩𝘺𝘶𝘥𝘪 𝘮𝘦𝘯𝘦𝘬𝘢𝘯𝘬𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘯𝘵𝘪𝘯𝘨𝘯𝘺𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘨𝘢 𝘱𝘦𝘳𝘨𝘢𝘶𝘭𝘢𝘯, 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘶𝘩𝘪 𝘵𝘪𝘯𝘥𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘬𝘦𝘳𝘢𝘴𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘵𝘢𝘸𝘶𝘳𝘢𝘯, 𝘴𝘦𝘳𝘵𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘩𝘪𝘯𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘱𝘦𝘯𝘺𝘢𝘭𝘢𝘩𝘨𝘶𝘯𝘢𝘢𝘯 𝘯𝘢𝘳𝘬𝘰𝘣𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘮𝘦𝘳𝘶𝘴𝘢𝘬 𝘮𝘢𝘴𝘢 𝘥𝘦𝘱𝘢𝘯 𝘱𝘢𝘳𝘢 𝘱𝘦𝘭𝘢𝘫𝘢𝘳, 𝘥𝘢𝘯 𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘳𝘯𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘭𝘢𝘬𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘵𝘢𝘶 𝘤𝘰𝘣𝘢-𝘤𝘰𝘣𝘢 𝘫𝘶𝘥𝘪 𝘰𝘯𝘭𝘪𝘯𝘦 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘪𝘵𝘶 𝘮𝘦𝘳𝘶𝘨𝘪𝘬𝘢𝘯, 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘢𝘩𝘢𝘺𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘮𝘢𝘴𝘢 𝘥𝘦𝘱𝘢𝘯.

𝘜𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘤𝘪𝘱𝘵𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘶𝘢𝘴𝘢𝘯𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘪𝘯𝘵𝘦𝘳𝘢𝘬𝘵𝘪𝘧, 𝘣𝘦𝘭𝘪𝘢𝘶 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘫𝘶𝘬𝘢𝘯
𝘣𝘦𝘣𝘦𝘳𝘢𝘱𝘢 𝘱𝘦𝘳𝘵𝘢𝘯𝘺𝘢𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘴𝘪𝘴𝘸𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘬𝘢𝘪𝘵 𝘮𝘢𝘵𝘦𝘳𝘪 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘪𝘴𝘢𝘮𝘱𝘢𝘪𝘬𝘢𝘯. 𝘚𝘪𝘴𝘸𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘳𝘩𝘢𝘴𝘪𝘭 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘸𝘢𝘣 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳 𝘥𝘪𝘣𝘦𝘳𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘶𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘢𝘬𝘶 𝘴𝘦𝘣𝘢𝘨𝘢𝘪 𝘣𝘦𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘢𝘱𝘳𝘦𝘴𝘪𝘢𝘴𝘪.

𝘒𝘦𝘨𝘪𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘪𝘯𝘪 𝘥𝘪𝘴𝘢𝘮𝘣𝘶𝘵 𝘢𝘯𝘵𝘶𝘴𝘪𝘢𝘴 𝘰𝘭𝘦𝘩 𝘱𝘢𝘳𝘢 𝘴𝘪𝘴𝘸𝘢 𝘥𝘢𝘯 𝘨𝘶𝘳𝘶, 𝘴𝘦𝘳𝘵𝘢 𝘥𝘪𝘩𝘢𝘳𝘢𝘱𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘱𝘢𝘵 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘣𝘦𝘬𝘢𝘭 𝘱𝘦𝘯𝘵𝘪𝘯𝘨 𝘣𝘢𝘨𝘪 𝘱𝘢𝘳𝘢 𝘱𝘦𝘭𝘢𝘫𝘢𝘳 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘭𝘢𝘯𝘪 𝘬𝘦𝘩𝘪𝘥𝘶𝘱𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘬𝘰𝘭𝘢𝘩 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘮𝘢𝘯, 𝘵𝘦𝘳𝘵𝘪𝘣, 𝘥𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘳𝘱𝘳𝘦𝘴𝘵𝘢𝘴𝘪.

𝘚𝘈𝘏𝘚𝘈

Jakarta Pusat, JSNews– Sidang kasus dugaan suap dan perintangan penyidikan (obstruction of justice) dengan terdakwa Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Jl. Bungur Besar Raya No. 24 Kemayoran Jakarta Pusat, Jumat (18/7/2025) berlangsung di bawah pengamanan ketat.

Sebanyak 1.108 personel gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat dan Polsek jajaran dikerahkan untuk mengamankan jalannya sidang dan aksi unjuk rasa yang digelar di depan PN Jakarta Pusat.

Pengamanan dilakukan di dalam ruang sidang dan di luar gedung PN Jakarta Pusat guna mengantisipasi terjadinya gesekan antar massa pendukung yang memiliki tuntutan berbeda.

Sidang sendiri digelar pukul 09.00 WIB di ruang sidang lantai 1 Prof. Dr. M. Hatta Ali PN Jakarta Pusat dengan agenda tanggapan terdakwa atas replik Jaksa Penuntut Umum (duplik), dipimpin Hakim Ketua Rios Rahmanto, SH, MH.

Empat kelompok massa tercatat hadir dalam aksi hari ini:

  • DPD Relawan Perjuangan Demokrasi (REPDEM) DKI Jakarta pukul 08.00 WIB, menuntut penghentian persidangan karena diduga bermuatan politik.
  • Aliansi Mahasiswa Peduli Demokrasi pukul 09.00 WIB, mendukung PN Jakpus menjatuhkan putusan seadil-adilnya kepada Hasto Kristiyanto.
  • Koalisi Rakyat Menggugat Demokrasi (KARAM DEMOKRASI) pukul 10.00 WIB, menuntut pembebasan Hasto Kristiyanto dan save demokrasi.
  • Masyarakat Pencinta Keadilan pukul 10.00 WIB, menuntut pembebasan Hasto Kristiyanto dan save demokrasi.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, menegaskan pengamanan dilakukan secara humanis namun tetap tegas.

“Kami pastikan anggota tidak ada yang membawa senjata api. Layani saudara-saudara kita yang akan menyampaikan pendapat dengan humanis dan profesional. Tetapi ingat, jika ada yang melanggar hukum, kami akan bertindak tegas sesuai aturan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan pihaknya tidak ingin ada satu pun warga yang terluka akibat aksi hari ini. “Kami di sini untuk melindungi semua. Baik masyarakat yang beraktivitas, para pencari keadilan, maupun massa aksi yang menyampaikan aspirasi. Jangan ada yang coba-coba membuat keributan, karena kami akan tindak tegas,” tegas Susatyo.

Kapolres juga mengingatkan massa aksi untuk tetap tertib dan tidak melakukan tindakan provokasi. “Kami minta para orator dan massa aksi tidak membakar ban bekas, tidak memprovokasi massa lainnya, tidak melawan petugas keamanan, serta tidak merusak fasilitas umum,” imbuhnya.

Masyarakat dihimbau untuk menghindari kawasan PN Jakarta Pusat selama sidang berlangsung guna mengurangi potensi kemacetan lalu lintas dan kerumunan massa.

Jakarta Pusat, JSNews – Aksi penjarahan warung kelontong saat tawuran antar kelompok pemuda di kawasan Rawasari Selatan, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada Rabu (16/7/2025) dini hari, akhirnya terungkap. Polisi menangkap salah satu pelaku yang sempat terekam kamera dan viral di media sosial.

Pelaku berinisial RA alias A (23), warga Babelan, Kabupaten Bekasi, ditangkap pada Jumat (18/7/2025) pukul 00.20 WIB oleh tim gabungan Unit Reskrim Polsek Cempaka Putih dan Unit Kamneg Sat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat. Pelaku diringkus di rumahnya tanpa perlawanan.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengapresiasi kerja cepat jajarannya dalam mengungkap kasus ini. Ia menegaskan, Polri akan menindak tegas setiap pelaku kriminalitas jalanan yang meresahkan masyarakat.

“Penindakan tegas akan kami lakukan terhadap pelaku kejahatan yang mengganggu keamanan dan ketertiban di wilayah Jakarta Pusat. Kami juga mengimbau masyarakat segera melapor bila mengetahui tindak kriminal di lingkungannya,” ujar Kombes Susatyo.

Sebelumnya, polisi sudah mengamankan dua orang pelaku lainnya yang terlibat dalam peristiwa ini, yakni MBP alias Billal dan MRAIA alias Raul, yang ditangkap di wilayah Johar Baru, Jakarta Pusat.

Identitas RA alias A terungkap setelah tim menganalisa rekaman video tawuran yang viral. Dalam rekaman terlihat pelaku mengenakan kaos hitam bertuliskan Good Waves dan mengendarai sepeda motor Honda Vario biru B-5639-FIF saat melakukan perusakan dan penjarahan warung milik korban berinisial JY (22).

Kapolsek Cempaka Putih Kompol Pengky Sukmawan menjelaskan, pelaku bersama kelompoknya mengejar lawannya yang melarikan diri ke arah warung korban hingga akhirnya merusak warung dan menjarah barang dagangan yang ada di dalam.

“Pelaku sudah kami amankan bersama barang bukti berupa sepeda motor Honda Vario, kaos hitam bertuliskan Good Waves, celana cargo hitam, dan handphone iPhone 11 Pro Max. Saat ini sedang kami lakukan pemeriksaan dan pengembangan, dan kami masih melakukan pengejaran terhadap pelaku lainnya yang terlibat,” kata Kompol Pengky.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan, dengan ancaman pidana penjara maksimal 7 tahun, serta Pasal 170 KUHP tentang kekerasan terhadap barang secara bersama-sama di muka umum, dengan ancaman pidana penjara maksimal 5 tahun 6 bulan.

Saat ini, pelaku ditahan di Mapolsek Cempaka Putih untuk pemeriksaan lebih lanjut. Polisi memastikan akan terus mengejar pelaku lain yang terlibat dalam aksi penjarahan dan perusakan tersebut hingga seluruhnya tertangkap.

Jakarta
JSNews .com
Kamis 17/07/202

Kepala Operasi Damai Cartenz Brigjen. Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa situasi keamanan di Papua saat ini masih tergolong kondusif dan terkendali, meskipun terdapat sejumlah wilayah dengan tingkat kerawanan yang tinggi akibat aktivitas Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Pernyataan ini disampaikan dalam forum silaturahmi bersama media di Jakarta, Rabu (16/7/2025).

“Sampai saat ini situasi di Papua masih dalam kondisi kondusif. Memang ada dinamika dan kerawanan, tetapi seluruhnya masih dalam kendali kami,” ujar Kaops Damai Cartenz Brigjen. Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H. didampingi Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz Kombes. Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T. saat di hadapan awak media.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa penanganan konflik dan keamanan di Papua tidak bisa dibebankan hanya kepada institusi Polri maupun TNI. Menurutnya, adalah bagian dari kebijakan nasional yang harus didukung oleh seluruh pemangku kepentingan.

“Polri tidak mungkin berdiri sendiri. Penanganan Papua harus menjadi kerja kolektif seluruh stakeholder. Ini menyangkut pendekatan keamanan, sosial, ekonomi, dan pembangunan,” ujarnya.

Dijelaskan Kaops Damai Cartenz, pihaknya memetakan aktivitas KKB tersebar di sekitar 14 kabupaten, dengan 11 kabupaten masuk dalam wilayah operasi aktif Satgas Damai Cartenz. Dari jumlah tersebut, 5 kabupaten teridentifikasi memiliki intensitas gangguan keamanan yang tinggi, terutama karena dominasi anggota KKB yang berasal dari kalangan anak muda dan milenial.

“Kelompok-kelompok ini banyak merekrut pemuda dengan berbagai alasan, tidak hanya karena ideologi Papua merdeka, tetapi juga karena faktor lain seperti minimnya lapangan kerja, kesenjangan pembangunan, dan keterbatasan akses terhadap kesejahteraan,” ungkapnya.

Selain KKB, aparat juga mengidentifikasi ancaman dari Kelompok Kriminal Politik (KKP) yang menyebarkan paham separatis melalui pendekatan ideologis dan intelektual.

“Kalau KKB menggunakan senjata, maka KKP menggunakan wacana politik dan ideologis. Mereka menyasar kesadaran intelektual, termasuk kepada mereka yang awalnya tidak simpati. Kalau ini tidak ditangani dengan serius, bisa menumbuhkan simpati baru dan itu jauh lebih berbahaya,” ujarnya.

Kaops Damai Cartenz juga mengungkapkan bahwa senjata yang digunakan KKB berasal dari tiga sumber utama: pembelian dari dalam dan luar negeri, hasil perampasan, serta distribusi dari jaringan gelap lokal. Bahkan, kelompok tersebut diketahui menjalin koneksi dengan penyelundup dari Filipina dan Papua Nugini.

“Tiap tahun kami ungkap jaringan penyalur senjata. Pada Maret lalu kami tangkap pelaku yang menguasai 12 pucuk senjata api dan hampir 4.000 butir amunisi. Mereka membeli, menyelundupkan, bahkan memanfaatkan celah di perbatasan dan jalur laut,” jelasnya.

Ia menambahkan, Polri terus berupaya memutus mata rantai distribusi senjata, termasuk dengan pengawasan jaringan lintas wilayah hingga ke Sulawesi Utara dan kawasan perbatasan internasional.

Terkait pendanaan, disebutkan bahwa KKB memperoleh dana dari berbagai sumber, termasuk aksi kriminal dan penyalahgunaan dana desa. Ada indikasi mereka memaksa kepala desa maupun kepala distrik untuk menyerahkan sejumlah uang.

“Kami sudah melakukan penangkapan terhadap beberapa kepala desa dan kepala distrik yang terbukti menyerahkan dana kepada kelompok ini. Dana itu digunakan untuk membeli senjata dan membiayai operasional mereka,” katanya.

Di sisi lain, medan geografis Papua disebut menjadi tantangan besar dalam pemberantasan KKB. Wilayah yang luas, akses terbatas, serta minimnya infrastruktur memperlambat pergerakan dan jangkauan operasi aparat.

“Wilayah Papua itu 2-4 kali lipat lebih besar dari Pulau Jawa. Infrastruktur minim, cuaca ekstrem, dan tantangan logistik memperberat semua proses,” ungkapnya.

Lebih dari itu, ia menekankan bahwa penyelesaian konflik Papua memerlukan pendekatan yang lebih komprehensif dan perubahan paradigma. Tidak bisa hanya mengandalkan operasi keamanan semata, tetapi juga perlu penanganan sosial, ekonomi, dan ideologis secara serempak.

“Permasalahannya bukan cuma senjata. Ada ketimpangan, ada keterbatasan, ada luka sejarah. Maka penyelesaiannya harus berbasis paradigma yang baru—komprehensif, tidak bisa parsial. Kalau belum satu pemahaman, sulit bicara strategi teknis jangka panjang,” pungkas Kaops Damai Cartenz.

‘Oscar Al Hamid’

Bangkok, Thailand, JSNews.– Direktorat Tindak Pidana Pelindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Dittipid PPA dan PPO) Bareskrim Polri memperkuat komitmennya dalam memerangi eksploitasi seksual anak di ruang digital dengan melakukan kunjungan kerja ke Thailand Internet Crimes Against Children Centre (TICACC), Kamis (17/7/2025), di markas Central Investigation Bureau, Bangkok, Thailand.

Delegasi Polri yang dipimpin langsung oleh Dir PPA dan PPO Bareskrim Polri Brigjen Pol. Dr. Nurul Azizah diterima oleh Pol. Maj. Gen. Saruti Kwaengsopha selaku Wakil Kepala TICAC. Turut hadir dalam pertemuan ini jajaran otoritas Kepolisian Thailand dari berbagai satuan, Komisioner KPAI, perwakilan Australian Federal Police (AFP), serta delegasi dari Dittipid Siber Bareskrim dan Divisi Hubinter Polri.

Kegiatan ini menjadi momen strategis dalam memperkuat kerja sama lintas negara dalam penanggulangan kejahatan seksual terhadap anak berbasis online. Dalam sambutannya, Brigjen Pol. Dr. Nurul Azizah menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan oleh otoritas Thailand, serta pentingnya sinergi internasional dalam menghadapi kejahatan terhadap anak.

“Kegiatan ini bukan sekadar kunjungan kerja, tetapi menjadi tonggak penting dalam memperkuat jejaring dan sinergi internasional. Pengalaman dan keberhasilan TICAC dalam menyelamatkan ratusan anak dari eksploitasi daring menjadi pembelajaran berharga bagi kami dalam meningkatkan kapasitas dan strategi penanganan kejahatan serupa di Indonesia,” tegas Brigjen Pol. Dr. Nurul Azizah.

Ia juga menambahkan bahwa pembentukan Dittipid PPA dan PPO oleh Polri sejak Oktober 2024 merupakan langkah progresif untuk fokus menangani kekerasan terhadap perempuan, anak, kelompok rentan, serta tindak pidana perdagangan orang, termasuk kekerasan seksual berbasis elektronik.

Dalam sesi presentasi, perwakilan TICAC memaparkan berbagai capaian dan pendekatan yang telah diterapkan, antara lain:

Melakukan 210 operasi sepanjang tahun 2025 dengan 59 penangkapan dan 151 surat perintah penggeledahan.

Fokus pada tiga bentuk kejahatan utama: perdagangan orang, kepemilikan materi pelecehan seksual anak (CSAM), dan pelecehan seksual terhadap anak.

Pendekatan multi-lini dengan melibatkan kepolisian, jaksa, lembaga internasional seperti FBI dan National Center for Missing and Exploited Children (NCMEC), serta mitra LSM seperti HUG Project dan ZOE Foundation.

Pol. Col. Runglert Kantachan dari Divisi Investigasi Kejahatan Siber Thailand juga menjelaskan praktik “sextortion” yang kini semakin marak. Ia menyebut bahwa sextortion merupakan pemerasan berbasis materi seksual yang sering kali dikaitkan dengan sindikat perdagangan manusia.

Menanggapi hal tersebut, Polri melalui Satgas Pornografi Anak Online mengungkapkan bahwa sejak 24 Mei 2024 hingga kini, telah memblokir lebih dari 10.934 konten pornografi anak di ruang digital. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya sistematis untuk menciptakan ruang daring yang aman bagi anak-anak.

Dalam sesi tanya jawab, Kasubdit II Dittipid PPA dan PPO KBP Ganis Setyaningrum menggali informasi mendalam terkait struktur organisasi TICAC, pendanaan, hingga mekanisme kerja sama dengan LSM. Pihak TICAC menjelaskan bahwa kemitraan dibangun melalui perjanjian formal seperti MoU dan bersifat terbuka bagi lembaga penegak hukum serta mitra sipil yang memenuhi kualifikasi tertentu.

Dir PPA dan PPO Bareskrim Polri Brigjen Pol. Dr. Nurul Azizah menutup kegiatan dengan harapan kerja sama ini dapat dilanjutkan dalam bentuk aksi nyata:

“Kami berharap kunjungan ini menjadi awal kolaborasi jangka panjang antara Polri dan TICAC serta mitra internasional lainnya. Bersama, kita berkomitmen melindungi anak-anak dari ancaman eksploitasi seksual, terutama di ruang digital yang semakin kompleks,” pungkasnya.

Jayapura,JSNews — Satgas Operasi Damai Cartenz telah berhasil mengamankan terduga pelaku kepemilikan amunisi ilegal atas nama Yopi Balingga dan Oknis Faluk di Pelabuhan Kota Jayapura, Kamis (17/7/2025) pukul 12.40 WIT. Setelah Satgas Ops Damai Cartenz melakukan pemantauan, tim berhasil mengidentifikasi yang kemudian mengamankan kedua pelaku beserta barang bukti sebanyak 16 (enam belas) butir amunisi kaliber 7,62 mm.

Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., mengatakan bahwa kedua pelaku saat ini tengah menjalani pemeriksaan intensif. Pengungkapan ini menjadi bagian dari upaya intensif aparat dalam memberantas peredaran senjata api dan amunisi ilegal di wilayah Papua.

“Saat ini kami tengah melakukan pendalaman terhadap kedua pelaku untuk mengungkap jaringan dan kemungkinan adanya keterlibatan kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang menerima pasokan amunisi ini,” ujar Brigjen Pol Faizal Ramadhani dalam keterangannya.

Sementara itu, Kepala Satuan Tugas Humas Ops Damai Cartenz, Kombes Pol Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., menegaskan bahwa masyarakat diminta terus mendukung aparat dengan memberikan informasi terkait aktivitas mencurigakan yang berpotensi mengganggu keamanan di Papua.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama menjaga stabilitas keamanan. Keterlibatan warga dalam melaporkan aktivitas mencurigakan sangat penting untuk mencegah kejahatan penyelundupan senpi serta amunisi,” ucapnya.

Ops Damai Cartenz memastikan akan terus meningkatkan patroli dan pemantauan, terutama di jalur-jalur laut dan pelabuhan yang rawan menjadi jalur distribusi amunisi ilegal. Proses hukum akan dilanjutkan sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku, termasuk kemungkinan dikenai Pasal dalam UU Darurat terkait kepemilikan amunisi tanpa izin.

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.