Jakarta-JSNews
Rabu 26/11/2025
Pemerhati Satwa Indonesia (Persatin) resmi memperkuat posisinya sebagai organisasi nasional yang berfokus pada konservasi, penyelamatan, dan kesejahteraan satwa liar di Tanah Air. Deklarasi ini menjadi respons atas meningkatnya kasus perburuan ilegal, perdagangan satwa, konflik manusia–satwa, hingga kerusakan habitat yang kian meluas.
Persatin dibentuk oleh kelompok aktivis lingkungan, akademisi, pemerhati satwa, serta relawan yang menilai bahwa tantangan konservasi di Indonesia membutuhkan kerja bersama yang terstruktur dan profesional. Organisasi ini mengusung pendekatan kolaboratif dengan menggandeng berbagai pihak, mulai dari instansi pemerintah, TNI, lembaga konservasi, akademisi, hingga komunitas pecinta satwa.
Fokus pada Penyelamatan dan Restorasi Lingkungan
Melalui sejumlah program strategis, Persatin menjalankan misi penyelamatan satwa liar (rescue), rehabilitasi, edukasi publik, penelitian, advokasi, serta pengembangan sumber daya manusia di bidang kesejahteraan satwa. Organisasi ini juga tengah mengembangkan Pusat Konservasi dan Rehabilitasi Primata, Program Lahan Hijau, serta Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP Persatin) yang bertujuan melahirkan tenaga terlatih di bidang konservasi.
Di lapangan, jaringan relawan Persatin di berbagai daerah telah menginisiasi berbagai aksi nyata, mulai dari penyelamatan satwa, pembinaan komunitas, edukasi masyarakat, hingga program restorasi lingkungan.
Mengenal Persatin
Persatin memfokuskan kegiatannya pada beberapa bidang utama, antara lain:
- Penyelamatan dan Rehabilitasi Satwa
Menangani satwa korban konflik, perdagangan ilegal, hingga eksploitasi, serta memberikan perawatan sebelum kembali dilepasliarkan. - Konservasi dan Pelestarian Habitat
Melakukan survei populasi, edukasi satwa endemik, aksi penanaman pohon, serta pengembangan kawasan hijau. - Edukasi dan Sosialisasi Nasional
Menggelar seminar, workshop, kampanye digital, hingga edukasi ke sekolah dan kampus. - Pengembangan Profesi dan Sertifikasi
Melalui LSP Persatin, organisasi ini mendorong lahirnya profesi baru seperti Wildlife Handler, Animal Welfare Technician, hingga Animal Communicator. - Riset dan Inovasi Konservasi
Mengembangkan teknologi monitoring, enrichment, serta menjalin kerja sama riset dengan berbagai universitas. - Program Sosial Kemanusiaan
Membantu evakuasi hewan dan masyarakat dalam kondisi darurat bencana.
Dipimpin Tokoh Konservasi Nasional
Persatin berada di bawah kepemimpinan Ketua Umum Andiyani dan Ketua Dewan Pembina Wanda Syahputra, S.E, bersama jajaran dewan kehormatan dan pakar konservasi. Keduanya menegaskan bahwa Persatin hadir sebagai gerakan masyarakat yang inklusif dan berlandaskan ilmu pengetahuan.
“Konservasi adalah Tanggung Jawab Bersama”
Ketua Umum Persatin, Andiyani, menegaskan bahwa organisasi ini ingin menjadi wadah bagi masyarakat yang ingin berbuat untuk satwa dan lingkungan.
“Persatin adalah rumah bagi siapa saja yang ingin berbuat untuk satwa dan lingkungan. Konservasi bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Andiyani.
Ketua Dewan Pembina Persatin, Wanda Syahputra, S.E, menambahkan bahwa organisasi ini hadir untuk menjembatani kepedulian dengan aksi di lapangan.
“Indonesia memiliki biodiversitas luar biasa, dan kewajiban kita adalah memastikan kekayaan ini tidak hilang begitu saja. Persatin dibangun sebagai gerakan kolektif yang profesional, beretika, dan berkelanjutan,” ujarnya.
joSSer
( Wakil Pimpred )
