Bandung -JSNews
Minggu, 4 Januari 2026
Nama Nike Ardilla masih menjadi bagian penting dalam sejarah musik dan budaya populer Indonesia. Meski telah wafat di usia yang sangat muda, penyanyi yang dijuluki “Ratu Rock Indonesia” ini tetap dikenang dan dicintai lintas generasi.
Nike Ardilla lahir dengan nama Raden Rara Nike Ratnadilla Kusnadi di Bandung, Jawa Barat, pada 27 Desember 1975. Bakat menyanyinya telah terlihat sejak usia dini. Pada usia 10 tahun, Nike mulai menorehkan prestasi dalam berbagai ajang festival musik tingkat daerah hingga nasional, yang kemudian membuka jalan menuju karier profesional di industri hiburan.
Karier Nike melejit setelah merilis album Seberkas Sinar pada tahun 1989. Puncak kesuksesannya diraih melalui album Bintang Kehidupan (1990) yang terjual hingga dua juta kopi, menjadikannya salah satu album terlaris sepanjang sejarah musik Indonesia. Sejak saat itu, Nike Ardilla dikenal luas sebagai ikon musik slow rock Tanah Air.
Tak hanya berkiprah di dunia musik, Nike juga aktif sebagai pemeran film, model, dan bintang iklan. Ia membintangi sejumlah film box office serta tampil di berbagai konser internasional, khususnya di Malaysia dan Singapura. Dalam waktu karier yang relatif singkat, Nike berhasil membangun popularitas dan fanatisme penggemar yang luar biasa.
Namun, perjalanan hidup sang legenda terhenti secara tragis. Pada 19 Maret 1995, Nike Ardilla meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di Jalan R.E. Martadinata, Bandung. Ia wafat di usia 19 tahun dan dimakamkan di TMP Cidudu, Imbanagara, Ciamis.
Meski telah berpulang, karya dan pengaruh Nike Ardilla tetap hidup. Setiap tahun, ribuan penggemar memperingati hari kelahiran dan wafatnya melalui ziarah, pemutaran lagu, serta berbagai kegiatan mengenang karya-karyanya. Nike Ardilla menjadi bukti bahwa sebuah karya yang lahir dari ketulusan mampu melampaui waktu dan menjadikan sang pencipta sebagai legenda abadi.
joSSer
(Wakil Pemimpin Redaksi)













